Anda di halaman 1dari 22

Visi

Menjadi kelompok yang berwawasan kewirausahaan, mandiri, kreatif, dan


kompak dengan landasan psikologi yang menghasilkan produk sehat dan
ramah lingkungan

Misi
Menciptakan peluang usaha yang mengoptimalkan gaya hidup sehat dan
ramah lingkungan
Mengerjakan tugas kuliah kewirausahaan dengan baik dan tepat waktu
Menyebarkan semangat kewirausahaan di fakultas psikologi

PSYCHOTARIAN
Psychotarian
Presents:
KARAKTERISTIK JIWA
WIRAUSAHA
Wirausahawan (enterpreuneur) adalah orang yang berjiwa
berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam
berbagai kesempatan.

Kegiatan wirausaha dapat dilakukan seorang diri atau
berkelompok.

Seorang wirausahawan dalam pikirannya selalu berusaha
mencari, memanfaatkan, serta menciptakan peluang usaha
yang dapat memberikan keuntungan.
DEFINISI KEWIRAUSAHAAN

Menurut Zimmerer (1996: 3), terdapat beberapa peluang yang dapat diambil
dari kewirausahaan, yaitu:

Peluang memperoleh kontrol atas kemampuan diri.
Peluang memanfaatkan potensi yang dimiliki secara penuh.
Peluang memperoleh manfaat secara finansial.
Peluang berkontribusi kepada masyarakat dan menghargai usaha-
usaha seseorang.

MENGAPA
BERWIRAUSAHA
?
Dalam Enterpreneurs Handbook yang dikutip oleh Yuyun Wirasasmita (1994: 8),
dikemukakan beberapa alasan mengapa seseorang menjadi wirausaha, yaitu:

Alasan keuangan, untuk mencari nafkah, menjadi kaya, mencari pendapatan
tambahan, dan sebagai jaminan stabilitas keuangan.
Alasan sosial, untuk memperoleh gengsi/status, agar dapat dikenal dan
dihormati, menjadi contoh bagi orang agar dapat ditiru orang lain, dan agar
dapat bertemu orang banyak.
Alasan pelayanan, untuk membuka lapangan pekerjaan, menatar, dan
membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Alasan pemenuhan diri, untuk menjadi atasan/mandiri, mencapai sesuatu
yang diinginkan, menghindari ketergantungan pada orang lain, menjadi lebih
produktif, dan menggunakan kemampuan pribadi.

CIRI-CIRI KARAKTER WIRAUSAHA

Para ahli mengemukakan karakteristik kewirausahaan dengan
konsep yang berbeda-beda. Geoffrey G. Meredith (1996: 5-6),
misalnya mengemukakan ciri-ciri dan watak kewirausahaan
sebagai berikut:
KARAKTERISTIK WATAK
Percayadiridanoptimis Memiliki kepercayaan diri yang kuat, ketidaktergantungan
terhadap orang lain, dan individualistis.
Berorientasipadatugasdanh
asil
Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba,
mempunyai dorongan kuat, energik, tekun dan tabah,
tekad kerja keras, serta inisiatif.
Berani mengambil resiko
dan mempunyai tantangan
Mampu mengambil resiko yang wajar
Kepemimpinan Berjiwa kepemimpinan, mudah beradaptasi dengan orang
lain, dan terbuka terhadap saran serta kritik.
Keorsinilan Inovatif, kreatif dan fleksibel
Berorientasimasadepan Memiliki visi dan perspektif terhadap masa depan
Sumber : Geoffrey G. Meredith, et al. Kewirausahaan : Teori dan Praktek Ed. 5 hal 5-6
Ahli lain. Seperti M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer
mengemukakan delapan karakteristik kewirausahaan sebagai berikut:

1) Desire for responsibility,
2) Preference for moderate risk
3) Confidence in their ability to success
4) Desire for immediate feedback
5) High Level of energy
6) Future orientation
7) Skill organizing
8) Value of achievement over money
Beberapa ciri kewirausahaan yang dikemukakan oleh
beberapa ahli seperti di atas secara ringkas dikemukakan
oleh (vernon A. Musselman, 1989: 155; Wasty Sumanto,
1989; Geoffrey Meredith, 1989:5), sebagai berikut:

1. Keinginan yang kuat untuk berdiri sendiri.
2. Kemauan untuk mengambil resiko
3. Kemampuan untuk belajar dari pengalaman.
4. Memotivasi diri sendiri.
5. Semangat untuk bersaing.

6. Orientasi pada kerja keras.
7. Percaya pada diri sendiri.
8. Dorongan untuk berprestasi.
9. Tingkat energi yang tinggi.
10.Tegas.
11. Yakin pada kemampuan diri sendiri.
12. Tidak suka pada uluran tangan dari pemerintah atau pihak lain.
13. Tidak bergantung pada alam
14. Kepemimpinan.
15. Keorisinilan.
16. Berorientasi ke masa depan dan penuh gagasan.
Selanjutnya, Arthur Kuriloff dan John M. Mempil
(1993:20), mengemukakan karakteristik
kewirausahaan dalam bentuk nilai-nilai dan perilaku
kewirausahaan seperti pada tabel berikut:

NILAI-NILAI PERILAKU
Komitmen Menyelesaikan tugas hingga selesai
Resikomoderat Tidak melakukan spekulasi, melainkan berdasarkan
perhitungan yang matang
Melihatpeluang Memanfaatkan peluang yang ada sebaik mungkin
Objektivitas Melakukan pengamatan secara nyata untuk
memperoleh kejelasan
Umpanbalik Menganalisis data kinerja waktu untuk memandu
kegiatan
Optimisme Menunjukkan kepercayaan diri yang besar
walaupun berada dalam situasi berat.
Uang Melihat uang sebagai suatu sumber daya, bukan
tujuan akhir.
Manajemenproaktif Mengelola berdasarkan perencanaan masa depan.
Sumber : Fundamental Small Business Management, 1993, hal. 20
Memiliki motif berpretasi tinggi
Memiliki perspektif ke depan
Memiliki kreativitas tinggi
Memiliki sifat inovasi tinggi
Memiliki komitmen terhadap pekerjaan
Memiliki tanggung jawab
Memiliki kemandirian atau ketidakketergantungan terhadap orang
lain
Memiliki keberanian menghadapi resiko
Selalu mencari peluang
Memiliki jiwa kepemimpinan
Memiliki kemampuan manajerial
Semua orang yang berkeinginan untuk menjadi seorang wirausaha
harus memperkaya diri dengan berbagai keterampilan personal

Selain itu, Ciri-ciri umum
kewirausahaan yang lainnya yaitu :
Berikut adalah beberapa cara untuk menumbukan
karakteristik entrepenaur yang sukses oleh beberapa ahli:
STRATEGI MENUMBUHKAN
KARAKTERISTIK JIWA WIRAUSAHA YANG
SUKSES
Menurut Yuyun Wirasasmita(1999:3)mengemukakan beberapa kemampuan yang
harus dimiliki oleh wirausaha yaitu:
a) Self knowledge
b) Imagination
c) Practical knowledge
d) Search Skill
e) Forseight
f) Computation
g) Communication skill,
Memiliki Kemampuan diri
Tidak menyenangi lagi hal-hal yang sudah terbiasa/ tetap/ sudah teratur/ diatur
dan jelas.
Makin berani, karena merasa perlu untuk menunjukkan sikap kemandirian atau
prakasa atas nama sendiri.
Suka berimajinasi dan mencoba menyatakan daya kreativitas serta
memperkenalkan hasil-hasilnya kepada pihak lain.
Menyatakan suatu prakarsa setelah gagasan awalnya diterima dan
dikembangkan, serta dapat dipertanggungjawabkan dari beberapa sudut.
Sikap hati-hati dan cermat mendorong kesiapan bekerja sama dengan pihak lain
yang sama-sama mencari kemajuan dan keuntungan. Akan tetapi, jika perlu, ia
harus ada kesiapan untuk bersaing.
Ujian, godaan, hambatan, dan hal-hal yang tidak terduga dianggap tantangan
untuk mencari berbagai ikhtiar.

Menurut Ahmad sanusi (1994) ada beberapa kecenderungan profil pribadi
wirausaha yang dapat diangkat dari kegiatan sehari-hari, di antaranya:
Kesiapan diri dan keterbukaan terhadap inovasi
Mempunyai jangkauan dan pandangan yang luas terhadap berbagai
masalah
Berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang
Selalu memiliki perencanaan dalam segala kegiatan
Mempunyai keyakinan pada kegunaan ilmu pengetahuan dan
teknologi
Percaya bahwa kehidupan tidak dikuasai oleh nasib dan orang
tertentu
Memiliki keyakinan dan menggunakan keadilan sesuai dengan
prinsip masing-masing
Sadar dan menghormati orang lain
Salah satu strategi untuk mengembangkan dan mengasah jiwa entrepenaur
yang dikemukakan oleh Gunar Myrdal, yaitu:
Menurut Zimmerer (1996), untuk mengembangkan
keterampilan berpikir, seseorang menggunakan otak
sebelah kiri, sedangkan untuk belajar mengembangkan
keterampilan kreatif, digunakan otak sebelah kanan.
Otak sebelah kiri berperan menangkap logika dan
simbol-simbol, sedangkan otak kanan menangkap hal-
hal yang bersifat intuitif dan emosional, ciri-cirinya
adalah:
BERPIKIR KREATIF DALAM
KEWIRAUSAHAAN

Selalu bertanya Apa ada cara yang lebih baik?
Selalu menantang kebiasaan, tradis, dan rutinitas.
Berefleksi / merenungkan dan berpikir dalam.
Berani bermain mental, mencoba melihat masalah dari perspektif yang berbeda.
Menyadari kemungkinan banyak jawaban daripada berpikir satu jawaban yang
benar.
Melihat kegagalan dan kesalahan hanya sebagai jalan untuk mencapaui
kesuksesan.
Mengorelasikan ide-ide yang masih samar terhadap masalah untuk menghasilkan
pemecahan inovatif.
Memiliki keterampilan helikopter, yaitu kemampuan uuntuk bangkit di atas
kebiasaan rutin dan melihat permasalahan dari perspektif yang lebih luas
kemudian memfokuskannya pada kebutuhan untuk berubah.

Zimmerer juga mengemukakan beberapa kaidah atau kebiasaan untuk
membangun jiwa kewirausahaan:

Create, innovate, and activate

Always be on the look out for new opprtunities

Keep it simple