Anda di halaman 1dari 43

KUMPULAN CERITA

PEMBANGUN JIWA
SUAMI &ISTRI
Yayasan NurSyifa
Jl. Gang Tembok 26, KaliPasir, Menteng Raya Jakarta Pusat 10340
62-21 314 7850 Hp: 021 98877826 - 0856 1236269
www.pengobatan.com www.auranursyifa.blogspot.com
Indonesia
Terapi NurSyifa
1
THEPOWERINYOURHEART
Sangatlah menyakitkan mencintai seseorang, tetapi tidak dicintai olehnya. Tetapi lebih sakit bila mencintai
dan tidak pernah menemukan keberanian untuk memberitahu mereka apa yang kamu rasakan. Hanya perlu
satu menit untuk menghancurkan seseorang, satu jam untuk menyukai seseorang, satu hari
untuk mencintai seseorang tetapi membutuhkan seumur hidup untuk melupakan seseorang.
Mungkin Tuhan menginginkan kita untuk bertemu dengan orang yang tidak tepat sebelum kita
bertemu dengan yang tepat. Jadi ketika kita akhirnya bertemu dengan orang yang tepat, kita
akan tahu betapa berharganya anugerah tersebut.
Cinta adalah ketika kamu membawa perasaan, kesabaran dan romantis dalam suatu
hubungan dan menemukan bahwa kamu peduli dengan dia. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah
ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu, dan kemudian menemukan bahwa pada
akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi. Ketika pintu kebahagiaan tertutup,
yang lain terbuka. Tetapi kadang-kadang kita menatap terlalu lama pada pintu yang telah tertutup itu
sehingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka untuk kita.
Teman yang terbaik adalah teman dimana kamu dapat duduk bersamanya dan merasa terbuai, dan tidak
pernah mengatakan apa-apa dan kemudian berjalan bersama. Perasaan seperti itu adalah percakapan
termanis yang pernah kamu rasakan.
Jangan mengharapkan cinta sebagai balasan, tunggulah sampai itu tumbuh didalam hati mereka. Tetapi jika
tidak, pastikan dia tumbuh didalam hatimu. Ada hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah
kamu dengar dari orang yang kamu ingin dengar.Tetapi jangan sampai kamu menjadi tuli walaupun kamu
tidak mendengar itu dari seseorang yang mengatakan itu dari hatinya.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walapun mereka telah dikecewakan. Kepada
mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Jangan pernah berkata kamu tidak
mencintai orang itu lagi bila kamu tidak bisa membiarkannya pergi.
Jangan melihat dari wajah, itu bisa menipu. Jangan melihat kekayaan, itu bisa menghilang. Datanglah
kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum karena sebuah senyuman dapat membuat hari yang
gelap menjadi cerah. Berharaplah kamu dapat menemukan seseorang yang dapat membuatmu tersenyum.
Selalu letakkan dirimu pada posisi orang lain. Jika kamu merasa bahwa itu menyakitkan kamu, mungkin itu
menyakitkan orang itu juga. Kata-kata yang ceroboh dapat mengakibatkan perselisihan, kata-kata yang kasar
bisa membuat celaka, kata-kata yang tepat waktu dapat mengurangi ketegangan, kata-kata cinta dapat
menyembuhkan dan menyenangkan.
Permulaan cinta adalah dengan membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak
membentuk mereka menjadi sesuai keinginan kita. Jangan memaksa mencintai bayangan kita yang ada
pada diri mereka.
Orang yang bahagia tidak perlu memiliki yang terbaik darisegala hal. Mereka hanya membuat segala hal
yang datang dalam hidup mereka. Cinta mulai dengan senyuman, tumbuh dengan kemesraan dan berakhir
dengan air mata.Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan.
Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan, sampai kamu melupakan kegagalan dan rasa
sakit hati. Ketika kamu lahir, kamu menangis dan semua orang di sekeliling kamu tersenyum. Hiduplah
dengan hidupmu, jadi ketika kamu meninggal, kamu satu-satunya yang tersenyum dan semua orang di
sekeliling kamu menangis.
Kita Cerai Saja....
Saat aku dilamar suamiku, aku merasa bahwa akulah wanita yang paling beruntung di muka bumi ini.
Bayangkan dari sekian juta wanita di dunia ini, aku yang dia pilih untuk jadi isterinya. Kalau aku persempit,
dari sekian banyak wanita di negara ini, di propinsi ini, di kota ini, di rumah ibuku yang anak perempuannya
3, aku yang paling bungsu yang dipilih untuk jadi isterinya! Aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu.
Aku berusaha keras menjadi isteri yang baik, patuh pada suami, menjaga kehormatanku sebagai isterinya,
menjadi ibu yang baik, membesarkan anak-anakku menjadi sholih dan sholihah. Aku memanfaatkan
pernikahanku sebagai ladang amalku, sebagai tiket ke surga.
Walaupun begitu... hidup seperti halnya makanan penuh dengan bumbu. Ada bumbu yang manis, yang
pahit, yang pedas, dan lain-lain. Aku juga menghadapi yang namanya ketidakcocokan atau selisih paham
dengan suamiku, baik itu tidak sepaham, kurang sepaham, agak sepaham, hampir sepaham, atau apapunlah
itu. Tapi aku tahu apa yang harus aku lakukan. Aku mencoba berpikiran terbuka, mengakui kebenaran bila
suamiku memang benar dan mengakui kesalahan bila aku memang salah. Aku mencoba bertuturkata lembut
menegur kesalahan suamiku dan membantunya memperbaikinya agar ia merubah sikapnya. It's all about
compromising.
Namun apalah daya... pada akhirnya, terucap pula kata itu dari bibir suamiku "kita cerai saja!". hanya karena
sebuah masalah kecil yang tanpa sengaja menjadi besar.
Saat itu seperti kudengar suara petir menggelegar di kepalaku. Arsy pun berguncang untuk ke sekian
kalinya. Dan hatiku hancur berkeping-keping. Aku menjadi wanita paling pilu sedunia.
Terapi NurSyifa
2
Tak ada yang kupikirkan selain... yah kita memang harus berpisah! Kuingat kembali pertengkaran-
pertengkaran kami sebelumnya... Kita memang sudah nggak cocok!
Kupikirkan kesalahan-kesalahan apa yang telah aku lakukan namun lebih sering mengingat kesalahan-
kesalahan suamiku.
Aku menangis sejadi-jadinya hingga dadaku sesak dan air mataku kering. Hari itu menjadi hari paling
menyedihkan dalam hidupku.
Tak kulihat suamiku di sampingku keesokan paginya. Entah kemana ia. Tanpa sadar aku, layaknya aktris
berakting di sinetron-sinetron, memandangi foto-foto kami dulu dengan berlinang airmata. Ngiris hati ini.
Andai saja ada lagu Goodbye dari Air Supply yang mengiringiku, tentu semuanya menjadi scene yang
sempurna.
Sekilas kenangan lama bermunculan di benakku. Aku teringat pertama kali aku bertemu suamiku, teringat
apa yang aku rasakan saat ia melamarku. Aku tersenyum kecil hingga akhirnya tertawa saat mengingat
malam pertamaku. Ha ha ha
Anak-anakku datang saat melihat ibu mereka ini tertawa, memelukku tanpa tahu apa yang sedang terjadi.
Mereka masih kecil-kecil. Kupandangi mereka satu per satu.... Mereka mirip ayahnya. Aku jadi teringat saat
pertama kali kukatakan padanya bahwa ia akan menjadi ayah. Hhmmm...
Ku lalui hari-hari penuh kekhawatiran bersamanya, menunggu kelahiran buah cinta kami. Dengan penuh
kasih sayang, suamiku memegang tanganku, mencoba menenangkanku saat sang khalifah baru lahir,
walaupun kutahu ia hampir saja pingsan. Keningku diciumnya saat semuanya berakhir walaupun wajahku
penuh keringat saat itu. Saat kubuka mataku, di sampingku ia duduk menggendong bayi mungil itu.
Bersamanya, kubeli tiket ke surga...
"Mi, abi mana?" suara anakku mengejutkan lamunanku. Tak sanggup kumenjawabnya. Hampir saja aku
menangis lagi.
Tiba-tiba kulihat sesosok bayangan dari balik dinding. Suamiku datang. Rupanya tadi malam ia tidur di
masjid. Ia melihatku bersama anak-anakku. Mereka berhamburan menyambut ayahnya, memeluk lututnya
karena mereka belum cukup tinggi menggapai bahu ayahnya itu. Ia membawakan makanan untuk mereka.
Saat anak-anak sibuk dengan makanan itu, ia menghampiriku. Aku mencoba untuk biasa dan kuajak ia
melihat foto-foto lama kami. Bernostalgia. Aku tertawa bersamanya. Mengingat yang telah lewat.
Sesekali ia memandangku lembut. Aku tahu ia sedang berfikir. Namun aku khawatir ia sedang meyakinkan
hatinya untuk benar-benar menceraikan aku dan mengatur kata-kata agar aku dapat menerima
keputusannya.
Saat ia diam dan memandangku dalam-dalam, kukatakan padanya bahwa aku merindukannya sejak tadi
malam. Ia tersenyum dan mengatakan bahwa ia pun merasakan hal yang sama.
Hatiku lega. Kututup album foto itu dan kukatakan padanya bahwa selain dari semua kekuranganku tentu
ada kelebihanku, selain dari semua yang tidak disukainya tentu ada yang disukainya, selain dari semua
ketidakcocokan kita tentu ada bagian yang cocok. "Bila tidak, apa alasan Abang mau menikahi Dinda dulu?
Dan .. bagaimana mungkin kita bisa bertahan selama ini?"
Ia mencium keningku. Kurasakan air mata mengalir hangat di pipiku. Tapi bukan air mataku...
"Allah memang hanya menciptakan Dinda buat Abang... Maafin Abang ya..."
Kuusap air mata dari pipinya dan ia membaringkan kepalanya dipangkuanku..."Maafin Dinda juga ya,
Bang..."
Entah apa yang membuatnya berubah pikiran. Aku tak ingin menanyakannya. Hanya dengan berada di sisiku
pagi itu, aku rasa aku tahu jawabannya...
Pernikahan itu bisa berumur panjang bila ada usaha untuk memanjangkannya dan bisa berumur
pendek bila tidak ada yang mau berfikir panjang.
(Untuk pangeranku, aku ingin beranjak tua bersamamu... atas izin Allah)
Tell Her NowThat You Love Her
Tit.. tiit "I luv u" Setiap pagi aku menerima SMS bernada seperti itu. Atau terkadang berupa gambar yang
melambangkan cinta. Bukan siapa-siapa, karena wanita yang rajin tak pernah absen mengirimiku ungkapan
cinta itu tak lain adalah istriku sendiri. Kemarin kuberitahu dia bahwa tindakannya itu memalukan, untuk
sebuah keluarga yang sudah memiliki dua anak, tidak usahlah 'cinta-cinta-an' seperti halnya orang pacaran
atau pengantin baru. Tapi ia tidak menggubrisnya, bahkan ia semakin sering
dengan menambah rutinitas itu pada setiap sorenya.
Enam setengah bulan lalu, malah dia melakukan satu seremoni yang bagiku
hanyalah buang-buang uang saja dan tak selayaknya ia melakukan itu. Malam itu
sesampainya aku di rumah, kudapati rumahku hanya diterangi oleh lampu yang
remang-remang. Rupanya istriku mengganti lampu ruangan makan kami, agar
terkesan lebih romantis, katanya. Sementara dua anakku sudah terlelap menikmati mimpinya, kulihat
beberapa batang lilin menyala diatas meja makan yang diatasnya sudah tersedia hidangan penuh selera
yang menjadi kesukaanku. Dengan gaun malamnya, ia terlihat begitu cantik. Aku baru ingat, hari itu adalah
ulang tahun ketiga pernikahan kami.
Terapi NurSyifa
3
Bahkan satu bulan sebelumnya, ia mengajakku keluar bersama anak-anak. Kami makan di sebuah restoran
yang cukup bagus. Ia yang membayar semuanya, katanya. Pikirku, dari mana ia mendapatkan uang, toh ia
tak bekerja. Akhirnya kuketahui itu uang yang ia sisihkan dari jatah bulanan yang kuberikan. Hanya saja
bagiku, sekedar merayakan ulang tahunku tidak perlu repot-repot dan mahal seperti ini. Cukup dengan
membeli makanan dipasar dan dimakan bersama-sama, selesai, yang penting kita bersyukur kepada-Nya
bahwa kita masih diberikan kekuatan dan kesabaran dalam mengemban amanah-Nya sampai usia kita
bertambah hari itu. Yang kuheran, malam sebelumnya tepat pukul 00.01 WIB ketika detik pertama pada
tanggal kelahiranku, sebuah kecupan hangat mendarat di keningku. Kubuka perlahan mataku dan
kudapatkan senyumannya yang manis. Malam itu ia menghadiahiku sebuah jam tangan yang didalam
bungkus kadonya terdapat sebuah kartu ucapan bertuliskan: "Take My Heart In Your Arm".
O ya, sekedar memberitahu, handphone yang kupakai sekarang ini adalah handphone hadiah darinya pada
saat ulangtahun pernikahanku enam setengah bulan yang lalu itu. Aku sempat menolaknya, karena
handphone-ku sebelumnya juga masih bagus. Dengan sedikit senyum ia menghulurkan sebungkus kado
cantik itu. Didalamnya, kutemukan kembali sebuah kartu bertuliskan sebuah pesan (harap) singkat: "Keep In
Touch, Please". Lucunya, aku lupa bertanya, bagaimana cara ia mendapatkan barang semahal itu. Ah
mungkin karena aku sedang terkagum-kagum saja kepada istriku itu, yang membuat aku lupa.
SMS terakhir yang aku terima pagi ini, masih sama isinya. Namun entah kenapa hari ini aku menitikkan air
mata. Kuperhatikan kembali rangkaian kata-kata dalam pesan itu, padahal setiap hari aku membacanya. I-L-
U-V-U kuperhatikan satu persatu huruf yang terangkai singkat itu, namun titik air dari mataku semakin
bertambah. Aku jadi teringat dengan handphone hadiah darinya, teringat dengan makan malam istimewa nan
romantis saat ulang tahun pernikahanku enam setengah bulan yang lalu, jam tangan hadiah darinya saat
ulangtahunku, semua perhatian, cinta dan kasih sayangnya kepadaku. Ooh
Tiba-tiba mataku menatap lingkaran merah di satu tanggal pada kalender mejaku. Disitu tertulis, "Ultah
istriku". Ya Allah aku hampir saja melupakannya kalau besok adalah hari ulang tahunnya. Sementara hari
sudah sore, aku bingung harus menyiapkan hadiah apa untuknya, padahal uangku sudah habis, tak
mungkinlah jika aku meminta kepadanya untuk membeli hadiah untuknya, jelas nggak surprise. Akhirnya,
aku nekat menelepon beberapa teman dan karibku, atau siapapun yang bisa kupinjam uangnya. Aku ingin
memberinya sesuatu. Namun, apa daya, tak satupun dari mereka bisa meminjamkannya karena memang
selain mendadak, bukan tanggal yang tepat bagi siapapun untuk meminjam uang di tanggal tua.
Aku lemas, hari sudah terlalu malam bagiku untuk mengetuk pintu orang kesekian untuk kupinjami uangnya.
Lagipula toko-toko mulai tutup, kalaupun aku mendapatkan uangnya, sudah terlambat untuk membeli
sesuatu. Langkahku gontai, aku malu jika pulang tak membawa apa-apa. Aku menyesal, rupanya kesibukan
dan sifat egoisku yang selama ini menutupi semua perhatian dan cinta yang diberikannya, hingga tak
sekalipun aku membalasnya. Sambil berjalan, lalu terbetik sebuah ide kecil dibenakku
Aku pulang, kudapati rumahku sudah sepi, istri dan kedua anakku sudah terlelap. Aku tak ingin
membangunkan mereka. Belum juga mataku merapat karena masih membayangkan betapa menyesalnya
aku yang telah mengabaikan perhatian dan kasih sayangnya selama ini, bahkan tak sepatah kata 'terima
kasih' pun aku ucapkan untuk semua cintanya itu. Satu jam kemudian, istriku terbangun untuk menunaikan
sholat malamnya. Biasanya ia membangunkan aku (atau sebaliknya jika aku bangun terlebih dulu) untuk
sholat bersama. Namun ia tak segera, karena kuyakin matanya langsung menatap setangkai bunga mawar
merah yang kuletakkan disamping bantal tidurnya. Sementara aku masih berpura-pura terlelap, namun
mataku sesekali menangkap senyuman di bibirnya ketika ia membaca kertas kecil yang kuikatkan ditangkai
bunga itu, "Maafkan abang dik, yang telah melupakan perhatian dan cinta adik.
Bunga ini memang tidak akan mampu membalas semua yang telah adik berikan with luv "
*********
Saudaraku, berapapun usia pernikahan anda, tetaplah perbaharui cinta berdua dengan senantiasa
memberikan perhatian dan kasih sayang. Sehingga kelak, cita-cita berdua sampai di surga-Nya bukanlah
sekedar impian. Dengan cinta dan perhatian yang tulus kepada pasangan anda, segala cobaan, ujian
seberat apapun akan mampu diatasi bersama, selamanya, tanpa harus berakhir dengan tangis dan
penyesalan.
Sehingga juga dengan itu, waktu yang anda punya tak habis terpakai untuk menyelesaikan semua
persoalan, dan anda bisa lebih memfokuskan harap dan do'a semoga Allah tersenyum juga mencurahkan
cinta-Nya karena kasih dan sayang setiap hamba kepada pasangannya.
Pesan untuk Para Suami
Bila ada surga di dunia itu adalah rumah tangga yang bahagia, rumah tangga yang penuh dengan rasa
sakinah, mawaddah dan rahmah. Dan bila ada neraka di dunia itu adalah rumah tangga yang hancur, suami
istri saling menyalahkan, curiga, tidak saling mencintai dan jauh dari rasa sakinah mawaddah
dan rahmah.
Saya awali pesan ini dengan menggambarkan kedua hal di atas. Dengan menikah Anda tidak
saja mendapatkan seorang istri, tetapi Anda mendapatkan seluruh dunia. Sebagaimana kita
ingat rasul bersabda bahwa sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah istri sholihah. Yang akan
menjadikan rumah kita bak surga, baiti jannati. Sejak pernikahan ini, mulai saat ini sampai akhir
hayat Anda insya Allah, istri Anda akan menjadi mitra, patner dan sabahat terbaik. Dengan
Terapi NurSyifa
4
dialah, Anda berbagi berbagai kejadian, melewatkan hari dan tahun bersama. Dengannya lah Anda berbagi
suka, duka, impian, harapan dan juga kecemasan. Ketika Anda sakit, dialah yang akan merawat, ketika Anda
memerlukan pertolongan dia akan mengupayakan semua yang dia bisa lakukan bagimu. Ketika Anda
berbagi rahasia padanya, dia akan menjaga rahasia itu dengan amanah; ketika Anda perlu nasehat, dia akan
memberikan nasehat yang terbaik. Dan dia akan selalu bersamamu.
Ketika terbangun di pagi hari, yang pertama mata Anda lihat adalah dia. Dia akan selalu bersamamu, dan
jika pada suatu waktu dia tidak ada di sisimu, maka secara emosi dia ada bersamamu. Dia memikirkan,
berdoa untuk kebaikanmu dengan sepenuh hati, dan Anda ada dalam pikiran, doa dan hatinya. Ketika Anda
tidur di malam hari, terakhir yang Anda lihat adalah dia; dan ketika Anda bermimpi, anda akan melihatnya
dalam mimpimu. Kamulah dunianya dan dialah duniamu.
**********
Hubungan antara seorang suami istri merupakan hubungan yang sangat penuh dengan hal yang
mengagumkan. Tidak mudah digambarkan dengan kata-kata, betapa rasa cinta, kasih sayang, keintiman,
kedamaian serta kesejukan yang ada mengisi hati kedua pasangan manusia. Penjelasan rasional adalah
bahwa semua inilah anugerah dari Allah, dan semua itulah kehendak Allah. Dengan semua kuasa dan
kehendakNya, Dialah yang menciptakan dan membuat perasaan ini hadir di hati pasangan suami istri.
Allah mengingatkan kepada manusia yang mencari keberadaanNya bahwa salah satu tanda-tanda
kekuasaanNya adalah Dia menjadikan rasa kasih dan sayang. Allah berfirman: "Dan di antara tanda-tanda
kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan
merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada
yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir". (QS. 30:21)
Tetapi hati manusia bukanlah sesuatu yang statis, tetapi sangat dinamis. Perasaan dapat berubah setiap
waktu. Dan cinta pun dapat terbang dan hilang. Ikatan pernikahan pun bisa menjadi lemah bila tidak dijaga
dengan baik dan kebahagian di dalam rumah tangga pun tidak bisa dijamin akan berlangsung terus. Perlu
usaha dari kedua belah pihak suami istri untuk saling menjaga keberlangsungan cinta dan kasih mereka.
Ibarat sebuah pohon, tanahnya perlu dirawat, dijaga dan dipupuk.
***************
Oleh karenanya, inilah sedikit pesan dari saya bagi Anda para suami; Di dunia kita, kita hidup di kehidupan
yang sibuk dan melelahkan di kelilingi oleh berbagai macam schedule dan deadline. Bagi pasangan, ini
artinya kemungkinan Anda tidak bisa meluangkan waktu bersama-sama dan berada sendiri di tengah-tengah
kesibukan kerja dan komitmen tugas. Anda jangan membiarkan hal ini terjadi terus menerus. Cobalah
sesekali Anda luangkan waktu untuk melakukan kegiatan secara periodik dengan istri Anda. Ingat rasul juga
pernah meluangkan waktunya untuk berlomba lari dengan Aisyah r.a. Keluar dengan istri sesering mungkin,
lakukan aktivitas bersama, mengunjungi teman bersama, piknik bersama atau sekedar berbelanja di mall
bersama.
Selalu jaga romantika dalam hubungan Anda. Kehidupan modern hampir mengubah kita menjadi robot atau
mesin teknologi tinggi tanpa emosi. Menunjukkan emosi dan perasaan yang Anda rasakan perlu untuk
menjaga ikatan pernikahan terhindarkan dari berkarat, peluruhan. Sebagaimana rasul bersabda untuk
menunjukkan rasa kasih dan sayang pada saudara yang kita cintai, "Katakanlah kepadanya kalau engkau
mencintai saudaramu," sebuah hadist untuk menunjukkan cinta kepada teman karena ikatan ukhuwah.
Terlebih lagi bila istri kita yang terikat dengan ikatan suci pernikahan, nyatakanlah.
Jangan meremehkan hal-hal penting yang terlihat kecil, seperti membawakan belanjaannya, memijit bahunya
atau membukakan pintu mobil dan sebagainya. Ingatlah bahwa rasul pernah menyediakan kakinya untuk
membantu istrinya naik ke atas unta.
Usahakanlah untuk menyediakan waktu sholat berjamaah dengan istri. Memperkuat hubungan Anda dengan
Allah merupakan jaminan terbaik agar pernikahan Anda akan selalu terjaga kuat. Merasakan kedekatan dan
kedamaain dalam hubungan Anda dengan Allah akan terimplikasikan dalam hubungan Anda dengan istri di
rumah. Ingatlah bagaimana rasul memberikan apresiasi yang sangat besar bagi pasangan yang bangun
malam hari untuk sholat layl (sholat malam/tahajjud) bersama atau seorang istri/suami yang membangunkan
pasangannya untuk sholat layl sekalipun dengan memercikkan air di muka pasangannya.
Lakukan usaha terbaikmu untuk menjadi terbaik bagi istri dengan kata-kata dan dengan perbuatan. Bicaralah
padanya dengan baik, senyum padanya, minta nasehatnya, mintalah pendapatnya, dan luangkan waktu
yang berkualitas dengannya dan selalu ingat bahwa rasul bersabda "Yang terbaik diantara kamu adalah
terbaik memperlakukan istrinya".
Adalah hal biasa yang terjadi dimana pasangan berjanji untuk mencintai dan menghormati istri/suaminya
sampai maut memisahkan mereka. Saya percaya bahwa janji ini adalah baik dan sangat baik. Tetapi hal ini
tidak cukup. Anda harus mencintai apa yang dicintai istri Anda. Keluarganya, dan hal-hal yang dia cintai
harus menjadi kecintaan Anda pula.
Tidak cukup pula mencintainya sampai maut memisahkan. Cinta tidak boleh mati dan kita percaya bahwa
ada kehidupan akhirat, kehidupan setelah mati. Dan insya Allah, akan dipertemukan kelak di akhirat.
Sebagaimana rasul mencintai Khadijah istrinya yang telah menemani beliau selama 25 tahun, beliau terus
menerus mencintai khadijah dan mengingatnya. Setelah kematian khadijah beberapa tahun berselang,
rasulullah tidak pernah melupakannya bahkan sanak kerabat dan teman khadijah beliau utamakan yang
terkadang membuat Aisyah cemburu.
Terapi NurSyifa
5
Cintailah istri Anda, dan apa yang dicintainya. Cintailah ia tidak hanya sampai maut memisahkan tetapi
sampai Anda dikumpulkan bersama kelak di akhirat, insya Allah. Semoga nasehat atau ajakan ini dapat
menambah kecintaan Anda dan kecintaan istri Anda.
Surga Bernama Keluarga
Malam belum larut saat langkah menapaki teras rumah, perlahan membuka pintu yang belum terkunci
berharap orang-orang terkasih di dalam tak terbangun. Ternyata, kehadiran saya senantiasa ditunggu oleh
isteri dan anak-anak saya yang rela menahan kantuk untuk sekadar mendaratkan ciuman hangat mereka.
Satu persatu dua bidarari kecil itu menubruk tubuh lelahku, hilang semua kantuk mereka bersamaan dengan
sirnanya lelahku.
Saya terbaring di sofa dan serta merta anak-anak menyerbu kaki saya untuk melepaskan kaus kaki. Lalu
tangan-tangan kecil itu memijat kaki saya, "Capek ya?" Sesaat kemudian tangan kecil itu beralih ke kening,
"Pusing ya?". Memang tak seperti pijatan seorang tukang pijat, tapi sentuhan tangan-tangan mungil itu terasa
jauh lebih menenteramkan, membasuh peluh dan mengangkat lelahku.
Giliran isteri cantikku datang dengan teh hangatnya, satu kecupan penuh cinta mampir sejenak di keningku.
Sambutan yang tak pernah absen dilakukannya semenjak hari pertama pernikahan kami. Sambil menunggu
makanan yang tengah dipanaskan, kalimat yang teramat sering saya dengar, "Bagaimana hari ini? Ada
masalah? Berbagilah..." Kemudian hati dan kedua telinganya terbuka luas untuk menampung semua keluhku
sepanjang hari.
Makanan tersaji, anak-anak ikut mengitari hidangan lesehan khas keluarga kami. Sesekali tangan mungil si
bungsu mencomot lauk, sementara si sulung menyeruput teh hangat milikku. Sebenarnya mereka hanya
ingin mendapatkan satu kalimat dari saya, "Ya, nanti kita lihat bintang ya". Maka bubarlah mereka dan
kembali sibuk dengan mainannya.
Adalah sebuah kenikmatan tersendiri mendengar suara-suara lucu berteriak mengamini bacaan Al-Fatihah
saat sholat berjamaah. Biasanya mereka mengikuti bacaan Fatihah maupun surat pendek yang saya baca,
lumayan membuat saya terhibur dan tenang berharap mereka lebih menyukai lantunan itu ketimbang lagu-
lagu yang banyak diputar televisi.
Beruntung, langit cerah malam itu sehingga kami bisa menggelar tikar di halaman depan. Berempat kami
berbaring memandang langit untuk menghitung bintang dan menikmati indahnya rembulan. Kupandang langit
penuh bintang bertaburan/ berkelap-kelip seumpama bintang ceria/... senandung itu yang kerap keluar dari
mulut mungil kedua bintang kecilku.
Malam telah larut, saatnya saya menemani dua bidadari kecil itu beristirahat. Biasanya, takkan terpejam
mata mereka sebelum dua atau tiga dongeng kuhantarkan sebagai pengiring tidur keduanya. Dongeng
penuh hikmah yang kan membuai mereka hingga ke alam mimpi. Akhirnya mereka pun tidur dengan wajah
berseri, kuduga mereka tengah bermimpi menjadi putri cantik berkereta kencana, berkuda gagah yang siap
mengantarkan sang putri menuju istana. Ah, indahnya...
Selanjutnya, adalah waktu bagi sepasang suami isteri untuk berbagi, kasih, cinta, duka, gembira. Bercerita
apa pun sepanjang malam, hingga terangkat semua beban hari itu, hingga terobati semua luka, hingga
tersingkirkan semua kerikil penghambat, hingga keduanya kembali menjelang pagi dengan hati yang ringan.
********
Pagi belum beranjak, ayam jantan pun belum lama berkokok. Kecupan hangat dan seuntai doa mengiringi
langkahku keluar rumah. Sejuta harap dari dua bidadari kecilku agar kembali dengan selamat berjinjing oleh-
oleh berupa makanan kecil atau buah kesukaan mereka. Saya sering merasa berdosa ketika melihat wajah
kecewa mereka saat mendapati tangan saya tak berbuah apa pun. Mereka sudah hapal dengan jawabanku
sehingga mereka pun segera mengambil kesimpulan, "nanti kalau punya rezeki beliin buah ya".
Hidup pun terus berputar, berbaring di sofa menunggu tangan-tangan kecil melepaskan kaus kaki kemudian
memijatinya. Segelas teh hangat membasuh penat, dan hati yang terbuka luas siap menampung semua
keluh sepanjang hari. Mendengarkan suara-suara lucu dari mulut-mulut mungil mencoba melafazkan doa
sehari-hari atau mengeja huruf-huruf Alquran. Berbaring bersama di halaman depan memandangi langit,
menghitung bintang dan menikmati indahnya rembulan.
Inilah yang saya sebut surga bernama keluarga. Adakah yang lebih indah dari keluarga?
Jangan Sebut Istrimu Penganggur
Jangan pernah menyebut istrimu sebagai penganggur jika ia memang tidak bekerja di luaran. Karena bahkan
ketika ia kau sebut sebagai ibu rumah tangga pun selalu terdengar nada rendah diri dalam suaramu. Karena
selalu ada kata ''cuma'' sebagai awalanmu.
Semua itu sebetulnya hanyalah gambaran sikap meremehkanmu atas status ibu rumah tangga, atas seorang
wanita yang sebetulnya tengah mengerjakan pekerjaan besar, yang bisa jadi lebih besar dari profesimu
sendiri. Semua itu hanyalah gambaran betapa engkau sendiri masih terperangkap pola berpikir kuno seperti
yang dipakai orang-orang tua kita dahulu: bahwa hanya orang yang berkerja di luar rumah yang layak
disebut bekerja.
Terapi NurSyifa
6
Inilah situasi yang membuat seorang kawan, yang telah lulus sarjana dan membuka peternakan ayam di
desanya, tetap didera penyakit rendah diri. Karena, meskipun peternakan itu berjalan baik, telah sanggup
menggaji beberapa orang pekerja, dan si kawan sarjana ini mestinya telah berhak memperoleh sebutan
juragan, ia tetap memilih menghentikan usahanya.
Bukan karena usaha bangkrut, melainkan karena setiap hari orang tuanya selalu menggerutu, kenapa ia juga
belum memperoleh pekerjaan. Karena orang-orang di desanya juga terus melontarkan rasa herannya,
bagaiamana mungkin bersekolah begitu lama kalau cuma untuk kembali ke desa dan menjadi peternak
biasa.
Sekarang, di saat sebagian besar wanita sudah mulai bersemangat bekerja di luar rumah, cemaslah atas
suatu keadaan yang bisa jadi akan menimpa kita semua: akan ada krisis ibu rumah tangga. Jika engkau
berdua sama-sama bekerja, ekonomi rumah tanggamu bisa jadi akan naik di tingkat yang sangat baik, tapi
diam-diam engkau juga sedang berjudi dengan keadaan yang belum tentu engkau akan jadi pemenang.
Karena akan makin banyak anak-anak yang kesepian. Yang ketika mereka bangun pagi, ketika mereka
tengah sibuk bergiat hendak berangkat sekolah, mereka akan sama sibuknya sepertimu yang juga bergiat
hendak bekerja. Engkau dan anak-anakmu akan sama-sama didera perasaan buru-buru. Anak-anak itu tak
sempat lagi punya kekuasaan meminta, dilayani dan disemangati di saat paling rawan dalam hidupnya.
Ketika anakmu pulang sekolah dengan perasaan lelah, entah karena tekanan lingkungannya yang keras,
nilainya yang buruk, gurunya yang galak, atau sekadar murung karena ia mulai jatuh cinta, di rumah ia tak
menemukan siapa-siapa, kecuali meja makan yang sepi. Ketika ia bersabar menunggu engkau pulang
dengan segenap keinginan butuh sentuhan dan kemanjaan, engkau sendiri sudah dalam keadaan penat
karena kerja seharian, karena sikap sinis atasan atau iklim kerja yang tidak memuaskan.
Maka akan makin banyak anak-anak yang menjerit diam-diam. Anak-anak yang jika mereka ingin berkata,
tak ada yang sempat mendengarnya. Anak-anak yang jika ingin kolokan, tak ada yang sempat memanjakan.
Anak-anak yang jika sedang murung dan peka, tak ada yang menggubrisnya.
Padahal kita pernah menjadi anak-anak. Yang jika kita sedang bicara sementara orang-orang tak
mendengarnya, kita akan merasa sangat sia-sia. Marah dan tak berharga. Sungguh sebuah keadaan yang
sanggup membuat manusia akan jadi rapuh dan percuma. Keadaan tanpa apresiasi dan pujian adalah
sebuah medan yang sangat berbahaya, tidak cuma bagi anak-anak, tapi juga bagi semua dari kita.
Maka jika orang tua lupa waktu pada anaknya, jika pemimpin lupa berempati pada rakyatnya, jika atasan
lupa memuji bawahan, jika suami lupa menghargai istri, sesungguhnya orang-orang ini sedang berada di
rumah kosong. Rumah semacam itu pasti kering dan tidak produktif. Hidup di lahan kering sungguh
merupakan kutukan yang berat bagi seluruh anggota keluarga.
Bau Tubuh Istriku
Anak saya memiliki serpihan gombal yang derajatnya telah menjadi jimat. Tanpa gombal ini, mustahil dia
tertidur. Jika kami sekeluarga harus pergi menginap ke luar kota, semua barang boleh ketinggalan kecuali
gombal yang satu ini. Jika barang ini sampai tertinggal, bencana akibatnya.
Anak ini akan menolak tidur semalaman. Ia akan mencari gombal jimatnya itu melebih apa saja.
Jika ia sudah mendekat gombalnya, wahai... anak ini akan segera stoned, mabuk, dan tidur
dengan lelapnya. Kami hanya bisa heran, bagaimana gombal bulukan yang tak pernah kenal air
ini bisa membuat hidupnya demikian tenteram.
Gombal wasiat itu sebetulnya berasal dari kain sarung yang dipergunakan sebagai selimut saat
istri melahirkan. Sarung inilah yang kemudian menjadi karib anak karena sering menjadi
pembungkus ketika ia masih bayi dan menjadi selimut ketika ia balita serta tak jarang menjadi selimut berdua
antara anak dan ibunya.
Begitu tinggi frekuensi pemakaian sarung ini hingga ia menjadi kain teraniaya yang aus dalam waktu singkat.
Hingga ketika si anak sudah masuk TK, sarung itu telah menjadi kain perca selebar serbet saja lebarnya.
Serbet apak inilah yang hingga sekarang masih menjadi teman tidur setianya. Melihatnya lelap sambil
menghirup gombal ajaibnya itu sungguh pemandangan yang mengherankan hati. Itu gombal sudah
bertahun-tahun tak boleh dicuci. Tapi bau inilah satu-satunya aroma terapi yang mujarab bagi tidurnya.
Pernah kami diam-diam mencucinya. Ketika malam gombal ini kami sodorkan, si anak malah ngamuk sejadi-
jadinya. Ia menolak aroma terapi gombalnya yang sudah tercemar bau detergen. Semalaman, kami harus
menanggung tidurnya yang penuh krisis. Tidur dengan bekal marah, telah membuat dia mengigau dan
banyak gerak. Sejak saat itu, kami memilih membiarkan gombal ini menjadi kain purba, dengan komplikasi
bau yang cuma anak saya yang tega menghirupnya.
Tapi belum lama ini kami mengalami kecelakaan kedua menyangkut soal bau ini. Secara tak sengaja,
gombal ini tertindih tidur bapaknya semalaman. Ketika malam berikutnya si anak mencium bau bapak di
gombalnya, ia menolak menghirupnya. Ia ingin bau ibu, bukan bau bapak. Kami sadar risikonya jika bau ibu
tidak secepatnya dihadirkan. Akan terjadi geger semalaman. Maka cara instan pun kami tempuh, gombal itu
ditindih, digosok, dililit ke segenap tubuh ibunya, dan ketika bau ibu itu telah menindih bau bapak, si anak
baru mau menghirupnya dengan nikmatnya. Kurang ajar!
Sudah lama saya cemburu pada kedekatan si anak ini dengan ibunya. Tapi malam itu benar-benar menjadi
puncak rasa cemburuku. Apa salah bapaknya ini sehingga soal bau pun dia memihak ibunya? Apa kurang
Terapi NurSyifa
7
tanggung jawabku pada mereka? Setiap hari aku bekerja hingga tak kenal waktu. Aku memberikan yang
terbaik untuk mereka sekuatku, sebisaku. Tapi apa balasan mereka pada kerja kerasku ini!
Gombal itu benar-benar menyinggung perasaanku. Ia bukti kekalahanku di keluarga ini. Betapa aku yang
bekerja keras di luaran tapi istri juga yang mendapat penghargaan di dalam rumah, di depan anak-anak.
Sekarang kutanya kepadamu anak-anakku, beda apa bau tubuh bapakmu dengan ibumu ini? Betul, ibu
adalah pihak yang setiap saat merawatmu. Betul, bahwa di waktu kecilku dulu, aku lebih suka menyelinap di
ketiak ibu katimbang di ketiak bapak. Betul, jika aku ditantang untuk menggantikan pekerjaan ibumu saat
merawatmu, bisa-bisa aku terserang stroke dini. Itu pekerjaan berat dan hanya ibumu yang sanggup
melakukannya. Tapi persoalannya ialah, apakah cuma ibumu yang bekerja keras?
Tidak, jawabku. Aku juga bekerja keras untuk menyayangimu. Jika hanya bau tubuh ibumu yang engkau
sukai, ini betul-betul tidak adil. Belum jika aku tega membuka rahasia besar ini kepadamu. Dengarlah,
engkau boleh begitu menyukai bau ketiak ibumu, tapi tanpa setahumu, ibumu adalah juga pihak yang suka
menyelinap di ketiak bapakmu kalau bakat manjanya kumat. Jadi anakku, engkau jangan salah sangka pada
bau tubuh bapakmu.
Menguji KetulusanSuami-Istri, Mudah!
Apa yang dilakukan seorang istri ketika mendapati sang suami menderita sakit? Tentu selain kehendak Allah
yang menyembuhkan, obat dari dokter yang membantu penyembuhan, adalah sentuhan hangat dan
pelayanan yang tulus dari sang istri-lah yang membuat suami bersemangat untuk kembali sehat.
Ia begitu ikhlas membasuh setiap peluh yang bergulir disekujur tubuh suaminya. Jika perlu ia takkan
memejamkan matanya sedetikpun untuk menjaga dan memastikan dirinya menangkap setiap keluhan sang
suami saat sakit. Istri begitu setia menemani suaminya agar tetap merasa hangat saat menggigil kedinginan
atau bahkan melindungi, mendekapnya saat ketakutan akan bayang-bayang kematian, maklum, saat sakit
biasanya setiap orang akan merasa dekat dengan kematian.
Dengan tulus sang istri menyuapi makan suaminya, membopongnya ke kamar kecil, memandikannya
bahkan jika perlu menggantikan sementara posisi sang suami mencari nafkah jika suami menderita sakit
cukup lama. Padahal disaat yang sama, anak-anak mereka tetap membutuhkan perhatian dan kasih sayang
orangtuanya, bimbingan dan belaian hangat serta didikan dan tutur lembut ibu mereka. Itu semua dijalani
sang istri tanpa sedikitpun keluhan.
Dari semua yang dilakukannya, tergambar indah ketulusannya. Bahwa sikap manisnya tidak hanya saat
sang suami sehat, cintanya tetap dan tidak berubah meski sang suami dalam kondisi tak berdaya, bahkan
kelembutannya makin terasa menghangatkan tubuh suami yang lemah. Kasih dan sayangnya begitu
membangkitkan gairah suami untuk sembuh dari sakit, perhatiannya tidak berkurang setitikpun. Saat itulah
sang suami menyadari, betapa makhluk lembut yang sering tidak diperhatikannya itu, begitu tulus dan ikhlas
atas dasar cinta dan kasih sayang yang kuat.
Kemudian bandingkan ketika si istri yang menderita sakit. Belum tentu setiap suami mampu memberikan
ketulusan yang sebanding dengan apa yang pernah diberikan istrinya. kebanyakan suami berpikir, dengan
membawa sang istri kedokter atau membiayai rawat inap di rumah sakit, ia telah menunjukkan perhatian dan
kasih sayangnya.
Kebanyakan suami juga, lebih sering meminta bantuan perawat untuk membasuh peluh istrinya,
memandikan, menyuapi makannya dan melayani kebutuhannya selama sakit. Ia juga, lebih cenderung
menitipkan anak-anak ke neneknya atau saudara yang lain saat istri sakit. Selain itu, ia pun sibuk menelepon
sanak famili untuk bergantian menjagai istrinya di malam hari. Bisa dipahami jika saat jam kerja, karena
setiap laki-laki harus mencari nafkah.
Ketahuilah, istri juga butuh kasih sayang yang tulus seperti yang pernah ia berikan kepada suaminya, baik
saat sehat terlebih saat menderita sakit. Istri juga ingin diperhatikan, ia juga ingin suaminya selalu menemani
disaat-saat sendiri dan kesepian, apalagi saat dicekam derita. Ia mungkin sering menangis dalam deritanya,
namun saat itu kita tengah terlelap, dalam sakitnya juga seringkali ia tak memejamkan matanya memikirkan
anak-anaknya, tangannya sibuk membelai kepala sang suami yang tertidur disampingnya sambil
mengkhawatirkan kesehatan suaminya. Tak lupa sesekali ia mengingatkan agar suaminya tidak lupa makan
dan banyak beristirahat.
Nah, jika demikian, tentu kita tahu dan bisa mengukur batas ketulusan kita terhadap istri selama ini. Tentu
ada bahkan banyak pula suami-suami yang begitu tulus dan cintanya mengurusi istri, jika demikian, tulisan
diatas hanya mengingatkan saja, agar para suami tetap mempertahankan ketulusannya itu.
Memandang Istri Menuai Rahmah
Maha Suci Allah yang menciptakan segala sesuatunya penuh makna, Maha Besar Allah dengan segala
pencpitaan-Nya yang diperuntukkan bagi hamba-hamba yang bersyukur. Hanya hamba yang bersyukurlah
yang sanggup menjadikan segala nikmat sebagai rantai menuju takwa. Hamba yang bersyukur pulalah yang
mampu mengambil hikmah, berkah dan rahmah dari setiap pemberian Allah, sekecil apapun, sedikit apapun.
Sungguh, Allah sangat bermurah hati untuk melimpahkan rahmat-Nya kepada setiap hamba yang
menginginkannya.
Terapi NurSyifa
8
Berumahtangga bukan tidak mungkin mengalami berbagai kendala, ujian dan cobaan yang tidak jarang
membuat rumah tangga kita seperti sebuah biduk yang diterjang ombak di tengah lautan. Itulah hidup, hidup
seorang diri saja kita sudah merasakan berbagai ujian, cobaan yang kerap menimbulkan keputusasaan.
Namun, bukan seorang mukmin jika tidak mampu mengatasi segalanya. Karena, bukankah Dia tidak
memberikan beban diluar batas kemampuan setiap hamba-Nya.
Maka, dijadikan-Nya lah setiap manusia berpasang-pasangan, diciptakan-Nya lah istri-istri dari jenis manusia
agar setiap laki-laki merasa cenderung dan merasa tenteram kepadanya. Dan dijadikan-Nya pula diantara
mereka berdua rasa kasih dan sayang.
Maka juga, Allah jadikan pasangan dari setiap manusia agar saling bahu dalam menanggung beban dan
amanah hidup, saling berkomunikasi menyelesaikan setiap permasalahan, dan saling menumpahkan asa
dan segumpal perasaan yang membebani, agar semuanya terasa lebih ringan dalam memikul beban itu,
lebih nikmat merasakan segala permasalahan, dan lebih indah dalam memaknai hidup yang penuh dengan
onak dan duri ini. Ya, dengan merasakan dan memikulnya berdua, semua terasa manis.
Allah pun memberikan jalan yang teramat mudah bagi manusia untuk mendapatkan rahmat-Nya. Dengan
rahmat itulah, Allah memberikah kekuatan memecahkan setiap kesulitan, menemukan kemudahan dalam
meniti jalan-Nya. Salah satu cara menuai rahmat Allah itu adalah dengan memandang penuh rasa pasangan
kita, seperti tertuang dalam sebuah hadits, Dari Abu Sa'id Al Khudry ra,
"Sesungguhnya jika seorang lelaki memandang istrinya dan istri memandangnya, maka Allah memandang
keduanya dengan pandangan rahmat. Jika dia memegang telapak tangan istrinya, maka dosa keduanya
berjatuh dari sela-sela jari mereka berdua" Subhanallaah...
Meski Allah swt mengingatkan agar setiap laki-laki dan wanita menahan pandangannya dan menjaga
kemaluannya. Karena yang demikian itu lebih baik dan lebih suci (QS. An Nuur:24-25). Dan Jika sebagian
pandangan mengakibatkan dosa bagi pelakunya, maka pandangan yang satu ini justru mendatangkan
rahmat, yakni rahmat dari Allah yang diberikan kepada setiap mukmin. Dengan rahmat inilah, semua
kesulitan menjadi mudah dan ringan, yang jauh menjadi dekat, kesedihan menjadi kesenangan, ketakutan
menjadi keamanan dan kemiskinan menjadi kekayaan.
Pandangan yang dimaksud Rasulullah ini memang tidak merinci secara detail, apakah pandangan penuh
kecintaan, kasing sayang atau kemesraan. Nampaknya itu mencakup semua pandangan kecuali pandangan
kebencian dan amarah.
Memandang istri menuai rahmah, pekerjaan yang sungguh ringan namun sungguh besar pahalanya.
Sudahkah anda memandang pasangan anda hari ini? Wallahu a'lam bishshowaab.
(Selalu) Hangatkan Cinta Anda
Mahligai cinta yang membingkai rumah tangga sepasang suami istri tak selamanya mampu dipertahankan
keindahannya. Ia bukan sesuatu yang tak lekang dimakan waktu dan juga tak pudar terkikis dinamika
kehidupan. Namun bukan tak mungkin keindahan itu menjadi abadi selamanya, tak terputus oleh perubahan
masa dan bahkan tak terhenti oleh perpisahan yang tak mungkin dicegah kejadiannya. Cinta bukanlah
sekedar mencium kening pasangan anda setiap pagi atau menjelang tidur, juga tak sebatas kehangatan
malam yang diisi dengan riang canda kemesraan. Tidak juga hanya dengan menghadiahkan sesuatu bila dia
ulang tahun. Tetapi, cinta lebih dari suatu komitmen yang membutuhkan pemikiran agar selalu bersemi
diantara anda.
Berapapun usia pernikahan anda, bukan alasan untuk tidak senantiasa memberikan manisnya cinta terhadap
pasangan anda atau membiarkan kehambaran mentaburi hari-hari anda bersamanya. Seiring waktu yang
berjalan, sebanyak buah hati yang semakin besar, seharusnya juga semakin bertambah kehangatan cinta
diantara sepasang suami istri, meski tidak jarang hidupnya hanya sebatas menikmati masa-masa tua.
Karena justru, totalitas cinta anda kepada pasangan anda dimasa-masa tua akan semakin membuat
pasangan anda tersenyum bangga (hingga ke dalam hati) bahwa ia tak pernah salah menjadikan anda
pasangan hidupnya.
Berpasangan engkau telah diciptakan, dan selamanya engkau akan berpasangan. Begitulah sebagian
jawaban sang Guru atas pertanyaan seorang aulia, Al Mitra, tentang perkawinan, seperti dituturkan penyair
asal Libanon, Khalil Gibran dalam Sang Nabi. Hidup diyakini semakin punya warna dengan memiliki
pasangan. Bukankah Allah telah mengumpulkan yang terserak untuk berpasang-pasangan?
Yang dituliskan Gibran bisa sangat tepat, hanya saja yang perlu diperhatikan adalah keadaan pasangan itu
setelah perjalanan yang begitu banyak melalui riak, gelombang, onak dan duri, Masihkah komitmen dan
pengorbanan yang diberikan seseorang terhadap pasangannya sama dengan yang pernah diberikannya saat
pertama kali cinta bersemi, atau saat awal menapaki rumah tangga, dan berjanji saling setia. Masihkah
kelembutan yang dulu dicurahkan dalam belaian-belaian kasih sayang, sama hangatnya dengan sentuhan
pertama kali seorang kekasih terhadap disahkan sebagai pasangannya. Jawabannya tentu ada pada
bagaimana seseorang itu menempatkan cinta agar senantiasa bersemi, berapapun usia pernikahan mereka.
Untuk itu perlu kiranya suatu pemikiran yang berkesinambungan dibangun oleh setiap pasangan tentang
bagaimana caranya agar kehangatan cinta tetap melingkari setiap fase perjalanan rumah tangga, agar
kelembutan kasih sayang menjadi dasar setiap gerak langkah bersama menuju kebahagiaan dan kedamaian
kedamaian. Tidak berlebihan pula jika berharap cinta itu menjadi satu cinta yang tak terpisahkan.
Terapi NurSyifa
9
Berikut beberapa tips untuk mempertahankan kehangatan cinta :
1. Menempatkan cinta kepada Allah diatas segala cinta terhadap apapun. Dan senantiasa meningkatkan
cinta itu, karena Allah-lah yang Maha menganugerahkan cinta kepada orang-orang yang mencintai-Nya
(QS. Al-Maidah:54). Maka ajaklah pasangan (dan seluruh anggota keluarga) untuk semakin
mendekatkan diri pada-Nya, misalnya dengan membaca doa bersama setelah qiyamullail.
2. Senantiasa berdoa kepada Allah agar ditetapkan dalam keshalihan, yang karenanya rahmat, kasih
sayang dan kedamaian tetap tercurahkan.
3. Ciptakan komunikasi yang selaras, berkesinambungan, mesra dengan mengkedepankan kaidah-kaidah
berkomunikasi seperti, kata-kata yang benar, lemah lembut, mulia dan juga tidak melupakan aspek
ketegasan sikap. Komunikasi yang demikian tentu menutup rapat celah-celah kecurigaan dan saling tidak
percaya antar sesama.
4. Jadikan kamar/tempat pembaringan adalah tempat dimana segala curahan hati bisa tumpah namun tetap
dalam koridor kehangatan dan kemesraan. Sehingga dalam kondisi apapun, semua masalah tetap bisa
diselesaikan dengan kepala dingin dan hati yang tenang, dari sekedar lupa cium kening pagi ini, masalah
uang belanja sampai soal perkelahian anak-anak tadi siang dengan teman bermainnya.
5. Gunakan waktu secara efektif dan efisien. Jangan sekali-kali menggunakan waktu keluarga (hari libur
misalnya) untuk pekerjaan atau hal-hal yang mengganggu waktu keluarga. Karena dengan apapun anda
mencoba membayarnya, kerugian yang diderita pasangan anda tidak akan pernah bisa terbayarkan,
meskipun anda menggandakan kualitasnya pada hari libur berikutnya.
6. Cerahkan hari-hari dengan variasi, fantasi dan warna-warni yang anda ciptakan khusus untuk pasangan
anda. Letak aksesoris kamar yang berubah-ubah (terutama yang ringan-ringan), atau warna sprei dan
aroma kamar yang menyegarkan. Itu didalam rumah, untuk aktifitas di luar rumah, biasakan secara rutin
untuk sekedar jalan pagi bersama di hari minggu (libur) atau jika ada rezeki, sempatkan untuk berekreasi
(tamasya).
7. Ciptakan juga hal-hal baru yang menceriakan hari bersamanya, misalnya dengan mencuci pakaian
bersama, atau kerjabakti membersihkan rumah dihari libur. Cipratan air dan saling melempar lap pel
dalam bingkai canda (dijamin) akan mampu meluluhkan kebekuan atau bongkah konflik yang mungkin
saja (berpotensi) tumbuh tanpa disadari, mungkin tidak didiri anda tapi pasangan anda?
8. Jadikan setiap cobaan dan konflik yang ada sebagai bagian dari dinamika cinta, bukankah cinta itu tak
selamanya berwarna indah? Bahwa didalamnya juga bisa dirasakan pahitnya perjalanan yang dilakukan
bersama, hal itu akan menyadarkan kita bahwa juga hidup akan selalu menampakkan warna-warni yang
berbeda, bisa disukai bisa tidak, namun tetap harus dijalani. Ini seperti sepasang kekasih yang baru
menikah, seringkali hanya menangkap sisi-sisi indah kehidupan tanpa peduli cobaan yang siap (pasti)
menanti.
9. Tak ada salahnya mengenang selalu saat-saat indah bersama pasangan anda, kapanpun dan
dimanapun, sendiri maupun berdua. Niscaya, hal itu akan semakin membuat anda bangga terhadap
pasangan anda itu. Atau setidaknya mampu memaksa anda mengikhlaskan kesalahan yang pernah
dibuat pasangan anda.
10. Mengingat-ingat kelebihan dan keistimewaan yang ada pada pasangan dan meminimalisir ingatan akan
kesalahan dan keburukan yang mungkin (pernah) ada padanya. Insya Allah, indahnya cinta yang dulu
bersemi pertama kali tetap anda rasakan saat ini, terlebih ditambah oleh ribuan kehangatan yang
tercurah dari buah hati yang teramat mencintai anda berdua.
RumahkuSurgaku...
Baiti Jannati, begitu Rasulullah mengilustrasikan kehidupan rumah tangga beliau yang penuh dengan
keharmonisan, kebahagiaan, ketenangan, sakinah, mawaddah, dan rahmah. Rumah tangga yang dibangun
bukan atas pondasi syahwat terhadap kecantikan, harta, pangkat, jabatan serta pesona dunia lainnya. Tapi
sebuah keluarga yang dibangun karena ketaatan kepada Allah. Sampai akhir zaman keluarga beliau
merupakan rujukan utama bagi mereka yang mendambakan syurga dunia.
Syurga dunia itu hanya dapat diwujudkan oleh pasangan laki-laki sholeh dan wanita sholehah, yang
memahami betul kewajiban masing-masing untuk saling berbagi, mengokohkan kelebihan, dan menutupi
segala kekurangan masing-masing. Keikhlasan kita menerima pasangan apa adanya, baik itu fisik,
intelektual, ekonomi, keturunan, dan sebagainya, karena kita bukanlah Muhammad yang sempurna, Yusuf
yang tampan, Umar bin Khatab yang gagah perkasa, Mushab Bin Umair yang serba kecukupan, Salman Al-
farisi yang ahli strategi, Abdurahman Bin Auf yang ahli ibadah.
Jangan juga bermimpi dan meninggikan diri, karena kita bukanlah Khadijah yang kaya raya, Aisyah yang
cendikiawan, Fatimah yang tabah dan putri seorang pemimpin besar, Ratu Balqis yang cantik jelita, Asma
binti Yazid yang kritis dan cerdas, Hafshah binti Umar yang ahli ibadah. Kita hanyalah manusia biasa, yang
berusaha memadukan dua unsur menjadi sebuah kekuatan, yang dengannya kita mengharapkan keridhoan
dari Allah, mengikuti sunnah Rasulullah, sumber investasi abadi, serta meneguhkan langkah.
Pasangan kita adalah pakaian kita. Siapapun tidak ingin pakaiannya kumuh dan lusuh, ia pasti ingin
pakaiannya nyaman, tidak kebesaran, tidak pula kekecilan. Kehati-hatian saat memilih dan membelinya
merupakan indikator mendapatkan pakaian yang baik. Rasulullah SAW sangat menganjurkan kepada para
Terapi NurSyifa
10
pemuda agar lebih memprioritaskan memilih zatuddin (wanita shalihah) untuk dijadikan pendamping
hidupnya. Beliau mengatakan Wanita dinikahi karena empat perkara: Karena hartanya, kecantikannya,
nasabnya dan agamanya. Maka pilihlah yang beragama (shalehah) niscaya engkau akan bahagia. (HR.
Muttafaqun Alaih)
Begitupun kepada wanita, hendaklah ia memilih laki-laki yang baik pemahaman agamanya, yang hatinya
tertaut pada rumah Allah, yang dalam pikirannya terpeta semangat memajukan Islam, mempunyai visi dan
misi yang jelas dalam membangun keluarga, memiliki wibawa dihadapan istri dan anak-anaknya, memiliki
tanggung jawab memberi nafkah, tidak saja batin, tapi juga lahir, termasuk di dalamnya mengajarkan ilmu.
Ketika rumah tangga itu telah berlayar, tetapi dalam perjalanannya kita menemukan badai besar yang
menghantam, segeralah introspeksi diri atas proses membangun kapal besar rumah tangga kita. Rumah
tangga manapun termasuk rumah tangga Rasulullah pernah memiliki masalah. Cuma bedanya, masalah
dalam rumah tangga Rasulullah merupakan keindahan yang memberkati.
Mungkin proses terbentuknya rumah tangga kita dulunya diselimuti debu dan syahwat dunia, yang
menyebabkan ridho dan barakah dari Allah sirna. Sehingga setiap perbedaan sedikit saja dan masalah kecil
menjadi prahara. Istri tidak ikhlas melayani suami, suamipun coba-coba berpaling, tidak ada keterbukaan,
tidak ada kejujuran, tidak saling menghargai, tidak saling menyayangi, cinta kasih yang hanya dirajut
beberapa bulan berubah jadi dendam dan angkara murka. Inilah yang dinamakan neraka dunia.
Astaghfirullah, segeralah mohon ampun kepada Allah atas sisi-sisi hati yang berpaling dari petunjuk-Nya.
Kekhilafan tidak melibatkan Allah dalam membuat keputusan panjang akan menyengsarakan tidak saja di
dunia, tapi juga kelak diakhirat, satu sama lain akan menjadi musuh. Sebesar apapun kekhilafan kita, lautan
ampun dan Maghfirah Allah seluas langit dan bumi. Segeralah menghadap pada-Nya, memohon agar kita
diberikan seseorang yang dapat menentramkan hati, menjaga kehormatan diri, meneguhkan langkah, saling
mengingatkan dalam ibadah. Karena tidak ada satu pun yang kita lakukan di dunia ini melainkan hanya untuk
ibadah kepada Allah.
Mudah-mudahan Allah memperkenankan kita mendapatkan suami yang sholeh, yang menggauli istrinya
dengan lembut dan penuh kasih sayang, yang mengajarkan istrinya ilmu dunia dan agama. Seorang suami
yang memiliki takut dan harap hanya kepada Allah, khusyuk dalam ibadah, giat mencari nafkah, bertanggung
jawab terhadap keselamatan istri dan anak-anaknya baik di dunia maupun di akhirat.
Mudah-mudahan kita diberikan seorang istri yang taat beribadah, halus dan lembut, terhormat dengan hijab
yang menjaga dirinya, yang dalam dirinya berkumpul kebaikan, terdidik dengan tarbiyah islamiyah, ridho
melayani suaminya kapanpun, mendidik anak-anaknya secara islami, yang menjadikan keluarga sebagai
jembatan menggapai ridho Allah.
Rumahku Syurgaku merupakan keinginan setiap insan. Untuk mendapatkannya, jadikanlah keluarga
Rasulullah sebagai rujukan utama. Keluarga tersebut telah membuktikan kepada dunia hingga akhir zaman,
bahwa tidak ada kebahagiaan dan ketentraman yang melebihi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah,
yang terdiri dari laki-laki yang sholeh dan wanita yang sholehah, yang menjadikan Islam sebagai sumber
kekuatannya.
Ada Banyak Warna
Dear...
Ada banyak warna yang kutahu dalam dirimu. Ketika kau bicara tentang bunga... semua warna kamu sukai.
Ketika kutanya apa warna dominanmu kamu katakan putih. lalu katamu apa artinya putih? Kukatakan cukup
dengan tiga kata saat kita membeli bunga kenanga... Kamu Cinta Padaku.
Entahlah... semua pengalaman sederhana dalam cinta kita selalu menjadi bermakna... bahkan amat dalam.
Tiba-tiba aku jadi teringat... ketika kamu kehilangan bolpoint di meja kerjamu dan aku menawarkan penaku
padamu. Kau tanyakan satu hal padaku 'Apa warna penamu? kukatakan 'Hitam'. spontan kamu katakan
kalau untuk pena atau bolpoint aku suka dengan warna biru.
Tapi pilihan sepatumu berwarna merah saat kita beli bersama di Arion menjelang resepsi pernikahan
saudaramu. Kerudungmu warni warni... ketika kita beli di pasar (apa namanya dear... aku lupa?). Rupanya
ada banyak warna dalam dirimu...betapa indah... semarak... ada banyak keindahan dalam dirimu.
Rupanya kita sama-sama memiliki banyak warna dalam hidup & cinta kita. Oleh karena itulah akupun suka
memberikan warna-warni kepadamu, sekuntum bunga melati putih, anggrek dengan warna yang kau suka.
Kini kuberikan lagi padamu warna-warna.
Sekuntum bunga melati putih... bolpoint warna biru... dan gemerlap Cinta yang penuh dengan banyak nada,
bintang dan rembulan... kocoklah wadahlah.... akan kau lihat cintaku yang bertebaran bagai diangkasa.
seindah itulah aku mencintaimu.
Pada Bintang, Bulan dan Nadalah pada mulanya Cinta kita Tumbuh semakin Intens... dalam... Esensi....
Kita sering bicara tentang cinta Pada Bintang, rembulan dan malam. Tapi kita juga sering bicara tentang
cinta pada Nada...
SEGALANYA INDAH... SEINDAH AKU MENCINTAIMU... SEINDAH CINTA KITA... akan terus kupelihara
Cinta itu dengan Tulus dan Setia.
LoVe You...Dear...Always...Forever...Ever...
Terapi NurSyifa
11
Bermesraan Ala Rasulullah
Bermesraan, itulah yang membuat hubungan suami-istri terasa indah dan nikmat. Caranya? Coba perhatikan
uraian berikut ini.
Dalam berkomunikasi, ada dua jenis lambang yang bisa dipergunakan, yaitu lambang verbal dan lambang
non verbal. Menurut penelitian Profesor Birdwhistell, maka nilai efektifitas lambang verbal dibanding non
verbal adalah 35:65. Jadi, justru lambang non verbal yang lebih efektif dalam menyampaikan pesan.
Bermesraan, adalah upaya suami istri untuk menunjukkan saling kasih sayang dalam bentuk verbal.
Sentuhan tangan dan gerak tubuh lainnya, adalah termasuk lambang non verbal ketika suami berkomunikasi
dengan istrinya. Komunikasi verbal semata belumlah efektif jika belum disertai oleh komunikasi non verbal,
dalam bentruk kemesraan tersebut.
Rasulullah saw pun merasakan pentingnya bermesraan dengan istri, sehingga beliau pun
mempraktekkannya untuk menghias hari-hari dalam keluarganya, yang tecermin seperti dalam hadis-hadis
berikut:
1. Tidur dalam satu selimut bersama istri
Dari Atha' bin Yasar: "Sesungguhnya Rasulullah saw dan 'Aisyah ra biasa mandi bersama dalam satu
bejana. Ketika beliau sedang berada dalam satu selimut dengan 'Aisyah, tiba-tiba 'Aisyah bangkit. Beliau
kemudian bertanya, 'Mengapa engkau bangkit?' Jawabnya, 'Karena saya haidh, wahai Rasulullah.'
Sabdanya, 'Kalau begitu, pergilah, lalu berkainlah dan dekatlah kembali kepadaku.' Aku pun masuk, lalu
berselimut bersama beliau." (HR Sa'id bin Manshur)
2. Memberi wangi-wangian pada auratnya
'Aisyah berkata, "Sesungguhnya Nabi saw apabila meminyaki badannya, beliau memulai dari auratnya dan
mengolesinya dengan nurah (sejenis bubuk pewangi), dan istrinya meminyaki bagian lain seluruh tubuhnya.
(HR Ibnu Majah)
3. Mandi bersama istri
Dari 'Aisyah ra, ia berkata, "Aku biasa mandi bersama dengan Nabi saw dengan satu bejana. Kami biasa
bersama-sama memasukkan tangan kami (ke dalam bejana)." (HR 'Abdurrazaq dan Ibnu Abu Syaibah)
4. Disisir istri
Dari 'Aisyah ra, ia berkata, "Saya biasa menyisir rambut Rasulullah saw, saat itu saya sedang haidh".(HR
Ahmad)
5. Meminta istri meminyaki badannya
Dari 'Aisyah ra, ia berkata, "Saya meminyaki badan Rasulullah saw pada hari raya 'Idul Adh-ha setelah
beliau melakukan jumrah 'aqabah." (HR Ibnu Asakir)
6. Minum bergantian pada tempat yang sama
Dari 'Aisyah ra, dia berkata, "Saya biasa minum dari muk yang sama ketika haidh, lalu Nabi mengambil muk
tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau minum, kemudian saya
mengambil muk, lalu saya menghirup isinya, kemudian beliau mengambilnya dari saya, lalu beliau
meletakkan mulutnya pada tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau pun menghirupnya." (HR
'Abdurrazaq dan Sa'id bin Manshur)
7. Membelai istri
"Adalah Rasulullah saw tidaklah setiap hari melainkan beliau mesti mengelilingi kami semua (istrinya)
seorang demi seorang. Beliau menghampiri dan membelai kami dengan tidak mencampuri hingga beliau
singgah ke tempat istri yang beliau giliri waktunya, lalu beliau bermalam di tempatnya." (HR Ahmad)
8. Mencium istri
Dari 'Aisyah ra, bahwa Nabi saw biasa mencium istrinya setelah wudhu', kemudian beliau shalat dan tidak
mengulangi wudhu'nya."(HR 'Abdurrazaq)
Dari Hafshah, putri 'Umar ra, "Sesungguhnya Rasulullah saw biasa mencium istrinya sekalipun sedang
puasa." (HR Ahmad)
9. Tiduran di Pangkuan Istri
Dari 'Aisyah ra, ia berkata, "Nabi saw biasa meletakkan kepalanya di pangkuanku walaupun aku sedang
haidh, kemudian beliau membaca al-Qur'an." (HR 'Abdurrazaq)
10. Memanggil dengan kata-kata mesra
Rasulullah saw biasa memanggil Aisyah dengan beberapa nama panggilan yang disukainya, seperti 'Aisy,
dan Humaira (pipi merah delima).
11. Mendinginkan kemarahan istri dengan mesra
Nabi saw biasa memijit hidung 'Aisyah jika ia marah dan beliau berkata, Wahai 'Uwaisy, bacalah do'a: 'Wahai
Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku
dari fitnah yang menyesatkan." (HR. Ibnu Sunni)
12. Membersihkan tetesan darah haidh istri
Dari 'Aisyah ra, ia berkata, "Aku pernah tidur bersama Rasulullah saw di atas satu tikar ketika aku sedang
haidh. Bila darahku menetes ke tikar itu, beliau mencucinya di bagian yang terkena tetesan darah dan beliau
Terapi NurSyifa
12
tidak berpindah dari tempat itu, kemudian beliau shalat di tempat itu pula, lalu beliau berbaring kembali di
sisiku. Bila darahku menetes lagi ke tikar itu, beliau mencuci di bagian yang terkena darah itu saja dan tidak
berpindah dari tempat itu, kemudian beliau pun shalat di atas tikar itu." (HR Nasa'i)
13. Bermesraan walau istri haidh
Dari 'Aisyah ra, ia berkata, "Saya biasa mandi bersama Rasulullah saw dengan satu bejana, padahal kami
sama-sama dalam keadaan junub. Aku biasa menyisir rambut Rasulullah ketika beliau menjalani i'tikaf di
masjid dan saya sedang haidh. Beliau biasa menyuruh saya menggunakan kain ketika saya sedang haidh,
lalu beliau bermesraan dengan saya." (HR 'Abdurrazaq dan Ibnu Abi Syaibah)
14. Memberikan hadiah
Dari Ummu Kaltsum binti Abu Salamah, ia berkata, "Ketika Nabi saw menikah dengan Ummu Salamah,
beliau bersabda kepadanya, Sesungguhnya aku pernah hendak memberi hadiah kepada Raja Najasyi
sebuah pakaian berenda dan beberapa botol minyak kasturi, namun aku mengetahui ternyata Raja Najasyi
telah meninggal dunia dan aku mengira hadiah itu akan dikembalikan. Jika hadiah itu memang dikembalikan
kepadaku, aku akan memberikannya kepadamu."
Ia (Ummu Kultsum) berkata, "Ternyata keadaan Raja Najasyi seperti yang disabdakan Rasulullah saw, dan
hadiah tersebut dikembalikan kepada beliau, lalu beliau memberikan kepada masing-masing istrinya satu
botol minyak kasturi, sedang sisa minyak kasturi dan pakaian tersebut beliau berikan kepada Ummu
Salamah." (HR Ahmad)
15. Segera menemui istri jika tergoda
Dari Jabir, sesungguhnya Nabi saw pernah melihat wanita, lalu beliau masuk ke tempat Zainab, lalu beliau
tumpahkan keinginan beliau kepadanya, lalu keluar dan bersabda, "Wanita, kalau menghadap, ia
menghadap dalam rupa setan. Bila seseorang di antara kamu melihat seorang wanita yang menarik,
hendaklah ia datangi istrinya, karena pada diri istrinya ada hal yang sama dengan yang ada pada wanita itu."
(HR Tirmidzi)
Begitu indahnya kemesraan Rasulullah saw kepada para istrinya, memberikan gambaran betapa Islam
sangat mementingkan komunikasi non verbal ini, karena bahasa tubuh ini akan lebih efektif menyatakan
cinta dan kasih sayang antara suami istri. Nah, silakan mencoba.
Hidup Terasa Manis Bila Hubungan TetapHarmonis
Bahasan kali ini masih menyangkut soal keta'atan istri kepada suaminya. Bila Rasulullah menganjurkan para
istri untuk ta'at, khususnya dalam memenuhi ajakan suaminya, memang cukup beralasan. Ada banyak
kebaikan yang didapat seorang suami tatkala hajat seksualnya terpenuhi dengan baik. Tahukah anda,
hubungan mesra yang harmonis, dapat menyehatkan jiwa dan raga?
Doktor Goudy Geily, penceramah masalah kesehatan di rumah sakit Kerajaan Inggris, London, meyakini
bahwa terdapat sejumlah besar kelemahan pada tubuh manusia yang diakibatkan aspek kejiwaannya.
Penyakit-penyakit itu antara lain, rasa letih, penurunan kekuatan fisik, rasa sakit di semua persendian, dan
rasa sakit pada kulit. Bahwa sakit kejiwaan, menurutnya, secara ilmiah telah dibuktikan dapat melemahkan
sistem kekebalan tubuh, dan mempengaruhi perubahan hormonal di dalam tubuh.
Meskipun ia mengakui pentingnya hubungan-hubungan lain dalam kehidupan seorang wanita, seperti
hubungan dengan anak-anaknya, hubungan dengan keluarga familinya, hubungan dengan keluarga suami,
dan hubungan dengan teman-teman wanitanya, Namun Dr. Geily meyakini bahwa hubungan secara
manusiawi yang paling penting dalam kehidupan laki-laki dan wanita adalah hubungan seksual yang
harmonis antara suami dan istri. Ia melihat bahwa kualitas hubungan seksual antara suami dan istri sangat
mempengaruhi kualitas hubungan antara keduanya secara keseluruhan.
Berikut pernyataannya;
"Hubungan seksual antara suami dan istri menduduki peringkat pertama dalam hal pengaruh dan urgensinya
dalam hubungan antara keduanya. Bahkan, dalam kondisi kegagalan salah seorang dari keduanya pada
aktivitas yang lain, seperti pekerjaan atau bahkan dalam kondisi ketika seluruh sarana dialog di antara
mereka telah terputus, maka hubungan intim antara keduanya tetap menjadi sumber yang efektif untuk
memuaskan serta mengharmoniskan rasa cinta dan saling menghargai".
Pernyataan di atas didukung oleh peneliti yang lain; yakni Dr. Elvis Christoper, Direktur Lembaga Konsultasi
Problematika Seksual di Inggris. Beliau mengatakan;
"Problematika seksual dan kepekaan seseorang berperan - dalam batas tertentu- terhadap terjangkitnya
seseorang oleh penyakit di lambung, dada, dan meningkatnya tekanan darah. Sebagaimana ia juga
menyebarkan rasa sedih yang berlebihan, lemahnya kekebalan terhadap penyakit lambung serta radang
usus pada laki-laki dan wanita."
Sebuah penelitian di Kuwait menunjukkan, bahwa prosentase penderita penyakit kanker, organ pernafasan,
hati, dan paru-paru di kalangan orang lajang, mencapai enam kali lipat dibanding pada orang-orang yang
telah menikah.
Terapi NurSyifa
13
Kantor Berita Reuter pernah melaporkan hasil sebuah penelitian, bahwa pengobatan terbaik yang nampak
pada tahun 1995 bagi penyembuhan penyakit gelisah ialah, hubungan seksual yang harmonis antara suami
dan istri. Sementara majalah Men's Health dalam suatu artikelnya menuturkan;
"Berbagai kajian mengatakan, bahwa hubungan seksual yang teratur, bukan hanya meringankan tekanan
jiwa. Namun dapat memperpanjang usia juga."
Sebagian besar kaum Muslimin, mungkin masih menganggap permasalahan seks suami-istri sebagai
persoalan tabu dan tak perlu diangkat ke permukaan. Tapi pada kenyataannya, hadits-hadits Rasulullah
yang menyoroti soal "kemesraan hubungan suami-istri" cukup banyak. Bahkan Rasulullah setengah
"memaksa" kepada kaum perempuan untuk selalu siaga melayani kehendak kencan suaminya. Di bawah ini
salah satu perintah Nabi saw tentang cara menjaga keharmonisan hubungan suami-istri.
"Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk memenuhi keinginan suaminya, maka hendaklah ia (istri)
menurutinya, meskipun sedang berada di dapur," (h.r. Imam Bukhori, Muslim, dan Tirmidzi)
Pesan tersirat dari hadits di atas adalah, sesibuk apapun seorang istri berkutat dengan pekerjaannya di
dapur, tak bisa menjadi alasan baginya untuk menunda hasrat kencan suaminya. Ia harus peka terhadap
isyarat sang suami dan selalu fresh bila berhadapan dengan kekasih tercintanya.
Selamat bercinta dengan pasangan anda wahai para suami-istri soleh/solihat, Semoga hubungan harmonis
Anda, akan membuahkan hidup yang lebih manis di dunia dan di akhirat.
Perempuan Impian
Ketika Putri mendadak memutuskan cintanya, Irfan berubah jadi pemurung. Dan ketika gadis pujaannya itu
menikah diam-diam di Surabaya, Irfan betul-betul frustrasi. Dia tak mau makan-minum, sehingga akhirnya
terkena tifus. Betapa ironis, ketika mantan kekasihnya tengah menikmati bulan madu di Bali, dia justru
terbaring di rumah sakit. Lalu, apakah yang dapat dilakukan seorang ayah untuk menghibur anak lelakinya
yang patah hati? Untuk membangkitkan kembali semangat juangnya yang hampir mati?
Irfan adalah anak yang cemerlang. Sejak kecil dia selalu jadi bintang kelas. Namun, anak itu pendiam dan
perasa. "Kamu betul-betul menuruni darah Ayah. Selalu serius, mendalam, dan penuh ketulusan kalau
mencintai perempuan. Sehingga, kalau putus cinta betul-betul terpuruk. Padahal, seperti kata peribahasa,
dunia ini tidak sedaun kelor. Di dunia ini begitu banyak wanita, Nak," ujarku saat berbicara dari hati ke hati
sepulangnya ia dari rumah sakit.
"Tapi tidak ada yang secantik dan sebaik Putri, Yah. Dia yang dulunya tak pakai kerudung, kini mulai belajar
pakai kerudung. Tapi kenapa ketika keislamannya semakin sempurna, kok dia tega meninggalkan saya dan
menikah dengan manajer perusahaan elektronik itu?"
"Sudahlah, Nak. Sesuatu yang lepas dari tangan kita memang selalu kelihatan indah. Begitu pula kalau kita
kehilangan perempuan yang kita cintai. Mata kita tertutup bahwa di sekeliling kita masih banyak perempuan
lain yang mungkin lebih baik dari dia."
"Aku baru sekali ini jatuh cinta, Yah. Selama SMU dan kuliah, waktuku lebih banyak aku habiskan untuk
belajar, dan organisasi ilmiah di kampus." "Ayah paham, Nak. Ayah mau buka rahasia. Sewaktu SMU dulu
Ayah mengalami nasib yang mirip kamu. Cinta tak kesampaian, padahal Ayah dan Rini, nama perempuan
itu, sama-sama saling mencintai.
Bertahun-tahun Ayah nyaris frustrasi dan tak pernah mampu menghilangkan bayang wajahnya. Sampai
kemudian, lima tahun setelah itu, Tuhan mempertemukan Ayah dengan ibumu. Dia wanita tercantik di
Cianjur ketika itu. Baru lulus SMU. Banyak sekali pemuda yang mengincar ibumu.
Entahlah, kenapa dia mau menikah dengan Ayah yang ketika itu masih berstatus mahasiswa dan belum
punya pekerjaan, kecuali menjadi penulis free lance di koran. Kami menikah hanya dua minggu sejak
pertama kali bertemu." Irfan termenung. Mungkin ia merenungkan kalimat demi kalimat yang tadi aku
ucapkan.
"Nak, laki-laki itu ibarat buah kelapa. Makin tua, makin bersantan. Biarpun jelek, botak dan gendut, kalau
punya kedudukan, berharta, dan terkenal, maka gadis-gadis muda antri untuk mendapatkannya. Untuk
sekadar jadi teman kencan maupun istri sungguhan." "Benarkah?"
"Ya. Dengan modal hanya sebagai wartawan senior dan novelis top saja, Ayahmu ini seringkali digilai oleh
perempuan-perempuan muda. Mereka berusaha mencuri perhatian Ayah dengan berbagai cara. Kalau Ayah
tidak kuat iman, Ayah mungkin sering kencan dengan banyak perempuan. Kalau Ayah kurang sabar, Ayah
mungkin beristri dua, tiga, atau bahkan empat." "Apa yang membuat Ayah bertahan?" "Ibumu.
Dia perempuan yang hebat. Kesabaran, ketulusan, kehangatan dan kasih sayangnya luar biasa. Hal itu telah
ditunjukkannya saat Ayah masih belum punya apa-apa, belum diperhitungkan orang, bahkan dilirik sebelah
mata pun tidak. Kami menikah dalam keadaan miskin. Bahkan cincin kawin untuk ibumu baru Ayah belikan
lima tahun setelah pernikahan.
Tahun-tahun pertama pernikahan, kami sering makan hanya nasi dan garam saja. Namun tak pernah
sekalipun Ayah mendengar ibumu mengeluh atau menunjukkan air muka masam. Sebaliknya, Beliau selalu
Terapi NurSyifa
14
berusaha membesarkan hati Ayah. Bahwa Ayah punya potensi. Bahwa Ayah suatu hari nanti akan jadi orang
hebat di bidang sastra maupun jurnalistik.
Dua puluh delapan tahun perkawinan dengan ibumu sungguh merupakan perjalanan hidup yang amat berarti
bagi Ayah. Itulah yang membuat Ayah tak pernah mau berpaling kepada perempuan lain. Rasanya sungguh
tak adil, setelah menjadi orang yang terkenal dan punya uang, Ayah lalu mencari perempuan lain untuk
membagi cinta ataupun sekadar bersenang-senang."
"Ayah beruntung mendapatkan perempuan sebaik ibu. Tapi aku? Satu-satunya perempuan yang aku cintai
kini telah pergi." "Jangan menyerah dulu, Nak. Cuti doktermu'kan masih tiga hari lagi. Bagaimana kalau
besok Ayah ajak kau jalan-jalan keliling Jakarta? Kita santai dan cari makan yang enak. Siapa tahu kamu
bisa melupakan Putri-mu dan mendapatkan pengganti yang lebih baik." Irfan tidak langsung menjawab.
"Ayolah, Nak. Ayah yang akan jadi sopirmu. Kau tinggal duduk di jok depan. Oke?" Lama baru Irfan
mengangguk. "Baiklah, Ibu ikut?" "Tidak. Ini urusan laki-laki, Nak," sahutku seraya tertawa. Hari pertama aku
mengajak Irfan berkeliling Mal Pondok Indah.
Mal yang terletak di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan itu selalu ramai dikunjungi orang-orang berduit.
Hanya dalam hitungan jam kita bisa menyaksikan puluhan bahkan ratusan perempuan muda, cantik dan
seksi, keluar masuk mal. Umumnya mereka mengenakan pakaian yang menonjolkan lekuk-lekuk fisiknya,
seperti dada, udel, pantat, paha, ketiak dan punggungnya.
Seusai Maghrib aku mengajak Irfan nonton film di Kartika Chandra 21 yang terletak kawasan Segi Tiga Emas
Jakarta, tepatnya Jalan Gatot Subroto. Di sini banyak sekali pasangan yang datang menonton. Umumnya
perempuan-perempuannya mengenakan gaun malam yang seksi dan terbuka.
Banyak juga yang memakai rok mini ataupun celana blue jean ketat di bawah pinggang sehingga sering kali
memperlihatkan celana dalam pemakainya. Hari kedua aku mengajak Irfan pergi ke kantor sebuah bank
syariah. "Ayah mau setor tabungan dulu sekaligus mau buka rekening khusus zakat. Mau ikut masuk?" Irfan
mulanya enggan. "Ayolah." Akhirnya ia mau juga ikut. Kami menemui salah seorang customer service officer.
Laili namanya. "Assalaamu'alaikum, Pak Irwan. Ada yang bisa saya bantu?" suaranya bening dan terkesan
manja, namun tidak dibuat-buat. Balutan jilbab coklat itu tak mampu menyembunyikan posturnya yang
semampai dan wajah selembut kabut. "Wa'alaikumsalaam, Mbak Laili. Saya ingin membuka rekening khusus
untuk zakat. Oh, ya, kenalkan ini anak sulung saya. Irfan. Irfan, ini Mbak Laili." "Assalaamu'alaikum, Mas
Irfan." "Wa'alaikumsalaam, Mbak Laili." "Irfan kerja di gedung ini juga, Mbak Laili. Lantai 12." "Oh, ya?" Laili
agak terkejut. "Kalian pasti enggak pernah bertemu 'kan? Inilah penyakit zaman modern, orang-orang
berkantor di satu gedung tapi bisa bertahun-tahun tak pernah berjumpa," kataku sambil tertawa.
Bibir tipis Laili mengukir segurat senyum. "Soalnya Mas Irfan enggak pernah buka tabungan di bank syariah.
Duitnya disimpan di bank konvensional semua ya?" Laili punya selera humor yang bagus. Kulihat Irfan
tersenyum kecil. "Insya Allah saya akan buka rekening di bank syariah, Mbak."
Keluar dari bank syariah itu, aku mengajak Irfan menghadiri pameran buku Islam di Istora Senayan Jakarta.
Pameran yang menampilkan puluhan penerbit Islam itu setiap hari dihadiri oleh puluhan ribu orang. Berbeda
dengan pemandangan di Mal Pondok Indah dan KC-21, di sini kebanyakan perempuan muda yang datang
mengenakan jilbab. Wajah mereka kelihatan bersih dan matanya lebih suka menunduk ketimbang jelalatan
mencari perhatian lelaki.
Seusai menonton pameran buku, aku mengajak Irfan mampir di Hotel Gran Melia, yang terletak di Jl. HR
Rasuna Said. Kami memesan es lemon tea dan pisang goreng keju. "Oke. Mari kita bahas perjalanan dua
hari kita. Kamu masih ingat perempuan-perempuan muda di Mal Pondok Indah dan KC-21 kemarin?" Dia
cuma mengangguk. "Wanita-wanita seperti itu menyenangkan untuk dilihat dan dibawa ke pesta-pesta, tapi
belum tentu membuatmu bahagia. Sebaliknya perempuan-perempuan muda berjilbab yang kita saksikan di
pameran buku Islam dan bank syariah tadi, mereka lebih mungkin membuatmu menjadi seorang lelaki yang
dihargai dan meraih kebahagiaan sejati. Ayah yakin, di antara mereka itu pasti ada perempuan impian."
"Seperti apakah perempuan impian itu, Yah?" Aku menyeruput es lemon tea yang tinggal separoh.
Kemudian mencomot sepotong pisang goreng keju. Irfan menunggu dengan tidak sabar. "Seperti apa, Yah?"
"Kalau kamu bertemu dengan seorang perempuan yang berpadu pada dirinya kehangatan seorang Siti
Khadijah, serta kemanjaan dan kecerdasan seorang Siti Aisyah dua di antara istri-istri Rasulullah itulah
perempuan impian." "Seandainya aku menjumpai perempuan yang seperti itu, apa yang harus aku lakukan?"
"Jangan tunggu esok atau lusa. Telepon Ayah saat itu juga. Ayah akan segera melamarkannya untukmu,
dan kau harus menikah dengannya paling lambat seminggu setelah itu. Jika kamu mendapatkan perempuan
seperti itu dalam hidupmu, dunia ini kecil dan nyaris tak berarti. Rasul pernah berkata, bahwa seorang
perempuan yang salehah lebih berharga dari dunia ini beserta isinya."
Seminggu kemudian.
Aku tengah menulis sebuah ficer tentang pengoperasian bus way di Jakarta ketika HP-ku berdering. Dari
Irfan: "Ayah, aku sudah dapatkan calon istri. Seorang wanita salehah yang bisa membuatku hidup bahagia."
Suaranya terdengar bersemangat. "Oh, ya, siapa namanya?" "Nantilah Ayah akan aku kenalkan." Berselang
lima menit kemudian, Yanti, staf humas bank syariah menelepon. "Assalaamu'alaikum, Pak Irwan. Tadi Irfan
buka rekening di bank syariah. Dia mengobrol cukup lama dengan salah seorang customer service officer
kami. Bapak pasti tahu yang saya maksudkan." Aku menutup Nokia 9210i itu. Lalu memandang ke luar
jendela kantor. "Alhamdulillah. Akhirnya kau temukan perempuan impianmu, Nak."
Terapi NurSyifa
15
Mendayunglah Kalian Hingga ke Tepian...
Dimanapun engkau,
Dan dalam keadaan apapun,
Berusahalah dengan sungguh-sungguh
Tuk menjadi seorang pencinta
Tatkala cinta benar-benar tiba
Dan menyelimutimu
Maka selamanya kau akan menjadi seorang pencinta.
(Kearifan cinta, Jalaluddin Rumi)
Ketika melihat pasangan yang baru menikah, saya suka tersenyum. Bukan apa-apa, saya hanya ikut
merasakan kebahagiaan yang berbinar spontan dari wajah-wajah syahdu mereka. Tangan yang saling
berkaitan ketika berjalan, tatapan-tatapan penuh makna, bahkan sirat keengganan saat hendak berpisah.
Seorang sahabat yang tadinya mahal tersenyum, setelah menikah senyumnya selalu saja mengembang.
Ketika saya tanyakan mengapa, singkat dia berujar "Menikahlah! Nanti juga tahu sendiri". Aih...
Menikah adalah sunnah terbaik dari sunnah yang baik itu yang saya baca dalam sebuah buku pernikahan.
Jadi ketika seseorang menikah, sungguh ia telah menjalankan sebuah sunnah yang di sukai Nabi. Dalam
buku tersebut dikatakan bahwa Allah hanya menyebut nabi-nabi yang menikah dalam kitab-Nya. Hal ini
menunjukkan betapa Allah menunjukkan keutamaan pernikahan. Dalam firmannya,
Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri,
supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan rasa kasih sayang
diantaramu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kalian yang
berfikir." (QS. Ar-Rum: 21).
Menikah itu Subhanallah indah, kata Almarhum ayah saya dan hanya bisa dirasakan oleh yang sudah
menjalaninya. Ketika sudah menikah, semuanya menjadi begitu jelas, alur ibadah suami dan istri. Beliau
mengibaratkan ketika seseorang baru menikah dunia menjadi terang benderang, saat itu kicauan burung
terdengar begitu merdu. Sepoi angin dimaknai begitu dalam, makanan yang terhidang selalu saja disantap
lezat. Mendung di langit bukan masalah besar. Seolah dunia milik mereka saja, mengapa? karena semuanya
dinikmati berdua. Hidup seperti seolah baru dimulai, sejarah keluarga baru saja disusun.
Namun sayang tambahnya, semua itu lambat laun menguap ke angkasa membumbung atau raib ditelan
dalamnya bumi. Entahlah saat itu cinta mereka berpendar ke mana. Seiring detik yang berloncatan, seolah
cinta mereka juga. Banyak dari pasangan yang akhirnya tidak sampai ke tujuan, tak terhitung pasangan yang
terburai kehilangan pegangan, selanjutnya perahu mereka karam sebelum sempat berlabuh di tepian.
Bercerai, sebuah amalan yang diperbolehkan tapi sangat dibenci Allah.
Ketika Allah menjalinkan perasaan cinta diantara suami istri, sungguh itu adalah anugerah bertubi yang
harus disyukuri. Karena cinta istri kepada suami berbuah ketaatan untuk selalu menjaga kehormatan diri dan
keluarga. Dan cinta suami kepada istri menetaskan keinginan melindungi dan membimbingnya sepenuh hati.
Lanjutnya kemudian.
Saya jadi ingat, saat itu seorang istri memarahi suaminya habis-habisan, saya yang berada di sana merasa
iba melihat sang suami yang terdiam. Padahal ia baru saja pulang kantor, peluh masih membasah,
kesegaran pada saat pergi sama sekali tidak nampak, kelelahan begitu lekat di wajah. Hanya karena
masalah kecil, emosi istri meledak begitu hebat. Saya kira akan terjadi "perang" hingga bermaksud mengajak
anak-anak main di belakang. Tapi ternyata di luar dugaan, suami malah mendaratkan sun sayang penuh
mesra di kening sang istri. Istrinya yang sedang berapi-api pun padam, senyum malu-malunya mengembang
kemudian dan merdu suaranya bertutur "Maafkan Mama ya Pa..". Gegas ia raih tangan suami dan
mendekatkannya juga ke kening, rutinitasnya setiap kali suaminya datang.
Jauh setelah kejadian itu, saya bertanya pada sang suami kenapa ia berbuat demikian. "Saya mencintainya,
karena ia istri yang dianugerahkan Allah, karena ia ibu dari anak-anak. Yah karena saya mencintainya"
demikian jawabannya.
Ibn Qayyim Al-Jauziah seorang ulama besar, menyebutkan bahwa cinta mempunyai tanda-tanda. Pertama,
ketika mereka saling mencintai maka sekali saja mereka tidak akan pernah saling mengkhianati, Mereka
akan saling setia senantiasa, memberikan semua komitmen mereka. Kedua, ketika seseorang mencintai,
maka dia akan mengutamakan yang dicintainya, seorang istri akan mengutamakan suami dalam keluarga,
dan seorang suami tentu saja akan mengutamakan istri dalam hal perlindungan dan nafkahnya. Mereka akan
sama-sama saling mengutamakan, tidak ada yang merasa superior. Ketiga, ketika mereka saling mencintai
maka sedetikpun mereka tidak akan mau berpisah, lubuk hatinya selalu saling terpaut. Meskipun secara fisik
berjauhan, hati mereka seolah selalu tersambung. Ada do'a istrinya agar suami selamat dalam perjalanan
dan memperoleh sukses dalam pekerjaan. Ada tengadah jemari istri kepada Allah supaya suami selalu
dalam perlindunganNya, tidak tergelincir. Juga ada ingatan suami yang sedang membanting tulang meraup
nafkah halal kepada istri tercinta, sedang apakah gerangan Istrinya, lebih semangatlah ia.
Saudaraku, ketika segala sesuatunya berjalan begitu rumit dalam sebuah rumah tangga, saat-saat cinta tidak
lagi menggunung dan menghilang seiring persoalan yang datang silih berganti. Perkenankan saya
mengingatkan lagi sebuah hadist nabi. Ada baiknya para istri dan suami menyelami bulir-bulir nasehat
Terapi NurSyifa
16
berharga dari Nabi Muhammad. Salah satu wasiat Rasulullah yang diucapkannya pada saat-saat terakhir
kehidupannya dalam peristiwa haji wada':
"Barang siapa -diantara para suami- bersabar atas perilaku buruk dari istrinya, maka Allah akan memberinya
pahala seperti yang Allah berikan kepada Ayyub atas kesabarannya menanggung penderitaan. Dan barang
siapa -diantara para istri- bersabar atas perilaku buruk suaminya, maka Allah akan memberinya pahala
seperti yang Allah berikan kepada Asiah, istri fir'aun" (HR Nasa-iy dan Ibnu Majah ).
Kepada saudaraku yang baru saja menggenapkan setengah dien, Tak ada salahnya juga untuk saudaraku
yang sudah lama mencicipi asam garamnya pernikahan, Patrikan firman Allah dalam ingatan : "...Mereka
(para istri) adalah pakaian bagi kalian (para suami) dan kalian adalah pakaian bagi mereka..." (QS. Al-
Baqarah:187)
Torehkan hadist ini dalam benak : "Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan begitu
pula dengan istrinya, maka Allah memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya
merengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela
jemarinya" (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi' dari Abu Sa'id Alkhudzri r.a)
Kepada sahabat yang baru saja membingkai sebuah keluarga, Kepada para pasutri yang usia rumah
tangganya tidak lagi seumur jagung, Ingatlah ketika suami mengharapkan istri berperilaku seperti Khadijah
istri Nabi, maka suami juga harus meniru perlakukan Nabi Muhammad kepada para Istrinya. Begitu juga
sebaliknya.
Perempuan yang paling mempesona adalah istri yang shalehah, istri yang ketika suami memandangnya
pasti menyejukkan mata, ketika suaminya menuntunnya kepada kebaikan maka dengan sepenuh hati dia
akan mentaatinya, jua tatkala suami pergi maka dia akan amanah menjaga harta dan kehormatannya. Istri
yang tidak silau dengan gemerlap dunia melainkan istri yang selalu bergegas merengkuh setiap kemilau
ridha suami.
Lelaki yang berpredikat lelaki terbaik adalah suami yang memuliakan istrinya. Suami yang selalu dan
selalu mengukirkan senyuman di wajah istrinya. Suami yang menjadi qawwam istrinya. Suami yang begitu
tangguh mencarikan nafkah halal untuk keluarga. Suami yang tak lelah berlemah lembut mengingatkan
kesalahan istrinya. Suami yang menjadi seorang nahkoda kapal keluarga, mengarungi samudera agar
selamat menuju tepian hakiki "Surga". Dia memegang teguh firman Allah, "Wahai orang-orang yang beriman,
peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..." (QS. At-Tahrim: 6)
Akhirnya, semuanya mudah-mudah tetap berjalan dengan semestinya. Semua berlaku sama seperti
permulaan. Tidak kurang, tidak juga berlebihan. Meski riak-riak gelombang mengombang-ambing perahu
yang sedang dikayuh, atau karang begitu gigih berdiri menghalangi biduk untuk sampai ketepian. Karakter
suami istri demikian, Insya Allah dapat melaluinya dengan hasil baik. Sehingga setiap butir hari yang bergulir
akan tetap indah, fajar di ufuk selalu saja tampak merekah. Keduanya menghiasi masa dengan kesyukuran,
keduanya berbahtera dengan bekal cinta. Sama seperti syair yang digaungkan Gibran,
Bangun di fajar subuh dengan hati seringan awan
Mensyukuri hari baru penuh sinar kecintaan
Istirahat di terik siang merenungkan puncak getaran cinta
Pulang di kala senja dengan syukur penuh di rongga dada
Kemudian terlena dengan doa bagi yang tercinta dalam sanubari
Dan sebuah nyanyian kesyukuran tersungging di bibir senyuman
Semoga Allah selalu menghimpunkan kalian (yang saling mencintai karena Allah dalam ikatan halal
pernikahan) dalam kebaikan. Mudah-mudahan Allah yang maha lembut melimpahkan kepada kalian bening
saripati cinta, cinta yang menghangati nafas keluarga, cinta yang menyelamatkan. Semoga Allah
memampukan kalian membingkai keluarga sakinah, mawaddah, warrahmah. Semoga Allah mematrikan helai
keikhlasan di setiap gerak dalam keluarga. Jua Allah yang maha menetapkan, mengekalkan ikatan
pernikahan tidak hanya di dunia yang serba fana tapi sampai ke sana, the real world "Akhirat". Mudah-
mudahan kalian selamat mendayung sampai ketepian. Allahumma Aamiin.
Barakallahu, untuk para pengantin muda. Mudah-mudahan saya mampu mengikuti tapak kalian yang begitu
berani mengambil sebuah keputusan besar, yang begitu nyata menandakan ketaqwaan kepada Allah serta
ketaatan kepada sunnah Rasul Pilihan. Mudah-mudahan jika giliran saya tiba, tak perlu lagi saya bertanya
mengapa teman saya menjadi begitu murah senyum. Karena mungkin saya sudah mampu menemukan
jawabannya sendiri.
Isteriku TetapYang PalingCantik
Pukul 4.05, alert di hpku membangunkan. Ia ikut bangun. Padahal, aku tahu baru pukul 23.30, ia bisa tidur
setelah berjibaku dengan kerjanya, kerja rumah tangga, urusan dua anakku, dan mengurusi aku sebagai
suami. Belum lagi, pukul 01.15 terbangun untuk sebuah interupsi.
Terapi NurSyifa
17
Ups, rupanya ia lupa menyetrika baju kantorku. Aku mandi, shalat lail dan shalat subuh. ia selesai pula
menyelesaikan itu. Plus, satu stel pakaian kerjaku telah siap.
Aku siap berangkat. Ah, ada yang tertinggal rupanya. Aku lupa memandangi wajahnya pagi ini. "Nda, kamu
cantik sekali hari ini," kataku memuji.
Ia tersenyum. "Bang tebak sudah berapa lama kita menikah?" Aku tergagap sebentar. Melongo. Lho, koq
nanya itu. hatiku membatin. Aku berhenti sebentar dan menghitung sudah berapa lama kami bersama.
Karena, perasaanku baru kemarin aku datang ke rumahnya bersama ust. Bambang untuk meminangnya.
"Lho, baru kemarin aku datang untuk meminta kamu jadi istriku dan aku nyatakan aku terima nikahnya
Herlinda Novita Rahayu binti Didi Sugardhi dengan mas kawin sebagaimana tersebut tunai." Kataku cuek
sembari mengaduk kopi hangat rasa cinta dan perhatian darinya.
Ia tertawa. Wuih, manis sekali. Mungkin, bila kopi yang aku sruput tak perlu gula. Cukuplah pandangi
wajahnya. "Kita sudah delapan tahun Bang." Katanya memberikan tas kerjaku.
"Aku berangkat yah, assalamualaikum," kataku bergeming dari kalimat terakhir yang ia ajukan. Aku buru-
buru. "Hati-hati yah dijalan." Sejatinya, aku ingin ngobrol terus. sayang, KRL tak bisa menunggu dan pukul
7.00 aku harus sudah stand by di ruang studio sebuah stasiun radio di Jakarta.
Aku di jalan bersama sejumlah perasaan. Ada sesuatu yang hilang. Mungkin benar kata Dewa, separuh
nafasku hilang saat kau tidak bersamaku. kembali wajahnya menguntit seperti hantu. Hm, cantiknya istriku.
Sayang, waktu tidak berpihak kepadaku untuk lebih lama menikmatinya.
Sekilas, menyelinap dedaunan kehidupan delapan tahun lalu. Ketika tarbiyah menyentuh dan menanamkan
ke hati sebuah tekad untuk menyempurnakan Dien. Bahwa Allah akan memberikan pertolongan. Bahwa
rezeki akan datang walau tak selembar pun kerja kugeluti saat itu. Bahwa tak masalah menerapkan prinsip
3K (Kuliah, Kerja, Kawin).
Sungguh, kala itu kupikir hanya wanita bodoh saja yang mau menerimaku, seorang jejaka tanpa harapan dan
masa depan. Tanpa kerja dan orang tua mapan. Tanpa selembar modal ijazah sarjana yang saat itu sedang
kukejar. Tanpa dukungan dari keluarga besar untuk menanggung biaya-biaya operasional.
Dan, ternyata benar. Kuliahnya dan kuliahku bernasib serupa. Berantakan. Waktuku habis tersita untuk
mengais lembar demi lembar rezeki yang halal. Sementara ia harus merelakan kuliahnya di sebuah
perguruan tinggi negeri untuk si Abang, anakku.
Kehidupan harus terus berjalan. Kutarik segepok udara untuk mengisi paru-paruku. Kurasakan syukur
mendalam. Walau tanpa kerja dan orang tua mapan, kapalku terus berlabuh. Bahkan, kini sudah
mengarung lebih stabil dibanding dua dan tiga tahun pertama.
Ternyata, memang benar Allah akan menjamin rezeki seorang yang menikah. Allah akan memberikan rezeki
dari arah yang tidak terduga. Walaupun tetap semua janji itu muncul dengan sunatullah, kerja keras. Kerja
keras itu terasa nikmat dengan doa dan dampingan seorang wanita yang rela dan ikhlas menjadi istriku.
Namun, aku tahu wajah cantik istri ku mungkin akan memudar dengan segala kesibukan, mempersiapkan
makanan untuk si Abang dan Ade yang mau berangkat sekolah, mempersiapkan tugas-tugas untuk
pekerjaanya, belum lagi mengurusi tetek bengek rumah tangga. Kelelahan seolah menggeser kecantikan
dan kesegarannya. Untunglah, saat aku pulang, ia bisa mengembalikan semua keceriaan itu dengan seulas
senyum yang menyelinap dibalik penat dan kelelahan.
Istriku cantik sekali pagi ini. Maafkan aku tak bisa menemanimu. Namun, doa dan ridhaku selalu bersamamu.
Sayangku,kumohon dekat di sini..temani jasadku yang belum matAku melayang
Isteri Disayang, Jangan IbuDibuang
Seorang lelaki datang menemui Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam, lalu menyampaikan maksud
kedatangannya. Aku berbaiat kepada engkau untuk hijrah dan jihad, yang karenanya aku hendak mencari
pahala dari Allah.
Beliau bertanya; Adakah salah seorang di antara kedua orangtuamu yang masih hidup? Dia menjawab;
Ya, bahkan kedua-duanya masih hidup!
Rasulullah saw bersabda; Benarkah engkau hendak mencari pahala dari Allah?Dia menjawab; Ya!
Beliau bersabda; Kalau begitu, pulanglah kepada kedua orangtuamu dan hendaklah engkau mempergauli
keduanya dengan baik. (diriwayatkan Muslim).
Riwayat singkat di atas memaparkan kisah seorang lelaki yang dengan antusias menyatakan keinginannya
kepada Rasulullah saw untuk berjihad di jalan Allah Azza wa Jalla. Tapi di luar dugaan Rasul mulia
menawarkan opsi jihad lain yang lebih utama pada lelaki tersebut, yakni mempergauli dan menjaga kedua
orangtuanya dengan baik.
Ini tentunya jangan kita asumsikan soal pilihan yang lebih utama di antara 2 kebaikan, berjihad di jalan Allah
atau menjaga kedua orangtua. Seakan kisah itu mengesankan jihad di jalan Allah lebih kecil bobotnya
dibanding dengan menjaga orangtua. Namun sesungguhnya Rasul mulia mengajarkan pada kita, betapa
keduanya memiliki nilai jihad yang sama bobotnya. Betapa menjaga orangtua sama urgennya dengan jihad fi
sabilillah. Hanya saja, untuk si lelaki tersebut, Rasul mulia memerintahkannya agar ia lebih mendahulukan
menjaga orangtuanya ketimbang berjihad (berperang) di jalan Allah. Ini masalah skala prioritas, yang
Rasulullah tetapkan pada lelaki tersebut dalam situasi kondisi tertentu.
Terapi NurSyifa
18
Lepas dari pembahasan itu, inti pesan Rasulullah saw dalam riwayat di atas adalah, jangan sekali-kali kita
menomorduakan, apalagi menomortigakan kepentingan orangtua dari masalah lainnya. Ini artinya jangan
sampai kecintaan kita pada sesuatu, membuat kita lalai dalam berbakti pada ayah-ibu kita. Termasuk dalam
hal ini tentunya, janganlah kecintaan kita pada isteri kita misalnya, membuat kita tidak peduli dengan
keadaan orangtua. Kita begitu care (peduli) dalam memenuhi keinginan-keinginan isteri, sementara ibu kita
tak kita perhatikan keadaannya. Tidak peduli dengan perasaan ibu kita yang merasa sakit hati lantaran kita
(putranya) lebih menumpahkan perhatian dan rasa cinta kita hanya untuk isteri kita. Naudzubillah min dzalik.
Mencintai isteri bukan sesuatu yang terlarang. Hanya saja rasa cinta kita pada isteri, tidak harus
memupuskan perhatian dan rasa cinta kita pada orang yang telah melahirkan, merawat, dan menjaga kita
hingga kita dewasa. Betapapun kepentingan ibu, tetap harus kita tempatkan dalam urutan pertama tatkala
kita dihadapkan pada dua pilihan: Antara mendahulukan kepentingan isteri, dan kepentingan ibu. Kalaulah
Rasul mulia memerintahkan kita untuk mendahulukan menjaga orangtua dibanding perang di jalan Allah,
apatah lagi ketimbang keinginan isteri.
Alangkah naif tentunya, bila lantaran paras isteri kita yang cantik misalnya, menimbulkan cinta berlebihan
dan cenderung rasa takut kita pada isteri. Sehingga kita --sadar atau tidak-- akhirnya rela disetir (didominasi)
oleh isteri. Bisa kita bayangkan bila ini terjadi pada diri kita, pasti akan rawan timbulnya konflik antara isteri
dan ibu kita. Bila kondisi demikian berlangsung, biasanya orang cenderung akan lebih berpihak pada isteri
ketimbang berpihak pada ibunya.
Orangtua, khususnya ibu (kaum wanita), begitu sangat dimuliakan oleh Islam. Bukan hanya ia diabadikan
sebagai salah satu nama surat di dalam Al Quran (An-Nissa), tapi di banyak haditsnya Rasululllah saw
selalu memerintahkan kita untuk memuliakan mereka. Sebuah hadits menyebutkan, Surga itu berada di
bawah telapak kaki ibu.
Dalam riwayat masyhur lainnya disebutkan pertanyaan seorang sahabat kepada Nabi saw tentang orang
yang paling layak dipergauli secara baik. Maka beliau saw menjawab tiga kali berturut-turut, pertama Ibu,
kedua Ibu, ketiga Ibu, dan baru keempat Ayah. Ini menunjukkan tingkatan mendahulukan isteri
berada di urutan ke-5, setelah mendahulukan kepentingan ibu (3 x) dan ayah (1 x).
Dari Anas Radhiyallahu Anhu, dia berkata; Ada seorang lelaki menemui Rasulullah saw seraya berkata;
Aku ingin sekali ikut berjihad, namun aku tidak mampu.
Beliau bertanya; Adakah salah satu dari kedua orang tuamu masih hidup? Dia menjawab; Ibuku!
Beliau saw bersabda; Menghadaplah kepada Allah dengan cara berbuat baik kepada ibumu. Jika engkau
melakukannya, engkau sama dengan orang yang melakukan haji dan umrah, serta berjihad. (diriwayatkan
Abu Yala dan Ath-Thabrany).
Betapa penting dan utamanya kedudukan ibu sebagai kunci untuk menggapai ridho Allah Azza wa Jalla,
tentu harus diketahui oleh pasangan suami-istri (pasutri). Suami yang baik seyogyanya mengajarkan dan
mendidik isterinya untuk memahami perihal ini. Agar sikap pasutri mendahulukan kepentingan orangtua
masing-masing, tidak menimbulkan salah pengertian dari pasangannya. Selain tentunya, visi dan sikap
pasutri yang sejalan dalam memperlakukan orangtua masing-masing, menjadi amat penting dan krusial
dalam merajut kehidupan keluarga yang harmonis (sakinah).
Sungguh tak ada gunanya rumah mewah, isteri cantik, dan harta melimpah, bila hubungan kita dengan ibu
kandung kita hambar. Apalagi bila ibu kita tidak ridho terhadap kehidupan rumah tangga kita, lantaran kita
terlalu didominasi oleh isteri misalnya. Mudah-mudahan hal itu tidak terjadi pada kehidupan rumah tangga
kita. Sebab ridho ibu adalah ridho Allah SWT. Sebaliknya murkanya ibu, adalah murkanya Allah Azza wa
Jalla.
Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu alahi wa sallam bersabda;
Keridhoan Robb Taala berada dalam keridhoan kedua orangtua. Kemurkaan Allah Tabaraka wa Taala ada
dalam kemurkaan kedua orangtua. (diriwayatkan Al-Bazzar).
Ayo, benahi rumah tangga kita, perbaikilah silaturahim kita dengan orangtua kita, agar rumah tangga kita
berkah dan diridhoi Allah SWT.
Untukmu Yang Selalu Setia
Hari itu di pemakaman, siang begitu terik dan menyengat. Para pelayat yang kebanyakan berbaju hitam
memadati lokasi pemakaman. Di antara begitu banyak orang, wanita cantik itu berdiri mengenakan pakaian
dan kerudung berwarna putih, ekspresi tenang terlihat di raut wajah yang tersaput kesedihan.
Pada saat penguburan berlangsung, sebelum jenazah dimasukkan ke liang lahat, wanita itu mendekati
jenazah yang terbungkus kain kafan kemudian mencium bagian kening jenazah dan membisikkan kata-kata
tak terdengar dengan perasaan dan suasana yang sulit kulukiskan. Aku melihat keharuan di antara para
pelayat menyaksikan adegan itu.
Wanita itu adalah istri dari laki-laki yang pada hari itu dikubur. Setelah acara penguburan selesai satu persatu
pelayat mengucapkan kalimat duka cita kepada wanita tersebut yang menyambut ucapan itu dengan
senyuman manis dan kesedihan yang telah hilang dari wajahnya, seolah-olah pada saat yang seharusnya
menyedihkan itu dia merasa bahagia.
Terapi NurSyifa
19
Kudekati wanita itu. "Kak, yang sabar ya, insya Allah abang diterima dengan baik di sisi-Nya," ujarku
perlahan. Dia menatapku dengan senyuman tanpa kata-kata. Rasa penasaran menyeruak dalam hatiku
melihat ekspresinya. Tapi perasaan itu tidak kuungkapkan.
Beberapa hari setelah pemakaman itu, aku datang ke rumah wanita itu. Kudapati ia sedang mengurus
kembang mawar putih seperti apa yang sering dilakukannya. Kusapa dia dengan wajar, "Assalaamu'alaikum,
sedang sibuk kak?" tanyaku
"Wa'alaikusallam... Oh adik, ayo duduk dulu," jawabnya seraya membereskan perlengkapan tanaman.
"Saya mengganggu kak?" tanyaku lagi, "Kenapa harus mengganggu dik, ini kakak sedang menyiapkan
bunga untuk dzikir nanti malam," jawabnya.
Sesaat setelah jawaban terakhir suasana hening terjadi di antara kami. Dengan hati-hati kuajukan perasaan
yang selama beberapa hari mengganjal di hatiku. "Kak, apakah kakak tidak merasa sedih dengan kepergian
abang?" tanyaku.
Dia menatapku dan berkata, "Kenapa adik bertanya seperti itu?" Aku tidak segera menjawab karena takut dia
tersinggung, dan, "Karena kakak justru terlihat bahagia menurut adik, kakak tersenyum pada saat
pemakaman dan bahkan tidak mencucurkan airmata pada saat kepergian abang," ujarku.
Dia menatapku lagi dan menghela nafas panjang. "Apakah kesedihan selalu berwujud air mata?" Sebuah
pertanyaan yang tidak sanggup kujawab. Kemudian dia meneruskan kembali perkataanya. "Kami telah
bersama sekian lama, sebagai seorang wanita aku sangat kehilangan laki-laki yang kucintai, tapi aku juga
seorang istri yang memiliki kewajiban terhadap seorang suami. Dan keegoisanku sebagai seorang wanita
harus hilang ketika berhadapan dengan tugasku sebagai seorang istri," katanya tenang.
"Maksud kakak?" aku tambah penasaran.
"Sebuah kesedihan tidak harus berwujud air mata, kadang kesedihan juga berwujud senyum dan tawa.
Kakak sedih sebagai seorang wanita tapi bahagia sebagai seorang istri. Abang adalah seorang laki-laki yang
baik, yang tidak hanya selalu memberikan pujian dan rayuan tapi juga teguran. Dia selalu mendidik kakak
sepanjang hidupnya. Abang mengajarkan kakak banyak hal. Dulu abang selalu mengatakan sayang pada
kakak setiap hari bahkan dalam keadaan kami tengah bertengkar. Kadang ketika kami tidak saling menyapa
karena marah, abang menyelipkan kata sayang pada kakak di pakaian yang kakak gunakan. Ketika kakak
bertanya kenapa? abang menjawab, karena abang tidak ingin kakak tidak mengetahui bahwa abang
menyayangi kakak dalam kondisi apapun, abang ingin kakak tau bahwa ia menyayangi kakak. Jawaban itu
masih kakak ingat sampai sekarang. Wanita mana yang tidak sedih kehilangan laki-laki yang begitu
menyayanginya? Tapi ..."
Dia menghentikan kata-katanya. "Tapi apa kak?" kejarku.
" Tapi sebagai seorang istri, kakak tidak boleh menangis," katanya tersenyum. "Kenapa?" tanyaku tidak
sabar. Perlahan kulihat matanya menerawang.
"Sebagai seorang istri, kakak tidak ingin abang pergi dengan melihat kakak sedih, sepanjang hidupnya dia
bukan hanya laki-laki tapi juga seorang suami dan guru bagi kakak. Dia tidak melarang kakak bersedih, tapi
dia selalu melarang kakak meratap, kata abang, Allah tidak suka melihat hamba yang cengeng, dunia ini
hanya sementara dan untuk apa ditangisi."
Wanita itu melanjutkan, "pada satu malam setelah kami sholat malam berjamaah, abang menangis, tangis
yang tidak pernah kakak lupakan, abang berkata pada kakak bahwa jika suatu saat di antara kami meninggal
lebih dahulu, masing-masing tidak boleh menangis, karena siapa pun yang pergi akan merasa tidak tenang
dan sedih, sebagai seorang istri, kakak wajib menuruti kata-kata abang."
"Pemakaman bukanlah akhir dari kehidupan tapi adalah awal dari perjalanan, kematian adalah pintu gerbang
dari keabadian. Saat di dunia ini kakak mencintai abang dan kita selalu ingin berada bersama dengan orang
yang kita cintai, abang adalah orang baik. Dalam perjalanan waktu abang lah yang pertama kali dicintai Allah
dan diminta untuk menemui-Nya, abang selalu mengatakan bahwa baginya Allah SWT adalah sang Kekasih
dan abang selalu mengajarkan kakak untuk mencintai-Nya. Saat seorang Kekasih memanggil apakah kita
harus bersedih? Abang bahagia dengan kepergiannya. Dalam syahadatnya abang tersenyum dan sungguh
egois jika kakak sedih melihat abang bahagia," sambungnya.
Tanpa memberikan kesempatan untuk aku berkata, serangkaian kata terus mengalir dari wanita itu, "Kakak
bahagia melihat abang bahagia dan kakak ingin pada saat terakhir kakak melihat abang, kakak ingin abang
tau bahwa baik abang di dunia maupun di akhirat kakak mencintainya dan berterima kasih pada abang
karena abang telah meninggalkan sebuah harta yang sangat berharga untuk kakak yaitu Cinta pada Allah
SWT. Dulu abang pernah mengatakan pada kakak jika kita tidak bisa bersama di dunia ini kakak tidak perlu
bersedih karena sebagai suami istri, kakak dan abang akan bertemu dan bersama di akhirat nanti bahkan di
surga selama kami masih berada dalam jalan Allah. Dan abang telah memulai perjalanannya dengan baik,
doakanlah kakak ya dik semoga kakak bisa memulai perjalanan itu dengan baik pula. Kakak sayang abang
dan kakak ingin bertemu abang lagi."
Kali ini kulihat kakak tersenyum dan dalam keheningan taman aku tak mampu berkata-kata lagi.
Untuk kamu, aku akan tetap mengatakan jangan menangis saat kepergianku
Ada YangMemperhatikanKita
Terapi NurSyifa
20
Seluruh penumpang di dalam bus merasa simpati melihat seorang wanita muda dengan tongkatnya meraba-
raba menaiki tangga bus. Dengan tangannya yang lain dia meraba posisi di mana sopir berada, dan
membayar ongkos bus. Lalu berjalan ke dalam bus mencari-cari bangku yang kosong dengan tangannya.
Setelah yakin bangku yang dirabanya kosong, dia duduk. Meletakkan tasnya di atas pangkuan, dan satu
tangannya masih memegang tongkat.
Satu tahun sudah, Yasmin, wanita muda itu, mengalami buta. Suatu kecelakaan telah berlaku atasnya, dan
menghilangkan penglihatannya untuk selama-lamanya. Dunia tiba-tiba saja menjadi gelap dan segala
harapan dan cita-cita menjadi sirna. Dia adalah wanita yang penuh dengan ambisi menaklukan dunia, aktif di
segala perkumpulan, baik di sekolah, rumah maupun di linkungannya.
Tiba-tiba saja semuanya sirna, begitu kecelakaan itu dialaminya. Kegelapan, frustrasi, dan rendah diri tiba-
tiba saja menyelimuti jiwanya. Hilang sudah masa depan yang selama ini dicita-citakan. Merasa tak berguna
dan tak ada seorangpun yang sanggup menolongnya selalu membisiki hatinya. "Bagaimana ini bisa terjadi
padaku?" dia menangis. Hatinya protes, diliputi kemarahan dan putus asa. Tapi, tak peduli sebanyak apa
pun dia mengeluh dan menangis, sebanyak apa pun dia protes, sebanyak apapun dia berdo'a dan
memohon, dia harus tahu, penglihatannya tak akan kembali. Di antara frustrasi, depresi dan putus asa, dia
masih beruntung, karena mempunyai suami yang begitu penyayang dan setia, Burhan.
Burhan adalah seorang prajurit TNI biasa yang bekerja sebagai security di sebuah perusahaan. Dia
mencintai Yasmin dengan seluruh hatinya. Ketika mengetahui Yasmin kehilangan penglihatan, rasa cintanya
tidak berkurang. Justru perhatiannya makin bertambah, ketika dilihatnya Yasmin tenggelam ke dalam jurang
keputus-asaan. Burhan ingin menolong mengembalikan rasa percaya diri Yasmin, seperti ketika Yasmin
belum menjadi buta. Burhan tahu, ini adalah perjuangan yang tidak gampang. Butuh extra waktu dan
kesabaran yang tidak sedikit.
Karena buta, Yasmin tidak bisa terus bekerja di perusahaannya. Dia berhenti dengan terhormat. Burhan
mendorongnya supaya belajar huruf Braile. Dengan harapan, suatu saat bisa berguna untuk masa depan.
Tapi bagaimana Yasmin bisa belajar? Sedangkan untuk pergi ke mana-mana saja selalu diantar Burhan?
Dunia ini begitu gelap. Tak ada kesempatan sedikitpun untuk bisa melihat jalan. Dulu, sebelum menjadi buta,
dia memang biasa naik bus ke tempat kerja dan ke mana saja sendirian. Tapi kini, ketika buta, apa sanggup
dia naik bus sendirian? Berjalan sendirian? Pulang-pergi sendirian? Siapa yang akan melindunginya ketika
sendirian? Begitulah yang berkecamuk di dalam hati Yasmin yang putus asa.
Tapi Burhan membimbing jiwa Yasmin yang sedang frustasi dengan sabar. Dia merelakan dirinya untuk
mengantar Yasmin ke sekolah, di mana Yasmin musti belajar huruf Braile. Dengan sabar Burhan menuntun
Yasmin menaiki bus kota menuju sekolah yang dituju. Dengan susah payah dan tertatih-tatih Yasmin
melangkah bersama tongkatnya. Sementara Burhan berada di sampingnya. Selesai mengantar Yasmin dia
menuju tempat dinas. Begitulah, selama berhari-hari dan berminggu-minggu Burhan mengantar dan
menjemput Yasmin. Lengkap dengan seragam dinas security.
Tapi lama-kelamaan Burhan sadar, tak mungkin selamanya Yasmin harus diantar; pulang dan pergi.
Bagaimanapun juga Yasmin harus bisa mandiri, tak mungkin selamanya mengandalkan dirinya. Sebab dia
juga punya pekerjaan yang harus dijalaninya. Dengan hati-hati dia mengutarakan maksudnya, supaya
Yasmin tak tersinggung dan merasa dibuang. Sebab Yasmin, bagaimanapun juga masih terpukul dengan
musibah yang dialaminya.
Seperti yang diramalkan Burhan, Yasmin histeris mendengar itu. Dia merasa dirinya kini benar-benar telah
tercampakkan. "Saya buta, tak bisa melihat!" teriak Yasmin. "Bagaimana saya bisa tahu saya ada di mana?
Kamu telah benar-benar meninggalkan saya." Burhan hancur hatinya mendengar itu. Tapi dia sadar apa
yang musti dilakukan. Mau tak mau Yasmin musti terima. Musti mau menjadi wanita yang mandiri.
Burhan tak melepas begitu saja Yasmin. Setiap pagi, dia mengantar Yasmin menuju halte bus. Dan setelah
dua minggu, Yasmin akhirnya bisa berangkat sendiri ke halte. Berjalan dengan tongkatnya. Burhan
menasehatinya agar mengandalkan indera pendengarannya, di manapun dia berada. Setelah dirasanya
yakin bahwa Yasmin bisa pergi sendiri, dengan tenang Burhan pergi ke tempat dinas.
Sementara Yasmin merasa bersyukur bahwa selama ini dia mempunyai suami yang begitu setia dan sabar
membimbingnya. Memang tak mungkin bagi Burhan untuk terus selalu menemani setiap saat ke manapun
dia pergi. Tak mungkin juga selalu diantar ke tempatnya belajar, sebab Burhan juga punya pekerjaan yang
harus dilakoni. Dan dia adalah wanita yang dulu, sebelum buta, tak pernah menyerah pada tantangan dan
wanita yang tak bisa diam saja. Kini dia harus menjadi Yasmin yang dulu, yang tegar dan menyukai
tantangan dan suka bekerja dan belajar.
Hari-hari pun berlalu. Dan sudah beberapa minggu Yasmin menjalani rutinitasnya belajar, dengan
mengendarai bus kota sendirian. Suatu hari, ketika dia hendak turun dari bus, sopir bus berkata, "Saya
sungguh iri padamu". Yasmin tidak yakin, kalau sopir itu bicara padanya. "Anda bicara pada saya?"
"Ya", jawab sopir bus. "Saya benar-benar iri padamu". Yasmin kebingungan, heran dan tak habis berpikir,
bagaimana bisa di dunia ini, seorang buta, wanita buta, yang berjalan terseok-seok dengan tongkatnya
hanya sekedar mencari keberanian mengisi sisa hidupnya, membuat orang lain merasa iri?
"Apa maksud anda?" Yasmin bertanya penuh keheranan pada sopir itu.
"Kamu tahu," jawab sopir bus, "Setiap pagi, sejak beberapa minggu ini, seorang lelaki muda dengan
seragam militer selalu berdiri di seberang jalan. Dia memperhatikanmu dengan harap-harap cemas ketika
kamu menuruni tangga bus. Dan ketika kamu menyebrang jalan, dia perhatikan langkahmu dan bibirnya
Terapi NurSyifa
21
tersenyum puas begitu kamu telah melewati jalan itu. Begitu kamu masuk gedung sekolahmu, dia meniupkan
ciumannya padamu, memberimu salut, dan pergi dari situ. Kamu sungguh wanita beruntung, ada yang
memperhatikan dan melindungimu".
Air mata bahagia mengalir di pipi Yasmin. Walaupun dia tidak melihat orang tersebut, dia yakin dan
merasakan kehadiran Burhan di sana. Dia merasa begitu beruntung, sangat beruntung, bahwa Burhan telah
memberinya sesuatu yang lebih berharga dari penglihatan. Sebuah pemberian yang tak perlu untuk dilihat ;
kasih sayang yang membawa cahaya, ketika dia berada dalam kegelapan.
Gifts FromThe Heart for Women
Seorang Bayi Mungil Hanya Mampu Hidup Selama 6 Jam, Tetapi ?
Sepasang suami istri hidup bahagia. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam kegiatan untuk
menentang ABORSI, karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi. Setelah
bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga pasangan tersebut sangat bahagia.
Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada famili, teman dan para sahabat, dan lingkungan sekitarnya.
Semua orang ikut bersukacita dengan mereka.
Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi. Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya,
seorang bayi laki-laki dan perempuan. Tetapi bayi perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa
hidup sampai masa kelahiran tiba. Dan kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki-laki. Jadi
dokter menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki-laki nya.
Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang istri mengalami depresi.
Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan bayi perempuannya (membunuh bayi tsb), tetapi juga
kuatir terhadap kesehatan bayi laki-lakinya. "Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang tidur
nyenyak", kata sang ibu di sela tangisannya.
Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan moral kepada pasangan tersebut, dengan mengatakan bahwa
ini adalah kehendak Tuhan. Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia tersadar
bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini. Hal ini membuatnya lebih tabah.
Pasangan ini berusaha keras untuk menerima fakta ini. Mereka mencari informasi di internet, pergi ke
perpustakaan, bertemu dengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang masalah bayi
mereka. Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian. Banyak pasangan lainnya
yang juga mengalami situasi yang sama, dimana bayi mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga
menemukan bahwa beberapa bayi akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh donor
organ dari bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang mau mendonorkan organ bayinya
ke orang lain ?
Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne. Mereka terus
bersujud kepada Tuhan. Pada mulanya, mereka memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian
mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang
terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya rencanaNya sendiri.
Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk dilahirkan, tetapi ia tidak akan
bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang istri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang
buruk terjadi pada Anne, mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang sedang berjuang hidup
dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi. Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata.
Mereka menangis dalam posisi sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan
Anne. Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yg akan terjadi.
Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan selamat. Pada momen yang sangat
berharga tersebut, sang suami menggendong Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan
tersenyum dengan manis. Senyuman Anne yang imut tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya.
Tidak ada kata-kata di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan tersebut pada saat itu.
Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi Anne),
mereka sangat bahagia melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka, mereka sangat sedih
karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja. Sungguh tidak ada kata-kata yang dapat
mewakili perasaan pasangan tersebut. Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata
yang berasal dari jiwa mereka yang terluka??
Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untuk melihat Anne. Keajaiban terjadi
lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah lewat 2 jam. Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi
keluarga tersebut untuk saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah enam
jam???..
Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ. Setelah beberapa minggu, dokter
menghubungi pasangan tsb bahwa donor tsb berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian.
Pasangan tersebut sekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne hanya hidup selama 6 jam, tetapi
dia berhasil menyelamatkan dua nyawa. Bagi pasangan tersebut, Anne adalah pahlawan mereka, dan sang
Anne yang mungil akan hidup dalam hati mereka selamanya?.....
Terapi NurSyifa
22
====================================
Ada 3 point penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini :
1. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari ataupun bahkan seratus tahun. Hal
yang benar-benar penting adalah apa yang kita telah kita lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi
orang lain.
2. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama perusahaan kita telah berdiri, satu tahun ataupun
bahkan dua ratus tahun. Hal yang benar-benar penting adalah apa yang dilakukan perusahaan kita selama
ini, yang bermanfaat bagi orang lain.
3. Ibu Anne mengatakan "Hal terpenting bagi orang tua bukanlah mengenai bagaimana karier anaknya di
masa mendatang, dimana mereka tinggal, maupun berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan.
Tetapi hal terpenting bagi kita sebagai orang tua adalah untuk memastikan bahwa anak-anak kita melakukan
hal-hal terpuji selama hidupnya, sehingga ketika kematian menjemput mereka, mereka akan menuju surga".
Romantisnya Rasulullah
Buat para suami-suami, seringkali kita memperdebatkan dan memperbincangkan permasalahan yang
berkaitan dengan kebahagiaan berumah tangga.
Seorang bapak (suami), pernah bertanya dalam sebuah dialog interaktif konsultasi keluarga di sebuah situs
Islam lokal, tentang bagaimana mendapatkan kasih sayang dan pengabdian istri. Dan yang tidak kalah
'heboh', tidak sedikit pertanyaan yang ujung-ujungnya ingin melakukan poligami dengan berbagai alasan
tentunya.
Poligami, jelas sangat diperbolehkan dan dicontohkan oleh baginda Rasul meski pun dalam tradisi dan
budaya masyarakat kita, beristri lebih dari satu masih merupakan hal yang dianggap tidak lazim bahkan tabu.
Namun sepertinya, ada hal yang sering terlupakan oleh para suami, sudahkah kita mencontoh Rasulullah
dalam urusan romantisme berumahtangga? Sehingga Nabi SAW -karena romantismenya yang luar biasa
terhadap para istri beliau- tidak pernah kita mendengar ada masalah yang besar dalam rumah tangga
bersama para istrinya.
Jadi, untuk sementara kesampingkan dulu masalah seperti ketidakbahagiaan beristri yang usianya lebih tua,
rumahtangga tidak harmonis, sehingga memunculkan wacana yang saat ini sedang ngetrend; poligami.
Padahal sesungguhnya jika kita mau merenunginya kembali, bisa jadi permasalahan utamanya sangat
sederhana; kita kurang romantis!
Mari kemudian kita cermati tauladan dari Rasulullah, manusia agung yang sangat romantis terhadap istri-
istrinya sebelum kita bicarakan niat atau kemungkinan untuk berpoligami.
Rasulullah SAW adalah contoh yang terbaik seorang suami yang mengamalkan sistem Poligami. Baginda
Nabi sangat romantis kepada semua istrinya.
Dalam satu kisah diceritakan, pada suatu hari istri-istri Rasul berkumpul ke hadapan suaminya dan bertanya,
"Diantara istri-istri Rasul, siapakah yang paling disayangi?". Rasulullah SAW hanya tersenyum lalu berkata,
"Aku akan beritahukan kepada kalian nanti"
Setelah itu, dalam kesempatan yang berbeda, Rasulullah memberikan sebuah kepada istri-istrinya masing-
masing sebuah cincin seraya berpesan agar tidak memberitahu kepada istri-istri yang lain.
Lalu suatu hari hari para istri Rasulullah itu berkumpul lagi dan mengajukan pertanyaan yang sama. Lalu
Rasulullah SAW menjawab, "Yang paling aku sayangi adalah yang kuberikan cincin kepadanya". Kemudian,
istri-istri Nabi SAW itu tersenyum puas karena menyangka hanya dirinya saja yang mendapat cincin dan
merasakan bahwa dirinya tidak terasing.
Masih ada amalan-amalan lain yang bisa dilakukan untuk mendapatkan suasana romatis seperti yang
dicontohkan Rasulullah SAW. Rasulullah SAW pernah bersabda, "Apabila pasangan suami istri berpegangan
tangan, dosa-dosa akan keluar melalui celah-celah jari mereka".
Rasulullah SAW selalu berpegangan tangan dengan Aisyah ketika di dalam rumah. Beliau acapkali
memotong kuku istrinya, mandi janabat bersama, atau mengajak salah satu istrinya bepergian, setelah
sebelumnya mengundinya untuk menambah kasih dan sayang di antara mereka.
Baginda Nabi SAW juga selalu memanggil istri-istrinya dengan panggilan yang menyenangkan dan membuat
hati berbunga-bunga. "Wahai si pipi kemerah-merahan" adalah contoh panggilan yang selalu beliau ucapkan
tatkala memanggil Aisyah.
Itulah sedikit contoh romantisme Rasulullah SAW yang dapat kita teladani dan praktekkan dalam kehidupan
berumahtangga.
Tentu, masih banyak contoh romantisme lainnya.
Kepada suami-suami yang baik, mulailah bersikap lembut dan berupaya membuat sang istri selalu
mengembang senyumnya. Peganglah tangan istri anda setiap waktu, setiap kesempatan.
Begitu pula para istri-istri yang sholehah, peganglah juga
tangan suami anda untuk menghapuskan segala dosa-dosa.
Jadi, jika kita bisa meniru romantisme ala Rasul, sehingga istri pun membalas dengan yang tidak kalah
romantisnya, masalah mana lagi yang sempat mampir dalam bahtera rumahtangga kita?
Terapi NurSyifa
23
Ibarat kata, tidak ada makanan di rumah pun bisa diselesaikan berdua dengan tetap tersenyum, bukan
begitu?
Mencari Istri Sempurna
Hamba mencari istri sempurna. Lelah hati dan jiwa. Hamba mencari kemana-mana, alhasil hamba tak
sanggup temukan belahan jiwa itu. Setiap hari hamba berdoa, namun belum juga terkabul. Mungkin inilah
perjuangan. Lama-lama hamba mulai menikmati kehidupan ini. Walaupun jemu pernah hinggap dalam
kamus kehidupan hamba, meraung-raung dalam sunyi.
Sungguh, di dunia yang maya ini, hamba mencoba menghindar dari gundukan dosa, namun laron-laron dosa
itu sesekali berduyun mendekati hamba. Sekuat ruh hamba berlari-berlari menuju cahaya, dan konon, salah
satu kendaraan untuk mendekatkan diri dengan cahaya itu adalah mendapatkan seorang istri. Ya, hamba
mencari istri sempurna, agar hamba bisa menyempurnakan niat hamba, bercengkrama dengan cahaya
sejati.
Hamba bergelut dengan hari-hari, mencari secercah cahaya untuk bisa hamba huni dari kegelapan yang
semakin gandrung menyelimuti hati hamba lagi. Hamba akui di setiap arah jam yang bergulir ada terpendam
berjuta rahasia yang tak bisa hamba singkap keberadaannya, tak mampu hamba kuliti satu persatu apa
gerangan yang diinginkan Allah. Tadinya hamba berpikir bahwa hamba telah mampu meredam satu niatan
hamba itu, mengubur riak-riak kehidupan yang hamba bangun dengan pondasi rapuh. Rupanya detak suara
jarum jam semakin besar menghentak-hentak dan memekakan telinga hamba, lalu hamba kembali terpuruk,
pikiran hamba terhuyung-huyung melangkahkan kaki tak tentu arah.
Suatu hari, hamba bertemu dengan mawar. Di taman itu ia hidup sendiri. Warnanya yang merah merekah
membuat mata terkagum-kagum. Ingin rasanya hamba mempersuntingnya, memetik segala hasrat yang
mulai basah kuyup dengan segala keinginan.
Sang mawar tak sadar bahwa ada yang mengamatinya. Ya Tuhan harum sekali. Ya, ketika pagi merambat,
hamba merasakan keharuman yang luar biasa. Merambat ke seluruh ubun-ubun, keharuman yang
menakjubkan. Hamba memberanikan diri untuk menyapanya.
"Selamat pagi, Mawar." Mawar tersenyum, senyum yang menyejukkan. "Selamat pagi. Ada apakah
gerangan, sehingga pagi-pagi begini anda bertamu ke taman yang sepi ini?"
"Hamba berniat mencari istri yang sempurna. Setiap hari tanpa sepengetahuan anda, hamba mengamati
anda, lalu tumbuhlah sejumput rasa tertentu yang tak bisa terdefinisi. Anda telah menyampaikan keharuman
itu lewat wewangian yang disampaikan angin. Hamba pikir andalah yang hamba cari, belahan jiwa yang
sekian lama memikat hamba untuk hidup dalam kembara."
"Betulkah aku yang anda cari? Tak malukah anda menikah dengan bunga sederhana sepertiku? Apa yang
membuat anda terkagum? Tak banyak yang bisa aku berikan untuk anda."
"Mawar, sudah lama hamba mencari istri yang sempurna. Mungkin inilah harapan terakhir. Melihat warnamu
yang memerah, hamba terkesima. Jika anda mengizinkan, hamba ingin melamar anda. Mari kita arungi
bahtera hidup ini."
"Kalau betul itu yang anda inginkan, baiklah. Tunggu barang satu minggu, setelah itu jenguklah aku kembali."
"Terimakasih mawar. Ternyata hamba tak salah pilih. Seminggu lagi hamba akan kesini."
Hamba lantas meninggalkannya sendiri di taman itu. Hamba pergi diiringi senyum yang dramatis. Hati hamba
seketika terbang ke langit. Sebentar lagi penantian hamba berakhir, hamba akan mendapatkan istri yang
sempurna.
Seminggu berlalu, hamba mendatangi taman itu. Langkah kaki bersijingkat dengan sempurna, cepat dan
gemulai. Ketika hamba tiba di tempat itu, tiba-tiba hati hamba melepuh, berterbanganlah harapan yang
sempat mewarnai relung hati yang basah dengan tinta penantian. Mawar yang akan hamba persunting, yang
akan hamba petik ternyata tak lagi berada di tangkainya. Ia telah luruh ke tanah merah, berserakan tak
karuan, tak jelas lagi juntrungannya. Hamba tak habis mengerti, mengapa semua ini harus terjadi? Warna
yang tadinya memerah, kini berubah kecoklat-coklatan, menjadi keriput, tak sesegar seperti minggu kemarin.
Hamba menghampirinya, duduk termenung seperti seorang bocah yang merengek meminta mainan yang
telah rusak. Dengan terbata-bata hamba berusaha menyusun kata-kata, menuai kalimat-kalimat. Namun
mulut hamba teramat kelu, tak bisa lagi dengan sporadis menelurkan deretan huruf.
"Selamat pagi. Masihkah ada keinginan untuk menikah dengan ketidaksempurnaanku? Inilah aku, sang
mawar yang sempat membuatmu terkagum. Mengapa wajah anda tercengang dan seolah tak memahami
hakikat hidup?"
"Mengapa anda menjadi seperti ini? Apakah gerangan yang salah?" "Tak ada yang patut disalahkan. Ini
adalah siklus kehidupan. Hamba hanya bisa bertabah menghadapi takdir yang membelenggu. Ini jalan yang
harus hamba jalani."
"Tapi hamba mencari istri yang sempurna, Mawar."
"Jika demikian, aku bukanlah belahan jiwamu."
Hamba beranjak dari tempat itu. Kekecewaan menghantui setiap langkah yang hamba bangun. Air mata
menderas. Mawar yang sempat mencengkram jiwa, kini hanya onggokan ketakutan yang tak pernah hamba
mimpikan sebelumnya.
Terapi NurSyifa
24
**********
Kini hamba berjalan lagi menyusuri waktu, mencari istri yang sempurna. Di tengah perjalanan, hamba
melihat merpati yang terbang, menari di udara. Sayap-sayapnya ia sombongkan ke seluruh penjuru alam.
Sungguh cantik ia, membuat cemburu para petualang. Lagi-lagi terbersit sebuah keinginan. Keinginan klasik:
Inilah istri yang sempurna, semoga hamba bisa mendapatkannya. Merpati itu hinggap di ranting pohonan.
Hamba memberanikan diri untuk memulai percakapan.
"Wahai merpati, tadi hamba melihatmu bercengkrama dengan angin. Bulu putihmu yang kudus, menjadikan
harapan dalam batin kembali tumbuh."
"Apa yang hendak anda inginkan?"
"Hamba mencari istri yang sempurna. Andalah yang hamba cari."
"Betulkah aku yang anda cari?" "Ya tentu. Hamba ingin anda terbang bersama hamba, membangun sebuah
keindahan, mengarungi bahtera kehidupan."
"Jika demikian, silahkan tangkap aku. Apabila anda berhasil menangkap diriku, aku berani menjadi belahan
jiwa anda. Aku akan belajar menjadi apa yang anda inginkan."
"Tapi bagaimana mungkin hamba bisa menangkap anda? Anda mempunyai dua sayap yang indah dan
memesona, sedangkan hamba hanya manusia yang bisa menerbangkan imajinasi saja, selebihnya hamba
adalah pemimpi yang takut dengan kehidupan."
"Segala sesuatu mungkin saja terjadi, asalkan ada maksud yang jelas dan lurus. Lebih baik anda pikirkan
kembali niatan anda itu. Betulkah aku pasangan yang anda cari? Maaf, hamba aku bercengkrama dulu
dengan angin, sampai jumpa."
Hamba tak bisa berkata banyak, merpati telah terbang bersama angin. Angin, oh...rupanya kekasih sejati
merpati adalah angin. Hamba tak mau merusak takdir mereka. Bagaimana kata dunia kalau hamba dengan
paksa menikahi sang merpati? Dunia akan mencemooh hamba sebagai manusia paling bodoh yang pernah
dilahirkan. Tapi kemanakah lagi hamba harus mencari pasangan jiwa?
********
Itulah kabar hamba dulu. Meniti berbagai penderitaan untuk menyempurnakan segala beban yang melingkar
di dasar palung jiwa hamba. Itulah gelagat hamba dulu, seperti seorang pecinta yang berkelana tak jelas
arah dan tujuan, menghujani kulit lepuh para bidadari, menjadikan mereka gundah, berenang di atas lautan
hampa. Begitu juga hamba. Ya, kabar hamba dulu!
Memekik cinta yang bergemuruh, membadai, bercengkrama, meraja, bersengketa, meracau seperti burung
kondor yang rindu bangkai-bangkai kematian. Dulu hamba tersesat dalam labirin sunyi tanpa nama. Hamba
nyaris seperti mayat yang bergentayangan di siang hari, diperbudak angan-angan, bertubi-tubi mulut hamba
memukul angin.
Sampai suatu malam, ketika keheningan mengambang di udara, berderinglah sebuah telepon selular yang
teronggok di atas sajadah harapan. Kala itu hamba tidur lelap, mencipta mimpi yang samar. Hamba
dibangunkan oleh gemuruh suara ring tone. Anehnya, suara selular itu tidak lagi menggelayutkan melodi
seperti biasanya. Suaranya aneh tapi nikmat dan menyejukkan. Kalau tidak salah seperti ini:
Allahuakbar....Allahuakbar...Allahuakbar... Kontan saja hamba terhenyak dan sempat kaget. Hamba
mencoba memicingkan mata yang berat seperti terbebani satu ton serbuk besi. Di dinding kamar hamba
melihat detak jam yang mengarah pada nomor tiga. Masih sepertiga malam. Siapa gerangan yang berani
mengusik persemayaman indah ini? Lalu hamba mulai merunut kata-kata.
"Halo, siapa anda? Mengapa membangunkan hamba? Biarkan hamba beristirah barang sejenak." Hening,
tak ada jawaban. Hamba pikir, ini pasti gelagat orang jahil yang mencoba berimprovisasi. Tapi ketika hamba
mau menutup telepon selular, hamba mendengar suara yang menggelegar. Bukan, suara ini bukan dari
telepon selular, tapi dari segala penjuru mata angin.Keringat mulai menghujan, ketakutan bersalaman di
batin, air mata tak bisa hamba bendung, dan rasa rindu mencengkram hamba dari belakang, rindu yang tak
terdefinisi. Mungkinkah doa-doa hamba yang terdahulu akan terkabul? Siapakah gerangan yang bicara?
Setelah bermilyar doa berjejalan di udara, hamba harap sejumput cahaya itu yang bicara Ya, semoga bukan
kepalsuan yang bicara. Suara itu makin keras terdengar. Suara itu berkata seperti ini.
"Betulkah kau mencari istri yang sempurna?" Dengan terbata-bata hamba bilang, "Ya...ya..hamba mencari
istri yang sempurna. Mampukah anda mengabulkan keinginan hamba yang belum terwujud ini?" Suara itu
kembali berujar.
"Berbaringlah, lalu tutuplah matamu. Bukalah ketika suaraku tak terdengar lagi." Hamba ikuti keinginannya.
Hamba tutup mata hamba, dan berbaringlah. Riangnya hati hamba, sebentar lagi hamba akan berjumpa
dengan istri sempurna. Jodoh hamba akan hadir. Ah, suara itu hening. Hamba mulai memicingkan mata.
Hamba lihat di sekeliling. Mengapa yang terlihat hanya gumpalan-gumpalan tanah yang kecoklatan?
Mengapa begitu sejuk? Kemudian hamba melihat pakaian hamba. Putih! Semua serba putih. Bukankah ini
kain kafan? Alam barzah, pikir hamba. Lalu hamba melihat sesosok tubuh datang menghampiri, begitu
bercahaya, cantik rupawan.
"Siapa anda?"
"Hamba adalah amalan anda. Hamba tercipta dari anda, istri sempurna yang anda ciptakan sendiri.
Menikahlah dengan hamba, sambil menunggu semua manusia kembali ke alam sunyi ini."
Begitulah kabar hamba kali ini. Ada lagi yang mau mencari istri sempurna?
Terapi NurSyifa
25
Saat Kusentuh JemarimuDengan Mesra
Jemari itu tak lagi lentik, terasa beda saat pertama kali disentuh kala malam pertama. Kulitnya bersisik dan
berkerut, karena getir kehidupan. Guratan bekas parutan pun membuatnya bertambah kasar. Tak jarang
jemari itu basah, menahan kristal-kristal bening yang menggenang di telaga mata, pedih... teringat pedasnya
kata-kata yang pernah menusuk hati.
Kala keheningan malam menjamu temaramnya rembulan, diukirnya do'a - do'a dengan goresan harapan,
khusyu', berharap regukan kasih sayang dari Sang Pemilik Cinta. Hingga tubuh penat itupun bangkit,
menatap belahan jiwa dengan tatapan cinta, kemudian perlahan dikecupnya sang kakanda dengan mesra.
Indah...
Sungguh teramat indah Al Qur'an melukiskannya, "Mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah
pakaian bagi mereka*." [Al-Baqarah 187]
Adakah yang lebih indah dari rasa kasih sayang diantara kedua insan yang berlainan jenis dalam sebuah
ikatan pernikahan? Ia adalah sebuah mitsaqan ghalidza (perjanjian yang kuat), karenanya yang haram
menjadi halal, maksiat menjadi ibadah, kekejian menjadi kesucian dan kebebasan pun menjadi sebuah
tanggung jawab. Dua hati yang berserakan akhirnya bertautan, ibadah... hanya itu yang dijadikan alasan.
Keindahan cinta dalam sebuah mahligai pernikahan adalah harapan penghuninya. Cinta akan membuat
seseorang lebih mengutamakan yang dicintainya, sehingga seorang istri akan mengutamakan suami dalam
keluarga, dan seorang suami tentu akan mengutamakan perlindungan dan pemberian nafkah kepada istri
tercinta.
Cinta memang dapat berbentuk kecupan sayang, kehangatan, dan perhatian, namun bunga cinta tetaplah
membutuhkan pupuk agar selalu bersemi indah. Karenanya, segala kekurangan akan menumbuhkan
kebesaran jiwa, bahkan air mata yang mengalir itu pun adalah sebagai tanda kesyukuran kepada Allah
Subhanahu wa Ta'ala, karena IA telah memberikan pasangan hidup yang selalu bersama mengharap
keridhoan-Nya.
Lalu, masihkah kehangatan itu nyata seiring bertambahnya usia pernikahan?
Aaah...
Kadang kita sebagai suami lebih sering bersikap dzalim. Kesibukan tiada henti, rutinitas yang selalu dijumpai,
lebih menjadi 'istri' daripada makna istri itu sendiri. Masihkah ada curahan kelembutan dari seorang qowwam
(pemimpin) yang teduh? Adakah belaian kasih sayang yang begitu hangat seperti kala pertama kedua hati
bersatu?
Saat-saat awal pernikahan, duhai sungguh romantis. Rona mata penuh makna cinta terpancar saat saling
berpandangan, kedua tangan saling bergandengan, hingga jemari tersulam mesra.
Tak lupa bibir melantunkan seuntai nada...
Sambutlah tanganku ini
Belailah dengan mesra
Kasihmu hanya untukku
Hingga akhir nanti
...
Amboi... sungguh membuat iri mata yang memandang.
Malam dan siang silih berganti mewarnai hari, susah senang hilang timbul bagaikan gelombang laut, keluh
dan bosan pun kadang menelusup, hingga akhirnya lirik lagu cinta pun meredup ...
Sepanjang jalan kenangan kita selalu bergandeng tangan
Sepanjang jalan kenangan kupeluk dirimu mesra
Hujan yang rintik-rintik di awal bulan itu
Menambah nikmatnya malam syahdu...
Akhirnya kemesraan pun hanyalah sekedar kenangan.
Entahlah...
Entah kemana canda yang dahulu pernah membuat istri kita tertawa bahagia, ciuman di kening seraya
berpesan "Baik-baik ya di rumah," atau pun sekedar ucapan salam "Assalaamu alaykum ummi," saat akan
keluar rumah. Bahkan, lupa kapan terakhir tangan ini menyentuh, menggenggam mesra jemari istri tercinta.
Padahal dosa-dosa akan berguguran dari sela-sela jemari saat kedua tangan disatukan.
Duhai Allah,
Airmata itu pernah tumpah, deras bercucuran
Luruh dalam isakan, menyayat kepedihan
Hanya karena enggan jemari ini bersentuhan
Ampuni diri yang dzalim ini yaa Allah
Sadarkan, sebelum saatnya harus beranjak pergi Jauh, dan... tak akan pernah kembali
Terapi NurSyifa
26
Membuka Komunikasi, MenyatukanHati
Membangun jalan komunikasi memang tidak selamanya mudah, perlu waktu bahkan bantuan dari pihak lain.
Berikut beberapa hal yang bisa membantu suami istri agar dapat membuka dan melancarkan komunikasi,
diantaranya:
Menyamakan pandangan
Komunikasi merupakan modal awal perkawinan yang akan berimbas pada kelancaran berkomunikasi
pasangan suami istri. Dalam rumah tangga yang akan dikomunikasikan adalah pilihan-pilihan hidup yang
sesuai dengan kemauan dan keinginan, sedangkan kemauan dan keinginan adalah buah keyakinan kita.
"Sehingga tidak mungkin komunikasi bisa baik, kalau pandangan soal baik dan buruk sudah beda. Terutama
baik dan buruk yang sangat prinsipil".
Oleh karena itu, tambahnya menyamakan visi dan misi adalah hal yang sangat penting dan harus dilakukan
sebelum pernikahan atau paling tidak sejak awal pernikahan. Persamaan pada hal yang besar ini, seringkali
mampu menyingkirkan krikil-krikil kecil dalam perjalanan perkawinan, termasuk soal kelancaran
berkomunikasi.
Memahami latar belakang dan Karakter pasangan
Karakter adalah hal dasar yang sudah ada pada diri seseorang sejak lahir. namun, dengan jenis apapun
karakter seseorang tetap mampu berkomunikasi, karena komunikasi merupakan ketrampilan. Latihan terus
menerus akan menjadikan orang trampil berkomunikasi.
Untuk latihan ini, pihak lain dalam hal ini suami istri dapat saling memberikan bantuan. Misalnya, bila suami
nampak susah berkomunikasi karena karakternya yang sangat pendiam, maka istri dapat membantu suami
mengungkapkan isi hatinya. "Kita harus bisa menyiasatinya, sehingga bila ada apa-apa dia mau
membicarakannya. Suka tidak suka, bilang. Kalau setiap kali kita beri stimulasi, lama-lama dia akan bisa".
Dalam hal perbedaan latar belakang, misalnya budaya. Lagi-lagi diperlukan kebesaran hati masing-masing
untuk menerimanya. Kalaupun kemudian mengganggu komunikai, misalnya yang satu tidak biasa berbicara
pelan, sedangkan yang lainnya tidak biasa bicara keras-keras, perlu dilakukan pembiasaan atau
penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan kedua belah pihak.
"Keduanya harus bisa saling menyesuaikan tidak bisa sekedar memaksakan kehendak, sementara kita
sendiri tidak mau berubah. Jadi kita lihat mana yang bisa diubah, kita ubah.
Meluruskan Persepsi
Kesalahan persepsi seringkali menjadi hambatan dalam berkomunikasi. Ketika suami pulang larut malam,
istri langsung saja marah tanpa mendengarkan alasan suami. Apapun yang dikatakan oleh suami
dianggapnya bohong. Padahal suami mengatakan alasan benar dan tidak dibuat-buat.
Kejadian ini kerapkali terjadi, padahal seharusnya tidak perlu terjadi bila ada proses klarifikasi. "Jangan
punya persepsi buruk dulu. Dalam Islam kan ada yang namanya tabayun".
Begitu pun sikap suami yang terlalu merendahkan istri, karena punya persepsi memang begitulah kedudukan
istri. Persepsi ini perlu diluruskan karena Islam meninggikan derajat kaum ibu.
"Supaya persepsi kita pas dengan persepsi Islam, kita harus merujuk pada praktek Rasulollah dan para
sahabat" .
Dengan mempelajarinya, bisa jadi prilaku pasangan yang sebelumnya tidak kita sukai dan kita anggap tidak
baik, ternyata sesuai dengan tuntunan Islam. Itu artinya ia harus mengubah persepsi yang selama ini
tertanam dibenaknya.
Membangun Empati
Menempatkan diri pada tempat orang lain, cukup efektif untuk menjadikan kita mengerti parasaan dan pikiran
orang lain. Pertimbangkanlah apakah bila kita mengatakan seseuatu pada suami atau istri yang mungkin
cukup sensitif ia tidak akan tersinggung? Atau apakah waktu dan kondisinya tepat untuk mengungkapkan isi
hati?
Mungkin boleh dibilang kurang berempati bila seorang istri mengajak suami berdiskusi panjang lebar,
sementara suami baru saja pulang kerja dan terlihat sangat lelah. Saat kita mengerti perasaan dan pikiran
pasangan, maka bahasa yang kita ucapkanpun akan lebih mengena bagi dirinya. Komunikasi tentu akan
jauh lebih efektif.
Bersikap Asertif
Orang yang asertif tahu perasaan dan keinginannya, serta berani mengungkapkannya tanpa melukai
perasaan orang lain. Seorang istri sebenarnya mempunyai hak untuk mengungkapkan pikiran dan
perasaannya. Dan istripun seharusnya mempunyai keberanian untuk mengungkapkannya pada suami, tanpa
harus mengabaikan rasa hormat terhadap suami.
Seringkali seorang istri mempunyai keinginan, tapi enggan untuk menyampaikannya kepada suami, dan istri
berharap suami akan mengetahuinya sendiri. Padahal, bagaimana mungkin suami dapat mengetahui
keinginannya kalau tidak diberi tahu. "Kalau tidak ada komunikasi , manalah dia tahu apa yang kita mau. Dia
kan tidak tahu isi hati kita. Karena yang tahu isi hati kita, hanya Allah dan kita".
Terapi NurSyifa
27
Mendekatkan diri pada Allah
Upaya mendekatkan diri pada Allah urgensinya sangat besar, sekaligus sebagai simpul semua usaha
melicinkan jalan komunikasi bagi pasangan suami istri. "Karena kita yakin yang memegang hati itu adalah
Allah. Kalau hubungan kita dekat dengan Allah, maka hati pasangan kita ada dalam genggamanNya. Kalau
dia kecewa dan kesal pada kita, dengan izin Allah, Allah akan cairkan kebekuan hatinya".
Cinta Tidak Harus Berwujud "Bunga"
Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan
hangat yang muncul di hati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.
Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya
mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang
menjemukan.
Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan
saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya
dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan
ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah
mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan
perceraian.
"Mengapa?", dia bertanya dengan terkejut.
"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan" Dia terdiam dan termenung
sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.
Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan
perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?
Dan akhirnya dia bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?". Saya menatap
matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan
jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai
bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan
mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?"
Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok."
Hati saya langsung gundah mendengar responnya. Keesokan paginya, dia tidak ada dirumah, dan saya
menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat
yang bertuliskan....
"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."
Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.
"Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di
depan monitor, saya harus memberikan jari-jari saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki
programnya."
"Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya
supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang".
"Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya
harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu."
"Kamu selalu pegal-pegal pada waktu 'teman baikmu' datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan
tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal."
"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi 'aneh'. Dan harus membelikan
sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang
aku alami."
"Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus
menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan
mencabuti ubanmu."
"Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan
pasir yang indah. Menceritakan warna-2 bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu".
"Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air
matamu mengalir menangisi kematianku."
"Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu."
"Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu. aku tidak
bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu."
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha
untuk membacanya.
Terapi NurSyifa
28
"Dan sekarang, sayangku, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua
jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya
sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu."
"Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak
akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia".
Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil
tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.
Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku. Itulah cinta, di
saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat
memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain
yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan
wujud tertentu. Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga".
Ketika Cinta Terurai Menjadi Perbuatan
Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia
percaya kalau ia berada di rumah hantu.
Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera
kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun
resikonya.
Suatu saat perempuan itu berkata padanya, "Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk
mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi
seorang istri." Tapi lelaki itu malah menjawab, "Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan
menikah lagi."
Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka dikaruniai
anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa.
Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya. Lelaki itu menjawab enteng, "Aku
memutuskan untuk mencintainya. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan
semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan
wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang kurasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada
fisik."
Begitulah cinta ketika ia terurai jadi perbuatan. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam
hati...terkembang dalam kata... terurai dalam perbuatan...Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang
lemah dan tidak berdaya. Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan
tidak nyata... Kalau cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhunjam
dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan. Persis seperti iman, terpatri
dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.
Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat
ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga
punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak
setiap saat sepanjang kebersamaan.
Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus
menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati di sini adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama
bukan karena perasaan cinta yang bersemi di dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang dilahirkan
oleh perasaan cinta itu.
Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan
istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti. Cinta yang tidak terurai jadi
perbuatan adalah jawaban atas angka-angka perceraian yang semakin menganga lebar dalam masyarakat
kita.
"Jika kita memiliki kesempatan utk menjadi seseorang yg LUAR BIASA, Kenapa kita memilih utk menjadi
biasa-biasa saja? Bukankah hidup ini hanya sekali saja? Pastikan diri kita BERGUNA untuk orang banyak."
Sepuluh Wasiat Untuk Istri
Istri memegang peranan yang sangat penting dalam istana keluarganya. Maka ia dituntut untuk memahami
peranan tersebut lalu mengaplikasikannya dalam kehidupan berkeluarga. Berikut ada beberapa wasiat untuk
mereka yang berhasrat menjadi istri yang mendambakan keluarga bahagia. Semoga bisa bermanfaat bagi
kita semua. Amin.
1. Takwa kepada Allah dan menjauhi maksiat
Bila engkau ingin kesengsaraan bersarang di rumahmu dan bertunas, maka bermaksiatlah kepada Allah.
Sesungguhnya kemaksiatan menghancurkan negeri dan menggoncang kerajaan. Oleh karena itu jangan
engkau goncangkan rumahmu dengan berbuat maksiat kepada Allah.
Terapi NurSyifa
29
Wahai hamba Allah....jagalah Allah maka Dia akan menjagamu beserta keluarga dan rumahmu.
Sesungguhnya ketaatan akan mengumpulkan hati dan mempersatukannya, sedangkan kemaksiatan akan
mengoyak hati dan menceraiberaikan keutuhannya.
Karena itulah, salah seorang wanita shalihah jika mendapatkan sikap keras dan berpaling dari suaminya, ia
berkata:"Aku mohon ampun kepada Allah..itu terjadi karena perbuatan tanganku (kesalahanku).."Maka hati-
hatilah wahai saudariku muslimah dari berbuat maksiat, khususnya:
-Meninggalkan shalat atau mengakhirkannya atau menunaikannya dengan cara yang tidak benar.
-Duduk di majlis ghibah dan namimah, berbuat riya dan sum'ah.
-Menjelekkan dan mengejek orang lain. Allah berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman janganlah suatu
kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari
mereka (yang mengolok-olokkan) dan janganlah wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena)
boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan)". (QS. Al
Hujurat: 11).
-Keluar menuju pasar tanpa kepentingan yang sangat mendesak dan tanpa didampingi mahram. Rasulullah
bersabda:"Negeri yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya dan negeri yang paling dibenci Allah
adalah pasar-pasarnya" (HR. Muslim).
-Mendidik anak dengan pendidikan barat atau menyerahkan pendidikan anak kepada para pambantu dan
pendidik-pendidik yang kafir.
-Meniru wanita-wanita kafir. Rasulullah bersabda:"Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk
golongan mereka" (HR. Imam Ahmad dan Abu Daud serta dishahihkan Al-Albany).
-Membiarkan suami dalam kemaksiatannya.
-Tabarruj (pamer kecantikan) dan sufur (membuka wajah).
-Membiarkan sopir dan pembantu masuk ke dalam rumah tanpa kepentingan yang mendesak.
2. Berupaya mengenal dan memahami suami
Hendaknya engkau berupaya memahami suamimu. Apa -apa yang ia sukai, berusahalah memenuhinya dan
apa-apa yang ia benci, berupayalah untuk menjauhinya dengan catatan selama tidak dalam perkara maksiat
kepada Allah karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Al-Khalik (Allah 'Azza
Wajalla).
3. Ketaatan yang nyata kepada suami dan bergaul dengan baik.
Sesungguhnya hak suami atas istrinya itu besar. Rasulullah bersabda:"Seandainya aku boleh
memerintahkanku seseorang sujud kepada orang lain niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada
suaminya" (HR. Imam Ahmad dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albany).
Hak suami yang pertama adalah ditaati dalam perkara yang bukan maksiat kepada Allah dan baik dalam
bergaul dengannya serta tidak mendurhakainya. Rasulullah bersabda:"Dua golongan yang shalatnya tidak
akan melewati kepalanya, yaitu budak yang lari dari tuannya hingga ia kembali dan istri yang durhaka
kepada suaminya hingga ia kembali" (HR. Thabrani dan Hakim, dishahihkan oleh Al-Albany).
Ketahuilah, engkau termasuk penduduk surga dengan izin Allah, jika engkau bertakwa kepada Allah dan taat
kepada suamimu. Dengan ketaatanmu pada suami dan baiknya pergaulanmu terhadapnya, engkau akan
menjdai sebaik-baik wanita (dengan izin Allah).
4. Bersikap qanaah (merasa cukup)
Kami menginginkan wanita muslimah ridha dengan apa yang diberikan untuknya baik itu sedikit ataupun
banyak.
Maka janganlah ia menuntut di luar kesanggupan suaminya atau meminta sesuatu yang tidak perlu.
Renungkanlah wahai saudariku muslimah, adabnya wanita salaf radhiallahu 'anhunna.Salah seorang dari
mereka bila suaminya hendak keluar rumah ia mewasiatkan satu wasiat kepadanya. Apakah itu??? Ia
berkata pada suaminya:"Hati-hatilah engkau wahai suamiku dari penghasilan yang haram, karena kami bisa
bersabar dari rasa lapar namun kami tidak bisa bersabar dari api neraka."
5. Baik dalam mengatur urusan rumah tangga, seperti mendidik anak-anak dan tidak
menyerahkannya pada pembantu, menjaga kebersihan rumah dan menatanya dengan baik dan
menyiapkan makan pada waktunya.
Termasuk pengaturan yang baik adalah istri membelanjakan harta suaminya pada tempatnya (dengan baik),
maka ia tidak berlebih-lebihan dalam perhiasan dan alat-alat kecantikan.
6. Baik dalam bergaul dengan keluarga suami dan kerabat-kerabatnya, khususnya dengan ibu suami
sebagai orang yang paling dekat dengannya.
Wajib bagimu untuk menampakkan kecintaan kepadanya, bersikap lembut, menunjukkan rasa hormat,
bersabar atas kekeliruannya dan engkau melaksanakan semua perintahnya selama tidak bermaksiat kepada
Allah semampumu.
7. Menyertai suami dalam perasaannya dan turut merasakan duka cita dan kesedihannya.
Jika engkau ingin hidup dalam hati suamimu, maka sertailah ia dalam duka cita dan kesedihannya.
Renungkanlah wahai saudariku kedudukan Ummul Mukminin, Khadijah radhiallahu 'anha, dalam hati
Rasulullah walaupun ia telah meninggal dunia.. Kecintaan beliau kepada Khadijah tetap bersemi sepanjang
hidup beliau, kenangan bersama Khadijah tidak terkikis oleh panjangnya masa. Bahkan terus mengenangnya
Terapi NurSyifa
30
dan bertutur tentang andilnya dalam ujian, kesulitan dan musibah yang dihadapi. Seorangpun tidak akan lupa
perkataannya yang masyur sehingga menjadikan Rasulullah merasakan ketenangan setelah terguncang dan
merasa bahagia setelah bersedih hati ketika turun wahyu pada kali pertama:" Demi Allah, Allah tidak akan
menghinakanmu selamanya. Karena sungguh engkau menyambung silaturahmi, menaggung orang lemah,
menutup kebutuhan orang yang tidak punya dan engkau menolong setiap upaya menegakkan kebenaran".
(HR. Mutafaq alaihi, Bukhary dan Muslim).
8. Bersyukur (berterima kasih) kepada suami atas kebaikannya dan tidak melupakan keutamaannya.
Wahai istri yang mulia! Rasa terima kasih pada suami dapat kau tunjukkan dengan senyuman manis di
wajahmu yang menimbulkan kesan di hatinya, hingga terasa ringan baginya kesulitan yang dijumpai dalam
pekerjaannya. Atau engkau ungkapkan dengan kata-kata cinta yang memikat yang dapat menyegarkan
kembali cintamu di hatinya. Atau memaafkan kesalahan dan kekurangannya dalam menunaikan hak-hakmu
dengan membandingkan lautan keutamaan dan kebaikannya kepadamu.
9. Menyimpan rahasia suami dan menutupi kekurangannya (aibnya).
Istri adalah tempat rahasia suami dan orang yang paling dekat dengannya serta paling tahu kekhususannya.
Bila menyebarkan rahasia merupakan sifat yang tercela untuk dilakukan oleh siapapun, maka dari sisi istri
lebih besar dan lebih jelek lagi. Saudariku, simpanlah rahasia-rahasia suamimu, tutuplah aibnya dan jangan
engkau tampakkan kecuali karena maslahat yang syar'I seperti mengadukan perbuatan dhalim kepada
Hakim atau Mufti atau orang yang engkau harapkan nasehatnya.
10. Kecerdasan dan kecerdikan serta berhati-hati dari kesalahan.
Termasuk kesalahan adalah: Seorang istri menceritakan dan menggambarkan kecantikan sebagian wanita
yang dikenalnya kepada suaminya. Padahal Rasulullah telah melarang hal itu dalam sabdanya:"Janganlah
seorang wanita bergaul dengan wanita lain lalu mensifatkan wanita itu kepada suaminya sehingga seakan-
akan suaminya melihatnya" (HR. Bukhary dalam An-Nikah).
"Untuk para istri yang berhasrat menjadi penyejuk hati dan mata suaminya. Semoga Allah memeliharamu
dalam naungan kasih sayang dan rahmatNya. Amin."
Menunda Kesempatan!
sekedar refleksi diri....!
Ada seorang pengusaha muda yang pagi itu terburu-buru berangkat kantor karena ia bangun rada
kesiangan. Sementara pagi itu ia ada meeting dengan rekan bisnis-nya. Karena terburu-buru, ia tidak sempat
menikmati sarapan pagi buatan isterinya. Ia lalu memutuskan untuk mampir ke sebuah toko untuk membeli
roti sebagai ganti sarapan pagi. Pikirnya, "nanti roti ini dimakan di kantor saja".
Ketika ia sedang memilih roti yang hendak dibelinya, matanya tertarik mengamati seorang anak kecil berusia
kira-kira sepuluh tahun yang sedang memilih bunga di toko sebelah. Anak kecil ini terlihat sedang tawar
menawar harga bunga dengan pelayan toko tersebut.
"Mbak, harga bunga ini berapa?" tanyanya kepada pelayan toko. "Lima puluh ribu rupiah", jawab sang
pelayan. Kemudian ia memilih bunga yang lain dan bertanya kembali, "Kalau bunga yang ini berapa?".
"Ini lebih mahal lagi, seratus lima puluh ribu rupiah!" jawab sang pelayan. "Kalau yang ini berapa?" tanyanya
sambil menunjukkan bunga yang lebih bagus lagi. "Ini harganya dua ratus lima puluh ribu, nak!" jawab sang
pelayan. Anak ini terlihat bingung karena harga bunganya bertambah tinggi, sementara ia tidak menyadari
bahwa bunga yang ia tunjuk itu bunga yang paling bagus. Dengan sedih ia bertanya, "Adakah bunga yang
harganya lima ribu?".
Anak ini ternyata hanya memiliki uang lima ribu rupiah walau keinginannya untuk mendapatkan bunga itu
sangat besar. Belum sempat pelayan toko itu menjawab, pengusaha muda ini segera bertanya kepada sang
anak, "Nak, kamu mau beli bunga buat siapa?"
Kemudian anak ini menjawab, "Saya mau beli bunga buat mama, karena hari ini mama ulang tahun!"
Pengusaha muda ini tersentak, dalam hatinya ia berkata, "Wah... mati aku, aku lupa! Hari ini isteriku ulang
tahun. Aku belum mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. Kalau sampai aku lupa, ia bisa marah!"
Segera ia berkata kepada pelayan toko, "Mbak, saya beli bunga ini. Saya beli 2 ikat. Satunya buat anak ini.
Tolong nanti antar bunga ini ke alamat rumah saya," katanya sambil memberikan kartu namanya. Kemudian
pengusaha muda itu memberikan bunga tersebut kepada sang anak dan mengucapkan terima kasih sudah
mengingatkannya bahwa hari ini ternyata isterinya juga berulang tahun. Anak itu kemudian pergi.
Pengusaha ini segera bergegas ke mobilnya dan melanjutkan perjalanan ke kantor. Ketika ia sedang
mengendarai mobil, ia melewati anak kecil tadi sedang berjalan. Iapun berhenti dan bertanya apakah ia satu
jurusan dengannya. Anak kecil itu mengiyakan dan kemudian masuk ke dalam mobilnya. Sampai di suatu
tempat yang agak sepi anak ini minta turun. Pengusaha muda tersebut heran melihat anak kecil ini masuk
melewati sebuah lorong kecil.
Karena penasaran, ia mengikuti sang anak dari belakang. Betapa terkejutnya ia ketika melihat anak kecil ini
menaruh bunganya di sebuah gundukan tanah kuning yang masih basah.
Kemudian ia bertanya, " Nak, ini kuburan siapa? " Anak kecil itu kemudian menjawab, " Oom, hari ini mama
ulang tahun. Tetapi sayang, mama baru saja meninggal dua hari yang lalu. Oleh sebab itu saya datang ke
Terapi NurSyifa
31
tempat ini untuk membawakan mama bunga dan mengucapkan selamat ulang tahun." Pengusaha muda itu
begitu tersentak dengan perkataan anak ini.
"Apakah isteriku masih hidup saat ini? " tanyanya dalam hati. Segeralah ia berlari masuk ke mobil,
mengendarainya dengan kecepatan tinggi dan menuju ke toko tadi. Dengan terengah-engah ia berkata
kepada pelayan toko, "Mana bunga yang tadi saya beli? Bunganya tidak usah dikirim, biar saya saja yang
langsung memberikannya ke tangan isteri saya. " Dengan cepat ia menyambar bunga tersebut dan menyetir
pulang. Sampai di rumah, ia segera berlari mendapatkan isterinya. "Puji Tuhan! Isteriku masih hidup! "
Sambil memberikan bunga ia berkata, " Isteriku, selamat ulang tahun". Kemudian ia mencium dan memeluk
isterinya kuat-kuat sambil mengucap syukur kepada Tuhan. Sambil menangis ia berkata, " Terima kasih,
Tuhan. Engkau masih memberikan kesempatan kedua kepadaku. "
*************
Banyak diantara kita terlalu sibuk dengan aktifitas sehari-hari. Aktifitas dan rutinitas ternyata sudah '
membunuh ' perhatian dan momen-momen penting yang harus dinikmati bersama orang-orang yang kita
kasihi; orang tua, suami, isteri, anak-anak, dan saudara-saudara kita. Demi mengejar karier, uang dan
jabatan bahkan pelayanan banyak orang melupakan keluarga.
Seorang businessman hanya berpikir bahwa memenuhi kebutuhan materi isteri dan anak-anak sudah
membuatnya merasa menjadi ayah yang baik. Seorang pelayan Tuhan berpikir bahwa dengan sibuk dalam
pelayanan dan dikenal di mana-mana sudah membuatnya merasa menjadi orang yang benar di dalam
keluarganya.
Kita tidak sadar, kita sudah salah jika berpikir demikian. Hari ini, kalau kita masih diberi kesempatan untuk
hidup semua hanyalah kasih karunia Tuhan. Oleh sebab itu, jangan tunggu sampai besok untuk
menunjukkan kasih dan sayang kita kepada orang-orang disekitar kita, terutama orang-orang yang paling
dekat dengan kita. Jangan tunggu mereka mati kita baru menyadarinya. Jangan tunggu sampai besok!
Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan hari esok. Jika kita masih hidup pada hari ini berarti ini
kesempatan kedua buat kita. Ambil kesempatan kedua yang Tuhan anugrahkan buat kita hari ini.
Bersyukurlah.
Talk about Love...
Jika kamu memancing ikan, setelah ikan itu terlekat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu.
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja. Karena ia akan sakit oleh karena
bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.
Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang. Setelah ia mulai
menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya.
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja karena dia akan terluka oleh kenangan bersamamu
dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingatmu.
Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah
menganggap ia begitu teguh, cukuplah sekadar keperluanmu.
Apabila sekali ia retak tentu sukar untuk kamu menambalnya semula, akhirnya ia dibuang.
Sedangkan jika kamu coba membaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi.
Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya.
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa.
Anggaplah dia manusia biasa.
Apabila sekali dia melakukan kesilapan bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya, akhirnya kamu kecewa
dan meninggalkannya. Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus hingga
ke akhirnya.
Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi, yang kamu pasti baik untuk dirimu. Mengenyangkan, berkhasiat.
Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang lain. Terlalu ingin mengejar kelezatan. Kelak, nasi
itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya. Kamu akan menyesal.
Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan, yang kamu pasti membawa kebaikan kepada
dirimu, Menyayangimu, Mengasihimu.
Mengapa kamu berlengah, coba membandingkannya dengan yang lain. Terlalu mengejar kesempurnaan.
Kelak, kamu akan kehilangannya apabila dia menjadi milik orang lain, kamu juga yang akan menyesal...
Terapi NurSyifa
Telah Berpengalaman Mengobati sejak Tahun 1984
Mengobati Berbagai Penyakit Medis maupun Non Medis hingga
Kronis Sekalipun, Melancarkan Rejeki Yang Macet-Seret,
Menuju Kehidupan Yang Tentram, Bahagia dan Sejahtera
Alternatif Pengobatan Terbaik dan Terpercaya dengan Kemukjizatan Surat Al Fatihah Al Quran
yang Luarbiasa, Terapi NurSyifa' Berhasil Memadukan Pengobatan Islami Mukjizat Al Qur'an dengan Terapi
Biologi dan resep Obat Ramuan Herbal (Jamu) khazanah Nusantara. Hasilnya adalah Pengobatan Revolusioner
yang Mampu Mengobati berbagai macam Penyakit hingga Kronis sekalipun, yang telah Teruji dan Terbukti
Ampuh & Manjur Menyembuhkan berbagai Penyakit selama puluhan tahun terakhir.
Terapi NurSyifa Memperkenalkan Islam dari Sisi (Aspek) Kerejekian Islami, Berupa 5 Hikmah
Kemukjizatan Surat Al Fatihah : 1. Hikmah Kesembuhan & Kesehatan, 2. Hikmah Kehidupan yg Tenang, Tentram
& Bahagia, 3. Hikmah Kerejekian & Kehidupan Baru yg Lebih Baik, Rejeki Lancar Berlimpah, 4. Hikmah
Perlindungan & Keselamatan, 5. Hikmah Meningkat Iman, Taqwa & Ibadah kpd Allah SWT.
Mengobati dengan Mengalirkan Enerji Sinar Penyembuh NurSyifa yang
Luarbiasa dan Datangnya dari Allah Yang Maha Penyembuh, serta Penerapan
berbagai Keilmuan yang Dahsyat berdasar Teknologi Al Quran yang Canggih,
Terbukti Mampu Mengobati berbagai Penyakit Kronis seperti : Tumor, Kanker, Jantung
Koroner - Bocor, HIV, Stroke, Radang Otak, Asma, Sinusitis, Gagal Ginjal, Mandul,
TBC, Hepatitis A-B-C, Hypertensi, Diabetes, Prostat, Maag, Sakit Kepala Migrain Akut,
Penyempitan Pembuluh Darah, Wasir, Ambeien, Tokso, Kencing Batu, Asam Urat,
Pengapuran, Keropos Tulang, berbagai Penyakit Anak2, Down Syndrome, Autis dan
penyakit para Orang Tua Manula, Rematik, Asam Urat, Pengapuran, sakit Persendian,
Lemah, Pelupa, Narkoba, Gangguan Makhluk, Buang Susuk, Santet, Kasus Rumah Tangga-Pacar-Bisnis,
Menyambung Tali Kasih, Melenyapkan Dendam-Sakit Hati, Melupakan Kekasih-Pasangan yang Pergi,
Membuang Sial-Penderitaan, dll.
Biaya 1x Terapi Pengobatan Rp. 100.000,- Keikhlasan, Sudah Termasuk Obat/Jamu, Madu.
***Terapi NurSyifa merupakan Rangkuman dari Khazanah Pengobatan Para Nabi & Rasul, dan dari berbagai
Kitab2 Rahasia Pengobatan para Wali-Allah berdasarkan Al Qur'an dan Hadits yang selama puluhan tahun ini
telah diuji dan disesuaikan hingga Mencapai Format Terbaik ! Mengapa Terapi NurSyifa' memiliki efek yang
begitu ajaib ? Sebab dalam bimbingan prinsip super-normal Teknologi Al Qur'an, akan menghasilkan
Efek Penyembuhan, Perbaikan, Keberhasilan yang super normal juga.
Kami di NurSyifa Tidak Bersekutu Berkolusi dgn Makhluk (Jin, Khodam, Setan, dll.)
Insya Allah Tidak Menyimpang dari Syariat Agama Islam
> Terapi Pengobatan ini Untuk Umum (Muslim dan Non Muslim) <
Kami Insya Allah Mampu Mengobati Penyakit :
RAGA ROHANI REJEKI
Ilmu Laser utk Penghancur
Penyakit Kanker Payudara
Penyaluran Energi Sinar
Penyembuh NurSyifa
Pembersihan Diri untuk Mencabut
Makhluk Pengganggu
Doa Berjamaah untuk
Penyembuhan Penyakit Kronis
Yayasan NurSyifa
Jl. Gang Tembok no. 26, Kalipasir Menteng Raya Jakarta Pusat 10340
Telepon : (021) 3147850 Hp. : 0816 1423923 - 0856 10 51020 - 021 98877826
Email : pengobatan26@yahoo.com
Kunjungi Web-Site Kami : www.pengobatan.com atau www.nursyifa.net
Jadwal Praktek Terapi : Hari Senin s/d Sabtu, Pagi Jam 09.00 14.00, Sore Jam 17.00 21.00
Khusus Hari Minggu, Jam 09.00 15.00 (Malam Libur)
LAYANAN & PROGRAM YANG BISA
ANDA PEROLEH DI NURSYIFA' :
1. Konsultasi Spiritual : Penyakit Medis-Non Medis, Bisnis, Tender-Proyek, Karir-Pangkat-Jabatan,
Pekerjaan, Usaha, Mencari Pekerjaan yang Cocok, Mencari Sekolah/Pendidikan Formal yang Sesuai,
Mencari Jodoh Sejati, Kehilangan Barang, Kehilangan Keluarga, Suami-Istri-Anak-Keponakan-dll,
Merukunkan Pasangan, Menyambung Tali Kasih, Mengatasi Gangguan PIL/WIL, Perselingkuhan,
Membantu Mempercepat Jual Beli Rumah-Tanah, dll.
2. Pengobatan Ilahiyah : Penyakit Medis dan Non Medis hingga Kronis, Tumor, Kanker Ganas, Gangguan
Emosional-Pikiran-Psikologis (stres, depresi, was-was, dll.), semua Gangguan Jantung sampai Koroner,
Penyakit Dalam hingga Berat, Autis - Down Syndrome, Gangguan Kromosom hingga Genetika, Gangguan
Metabolisme - Biologi, dll. Metode : Perpaduan Pengobatan Islami-Spiritual, Pengobatan Biologi - Herbal -
Jamu, Lifestyle Medicine - Pola Hidup Perilaku & Berpikir Sehat / positif.
3. Pembersihan Diri : Membersihkan dari Sisi Gelap, Sifat, Kebiasaan Buruk dan Perilaku Negatif, Mengisi
dengan Sifat - Akhlak yang Baik (Nur Akhlaqul Karimah), Mengisi dengan Cahaya Asmaul Husna, Sifat-sifat
Allah yang Indah, Luhur dan Agung, melenyapkan yang Menghijab Doa - Menghalangi datangnya Rejeki,
Menemukan Jalan Keluar yang Terbaik atas segala Permasalahan, Terbukanya Pintu Rejeki, dll.
4. Buka Aura Nur Ilahi : Program untuk Meningkatkan Harkat & Taraf Kehidupan Lebih Baik sehingga
Terlihat Menonjol diantara yang Lainnya, Mencapai Total Beauty, Bimbingan Lengkap berbagai Cara untuk
Mencapai Keberhasilan - Kesuksesan, Kebahagiaan, Beruntung, Berlimpah Rejeki, Mempesona,
Berkharisma, Berwibawa, Daya Tarik Pesona, Membangkitkan Inner Power dgn Teknologi Pikiran
Quantum NurSyifa : Imajinasi, Kreatifitas, Daya Pikir, Intuisi, Naluri, Bakat Terpendam, Potensi, dll.,
Membangun Percaya Diri & Kepribadian yang Kuat, Memperbaiki/Menutupi Kelemahan & Sisi Negatif,
Meningkatkan Iman, Taqwa & Ibadah, dll. Bersifat Umum, Personal ataupun Secara Kolektif di Perusahaan
untuk Pengembangan Potensi & Kepribadian Karyawan Membentuk Team Work, Tenaga Kerja yg Efektif,
Kreatif, Handal, Jujur, Luhur, Beriman dan Terpercaya.
5. Pengembangan Potensi Diri : Program untuk Melatih Menggunakan berbagai Potensi, Kekuatan dan
Kemampuan dalam Diri untuk menghadapi Tantangan dan Rintangan dalam Perjalanan Kehidupan dengan
berbagai Keilmuan yang Bersumber kepada al-Quran dan Hadits. Meningkatkan Popularitas, Karir, Usaha,
Jabatan, Pangkat, Kedudukan, Penghasilan, dll.
6. Program Kecerdasan Anak : Meningkatkan Kecerdasan Anak pada Usia Pertumbuhan (umur 1
sampai 12 tahun - Kondisi Sehat), Membangun Imajinasi - Kreatifitas, Meningkatkan Daya Pikir, Daya
Tangkap, Ingatan, Intuisi, Naluri, Memunculkan Bakat Terpendam, Potensi, Meningkatkan Aspek Spiritual
dan Multi Intelegencies - Kecerdasan Terpadu (IQ EQ - SQ), Menggunakan Teknologi Stimulasi Otak dan
Jaringan Tubuh hingga ke Tingkat Sel, dll. > NurSyifa Brain Theraphy Plus
+++
7. Berbagai Pelatihan & Keilmuan : Meningkatkan Kemampuan, Potensi dan Taraf Kehidupan dengan
Memberi Bimbingan dan Pelatihan berbagai Metode, Cara dan Keilmuan yang Bermanfaat guna Menunjang
dan Membantu Perjalanan Kehidupan Kearah Keberhasilan, Kesuksesan dan Rejeki yang Lancar.
(Pelatihan Pengobatan Nur Ilahi, Pelatihan Tuntunan Karir Kerejekian, Pelatihan Ghostbuster, dll.)
8. Kegiatan Ibadah & Spiritual : Dzikir Bersama Asmaul Husna-Asmaul Idzhom, Dzikir Kerejekian
NurSyifa, Bimbingan Sholat Tobat Bersama, Dzikir Mohon Kesembuhan Berjamaah, Tirakatan Wisata
NurSyifa, Ziarah Wisata ke Para Wali Allah, Senam Gaib NurSyifa, Siraman Rohani Islami, dll.
9. Kegiatan Bhakti Sosial : Santunan Mingguan kepada para Jompo, Anak Yatim dan Fakir Miskin,
Senam Ceria NurSyifa - Olah Raga dan Bergembira bersama Ratusan Peserta Lainnya di Alam Terbuka,
Senam Gaib NurSyifa, Terapi Pengobatan Masal, Pelatihan Menyerap Enerji Nur Syamsi, dll. Semua
dilakukan secara Gratis dan Terbuka untuk Umum.
10. Pagar Diri & Pagar Gaib : Membersihkan & Melindungi Rumah, Kantor, Tempat Usaha dan Asset,
Keluarga dan Diri dari Gangguan Pengaruh Jahat-Energi Negatif-Hawa Kegelapan-Makhluk (Santet/Teluh),
Melancarkan dan Menarik Masuk Rejeki - Penglarisan Usaha dengan Cara yang Halal, Memberikan Rasa
Tenang-Nyaman-Aman-Tentram dan Berlimpah Rejeki, dll.
11. Layanan Lainnya : Tolak Bala - Pawang Hujan Membuang & Membersihkan Susuk - Wafak Kaligrafi
Kerejekian - Pengisian dengan Energi Nur Ciptaan Allah - Pengisian dengan Nur Asmaul Husnah & Sifat-
sifat Baik (Nur Akhlaqul Karimah) - Program Peningkatan Kecerdasan, Ingatan & Daya Pikir - Program
Peningkatan IQ - EQ SQ, Manajemen Stres, Meningkatkan Taraf Kehidupan, Selamatan Rumah, Kantor,
Tempat Usaha, Meningkatkan Ibadah kepada Allah SWT, dll.
Dengan TERAPI NURSYIFA Mencapai
Sehat Sukses Sejahtera Berlimpah Rejeki Bahagia Dunia Akherat
Program Buka Aura Nur Ilahi NurSyifa
1
9 Alasan Ikut Program
Buka Aura Nur Ilahi

Tujuan Utama dalam program Buka Aura Nur Ilahi

adalah untuk :
Meningkatkan Kualitas Kehidupan Anda, tentunya Kualitas tersebut akan bisa meningkat bila Anda
mau berupaya dan berusaha Meningkatkan Kualitas Diri..
Kualitas Diri bisa meningkat bila Anda mau merubah Pola Pikir (dengan Mengikuti Program Buka
Aura Nur Ilahi tentunya), dimana dengan adanya Perubahan Pola Pikir yang baru tentunya akan
berdampak pada perubahan Pola Perilaku Anda (yang akan berdampak pada perubahan dalam
Sikap, Tindakan, Ucapan, Pemikiran, dsbnya)
Anda akan dibimbing untuk Membangun dan Membentuk Kebiasaan-kebiasaan Baru yang Lebih Baik
(Kebiasaan dalam Berpikir dan Berperilaku), mengubah Aktivitas Ritual Keseharian (Bekerja dan Ber-
Ibadah) menjadi Aktivitas Spiritual yang melibatkan unsur Jiwa (Hati dan Pikiran) agar bisa
mendapatkan Manfaat yang Lebih Luar BiasaMemperbaiki Kesehatan Diri Anda dalam segala
hal (Kesehatan Jiwa, Kesehatan Raga-Rohani, Kesehatan Rejeki, Kesehatan Hubungan dgn
Sesama, Kesehatan Hubungan dgn Allah).
Kumpulan dari Pola Pemikiran dan Pola Kebiasaan yang ada di diri Anda saat ini
akan Membentuk Hidup Anda.Membentuk Nasib Anda..
Program Pembelajaran yang Sistematis ini akan memberikan Manfaat yang Sangat Luar Biasa :
1. Memiliki Pemahaman yang Lebih Baik dalam Ber-Ibadah (Metode Berdoa, Zikir, Sholat,
dsbnya), Meningkatkan Keyakinan dalam Ber-Ibadah, mendekat pada Allah.
2. Memiliki Hubungan yang Semakin Harmonis dengan siapapun (Keluarga, Rekan kerja-bos-
klien, teman, dsbnya), mengetahui cara Menjaga dan Memeliharanya.
3. Memiliki Kekuatan Lahir maupun Bathin sehingga lebih sanggup dan mampu menghadapi
situasi kondisi sesulit apapun dengan Sikap yang Terbaik, selalu bersandar pada Allah.
4. Memiliki Jiwa (Hati dan Pikiran) yang semakin meningkat Kualitasnya (Tenang, Tentram,
Sabar, Tabah, Bahagia, Ikhlas, Banyak BerSyukur, Selalu Bersemangat).
5. Memiliki Kepekaan Rasa-Bathin yang semakin Tajam dan Terasah agar dapat menangkap
berbagai Peluang dan Kesempatan yang bermanfaat untuk memperoleh Kehidupan yang Lebih
Baik disegala bidang.
6. Memiliki Kemampuan yang Lebih Baik dalam Menyusun Langkah Praktis dan Aplikatif dalam
Penyelesaian Masalah dan Mewujudkan Harapan-Impian.
7. Memiliki Keyakinan yang Kuat, Fokus dan Lebih Terarah dalam Mewujudkan Impian dan
mempermudah dalam Proses Pencapaiannya.
8. Memiliki Berbagai Metode Keilmuan yang Bermanfaat untuk Mengatasi berbagai Tantangan
dalam Kehidupan (Membuat Benteng Perlindungan Diri, Pembersihan Diri, Meningkatkan Daya
Tarik Pesona, Deteksi Niat Jahat, Penyembuhan Diri, dsbnya).
9. Memiliki Keseimbangan dalam Kehidupan (Dunia Akherat), Senantiasa hidup dalam ridho
Allah sehingga mampu menjalani kehidupan Dunia dengan penuh Kebahagiaan untuk
mempersiapkan kehidupan Akherat yang penuh nikmat. Berlimpah dalam banyak hal.
Kesemua hal tersebut bisa Anda peroleh tentunya dengan mengikuti Program Buka Aura Nur
Ilahi

dengan Baik Benar dan Disiplin..


Program Buka Aura Nur Ilahi NurSyifa
2
Investasi yg Bermanfaat utk Mencapai Puncak
*Dengan Telah Tersebar Luasnya Manfaat dari Buka Aura Islami di NurSyifa' yang Aman dan
Sesuai dengan Ajaran Islam, Maka Semakin Banyak saja Peserta Buka Aura Pesona Nur Ilahi
yang Berdatangan bahkan dari Negara2 Tetangga untuk Memperoleh Manfaatnya yang
Besar, Mempesona, Berkharisma, Disukai, Disayangi Banyak Orang, Sukses dan Berlimpah
Rejeki, Lebih Dekat pada Allah !
Bimbingan Secara Mudah dan Tercepat untuk Membangkitkan, Mengembangkan Kekuatan,
Kemampuan dan Potensi yang Tersebunyi dalam Diri secara Aman dan Islami
" SUKSES Bisa Diciptakan ! Wujudkan Cita-citaMu Melalui Program BUKA AURA ! "
" PANCARKAN Pesona Nur Ilahi Dari Dalam DiriMu Dengan Program BUKA AURA di
NURSYIFA' "
" Sampai Saat Ini TERAPI NURSYIFA' Tetap Sebagai Pilihan yang Terbaik Untuk Program
BUKA AURA "
( Program-programdi Terapi NurSyifa' Berdasar &Menggunakan Teknologi Al-Qur'an )
Coba bayangkan, betapa indahnya hidup ini bila bisa selalu mengambil pilihan yang
benar..... Bila mengetahui cara untuk mencapai Sukses dan Keberhasilan dalam segala sesuatu
yang dikerjakan, mulai dari memecahkan masalah hidup sehari-hari hingga menikmati hubungan
yang dinamis dan memuaskan.
Bilamana bangun di pagi hari, berbagai inspirasi, ide-ide dan semangat terkumpul didalam diri,
ternyata Kita telah memiliki kekuatan dan telah mampu menyingkap rahasia penggunaan kekuatan
tersembunyi yang hebat tersebut. Kekuatan rahasia yang tersembunyi itu adalah hak setiap
orang, yaitu orang-orang yang telah diaktifkan energi Nur Ilahi-nya, yang bisa
mambangkitkan berbagai kekuatan & kemampuan seperti : Indra ke-6, kekuatan bathin, ESP,
intuisi, firasat yang peka, dll.
Program Buka Aura Nur Ilahi

ini akan memberi bimbingan dan pelatihan, cara yang mudah


dan cepat untuk membangkitkan - mengaktifkan kekuatan yang Maha Dahsyat tapi tersembunyi ini,
sehingga Kita pun menjadi orang yang lebih bahagia, sehat dan berkembang seutuhnya, seperti
yang Kita kehendaki. Secara cepat akan diberikan bimbingan, berbagai pelatihan praktis, keilmuan,
dll. ini akan memampukan Kita untuk mewujudkan sejumlah besar manfaat jasmani dan rohani.
Mulai dari cara mengaktifkan kekuatan / energi Nur Ilahi, mengendalikan dan menggunakannya
untuk berbagai hal mulai dari menyelamatkan diri dari bahaya dengan membuat tabir perlindungan
untuk diri sendiri dan keluarga Kita, membangkitkan kemampuan gerak, kepekaan rasa hingga
aktifnya mata bathin*.
Semua hal tersebut bersifat nyata dan bisa dirasakan dan dibuktikan langsung sejak Kita
telah memulai memasuki program ini dalam waktu singkat. Berbagai kemampuan bisa segera
Kita dapatkan dan dalam genggaman. Syaratnya, Kita harus tekun dan sabar mengikuti terapi dan
berbagai petunjuk yang diberikan dengan membebaskan pikiran dari belenggu tembok-tembok
penghalang yang membatasi kemampuan. Bebaskan Kemampuan Bathin yang Adi Kodrati ini !
Bayangkan, menjalani kehidupan seperti apa yang Kita inginkan? Dan Terapi NurSyifa' akan
membantu untuk mewujudkannya.......
Aura-Energi yang Dipancarkan Seseorang
Setiap orang Memancarkan Cahaya atau Energi, bila mana terang cahayanya, maka terang juga
masa depannya, sebaliknya bilamana redup, atau bahkan gelap cahayanya, maka redup dan
gelaplah juga masa depannya.
Bila terang cahayanya, maka rejeki, keberuntungan, nasib baik, kesejahteraan akan selalu
menaunginya. Sebaliknya bila redup atau gelap cahayanya, maka musibah, kesialan, emosi, akan
selalu mengiringinya, bila dikasih modal usaha maka akan merugi, habis modalnya bahkan
Program Buka Aura Nur Ilahi NurSyifa
3
terlibat hutang dan hidup selalu dalam kesulitan dan banyak masalah, hubungan dengan
sesama pun tidak harmonis, bahkan kurang disukai.
Energi yang dipancarkan ibarat Alunan Musik :
Energi yang dipancarkan seseorang ibarat alunan musik, bisa mempengaruhi setiap orang
disekelilingnya, seringkali kita tidak menyukai seseorang padahal belum kenal dan baru saja jumpa,
atau sebaliknya sangat mengagumi penampilan seseorang yang melintas dihadapan kita...., itu
karena energi - Aura yang dipancarkan oleh orang itu......
Bila Pengarang lagu menyusun irama musik sedemikian indahnya sehingga alunannya
terdengar merdu, Di NurSyifa' berdasarkan Teknologi Al-Qur'an, pancaran energi - Aura ini bisa
disusun sesuai dengan (program) keinginan kita. Kita bisa menampilkan (Memancarkan) pengaruh,
pesona, daya-tarik pemikat, bahkan berbagai metode untuk mempengaruhi orang agar percaya
dan suka kepada kita ( *dengan menggunakan berbagai ilmu yang bisa dipelajari, ilmu Wajahtu -
Sabda, Sugesti Raga, dll.).
Cahaya itu sendiri milik Allah SWT (QS. An-Nuur ayat 35), Cahaya diatas Cahaya. Bimbingan
Metode untuk menyerap - menerima berbagai energi Ciptaan Allah dan cara memancarkannya
akan diberikan hingga bisa dimanfaatkan untuk menuju ke kehidupan yang lebih baik dan sejahtera.
Dibutuhkan suatu proses pembelajaran untuk memahami dan menguasainya (*di NurSyifa kami
tidak memberikan Metode Instant, tapi melalui satu Proses Pembelajaran untuk Membangun Pola
Pikir yang Lebih Baik).
Buka Aura Pesona, Daya Tarik Pemikat, Sukses, Beruntung :
Firman Allah : "Perintahkan kepada keluargamu supaya Sembahyang, dan Sabarlah dalam
melaksanakannya, Kami (Allah) tidak menuntut (keluarga) kamu supaya mencari Rizqi, Kami
(Allah) yang menjamin Rizqimu, dan akibat (kemenangan yang terakhir) bagi orang-orang
yang Bertaqwa"
(QS. Ath-Thaha : 132)
Firman Allah : " Aku selalu menuruti sangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku selalu
menyertainya ketika ia berzikir kepada-Ku. Dan jika ia ingat kepada-Ku di dalamjiwanya,
maka Akupun mengingatnya di dalamZat-Ku. Dan jika ia ingat kepadaku ditempat ramai,
Akupun mengingatnya ditempat ramai yang lebih baik daripadanya. J ika ia mendekat
kepada-Ku sejengkal, Aku pun mendekat kepadanya sehasta, jika ia mendekat kepada-Ku
sehasta, maka Aku pun ingat kepadanya satu depa. Dan jika ia datang kepada-Ku dengan
berjalan, Aku pun akan datang kepadanya dengan berlari cepat "
(Hadits Qudsy)
Memohon Hanya kepada Allah, Mengharapkan Pertolongan & Ridho-NYA
Kami di NurSyifa' tidak bersekutu - berkolusi dengan Makhluk Halus seperti Jin, Tuyul,
Khodam, Setan, dll., Dan Insya Allah Tidak menyimpang dari Syariat dan Akidah Islamiyah
Apakah ini yang Anda Inginkan? Kehidupan yang Tenang, Tenteram, Aman, Damai &
Berlimpah Rejeki? Mencapai Keberhasilan, Kesuksesan, Meningkat Karir, jabatan, Usaha,
Bisnis dan Penghasilan? Menjadi Populer, Disukai, Disayangi, Banyak Teman? Coba di
Terapi NurSyifa'.
Terapi NurSyifa' memberikan bimbingan Teknik dan Tata Cara : Berzikir, Pernafasan,
Konsentrasi-Meditasi Zikir, Pembersihan Diri, Pembangkitan dan Pengaliran Energi serta
cara memancarkan Aura, Pengaktifan Nur Ilahi dan cara menghubungi/Terhubung pada Allah
agar selalu On line ke diri Kita sehingga memperoleh Tuntunan dari Allah utk memperoleh
Program Buka Aura Nur Ilahi NurSyifa
4
kehidupan yg lebih baik rejeki lancar berlimpah, program dan bimbingan yg banyak
manfaatnya utk kehidupan, mengoptimalkan-memaksimalkan kinerja otak-daya pikir dan sel-
sel jaringan tubuh agar Pikiran jernih, Cerdas dan Tubuh yg Sehat, kuat berstamina.
Kemampuan Gerak Hati
Pernahkah Anda mendapat firasat yang akurat? Pernahkan tiba-tiba Anda menyadari bahwa
kejadian ini telah pernah Anda impikan sebelumnya? Pernahkah Anda mengetahui siapa
yang menelepon sebelum Anda mengangkat telepon-nya? Apakah Anda pernah merasakan
gerak-hati untuk melakukan atau untuk tidak melakukan sesuatu? Dan sesudahnya Anda
menyadari bahwa seharusnya Anda mengikuti dorongan gerak-hati itu.
Bila hal tersebut pernah terjadi pada diri Anda, sesungguhnya, Anda secara naluriah telah
menggunakan kemampuan Gerak-Hati. Program Buka Aura Pesona Nur Ilahi akan memberi Anda
rujukan cara menggunakan kemampuan yang luar biasa tapi tersembunyi itu agar bisa
dipergunakan setiap saat Anda memerlukannya. Kemampuan itu akan bisa menunjang
keberhasilan-keberhasilan dimasa mendatang, mencapai kesuksesan, lancarnya rejeki,
sejahtera, keberuntungan, dan ketentraman dengan mengikuti program Buka Aura Nur Ilahi
di NurSyifa'.
Program ini tidak membahas Teori Eksoterik dan Permasalahan Gaib yang membingungkan,
yang tidak bisa dipraktekkan secara langsung, Anda justru bisa mempelajari secara praktis teknik-
teknik yang dapat digunakan dalam keseharian Anda, dan berbagai contoh-contoh aplikasi
pembangkitan kekuatan yang luar biasa dan langsung dipraktekkan agar Anda lebih
yakin......
Kesuksesan adalah suatu hal yang selalu diinginkan setiap orang, sayang tak semua orang
bisa meraihnya. Bagaimana dengan Anda? Apakah kesuksesan menjadi sebuah hal yang sulit
untuk diwujudkan? Kira-kira apa yang menahan Anda untuk mencapai sukses?
Bagaimana jika ketidakmampuan Anda untuk menggambarkan sebuah kesuksesan menjadi
penghalangnya. Setelah melakukan penelitian terhadap terhadap ratusan orang dengan
pekerjaan dan profesi yang berbeda, para peneliti menyimpulkan bahwa kemampuan untuk
melihat masa depan adalah sebuah indikator penting untuk menjadi seorang pemimpin yang
kuat. Sampai Anda dapat menggambarkannya, mem-Visualisasikannya, maka kesuksesan tak
akan pernah terjadi, penting untuk mengukur kemampuan membayangkan Visualisasi Kesuksesan.
Penelitian ini juga melakukan tes pengukur optimisme, perspektif masa depan, kejelasan mental,
serta kemampuan untuk mengontrol atau memanipulasi gambaran jiwa (visualisasi).
"Seorang pemimpin yang sukses perlu memiliki ide tentang dimana ia mau berada untuk
jangka waktu yang panjang, bukan hanya untuk hari ini atau besok."
Untuk melatih kemampuan Anda menggambarkan sebuah kesuksesan, mulailah dengan
membayangkan sebuah kejadian yang anda inginkan, contohnya dipromosikan dalam pekerjaan.
Ulangi bayangan itu berulang-ulang setiap waktu, kemudian pecahkan menjadi tindakan yang lebih
spesifik hingga Anda mulai menyadari untuk menyusun logika. Membayangkan diri Anda
mencapai cita-cita yang tinggi dapat menginspirasi Anda untuk meningkatkan aktivitas dan
performa Anda saat ini. Program Buka Aura Pesona Nur Ilahi memberi bimbingan yang
terintegrasi dalam Terapi NurSyifa'.
Program ini membuat Anda bisa memetakan potensi dan kemampuan tersembunyi Anda,
menggambarkan kekuatan Nur Ilahi (Ruh Allah) dalam diri Anda, sebagai penuntun route
perjalanan Anda mengarungi kehidupan sesuai dengan apapun yang Anda inginkan dengan
menyelaraskan kepada kehendak Tuhan Allah Yang Maha Kuasa. Hasilnya ? Anda dapat
mengaktifkan, mengembangkan dan memanfaatkan hakikat anugerah Allah ini secara
menyeluruh. Ini Bila Anda memang benar-benar merindukan kesuksesan, kehidupan yang
lebih baik, barangkali inilah jalan yang terbaik untuk Anda.......
Program Buka Aura Nur Ilahi NurSyifa
5
> TERAPI NURSYIFA' MENGGUNAKAN METODE TAKHOLI (Pembersihan Diri) dan
TAHALI (Pembangkitan & Pengisian) dengan NUR ASMAUL HUSNA (Sifat-sifat Allah
yang Maha Agung, Terpuji & Luhur) dan NUR AKHLAQUL KARIMAH (Pembangkitan
Sifat-sifat Baik dalam Diri) pada PROGRAM Buka Aura Nur Ilahi

<
> Menerapkan Terobosan Baru : Program Teknologi Stimulasi Otak NurSyifa' <
Terapi NurSyifa
Jl. Gang Tembok no. 26, KaliPasir, Menteng Raya Jakarta Pusat 10340
Hp: 021 98877826 - 08561236269 www.pengobatan.com www.auranursyifa.blogspot.com
Email : aura_nursyifa@yahoo.com
Program Peningkatan Kecerdasan Anak
Jika Kecerdasan Intelektual membuat seseorang Pandai, dan Kecerdasan Emosional menjadikannya
Bisa Mengendalikan Diri, maka Kecerdasan Spiritual memungkinkan Hidupnya Penuh Arti.
Ini Diyakini Merupakan Kecerdasan Tertinggi.
MILENIUM baru telah tiba. Tantangan lebih berat memaksa semua orang untuk
mempersiapkan diri sedini mungkin, agar tidak tertinggal dalam persaingan yang lebih
keras. Sebagai orang normal, tentu tidak ada keinginan untuk tertinggal dengan orang
lain. Untuk itulah segala cara dan upaya ditempuh guna mengantisipasi persaingan ini.
Tantangan akan lebih berat bagi mereka yang saat ini masih anak-anak. Di usia
dewasa, mereka harus berhadapan dengan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan
teknologi sehingga persaingan menjadi amat berat. Selain dengan bangsa sendiri, mereka
juga harus bersaing dengan orang atau perusahaan luar negeri, yang akan keluar masuk
secara bebas.
Persaingan ini tidak main-main. Jika tidak diantisipasi dengan cermat, semua bisa sia-sia dan
terlambat. Untuk itu diperlukan cara mengantisipasinya. Antara lain dengan membangun kecerdasan anak
sedini mungkin.
Hanya anak yang cerdas, kreatif dan stabil secara emosional yang bisa survive dalam kerasnya
persaingan ini. Dan, pendidikan menjadi faktor terpenting dalam menciptakan anak yang cerdas, kreatif dan
stabil. Pendidikan di sini mencakup pendidikan formal di sekolah maupun informal di rumah maupun
lingkungannya.
Namun seringkali, pendidikan - yang notabene cara membangun kecerdasan - justru menjadi tidak
efektif karena hanya mementingkan salah satu sisi. Seperti mendidik anak secara kognitif saja. Sementara
sisi emosinya tidak pernah disentuh. Ini menjadikan anak merasa tertekan, stres dan tidak bahagia.
Anak sebaiknya tidak hanya dididik agar cerdas, tapi juga mampu berpikir kreatif, imajinatif dan
mempunyai emosi yang stabil.
Selama ini banyak anak yang pandai secara intelektual, tapi gagal secara emosional. Mungkin itulah
salah satu alasan, mengapa saat ini banyak terjadi tawuran, pemakaian Narkoba, kenakalan remaja bahkan
tindak kriminal. Sebenarnya, banyak anak yang pandai. Tapi karena emosinya sulit dikendalikan, mudah
terpengaruh lingkungan, sehingga tawuran menjadi salah satu saluran pelampias kekesalan, kemarahan.
"Jika Kecerdasan Intelektual membuat seseorang Pandai, dan Kecerdasan Emosional menjadikannya
Bisa Mengendalikan Diri, maka Kecerdasan Spiritual memungkinkan Hidupnya Penuh Arti. Ini Diyakini
Merupakan Kecerdasan Tertinggi ".
Berdasarkan hasil survey di Amerika Serikat pada tahun 1918 tentang IQ ternyata ditemukan bahwa
bila sementara skor IQ anak-anak makin tinggi, Kecerdasan Emosional mereka justru menurun. Diketahui
bahwa anak-anak generasi sekarang lebih sering mengalami masalah emosinya. Dalam hal ini anak-anak
sekarang tumbuh dalam kesepian dan depresi, lebih mudah stres, lebih mudah marah dan lebih sulit diatur,
lebih gugup, mudah terpengaruh dan cenderung suka cemas serta agresif. Hasil Penelitian para psikolog
USA menyimpulkan bahwa Kesuksesan dan Keberhasilan seseorang didalam menjalani Kehidupan sangat
didukung oleh Kecerdasan Emosional (EQ = 80 %) sedangkan peranan Kecerdasan Intelektual (IQ) hanya
20 % saja.
Setiap manusia memiliki Kecerdasan Potensialnya masing-masing, tentunya banyak hal yang bisa
melatar belakangi hal tersebut. Kecerdasan Potensial (PQ) = Kecerdasan Emosional (EQ) 80 % +
Kecerdasan Intelektual (IQ) 20 %.
Kecerdasan Spiritual (SQ) 100 %
Dimana ternyata Pusatnya IQ dan EQ adalah Kecerdasan Spiritual (SQ), sehingga diyakini bahwa SQ
yang menentukan Kesuksesan dan Keberhasilan Seseorang. Dalam hal ini IQ dan EQ akan bisa berfungsi
secara Baik/Efektif jika dikendalikan oleh SQ.
"Hati mengaktifkan nilai-nilai kita yang paling dalam, mengubahnya dari sesuatu yang kita pikir
menjadi sesuatu yang kita jalani. Hati tau hal-hal yang tidak, atau tidak dapat diketahui oleh Pikiran. Hati
adalah sumber keberanian dan semangat, integritas dan komitmen. Hati adalah sumber energi dan perasaan
mendalam yang menuntut kita belajar, menciptakan kerjasama, memimpin dan melayani ".
Hati Nurani akan menjadi pembimbing manusia terhadap apa yang harus ditempuh dan apa yang
harus diperbuat, artinya setiap manusia sebenarnya telah memiliki sebuah Radar Hati sebagai
pembimbingnya.
"Mata Hati punya kemampuan 70 kali lebih besar untuk melihat kebenaran
daripada dua indra penglihatan" > Jalaludin Rumi <
Dengan Terapi NurSyifa' maka Kecerdasan-Kecerdasan tersebut (IQ - EQ - SQ) bisa ditingkatkan
supaya lebih Optimal sehingga Keberhasilan dan Kesuksesan bisa segera didapatkan.
Metode dan Manfaat :
1. Pengaktifan Nur-Ilahi dan Kekuatan Ilahiyah.
2. Meningkatkan Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritualnya.
3. Pembangkitan Multiple Inteligences, 8 jenis Kecerdasan Potensial Anak Diaktifkan dan
Ditingkatkan antara lain : linguistic intelligence (kecerdasan linguistik), logical-mathematical intelligence
(kecerdasan logika-matematika), visual-spatial intelligence (kecerdasan visual-spasial), bodily-kinesthetic
intelligence (kecerdasan gerak tubuh), musical intelligence (kecerdasan musikal), interpersonal
intelligence (kecerdasan gerak tubuh), interpesonal intelligence (kecerdasan intrapersonal), dan naturalist
intellingence (kecerdasan naturalis).
4. Dibangkitkan berbagai macam Kekuatan, Potensi dan Kemampuan yang tersembunyi sesuai dengan
minat, bakat dan potensinya.
5. Meningkatkan Daya Konsentrasi, Semangat dan Pengendalian Diri, meningkatkan Daya Fikir,
Kecerdasan, Daya Tangkap, Ingatan, dll. (Aktifitas Neuron diotak ditingkatkan, dipercepat).
6. Bersih dan Terjaga dari Unsur-unsur Hewani yang Mengganggu, Pengaruh Jahat, Energi Negatif,
Hawa Kegelapan dan Gangguan Makhluk.
7. Meningkatkan Kondisi Kesehatan, Kekuatan serta Vitalitasnya.
8. Meningkatkan Imunitas (kekebalan tubuh-antibody) terhadap berbagai Penyakit.
9. Dibangkitkan berbagai Kepekaan yang bermanfaat untuk menunjang Kehidupan (Kepekaan Gerak-
Rasa-Bathin-Mata Bathin-Energi).
10. Terisi, Diselimuti, Dibungkus dengan Cahaya Nur Perlindungan dan Keselamatan dari Allah.
11. Membangkitkan dan Menumbuhkan Nur Asmaul Husnah & Nur Akhlaqul Karimah (Sifat-sifat Allah
dan Budi Pekerti yang Luhur Akhlak yang mulia).
12. Menjadi Anak yang Soleh dan Soleha serta Penuh Manfaat dan berprestasi.
13. Sukses Bahagia Sejahtera dan Berhasil di Kehidupan Dunia maupun Akherat.
Dibutuhkan Kesabaran Untuk Keberhasilan :
Kadang-kadang orang tua tidak sabar dengan sikap dan pola asuh yang diterapkan kepada anaknya.
Dengan bertambahnya usia dan dengan semakin luasnya lingkungan sosial anak maka rasa ingin tahu anak
diharapkan semakin tumbuh.
Bukannya mendorong rasa ingin tahu alami anak serta mengembangkan keinginan belajarnya, orang
tua malah melakukan kebalikannya. Rasa ingin tahu seorang anak akan sesuatu hal akan pupus apabila ia
berkali-kali datang dan bertanya kepada orang tuanya serta mendapati bahwa orang tuanya tidak berminat
untuk menjawabnya bahkan memperlihatkan kehadiran anak dengan pertanyaannya telah mengganggu `ke-
asyikan' sang ayah atau ibu, misalnya: ayah yang sedang membaca koran atau ibu sedang menonton
televisi.
Selain sikap orang tua yang ambisius atau pola asuh yang otoriter dapat membuat anak frustasi dan
ketakutan serta dapat memasung bakat serta kemampuannya, contohnya: orang tua menunjukkan sikap
tidak suka apabila anak-nya menunjukkan kemampuan bernyanyi di depan umum karena ayah berpendirian
bahwa anaknya tidak boleh menjadi seorang penyanyi atau artis apabila ia sudah menjadi dewasa kelak.
Adalah sangat bijaksana apabila orang tua memperhatikan dan memberikan respon positif terhadap
`Bakat-bakat ` yang telah diperlihatkan si anak. Dengan demikian orang tua bertindak sebagai fasilitator
dalam mengembangkan `Minat dan Bakat' anak yang terlihat.
Ingatlah, seorang anak adalah titipan Sang Khalik bagi kita. Biarlah anak-anak kita dapat lepas
seperti anak panah dari busurnya ke arah yang dikehendaki Sang Khalik....
Sesungguhnya tidak ada anak yang Bodoh dan Pintar, yang penting adalah melatih dan memberi
mereka informasi yang efektif dan berguna dengan metode yang baik, agar anak bisa berkembang
dengan sempurna, menggali berbagai potensi dalam dirinya utk menjadikannya penuh manfaat.
Usia Terbaik untuk mengikuti program Kecerdasan Anak adalah antara umur 1 sampai 12 tahun
(Tidak Sedang Mengalami Penyakit Berat, Gangguan Emosional/Kejiwaan, Autis, DS, dll.)
"Program Peningkatan Kecerdasan Anak" ini berlangsung selama 10 kali Terapi.
Investasi Masa Depan Anak Rp. 1.500.000,- (Terapi ke 10, diterapi Khusus oleh Mas Reno).
Dalam sehari bisa diambil 2 sampai 3 x terapi.
Ini adalah suatu Metode yang Sangat Luar Biasa untuk menunjang Terwujudnya Keberhasilan dan
Kesuksesan Anak Anda dalam waktu singkat.....Jadi Tunggu Apalagi ???
NurSyifa Brain Therapy Plus
+++
Berbagai Metode Keilmuan Yang Diterapkan
Terapi 1 Karunia Ilahi 1 & Konfigurasi 1
KI 1 diterapkan untuk membersihkan anak dari Pengaruh Jahat, Energi Negatif, Hawa
Kegelapan dan makhluk-makhluk pengganggu.
Konfigurasi 1 berguna untuk meningkatkan energi ketenangan, ketentraman jiwa raga hati
dan Pikiran.
Terapi 2 Ilmu Maunah Penyapuan 2 & Benteng Perlindungan Lengkap
MP 2 diterapkan untuk menyempurnakan bersihnya anak dari segala Pengaruh Jahat, Energi
Negatif, Hawa Kegelapan dan makhluk-makhluk pengganggu.
Benteng Perlindungan Lengkap bagi turunnya perlindungan karunia Allah (di berikan agar
si anak terlindung & aman dari berbagai gangguan).
Terapi 3 Ilmu Karunia Ilahi 2 ( Kuas ) & Konfigurasi 2
KI 2 bermanfaat guna membersihkan anak dari segala unsur-unsur hewani & sifat-sifat
negatif (Hawa amarah, malas, tidak percaya diri, dll).
Konfigurasi 2 untuk menyempurnakan energi Konfigurasi 1, serta persiapan wadah bagi
penerapan ilmu Konfigurasi 3.
Terapi 4 Maunah 2 & Sugesti 2
Maunah bagi rekonstruksi neuron-neuron & syaraf-syaraf otak kecil, hingga bisa
mendatangkan berbagai ilmu-ilmu yang bermanfaat, pengetahuan, serta wawasan yang
luasMempermudah dalam mempelajari & memahami sesuatu.
Sugesti 2 untuk meningkatkan berbagai Kecerdasan Intelektual (IQ) dan Emosional (EQ).
Terapi 5 Ilmu Pemancar Quantum NurSyifa , KI 3, Hulk ( Tangan Imajiner )
Energi ilmu PQN & KI 3, berpadu untuk mengaktifkan neuron-neuron & sel-sel syaraf otak
anak, meningkatkan regenerasi sel seluruh tubuh.
Tangan Imajiner berfungsi memantulkan energi hingga terserap total, menuju pada arah
kebaikan, puncak prestasi studi & kehidupan, dengan ridho-Nya.
Terapi 6 Ilmu Peningkatan Kecerdasan & Konfigurasi 3
PK memantapkan aktifasi neuron & sel syaraf otak kecil, menyeimbangkan fungsi Otak
Kanan dan Kiri, mengoptimalkan fungsi kecerdasan IQ, EQ, SQ.
Konfigurasi 3 berfungsi untuk meningkatkan energi, hingga membantu bangkit & tumbuhnya
Nur Asmaa-ul Husnaa, Nur Akhlaaqul Karimah di dalam diri.
Terapi 7 Ilmu Asmaa-ul Izhoom ( Pengisian ), Sugesti 2
Asmaa- ul Izhoom untuk meningkatkan, memperbesar, memperluas wawasan &
pengetahuan tanpa batas hingga menjadi manusia yang penuh manfaat, menjadi anak yang
Soleh/Soleha. Membangkitan dan Menumbuhkan Nur Akhlaqul Karimah (Budi Pekerti yang
Luhur, sifat-sifat, tingkah laku, perbuatan, ucapan, pemikiran dan kebiasaan yang Baik).
Menumbuhkan dan Memantapkan Nur Asmaul Husnah.
Terapi 8 Ilmu Maunah 2 & Sugesti 2
M2 & Sugesti 2 guna membangkitkan & mengaktifkan semua kepekaan yang ada dalam diri
( kepekaan gerak, rasa, energi, batin, mata batin, dll ) yang positif & bermanfaat bagi diri si
anak guna menunjang kehidupannya.
Terapi 9 Ilmu Peningkatan Kecerdasan & Sugesti 2 / 3
Dua ilmu ini difokuskan bagi aktifnya kekuatan, kemampuan & keilmuan yang positif &
bermanfaat. Meningkatkan, memperbesar serta memperluas wawasan, pengetahuan tanpa
batas menjadi manusia penuh manfaat. Pengisian dengan Kekuatan, Kemampuan, Keilmuan
yang Positif & Bermanfaat. Meningkatkan, Memperbesar, Memperluas Wawasan dan
Pengetahuan Tanpa Batas menjadi Manusia penuh manfaat.
Menumbuhkan, Memantapkan Nur Asmaul Husnah dan Nur Akhlaqul Karimah.
Terapi 10 Ilmu PQN, KI 3, Tangan Imajiner, An Nuur 35
Menumbuhkan dan Memantapkan serta Mewujudkan Nur Asmaul Husnah dan Nur Akhlaqul
Karimah dalam Sikap Perbuatan, Tingkah Laku, Ucapan, Pemikiran dan Kebiasaan sehari-
hari.agar selalu Berpikir, Bersikap dan Bertindak Positip & Manfaat.
Meningkatkan dan Melipatgandakan Percaya Diri, Stamina Tenaga dan Vitalitas, Semangat
Belajar & Ibadah, dll. Melipatgandakan semua Kepekaan yang positif dan bermanfaat dalam
diri. Mendatangkan berbagai Ilmu-ilmu yang Manfaat dan Pengetahuan serta Wawasan yang
LuasMempermudah dalam Mempelajari dan Memahami Sesuatu.
Pengisian dengan Cahaya diatas Cahaya, Cahaya Allah dalam QS. An Nuur ayat 35.
Memperbesar Suara Hati dan Memantapkan Gerak Hati agar senantiasa digerakkan ke arah
Kebaikan, Puncak Prestasi & Kesuksesan, Kesejahteraan Lahir Bathin, Menemukan Jalan
Keluar yang Terbaik, Rejeki yang Berlimpah, Meningkat Iman-Ilmu-Takwa-Ibadah serta
kedekatan pada Allah SWT.
> Khusus di Terapi oleh Mas Reno
Program Peningkatan Kecerdasan Anak (NurSyifa Brain Teraphy Plus

)
Program ini untuk anak usia 0-12 thn, dalam kondisi Sehat Jasmani dan Rohani.
Menjalani Terapi sebanyak 10 x, Khusus Terapi ke 10 oleh pembimbing utama : Reno Wilopo, SE, MM
Bonus :
Buku Kisah Teladan Hubungan Anak dan Orangtua
Buku Membangun Kecerdasan Diri bagi Orangtua dalam Mendidik Anak
Tambahan Memantapkan Program selama 1 bulan (Bebas untuk di Terapi tanpa adanya tambahan Biaya)
> Investasi Rp. 1.500.000,-
Program Untuk Jarak Jauh :
Dilakukan dengan Menyamakan Waktu Terapi, Terapi dibantu oleh Ayah dan Ibu yang Bersangkutan dengan
banyak mendoakan (*Metode akan Diberikan Lebih Detail). Terapi dilakukan sebanyak 15 x Terapi (10 x
Terapi dilakukan Rutin setiap Hari dan 5 x Terapi dilakukan 3 hari sekali).
Terapi NurSyifa
Jl. Gang Tembok no. 26, KaliPasir, Menteng Raya Jakarta Pusat 10340
Hp: 021 98877826 - 08561236269 www.pengobatan.com www.auranursyifa.blogspot.com
Email : aura_nursyifa@yahoo.com