Anda di halaman 1dari 2

Pengembangan basis gel, Carbomer dikembangkan selama 24 jam agar

bahan dapat mengembang secara optimum.



Pengembangan formula sediaan gel menggunakan etanoldan propilen
glikol. Etanol berfungsi sebagai peningkat penetrasi sedangkan propilen
glikol ditambahkan sebagai emolien dan humektan yang dapat
mengurangi kehilangan air pada permukaan kulit sehingga kelembaban
kulit dapat terjaga. Untuk basis gel carbomer, TEA perlu ditambahkan
untuk menetralkan bahan carbomer yang bersifat basa. Pada kondisi pH
netral, carbomer dapat membentuk gel. Berdasarkan proses trial, dipilih
basis gel lain yaitu PVA dan PVP
Basis PVA yang digunakan adalah 2,5% dan PVP 2%, sementara di
gunakan variasi range carbomer adalaah 1,2% , 1,4% , dan 1,6%. Basis
propilen yang dipakai adalah 3%, karena pada formula trial digunakan
propilen pada konsentrasi 5% terasa lengket dikulit dan ketika
penambahan ekstrak pada formula, gel mengalami keenceran. Karena
kadar propilenglikol <15% sudah dianggap cukup untuk memberikan efek
emolien.
Pada preformulasi sediaan gel, konsentrasi ekstrak daun mangkokan
ditabahkan dengan konsentrasi yang berbeda, yaitu 7,5% , 7% dan 6,5%.
Perbedaan beberapa konsentrasi ekstrak ini dilakukan untuk mencari
konsentrasi ekstrak yang membentuk sediaan gel dengan penampilan fisik
dan kestabilan fisik yang optimum serta apabila ditambahkan dengan
basis tidak kehilangan kandungan senyawa yang dibutuhkan pada
sediaan gel pula.
Ke dalam formula ditambahkan pengawet berupa kombinasi metal
paraben (0,18%) dan propel parable(0,02%). Penambahan pengawet ini
dimaksudkan untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme mengingat
sebagian besar sediaan berupa air yang merupakan media untuk
pertumbuhan bakteri dan fungi.
Evaluasi sediaan gel meliputi homogenitas, organoleptik, penetuan
viskositas dan pH sediaan pada suhu ruangan. Evaluasi dilakukan selama
1 bulan.
Evaluasi homogenitas menunjukkan bahwa semua sediaan gel memiliki
homogenitas yang baik. Dilihat pada pengamatan, sediaan dengan basis
carbomer yang semakin tinggi, banyak terdapat gelembung udara yang
terjerat, tetapi setelah sediaan didiamkan selama 2 hari gelembung udara
pada semua formula bias hilang.
Pada evaluasi organoleptik, perubahan warna sediaan tidak terjadi, tetapi
pada sediaan gel dengan konsentrasi ekstrak 6,5% setelah penyimpanan
lebih dari 3 minggu bau parfum mulai menghilang dan tercium bau dari
ekstraknya sendiri yang lebih dominan yaitu bau seperti jamu.
Kemungkinan hal ini terjadi karena parfum yang ditambahkan hanya
sedikit
Evaluasi viskositas sediaan gel dengan basis karbomer diuji dengan alat
viscometer Brookfield DV-1 digunakan spindle 7, viskositas sediaan gel
karbomer mengalami stabil pada penyimpanan selama 1 bulan, didapat
kesimpulan bahwa semakin tinggi kadar ekstrak daun mangkokan,
viskositas semakin rendah. Hal ini terjadi karena ekstrak etanol daun
mangkokan bersifat asam dan diduga menurunkan viskositas sediaan gel
gel yang stabil pada pH netral. Sediaan gel dengan basis carbomer
memiliki pH berkisar 6,04-7,33