Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Manusia hidup di dunia ini selalu tercatat. Manusia lahir tercatat dalam
bentuk akta kelahiran atau surat keterangan kelahiran. Jika suatu saat meninggal,
manusia juga seharusnya tercatat dalam surat keterangan kematian. Kematian erat
hubungannya dengan kehidupan kita di dunia khususnya di dunia kesehatan.
Kurangnya pengetahuan mengenai persyaratan ataupun kegunaan dari surat
kematian masih sangat dirasakan dalam era globalisasi saat ini. Banyak dari kita
yang belum mengetahui mengenai syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi
untuk mengajukan ataupun membuat surat kematian. Kematian seseorang akan
erat hubungannya dengan pencatatan kewarganegaraan yang mereka sandang
selagi masih hidup. Surat kematian juga berperan dalam elemen-elemen lainnya.
Dalam hal ini kami bermaksud untuk menjabarkan mengenai persyaratan dan
kegunaan dari surat kematian.

B. Tujuan
1. Untuk mengetahui persayaratan membuat surat kematian
2. Untuk mengetahui kegunaan surat kenmatian












BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Kematian
Kematian atau ajal adalah akhir dari kehidupan, ketiadaan nyawa dalam
organisme biologis. Semua makhluk hidup pada akhirnya akan mati secara
permanen, baik karena penyebab alami seperti penyakit atau karena penyebab
tidak alami seperti kecelakaan. Setelah kematian, tubuh makhluk hidup
mengalami pembusukan.Istilah lain yang sering digunakan adalah meninggal,
wafat, tewas, atau mati.
B. Penyebab-penyebab kematian
Seiring penuaan usia makhluk hidup, tubuh mereka akan perlahan-lahan
mulai berhenti bekerja.
Jika tubuh tidak mampu melawan penyakit, atau tidak diobati.
Kecelakaan seperti tenggelam, tertabrak, terjatuh dari ketinggian, dll.
Lingkungan dengan suhu yang sangat dingin atau yang terlalu panas.
Pendarahan yang diakibatkan luka yang parah.
Kekurangan makanan, air, udara, dan perlindungan.
Diserang dan dimakan (pembunuhan).
Infeksi dari gigitan hewan berbisa maupun hewan yang terinfeksi virus
berbahaya.
Kematian disaat tidak terbangun dari tidur.
Kematian sebelum lahir, karena perawatan janin yang tidak benar.
C. Surat keterangan kematian

Surat keterangan kematian adalah surat yang menerangkan bahwa
seseorang telah meninggal dunia. Surat keterangan kematian ini berisi identitas,
saat kematian, dan sebab kematian. Kewenangan penerbitan surat keterangan
kematian ini adalah dokter yang telah diambil sumpahnya dan memenuhi syarat
administratif untuk menjalankan praktik kedokteran. Data penduduk yang
dilaporkan kematiannya akan dihapuskan dari kartu keluarga dan no induk
kependudukan (NIK) yang pernah dimiliki segra dinonaktifkan secara sistem agar
tidak disalah gunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebagai
hasil pelaporan kematian, diterbitkan kartu keluarga baru dan akta kematian
Persyaratan untuk mendpatkan pelayanan pencatatan kematian harus dilengkapi
persyaratan sebagai berikut :
1. Surat pengantar RT/RW
2. Surat keterangan kematian dari rumah sakit (Visum)
3. Fotocopy kartu keluarga/ Kartu Tanda Penduduk yang dilegalisir lurah
4. Surat Keterangan Tamu / KIPEM bagi yang bukan Penduduk Provinsi
DKI Jakarta
5. Surat Keterangan Pendaftaran Penduduk Tetap (SKPPT) Bagi Penduduk
WNA
6. Surat Keterangan Pendaftaran Penduduk Sementara( SKPPS) Bagi Orang
Asing Penduduk Sementara

D. Kegunaan Surat Kematian
Surat keterangan kematian ini perlu untuk diterbitkan/dibuat yaitu
diantaranya adalah :
1. Untuk kepentingan pemakaman jenazah
2. Kepentingan pengurusan asuransi
3. Kepentingan pengurusan warisan
4. Pengurusan pensiunan janda/duda
5. Persyaratan menikah lagi
6. Pengurusan hutang piutang
7. Untuk tujuan hukum, pengembangan kasus kematian tidak wajar

Pelaporan Kematian (Catatan Sipil)
Pelayanan pelaporan kematian dilayani di kantor kelurahan tempat tinggal
pada hari dan jam kerja tanpa dipungut biaya. Data penduduk yang dilaporkan
kematiannya akan dihapuskan dari Kartu Keluarga dan Nomor Induk
Kependudukan (NIK) yang pernah dimiliki dan segera dinon-aktifkan secara
sistem agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Sebagai hasil pelaporan kematian, diterbitkan Kartu Keluarga baru dan Akta
Kematian dari catatan sipil.
Syarat-syarat yang perlu dibawa adalah :
1. Surat Pengantar RT/RW
2. Surat Keterangan Kematian dari Rumah Sakit (Visum) oleh dokter
3. Fotocopy Kartu Keluarga / Kartu Tanda Penduduk yang dilegalisir Lurah
4. Surat Keterangan Tamu/KIPEM bagi yang bukan Penduduk Propinsi DKI
Jakarta
5. Surat Keterangan Pendaftaran Penduduk Tetap (SKPPT) bagi Penduduk
WNA
6. Surat Keterangan Pendaftaran Penduduk Sementara (SKPPS) bagi Orang
Asing Penduduk Sementara

E. Kepentingan statistik
Dalam dunia kesehatan, pencatatan atau pembuatan surat kematian penting
dilakukan sebagai salah satu cara pengumpulan data statistik penentuan tren
penyakit dan tren penyebab kematian pada masyarakat. Hal ini perlu sebagai
bagian dari system surveillance guna menentukan tindakan dan intervensi apa
yang bisa dilakukan. Selain itu, data bisa juga dipakai sebagai upaya monitoring
jalannya suatu program sekaligus sebagai bahan evaluasi program yang telah
berjalan. Dalam hal penelitian, data inidapat menjadi sumber data untuk penelitian
biomedis maupun sosiomedis.

Statistik kematian di Indonesia
Kondisi statistik kematian di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Banyak
hal yang mempengaruhinya seperti :
1. Sebagian besar kejadian kematian terjadi di rumah (>60%)
2. Tidak ada catatan medis yang memadai
3. Tidak ada laporan ke dinkes kabupaten, dinkes propinsi, dan pusat
4. Laporan tidak terstandardisasi dengan baik (ICD 10)
5. Laporan tidak memadai untuk tingkat nasional
Antisipasi Depkes -> Survei mortalitas secara berkala tahun 1981-2007

Dasar hukum surat keterangan kematian
1. Bab I pasal 7 KODEKI, Setiap dokter hanya memberikan keterangan dan
pendapat yang telah diperiksa sendiri kebenarannya
2. Bab II pasal 12 KODEKI, Setiap dokter wajib merahasiakan segala
sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien bahkan juga setelah
pasien meninggal duniaPasal 267 KUHP: ancaman pidana untuk surat
keterangan palsu
3. Pasal 179 KUHAP: wajib memberikan keterangan ahli demi pengadilan,
keterangan yang akan diberikan didahului dengan sumpah jabatan atau
janji

Peran dokter
1. Menentukan seseorang telah meninggal dunia (berhenti secara permanen:
sirkulasi, respirasi dan neurologi)
2. Melengkapi surat keterangan kematian bagian medis (menuliskan sebab
kematian, jika diperlukan otopsi)
3. Jika jenazah tidak dikenal membantu identifikasi

Instruksi pengisian surat keterangan kematian
Dalam melengkapi surat keterangan kematian, perlu dilakukan sesuai
guideline :
1. Menggunakan formulir ter-update yang diterbitkan pemerintah
2. Isi semua item, ikuti petunjuk pengisian setiap item
3. Buat surat dengan jelas dengan tinta hitam
4. Jangan gunakan singkatan kecuali ada instruksi khusus pada pengisian
item
5. Konfirmasikan ejaan penulisan nama terutama nama yang homofon (beda
ejaan penulisan tapi sama pengucapannya) seperti : Edi, Edy, Eddie dsb
6. Dapatkan semua tanda tangan yang diperlukan. Tidak boleh menggunakan
tanda tangan cap atau print
7. Jangan mengubah formulir
8. Jangan menduplikasi/membuat 2 surat keterangan kematian yang sama.
Jika diperlukan, bisa dicopy yang selanjutnya di sahkan bahwa hasil copy
tersebut sesuai dengan aslinya

Bagian medis surat keterangan kematian
Bagian medis surat keterangan kematian adalah bagian dalam surat
keterangan kematian yang harus diisi oleh dokter. Dalam formulir surat
keterangan USA, bagian medis ini adalah item nomor 24-50. Bagian ini
diantaranya memuat:
1. Tanggal dan waktu dikatakan meninggal
2. Tanggal dan waktu kematian
3. Apakah kasus dirujukkan ke pemeriksa medis atau koroner
4. Bagian penyebab kematian meliputi penyebab, cara, penggunaan rokok,
status kehamilan
5. Item injuri untuk kasus karena injuri
6. Tanda tangan dan nama terang dokter

Item medis surat keterangan kematian (form USA)
a. Item 24. Tanggal dikatakan meninggal oleh pemeirksa
Tuliskan tanggal, bulan (tidak boleh disingkat atau disimbolkan dengan
angka), dan tahun (4 digit)
b. Item 25. Waktu dikatakan meninggal opeh pemeriksa
Tuliskan jam berapa dan menit keberapa dalam sistem 24 jam tanpa
pemisah. Contoh : 0345 (berarti jam 3 lewat 45 menit), 2013 (jam 8
malam lebih 13 menit) dst
c. 26. Nama pemeriksa yang mengatakan mati
d. Item 27. SIP pemeriksa / nomor izin
e. Item 28. Tanggal pemeriksaan petunjuk = item 24
f. Item 29. Tanggal meninggal sebenarnya/dianggap meninggal -> petunjuk
= item 24
g. Item 30. Waktu meninggal sebenarnya/dianggap meninggal -> petunjuk =
item 25
h. Item 31. Apakah pemeriksa medis atau koroner dihubungi? Pilih Ya atau
Tidak
i. Item 32. Penyebab kematian.

Part 1 -> Masukkan data rantai kejadian penyakit, injuri, komplikasi yang secara
langsung menyebabkan kematian. Dilarang memasukkan kondisi terminal seperti
cardiac arrest, respiratory arrest atau vibrilasi ventrikel tanpa menuliskan
etiologinya. Dilarang menuliskan singkatan. Hanya boleh memasukkan 1
penyebab pada 1 garis. Tambahkan garis tambahan (item e.) jika perlu.
a. Tuliskan final disease yang menyebabkan kematian
b. Tuliskan immediate cause yang menyebabkan kondisi pada baris a.
c. Tuliskan underlying cause yang menyebabkan kondisi pada baris b.
d. Tuliskan underlying cause yang menyebabkan kondisi pada baris c.

Jadi, nantinya dapat dibaca penyebab kematiannya adalah a. yang terjadi
karena b. yang terjadi karena c. yang terjadi karena d.
Di sebelah kanan part 1 ini terdapat kolom interval perkiraan onset kematian dari
setiap penyebab yang dituliskan.
j. Item 33. Apakah autopsy dilakukan? Pilih Ya atau Tidak
k. Item 34. Apakah temuan autopsy mendukung penyebab kematian? Pilih
Ya atau Tidak
l. Item 35. Apakah konsumsi rokok mendukung penyebab kematian? Pilih
Ya, Tidak, Mungkin atau tidak diketahui. Ini jawaban subjektif menurut
pendapat dokter
m. Item 36. Jika perempuan, pilih tidak hamil setahun terakhir, hamil saat
meninggal, tidak sedang hamil tapi hamil dalam 42 hari sebelum kematian,
tidak sedang hamil tapi hamil dalam 43 hari sampai 1 tahun sebelum
kematian, tidak diketahui apakah hamil dalam 1 tahun terakhir
n. Item 37. Cara meninggal. Pilih alami, kecelakaan, bunuh diri,
pembunuhan, investigasi tertunda, tidak bisa ditentukan

Dari sekian item yang perlu diisikan oleh dokter, yang perlu perhatian
khusus pengisiannya adalah item 32 yaitu penyebab kematian. Berikut cuplikan
form item 32-37.





F. Bentuk surat keterangan kematian RSUP Dr. Sardjito








BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

B. Saran

























DAFTAR PUSTAKA

Referensi
Nurhantari Y. 2010. Slide Kuliah Surat Keterangan Kematian. Yogyakarta : FK
UGM
Suciningtyas M. 2011. Slide Kuliah Death Sertification. Yogyakarta : FK UGM
CDC. 2003. Physicians Handbook on Medical Sertification of Death. Maryland :
Department of Health and Human Resources, National Center for Health
Statictics
Disdukcapil DKI Jakarta. 2008. Pelaporan Kematian dalam
http://www.kependudukan capil.go.id/index.php/produk-a-layanan/29.
Jakarta : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta