Anda di halaman 1dari 27

A.

JUDUL PENELITIAN
Penaksiran Cadangan Batubara dengan Metode Cross Section di CV. Transcoal
Banua, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan.
B. LATAR BELAKANG
Usaha pengembangan sumberdaa alam dan energi, khususna sumberdaa
alam batubara ang merupakan alternati! sebagai energi pengganti minak bumi
baik dalam negeri maupun luar negeri ang akhir"akhir ini kebutuhanna semakin
meningkat dan men#adi primadona. Bahan galian batubara pada saat ini selain
untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri #uga merupakan komoditi ekspor dan
men#adikan salah satu potensi sumberdaa alam ang ada di sektor
pertambangan. Untuk memenuhi kebutuhan permintaan pasar ang makin hari
makin meningkat, potensi bahan galian batubara tersebut perlu diusahakan dan
dikembangkan secara optimal.
CV. Transcoal Banua merupakan perusahaan s$asta nasional ang bergerak
di bidang pertambangan batubara, ang berlokasi di %esa Sungai %anau,
Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. CV.
Transcoal Banua telah melakukan penelidikan umum pada lahan Kuasa
Pertambangan &KP' ang rencana penambanganna akan dilaksanakan pada area
Pit (unung Buan.
Sebagai pemegang i)in Kuasa Pertambangan *ksploitasi batubara,
perusahaan $a#ib menampaikan laporan +encana Kegiatan Tambang ang
mencakup seluruh $ilaah Kuasa Pertambangan sampai dengan #angka $aktu
berakhirna Kuasa Pertambangan sebagai persaratan Kuasa Pertambangan
*ksploitasi CV. Transcoal Banua disesuaikan men#adi ,)in Usaha Pertambangan
-perasi Produksi CV Transcoal Banua.
.
Peker#aan penelidikan secara umum telah dilakukan dan sekarang sedang
berlangsung penelidikan secara detil ang pada tahap ini dilakukan
penempurnaan terhadap data pada penelidikan sebelumna. %ata eksplorasi
ang telah didapatkan akan digunakan untuk penaksiran cadangan pada lahan
kuasa pertambangan tersebut.
Penaksiran cadangan didapatkan melalui perhitungan dan analisis terhadap
data eksplorasi ang telah didapatkan aitu berupa data hasil pemboran , garis
seam batubara (crop line), dan ketebalan batubara. Penaksiran cadangan
dilakukan agar dapat mengetahui taksiran #umlah tonase sumberdaa batubara,
cadangan tertambang batubara dan selan#utna akan dilakukan perhitungan
stripping ratio pada lahan tersebut. %ata eksplorasi tersebut didapatkan melalui
kegiatan pemboran di daerah ang sudah ditentukan oleh perusahaan sehingga
didapatkan ketebalan batubarana, selain itu #uga dilakukan pemetaan topogra!i
pada lahan kuasa pertambangan tersebut.
C. RUMUSAN MASALAH
Permasalahan ang terdapat pada penelitian ini adalah/
.. Bagaimana analisis dengan metode Cross Section dapat diaplikasikan dalam
menentukan #umlah cadangan batubara dengan memperhatikan batasan
secara teknis ang ditetapkan CV. Transcoal Banua0
1. Berapa estimasi #umlah cadangan batubara ang dapat ditambang ang
terdapat di CV. Transcoal Banua0
2. %imanakah perkiraan lokasi perhitungan untuk dilakukan penambangan ang
paling memungkinkan untuk menghasilkan cadangan batubara ang sesuai
dengan batasan secara teknis ang ditetapkan CV. Transcoal Banua0
1
Batasan masalah dari penelitian aitu, membatasi pada perhitungan cadangan
batubara pada lokasi Pit (unung Buan Kuasa Pertambangan milik CV. Transcoal
Banua ang nantina akan dilakukan penambangan, ang berlokasi di %esa
Sungai %anau, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan
Selatan.
D. TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan dengan tu#uan/
.. Mengaplikasikan metode Cross Section dalam menentukan #umlah cadangan
batubara ang dapat ditambang dengan batasan ang ditetapkan perusahaan
aitu 3 m
2
overburden / . ton batubara.
1. Mengestimasi #umlah cadangan ang dapat ditambang sesuai dengan batasan
ang ditetapkan CV Transcoal Banua.
2. Memperkirakan rencana lokasi perhitungan ang paling memungkinkan untuk
menghasilkan cadangan batubara ang sesuai dengan batasan ang
ditetapkan CV. Transcoal Banua aitu 3 m
2
overburden / . ton batubara dengan
batas.
E. MANFAAT PENELITIAN
Man!aat ang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah/
.. Sebagai petun#uk dalam melakukan pemodelan dan estimasi cadangan.
1. Memberi masukan kepada perusahaan mengenai hasil penelitian ang
diperoleh, sehingga dapat men#adi bahan pertimbangan untuk melakukan
proses selan#utna.
2
F. TINJAUAN PUSTAKA
1. Pengertian Sumer!a"a !an Ca!angan Batuara
Perhitungan cadangan dapat dilakukan dengan berbagai metode, tetapi
sebelumna harus diketahui batasan antara Cadangan (reserve) dan Sumberdaa
(resource).
Sumberdaa adalah #umlah atau kuantitas bahan galian ang terdapat di
permukaan atau di ba$ah permukaan bumi ang sudah diteliti tetapi belum
dilakukan studi kelaakan dan mungkin dapat diekstraksikan dengan tingkat
keberhasilan ang masih harus dipertimbangkan. ,stilah sumberdaa dalam bidang
teknis kebumian dapat berkonotasi kuantitati!, aitu perkiraan besarna potensi
sumberdaa batubara ang secara teknis menun#ukkan harapan untuk dapat
dikembangkan setelah dilakukan penelitian dan eksplorasi.
Cadangan adalah bagian dari sumberdaa ang telah diteliti dan dika#i
kelaakanna dengan seksama dan telah dinatakan laak serta dapat ditambang
berdasarkan kondisi ekonomi dan teknologi pada saat itu. Terdapat tiga kategori
pengertian cadangan ang sering digunakan di dunia pertambangan, aitu /
a. Cadangan ditempat (In Place Reserve)
Cadangan ditempat diartikan sebagai #umlah batubara ang sebenarna
terdapat di ba$ah permukaan ang telah dihitung dan memenuhi persaratan
ekonomi pertambangan dalam kondisi tertentu. Cadangan ditempat tidak
seluruhna dapat ditambang, secara teknis dapat ditambang berdasarkan
teknologi ang tersedia pada saat itu. Pada proek pertambangan komersial,
cadangan ditempat selan#utna dievaluasi untuk memperhitungkan berapa
sebenarna #umlah batubara ang akan dapat diman!aatkan melalui operasi
penambangan.
3
b. Cadangan dapat ditambang (Mineable Reserve)
Cadangan dapat ditambang adalah bagian dari cadangan ditempat (in
place reserve) ang diharapkan akan dapat ditambang dengan teknologi saat
ini dan sesuai kondisi ekonomi saat ini.
c. Cadangan telah ditambang (Recoverable Reserve)
Cadangan telah ditambang adalah cadangan ang berasal dari
(Mineable Reserve) ang telah ditambang atau terambil atas dasar biaa dan
kondisi ekonomi ang telah ditetapkan. Cadangan dapat ditambang dalam
lingkungan tambang terbuka pada umumna diperhitungkan lebih dari 456
dari cadangan ditempat sedangkan untuk tambang ba$ah tanah 75 8 956,
namun kondisi struktur endapan dan metoda penambangan ang digunakan
#uga memegang peranan dalam menentukan #umlah cadangan ang dapat
ditambang. :ngka persentasi tersebut diperoleh dari pengalaman operasi
tambang dan hana berlaku untuk tambang bersangkutan.
d. Cadangan dapat di#ual (Saleable Reserve)
Cadangan dapat di#ual adalah cadangan ang berasal dari
(Recoverable Reserve) ang akan di#ual langsung atau dilakukan pengolahan
terlebih dahulu dengan pertimbangan kualitas batubara dan permintaan pasar,
apabila kualitas batubara sesuai permintaan pasar tanpa harus dilakukan
pencucian atau blending maka batubara dapat langsung di#ual, namun apabila
batubara terlalu banak pengotor sehingga kualitas batubara tidak sesuai
dengan permintaan pasar maka harus dilakukan pencucian dan blending
sehingga kualitas batubara sesuai dengan permintaan konsumen.
#. K$a%i&i'a%i Sumer!a"a !an Ca!angan Batuara Menurut SNI
7
a. Sumberdaa Batubara (Coal Resource)
,nterpretasi empirik adalah interpretasi ang berpedoman pada hasil"
hasil penelitian atau pengamatan sebelumna dan dianggap sama dengan
lokasi ang sedang ditiliti atau diamati. Metode interpretasi ini dikenal #uga
dengan istilah pedoman generalisasi &rule of generalitation atau rule of thumb'.
%aerah pengaruh untuk titik"titik ang terpisah dapat diekstrapolasi dengan
pedoman titik terdekat. *kstrapolasi #uga diterapkan pada suatu blok ang
dibentuk oleh empat titik atau lebih seperti pada (ambar ....
Sumberdaa Batubara diklasi!ikasi men#adi/ Sumberdaa Batubara
;ipotetik, Sumberdaa Batubara Tereka, Sumberdaa Batubara Terindikasi,
dan Sumberdaa Batubara Terukur. Klasi!ikasi Sumberdaa Batubara menurut
Badan Standarisasi <asional ,ndonesia &S<, .2"95..".444' adalah sebagai
berikut /
.. Sumberdaa Batubara ;ipotetik (Hpothetical Coal Resource) adalah
#umlah batubara dari daerah penelidikan atau bagian dari daerah
penelidikan, ang dihitung berdasarkan data ang memenuhi sarat8
sarat ang ditetapkan untuk tahap penelidikan survei tin#au.
1. Sumberdaa Batubara Tereka (Inferred Coal Resource) adalah #umlah
batubara di daerah penelidikan atau bagian dari daerah penelidikan, ang
dihitung berdasarkan data ang memenuhi sarat8sarat ang ditetapkan
untuk tahap prospeksi.
2. Sumberdaa Batubara Terindikasi (Indicated Coal Resource) adalah #umlah
batubara di daerah penelidikan atau bagian dari daerah penelidikan, ang
dihitung berdasarkan data ang memenuhi sarat8sarat ang ditetapkan
untuk tahap eksplorasi pendahuluan.
3. Sumberdaa Batubara Terukur (Measured Coal Resource) adalah #umlah
batubara di daerah penelidikan atau bagian dari daerah penelidikan, ang
9
dihitung berdasarkan data ang memenuhi sarat8sarat ang ditetapkan
untuk tahap eksplorasi detil.
(ambar ... *kstrapolasi %aerah Pengaruh
Sumberdaa batubara hana dapat diperkirakan dari data ang diperoleh
dari titik"titik in!ormasi, namun estimasi ini dapat diperkuat dengan data
interpretasi. %ata dari teknik"teknik geo!isika, kecuali do!nhole logging, bukan
merupakan titik"titik in!ormasi langsung, tetapi bisa meningkatkan keakinan
geologi mengenai kemenerusan lapisan batubara antara titik"titik in!ormasi,
terutama dalam kategori Sumberdaa Tereka.
Sumberdaa batubara dapat diestimasikan dengan cara mengalikan luas
area lapisan batubara dengan ketebalan lapisan dan densit batubara ditempat
tersebut. =uas area ditentukan oleh daerah pengaruh dari titik"titik in!ormasi
dan !aktor lain ang membatasi luasna sumberdaa. >aktor"!aktor ang
membatasi luas area sumberdaa bisa sa#a sangat teknis &misal/ ketebalan
lapisan maksimum atau minimum, kedalaman, kualitas dan ketebalan minimum
ang dapat dipisahkan'.Para estimator #uga harus men#amin bah$a densit
batubara ditempat tersebut benar dan disebutkan dengan #elas.
?
Sumberdaa batubara harus diestimasikan dan dilaporkan untuk setiap
lapisan dalam suatu deposit sesuai dengan variable kunci ang tepat &misal/
ketebalan, kedalaman, parameter"parameter kualitas batubara'. @ika ada
parameter lapisan &misalna/ ketebalan, kadar abu, ield ' tidak memenuhi
suatu kriteria dari #arak titik in!ormasi untuk menghitung sumberdaa batubara
dimana terdapat prospek sumberdaa batubara ang men#an#ikan, untuk suatu
penambangan secara ekonomis di suatu daerah, maka sumberdaa batubara
untuk lapisan tersebut tidak akurat dan tidak ekonomis. %i daerah itu tidak
seharusna diestimasikan lagi. @ika ada alasan"alasan ang mengharuskan
untuk mengestimasi sumberdaa di daerah ini, &misalna/ $ilaah tersebut
harus ditambang untuk akses lapisan ang lebih prospekti! atau sumberdaa
dengan kualitas ang lebih tinggi', estimator harus mampu memberikan
keterangan ang diperlukan tersebut. Sama halna, #ika ada pertimbangan
pertimbangan geologi, teknis atau budaa &misal, adana intrusi ang meluas,
letak lapisan batubara ang terlampau dalam, batas ketinggian penambangan
dalam tambang ba$ah tanah, daerah permukaan ang dilindungi' tanpa
melihat prospek atas pengambilan lapisan atau sebagian lapisan secara
ekonomis, maka sumberdaa batubara dari lapisan tertentu atau sebagian dari
lapisan tersebut ang relevan tidak perlu diestimasikan lagi di $ilaah itu.
*stimator harus mencatat pertimbangan"pertimbangan ini.
Panduan berikut ini harus digunakan oleh estimator ketika menentukan
kategori sumberdaa ang relevan untuk suatu deposit, tentuna diba$ah
sarat atau kondisi geologi ang menguntungkan. Kerapatan titik in!ormasi
ang optimal untuk masing masing kategori sumberdaa tergantung pada
kondisi geologi dan tingkat keakinan geologi ang diinginkan. Kerapatan titik
untuk tiap kategori sumberdaa pada kondisi geologi sederhana, moderat dan
A
kompleks sudah ditentukan dalam S<, tentang perhitungan sumberdaa dan
cadangan mineral dan batubara ang bisa dilihat pada Tabel ... /
Tabel ... @arak Kerapatan Titik ,n!ormasi Menurut Kondisi (eologi
GEOLOGI KRITERIA
SUMBERDAYA
HIPOTETIK TEREKA TERINDIKASI TERUKUR
Sederhana Jarak Titik
Infora!i
" #
Tak di$ata!i
%&&& ' ( ) %*&& *&& ' ( ) %&&& ( ) *&&
Moderat *&& ' ( ) %&&& +*& ' ( ) *&& ( ) +*&
Ko,-ek! +&& ' ( ) .&& %&& ' ( ) +&& ( ) %&&
Sumber / Badan Standarisasi <asional ,ndonesia, S<, .2"95..".444
Untuk sumberdaa hipotetik kecenderungan dalam ketebalan dan
kualitas batubara &daerah pengaruh dari titik in!ormasi' ditentukan terutama
oleh keberanian dan pengalaman estimator dalam penentuan radius daerah
pengaruh dari titik in!ormasi sesuai dengan keadaan geologi di daerah tersebut.
%alam tabel disebut sebagai Btidak dibatasiC. Dalaupun begitu dalam estimasi
sumberdaa hipotetik harus dinatakan #arak batas terluar dari titik in!ormasi
dan alasan"alasan ang mendasarina.
Bagi sumberdaa batubara tereka, kerapatan dan penebarluasan titik"
titik in!ormasi, ang mungkin ditun#ang oleh data interpretasi, harus
memberikan pengertian ang memadai atas keadaan geologi untuk
menimpulkan kemenerusan lapisan antara titik"titik in!ormasi. Sumberdaa ini
harus #uga memungkinkan adana estimasi kisaran ketebalan batubara #uga
kualitasna $alaupun masih pada tingkat kepastian ang rendah,
sehingga tidak memadai untuk tu#uan perencanaan penambangan.
Sumberdaa batubara tereka dapat diestimasikan dengan menggunakan data
ang didapat dari titik"titik in!ormasi dengan kerapatan hingga se#auh . sEd 1
km. Untuk kondisi geologi sederhana, 5,7 km sEd . km untuk keadaan geologi
moderat dan 5,1 sEd 5,7 km untuk keadaan geologi kompleks. Kecenderungan
4
dalam ketebalan kualitas batubara tidak dapat diperkirakan lebih dari 1 km dari
titik"titik in!ormasi.
Untuk sumberdaa batubara terindikasi, kerapatan, distribusi dan
keterpaduan titik"titik in!ormasi, ang mungkin diperkuat dengan data
interpretasi, cukup untuk memperoleh estimasi ang realistik atas rata"rata
ketebalan, luas $ilaah, kisaran kedalaman, kualitas dan #umlah in"Situ dari
batubara. Sumberdaa ini telah mampu memberikan tingkat kepercaaan ang
cukup atas endapan untuk pembuatan rencana tambang dan menentukan
kualitas produk batubara ang kira"kira akan didapat. Sumberdaa batubara
terindikasi ini dapat diestimasikan dengan menggunakan data ang diperoleh
dari titik"titik in!ormasi umumna kurang dari . km untuk keadaan geologi ang
sederhana, 5,17 sEd 5,7 km untuk keadaan geologi moderat dan 5,. sEd 5,1 km
untuk keadaan geologi ang kompleks. Kecenderungan akan ketebalan dan
kualitas batubara &daerah pengaruh' #angan diprediksi lebih dari . km dari titik"
titik in!ormasi.
Untuk sumberdaa batubara terukur kerapatan, distribusi dan
keterpaduan dari titik"titik in!ormasi, ang bisa ditun#ang dengan data
interpretasi, cukup untuk memperoleh estimasi ang dapat dipercaa tentang
ketebalan rata"rata, luas $ilaah, rentang kedalaman, kualitas dan #umlah in"
Situ dari batubara. Sumberdaa ini memberikan tingkat kepastian #umlah
endapan untuk pembuatan rencana rinci tambang, menentukan biaa
penambangan dan memberikan spesi!ikasi produk ang dapat dipasarkan.
Sumberdaa batubara terukur ini bisa diestimasikan dengan menggunakan
data ang diperoleh dari titik"titik in!ormasi umumna kurang dari atau sama
dengan 755 m untuk keadaan geologi sederhana, 5,17 km untuk keadaan
geologi moderat dan 5,. km untuk keadaan geologi ang kompleks.
.5
Kecenderungan dalam ketebalan dan kualitas batubara seharusna tidak
diprediksi lebih dari 755 m dari titik"titik in!ormasi.
%i lokasi lapisan ang tersesarkan, diterobos, bercabang, berbentuk
lensa atau sangat bervariasi dalam ketebalan atau kualitas, #arak antar titik"titik
in!ormasi ang diperlukan lebih dekat, dan kemungkinan dukungan adana
data interpretasi, akan diperlukan dalam keadaan seperti ini.
*stimasi batubara in"situ dan sumberdaa batubara mutlak harus
disampaikan dengan #elas !aktor"!aktor ang digunakan dalam estimasi ini,
termasuk luas $ilaah, ketebalan dan densiti setempat. *stimasi atas #umlah
tonase harus dibulatkan sesuai dengan tingkat ketepatan estimasina.
Prosedur estimasi ini harus transparan dan dapat diulang lagi. @ika estimasi
atas batubara in"situ dan sumberdaa batubara dipaparkan bersama, suatu
pernataan harus disampaikan dengan #elas dengan mengetengahkan apakah
estimasi itu dilaporkan secara terpisah atau digabung.
Berdasar atas hal"hal tersebut di atas, merupakan tanggung #a$ab
estimator untuk menentukan kategori sumberdaa batubara dan batubara in"
situ secara tepat atas setiap deposit ang diestimasikan. *stimator harus
meniapkan dokumen teknik ang secara meneluruh menguraikan proses
pengestimasianna dan asumsi"asumsi ang digunakannaF dan berisikan
rancangan"rancangan ang relevan pada skala ang benar.
a. Cadangan Batubara (Coal Reserve)
Cadangan batubara diklasi!ikasi men#adi/ cadangan batubara terkira,
dan cadangan batubara terbukti. Klasi!ikasi cadangan batubara menurut
Badan Standarisasi <asional ,ndonesia tahun .44A adalah sebagai berikut /
..
.. Cadangan Batubara Terkira (Probable Coal Reserve)
Cadangan batubara terkira (Probable Coal Reserve) adalah
sumberdaa batubara terindikasi, dan sebagian sumberdaa batubara
terukur ang berdasarkan ka#ian kelaakan semua !aktor ang terkait
telah terpenuhi sehingga penambangan dapat dilakukan secara laak
atau bisa #uga diartikan sebagai cadangan batubara insitu dari
sumberdaa terukur atau terindikasi ang diharapkan terambil dengan
menggunakan metode penambangan ang tepat atas pertimbangan
lingkungan, peraturan pemerintah dan teknologi saat ini. %asar
perhitunganna adalah sebagai berikut/
a. Ketebalan minimum batubara ang ekonomis ang terambil
b. Ketebalan lapisan tanah penutup
c. Kualitas batubara ang sesuai dengan spesi!ikasi pen#ualan
d. Kedalaman maksimum perencanaan
e. Metode penambangan tambang terbuka atau tambang ba$ah tanah
!. <isbah pengupasan atau stripping ratio ang berasal dari "rea#
$ven Stripping Ratio ang didapatkan berdasarkan perhitungan
keuntungan dari pen#ualan bahan galian.
1. Cadangan Batubara Terbukti (Proven Coal Reserve)
Cadangan batubara terbukti (Proven Coal Reserve) adalah
sumberdaa batubara terukur ang berdasarkan ka#ian kelaakan
semua !aktor ang terkait telah terpenuhi sehingga penambangan dapat
dilakukan secara laak atau bisa #uga diartikan sebagai cadangan
batubara dari mineable ang dapat ditambang atas dasar pertimbangan
biaa operasi penambangan ang ditetapkan pada saat ini. %asar
perhitunganna adalah sebagai berikut/
.1
a. -ptimum batubara ang ekonomis untuk ditambang
b. Maksimum overburden ang diangkat ke disposal area berdasarkan
!aktor ultimate pit slope penambangan, kelongsoran, pengendalian
air permukaan dan pembuatan #alan disposal
c. Kualitas batubara ang sesuai dengan spesi!ikasi pen#ualan
d. Metode penambangan tambang terbuka atau tambang ba$ah tanah
Sumber / Badan Standarisasi <asional ,ndonesia, S<, .2"95..".444
(ambar 1.. Klasi!ikasi sumberdaa dan cadangan batubara berdasarkan S<,
(. K$a%i&i'a%i Batuara Menurut ASTM (American Society for Testing Mineral)
Klasi!ikasi batubara ditentukan melalui hasil analisis beberapa parameter
batubara. Berdasarkan klasi!ikasi ini dapat dilihat peringkat serta peman!aatan
dari batubara tersebut. Menurut :STM batubara dibagi men#adi empat kelas,
aitu/
.. :ntrasit
Batubara keras dengan peringkat tertinggi, ber$arna hitam dengan kilap
tinggi dan sukar dibakar tetapi pada saat terbakar nala ber$arna biru tanpa
asap. :ntrasit menghasilkan nilai kalori di atas A155 kaloriEgram.
1. Bituminus
.2
Batubara dengan peringkat menengah dan memiliki rasio bahan bakar
tinggi dan bila terbakar tanpa asap. Bituminus menghasilkan nilai kalori
antara 7A55 " A155 kaloriEgram.
2. Sub"bituminus
Batubara dengan peringkat rendah dan disebut #uga batubara hitam.
Subbituminus menghasilkan nilai kalori antara 7155 " 7A55 kaloriEgram.
3. =ignit
Batubara berperingkat terendah ang ber$arna hitam kecoklatan ang
terbentuk dari gambut. =ignit menghasilkan nilai kalori antara 2155 " 2755
kaloriEgram.
). Kriteria Pemi$i*an Met+!e Per*itungan Ca!angan
Pada prinsipna kriteria pemilihan metode perhitungan cadangan tergantung
pada beberapa hal, aitu/
.. Kondisi geologi endapan mineral
Pemahaman pada pengetahuan suatu endapan batubara sangat
penting seperti/ ukuran, bentuk, sebaran, kemenerusan dan kualitas dari
endapan batubara tersebut.
1. Tahapan eksplorasi
Semakin tinggi tahapan eksplorasi maka semakin tinggi pula tingkat
kepercaaan terhadap data eksplorasina. Tahapan eksplorasi dibagi atas/
eksplorasi pendahuluan, dan eksplorasi detil.
2. Kelengkapan dan tingkat kepercaaan data
Kelengkapan dan kepercaaan data eksplorasi tergantung pada sistem
dan metode eksplorasi serta kemampuan dari personil, oleh karena itu
peman!aatan semua data hasil eksplorasi sangat penting.
.3
3. Tu#uan dan tahapan kegiatan
Bilaperhitungan cadangan masih bersi!at a$al, maka metode
sederhana dapat dipergunakan karena tidak memerlukan peta"peta khusus,
tetapi apabila perhitungan cadangan diperlukan untuk perencanaan tambang,
maka diperlukan perhitungan ang lebih detil dengan memperhatikan metode
penambangan ang akan dilakukan.
7. Tingkat ketelitian
Tingkat ketelitian adalah dera#at kebenaran ang dikehendaki dan
tergantung kepada sistem eksplorasi, aitu/
a. @enis kerapatan pengambilan conto
b. Penentuan ketepatan data dari sudut pandang geologi, bentuk geometri
!isik endapan mineral, macam pola sebaran, !aktor kesalahan, dan #enis
kategori cadanganna.
9. Daktu dan biaa
%ilihat dari tu#uan perhitungan cadangan ang dilakukan #ika masih
bersi!at a$al maka $aktu dan biaa ang dibutuhkan relati! rendah, namun
apabila perhitungan cadangan diperlukan untuk perencanaan tambang maka
$aktu dan biaa ang dibutuhkan relati! tinggi.
Menurut Kuncoro,dkk &.449', pada berbagai metoda perhitungan
cadangan ada perbedaan dari hasil perhitungan volume maupun tonase tetapi
stripping ratio tetap akan sama, hana sedikit modi!ikasi dari sesuatu ang
sangat umum. Pada prinsipna, metode perhitungan cadangan harus dapat
menghitung dengan cepat, dipercaa, dan mudah dilakukan cek ulang.
Perbedaan dari berbagai metoda perhitungan cadangan biasana dibedakan
menurut penentuan perhitunganna ang dipisahkan men#adi bagian"bagian atau
.7
blok. Perbedaan metode didasarkan pada kondisi geologi endapan mineral,
sistem eksplorasi, penambangan, dan !aktor ekonomi.
,. Parameter Per*itungan Ca!angan
Pada saat melakukan suatu perhitungan cadangan diperlukan beberapa
parameter. Parameter perhitungan cadangan meliputi/
.. Ketebalan
Ketebalan dapat diukur antara lain dari data pemboran, pengukuran
langsung, perhitungan skala pada peta, penampang, atau logging. :dapun
persamaan pada pengukuran ketebalan adalah sebagai berikut/
................................ &.'
Keterangan/
TS G Tebal sebenarna
T; G Tebal horisontal
TV G Tebal vertical
.9
(ambar 2.. +umus Ketebalan =apisan Batubara
1. =uas
Penentuan luas dapat meliputi luas vertikal maupun luas horisontal,
ang dapat ditentukan dengan cara/
a. Planimeter
Planimeter minimal dilakukan dua kali dengan arah ang berla$anan
dan hasil pembacaan dapat diterima bila hasil pembacaan di ba$ah 16
dari rata"rata.
b. Template
Template dapat dilakukan dengan tiga pola aitu/ pola bu#ur sangkar,
pola titik dan pola garis se#a#ar.
c. Perhitungan geometri
Bentuk"bentuk tidak beraturan dari luas endapan dibagi men#adi
beberapa bentuk geometri sederhana, misalna/ segitiga, persegi empat,
persegi pan#ang dan trapesium.
d. Pen#umlahan beberapa luasan seragam
Beberapa luasan ang bentukna diseragamkan dapat dihitung luasna
dengan menggunakan persamaan Trape)oidal dan Simpson.
e. Penentuan luas dengan program komputer
Penentuan luas dengan program komputer paling sering dilakukan
karena lebih cepat dan praktis dalam penggunaanna.
2. Kalori
Penentuan kalori suatu endapan batubara merupakan kegiatan ang
penting, karena memerlukan banak pertimbangan karena kandungan kalori
.?
suatu endapan batubara tidak selalu sama. Pada perhitungan cadangan
digunakan kalori rata"rata dari endapan batubara.
3. Berat
Berat dalam setiap satuan volume suatu endapan mineral banak
digunakan dalam perhitungan cadangan, oleh karena itu perhitungan volume
dan perubahan dari volume ke tonase harus memperhatikan densitas bahan
galianna.
,. Per*itungan Lua% Dengan Cara K++r!inat
Perhitungan luas dengan cara koordinat dapat dilakukan pada bangun
datar ang mempunai bentuk beraturan maupun ang tidak beraturan.
Perhitungan dilakukan dengan men#umlahkan hasil dari persamaan pada tiap
koordinat bangun datar tersebut. Perhitungan dapat dilakukan dengan dua cara,
aitu dengan melakukan perhitungan titik 8 titik koordinatna dengan cara
berla$anan arah #arum #am atau searah #arum #am, lihat &(ambar 3..'.
.A
(ambar 3.. Sarat Perhitungan =uas dengan Koordinat
Persamaan perhitungan dengan cara koordinat adalah sebagai berikut/
.. Persamaan perhitungan luas dengan koordinat ang berla$anan arah #arum
#am
.............................................. &1'
............................ &2'
1. Persamaan perhitungan luas dengan koordinat ang searah #arum #am
.......................................... &3'
........................ &7'
Keterangan/
: G =uas
Hi G Koordinat titik H ke i
Ii G Koordinat titik I ke i
-. Per*itungan .+$ume Dengan Mean Area
Persamaan mean area merupakan salah satu persamaan ang digunakan
untuk menghitung volume dari suatu endapan ang bentukna seragam, lihat
&(ambar 7..'. Persamaan ini digunakan apabila terdapat dua buah penampang
dengan luas :. dan :1 dengan #arak = dengan memenuhi :. relati! sama :1 atau
&:.E:1' lebih besar 5,7 sampai mendekati . seperti ang terlihat pada gambar.
.4
Persamaan untuk menghitung volume dengan menggunakan persamaan
Mean %rea adalah sebagai berikut /
.................................................................... &9'
Keterangan /
= G @arak antar penampang &m'.
:., :1 G =uas setiap penampang &m
1
'.
(ambar 7.. Penampang uniform
/. Per*itungan Ca!angan Dengan Met+!e Cross Section
Metode penampang tegak (Cross Section) adalah salah satu metode
estimasi cadangan secara konvensional, prinsip dari metode ini adalah dengan
cara membagi endapan men#adi blok 8 blok dengan interval tertentu dengan
#arak ang sama atau berbeda sesuai dengan keadaan geologi dan kebutuhan
penambangan, karena dibagi men#adi blok"blok maka akan terdapat dua luasan
penampang, luasan penampang dapat dihitung dengan beberapa metode
15
A
%
A
+
L
perhitungan ataupun dengan bantuan program komputer. Pada perhitungan
cadangan dengan metode Cross Section digunakan dua metode aitu metode
ang berpedoman pada perubahan bertahap &Standar' dan metode ang
berpedoman pada titik terdekat &=inier'. Pada perhitunganna terdapat dua
volume ang akan ditentukan, aitu volume cadangan batubara dan volume
overburden. Volume"volume tersebut nantina akan digunakan untuk penentuan
stripping ratio. Perhitungan stripping ratio adalah perbandingan antara volume
overburden dengan tonase batubara, sehingga nantina dari nilai tersebut dapat
dilihat daerah mana ang mempunai nilai stripping ratio ang memungkinkan
untuk ditambang dan sesuai dengan batasan stripping ratio ang sudah
ditentukan perusahaan apakah akan menguntungkan atau tidak untuk dilakukan
penambangan. Metode dan tahapan perhitungan dengan metode Cross Section
dibagi men#adi dua, aitu/
.. Metode Standar
Metode Standar berpedoman pada perubahan bertahap (&he Rule 'f
(radual Change). Setiap blok bagian dalam dibatasi oleh dua penampang
dan pada bagian tepi blok terdiri dari satu penampang dengan batas tepi
ang tidak beraturan. Penampang dapat men#adi se#a#ar, tidak se#a#ar,
vertikal, horisontal, ataupun miring. Tahapan perhitungan cadangan sampai
pada stripping ratio adalah sebagai berikut/
a. Penentuan luas penampang dilakukan dengan bantuan program
komputer aitu Minescape ang prinsip perhitunganna menggunakan
cara koordinat.
b. Perhitungan volume overburden, volume batubara dan tonase batubara
............................................ &?'
................................................................ &A'
1.
Keterangan/
VC G Volume batubara &m
2
'
V-B G Volume overburden &m
2
'
:., :1G =uas setiap penampang &m
1
'
= G @arak antar penampang &m'
DC G Tonase batubara &ton'
J G %ensitas batubara &.,2 tonEm
2
'
c. Perhitungan Stripping Ratio
................................................................ &4'
Keterangan/
S+ G Stripping Ratio
V-B G Volume overburden &m
2
'
DC G Tonase batubara &ton'
11
(ambar 9.. Cara Perhitungan Penampang =uas Metode Standar
1. Metode =inier
Metode =inier berpedoman pada titik terdekat (&he Rule 'f )earest
Point). Setiap tepi blok dibatasi oleh satu penampang ang mempunai
pan#ang setengah dari bagian blok ang berdampingan dan mempunai
batas samping ang beraturan. Tahapan perhitungan cadangan sampai
pada stripping ratio adalah sebagai berikut/
a. Penentuan luas penampang dilakukan dengan bantuan program
komputer aitu Minescape ang prinsip perhitunganna menggunakan
cara koordinat.
b. Perhitungan volume overburden, volume batubara dan tonase batubara
....................................................... &.5'
..................................................................... &..'
Keterangan/
VC G Volume batubara &m
2
'
V-B G Volume overburden &m
2
'
: G =uas penampang &m
1
'
= G @arak antar penampang &m'
DC G Tonase batubara &ton'
J G %ensitas batubara &.,2 tonEm
2
'
c. Perhitungan Stripping Ratio
.............................................................. &.1'
Keterangan/
12
S+ G Stripping ratio
V-B G Volume overburden &m
2
'
DC G Volume batubara &ton'
(ambar ?.. Cara Perhitungan Penampang =uas Metode =inier
#. MET0DE PENELITIAN
Metode ang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara pengamatan
di lapangan, sedangkan metode penaksiran cadangan digunakan metode Cross
Section dengan membandingkan antara pedoman perubahan bertahap dengan
pedoman titik terdekat, lihat &(ambar A..'. :dapun tahapan penelitianna aitu/
.. Persiapan dan studi literatur
Persiapan dengan pengumpulan data sekunder ang telah ada, mencari
bahan 8 bahan pustaka ang menun#ang, dan mempersiapkan peralatan
untuk di lapangan.
1. Pengamatan di lapangan
13
Pengamatan di lapangan dilakukan dengan melakukan pengamatan
langsung terhadap kondisi lapangan dan pengecekan ulang terhadap data
sekunder untuk lebih meakinkan penebaran batubarana.
2. Pengolahan data
Pada tahap ini dilakukan peker#aan peta topogra!i, pengeplotan data
sekunder atau data lapangan, pembuatan peta penebaran batubara,
pembuatan penampang tegak, dan melakukan analisis perhitungan.
3. =aporan
=aporan dibuat setelah dilakukan perhitungan dari hasil pengolahan data
dengan permasalahan ang diteliti dan dibahas, ang isina adalah klasi!ikasi
cadangan batubara daerah penelitian, perhitungan sumberdaa batubara
menurut BS<, dari daerah pengaruh, penerapan metode Cross Section,
perbedaan perhitungan cadangan, nilai nisbah pengupasan, pengaruh
cadangan terhadap umur tambang dan perkiraan sementara lokasi
penggalian batubara, sehingga dapat diperoleh kesimpulan dimana,
kesimpulan merupakan hasil akhir dari pemecahan permasalahan ang
diteliti.
(. JAD1AL KEGIATAN PR0GRAM
@ad$al kegiatan penelitian ang dilakukan oleh peneliti aitu sebagai berikut/
Tabel ... @ad$al Kegiatan Penelitian
). BIA2A
Biaa ang digunakan dalam penelitian ini, sepenuhna ditanggung oleh CV.
Transcoal Banua, karena pada penelitian ini bersamaan dengan ker#a praktek ang
telah dilakukan pada perusahaan tersebut.
17
DAFTAR PUSTAKA
:bdul +au!. 1555. Pena#siran Cadangan. Iogakarta/ @urusan Teknik Pertambangan,
>akultas Teknologi Mineral, UP< BVeteranC Iogakarta.
:bdul +au!. .444. $#splorasi &ambang. Iogakarta/ @urusan Teknik Pertambangan,
>akultas Teknologi Mineral, UP< BVeteranC Iogakarta.
;aris, :gus. Modul Responsi Metode Perhitungan Cadangan. Bandung/ @urusan
Teknik Pertambangan, >akultas ,lmu Kebumian dan Teknologi Mineral,
,nstitut Teknologi Bandung.
;artman, ;o$ard =. .4A?. Introductor Mining $ngineering. <e$ Iork/ @ohn Dille K
Sons.
Kuncoro,dkk. .449. Sumberdaa "atubara dan (ambut di Indonesia. Tidak diterbitkan.
19
Sulistana, Daterman. 155A. Perencanaan &ambang *. Iogakarta/ :$an Poetih
,ntermedia.
Standar <asional ,ndonesia, S<, .2"95..".444. .444. +lasifi#asi Sumberdaa dan
Cadangan "atubara. Badan Standarisasi <asional ,ndonesia.
Tim %irektorat ,nventarisasi Sumberdaa Mineral. 1552. Pedoman Pelaporan dan
$stimasi Sumberdaa dan Cadangan "atubara. Pusat Sumber daa
(eologi. Tidak diterbitkan.
1?