Anda di halaman 1dari 4

Carbonat, Borat, Sulfat, dan Fospat

Dolomite-Ankerite
Hexagonal (trigonal)
Uniaxial (-)
Dolomite (CaMG(CO
3
)
2
RELIEF DALAM SAYATAN TIPIS. Relief negatif rendah sampai relif positif tinggi; berubah
dengan perputaran.
Composisi: Dolomite dan ankerite merupakan bagian padatan yang solid dari keberadaan
dolomite (CaMg(CO
3
)
2
) sampai ferodolomite (CaFe(CO)
3
)
2
). Kelimpahan dolomite dan ankerite sekitar
20 persen dan ankerit murni biasanya paling banyak terdiri atas 75 persen ferrodolomit. Kebanyakan
komposisi yang kaya akan Fe tidak dijumpai secara alami. Jumlah yang signifikan dari Mn dapat
tergantikan dan substansinya dapat dipadatkan antara dolomit/ankerit dan kutnonorit (CaMn(CO
3
)
2
).
Jumah kecil dari Co dan Zn juga dapat tergantikan oleh Mg, dan kation yang banyak seperti Pb, atau Ba
dapat digantikan oleh Ca.
Sifat Fisik : H= 3 - 4; G= 2.86-2.93 (dolomit), 2.93-3.10 (ankerite), meningkat dengan kadar Fe
; putih, tidak berwarna, abu-abu, kuning kecoklatan sampai coklat pada sampel handspacement ( lebih
gelap dengan kadar Fe yang tinggi), berwarna agak merah muda jika Mn atau Co tampak ; putih, vitric
hingga kilau mutiara.
Warna: Dalam sayatan tipis selalu tidak berwarna atau dalam bentuk butir meskipun mengalami
pelapukan atau conto yang menalami alterasi kaya logam berwarna cokelat yang diakibatkan oleh proses
logam oksidasi dan hidroksida.
Bentuk: Kenampakan 10.4. Bentuk kristatalnya selalu rhombohedral (1011) dan dapat pula
berbentuk ccurve. Lebih banyak terdiri atas agregasi butiran kasar sampai butiran halus, atau sering
juga sebagai serat,atau agregasi columnar atau sebagai oolit.
Belahan: Dolomite dan ankerite memiliki belahan rhombohedral yang sempurna (1011) seprti
rhomboherdral lainnya.
Kembaran: Kembaran lamellar biasanya banyak (0221), dimana hasil lamellar dapat menjadi
parallel baik itu rombuherral yang diagonal panjang maupun diagonal pendek (Kenampakan 10.3).
Kembaran sederhana bias terbangun pada (0001), (1120), (1011), atau (1010).
Orientasi Optik: Pemadaman simetris atau miring pada jejak belahan (cf. Kenampakan 6.11).
Kecepan sinar serat parallel pada diagonal panjang dari belahan rhombis.
Indeks dari Refraksi dan birefraksi: Indeks dari refraksi dan birefraksi yang beragam kira-kira
komposisinya bersifat linear (Figure 10.1). Fragmen-fragmen yang terdapat pada belahan memperlihatkan
(n
e(1011)
= 1.588 untuk dolomite murni. Subtitusi Mn untuk Mg pada dolomite peningkatannya lebih kecil
dengan bila dibandingkan pergagantian oleh Fe. Karena sudutpemadamannya saangat ekstrim maka,
warna interferensi pada sayatan tipis maupun pada bentuk butiran bertipical krem atas-keputihan atau
abu-abu, bahkan jika sumbu optic hampis vertical. Warna pastel kadang-kdang memperlihatkan
permukaan dari kembaran lamella.
Kenampakan Interferensi : Sayatan basal menghasilkan kenampakan negative uniaxial penomoran
isochrome, dan ishogire diputar searah pada bagian tepi. Fragmen yang terdapat pada permukaan
belahan yang tinggi pada kenampakan bagian tengah.
Alterasi: Dolomite dapat berubah menjadi pseudomorfik, dapat digantikan oleh mineral karbonat
yang lain, kuarsa, pirit, oksida besi, dan lain-lain. Sampel yang kaya akan besi dapat berwarna coklat
akibat teroksidasi atau mengalami pelapukan.
Kenampakan yang membedakan: Dolomit dan kalsit umumnya dijumpai bersama dalam
batugamping, dolomite, marble, dan batuan yang berhubungan, dan mereka dapat sulit dibedakan
secara optic. Kenampakan tersebut diatas dapat digunakan untuk menolong kita untuk membedakan :
1. Dolomite lebih banyak berbentuk euhedral
2. Kalsit lebih banyak kembaran
3. Kembaran lamella pada kalsit dapat sejajar arau miring sampai diagonal panjang atau sejajar
sampai pinggir belahan tetapi sejajar pada diagonal pendek.
4. Dolomite indeks bias tinggi,
5. Dolomite dapat tidak berwarna, kelabu, atau tercemar oleh oksida besi, dikarenakan kalsit
tidak berwarna,
6. Dolomite meiliki gravitasi yang tinggi dan tidak bereaksi dengan larutan HCl.
Sample yang kaya akan mineral besi dapat dapat membingungkan dengan magnesit tidak selalu
menampilkan bentuk yang euhedral dalam bentuk kembaran. Dalam beberapa kasus , sangat penting
untuk menggunakan kimia atau pemisahan sinar-X dalam memisahkan mereka. Pemisahan tersebut
dapat sangat dekat dengan pencemaran mineral carbonat dalam sayatan tipis untuk membantu dalam
identifikasi sayatan dengan cepat (Friedman. 1959; Wolf dan lainnya, 1959; Warne, 1962).
Keterdapatan : Dolomite adalah mineral yang sangat penting pada Batugamping, Dolomite, dan
endapan Evaporite serta dapat pula dijumpai melimpah pada batuan sedimen karbonatan. Pada
batuansedimen klastik dan batuan sedimen karbonat, sering pula dijumpai berasosiasi dengan kalsit.
Pada batuan Evaporasi, dolomite dapat juga berasosiasi dengan halite, syvite, gypsum, kalsit, anhydrite,
dan mineral-mineral yang berhubungan lainnya.
Dolomite juga ditemukan pada Marble dan batuan Karbonat metamorfisme yang berasosiasi
dengan kalsit, talk, forsterit, tremolite, actinolite, wollastonite,dan mineral-mineral silikat lainnya.
Dolomite dijumpai juga pada endapan mineral hidrotermal.
Ankerite tidak seumum dolomite. Ankerit dapat dijumpai pada batuan sedimen yang kaya akan
kandungan besi dan terdspat sebagai disseminate, atau sebagai vein yang berasosiasi dengan siderite,
oksida besi, hidroxida, dan mineral lempung serta ditemukan pula pada formasi batuan-batuan
metamorfisme kaya besi dan endapan hidrotermal.
Karbonatite biasanya terdiri atas dolomit, atau ankerit sebagai mineral primer pada batuan beku.
Alterasi hidrotermal pada batuan beku basa dan ultrabasa dapat menghasilkan dolomite ataupun
ankerite bersama serpentine, talc, magnesit, atau atau mineral asal Mg lainnya.
Aragonite (CaCO
3
)
Relief pada Sayatan tipis: Nilai relief yang tinggi baik itu negative maupun positif tergantung
pada orientasinya. Perubahan relief dapat dilihat dengan memutar sayatan.
Komposisi: Sebagian besar aragonite relative murni CaCO
3
, meskipun jumlahnya sedikit dari
kation yang banyak seperti Sr atau Pb bias digantikan oleh Ca.
Sifat Fisik: H= 3 - 4; G= 2,94; selalu berwarna putih atau tidak berwarna pada sampel
handspaciment, juga abu-abu, kuning, biru, hijua, ungu, atau merah mawar; cerat putih. Bereaksi dengan
HCl.
Warna : Selalu tidak berwarna baik pada sayatan tipis maupun pada bentuk butiran.
Bentuk: Umumnya memencar atau agregasi dari butiran-butiran yang memanjang sepanjang
sumbu C. Kristal bertipe kembar, menghasilkan Kristal yang memanjang dan tegaklurus terhadapa
pseudohexagonal. Musim panas atau endapan gua yang umumnya stalaktit, encrusting atau colloform.
Belahan: Belahan satu arah (010) tidak sempurna, dan belahan prismatik (110) sangat kurang dan
bahkan tidak tampak.
Kembaran: Kembaran yang umumnya pada aragonite (110) dan dihasilkan oleh kembaran siklik
dengan enam bagian dimana dapat dilihat pada sayatan basal. Kembaran pada (110) bias saja polisintetik
dan dihasilkan kembaran lalemlla sejajar.