Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pupuk didefinisikan sebagai material yang ditambahkan ketanah atau tajuk
tanaman dengan tujuan untuk melengkapi ketersediaan unsur hara. Bahan pupuk
yang paling awal digunakan adalah kotoran hewan, sisa pelapukan tanaman, dan
arang kayu. Pemakaian pupuk kimia kemudian berkembang seiring dengan
ditemukannya deposit garam kalsium di Jerman pada tahun 1839. Pengetahuan
tentang unsur hara dan unsur kimia dalam pertanian modern ditemukan pada
tahun 189 oleh Justus !on "eibig seorang ahli kimia berkebangsaan Jerman. #a
member bukti yang membantah teori humus sebagai unsur hara. $enurut "eibig,
tanaman memperoleh %at karbon dari udara dan beberapaunsur mineral &kalium,
kalsium, sulfur dan phosphor' dari dalam tanah. (etelah penemuan "eibig, studi
mengenai unsur hara mengalami kemajuan pesat di akhir abad ke)19,yang diikuti
dengan perkembangan industri pupuk. *ahun 18+ dimulai pembuatan pupuk
superphosphat. ,emudian tahun 188 berkembang
(aat ini dikenal 1- ma.am unsur yang diserap oleh tanaman untuk
menunjang kehidupannya. *iga diantaranya diserap dari udara, yakni karbon &/',
oksigen &0', dan hidrogen &1'. (ementara itu, 13 unsur mineral lainnya diserap
tanaman dari dalam tanah, yaitu nitrogen &2', phosphor &P', kalium &,', kalsium
&/a', magnesium &$g', sulfur &(', besi &3e', mangan &$n', boron &B', seng &4n',
tembaga &/u', molibdenum &$o', dan khlir &/l'. ,etiga belas unsur mineral
tersebut sering disebut dengan unsur hara. (aat ini unsur hara dapat disediakan
oleh berbagai ma.am pupuk yang tersedia di pasaran.
Pupuk terdiri dari berbagai ma.am bentuk, baik padat ataupun .air.
,andungan yang terdapat dalam pupuk berbeda)beda sesuai dengan jenis tanaman yang
akan dikembangkan. (alah satu jenis pupuk tersebut adalah pupuk ,alium (ulfat.
Pupuk ini lebih dikenal dengan nama 4,. ,adar ,+0)nya sekitar 8)5+6.
1
Bentuknya berupa tepung putih yang larut didalam air, sifatnya yang agak
mengasamkan tanah. &4ikri,ahmed.+71+.'
Potassium (ulphate &4,' atau biasa disebut (ulphate of Potash &(0P'
telah dikenal sejak abad ke)1 yang merupakan garam berwarna putih dan
memiliki sifat tidak mudah terbakar serta larut di dalam air. 4, digunakan
sebagai pupuk yakni sumber senyawa kalium dan sulfur pada tanaman
perkebunan seperti rami, kapas, dan tembakau. Pupuk kalium sulfat &,
+
(0

'
mengandung unsur kalium &,' yang sangat diperlukan oleh tanah untuk
membantu menyuburkan tanaman, memperkuat tubuh tanaman agar daun, bunga,
dan buah tidak mudah gugur. ,alium &,' juga memiliki kegunaan untuk
membantu pembentukan protein dan karbohidrat. ,alium pun berperan dalam
fungsi biologis, termasuk didalamnya adalah metabolisme, karbohidrat, aktifitas
en%im, regulasi osmotik, efisiensi penggunaan air, serapan unsur nitrogen, sintesis
protein, dan translokasi asimilat, dan mempunyai peranan dalam meningkatkan
ketahanan terhadap penyakit tanaman & #mas 1999, $.,en%ie +771, ##89 +77+'.
:pabila kekurangan kalium pada tanaman, daun terlihat lebih tua,
mengkerut keriting dan timbul ber.ak)ber.ak merah .oklat lalu kering dan mati,
buah tumbuh tidak sempurna, ke.il, mutunya jelek dan tidak tahan simpan &.epat
busuk', kematangan buah terhambat, ukuran ke.il dan mudah rontok, batang dan
.abang lemah mudah rebah, biji buah menjadi kempes mengkerut. ,ekurangan
kalium dalam tanah menyebabkan tanaman mudah layu, tampak pada daun tua
dimulai dengan klorosis pada tepi daun &.;.fajar sri pertiwi, +71+'
<ntuk pembuatan pupuk 4, &Potasium (ulphate, ,+(0' masih banyak
diperlukan karena banyak petani yang menggunakan pupuk kalium ini dan selama
ini hanya dipenuhi dari impor. Produksi pupuk 4, pada tahun +775 dan +77-
masing)masing adalah 3.9=5 ton dan .=71 ton yang masih jauh dibawah
kapasitas parbik yang ada. (Hadi,Prajogo U,dkk.2007). Perkiraan kebutuhan pupuk
4, akan meningkat pada tahun +71+ yaitu sebesar 59.777 ton dan data
perkembangan konsumsi pupuk 4, tersebut yang di ambil dari tahun +775 > +717
dapat dilihat pada tabel 1. di bawah ini.
+
*abel 1 ,onsumsi pupuk 4, di #ndonesia
Tahun Berat Bersih (ton) Perkembangan
2005 -87 7
2006 5731 7,7=7+
2007 1389 1,=5+
2008 +91+1 1,17+
2009 +819 )7,1=
2010 =+7-8 1.973
Perkembangan rata-rata !" 7.=887
Sumber : (Statement of corporate intent (SC)P!. P"# 200$%200&)
9i #ndonesia pupuk ini tidak disubsidi sehingga harganya relatif tinggi di
pasaran dan kebutuhan nasional semakin meningkat. 1al ini merupakan suatu
permasalahan yang mendasari penelitian ini dan dapat memi.u pemikiran untuk
menggantikan kebutuhan bahan baku yang mudah didapat, ekonomis, serta dapat
juga memanfaatkan limbah buangan sebagai alternatif pengganti bahan baku
utama. (alah satu .aranya adalah dengan membuat pupuk .air kalium sulfat
menggunakan limbah abu .angkang kelapa sawit dengan penambahan asam
sulfat.
(umber kalium &,' dapat diperoleh dari bahan baku yang berupa abu
.angkang kelapa sawit yang merupakan limbah buangan dari industri kelapa
sawit. "imbah ini terdiri dari limbah padat dan limbah .air, limbah padat berupa
tandan kosong, serabut dan .angkang, sedangkan limbah .air berupa sludge oil.
:pabila pabrik kelapa sawit berkapasitas 37 ton *B(?jam, maka akan
menghasilkan limbah .angkang sejumlah 1,95 ton?jam atau -,8 ton ?hari dan
.angkang tersebut akan digunakan kembali sebagai bahan bakar untuk
3
menghasilkan uap pada penggilingan minyak sawit, setelah pembakaran dalam
ketel uap, akan dihasilkan 56 abu &oil palm ashes' dengan ukuran butiran yang
halus . :bu hasil pembakaran ini biasanya dibuang dekat pabrik sebagai limbah
padat dan tidak dimanfaatkan &1utahaean,B.+77=.', 0leh karena itu sangat
dibutuhkan pemanfaatan limbah abu .angkang kelapa sawit dengan
memanfaatkan limbah padat itu sendiri.
9alam penelitian ini yang digunakan yaitu abu dari .angkang kelapa sawit
itu sendiri yang menajadi sumber kalium untuk menjadi pupuk .air kalium sulfat.
(ehingga apabila penelitian ini dapat diterapkan sesuai dengan yang diren.anakan
maka kajian ini diharapkan dapat membantu industri kelapa sawit dalam
pengolahan limbah dengan pemanfaatan bahan baku dari limbah yang dapat
digunakan kembali dengan nilai guna yang tinggi .dan juga dapat membantu para
petani #ndonesia untuk memproduksi dan memperoleh pupuk kalium sulfat
dengan mudah.
1.2 #$%$an Penel!t!an
*ujuan dari penelitian ini adalah@
1. 9apat membuat pupuk .air kalium sulfat &,
+
(0

' dari abu .angkang kelapa


sawit dengan penambahan asam sulfat.
+. $engetahui pengaruh *empratur dan Aaktu operasi dalam proses pembuatan
pupuk kalium sulfat.
3. $embandingkan antara pupuk kalium sulfat yang dihasilkan dengan standar
berdasarkan Peraturan $enteri Pertanian &P8B$82*:2'
1.& 'an(aat Penel!t!an
$anfaat dari penelitian ini adalah@
1. $eningkatkan nilai ekonomis dari limbah #ndustri dan pertanian berupa
/angkang (awit.
+. $emberikan pengetahuan mengenai pengolahan /angkang (awit yang
merupakan limbah pertanian yang dapat dijadikan sebagai pupuk yang dapat
dimanfaatkan lagi dalam dunia pertanian.

3. (ebagai bahan untuk dijadikan a.uan dalam penelitian serupa dan bahan
ba.aan mengenai produksi pupuk kalium sulfat bagi mahasiswa *eknik ,imia
pada khususnya dan mahasiswa Politeknik 2egeri (riwijaya pada umumnya.
1.) Per$m$*an 'a*ala+
Pembuatan pupuk .air kalium sulfat menggunakan .angkang kelapa sawit
ini sangat bermanfaat dalam pengolahan limbah industri dan pertanian kelapa
sawit, namun ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kualitas pupuk .air
yang dihasilkan yaitu@ ukuran partikel, waktu dan tempratur operasi, ke.epatan
pengadukan, dan rasio umpan maka dari itu dalam penelitian ini dilakukan ;ariasi
suhu dan waktu operasi untuk meningkatkan kandungan kalium yang didapatkan
sehingga yang menjadi rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana
pengaruh *emperatur dan Aaktu operasi terhadap kandungan kalium dalam
pupuk yang dihasilkan serta bagaimana perbandingan antara pupuk kalium sulfat
yang dihasilkan dengan standar C
5