Anda di halaman 1dari 17

KOMPETENSI INTI, KOMPETENSI DASAR, INDIKATOR, DAN

STRUKTUR MATERI, TENTANG GERAK MELINGKAR UNTUK SMA


KELAS X
(Tugas Mata kuliah Fisika Sekolah 1)




Oleh :
1. Muhammad Reza Pratama (1213022036)
2. Miftah Syifaul Husnah (1213022042)
3. Nina Rosita (1213022045)







PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2014


1. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar


3. Memahami, menerapkan, menganalisis
pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah


3.5 Menganalisis besaran
fisis pada gerak melingkar
dengan laju konstan dan
penerapannya dalam
teknologi


4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah
konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda
sesuai kaidah keilmuan


4.5 Menyajikan ide/gagasan
terkait gerak melingkar
(misalnya pada hubungan
roda-roda)



2. Indikator dan Tujuan Pembelajaran
3.5.1 menjelaskan pengertian dari gerak melingkar
3.5.2 menyebutkan pengertian dari periode dan frekuensi
3.5.3 menjelaskan hubungan antara periode dan frekuensi
3.5.4 menjelaskan pengertian tentang perpindahan sudut
3.5.5 menghitung perpindahan sudut suatu benda yang bergerak
melingkar
3.5.6 menjelaskan pengertian tentang kecepatan sudut
3.5.7 menghitung kecepaatan sudut benda yang bergerak melingkar
3.5.8 menjelaskan tentang percepatan sudut
3.5.9 menjelaskan tentang percepatan tangensial
3.5.10 menjelaskan tentang percepatan sentripetal
3.5.11 menghitung percepatan sudut, tangensial,dan sentripetal pada
suatu benda yang bergerak melingkar
3.5.12 menyebutkan perbedaan antara gerak melingkar beraturan dan
gerak melingkar berubah beraturan
3.5.13 menghitung besaran-besaran fisika pada soal tentang gerak
melingkar beraturan
3.5.14 menghitung besaran-besaran fisika pada soal tentang gerak
melingkar berubah beraturan
3.5.15 mengidentifikasi arah kecepatan linier melalui percobaan
sederhana
3.5.16 menyajikan data hasil percobaan kecepatan linier
3.5.17 menyimpulkan data hasil percobaan
4.5.1 menghitung besaran fisika pada soal tentang hubungan roda-roda
yang sepusat
4.5.2 menghitung besaran fisika pada soal tentang hubungan roda-roda
yang saling bersinggungan
4.5.3 menghitung besaran fisika pada soal tentang hubungan roda-roda
yang dihubungkan dengan sabuk
4.5.4 menyebutkan beberapa contoh mengenai penerapan gerak
melingkar dalam kehidupan sehari-hari.

3. Struktur Materi
a. Besaran-Besaran Fisika dalam Gerak Melingkar
1. Periode dan Frekuensi
2. Perpindahan Sudut
3. Kecepatan (Laju) Sudut
4. Hubungan kecepatan sudut dengan laju linier
5. Percepatan Sudut, Percepatan Tangensial dan Percepatan Sentripetal


b. Gerak Melingkar Beraturan
1. Jarak atau Perpindahan Sudut
2. Kecepatan Sudut
3. Percepatan Sudut, Percepatan Tangensial dan Percepatan Sentripetal
c. Gerak Melingkar Berubah Beraturan
1. Jarak atau Perpindahan Sudut
2. Kecepatan Sudut
3. Percepatan Sudut, Percepatan Tangensial dan Percepatan Sentripetal
d. Hubungan Roda-roda
1. Roda-roda Sepusat
2. Roda-roda yang Saling Bersinggungan
3. Roda-roda yang Dihubungkan dengan Sabuk
e. Penerapan Gerak Melingkar

4. Materi Pokok
Gerak Melingkar

5. Kedalaman Materi
Materi mengenai Gerak Melingkar untuk kelas X SMA dalam kurikulum
2013, membahas tentang Besaran-Besaran Fisika dalam Gerak Melingkar,
Gerak Melingkar Beraturan, Gerak Melingkar Berubah Beraturan dan
penerapan konsep gerak melingkar untuk menganalisis hubungan roda-roda.
A. Besaran-besaran fisika dalam gerak melingkar
Pada besaran-besaran fisika dalam gerak melingkar ini membahas tentang
periode dan frekuensi, perpindahan sudut,kecepatan (laju) sudut, hubungan
kelajuan linear dan kecepatan sudut.

B. Gerak Melingkar Beraturan
1. Jarak atau Perpindahan sudut
Pengertian, satuan dalam SI, penurunan rumus sederhana dari
perpindahan sudut, dan analoginya dengan GLB.
2. Kecepatan Sudut
Kondisi kecepatan sudut pada gerak melingkar dan satuan dalam SI.

3. Percepatan Sudut, Percepatan Tangensial, dan Percepatan Sentripetal
Keadaan/kondisi percepatan sudut, percepatan tangensial, dan
percepatan sentripetal dan satuan dalam SI.
C. Gerak Melingkar Berubah Beraturan
1. Jarak atau Perpindahan Sudut
Pengertian, satuan jarak dalam SI, penurunan rumus sederhana dari
perpindahan sudut,dan analoginya dengan GLBB.
2. Kecepatan Sudut
Pengertian, satuanya dalam SI, penurunan rumus sederhana dari
kecepatan sudut, dan analoginya dengan GLBB.
3. Percepatan Sudut, Percepatan Tangensial, dan Percepatan Sentripetal
Keadaan percepatan sudut, percepatan tangensial, dan percepatan
sentripetal, hubungan ketiganya terhadap percepatan total, satuan
jarak dalam SI, penurunan rumus sederhana.

D. Hubungan Roda-roda
1. Roda-roda Sepusat
Persamaan, penjelasan gambar dari hubungan roda-roda yang
porosnya terpusat pada satu titik dan penerapannya dalam teknologi.

2. Roda-roda yang Saling Besinggungan
Persamaan, penjelasan gambar dari hubungan roda-roda yang saling
bersinggungan dan penerapannya dalam teknologi.

3. Roda-roda yang Dihubungkan dengan Sabuk
Persamaan, penjelasan gambar dari hubungan roda-roda yang
dihubungkan dengan sabuk dan penerapannya dalam teknologi.



6. Konsep-Konsep Penting
A. Besaran-besaran fisika dalam gerak melingkar
1. Periode dan frekuensi
Dua besaran fisika yang penting dalam kajian gerak melingkar adalah
periode dan frekuensi.
Periode adalah waktu yang dibutuhkan benda(partikel) untuk
menempuh satu putaran penuh. Oleh karena itu, periode gerak
melingkar dapat dinyatakan dengan persamaan


dengan:
= periode (s)
= waktu(s)
n = jumlah putaran
kemudian, frekuensi adalah jumalah putaran dalam waktu satu detik.



2. Perpindahan Sudut
Perpindahan sudut adalah perpindahan partikel pada gerak melingkar.

Perhatikan posisi roda pada gambar di atas.
Untuk berpindah dari posisi a ke b, roda telah menempuh perpindahan
sudut . Roda telah berputar sejauh ketika sebuah titik pada
pinggiran roda telah bergerak melalui jarak linear gerak s. Satuan
dalam SI adalah radian. Nilai dalam radian (rad) adalah
perbandingan antara jarak linear s dengan jari-jari roda r.

Keterangan:
= perpindahan sudut (rad)
s = jarak linear (m)
r = jarak partikel ke pusat lingkaran (m)
Satu putaran sama dengan keliling lingkaran (s=2r) sehingga didapat:

Berikut konversi satuan sudut:
1 putaran = 3600 =2 rad
1 rad = 180/ derajat = 57,30

3. Kecepatan (laju) Sudut
Kecepatan sudut didefinisikan sebagai perubahan posisi sudut ()
benda yang bergerak melingkar tiap satu satuan waktu () kecepatan
sudut itu disebut kecepatan anguler dan disimbolkan dengan
Maka :



4. Hubungan Kelajuan Linear dan Kecepatan sudut







Pada gambar sebuah partikel bergerak melingkar dengan jari-jari
lintasan = R.Selama partikel bergerak melingkar dengan kecepatan v
menyinggung lingkaran, dan arah tegak lurus pada jari-jari R. Dari
gambar terlihat bahwa:



5. Percepatan sudut, Percepatan Tangensial, dan Percepatan Setripetal
a. Percepatan sudut didefinisikan sebagai perubahan kecepatan sudut
() dalam selang waktu


b. Percepatan tangensial didefinisikan sebagai perubahan kecepatan
linier () dalam selang waktu


c. Percepatan sentripetal adalah percepatan yang arahnya menuju
pusat lingkaran dan tegak lurus terhadap kecepatan linier.



B. Gerak Melingkar Beraturan
Gerak melingkar beraturan merupakan gerak benda-benda pada lintasan
lingkaran dengan kecepatan sudut tetap. Gerak melingkar beraturan analog
dengan gerak lurus beraturan, sehingga persamaan gerak melingkar
beraturan juga analog dengan gerak lurus beraturan,

1. Jarak, atau Perpindahan
Jika pada gerak lurus beraturan jarak atau perpindahan partikel
dinyatakan dengan maka pada gerak melingkar beraturan jarak
atau perpindahan sudut partikel dapat dinyatakan dengan persamaan:
, Sehingga


Jika

, maka
Dengan:
()
()
(

)
()

2. Kecepatan sudut
Karena kecepatan sudut benda yang bergerak melingkar adalah tetap
maka:



3. Percepatan sudut, Percepatan Tangensial, dan Percepatan Sentripetal
karena pada gerak melingkar beraturan kecepatan sudut tetap, maka
percepatan sudutnya dapat ditentukan dengan persamaan sebagai
berikut


Sehingga percepatan tangensialnya juga sama dengan nol

()
Meskipun dan

, tetapi benda yang bergerak melingkar


beraturan mempunyai percepatan sentripetal (

): mengapa
demikian?
Partikel atau benda yang bergerak melingkar beraturan mempunyai
kecepatan sudut dan kecepatan linier yang tetap setiap saat, tetapi arah
vector kecepatan liniernya selalu berubah, dan perubahan arah
kecepatan linier tersebut menyebabkan suatu percepatan, yaitu
percepatan sentripetal.

C. Gerak Melingkar Berubah Beraturan

Gerak melingkar berubah beraturan merupakan gerak benda-benda pada
lintasan lingkaran dengan percepatan sudut yang tetap ( ). Gerak
melingkar berubah beraturan analog dengan gerak lurus berubah beraturan,
sehingga persamaan gerak melingkar berubah beraturan analog juga
dengan persamaan gerak lurus berubah beraturan.

1. Jarak atau Perpindahan Sudut
Jika pada gerak lurus berubah beraturan, jarak atau perpindahan
partikel dinyatakan dengan

, maka pada gerak


melingkar berubah beraturan jarak atau perpindahan sudut partikel
dapat dinyatakan dengan persamaan berikut ini.


sehingga


Jika

, maka




2. Kecepatan Sudut
Jika pada gerak lurus berubah beraturan kecepatan benda dinyatakan
dengan

, maka pada gerak melingkar berubah beraturan


kecepatan sudut benda dapat dinyatakan dengan persamaan berikut.


karena

, maka (

)
atau



3. Percepatan Sudut, Percepatan Tangensial, dan Percepatan Sentripetal
Karena pada gerak melingkar , maka benda mempunyai
percepatan tangensial (

) dan percepatan sentripetal (

). Pada gerak
melingkar, percepatan tangensial searah dengan vector kecepatan
linier, sedangkan vector kecepatan linier tegak lurus dengan percepatan
sentripetal, sehingga percepatan tangensial tegak lurus dengan
percepatan sentripetal. Bedasarkan hal tersebut, maka percepatan total
benda adalah sebagai berikut.


dengan:
a = percepatan total (m/s
2
)
percepatan sentripetal dimiliki oleh semua pertikel yang bergerak
melingkar. Percepatan ini berguna untuk mengubah arah kecepatan
linier partikel yang bergerak melingkar. Sementara itu, percepatan
tangensial hanya dimiliki oleh partikel yang bergerak melingkar
berubah beraturan dan berguna untuk mengubah besar kecepatan linier
partikel yang bergerak melingkar berubah beraturan.


D. Hubungan Roda-roda
Konsep-konsep gerak melingkar biasanya diterapkan untuk
menyelesaikan beberapa masalah fisika. Salah satunya digunakan untuk
menyelesaikan masalah dalam system roda-roda. Hubungan roda-roda
yang biasa dibahas dalam kaitannya dengan gerak melingkar adalah
sebagai berikut.
1. Roda-roda Sepusat
Jika dua buah roda atau lebih disusun, sehingga poros masing-masing
roda terpusat pada satu titik, maka arah putaran roda-roda tersebut
sama dan kecepatan sudut dari roda-roda tersebut juga sama (

). perhatikan Gambar 4.6.



Untuk kasus pada gambar di atas berlaku persamaan berikut.



2. Roda-roda yang Saling Bersinggungan
Jika dua buah roda disusun sehingga keduannya saling
bersinggungan seperti ditunjukkan pada gambar berikut, maka arah
putaran kedua roda tersebut berlawanan dan kedua roda tersebut
mempunyai kecepatan linier yang sama (

).
Untuk kasus pada gambar 4.7

berlaku persamaan-persamaan berikut.




3. Roda-roda yang Dihubungkan dengan Sabuk

Untuk kasus dua buah roda yang dihubungkan dengan sabuk
seperti ditunjukkan pada gambar di atas, maka arah putaran roda-
roda tersebut sama dan kecepatan linier keduanya juga sama
(

). Oleh karena itu, berlaku persamaan-persamaan berikut.



E. Penerapan Gerak Melingkar
Salah satu contoh penerapan gerak melingkar ada pada transmisi mobil
yang memanfaatkan roda gigi untuk menyesuaikan kecepatan dan torsi.
Untuk menanjak di lereng bukit dibutuhkan torsi pada kecepatan rendah.
Untuk berkendara dengan kecepatan tinggi dibutuhkan rotasi lebih cepat
dan torsi lebih kecil.
Kemudian pada roller coaster pun memanfaatkan konsep gerak melingkar.
Pada roller coaster puncak bukit pertama dibuat lebih tinggi dari puncak
bukit selanjutnya. Hal ini bertujuan agar kendaraan memiliki energy
potensial yang cukup besar sehingga mampu melintasi seluruh lintasan
dengan baik.

7. Miskonsepsi
1. Miskonsepsi pengertian GMB, siswa menganggap bahwa GMB pada suatu
benda memiliki kecepatan linier yang arahnya menuju pusat lingkaran.
2. Miskonsepsi tentang frekuensi, siswa menganggap bahwa frekuensi adalah
banyaknya putaran yang dapat dilakukan selama GMB berlangsung.
3. Miskonsepsi tentang periode, siswa menganggap bahwa periode adalah
waktu yang diperlukan selama GMB berlangsung
4. Menentukan arah gerak benda ketika mengalami GMB , siswa
menganggap bahwa dua roda yang dihubungkan dengan sabuk akan
bergerak saling mendekat dan saling menjauhi serta ketika benda
mengalami GMB maka arah benda akan bergerak dipengaruhi gaya
normal.
5. Miskonsepsi dalam menghitung besar kelajuan linier yang dipengaruhi
jari-jari. Siswa menganggap bahwa pada benda yang mengalami GMB
sepusat memiliki kelajuan linier yang sama antara dua lingkaran yang
berjari-jari berbeda.
6. Miskonsepsi dalam menghitung besar kecepatan sudut yang dipengaruhi
jari-jari, siswa menganggap bahwa pada benda yang mengalami GMB
saling bersinggungan memiliki kecepatan sudut yang sebanding dengan
jari-jari.

8. Tahap-Tahap Penyampaian
Langkah-langkah model pengajaran berdasarkan masalah meliputi beberapa
tahap antara lain :
a. Orientasi
Pada tahap ini guru memberikan pertanyaan mengenai gerak melingkar
yang ada disekitar kehidupan sehari-hari mereka agar guru
mengetahuimereka memusatkan perhatian, juga membangkitkan motivasi
belajar mereka. Sebagai contohnya guru bertanya kepada siswanya :
Anak-anak pada pertemuan kali ini kita akan membahas mengenai gerak
melingkar, coba kalian sebutkan contoh gerak melingkar dalam kehidupan
sehari-hari yang sering kalian jumpai?
Setelah siswa menjawab, guru menyebutkan contoh-contoh gerak
melingkar.

b. Menjelaskan topik-topik beserta konsep-konsep sub bab hingga sub sub
bab dari Gerak Melingkar secara berurutan.

Besaran-Besaran Fisika dalam Gerak Melingkar
1. Periode dan Frekuensi
2. Perpindahan Sudut
3. Kecepatan (Laju) Sudut
6. Hubungan kecepatan sudut dengan periode dan frekuensi
7. Hubungan kecepatan sudut dengan laju linier
8. Arah vector kecepatan pada gerak melingkar
9. Percepatan Sudut, Percepatan Tangensial dan Percepatan
Sentripetal

Gerak Melingkar Beraturan
1. Jarak atau Perpindahan Sudut
2. Kecepatan Sudut
3. Percepatan Sudut, Percepatan Tangensial dan Percepatan Sentripetal

Gerak Melingkar Berubah Beraturan
1. Jarak atau Perpindahan Sudut
2. Kecepatan Sudut
3. Percepatan Sudut, Percepatan Tangensial dan Percepatan Sentripetal
Hubungan Roda-Roda
1. Roda-roda Sepusat
2. Roda-roda yang Saling Bersinggungan
3. Roda-roda yang Dihubungkan dengan Sabuk

c. Mengorganisasi siswa untuk belajar
Siswa dikelompokkan menjadi beberapa kelompok untuk melakukan
eksperimen.

d. Membimbing penyelidikan kelompok
Percobaan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui arah kecepatan
linier pada gerak melingkar.
Alat dan bahan yang digunakan:
1) Tali 50 cm
2) Benda (batu kecil atau baut kecil)

Pada percobaan ini, setiap kelompok merangkai alat dan bahan seperti
gambar dibawah ini





Kemudian salah seorang dari anggota kelompok memegang ujung tali O
dan memutar benda pada bidang vertikal dengan pusat perputaran di titik
O. setelah beberapa saat benda diputar dan posisi benda di tempat
tertinggi, lepaskan tali dari tangan, anggota lain memperhatikan arah gerak
benda pada saat tali dilepas. Selanjutnya, guru memberikan kesempatan
kepada siswa untuk melakukan percobaannya dua kali lagi, dan
mendiskusikan dengan kelompok tentang arah gerak benda sesaat setelah
tali terlepas dari tangan.

O
A
Benda
Tali
e. Menyajikan dan mengkomunikasikan hasil percobaan
Setiap perwakilan kelompok diminta untuk menyampaikan dan
menyimpulkan hasil percobaan di depan kelas.

f. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
Guru menyampaikan kesimpulan dari seluruh materi pembelajaran, dan
menugaskan siswa untuk mengerjakan soal latihan mengenai Gerak
Melingkar yang ada pada buku/LKS, sebagai alat ukur kemampuan
memahami materi secara individual.