Anda di halaman 1dari 13

IRA JAUWANTO HALIM -

Critical Review of
Theories and
Determinants of
Voluntary Disclosure
Research
Final Test Accounting
Theory
PENDAHULUAN
Theories and Determinants of Voluntary Disclosure
Nermeen F. Shehata
1
(Accounting and Finance Research Vol. 3, No. 1; 2014)
Ringkasan
Tulisan terkait Theories and Determinants of Voluntary Disclosure bertujuan
untuk membahas aspek teoritis dari pengungkapan sukarela dalam hal perekonomian.
Adapun 4 (empat) teori yang biasa digunakan dalam literatur untuk menjelaskan
voluntar disclosure, yaitu agenc theor, signalling theor, ca!ital need theor, dan
legiti"ac theor. Sedangkan aktor penentu dari voluntar disclosure menurut !ealy "
#alepu ($%%1) dan &raham et al. ($%%') adalah moti(asi dan kendala)hambatan. !ealy "
#alepu ($%%1) dan &raham et al. ($%%') menyebutkan moti(asi untuk voluntar
disclosure terdiri dari*
1. #a!ital "ar$et transactions%in&or"ation as""etr
+isaat perusahaan membutuhkan tambahan modal melalui hutang ataupun
penerbitan saham, manajer perusahaan tersebut perlu meyakini para in(estor
untuk menaruh in(estasinya pada perusahaan dengan ,ara meningkatkan
voluntar disclosure. -normasi . inormasi non/keuangan dapat membantu
meyakini para in(estor luar dan se,ara tidak langsung mampu mengurangi
in&or"ation as""etr Antara manajer dengan in(estor.
2. #or!orate control contest
2
Critical Review of Theories and Determinants of Voluntary Disclosure
IRA JAUWANTO HALIM - 13440006
+isaat perusahaan mengalami 0aktu yang sulit seperti pendapatan menurun
dan harga saham yang buruk, para manajer dapat merasa teran,am akan posisi
atau kedudukannya dalam perusahaan, sehingga para manajer akan dengan
senantiasa mengungkapkan inormasi se,ara sukarela untuk mengklariikasi
kepada publik dan in(estor. +alam hal ini, manajer mengharapkan posisi
perusahaan dapat bertahan dan harga saham dapat pulih seperti semula.
3. 'toc$ co"!ensation
+engan adanya pemberian kompensasi berupa saham kepada karya0an, maka
kemungkinan ada dua alasan mengapa manajer se,ara sukarela ingin
mengungkapkan inormasi, yaitu * 1) 1anajer akan memiliki insenti untuk
mengurangi biaya kontrak terkait kompensasi saham untuk karya0an baru yang
bertindak demi kepentingan pemegang saham2 $) ketika manajer tertarik dalam
trading saham mereka, mereka akan termoti(asi untuk mengungkapkan
inormasi pribadi untuk memenuhi pembatasan aturan insider trading dan
untuk memperbaiki setiap persepsi yang kurang baik terhadapnya sebelum hak
opsi berakhir.
4. (ncreased analst coverage
#eningkatan voluntar disclosure mampu mengurangi biaya perolehan
inormasi dari analis, karena inormasi yang bersiat pribadi oleh manajemen
tidak benar . benar dibutuhkan)diperlukan dalam "andator disclosure.
5. )anage"ent talent signaling
3ebanyakan in(estor memiliki persepsi bah0a manajer suatu perusahaan
mempunyai kemampuan untuk memprediksi perubahan dimasa yang akan
3
Critical Review of Theories and Determinants of Voluntary Disclosure
IRA JAUWANTO HALIM - 13440006
datang dalam lingkungan ekonomi perusahaan dan hal ini merupakan salah satu
penentu harga saham perusahaan. 1aka dari itu, seorang manajer yang jeli
akan persepsi dari in(estor terhadap dirinya, akan se,ara sukarela
mengungkapkan inormasi, sehingga membuat in(estor tertarik terhadap
perusahaannya.
6. *i"itations o& "andator disclosure
#engungkapan inormasi se,ara sukarela membantu mengatasi keterbatasan
dari pengungkapan 0ajib. Terkadang "andator disclosure tidak ,ukup
memberikan inormasi kepada in(estor saat perusahaan mengalami kasus
hukum ataupun peraturan pemerintah, sehingga kebutuhan akan inormasi
lainnya meningkat.
Adapun menurut &raham et al. ($%%'), aktor . aktor yang membatasi dan)atau
menghambat manajer untuk se,ara sukarela mengungkapkan inormasi adalah sebagai
berikut*
1. +isclosure !recedent
+engan adanya pola pengungkapan yang konsisten dari tahun ke tahun, mampu
mengurangi voluntar disclosure, karena para manajer harus menjaga pola
tersebut agar tetap sama di masa yang akan datang.
2. ,ro!rietar costs
,ro!rietar in&or"ation dianggap sebagai inormasi yang berpotensial
mempengaruhi permintaan pelanggan atas produk perusahaan. 4leh karena itu,
4
Critical Review of Theories and Determinants of Voluntary Disclosure
IRA JAUWANTO HALIM - 13440006
manajer lebih memilih untuk tidak mengungkapkan inormasi yang mungkin
mempengaruhi posisi kompetiti perusahaan.
3. Agenc costs
#ara manajer lebih memilih untuk menjauhkan diri dari perhatian potensial dan
tidak lanjut pemegang saham maupun pemegang obligasi mengenai hal/hal
yang kurang)tidak penting, seperti masalah karir dan reputasi eksternal,
sehingga berakibat pada berkurangnya voluntar disclosure.
4. ,olitical costs
1anajer memilih untuk tidak mengungkapkan inormasi se,ara sukarela yang
dapat pemerintah gunakan untuk menekan perusahaan. Semakin besar skala
perusahaan dengan tingkat proit yang tinggi, maka semakin sedikit inormasi
sukarela yang diungkapkan, dengan harapan dapat terhindar dari serangan
politik seperti an,aman nasionalisasi dan untuk menghindari perhatian dari
tingginya tingkat laba yang dilaporkan karena dapat menjadi target dirjen
pajak.
+ari biaya / biaya di atas yang telah disebutkan, berbeda dengan biaya litigasi
(litigation costs) yang dapat menjadi aktor moti(asi ataupun kendala untuk voluntar
disclosure. +isatu sisi, manajer didorong untuk meningkatkan voluntar disclosure
karena diharapkan tidak akan adanya tuntutan hukum jika pengungkapan sudah memadai
dan tepat 0aktu. +i sisi lain, manajer juga dapat membatasi voluntar disclosure ketika
manajer menghadapi risiko dikenakan sanksi atas perkiraan mereka (&orecast).
5
Critical Review of Theories and Determinants of Voluntary Disclosure
IRA JAUWANTO HALIM - 13440006
PEMBAHAAN
Latar Bela!an" Penelitian
+alam penelitian ini, latar belakang yang mempelopori adanya penelitian sangat
menarik, yaitu mengangkat nilai transparansi dan keterbukaan menjadi poin utama dalam
menjaga tata kelola perusahaan. 3urangnya pengungkapan sukarela yang memadai
menimbulkan banyak skandal/skandal dalam dunia bisnis. Voluntar disclosure menjadi
isu yang ,ukup penting untuk memperbaiki adanya inormasi/inormasi palsu yang
mengakibatkan keterpurukan perusahaan. +engan latar belakang peneliti yang jelas dan
penuh arti ini, menurut saya, penelitian ini mampu membangun moti(asi bagi pihak
akademisi kedepannya untuk melakukan penelitian di -ndonesia khususnya. -ndonesia
merupakan salah satu Negara berkembang yang kaya sumber daya alam dan ,ukup
potensial untuk berin(estasi di dalamnya, sehingga tidak bisa dipungkiri bah0a
-ndonesia dilirik banyak in(estor asing maupun lokal. +engan demikian, komposisi
modal dari perusahaan/perusahaan besar di -ndonesia telah banyak yang pemegang
sahamnya dari pihak luar negeri. 1elihat akta yang ada di -ndonesia, tentunya perlu
6
Critical Review of Theories and Determinants of Voluntary Disclosure
IRA JAUWANTO HALIM - 13440006
bagi perusahaan untuk memberikan atau menyediakan inormasi/inormasi tambahan
yang sekiranya dapat membantu perkembangan perusahaan.
5erdasarkan data dari Trading 6,onomi,s, graik penanaman modal asing di
-ndonesia sebagai berikut*
+ari graik di atas, pemegang saham perusahaan ) !rinci!al juga bertambah bukan hanya
se,ara nilai in(estasi namun bisa pula dari jumlah in(estor yang masuk ke -ndonesia. !al
ini menuntut para manajer perusahaan agar bisa bertanggungja0ab dan mampu
memberikan inormasi yang memadai kepada !rinci!al dan melakukan tugas sesuai
dengan (isi misi bersama.
1anajer mempunyai peranan penting di dalam suatu perusahaan, karena manajer
berperan akti di seluruh kegiatan operasional perusahaan dan tidak seperti kebanyakan
dari pemegang saham maupun obligasi yang bertindak pasi. #enunjukkan manajer oleh
pemegang saham untuk mengelola perusahaan dalam kenyataannya seringkali
menghadapi masalah dikarenakan tujuan perusahaan berbenturan dengan tujuan pribadi
manajer. +engan ke0enangan yang dimiliki, manajer bisa bertindak dengan hanya
7
Critical Review of Theories and Determinants of Voluntary Disclosure
IRA JAUWANTO HALIM - 13440006
menguntungkan dirinya sendiri dan mengorbankan kepentingan para pemegang saham.
!al ini mungkin terjadi karena adanya perbedaan inormasi yang dimiliki oleh keduanya.
Sebagai pengelola perusahaan, manajer akan lebih banyak mengetahui inormasi internal
dan prospek perusahaan dibandingkan pemilik (pemegang saham)
7ntuk menyamakan inormasi yang dimiliki, manajer perlu meningkatkan
voluntar disclosure se,ara lisan maupun tertulis bagi pihak/pihak yang memang
mempunyai kepentingan didalamnya.
#si Penelitian
Faktor . Faktor penentu yang meningkatkan maupun yang menghambat voluntar
disclosure yang telah dipaparkan dan dijelaskan satu per satu dalam penelitian sangat
mungkin terjadi di kondisi Negara kita, -ndonesia. Namun yang menarik, saya
menemukan pembanding jurnal terkait voluntar disclosure dimana aktor penentu di
dalam penelitian Tandiono dan 1arto0idjojo ($%18) sangat berbeda. 1ereka mengambil
sampel 1%% perusahaan yang terdatar di 3ompas pada tahun $%%9/$%11 dan membahas
&a"il -usiness. +alam penelitiannya disebutkan bah0a*
.Fa"il &ir"s tend to have the agenc in /hich there is a con&lict o& interest -et/een
controlling and non0controlling shareholders. (n &a"il -usiness, the &ounding &a"il
usuall has a "a1orit o& shares that !rovide the" a "a1or control over the &ir". 2he
could /iden their control s!an through the -oard o& directors3 "e"-ershi!. (n regard
/ith the &ir" in&or"ation disclosure, the level of voluntary disclosure could also be
influenced by the controlling (majority) shareholders, in this case in the founding
family. Therefore, it could be conjectured that voluntary disclosure in family business
is motivated by positive gains for the founding family4
8
Critical Review of Theories and Determinants of Voluntary Disclosure
IRA JAUWANTO HALIM - 13440006
+ari pernyataan di atas, bisnis keluarga dapat saya golongkan pada aktor penentu yang
mampu meningkatkan maupun menurunkan voluntar disclosure, karena tingkat
pengungkapannya berdasarkan pada kepentingan keluarga, jika menguntungkan akan
ditingkatkan pengungkapan inormasinya, begitu pula sebaliknya. Fa"il -usiness selain
mempengaruhi tingkat voluntar disclosure juga mampu menimbulkan permasalahan
agenc. 1enurut saya, permasalahan yang dihadapi terkait agenc !ro-le" bukan antara
pemilik dengan manajer, melainkan sudah berada pada tingkat yang berbeda yaitu
agenc !ro-le" antara pemegang saham mayoritas dengan pemegang saham minoritas.
3arena pada umumnya dalam bisnis keluarga, bagian/bagian yang mempunyai pengaruh
atau !o/er yang kuat dipegang oleh keluarga mereka bukan orang lain, sehingga
mayoritas pemegang saham merupakan keluarga mereka sendiri. #ermasalahan tersebut
sudah sangat umum terjadi di -ndonesia bahkan di Negara/negara berkembang lainnya
dan Negara maju sekalipun.
Selain "andator dan voluntar disclosure, sikap proesional juga sangat
diperlukan seseorang sehingga tidak akan terjadi konlik kepentingan yang begitu
mendramatisir. +i -ndonesia, masih sangat sedikit perusahaan yang mengungkapkan
inormasi se,ara sukarela, karena belum diatur se,ara jelas dalam #SA3 dan 6TA#.
1eskipun sebenarnya dalam #SA3 ($%%9) telah tertera se,ara implisit sebagai berikut*
.,ernataan 'tandar A$untansi 5euangan 1 (revisi 2006) terdiri dari !aragra& 10137
dan *a"!iran. 'eluruh !aragra& terse-ut "e"ili$i $e$uatan "engatur ang sa"a.
,aragra& ang diceta$ dengan huru& te-al dan "iring (-old italic) "engatur !rinsi!0
!rinsi! uta"a. ,'A5 1 (revisi 2006) harus di-aca dala" $onte$ tu1uan !engaturan dan
5erang$a +asar ,enusunan dan ,ena1ian *a!oran 5euangan. Pernyataan ini tidak
ajib diterapkan untuk unsur!unsur yang tidak material4
1enurut pendapat saya pribadi, seluruh inormasi baik yang bersiat keuangan
maupun non/keuangan 0ajib dilaporkan atau diungkapkan dalam laporan tahunan $i!a
9
Critical Review of Theories and Determinants of Voluntary Disclosure
IRA JAUWANTO HALIM - 13440006
nilainya material dan %erdam&a! si"nifi!an terhada& !elan"sun"an usaha.
#engungkapan inormasi baik yang bersiat "andator maupun voluntar, sama/sama
penting dan mempunyai tujuan yang sama yaitu agar pemba,a laporan tidak tersesat atau
menimbulkan kesalahpahaman, sehingga memnag diperlukan pengungkapan yang
memadai dan tepat sasaran.
1eskipun jika kita melihat pada akta yang ada di -ndonesia, menurut Sudarmadji
dan Suharto ($%%:), voluntar disclosure tidak berpengaruh karena tersedianya sumber/
sumber inormasi lain selain laporan keuangan dengan biaya yang lebih murah, adanya
keraguan terhadap kemampuan kreditur)pemegang saham dalam memahami kebijakan
dan prosedur akuntansi sehingga seringkali tidak menggunakan inormasi/inormasi yang
tersedia, khususnya pengungkapan sukarela (voluntar disclosure) yang dilakukan oleh
manajemen. +engan kata lain, inormasi/inormasi yang diberikan manajemen terlalu
banyak, sedangkan daya serap pengguna atas inormasi tersebut sangat terbatas. !asil
penelitian tersebut juga menunjukkan bah0a rata/rata voluntar disclosure perusahaan
manuaktur yang menjadi sampel masih relati rendah. ;aporan tahunan perusahaan
memang memberikan inormasi yang bersangkutan se,ara spesiik. -n(estor dan kreditur
membutuhkan inormasi dalam laporan tersebut untuk membuat analisis dan mengambil
keputusan. Namun demikian, tidak semua inormasi yang dibutuhkan dapat diperoleh
melalui laporan tahunan. ;aporan tahunan bukan merupakan satu/satunya sumber
inormasi, sehingga in(estor dan kreditur dapat memanaatkan sumber inormasi lainnya.
Selain itu, kreditur menganggap bah0a voluntar
disclosure yang diungkapkan oleh manajemen hanya sebagai upaya untuk menarik
kreditur agar memberikan pinjaman, sehingga inormasi yang disampaikan bisa saja
tidak men,erminkan kondisi yang sebenarnya. Seharusnya, manajemen perlu
10
Critical Review of Theories and Determinants of Voluntary Disclosure
IRA JAUWANTO HALIM - 13440006
memperhatikan tingkat atau luas serta jenis/jenis pengungkapan sukarela yang hendak
disampaikan melalui laporan keuangan dan laporan tahunan. +engan kata lain,
memperluas lagi pengungkapan sukarela yang dapat mempengaruhi keputusan
in(estor)kreditur agar mereka dapat lebih mengetahui, menilai, dan memper,ayai
perusahaan.
Seiring dengan perkembangan jaman, saat ini banyak perusahaan menggunakan
0ebsite perusahaan untuk mengungkapkan inormasi keuangan dan bisnis mereka.
1eskipun banyak perusahaan yang sudah menggunakan 0ebsite sebagai sarana
komunikasi, tetapi tidak berarti bah0a keberadaan 0ebsite perusahaan ini memiliki
kuantitas dan kualitas yang terstandarisasi antar perusahaan. #engembangan pelaporan
keuangan berbasis internet de0asa ini dianggap sebagai perkembangan praktik akuntansi
pengungkapan yang ada meskipun perkembangan praktik ini tidak didasari dengan
standarisasi pengungkapan inormasi keuangan dengan media internet. Setelah ditelusuri
lebih dalam, pengungkapan inormasi melalui media 0ebsite dapat digolongkan kedalam
pengungkapan sukarela (voluntar disclosure) yang mana disebutkan dalam penelitian
Almilia ($%%<). 1enurut saya, pengungkapan inormasi melalui media internet menjadi
lebih komunikati dan ino(ati, yang kemungkinan mampu membuat pihak in(estor
maupun kreditor lebih yakin. #endekatan ini terlihat ,o,ok untuk diterapkan di
-ndonesia, namun adanya media internet bukan berarti mengabaikan #SA3 dan regulator
lainnya yang sudah terlebih dahulu ada.
11
Critical Review of Theories and Determinants of Voluntary Disclosure
IRA JAUWANTO HALIM - 13440006
'E#MPULAN
#engungkapan men,akup pengungkapan minimal yang harus dilakukan agar
laporan keuangan tidak menyesatkan. =ajar dan lengkap merupakan konsep yang lebih
bersiat positi, pengungkapan yang 0ajar menunjukkan tujuan etis agar dapat
memberikan perlakuan yang sama dan bersiat umum bagi semua pemakai laporan
keuangan. #engungkapan yang lengkap mensyaratkan perlunya penyajian semua
inormasi yang rele(an. Terlalu banyak inormasi yang disajikan akan membahayakan
karena penyajian rin,ian yang tidak penting justru akan mangaburkan inormasi yang
signiikan dan membuat laporan keuangan tersebut sulit dipahami. 4leh karena itu,
pengungkapan yang tepat mengenai inormasi yang penting bagi para in(estor dan pihak
lainnya, hendaknya bersiat ,ukup, 0ajar dan lengkap. #engungkapan melibatkan
keseluruhan proses pelaporan. Namun demikian ada beberapa metode yang berbeda/
beda dalam mengungkapkan inormasi yang dianggap penting. #emilihan metode yang
terbaik dari pengungkapan ini pada setiap kasus tergantung pada siat inormasi yang
bersangkutan dan kepentingan relatinya.
#erusahaan harus menyampaikan pengungkapan seluas/luasnya atas laporan
keuangan telah mendorong perusahaan/perusahaan untuk menyampaikan disclosure yang
melampaui yang disyaratkan oleh standar atau yang dikenal dengan voluntar disclosure.
12
Critical Review of Theories and Determinants of Voluntary Disclosure
IRA JAUWANTO HALIM - 13440006
Voluntar disclosure memiliki banyak aktor penentu ditingkatkannya pengungkapan
inormasi se,ara sukarela atau sebaliknya.
DA(TA) PUTA'A
!ealy, #.1., " #alepu, 3.&., $%%1, -normation asymmetry, ,orporate dis,losure, and the
,apital markets* a re(ie0 o the empiri,al dis,losure literature, 8ournal o&
Accounting and 9cono"ics, 81(1)8), pp. 4%'.44%.
http*))d>.doi.org)1%.1%1?)S%1?'/41%1(%1)%%%1</%
&raham, @.A., !ar(ey, B.A., " Aajgopal, S., $%%', The e,onomi, impli,ations o
,orporate inan,ial reporting, 8ournal o& Accounting and 9cono"ics, 4%, pp. 8.
8:. http*))d>.doi.org)1%.1%1?)j.ja,,e,o.$%%'.%1.%%$.
Shehata, N.F., $%14, CTheories and +eterminants o Doluntary +is,losureE, Accounting
and Finance Research, 8(1).
Sudarmadji, A.1. " Sularto, ;., $%%:, #engaruh ukuran perusahaan, proitabilitas,
le(erage, dan tipe kepemilikan perusahaan terhadap luas (oluntary dis,losure
laporan keuangan tahunan. (''N, $, 1<'</$''9
Tandiono, A., 1arto0idjojo, F.A.-.!, $%18, #roile o Doluntary +is,losure o Family
5usiness in -ndonesia* An 6>ploratory Study, (':N.
13
Critical Review of Theories and Determinants of Voluntary Disclosure
IRA JAUWANTO HALIM - 13440006