Anda di halaman 1dari 111

BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P

1
BAB I
PENDAHULUAN
Tujuan Pembelajaran :
Setelah mempelajari dan mengikuti kegiatan pada bab pendahuluan ini, mahasiswa
semester 2 seharusnya dapat:
1. Menjelaskan fungsi gambar.
2. Memahami standar gambar
3. Menjelaskan sifat-sifat gambar.
4. Mempergunakan etiket standar dalam gambar kerja.
1.1 GAMBAR SEBAGAI BAHASA TEKNIK
Walaupun orang di seluruh dunia berbicara dengan bahasa yang berbeda-beda,
suatu bahasa gambar yang umum telah ada sejak awal waktu. Bentuk tulisan yang paling
awal adalah melalui bentuk gambar, misalnya hieroglyphics Mesir. Kemudian bentuk-
bentuk ini disederhanakan dan menjadi simbol-simbol abstrak yang dipakai dalam
tulisan kita hari ini.
Sebuah gambar adalah suatu bentuk goresan yang sangat jelas dari benda nyata,
ide atau rencana yang diusulkan untuk pembuatan atau konstruksi selanjutnya. Gambar
mungkin berbentuk banyak, tetapi metode membuat gambar yang sangat jelas adalah
sebuah bentuk alami dasar dari komunikasi ide-ide yang umum.
Dalam dunia elektro penemuan-penemuan baru dalam bidang elektro seperti
elektro-elektro otomatis mempermudah kerja manusia. Pada awalnya penemuan itu
tercipta dalam pikiran ilmuwan yang ahli dalam bidang elektro. Suatu sistem baru harus
ada dalam pemikiran insinyur atau pembuatan rencana sebelum bisa menjadi kenyataan.
Konsep awal atau ide biasanya tertulis pada kertas atau sebagai suatu gambar pada layar
komputer dan dikomunikasikan pada orang lain melalui bahasa gambar (graphic
language) dalam bentuk sketsa-sketsa tangan.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
2
Untuk itu seorang sarjana teknik elektro harus mampu menuangkan ide-ide
ciptaannya ke dalam gambar-gambar sketsa. Disamping itu seorang sarjana teknik
elektro harus mampu memberi contoh cara mengerjakan, langkah-langkah kerja atau
proses pembuatan gambar kreasinya.
Gambar merupakan sebuah alat untuk menyatakan maksud seorang sarjana teknik.
Oleh karena itu gambar sering juga, disebut sebagai "bahasa teknik atau " bahasa
untuk sarjana teknik".
Keterangan-keterangan dalam gambar, yang tidak dapat dinyatakan dalam bahasa,
harus diberikan secukupnya sebagai lambang-lambang. Oleh karena itu, berapa
banyak dan berapa tinggi mutu keterangan yang dapat diberikan dalam gambar,
tergantung bakat perancang gambar (design drafter). Sebagai juru gambar sangat
penting untuk memberikan gambar yang "tepat" dengan mempertimbangkan
pembacanya. Untuk pembaca, penting juga berapa banyak keterangan keterangan
yang dapat dibaca dengan teliti gambar.
1.2 BAHASA GAMBAR
Gambar teknik paling awal yang pernah ada adalah gambar denah untuk sebuah
rencana benteng yang digambarkan oleh insinyur bangsa Chaldean kira-kira 4000 tahun
yang lalu yang bernama Gudea yang diukir pada kepingan batu. Gambar itu dibuat
serupa dengan denah yang dibuat oleh arsitek jaman sekarang. Walaupun sudah berusia
4000 tahun tetapi para insinyur dapat membaca gambar itu. Dengan kata lain gambar
dapat dipakai sebagai alat komunikasi yang paling efektif dibandingkan dengan bahasa
tulisan.
Dalam dunia teknik, komunikasi secara lisan akan banyak menimbulkan
kesulitan. Hal ini karena di dunai ini terdapat banyak macam bahasa dan dialek-dialek
yang digunakan sehingga kemungkinan seseorang sulit mengerti atau bahkan tidak tahu
apa yang dibicarakan oleh orang yang berbeda bahasanya.
Seseorang yang berkomunikasi secara lisan dengan orang lain yang berbeda
bahasa akan menterjemahkan bahasa orang lain tersebut ke dalam bahasanya sendiri.
Baru setelah itu dapat menterjemahkan bahasa serta kehendak dari orang lain tersebut.
Kesulitan semacam ini sangat dirasakan di kalangan orang-orang yang berkecimpung di
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
3
bidang teknik. Misalnya, dalam suatu bengkel, seseorang memesan sebuah poros yang
sederhana, maka pemesan tersebut harus berbicara dengan pembuatnya. Pembicaraan itu
kadang memakan waktu yang lama untuk hasil yang diharapkan. Tentu saja cara diatas
tidak efisien dipandang dari segi kehilangan waktu.
Untuk mengatasi hal diatas, orang-orang yang berkecimpung di bidang teknik
berusaha mendapatkan cara berkomunikasi yang lebih universal dan bisa dimengerti oleh
orang-orang teknik di seluruh dunia. Untuk mencapai maksud diatas, orang-orang teknik
menggunakan gambar sebagai alat berkomunikasi dalam pekerjaan mereka di bidang
teknik dan industri.
Pada saat seorang perencana meminta pekerja atau pelaksana untuk mengerjakan
suatau benda kerja, ia cukup memberikan suatu gambar kerja. Dalam peristiwa ini
perencana menggunakan gambar sebagai alat untuk berkomunikasi dengan pelaksana.
1.3 FUNGSI GAMBAR
Gambar yang sangat jelas telah berkembang melalui dua jalur yang berbeda,
menurut tujuannya gambar dibedakan menjadi:
(1) artistik
(2) teknik.
Sejak waktu permulaan, para artis telah mempergunakan gambar-gambar untuk
menyatakan keindahan, filosofi atau ide-ide abstrak lainnya. Orang belajar dengan cara
berbincang-bincang dengan orang tua mereka dan dengan melihat patung, foto atau
gambar-gambar ditempat umum. Setiap orang bisa mengerti foto-foto, dan mereka
adalah sumber informasi utama. Jalur lain di mana gambar telah berkembang adalah
dalam bidang teknik. Dalam gambar teknik, pembuat gambar menuangkan ide
perencanaan dari suatu benda atau bangunan yang akan dibuat atau dibangun.
1.4 PENGEMBANGAN GAMBAR TEKNIK
Sejak permulaan sejarah, perkembangan pengetahuan teknik telah disertai, dan
sangat memungkinkan, oleh suatu gambar yang sesuai. Saat ini hubungan dekat antara
penerapan teknik dan ilmu pengetahuan dan bahasa gambar umum lebih penting dari
yang pernah ada sebelumnya, maka para insinyur, ilmuwan dan teknisi yang
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
4
mengabaikan atau kurang bagus dalam cara menyampaikan pernyataan prinsipnya di
bidang teknik adalah buta huruf dalam jabatannya. Maka, latihan penerapan gambar
teknik sesungguhnya dibutuhkan pada setiap sekolah teknik.
Pada permulaan industri, perencana dan pembuat merupakan orang yang sama.
Dalam hal demikian gambar hanya berarti sebagai alat berfikir, dan gambar hanya
merupakan gambar konsep. Oleh karena itu aturan gambar tidak diperlukan.
Seiring dengan perkembangan jaman, maka gambar teknik yang semula hanya
merupakan gambar konsep berubah menjadi fungsi gambar untuk menyampaikan
informasi dan cara berpikir. Standar gambar harus dipersiapkan sebagai standar yang
berlaku untuk umum.
Sebagai bahasa universal yang digunakan di seluruh dunia, gambar teknik juga
mempunyai susunan tata bahasa dan strukturnya. Artinya dalam gambar ada aturan
tertentu yang seragam, seragam dalam bentuk dan maksudnya agar mudah dipahami dan
dimengerti oleh semua orang. Aturan tersebut dinamai normalisasi.
Dalam dunia internasional, badan internasional yang menangani masalah
normalisasi adalah International Standard Organization (ISO). Badan ini mengurusi
normalisasi di bidang teknik, kecuali untuk listrik dan elektronika. Untuk bidang
elektronika ditangani oleh ICE (International Commission Electrotechnical).
1.5 SIFAT-SIFAT GAMBAR
Sifat-sifat gambar dapat berupa tujuan-tujuan gambar yaitu:
a) Internasionalisasi gambar
Agar supaya tujuan pembagian kerja secara internasional dan
perkenalan dengan teknologi asing, maka penunjukan-penunjukan dalam
gambar harus sama secara internasional, maupun ketentuan-ketentuan dari
pengertian cara-cara penunjukan dan lambang harus diseragamkan secara
internasional.
b) Mempopulerkan gambar
Dalam lingkungan teknologi tinggi, akibat dikenalnya teknologi,
golongan yang harus membaca dan mempergunakan gambar meningkat
jumlahnya. Akibatnya diperlukan mempopulerkan gambar, gambar harus
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
5
jelas dan mudah, peraturan dan standar sederhana dan eksplisit sangat
diperlukan.
c) Perumusan gambar
Hubungan yang erat antara bidang-bidang industri yang berlainan
seperti permesinan , kelistrikan , struktur, kapal dan lain-lain, untuk
mempersatukannya dalam satu proyek besar diperlukan perumusan yang
tepat dalam mengidentifikasi standar-standar gambar masing-masing.
d) Sistimatika gambar
Dalam gambar kerja, isi gambar menyajikan banyak perbedaan-
perbedaan, tidak hanya dalam penyajian bentuk dan ukuran, tetapi tanda-
tanda toleransi ukuran, toleransi bentuk dan keadaan permukaan juga.
Dilain pihak, bersamaan dengan sistematika teknologi, pentingnya
gambar dengan lambang grafis telah meningkat, dan lambang-lambang ini
dipergunakan secara luas sebagai diagram blok atau aliran proses dalam
berbagai-bagai bidang industri.
Dibawah keadaan-keadaan demikian, jangkauan yang berkembang
dan isi gambar sangat memperkuat susunan dan kosolidasi sistem standar
gambar.
e) Penyederhanaan gambar
Penghematan tenaga kerja dalam menggambar adalah penting,
tidak hanya untuk mempersingkat waktu, tetapi juga untuk meningkatkan
mutu rencana. Oleh karena itu penyederhanaan gambar menjadi masalah
penting untuk menghemat tenaga dalam menggambar.
f) Modernisasi gambar
Bersamaan dengan kemajuan teknologi, standar gambar juga telah
dipaksa mengikutinya. Dapat disebutkan di sini cara-cara modern yang
telah dikembangkan. Seperti misalnya pembuatan film mikro, elektro
gambar otomatis dengan bantuan komputer, perencanaan dengan bantuan
komputer, (Protel, Visio, EWB), (CAD Computer Aided Design) dan
sebagainya.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
6
1.4.1. Sifat Gambar dan Perkembangan Standar Gambar
a. Kepastian
Fungsi gambar sebagai sumber informasi, yang menghubungkan peran-
cangan dengan orang-orang yang mempergunakannya, berisi keterangan-keterangan
yang cukup dan pasti, dan tidak boleh menimbulkan keraguan. Oleh karena itu,
tidak berlebihan jika dikatakan bahwa sejarah perkembangan gambar adalah
mengejar kepastian.
Akhir-akhir ini menjadi sulit untuk menambah ketidak sempurnaan gambar
dengan konsultasi antara perancang dengan karyawan teknik, atau rapat-rapat
teknik, karena pembagian produk, pemeriksaan dan perakitan, serta jumlah sub
kontraktor.
Dalam hal kerja sama internasional, kepastian internasional digunakan oleh
gambar. Lambang-lambang harus dipergunakan daripada catatan dalam suatu
bahasa dan pengertiannya harus seragam secara internasional.
Persyaratan produk menjadi semakin tinggi. Di lain pihak isi gambar harus
semakin pasti. Persyaratan-persyaratan ini seringkali berlawanan.
Pengerjaan kepastian mengandung banyak masalah remit. Pertama,
kemajuan pesat gambar yang sederhana dan penyederhanaannya saling
berlawanan. Kedua, suatu keinginan untuk menyajikan isinya denga tepat, dalam
mengejar kepastian, mungkin ialah penyebab dari pengertian yang tidak
meragukan. Oleh karena itu dalam membuat standar, hal yang penting ialah
sampai sejauh mana kepastian tersebut dapat di kompromikan, dengan ketentuan
kondisi optimal dari standar harus ditetapkan.
b. Hubungan Antara Fungsi dan Sifat Gambar
Diantara fungsi fungsi gambar, "penyampaian informasi" merupakan hal
terpenting, dan dipengaruhi oleh banyak sifat. Oleh karena itu, sifat penyampaian
informasi tersebut harus diutamakan dari yang lain.
Penyederhanaan gambar dan pengurangan tenaga untuk menggambar
mungkin akan mengakibatkan ketidak sempurnaan gambar atau akan
mcngganggu kesederhanaannya.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
7
Dengan perkataan lain, "gambar yang dipakai orang lain" harus dipersiapkan dan
informasi yang "sejenis" harus disampaikan.
c. Sifat dan Pengembangan Standar Gambar
Standar gambar menghubungkan "persiapan informasi" dan "penyam-
paian informasi" dan kepastian memegamg peranan seperti disebut di atas.
Standar gambar telah berjalan dalam arah kemajuan, untuk mempertahankan
kepastian dan spesialisasi dalam tiap bidang, dan dalam arah standar perusahaan dan
standar perdagangan ke standar nasional. Dalam suasana demikian seperti keadaan
teknologi yang sudah maju, masyarakat yang sudah sama rata dan internasional,
seperti disebut di atas, standar gambar diperlukan untuk mengambil langkah
ke kesederhanaan, ke sama rataan dan internasionalisasi.
Disamping ke arah ini, perkembangan ke sistematisasi, modernisasi dan
penyederhanaan diperlukan juga.
Dalam banyak hal, sifat gambar tersebut dan perkembangan standar
gambar saling bertentangan. Dalam membentuk standar gambar, yang terpenting
ialah menemukan kondisi optimal dari keadaan teknologi modern dan antara
bermacam-macam kondisi tersebut, yang bertentangan saru sama lain.
1.5. Kerangka dan Bidang Kerja ISO/ TC 10 (Gambar Teknik)
1.5.1. Kerangka ISO/ TC 10.
ISO/ TC 10 (Gambar teknik) telah memegang peranan aktip untuk menstandarkan
gambar-gambar teknik, agar dapat memberi ciri internasional kepada gambar-gambar
teknik, seperti "bahasa teknik internasional". Komite teknik 10 dibagi dalam 8 sub
komite. Kerangka ISO/ TC 10 tampak di tabel 1.1. sesuai laporan tahunan untuk tahun
1978 dari ISO/ TC 10. Pada Gb. 1.1. Kerangka tersebut diperlihatkan dalam bentuk
diagram kotak.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
8
Gambar 1.1. Kerangka ISO/ TC 10
Tabel 1.1. Rangka ISO/ TC 10
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
9
Dibawah SC I, yang telah menentukan standar peraturan-peraturan umum untuk
gambar teknik, yang terdapat dua golongan besar, yaitu bagian gambar lambang dan
bagian gambar kerja. Bagian gambar lambang dibagi lagi dalam SC2, SC3 dan SC4 sesuai
bidangnya masing- masing. Pembagian gambar kcrja adalah SC5, yang menyangkut cara
memberi ukuran dan toleransi, yang membawahi tiga SC, yang menangani bidang
khusus, seperti listrik, mesin, elektronika, kerangka baja dan bangunan. Dapat dicatat
bahwa memberi ukuran don toleransi untuk semua bidang ialah sama, dan kenyataan ini
menunjukkan perkembangan untuk menyamaratakan gambar teknik.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
10
1.5.2. Kegiatan ISO/ TC 10.
a. Kegiatan SC 1 ( Prinsip Dasar )
SC 1 telah menentukan standar gambar mengenai dasar umum, dan telah
mempunyai pokok-pokok tugas dalam program kerja TC 10.
Dalam setiap kotak dalam gambar, nomor artikel dan judul tugas diperlihatkan.
Untuk judul judul yang telah ditentukan oleh standar ISO, nomor-nomor referensi dari
standar dapat ditentukan juga dalam kotak. Penunjukan dengan ISO XXXX berarti
standar internasional, ISO/ DIS XXXX berarti konsep dengan standar internasional dan
ISO/ R XXX berarti di rekomendasi oleh ISO. Penunjukan DP XXXX dalam kurung
saat ini baru merupakan naskah usulan, tetapi nomornya telah dicatat oleh
Kepaniteraan Pusat ISO (ISO Central Secretariat), ini menunjukkan bahwa suatu usaha
telah mengalami kemajuan.
Kegiatan yang paling penting dari SCI, ialah " Dasar-dasar Penyajian ". Hal ini
ditetapkan sebagai rekomendasi ISO/ R 128 pada tahun 1958, dan saat ini menjalani
tinjauan dan perbaikan. Hasilnya telah ditetapkan dalam ISO/ DIS 128. Untuk
penyamarataan gambar teknik DIS baru, mencakup penyajian gambar kerangka dan
bangunan.
"Penyajian Gambar Hidup" ialah cara penyajian benda oleh gambar pandangan
tunggal. Untuk "huruf-huruf" ISO 3098/Z (Lettering Part Z : Currently Used
Characters) telah mempersiapkan angka-angka dan huruf-huruf (abjad) atau ISO
3098/11, hurup Yunani dan sebagainya, terutama ditulis dengan bantuan sablon huruf.
Dalam "ukuran dan rata letak pada kertas gambar" cara yang dipakai untuk gambar
yang dapat dibuat mikro filmnya, harus diperinci secara detail.
b. Kegaiatan SC 5 (Ukuran dan Toleransi)
SC 5 telah menangani tentang ukuran dan toleransi, Penggolongannya adalah
sebagai berikut:
1. Memberi ukuran dan toleransi.
2. Toleransi bentuk dan posisi ( toleransi geometrik ).
3. Memberi ukuran dan toleransi elemen khusus.
Cara menunjukkan ukuran gambar telah diperinci dalam ISO/R 129 dan standarnya
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
11
saat ini sedang ditinjau dan diperbaiki. Alatannya utama untuk perbaikkan tersebut
adalah:
a. Penyamarataan ukuran untuk bangunan harus dimasukkan.
b. Untuk internasionalisasi harus dipergunakan lambang sebanyak mungkin.
ISO/ R406 menentukan cara penyajian toleransi linear dan sudut. Penyajian toleransi
bentuk, posisi, tempat dan penyimpangan putar (run out) pada gambar.
Toleransi bentuk, posisi, tempat dan penyimpangan putar, disebut "toleransi
geometrik
Toleransi geometrik suatu elemen ( titik, garis sumbu, permukaan dan sebagainya
menentukan daerah didalam mans elemen tersebut harus berada untuk toleransi
geometrik tersebut banyak standar atau rekomendasi telah dibuat ( ISO/R 1101, ISO
1101 /II, ISO/R 1660, ISO/R 1661 ) dan lain-lain. Mungkin dalam waktu dekat akan
diserahkan perbaikan-perbaikannya.
Toleransi geometrik ini hanya diperinci bilamana diperlukan saja. Akibat kemajuan
teknologi, toleransi tersebut menjadi lebih penting daripada sebelumnya.
Dalam hat elemen khusus seperti misalnya kerucut, cara penyajian ukuran dan
toleransinya harus diperinci secara jelas, dan harus digunakan secara internasional, bila
tidak hasilnya tidak akan memenuhi fungsinya.
c. Kegaiatn SC 6 (Penyajian Khusus)
Penyajian khusus ditangani dalam SC 6, dan digolongkan dalam:
a. Penyajian konvensional atau sederhana dari bagian PCB, atau elemen
komponennya.
b. Penyajian dalam bidang khusus seperti barang pecah belah, elemen optik, saluran
pipa dan sebagainya.
d. Kegiatan SC 2, SC 3 dan SC 4.
Seperti apa yang telah diuraikan pada sistematika teknologi, pentingnya gambar
dan lambang dalam bentuk diagram kotak atau flow sheet telah meningkat.
komite yang menangani lambang dibagi dalam 3 sub komite.
Lambang untuk teknologi vakum, ialah masalah pokok dari SC2. Secara resmi,
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
12
lambang untuk pnematik dan hidrolik ditangani dalam SC 2 dan ditetapkan oleh
ISO 1219, tetapi sekarang dialihkan ke TC 131.
Lambang untuk instrumentasi dipersiapkan dalam SC 3, lambang untuk kinematika
ditetapkan SC 4, yang dipakai dalam diagram rangka (skeleton diagram )
Soal-latihan:
1. Bagaimana seorang teknik menyampaikan informasi tentang suatu alat.
2. Siapa saja pemakai gambar teknik.
3. Apakah tujuan gambar dibuat.
4. Bagaimana cara memodernisasi gambar teknik
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
13
BAB II
HURUF DAN GARIS DALAM GAMBAR
Tujuan Pembelajaran :
Setelah mempelajari dan mengikuti kegiatan pada bab dua ini berupa standarisasi
huruf dan garis pada gambar teknik, mahasiswa mampu menggambar dengan
standarisasi gambar teknik.
2.1 Standarisasi Huruf dan Angka
Dalam gambar teknik, huruf, angka dan lambang dipergunakan untuk
memberikan catatan, ukuran, judul dan sebagainya., disamping gambar itu sendiri.
Ciri-ciri yang perlu pada huruf dan angka dalam gambar teknik, ialah: jelas dan
seragam. Dalam ISO 3098/1-1974 diberikan contohcontoh huruf dan angka, satu
untuk huruf miring dan satu untuk huruf tegak, kedua-duanya boleh digunakan. Pada
Gambar 2.1 diberikan contoh untuk huruf dan angka yang miring
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V WX Y Z
a bc def gh i j k l mn o pqr s t u vwx yz
[ ( ! ? , - =+x v%& )]
0123456789I V X
Gambar 2.1 : Bentuk huruf huruf (miring) ISO
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
14
Gambar 2.2 : Bentuk huruf-huruf JIS
Yang penting bagian-bagian dari huruf dalam menggambar teknik ialah :
1. Mudah dibaca
2. Seragam
3. Layak untuk diperbanyak
Untuk dapat memenuhi ketentuan-ketentuan tersebut diatas, ikutilah beberapa
petunjuk di bawah ini.
1. Bent uk-bentuk haruslah j el as perbedaannya, unt uk menghindari
sal ah penafsiran antara lainnya, bahkan dalam hal yang kecil sekalipun.
2. Dalam hal mengecilakan dan memperbanyak gambar diperlukan : jarak anatara
garis atau ruang antara angka dan huruf, minimum sama dengan dua kali tebal
garis (besarnya huruf).
2.1.1. Ukuran Huruf
Tinggi h dari huruf besar diambil sebagai dasar ukuran. Daerah standar tinggi
huruf adalah sbb: 2,5 ; 3.5 ; 5 ; 7 ; 10 ; 14 dan 20 mm. Tinggi h (tinggi huruf
besar) dan c (tinggi huruf kecil) tidak boleh kurang dari 2,5 mm.
Bila terdapat gabungan antara huruf besar dan huruf kecil, dengan huruf kecil
setinggi 2,5 mm, maka h akan menjadi 3,5 mm.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
15
Perbandingan huruf yang dianjurkan
Gambar 2.3 Perbandingan tinggi huruf
2.1.2. Kolom Nama dan Daftar Bagian
Pada sudut kanan bawah dari setiap gambar harus ada kolom nama atau kotak
nama yang menunyukkan identitas dari gambar tersebut, sebagai contoh nama
gambar, dari instansi mana gambar itu dibuat, yang menggambar/ memeriksa/ mengetahui,
skala, tanggal gambar, nomor gambar dan sebagainya. Bila gambar ini merupakan
gambar susunan, maka perlu ada daftar bagian, yang diletakan langsung di atas kolom
nama, yang terdiri dari kolom nomor bagian, jumlah, nama bagian, bahan dari benda
tersebut serta catatan/ peringatan. Kolom nama dan daftar bagian ini ukurannya telah
distandarisasi
2.1.3. Standarisasi Garis Gambar
Didalam menggambar teknik hanya pensil dan tinta berwarna hitam yang
digunakan. Adakalanya tinta berwarna digunakan bila menurut pertimbangan secara
ekonomis lebih murah untuk dicetak lebih banyak. Warna-warna itu haruslah
sedemikian rupa sehingga tidak membingungkan dan mudah dibaca. Bila tidak
menggunakan warna, dapatlah digunakan ketebalan garis. Dengan menggunakan
aturan-aturan dalam membuat garis, maka akan menghasilkan gambar yang baik dan
mudah dibaca.
2.2. Jenis-jenis Garis
Jenis-jenis garis yang dipergunakan dalam gambar elektro ditentukan oleh
gambar bentuk dan tebal garis. Tiap jenis digunakan menurut peraturan tertentu.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
16
Garis nyata: garis kontinyu.
Gasis gores: garis pendek-pendek dengan jarak
Girls bcrgores: garis gores panjang dengan gores pend
Jenis garis menurut tebalnya ada tiga macam, yaitu : garis tebal, garis sedang dan
garis tipis. Ketiga jenis tebal garis ini menurut standar ISO memiliki perbandingan 1
: 0,7 ; 0,5. Tebal garis dipilih sesuai besar kecilnya gambar, dan dipilih dari deretan
tebal berikut : 0, 18; 0, 25; 0, 35; 0, 5; 0, 7; 1; 1 4; dan 2 mm. Karena kesukaran-
kesukaran yang ada pada cara reproduksi tertentu, tebal 0, 18 sebaiknya jangan dipakai. Pada
umumnya tebal garis adalah 0, 5 atau 0, 7.
Jarak minimum antara garis-garis (jarak antara garis tengah garis) sejajar termasuk
arsir, tidak boleh kurang dari tiga kali tebal garis yang paling tebal dari gambar.
(Gambar 2.4). Dianjurkan agar ruang antara garis tidak kurang dari 0, 7 mm.
Gambar 2.4. Jarak Antara Garis
Pada garis - garis sejajar yang berpotongan ( Gb. 2.5. ) jaraknya dianjurkan paling
sedikit empat kali tebal garis.
Gambar 2.5. Garis Sejajar Saling Berpotongan.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
17
Bila beberapa garis berpusat pada sebuah titik, garisnya tidak digambar
berpotongan pada titik pusatnya, tetapi berhenti pada titik di mana jarak antara garis
kurang lebih sama dengan tiga kali tebal garisnya (Gb. 2.6.).
Gambar 2.6. Garis Memotong Sebuah Titik
Pertemuan garis putus-putus dan garis strip titik, bila bertemu atau
berpotongan harus diperlihatkan dengan jelas titik pertemuannya/ perpotongannya.
Gambar 2.7: Gambar garis putus-putus dan garis strip titik
Pada penggambaran dengan pensil, lebar garis diperkirakan dari penglihatan,
sedangkan lebar atau tebal garis dengan tinta atau CAD ditampilkan pada Tabel 2.1.
berikut.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
18
Tabel 2.1. Lebar Garis Menurut Standar CAD
Tebal garis Macam garis Contoh-contoh Penggunaan
A 0.6 Garis tebal 1. Garis benda yang langsung terlihat.
0,8 3. Garis tepi.
B 0,1 Garis tipis 1. Garis penunjuk ukuran, garis bantu, garis
0,2 penunjuk.
2. Garis arsir
4. Garis untuk penampang yang diputar
5. Garis khayal yang terjadi dari perpotongan
yang dibulatkan
5. Garis dasar ulir
C 0,1 Garis bebas tipis 1. Garis potong, yang menghilangkan
0,2 Benda
2. Garis batas antara bagian benda yang
dipotong dan sebagian dalam pandangan
D 0,3 Garis sedang Garis benda yang terhalang/ tidak langsung
0,4 (putus-putus) terlihat
E 0,1 Garis tipis (strip 1. Garis sumbu
0,2 titik) 3. Bagian benda yang terletak didepan
penampang irisan
F 0,2 Garis strip titik . Garis untuk memotong penampang
0,6
(strip tebal pada
ujung-ujungnya)
G 0,6
Garis tebal (strip
titik)
Garis untuk menunjukkan permukaan yang akan
men-dapatkan tambahan pekerjaan
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
19
Gambar 2.8: Contoh pengunaan macam & tebal garis
Untuk gambar listrik disarankan menggunakan tebal garis yang berurutan 05
dibutuhkan 3 macam pena ralat 0,5 , 0,35 dan 0,25. Bagaimana memilih mata pena juga
tergantung dari ukuran pena/sablon. Hindarkan menggunakan mata pena dibawah 0,25.
Oleh sebab itu, dalam praktek dipilihlah mata pena dengan ukuran 0,5 ; 0,4 dan 0,3.
Pada gambar teknik ukuran huruf dan angka distandarkan (ISO308).
Dalam gambar teknik dipergunakan beberapa jenis garis, yang masing-masing
mempunyai arti dan penggunaannya sendiri. Oleh karena itu penggunaannya harus
sesuai dengan maksud dan tujuannya.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
20
Jenis-jenis garis yang dipergunakan dalam gambar elektro, ditentukan oleh
gabungan bentuk dan tebal garis. Tiap jenis dipergunakan menurut peraturan tertentu.
Ada lima jenis garis gambar, yaitu :
Garis Gambar : Untuk membuat batas dari bentuk suatu benda dalam gambar.
Garis Bayangan : Berupa garis putus-putus dengan ketebalan garis 1/2 tebal garis
biasa. Garis ini digunakan untuk membuat batas sesuatu benda yang tidak tampak
langsung oleh mata.
Garis Hati : Berupa garis strip, titik, strip, titik dengan ketebalan garis 1 / 2 garis
biasa. Garis ini misalnya digunakan untuk menunjukkan sumbu suatu benda yang
digambar.
Garis Ukuran : Berupa garis tipis dengan ketebalan 1/2 dari tebal garis biasa. Garis
ini digunakan untuk menunjukkan ukuran suatu benda atau ruang. Garis ukuran terdiri
dari garis petunjuk batas ukuran dan garis petunjuk ukuran. Garis petunjuk batas ukuran
dibuat terpisah dari garis batas benda, dengan demikian maka tidak mengacaukan
pembaca gambar. Sedang garis petunjuk ukuran dibuat dengan ujung pangkalnya
diberi anak tanda panah tepat pada garis petunjuk batas ukuran.
Garis Potong : Garis ini berupa garis strip,titik,titik,strip dengan ketebalan 1/2
tebal garis biasa. Semua gambar teknik yang dikehendaki dengan pemotongan, batas
potongan harus digaris dengan garis potong ini.
2.2.1. Macam-Macam Garis Penghubung
a. Menggambarkan banyak garis.
Untuk menggambar sejumlah garis yang sej ajar, haruslah diatur dalam
kelompokkelompok yang terpisah dengan fungsinya. Jrak antara kelompok dengan
kelomppok haruslah lebih besar dari antara garis dengan garis. Dalam tiap kelompok
seyogyanya hanya tiga garis. Sebagai contoh, lihat gambar 2.9
.
Gambar 2.9 Banyak garis
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
21
b. Menggambar garis tunggal .
Tujuan utama dari pada menggambar garis tunggal ialah untuk
menghindarkan banyaknya garis-garis yang sejajar. Garis -garis yang sejajar . Garis -
garis yang sejajar tadi dapat diganti/digambarkan dengan sebuah garis.
Gambar 2.10 Garis tunggal
Panjang ukuran garis gores dan jarak antaranya pada satu gambar harus sama. Panjang
ruang antara harus cukup pendek dan jangan terlalu panjang.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
22
2.3. Skala Gambar
Setiap jenis gambar mempunyai ukuran yang berbeda-beda. Ada yang kecil dan
ada yang besar. Oleh karena itu sering kali tidak memungkinkan menggambar suatu
gambar dalam kertas gambar ukuran tertentu, dalam ukuran sebenarnya. Untuk ini ukuran
gambar harus diperkecil jika bendanya besar, dan harus diperbesar jika bendanya terlalu
kecil.
Pengecilan atau pembesaran gambar dilakukan dengan skala tertentu. Skala adalah
perbandingan ukuran linear pada gambar terhadap ukuran linear dari benda sebenarnya.
Ada tiga macam skala gambar, yaitu :
1. Skala pembesaran
Skala pembesaran digunakan jika gambarnya dibuat lebih besar dari
pada benda sebenarnya. Umpamanya jika bendanya kecil dan rumit seperti
misalnya rangkaian kontrol pada l ampu j al an, maka harus menggunakan
skal a pembesaran untuk menggambarkan rangkaian ini.
Penunjukan untuk skal a pembesaran adal ah : x : 1,
sedangkan ukuran lengkap yang dianjurkan adalah :
50 : 1 ; 20 : 1 ; 10 : 1
5 : 1 ; 2 : 1
2. Skala penuh
Skala penuh dipergunakan bilamana gambarnya dibuat sama besar dengan
benda sebenarnya. Skala ini dianjurkan untuk sedapat mungkin dipergunakan,
agar supaya dapat membayangkan benda yang sebenarnya, atau untuk
memudahkan pemeriksaan.
Penunjukkan skala penuh adalah 1 : 1.
3. Skala pengecilan
Skala pengecilan dipergunakan bilamana gambarnya dibuat lebih kecil
daripada gambar yang sebenarnya, sedangkan penunjukkannya adalah 1 : x.
Berikut ini daftar penunjukkan skala pengecilan yang dianjurkan :
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
23
Tabel 2.2 ; Skala pengecilan
1:
:
2 ; 1: 5 ;
1
10
1:
:
20 ; 1: 50 ;
1
100
1:
:
200 ; 1: 500 ;
1
1000
1:
2000 ; 1: 5000 ;
1
10000
Bila dibuat pada skala besar, pada saat gambar diperkecil dianjurkan untuk
mengacu ke format DIN (Deutsche Industrie Norma/ norma industri Jerman)
sehingga detail-detail akan tampak jelas.
Tingkat pengecilan
Pada penggunaan format DIN, tingkat pengecilan ke format DIN berikutnya dengan
foto kopi ialah 70,7%, misalnya dari DIN A3 menjadi DIN A4.
Tingkat pembesaran
Untuk pembesaran dari format DIN ke format DIN yang berikutnya yang lebih besar,
digunakan tingkat pembesaran 141,4%, misalnya dari DIN A4 menjadi DIN A3.
Pengecilan maupun pembesaran ini diatur secara otomatis pada mesin fotokopi.
Lebar garis
Lebar garis dapat dipilih, sehingga pada pengecilan atau pembesaran, lebar garis normal
yang diinginkan dapat muncul.
Lebar dalam mm
A3 diperkecil 1 tingkat DIN A4
0,35 0,25
0,50 0,35
0,70 0,50
1,00 0,70
1,40 diperbesar 1 tingkat DIN 1,00
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
24
2.4. Rangkuman
Untuk melengkapi keterangan-keterangan pada gambar teknik supaya tidak
terjadi salah tafsir maka perlu adanya keterangan berupa huruf, angka serta lambang-
lambang teknik dalam susunan yang meyakinkan
Penggunaan gari-garis hendaknya sesuai dengan standar ISO
Skala terbagi menjadi skala pembesaran, skala penuh dan skala pegecilan
2.5. Soal -latihan:
1. Ada berapa jenis garis, jelaskan.
2. Berapa ketebalan garis dan jarak antara dua baris, jelaskan.
3. Jelaskan tentang macam garis dan penggunananya.
4. Jelaskan tentang bentuk huruf, angka dan ukuran huruf.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
25
BAB III
ALAT-ALAT GAMBAR
Tujuan Pembelajaran :
Setelah mempelajari materi bab tiga ini, mahasiswa akan dapat mengidentifikasi jenis
dan macam peralatan gambar serta dapat memilih peralatan gambar yang sesuai
untuk menggambar obyek tertentu.
3.1. Ukuran kertas
Kertas gambar yang dipergunakan mempunyai ukuran-ukuran yang tel ah
dinormalisi r. Ukuran yang paling banyak dipergunakan adalah dari seri A. Seri A
ini mempunyai ukuran standar yang dinyatakan dengan membubuhkan 0 (nol) di
belakang huruf A, dan ukuran-ukuran yang lebih kecil dengan membubuhkan angka 1
sampai dengan 4. Ukuran standar, yaitu A0, mempunyai luas 1 m
2
, dengan
perbandingan panjang terhadap lebar sebagai 2 : 1.
Ukuran-ukuran berikutnya diperoleh dengan membagi dua ukuran yang
mendahuluinya. Misalnya ukuran A3 mempunyai setengah ukuran A2, dan
sebagainya.
Setiap gambar kerja harus mempunyai garis tepi pada masing-masing sisinya.
Pada umumnya garis tepi tersebut jaraknya adalah sama untuk semua sisi, biasanya
5 mm atau 10 mm. Apabila kertas gambar ini akan dibukukan (diodnerkan) dimana
pada bagian sisi kirinya diplong (dilubangi), maka pada sisi sebelah kiri dibuat lebih
besar dibandingkan dengan sisi-sisi lainya
Bila kertas itu dipotong menjadi dua sejajar dengan sisi yang pendek, akan
menghasilkan dua kertas yang berukuran A1. Dengan terus membagi kertas itu, akan
didapatkan ukuran kertas yang sesuai (diinginkan).
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
26
Tabel 3.1 Ukuran Kertas
Ukuran Seri A Ukuran Kertas (mm) Garis Tepi (mm)
A0 841 x 1189 10
A1 594 x 841 10
A2 420 x 594 10
A3 297 x 420 10
A4 210 x 297 10
A1
A3
A5
A7
A7
A6
A4
A2
Gambar 3.1 Macam-macam ukuran kertas gambar
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
27
3.1.1. Melipat kertas gambar
Kertas gambar perlu dilipat dengan ukuran standar A4, sehingga memudah kan
membawa atau menyimpannya, karena ukuran A4 adalah juga standar kertas
administrasi, kotak surat, tas kantor dsb.
Semua gambar dalam keadaan terlipat, kotak nama harus terletak dimuka dari
lipatan tersebut (lihat gambar 3.2).
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
28
Gambar 3.2: Melipat gambar
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
29
Di dalam membagi ruang gambar hendaknya gambar susunan diletakkan
dibagian kiri atas, kolom nama serta daftar bagian diletakkan di bagian kanan bawah.
Waktu membagi ruang gambar diusahakan sedemikian rupa sehingga proyeksi
antara susunan dengan detail atau antara detail yang satu dengan detail yang lainnya
tidak terlalu dekat, sedang proyeksi dari sebuah detail yang samajangan ditempatkan
terlalu jauh satu sama lainnya. Apabila jumlah detailnya terlalu banyak, gambar susunan
dan daftar bagian digambar pada satu kertas gambar sedang gambar detailnya
digambar dikertas gambar yang lain.
3.2. Pensil dan pena ( Rapido )
Untuk menggambar dengan pensil, digunakan pensil mekanik dengan isian. Ada
beberapa tingkat kekerasan. Penggunaannya didasarkan atas permukaan dan jenis kertas
gambar. Jenis isian pensil gambar terdapat dari 9H ( sangat keras ) sampai 8B ( sangat
lunak ). jenis F untuk pensil yang sedang
Contoh pensil yang dijual di pasaran, antara lain sebagai berikut:
4B, 3B, 2B, dan B jenis pensil lunak
HB, F jenis pensil sedang
1 H s.d. 4H jenis pensil keras
Namun, untuk gambar-gambar teknik, pensil yang digunakan adaiah jenis H dan
2H. Isian halus pada pensil mekanik dengan ketebalan 0,3 mm dan 0,5 mm sangat cocok
untuk penggambaran diatas kertas atau kertas kalkir. Dengan isian ini, kita tidak perlu
meraut atau meruncingkan pensil. (gambar 3.3 ). Pena gambar: untuk gambar kerja
dapat digunakan ketebalan : 0,25 putih, 0,35 kuning, 0,50 coklat dan 0,70 biru (pada
gambar 3.4 ).
Gambar 3.3 menunjukkan jenis pensil yang sudah ditentukan ukurannya (pensil
mekanik) untulk mendapatkan ukuran tebal-tipis atau besar-keciinya garis. Jadi lebih
praktis, karena tidak perlu meruncingkan terlebih dahulu.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
30
Gambar 3.3 Pensil Mekanik dengan Isian
Gambar 3.4. Pena Teknik
Pena gambar terutama digunakan untuk menggambar di atas kertas transparan.
Tinta yang dipakai harus bebas radiasi ultra violet agar tidak menimbulkan hambatan.
Untuk mendapatkan hasil gambar tinta yang baik, kerjakan anjuran-anjuran di bawah
ini:
1. Pertama-tama gambarlah semua lingkaran, busur lingkaran atau garis
lengkung. Lebih mudah menyambung garis lurus pada garis lengkung
dari pada sebaliknya.
2. Semua garis lurus digambar berikutnya. Garis-garis tegak lurus
digambar dari kin ke kanan dan semua garis mendatar dari atas ke
bawah ( lihat gambar 3.5 ).
Gambar 3. 5: Membuat garis lurus.
30
3.3. JANGKA GAMBAR
Jangka digunakan untuk membuat lingkaran, membagi garis atau sudut, dan
sebagainya.
Jangka gambar mempunyai dua kaki, yaitu kaki untuk pensil dan kaki yang lain untuk
jarum. Kaki untuk jarum mempunyai jepitan jarum yang dapat disetel kekerasan
jepitannya pada saat penggantian jarum. Sedangkan kaki untuk pensil mempunyai engsel
yang memungkinkan pensil bisa disetel dalam berbagai posisi.
. Gambar 3.6. Jangka dengan Pensil dalam Posisi 90
0
Jarum jangka mempunyai dua ujung. Ujung yang satu berbentuk tajam langsing
sedangkan ujung yang lain berbentuk tajam halus dengan dada (Gambar 3.6 ).
Bila kita akan membuat lingkaran, radius, dan sebagainya maka ujung halus berdada
yang kita gunakan. Perlu diingat bahwa pada saat menggunakan jangka hendaknya arah
pemutaran selalu searah dengan jarum jam atau diputar ke arah kanan.
Gambar 3.7 menunjukkan kaki jangka bagian pensil yang bisa diganti dengan pen
tinta pada saat kita akan menggambar dengan tinta.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
31
Gambar 3.7 Bagian Jarum pada Jangka Gambar
Gambar 3.8 menunjukkan jangka yang disambung. Penyambungan ini pada saat kita
akan membuat lingkaran dengan diameter ukuran besar.
Gambar 3.8 Jangka Gambar yang Disambung
Gambar 3.9 adalah jangka pegas. Jangka ini digunakan untuk membuat lingkaran
dengan ukuran diameter kecil. Bila kaki bagian pensil diganti dengan kaki jarum maka
jangka akan berfungsi sebagai jangka pembagi.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
32
Gambar 3.9 Jangka Pegas
3.4. Penggaris
Macam-macam penggaris
1. Penggaris T
Sebuah penggaris T terdiri dari sebuah kepala dan sebuah daun. Garis-
garis horizontal ditarik dengan penggaris T ini, dengan menekankan
kepalanya pada tepi kiri dari meja gambar, dan menggesernya keatas atau ke
bawah. Supaya hasil dari garis-garis dapat sejajar benar, kepala dari
penggaris ini harus betul-betul diikat pada daunnya.
2. Penggaris Segi-Tiga
Sepasang segitiga terdiri dari segitiga siku sama kaki dan sebuah segitiga
siku 60
0
. Ukuran segitiga ini ditentukan oleh panjang 1, dan berkisar antara 100
sampai 300 mm.
3. Sablon ( mal )
Sablon atau yang digunakan untuk teknik elektro antara lain: mal
lengkungan, mal bentuk, mal huruf dan mal untuk simbol-si mbol
el ekt ro dan el ekt roni ka. Gambar 3. 11 menunjukkan mal-mal tersebut.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
33
Gambar 3.10 . Macam-Macam Penggaris
Gambar 3. 11. Macam-macam mal (sablon)
4. Mal Bulatan
Mal bulatan digunakan untuk membuat lingkaran atau setengah lingkaran.
Mal bulatan ini digunakan agar pekerjaan membuat lingkaran lebih cepat atau
untuk membuat lingkaran dengan ukuran diameter kecil.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
34
Gambar 3.12. Mal Bulatan
3.5. Meja Gambar
Meja gambar dibuat dari kayu yang cocok dan sesuai dengan fungsinya
sebagai tempat untuk menggambar, artinya permukaan meja harus halus, serat kayu
halus dan lembut, dan tidak terlalu keras. Kayu yang cocok untuk membuat meja
gambar misainya kayu jati.
Meja gambar mempunyai beberapa ukuran, hal ini disesuaikan dengan
besarnya gambar yang akan kita buat.
Macam-macam ukuran meja gambar adalah sebagai berikut.
Tabel 3.2 Ukuran Meja Gambar
Daun meja gambar dibuat seperti pada Gambar 3.13. Pada sisi sebelah kiri atau atas,
biasanya dipasang mistar T yang ditempelkan pada plat aluminium atau kayu yang
sangat rata dan licin. Hal ini dimaksudkan agar mistar T mudah digeser pada saat
menggambar.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
35
Gambar 3.13 Meja Gambar (draughting machine)
3.6. Mesin Gambar
Mesin gambar adalah sebuah alat, yang dapat menggantikan alat-alat
gambar lainnya, seperti busur derajat, penggaris T, segi tiga dan ukuran. Sebuah
mesin gambar dilengkapi dengan mekanisme gerak sejajar yang terdiri dari 4 batang
penghubung ( link ) seperti tampak pada Gambar 3.14 di bawah ini
Gambar 3.14. Mekanisme Batang dari Sebuah Mesin Gambar.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
36
Sepasang batang penghubung dipasang secara tetap pada sebuah alat,
yang dapat dipasang pula pada papan gambar. Pada pasangan yang lain
ditempatkan sepasang penggaris tegak lurus, dan dapat diputar pada sudut yang
dikehendaki.. Dengan alat ini dapat ditarik garis-garis sejajar, dan garis-garis tegak
lurus dengan mudah. Disamping mesin gambar jenis mekanisme batang ini terdapat
mesin gambar yang tidak menggunakan batang penghubung. Sebagai
penggantinya dipakai roda-roda dan pita baja. Mesin gambar jenis ini dapat dilihat
pada gambar dibawah 3.15 dibawah ini :
Gambar 3.15 Mesin Gambar Pita
Terdapat jenis-jenis mesin gambar yang ada di negeri Jepang, yang telah
diperinci oleh standar Jepang JIS. Penggaris yang dipasang pada mesin gambar ini
dapat dilepas dan diganti dengan penggaris yang mempunyai ukuran dengan
bermacam-macam skala. Misalnya : 2 : 1, 1 : 2,5, 1 : 5, dan sebagainya. Bahan yang
dipakai dapat berupa kayu yang dilapisi dengan sejenis plastik, dimana terdapat
goresan-goresan pembagi ukuran, atau seluruhnya dibuat dari plastik tembus
cahaya dengan goresan-goresan yang sama. Yang terakhir ini dapat juga dipakai
untuk menarik garis dengan tinta, sedangkan penggaris dari kayu mempunyai
penggaris khusus untuk ini.
Belakangan ini terdapat mesin gambar kereta, yang dapat dilihat pada
Gambar 3.16 dibawah ini :
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
37
Gambar 3.16 . Mesin Gambar Kereta.
Pada mesin ini pasangan penggaris dan alat put arnya
ditempatkan pada sebuah kereta vertikal, dimana penggarisnya dapat digerakkan
secara vertikal, dan seluruhnya ini dapat digerakkan secara horizontal pada kereta
horizontal. Mesin gambar jenis pita dan jenis batang disebut juga jenis lengan,
berbeda dengan jenis kereta. Jenis yang terakhir ini mempunyai konstruksi yang
lebih kuat dan kekar di bandingkan dengan jenis lengan. Disamping ini
kedudukan penggaris dapat dikunci pada kereta vertikal, sehingga memudahkan
penggambaran bagi an-bagian yang simet ri s. Mesin gambar keret a i ni
memerlukan luas yang lebih kecil dibandingkan dengan mesin gambar jenis lengan,
karena bagian-bagiannya menonjol keluar dari bidang papan gambar. Oleh karena itu
mesin jenis ini makin banyak dipakai, terutama dalam ruang gambar dengan jumlah
mesin gambar yang banyak.
3.7. Alat-alat lain
Berbagai macam alat dipergunakan untuk menggambar, disamping
alat-alat yang telah dibahas sebelumnya.
1. Mistar Skala :
Untuk gambar mesin dipergunakan mistar skala dari bambu atau plastik, yang
panjangnya pada umumnya adalah 300 mm. Disamping ini terdapat pula
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
38
mistar skala dengan penampang segi tiga dengan ukuran yang diperkecil. (
Gambar 3.17. )
Gambar 3. 17. Mistar Skala
2. Mistar ukur
Mistar ukur mempunyai garis pembagi dalam mm dan inchi, dibuat dari
bahan yang tidak mudah rusak, seperti kayu yang tidak terpengaruh oleh
kelembaban udara atau dari seluloid. Untuk memindahkan ukuran dengan
baik dan tepat, ukuran pada mistar ukur harus sedekat mungkin dengan
permukaan kertas. Jadi kecondongan dari mistar ukur sangat tajam (gambar
3.18 ).
Gambar 3.18 Mistar Ukur
3. Busur derajat :
busur derajat dibuat dari logam, yaitu alumini um, at au pl ast ik. Bi asanya
busur deraj at ini mempunyai garis-garis pembagi dari 0 sampai dengan 180
0
(Gambar 3.19.). Dengan alat ini dapat diukur sudut atau membagi sudut.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
39
Gambar 3.19. Busur Derajat
4. Penghapus :
Unt uk membuang garis yang sal ah dipergunakan penghapus dengan mutu
yang baik. Ada penghapus yang dibuat dari karet, dan ada yang dibuat dari
plastik. Penghapus yang baik harus dapat menghilangkan garis atau gambar
yang tidak diinginkan, dan tidak merusak kertasnya. Untuk menghilangkan garis
atau gambar dengan tinta, harus dipakai penghapus yang khusus.
4. Pelindung penghapus:
Pelindung penghapus ini dipakai bila kita ingin menghilangkan garis yang
berdekatan. Dengan alat ini garis-garis yang perlu dapat terlindung dari
penghapusan. Hanya garis, atau bagian garis yang salah dapat dihapus. Seperti
tampak pada Gambar 3. 20, pel indung t ersebut mempunyai berbagai
bentuk lubang. Dengan demikian bagian yang diperlukan dapat dilindungi dan
bagian yang hanya harus dibuang tampil pada lubang.
Gambar 3.20. Pelindung Penghapus
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
40
5. Pita Gambar :
Untuk menempelkan kertas gambar diatas papan gambar tidak lagi
dipergunakan paku payung, karena ini akan merusak papan gambar, dan akan
mengganggu pergerakan penggaris. Sekarang terdapat pita gambar yang akan
menempelkan pita gambar pada papan gambar. Jangan menggunakan pita
rekat ( cellotape ), karena daya rekatnya yang terlalu kuat akan merusak
kertas gambar bila ingin melepas kertas gambar dari meja gambar. Pita gambar
mempunyai daya lekat yang cukup untuk menempelkan kertas gambar, dan
tidak merusak kertasnya jika dibuka.
6. Alas kertas gambar :
Jika kertas gambar diletakkan langsung diatas papan gambar, akan terdapat
berkas-berkas garis dan tusukan jarum dari jangka. Hal ini kadang-kadang akan
mengganggu pada saat kit a menggambar. Untuk menghindarkan hal ini
dipasaran terdapat alas kertas gambar dari kertas lunak. Ada juga yang dibuat
dari karet magnetik. Untuk menempelkan kertas gambarnya tidak dipakai pita
gambar, melainkan pita tipis dari baja tahan karat..
7. Sablon (mal bentuk)
Sablon ada macam-macam, ada sablon untuk huruf, angka, lingkaran,
segi empat, elipis, lambang untuk tanda pengerjaan, untuk tanda las dsb. Selain
itu ada sablon sesuai dengan bidang kejuruannnya, misalnya untuk elektro,
mesin dsb.
Gambar 3.21: Sablon lingkaran dan pengunaannya
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
41
3.8. Rangkuman 1 :
Kertas gambar yang dipergunakan mempunyai ukuran ukuran yang telah
dinormalisir. Ukuran yang paling banyak dipergunakan adalah dari seri A (A0, A1, A2,
A3, A4 dan A5). Ukuran pokok dari kertas gambar A0 adalah: luasnya = 1 m
2
Melipat kertas gambar dengan ukuran standar A4, sehingga memudahkan membawa atau
menyimpannya. Semua gambar dlm keadaan terlipat, kotak nama harus terletak
dimuka dari lipatan tersebut.
Memasang kertas dianjurkan memasang lembaran kertas dasar dari kertas putih yang
tebal di atas papan gambar, terutama untuk papan gambar yang dibuat dari lembar kayu
yang disambung.
Membagi ruang gambar sangat tergantung pada ukuran kertas gambar yang akan
dipakai, karena itu perlu memperhatikan:
- Besar kecilnya benda susunan yang akan digambar.
- Banyaknya bagian/ detail dan jumlah masing-masing pandangan atau
potongan (pe-nampang) yang harus digambar.
- Ukuran skala yang dipakai.
Garis dan Huruf dalam Gambar harus memperhatikan macam-macam garis dan
tebalnya. Bila dua garis atau lebih yang berbeda-beda jenisnya berimpit, maka
penggambarannya harus dilaksanakan sesuai urutan perioritas. Pertemuan garis putus-
putus dan garis strip titik, bila bertemu atau berpotongan harus diperlihatkan dengan
jelas titik pertemuannya/ perpotongannya.
Dalam gambar teknik, huruf, angka dan lambang dipergunakan untuk memberikan
catatan, ukuran, judul dsb., disamping gambar itu sendiri. Tinggi h dari huruf besar
diambil sebagai dasar ukuran.
Untuk menggambar dengan pensil, digunakan pensil mekanik dengan isian.
Ada beberapa tingkat kekerasan. Penggunaannya didasarkan atas permukaan dan jenis
kertas gambar. Beberapa sifat pensil gambar diantaranya yaitu : sangat lunak (BB 3B),
lunak (2B F), keras (H 6F), dan sangat keras (7H 10H).
Dalam menggunakan jangka tergantung besar kecilnya lingkaran yang
akan digambar
Mesin gambar dalam menggunakannya dapat menghasilkan gambar yang presisi
dan dapat menggantikan berbagai peralatan gambar yang ada.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
42
3.9. Tes Formatif
1) Mengapa dalam menggambar teknik diperlukan berbagai macam jenis pensil
yang ada ?
2) Untuk keperluan yang sama, apa keuntungan penggunaan mesin gambar dibanding
dengan alat yang lain ?
3) Mengapa pembuatan gambar lingkaran untuk teknik elektro dan elektronika lebih
efektif menggunakan sablon / mal lingkaran dari pada jangka
3.10. Tugas
1 . Jelaskan bagaiamana cara menggunakan jangka yang benar dan tepat agar hasil
penggambaran menjadi baik
2. Apa yang diketahui tentang manfaat penggunaan mal, selain untuk membuat
lengkungan dalam dan luar
3. Carilah berbagai macam model-model baru peralatan gambar teknik yang ada
dipasaran
4. Buatlah sebuah garis tunggal dengan menggunakan macam-macam jenis pensil
mulai dari sangat lunak, lunak, keras, dan sangat keras
3.11. Soal Latihan
1) Sebutkan ukuran kertas gambar untuk menggambar teknik !
2) Sebutkan alat-alat gambar yang perlu anda ketahui.
3) Apa fungsi Jangkar untuk menggambar.
4). Sebutkan jenis-jenis ukuran kertas standar gambar beserta ukurannya.
5). Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis pensil gambar yang banyak digunakan untuk
keperluan menggambar teknik
6). Sebutkan hal-hal apa saja yang penting untuk diperhatikan dalam menggambar
huruf pada pembelajaran menggambar teknik ?
7. Berapakan perbandingan antara tinggi dan lebar huruf dalam menggambar
teknik listrik ?
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
43
BAB IV
MENGGAMBAR INSTALASI LISTRIK
Tujuan Pembelajaran :
Setelah mempelajari kegiatan belajar pada bab empat ini, mahasiswa diharapkan
dapat membaca simbol-simbol dalam gambar instalasi listrik. Selain itu mahasiswa
dapat menggambar menggunakan simbol-simbol standar.
4.1. Peraturan Umum Instalasi Listrik
Sistem penyaluran dan cara pemasangan instalasi listrik di Indonesian harus
mengikuti aturan yang ditetapkan oleh PUIL (Peraturan umum Instalasi Listrik) yang
diterbitkan tahun 1977, kemudian direvisi tahun 1987 dan terakhir tahun 2000. Tujuan dari
Peraturan umum Instalasi Listrik di Indonesia adalah:
Melindungi manusia terhadap bahaya sentuhan dan kejutan arus listrik.
Keamanan instalasi dan peralatan listrik.
Menjaga gedung serta isinya dari bahaya kebakaran akibat gangguan listrik.
Menjaga ketenagaan listrik yang aman dan efisien.
Agar energi listrik dapat dimanfaatkan secara aman dan efisien, maka ada syaratsyarat
yang harus dipatuhi oleh pengguna energi listrik. Peraturan instalasi listrik terdapat
dalam buku Peraturan Umum Instalasi Listrik atau yang seing disingkat dengan PUIL.
Di mulai dari tahun 2000, kemudian direviri tahun 1987, dan terakhir tahun 2000. Sistem
instalasi listrik yang dimulai dari sumber listrik (tegangan, frekwensi), peralatan listrik,
cara pemasangan, pemeliharaan dan keamanan, sudah diataur dalam PUIL. Jadi setiap
perencana instalasi listrik, instalatir (pelaksana), Operator, pemeriksa dan pemakai
jasa listrik wajib mengetahui dan memahami Peraturan Umum Instalasi listrik (PUIL).
Pada ayat 103 A1 dari PUIL merupakan peraturan lain yang berkaitan dengan
instalasi listrik, yakni :
a. Undang-Undang No. 1 tahun 1970, tentang Keselamatan Kerja.
b. Peraturan Bangunan Nasional.
c. Peraturan Pemerintah No. 18 tahun 1972, tentang Perusahaan Listrik Negara.
d. Peraturan lainnya mengenai kelistrikan yang tidak bertentangan dengan PUIL.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
44
Suatu peralatan listrik boleh dipergunakan untuk instalasi apabila :
Memenuhi ketentuan-ketentuan PUIL 2000.
Telah mendapat pengesahan atau izin dari instansi yang berwenang (ayat 202
A2)
Berdasarkan ketentuan PUIL 2000 ayat 202 B 1 : semua instalasi yang selesai
dipasang sebelum dipergunakan harus diperiksa dan diuji lebih dahulu. Menurut ayat
110 T16, tegangan dibagi menjadi :
a. Tegangan rendah ( sampai 1000 V)
b. Tegangan Menengah (1000 V 20 kV)
c. Tegangan Tinggi ( di atas 20 kV)
4.2. Simbol-simbol Instalasi Listrik
Selain menguasai peraturan dan memiliki pengetahuan tentang peralatan instalasi,
seorang ahli listrik juga harus mahir membaca gambar instalasi. Denah ruangan yang akan
dilengkapi dengan instalasi pada umumnya digambar dengan skala 1 : 100 atau 1 : 50. Pada
denah ini gambar instalasi yang akan dipasang menggunakan lambang yang berlaku.
Pada Tabel 4.1, diperlihatkan lambang-lambang (simbol-simbol) yang penting untuk
instalasi listrik. Ukuran yang diberikan sebagai petunjuk pembuatan gambar instalasi.
Tabel 4.1 Lambang-Lambang Elektro Arus Kuat
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
45
Ukuran gambar menentukan ukuran lambang yang digunakan, tetapi supaya
hasilnya rapi maka perbandingan antara ukuran lambang harus seragam. Jumlah
lambang dibatasi sedapat mungkin hanya yang perlu digambar saja dan sesederhana
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
46
mungkin. Apabila ada alat yang lambangnya belum dilakukan, maka dipilih suatu
lambang dan artinya dijelaskan dalam gambar. Lambang yang penting dapat digambar lebih
tebal atau lebih besar sehingga lebih menonjol.
4.3 Gambar Instalasi Listrik
Gambar instalasi listrik secara umum dibagi dua bagian yaitu : menurut tujuan
dan cara menggambar.
Pembagian gambar menurut tujuan meliputi :
1. Diagram yang sifatnya menjelaskan : diagram dasar, diagram lingkaran arus, dan
diagram instalasi
2. Diagram Pelaksanaan, yaitu : diagram pengawatan dan dan diagram
saluran
3. Gambar Instalasi
4. Gambar situasi
Sedangkan pembagian menurut cara mengambar dibedakan berdasarkan kepada :
Cara menggambar dengan garis tunggal dan cara mengambar dengan garis ganda.
a. Diagram Dasar
Diagram dasar dimaksudkan untuk menjelaskan cara kerja suatu instalasi secara
elementar gambar 4.1 memperlihatkan diagram dasar suatu perlengkapan hubung
bagi (PHB) yang digambar dengan cara disederhanakan
Gambar 4.1 Contoh gambar instalasi
b. Diagram blok
Sebuah diagram blok adalah suatu digram yang sangat sederhana di mana
berbagai macarn barang dilambangkan dengan suatu kotak atau bujursangkar. Tujuan
dari diagram blok adalah untuk menunjukkan bagaimana komponen-komponen dari
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
47
suatu rangkaian terkait satu dengan lainnya, schingga sambungan setiap rangkaian
individu tidak diperlihatkan
Gambar 4. 2 Diagram blok
c. Diagram Pengawatan
Diagram Pengawatan memperlihatakan cara pelaksanaan pengawatan
peralatan instalasi listrik, seperti gambar
Gambar 4.3 Diagram pengawatan
d. Diagram Saluran
Diagram saluran memperlihatkan hubungan antara bagian-bagian instalasi.
Diagram ini dapat digambarkan berupa diagram topografis yang menggambarkan
saluran sebebanrnya. Contoh doagram saluran dapat dilihat pada gamabr 4.4
Gambar 4.4 Diagram saluran topografis
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
48
e. Gambar Instalasi dan Diagram Instalasi
Gambar instalasi dapat berupa titik beban tanpa digambarkan saluran
instalasinya (seperti gambar 4.5), bagi seorang instalatir dapat menentukan sendiri
letak saluran instalasinya tetapi dengan ketentuan harus aman dari bahaya
kebakaran/hubung singkat. Untuk instalasi pada bangunan yang luas dan melayani
beban yang banyak saluran-salurannya harus digambarkan secara jelas.
Pada gambar instalasi harus disertai dengan diagram instalasi. Diagram
instalasi ini memberikan gambaran hubungan dengan meter listrik, jumlah beban
yang harus dilayani, jenis kabel, dan kapasitas pengaman yang harus dipasang
pada instalasi sebenarnya. Contoh diagram instalasi dapat dilihat pada gambar 4.5.
Gambar 4.5 Contoh gambar instalasi untuk suatu ruangan
Gambar instalasi sering dilengkapi dengan diagram instalasi. Gambar 4.6
memperlihatkan diagram instalasi sederhana. Dari keterangan yang tercantum
dalam diagram instalasi dapat ditentukan apakah instalasinya sesuai dengan
peraturan atau tidak.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
49
Gambar 4.6 Contoh gambar diagram instalasi
f. Gambar Situasi
Gambar situasi memberikan gambaran secara jelas letak gedung serta
instalasi yang akan dihubungkan dengan jaringan PLN. Keterngan ini
diperlukan oleh PLN untuk memudahkan menetukan kemungkinan
penyambungan serta pembiayaanya.
g. Diagram Garis Ganda dan Diagram Tunggal
Diagarm garis tunggal biasanya disebut digram perencanaan instalasi listrik,
sedangkan diagram garis ganda disebut diagram pelaksanaan. Diagram garis tunggal
diterapkan pada instalasi rumah sederhana maupun instalasi gedung gedung
sederhana hingga gedung besar/brtingkat dan juga pada diagram panel bagi dan
rekapitulasi beban. Contoh diagram garis tunggal dapat dilihat pada gambar 4.7
Gambar 4.7 Diagram garis ganda dan garis tunggal
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
50
4.4 Komponen Pokok Instalasi
Komponen instalasi listrik merupakan perlengkapan yang paling pokok dalam
suatu rangkaian instalasi listrik. Dalam pemasangan instalasi listrik banyak macamnya,
untuk memudahkan bagi siswa / instalatir komponen tersebut dikelompokan
:
1. Penghantar
2. Kotak Kontak
3. Fiti ng
4. Sakl ar
5. Pengaman
6. Peralatan Pelindung
4.4.1 Penghantar
Kabel instalasi berselubung
Penggunaan kabel instalasi berselubung jika dibandingkan dengan dalam pipa
diantaranya :
1. Lebih mudah dibengkokan
2. Lebih tahan terhadap pengaruh asam dan uap atau gas tajam
3. Sambungan dengan alat pemakai dapat ditiup lebih rapat
Tabel 4.2 Kemampuan hantar arus kabel instalasi berisolasi dan berselubung PVC
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
51
4.4.2 Kontak Listrik
a. Kotak-kontak (stop kontak)
Kotak kontak merupakan tempat untuk mendapatkan sumber tegangan
listrik yang diperlukan untuk pesawat atau alat listrik. Tegangan Sunber listrik ini
diperoleh dari hantaran fasa dan netaral yang berasal dari PLN. Simbol dan jenis
kotak kontak dapat dilihat pada gambar 4.8
Gambar 4.8 Lambang dan bentuk kontak listrik
Penggunaan dan pemasangan kontak ada beberapa ketentuan antara lain :
a. Kotak-kontak dinding fasa satu harus dipasang hingga kontak
netralnya ada disebelah kanan (ayat 206 B4).
b. Kotak-kontak dinding yang dipasang kurang dari 1,25 meter di atas lantai
harus dilengkapi dengan tutup (ayat 840 C5)
c. Kotan-kontak yang dipasang dilantai harus tertutup (ayat 511 B4)
d. Kotak-kontak dinding dengan pengaman harus dipasang hantaran
pengaman
(ayat 321 B1 sub b4)
e. Ruangan yang dilengkapi dengan kotak kontak dengan kotak
pengaman,
tidak boleh dipasang kotak-kontak tanpa pengaman, kecuali kotak-kontak
tegangan rendah dan untuk pemisahan pengaman (ayat 321 B1 sub b4)
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
52
f. Pada satu tusuk kontak, hanya boleh dihubungkan satu kabel yang dapat
dipindahpindah (ayat 511 A9 sub c)
g. Kemampuan kotak-kontak harus sekurang-kurangnya sesuai dengan
daya
yang dihubungkan padanya, tetapi tidak boleh kurang dari 5 A (ayat 840 C6).
b. Kontak hubung bagi
Kotak PHB harus dibuat dari bahan yang tidak dapat terbakar, tahan lembab dan
kukuh (ayat 610 A1). Pada setiap hantaran fasa keluar suatu perlengkapan hubung
bagi harus dipasang pengaman arus (ayat 602 D1). Pada hantaran netral tidak
boleh dipasang pengaman arus, kecuali bila potensial hantaran netralnya tidak
selalu mendekati potensial tanah. Setiap peralatan listrik, kecuali kotak -kontak
dengan kemampuan hantar arus nominal 16 A atau lebih, harus merupakan
rangkaian akhir tersendiri kecuali jika peralatan tersebut bagian yang tidak
terpisahkan dari suatu unit instalasi (ayat 602 N1). Gambar 4.9 a
memperlihatkan diagram rangkaian akhir sederhana untuk satu fasa, dan gambar
4.9 b menunjukkan bentuknya.
(a) (b)
Gambar 4.9 Perlengkapan hubung bagi dan diagramnya
4.4.3 Fiting
Fiting adalah tempat memasang bola lampu listrik, dan menurut penggunaannya
dapat dibagi menjadi tiga jenis : fiting langit-langit, fiting gantung, dan fiting kedap air.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
53
Gambar 4.10 Pemasangan fiting langit-langit
Gambar 4.11 Konstruksi fiting gantung Gambar 4.12 Konstruksi fiting kedap air.
4.4.4 Sakelar
Sakelar berfungsi untuk memutuskan dan menghubungkan rangkaian listrik.
Sakelar dan pemisah harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain :
a. Dapat dilayani secara aman tanpa harus memerlukan alat bantu
b. Jumlahnya harus sesuai hingga semua pekerjaan pelayanan, pemeliharaan, dan
perbaikan instalasi dapat dilakukan dengan aman.
Simbol atau lambang dari alat pemutus/penghubung ini dapat dilihat pada gambar
4.13 Dari gambar tersebut dapat dilihat konstruksi berbagai jenis sakelar, bentuk, serta
cara penggambarannya.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
54
Gambar 4.13 Simbol sakelar dan cara penggambarannya
Menurut konstruksinya sakelar dikelompokkan menjadi : sakelar kontak, sakelar tumpuk
atau sakelar paket, sakelar sandung, sakelar tuas, dan sakelar giling. Sedangkan ditinjau dari
cara kerjanya (jenis alat penghubungnya), dapat dikelompokkan menjadi : sakelar putar,
sakelar balik, sakelar tarik, sakelar jungkit, dan sakelar tombol tekan.
Jika ditinjau dari hubungan dan jenis alat penghubung, sakelar dibedakan menjadi :
sakelar tunggal, sakelar dwi-kutub (kutub ganda), sakelar tri-kutub, sakelar seri, sakelar
tukar dan sakelar silang.
Penggolongan sakelar berdasarkan penyambungannya dapat dijelaskan pada gambar 2.8
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
55
Gambar 4.14 Simbol sakelar berdasarkan prinsip hubungan sakelar
Gambar 4.15 Sakelar kotak Gambar 4.16 Sakelar kedap air
(a) (b)
Gambar 4.17 Sakelar kotak
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
56
4.4.6 Pengaman
Pengaman adalah suatu alat yang digunakan untuk melindungi sistem instalasi dari
beban arus yang melebihi kemampuannya. Biasanya arus yang mengalir pada suatu
penghantar akan menimbulkan panas, baik pada saluran penghantar maupun pada alat
listriknya sendiri. Untuk mencegahnya digunakan pengaman lebur dan pengaman
otomat.
Alat ini digunakan untuk :
1. Mengamankan system instalasi listrik (hantaran, perlengkapan listrik dan alat/
pesawat yang menggunakan listrik)
2. Melindungi/membatasi arus lebih yang disebabkan oleh pemakaian beban yang
berlebihan dan akibat hubung singkat antara fasa dengan fasa, fasa dengan netral
atau fasa dengan badan (body).
3. Melindungi hubung singkat dengan badan mesin atau perlengkapan lainnya.
Pengaman lebur harus memutuskan rangkaian yang diamankan kalau arusnya
menjadi terlalu besar. Bagian pengaman yang memutuskan rangkaian disebut patron
lebur.
a. Pengaman ulir
Pengaman ulir ini terdiri dari rumah sekering, pengepas patron, dan patron lebur.
Gambaran mengenai rumah sekering, tudung sekering dan pengepas patron
dapat dilihat pada gambar 4.18.
(a) Rumah sekering (b) Tudung sekering (c) Pengepas patron
Gambar 4.18 Pengaman ulir
b. Pengaman otomatis
Pengaman otomatis adalah pengaman yang digunakan untuk
memutuskan hubungan rangkaian listrik secara otomatis apabila arus melebihi
nilai tertentu, dan merupakan sebagai pengganti pengaman lebur. Cara kerjanya
ada dua macam yaitu secara thermis dan secara elektromagnetik. Keuntungan
pengaman otomatis adalah dapat digunakan kembali dengan segera setelah terjadi
pemutusan.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
57
Gambar 4.19 Pengaman otomat ulir Gambar 4.20 Penampang pengaman otomat G
4.4.7 Peralatan Pelindung dan Hantaran Listrik
a. Pipa Instalasi
Pipa instalasi digunakan untuk pemasangan kabel listrik yang dihubungkan
dengan sakelar, kotak-kontak, kotak hubung bagi dan sambungan listrik lainya,
serta untuk melindungi bahaya listrik terhadap sentuhan langsung dengan manusia.
Pipa ini terbuat dari pelat dan PVC (pipa union). Pipa ini dibuat beberapa macam
ukuran agar lebih ekonomis pemakaiannya berdasarkan garis tengah (inchi),
sedangkan panjang pipa pada umumnya sama yaitu 400 cm.
b. Rol isolator
Rol isolator fungsinya tempat menempelkan/meletakan kabel instalasi jenis
NYA atau NGA, dan rol ini dipasang di dalam flafon (langit-langit) bangunan rumah
tinggal, gedung dan sejenisnya. Bentuk rol isolator dapat dilihat pada gambar 4.21, dan
contoh penyaluran daya listrik dari tiang distribusi menuju ke rumah-rumah dapat
lihat pada gambar 4.22..
Gambar 4.21 Bentuk beberapa isolator
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
58
Gambar 4.22 Contoh penggunaan isolator dalam penyaluran listrik
c. Sengkang (klem)
Sengkang atau klem adalah suatu bahan yang dipakai untuk menahan pipa
agar dapat dipasang pada dinding atau langit-langit. Sengkang dibuat dari pelat besi,
serupa dengan bahan pipa. Besar atau ukurannya disesuaikan dengan ukuran
pipanya. Sengkang dipasang dengan disekerupkan pada tempat menggunakan
sekrup kayu. Sengkang dipasang sebagai penahan kotak penyambung atau
pencabangan, potongan penyambung, sakelar, kotak-kontak, dan sebagainya
dengan jarak maksimum 10 cm dar benda tersebut. Untuk meninggikan
pemasangan pipa dipakai pelana, misalnya dekat kotak sekering, terkadang pada
kotak penyambungan atau pencabangan dan tempat lain yang diperlukan. Bentuk
sengkang ada beberapa macam, yaitu : sengkang setengah, sengkang ganda, sengkang
majemuk, dan sebagainya. Contoh bentuk sengkang dan pelana ditunjukan pada
gambar 4.23.
Gambar 4.23 Bentuk sengkang dan pelana Gambar 4.24 Jenis-jenis kotak sambung
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
59
d. Kotak sambung
Penyambungan kabel atau kawat dalam instalasi listrik harus dilakukan
dalam kotak sambung dan tidak boleh dilakukan dalam pipa, sebab dikhawatirkan
akan mengalami putus akibat penarikan, selain itu sambungan listrik dalam pipa pelat
akan memudahkan terjadi kontak listrik dengan pipa sehingga berbahaya bagi
manusia.
Tujuan penyambungan kawat ada beberapa macam, seperti sambungan lurus,
pencabangan atau penyekatan. Banyaknya pencabanganpun bermacam -macam
sehingga perlu disediakan beberapa jenis kotak sambung.
Kotak sambung listrik dapat dilihat dari cabangnya, seperti : kotak sambung
cabang satu, cabang dua, cabang tiga dan cabang empat. Contoh kotak sambung
listrik dan penggunaanya dapat dilihat pada gambar 4.24. Pada dasarnya bentuk
kotak sambung tersebut ada dua mac am, yaitu persegi dan bundar.
4.5. Petunjuk menggambar instalasi listrik rumah
4.5.1 Sektsa dan Ilustrasi Ruangan
Apabila hendak memasang instalasi listrik, maka harus mengetahui terlebih dahulu
gambaran secara umum keadaan dari suatu ruangan yang akan dipasang instalasi
listrik tersebut. Dari sini maka akan lebih mudah mengatur tata letak komponen serta
penentuan titik-titik cahaya sesuai dengan kebutuhan ru angan. Pada gambar 4.25
diperlihatkan sketsa suatu ruangan yang akan dipasang instalasi beserta diagram
rangkaian garis tunggalnya.
(a) Gambar Sketsa ruangan
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
60
(b) Diagram Instalasi
Gambar 4.25 Sketsa ruangan dan diagram instalasi
Bagi pelaksana di lapangan, akan lebih menyesuaikan antara gambar instalasi
yang telah dibuat dengan kondisi yang sebenarnya di lapangan. Dari gambar 4.25 di atas,
dapat membuat langkah sederhana untuk memasang hubungan dari dua buah lampu yang
dilayani oleh sebuah sakelar tunggal dengan dilengkapi satua buah stop kontak.
Illustrasi semacam ini akan banyak membantu siswa dalam membuat perencanaan
instalasi listrik. Dalam prakteknya siswa dapat menggunakan papan kerja untuk
merancang beberapa hubungan lampu dan memasangnya secara lebih ringkas dan
sederhana.
Instalasi listrik merupakan pengetahuan dan jenis pekerjaan khusus, sehingga harus
ditangani secara khusus. Dengan demikian dalam bidang instalasi listrik terdapat ketentuan-
ketentuan dan peraturan tersendiri bagi pelaksanaannya. Pekerjaan instalasi listrik
merupakan suatu rangkaian pekerjaan yang kadang-kadang sangat kompleks. Hal ini
tergantung kepada luas pekerjaan yang tangani. Rangkaian pekrjaan ini terutama
meliputi penyediaan dan pemilihan bahan beserta peralatan yang diperlukan, mulai dari
pelaksanaan sampai pengujian hasil kerja yang telah diselesaikan. Rencana pokok
berupa gambar atau bahan akan diketahui macam bahan dan peralatan yang diperlukan.
4.5.2. Cara Menentukan Jumlah Kawat Instalasi
Untuk menentukan berapa jumlah kawat penghantar yang dipasang dalam suatu
instalasi, maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah :
a. Rencanakan terlebih dahulu beberapa titik cahaya yang akan dipasang.
b. Tentukan cara pelayanan titik cahaya yang akan dipasang, misalnya dipasang dua
buah titik cahaya yang akan dilayani dari satu tempat yang sama.
c. Pilihlah komponen serta cara pelayanan yang efektif untuk titik-titik cahaya yang
d. akan dipasang. Disini dapat menggunakan sakelar seri untuk melayani kedua lampu
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
61
yang kan dipasang.
e. Buatlah gambar diagram pengawatan agar memudahkan di dalam membuat detail
gambar instalasi.
f. Tentukan cara pemasangan yang akan digunakan, apakah instalasinya sistem
rentang atau sistem tertutup. Jika menggunakan sistem tertutup, maka
membutuhkan pipa sebagai peralatan pelindung hantaran, sebaliknya jika
menggunakan sistem rentang maka membutuhkan rol isolator sebagai penyangga
hantaran instalasinya.
f. Apabila akan membuat instalasi di dalam pipa, maka kita sudah dapat mengetahui
berapa banyak hantaran yang akan dimasukkan ke dalam pipa.
Setelah mengetahui gambar pelaksanaan, maka dapat membuat gambar bagan
dengan membubuhkan garis -garis lintang pada gambar bagan tersebut. Banyak kawat dan
hubungan dua buah lampu tersebut adalah tiga batang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat
pada gambar 4.26.
(a) Diagram Instalasi (b) Diagram pelaksanaan
Gambar 4.26 Bagan dua buah lampu yang dilayani sakelar seri
4.5.3 Instalasi Dua Lampu Pijar Dengan Sakelar Tunggal
Instalasi dua buah lampu dengan sebuah sakelar, artinya kedua lampu itu cukup dilayani
oleh sebuah sakelar saja. Jadi dalam pemasangannya, hantaran kedua lampu itu diperoleh
melalui sebuah sakelar. Perhatikan gambar 4.27
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
62
(a) Diagram instalasi (b) Diagram Pelaksanaan
Gambar 4.27 Bagan dua buah lampu dilayani sebuah sakelar
Bahan-bahan yang digunakan hampir sama dengan gambar 4.26, perbedaannya
terletak pada jumlah bahannya, baik berupa kotak sambung, pipa maupun
hantarannya. Apabila kedua lampu tersebut hendak dilayani dengan dua buah sakelar,
maka ada dua
cara bagan yang dapat dipakai yaitu : (a) kedua sakelar dipasang berjauhan, (b) kedua
sakelar dipasang satu tempat. Cara kedua ini sering disebut sebagai sakelar seri atau
deret. Kedua cara pemasangan itu dapat dilihat pada gambar 4.28 dan gambar 4.29.
Gambar 4.28 Dua buah lampu dilayani dua buah sakelar saling berjauhan
Gambar 4.29 Dua buah lampu dilayani dua buah sakelar tunggal yang dijadikan satu
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
63
4.5.4. Hubungan Kamar Tidur
Prinsip dasar hubungan ini adalah sama dengan hubungan gudang dalam tanah,
tetapi penghubung muka yang berkutub tunggal harus diganti dengan sakelar tukar,
sehingga kita dapat memadamkan tiap-tiap lampu pada pintu dan pada tempat tidur.
Pada hubungan tukar ini dapat diperluas dengan penghubung silang. Diagram instalasi
untuk kasus ini dapat dijelaskan pada gambar 4.30
(a) Diagram instalasi (b) Diagram pelaksanaan
Gambar 4.30 Hubungan kamar tidur
4.5.5. Instalasi Lampu Pijar dengan Sakelar Tunggal
Pemasangan instalasi ini direncanakan untuk pemasangan dalam pipa. Bagai
rencana dan pelaksanaan untuk jenis instalasi ini dapat diihat pada gambar 4.31
Gambar 4.31 Satu lampu pijar dilayani satu sakelar tunggal
Dari bagan di atas, maka dapat diketahui macam beban yang akan dipakai termasuk
jumlah dan penampang penghantar dalam pipa yang seharusnya dipasang. Kotak
sambungnya berbentuk cabang 3 dengan ukuran pipa yang sama.
Untuk melengkapi penggunaan hantaran menurut peraturan yang berlaku, maka dipakai
kawat warna hitam untuk kawat fasa dan kawat 1,5 mm
2
, sedangkan hantaran nol
digunakan kawat merah.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
64
4.5.6. Instalasi Dua Lampu Pijar dengan Sakelar Seri atau Deret
Penggunaan sakelar seri atau deret dimaksudkan agar menyala atau padamnya
lampu dapat diatur sebagai berikut :
a. Lampu 1 hidup, sedangkan lampu 2 masih padam.
b. Lampu 2 hidup, tetapi lampu 1 menjadi padam.
c. Lampu 1 dan 2 hidup (menyala) semua.
d. Kedua lampu padam semua.
Demikian seterusnya, akan kembali lagi seperti keadaan semula. Instalasi semacam ini
dapat dijelaskan dalam bagan seperti tertera pada gambar 4.32(a). Sakelar ser semacam
itu banyak dipakai untuk melayani lampu korona. Lampu ini mempunyai sebuah lampu
besar (sebagai lampu 1) dan beberapa lampu agak kecil yang dihubungkan paralel
(sebagai lampu 2). Lampu 1 dan lampu 2 akan menyala atau padam sesuai dengan
penjelasan di atas. Bagan pemasangan lampu korona tersebut dapat dijelaskan pada
gambar 4.32 (b).
(a) Diagram instalasi (b) Giagram pelaksanaan
Gambar 4.32 Instalasi dua lampu pijar dengan sakelar seri (deret)
4.6. Prosedur Pemasangan Instalasi Listrik
4.6.1 Gambaran Umum
Dalam pemasangan suatu instalasi listrik terdapat pro sedur ditentukan yang telah
ditetapkan, diantaranya harus dibuat gambar rencana berdasarkan denah bangunan yang akan
dipasang instalasi. Spesifikasi dan syarat-syarat permintaan pemesan yang menguraikan
hal-hal yang harus dipenuhi pelaksana, dan batas waktu yang telah ditentukan.
Berdasarkan ayat 401 B3 menjelaskan tentang batasan dan macam-macam
gambar yang harus direncanakan sehubungan dengan pemasangan instalasi listrik
adalah :
a. Gambar situasi, meliputi letak bangunan yang akan dipaang dan rencana
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
65
penyambungan jaringan PLN
b. Gambar instalasi, terdiri dari : rencana penempatan peralatan listrik, seperti titik
lampu, sakelar, kotak-kontak, PHB, dan sebagainya; rencana penyambungan
peralatan listrik dengan alat pelayannya, seperti akelar dengan lampu, motor dan
pengasutnya, dan lain -lain; data teknis perlatan yang akan dipasang, dan
sebagainya.
c. Diagram instalasi garis tunggal, yang menjelaskan : diagram PHB, beban terpasang,
ukuran dan jenis penghantar, dan sistem pentanahan.
d. Gambar rincian keterangan, mencakup : ukuran fisik, cara pemasangan alat listrik, cara
pemasangan kabel, dan cara kerja alat kontrolnya (jika memungkinkan).
4.6. 2 Pengawasan Dan Tanggung Jawab
Berhubungan dengan pengawasan dan tanggung jawab perencanaan dan pelaksanaan
pemasangan instalasi, diatur dalam pasal 910, antara lain :
a. Harus mendapat izin dari cabang PLN setempat
b. Penanggung jawab harus seorang ahli dan memiliki izin yang berwenang.
c. Harus diawasi oleh seorang ahli danbertanggung jawab atas keselamatan para
pekerjanya.
d. Harus dilaksanakan oleh orang yang memiliki pengetahuan dan keterampilan
tentang itu dan dalam keadaan sehat.
e. Pekerjaan yang sudah selesai harus dilakukan pemeriksaan dan pengujian
oleh petugas yang berwenang. Pekerjaan itu meliputi : tanda-tanda, peralatan
yang dipas ang, cara pemasangan, polaritas, pentanahan, tahanan isolasi, dan
kontinuitas rangkaian.
f. Apabila hasil pemeriksaan dinyatakan baik, sebelum diserahkan kepada
pemiliknya, maka harus dicoba dengan tegangan dan arus yang penuh untuk
waktu yang cukup lama.
g. Seorang perencana harus bertanggung jawab terhadap rencana yang
telah dibuatnya.
h. Pelaksana pemasangan instalasi harus bertanggung jawab terhadap
pekerjaannya dalam jangka waktu tertentu apabila ada kecelakaan akibat
kesalahan pemasangan.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
66
4.6.3 Jumlah Titik Beban Pada Rangkaian Akhir
Jumlah titik beban yang boleh dihubungkan dalam satu rangkaian akhir fasa-satu
dengan pemutus tenaga atau pengaman lebur, ditentukan dalam ayat 412 A1, dimana
untuk kabel rumah jenis NYA dalam pipa, jumlah titik beban diberikan dalam tabel 4.3
.
Tabel 4.3 Jumlah titik beban maksimum dalam satu rangkaian akhir fasa-satu untuk NYA
dalam pipa dengan suhu keliling 30C dan suhu penghantar maksimum 70C.
Keterangan :
6) : jumlah titik beban a dibatasi oleh beban maks di kolom 2, sehubungan dengan kemung-
kinan perluasan kemudian hari beban maks kira-kira 80 % dari kemampuan hantar arus
NYA yang tercantum dalam tabel
7) Instalasi domestik dengan beban campuran atau kotak-kontak sampai dengan 16 A saja,
hanya boleh diamankan dengan pengaman lebur murni atau pemutus tenaga jenis lambat
sampai 10 A, atau dengan pemutus tenaga jenis cepat sampai dengan 16 A.
Untuk cara pemasangan yang berbeda seperti pemasangan di udara, diadakan koreksi
seperlunya. Dari tabel 4.3 dijelaskan bahwa pada instalasi dengan NYA 1,5 mm
2
sama
sekali tidak boleh dipasang kotak-kontak, sekurang-kurangnya digunakan NYA 2,5
mm
2
. Nilai nominal pengaman dalam kolom 3 adalah nilai maksimum yang
diperbolehkan. Jika pada rangkaian akhir terdapat kotak -kontak dengan kemampuan
hantar arus yang lebih rendah dari nilai nominal pengaman, maka pengamanannya
harus disesuaikan dengan kemampuan hantar arus kontak.
Berdasarkan tabel 4.3 maka berlaku ketentuan-ketentuan sebag ai berikut :
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
67
1. Jika ada 2 6 rangkaian akhir dengan NYA 2,5 mm
2
dalam pipa, maka jumlah titik
beban yang boleh dihubungkan dengan rangkaian akhir adalah :
a. Maksimal 15 titik beban, berupa lampu saja, lampu, kotak-kontak dinding, atau
hanya kotak-kontak dinding saja asalkan kemampuan hantar arus tiap kotakkontak
dinding tidak melebihi 16 A
b. Maksimum hanya satu titik beban, kalau berupa kotak-kontak dinding dengan
kemampuan hantar arus lebih dari 16 A
2. Jika ada 2 6 rangkaian akhir dengan NYA 4 mm
2
dalam pipa, maka jumlah titik
beban yang boleh dihubungkan dengan rangkaian akhir adalah :
a. Maksimal 30 titik beban, berupa lampu saja, lampu, kotak-kontak dinding, atau
hanya kotak-kontak dinding saja asalkan kemampuan hantar arus tiap kotakkontak
dinding tidak melebihi 16 A
b. Maksimum hanya 3 titik beban, kalau berupa kotak-kontak dinding dengan
kemampuan hantar arus lebih dari 16 A
3. Jika ada 2 6 rangkaian akhir dengan NYA 4 mm
2
dalam pipa, maka jumlah titik
beban yang boleh dihubungkan dengan rangkaian akhir adalah :
a. Tidak terbatas, kalau hanya terdiri atas lampu saja dan jumlah beban
maksimumnya tidak melebihi 16 A, berarti maksimum 3520 VA untuk tegangan
220 V
b. Maksimal 20 titik beban, berupa lampu saja, lampu, kotak-kontak dinding, atau
hanya kotak-kontak dinding saja asalkan kemampuan hantar arus tiap kotakkontak
dinding tidak melebihi 16 A
c. Maksimum hanya satu titik beban, kalau berupa kotak-kontak dinding dengan
kemampuan hantar arus lebih dari 16 A
4. Jika ada 2 6 rangkaian akhir dengan NYA 4 mm
2
dalam pipa, maka jumlah titik
beban yang boleh dihubungkan dengan rangkaian akhir adalah :
a. Tidak terbatas, kalau hanya terdiri atas lampu saja dan jumlah beban
maksimumnya tidak melebihi 20 A, berarti maksimum 4400 VA untuk
tegangan 220 V
b. Maksimal 30 titik beban, berupa lampu saja, lampu, kotak-kontak dinding, atau
hanya kotak-kontak dinding saja asalkan kemampuan hantar arus tiap kotak-
kontak dinding tidak melebihi 16 A
c. Maksimum hanya 3 titik beban, kalau berupa kotak-kontak dinding
dengan kemampuan hantar arus lebih dari 16 A
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
68
4.6.4 Kabel Rumah Dan Kabel Instalasi
a. Jenis Hantaran
Rumah dengan pemasangan tetap, jenis hantaran yang banyak digunakan
adalah kabel NYA (dulu NGA) dan kabel instalasi NYM.
Penggunaan dari kabel NYA dan NGA berlaku ketentuan-ketentuan sebagai
berikut :
Harus dilindungi dengan pipa instalasi untuk pemasangan tetap dalam
jangkauan tangan
Harus dipasang dalam pipa PVC untuk pemasangan di ruang lembab
Tidak boleh dipasang langsung menempel pada plesteran atau kayu, atau
ditanam langsung dalam plesteran atau kayu, tetapi harus dilindungi dengan
pipa instalasi
Boleh dipasang terbuka dengan menggunakan isolator jepit atau rol, kalau
dipasang di luar jangkauan tangan. Cara pemasangannya harus ada jarak
minimum 1 cm terhadap dinding dan terhadap bagian lain dari bangunan atau
konstruksi
Boleh digunakan dalam alat listrik, PHB, dan sebagainya
Tidak boleh digunakan di ruangan basah, di alam terbuka atau di tempat kerja
atau gudang dengan bahaya kebakaran atau ledakan.
Jumlah kabel rumah yang boleh dipasang dalam satu pipa instalasi, tidak
boleh melebihi jumlah yang tercantum dalam tabel 4.4 untuk jenis kabel NYA
atau tabel 4.5 untuk jenis kabel NGA.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
69
Tabel 4.4 Diameter dalam minimum pipa instalasi untuk pemasangan kabel rumah
jenis NYA
Tabel 4.5 Diameter dalam minimum pipa instalasi untuk pemasangan kabel rumah
jenis NGA
4.6.5 Instalasi Rumah Sederhana
Dalam pembahasan instalasi rumah sederhana ini diambil suatu contoh seperti
tertera pada gambar 4.33 , dengan ketentuan rumah kecil terbuat dari kayu, instalasi
dipasng tampak, dan tidak ditanam.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
70
Gambar 4.33 Contoh instalasi rumah sederhana
Langkah-langkah yang harus ditempuh oleh seorang instalatir antara lain :
a. Buat denah ruangan Penggunaan masing-masing ruangan dinyatakan dalam seperti :
satu ruang tamu dan teras, 3 kamar tidur, sebuah ruang makan, dapur, kamar mandi, dan
sebuah gudang.
b. Tentukan letak perlengkapan hubung bagi. PHB utama harus dipasang di tempat yang
mudah dicapai dari jalan masuk rumah (biasanya di gang atau serambi), dan tempatnya
harus cukup bebas. Karena instalasinya kecil, sehingga hanya ada satu PHB yang
ditempatkan di gudang (sesuai pasal 602 sub B).
c. Menentukan jumlah kotak-kontak dinding, seperti tertera pada denah gambar
bangunan.
d. Menempatkan kotak -kontak dinding sesuai dengan ketentuan yang berlaku, seperti ayat
840 C5 menyatakan bahwa kotak-kontak dinding yang dipasang kurang dari 1,25 m
dari lantai haus diberi tutup pengaman.
e. Membuat pentanahan kotak-kontak dinding. Karena lantainya dibuat dari kayu yang
tidak menghantarkan listrik, kotak-kontak dinding di kamar tidur dan gudang tidak perlu
ditanahkan, tetapi di ruangan dapur yang terdapat saluran air harus digunakan kontak
pengaman.
f. Setelah semua komponen perlengkapan yang akan dipasang sudah ditentukan,
gambar instalasinya
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
71
.
Gambar 4.34 Rencana instalasi listrik rumah sederhana
g. Setelah gambar rencana instalasi sudah dibuat, maka buat juga diagram instalasi dan
rekapitulasi daya yang dibutuhkan (seperti dijelaskan pada gambar 4.35).
Luas penampang hantaran hubung antara kotak meter PLN dengan perlengkapan
hubung bagi utama dari instalasi minimal 4 mm
2
.
Gambar 4.35 Daftar rekapitulasi daya
Luas penampang hantaran hubung antara kotak meter PLN dengan perlengkapan
hubung bagi utama dari instalasi minimal 4 mm
2
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
72
4.6.6. Rangkuman :
1. Peraturan Umum Instalasi Listrik yang sering disingkat dengan PUIL mempunyai peranan
yang sangat penting dalam instalasi listrik, baik sebagai pengetahuan dasar maupun
untuk tingkat mahir bagi seorang instalatir. Dalam peraturan ini tentunya membahas
mengenai faktor keselamatan kerja, peraturan-peraturan yang akan digunakan agar
sesuai dengan ketentuan PUIL atau standar yang berlaku seperti Standar Nasional
Indonesia (SNI), Standar Industri Indonesia (SII), dan lain-lain. Dalam kaitan dengan
peraturan yang ada, maka tidak lepas pula dari faktor pengujian terhadap peralatan listrik.
Dalam pengujian ini tentunya diserahkan kepada lembaga yang berwenang, dimana
lembaga ini yang nantinya akan mengeluarkan sebuah sertifikasi.
Berkaitan dengan perencanaan instalasi listrik ini, peranan daripada simbol-
simbol masalah kelistrikan (instalasi listrik) dan gambar-gambar instalasi listrik juga
harus diperhatikan, karena akan sangat membantu dalam pelaksanaan praktis di
lapangan. Di samping itu juga, gambar atau denah instalasi listrik bagi seorang
instalatir harus dibuat dengan baik dan benar, agar memudahkan dalam
pelaksanaannya.
Beberapa komponen pokok instalasi listrik seperti bahan penghantar listrik,
kontak tusuk, fiting, sakelar, pengaman, dan peralatan pelindung juga dibahas dalam
kegiatan pembelajaran ini, karena komponen-komponen tersebut mempunyai peranan
yang sangat penting bagi seorang instalatir atau tenaga ahli bidang teknik listrik.
Perkembangan teknologi di bidang kelistrikan ini sangat pesat, dibuktikan dengan
banyak industri-industri yang memproduksi berbagai macam komponen instalasi listrik
dalam berbagai jenis dan merk. Namun dengan banyaknya berbagai macam jenis dan
bentuk hasil produksi tersebut, p ada prinsipnya dasar dari sistem kerja komponen-
komponen peralatan untuk tipe dan jenis yang sama adalah sama.
2. Sketsa dan ilustrasi dari sebuah rungan dalam suatu bangunan sangat mempunyai
peranan penting dalam merangkai dan menentukan rancangan suatu instalasi listrik
dari bangunan tersebut. Yang berkaitan dengan perencanaan pemasangan
instalasi suatu tempat apakah gedung, rumah, aula, gudang, dan sebagainya,
sebelum melakukan suatu pekerjaan pemasangan atau instalasi maka harus terlebih
dahulu membuat suatu gambar yang berupa diagram rencana instalasi dan gambar
diagram pelaksanaan atau pengawatan, sehingga dalam pelaksanaan pekerjaan
sudah terbayang langkah-langkah yang harus ditempuh.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
73
Dalam merangkai instalasi listrik sederhana khususnya berkaitan dengan
pemasangan lampi, dikenal ada beberapa macam diantaranya : instalasi dua lampu
pijar dengan sakelar tunggal, instalasi dua lampu pijar hubungan gudang, instalasi
sebuah lampu pijar dengan sakelar tunggal, instalasi dua lampu pijar dengan
sakelar seri atau deret, dan sebagainya.
Pada waktu melakukan pemasangan instalasi, tentunya harus mengetahui
prosedur-prosedur yang telah ditentukan untuk pemasangan instalasi listrik
tersebut. Beberapa pro sedur yang harus ditempuh oleh seorang instalatir dalam
melakukan sutu pemasangan instalasi listrik, antara lain : membuat gambar situasi,
membuat gambar instalasi, membuat diagram instalasi garis tunggal, membuat
gambar perincian atau keterangan pelaksanaan, melakukan pengawasan,
melakukan pemeriksaan dan pengujian apabila sudah selesai, dan bertanggung
jawab atas semua pekerjaan yang telah diselesaikannya dalam jangka waktu
tertentu apabila terjadi suatu kecelakaan akibat dari kesalahan pemasangan.
Dalam contoh kasus melakukan pemasangan instalasi listrik rumah
sederhana, beberapa hal penting yang harus dilakukan oleh seorang instalatir
adalah : membuat denah rumah; menentukan letak komponen-konponen instalasi
yang akan dipasang seperti PHB, sakelar, lampu, kotak-kontak, dan lain-lain;
menentukan jumalh kotakkontak dinding; menentukan tempat kotak-kontak
dinding; membuat pentanahan; membuat gambar instalasi dan gambar
pengawatan; membuat rekapitulasi daya, dan membuat daftar bahan-bahan untuk
keperluan instalasi rumah tersebut.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
74
4.6.7. Tes Formatif :
1. Sebutkan langkah-langkah untuk menentukan jumlah kawat dalam melakukan
pemasangan instalasi listrik ?
2. Apa bedanya pemasangan dua buah lampu dilayani oleh sebuah sakelar tunggal
dengan dua buah lampu yang dilayani oleh sebuah sakelar seri atau deret ?
3. Hal-hal apa saja yang akan dilakukan pemeriksaan dan pengujian terhadap instalatir
yang telah menyelesaikan pekerjaannya ?
4. Sebutkan jenis kabel yang banyak digunakan pada instalasi rumah saat ini ?
5. Sebutkan macam-macam jenis kotak sambung yang ada di pasaran yang saudara
ketahui ?
6. Buatlah gambar diagram instalasi listrik untuk dua buah lampu yang dilayani oleh
sebuah sakelar seri atau deret ?
7. Berdasarkan PUIL ayat 742 B1, sebutkan ketentuan-ketentuan tentang penggunaan
dari kabel jenis NYM ?
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
75
BAB V
MENGGAMBAR SISTEM ALARM KEBAKARAN
Tujuan Pembelajaran :
Setelah mempelajari kegiatan belajar pada bab lima ini, mahasiswa diharapkan dapat membaca
simbol-simbol dalam system alarm kebakaran. Selain itu mahasiswa dapat menggambar menggunakan
simbol-simbol standar.
5.1. Pendahuluan
Pada satu atau lebih peraturan, semua bangunan publik diharuskan untuk
menyediakan alat efektif untuk memberi peringatan kebakaran agar jiwa dan harta benda
dapat dilindungi. Sebuah sistem yang efektif adalah yang memberikan peringatan kebakaran
ketika masih tersisa cukup waktu untuk memadamkan api dan semua penghuni dapat
meninggalkan bangunan.
Rangkaian alarm kebakaran dikabelkan dalam keadaan normal terbuka atau dalam
keadaan normal tertutup. Dalam sebuah rangkaian yang dalam keadaan normal terbuka,
titik-titik pernanggil alarm tersambung secara. paralel satu dengan lainnya sehingga ketika
sembarang titik alarm dinyalakan rangkaiannya tersambung dan bunyi alarm akan
memberikan peringatan kebakaran. Susunannya ditunjukkan pada Gambar .5.1. Sangat
esensial bagi sebagian sistem pengkabelan untuk terus beroperasi walaupun pada saat
terserang api. Karena alasan ini, pengendali utama dan pemberi bunyi (sounder) harus
terkabel dalam kabel MI atau FP 200. Titik pemanggil alarm dari sistem pada keadaan
normal terbuka harus dikabelkan dalam kabel MI atau FP 200, kecuali bila digunakan
sistem yang selalu dimonitor.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
76
Gambar 5.1 Rangkaian alarm kebakaran dalam keadaan normal terbuka.
Gambar 5.2 Rangkaian alarm kebakaran dalam keadaan normal tertutup.
Dalam bentuk yang sederhana, sistem ini membutuhkan resistor bernilai tinggi untuk
disambungkan ke sepanjang kontak titik pemanggil yang membolehkan sedikit arus
mengalir dan mengoperasikan indikasi, menunjukkan rangkaiannya baik. Dengan sistem
yang termonitor, kabel terisolasi PVC dapat digunakan untuk mengkabelkan titik pemanggil
alarm.
Pada rangkaian dalam keadaan nonnal tertutup, titik pemanggil alarmnya disambung
secara seri ke kontak yang berada dalam keadaan normal tertutup seperti ditunjukkan pada
Gambar 5.2. Ketika alarm dinyalakan, atau bila kerusakan muncul dalam pengkabelan,
alarmnya akan teraktifkan. Pembunyi dan pengontrol utarna harus dikabelkan dengan kabel
MI atau FP 200, tetapi titik pemanggilnya dapat dikabelkan dengan kabel terisolasi PVC
karena rangkaian ini selalu aman dari kegagalan
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
77
5.2. Titik Pemanggil Alarm
Titik pemanggil alarm yang dioperasikan secara manual harus disediakan di semua
bagian sebuah gedung di mana mungkin ada orang, dan harus diletakkan di suatu tempat
sehingga seseorang tidak perlu berjalan lebih dari 30 m dari sembarang posisi di dalam
lokasi untuk menyalakan alarm. Alarm harus dipasang pada ketinggian 1,4 m di atas lantai
pada posisi yang mudah diakses, berpenerangan cukup, dan mudah dilihat.
Deteksi kebakaran otomatis dapat dilakukan dengan detektor panas dan asap. Keduanya
biasanya dipasang di dinding dan pada bagian atas dinding tangga suatu bangunan, karena
panas dan asap bergerak ke atas. Detektor asap cenderung memberikan respon yang lebih
cepat ketimbang detektor panas, tetapi apakah titik pemanggil manual atau, otomatis yang
akan digunakan, harus disesuaikan dengan instalasi tertentu. Detektor panas dan asap harus
dapat membedakan antara sebuah kebakaran dan keadaan lingkungan normal di mana
keduanya akan dipasang.
5.3. Pembunyi Alarm
Posisi dan jumlah dari pembunyi alarm harus sedemikian sehingga alarm dapat
didengar dengan jelas di atas bunyi latar di setiap bagian lokasi. Pembunyi alarm harus
menghasilkan bunyi minimum 65 desibel atau 5 desibel di atas bunyi latar dan dapat terus
menerus berbunyi selama lebih dari 30 detik. Bel klakson atau sirine dapat digunakan, tetapi
dalam satu instalasi pembunyi harus dari tipe yang sama. Contoh dari pembunyi
ditunjukkan pada Gambar 5. 3.
Bel Sirine Bel dengung Klakson
Gambar 5.3 Pembunyi umum alarm kebakaran.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
78
5.4. Pertimbangan Desain Alarm Kebakaran
Karena semua instalasi alarm kebakaran harus memenuhi peraturan yang terkait, hal
yang perlu dilakukan adalah menghubungi petugas pencegah kebakaran lokal pada tahap
mendesain untuk mengidentifikasi peraturan lokal tertentu dan mendapatkan sertifikat yang
dibutuhkan.
Bangunan yang lebih luas harus dibagi menjadi zona-zona, sehingga lokasi dari
kebakaran dapat dengan cepat diidentifikasi oleh petugas layanan darurat. Zonanya dapat
diidentifikasi pada papan indikator yang diletakkan, misaInya, pada kantor pengawas atau
daerah resepsionis utama.
Dalam menyeleksi zonanya, aturan berikut ini harus dipertimbangkan:
1. Setiap zona tidak boleh memiliki luas lantai lebih dari 2000 m
2. Setiap zona harus terletak dalam. satu tingkat, kecuali bila luas lantai total
dari bangunan tidak melebihi 300 m
3. Anak tangga dan gedung yang sangat kecil harus diperlakukan sebagai satu
zona.
4. Setiap zona harus merupakan satu kamar kebakaran.
Ini berarti bahwa dinding, langit-langit dan lantainya dapat menahan asap dan
apinya. Setidaknya satu pembunyi alarm diperlukan di setiap zona, tetapi semua pembunyi
alarm dalam gedung harus beroperasi ketika alarmnya dinyalakan.
Pembunyi utama dapat dimatikan oleh petugas yang berwenang, begitu publik umum
sudah dievakuasi dari bangunan, tetapi arusnya harus dialihkan ke bel pengawas yang tidak
dapat dimatikan sampai sistemnya dikembalikan ke kondisi operasi normal.
Instalasi alarm kebakaran dapat disambungkan ke ruangan kontrol brigade pemadam
kebakaran lokal dengan memakai jaringan Telecom, bila diperoleh izin dari petugas
pemadam kebakaran lokal.
Suplai listrik ke instalasi alarm kebakaran harus diamankan dalam kondisi yang paling
serius. Dalam prakteknya, suplai yang paling diandalkan adalah suplai listrik utama, dengan
cadangan dari suplai baterai jikalau suplai listrik utama gagal. Suplainya harus khusus untuk
instalasi alarm kebakaran, disuplai dari sekering saklar terpisah, dicat merah dan diberi
label, 'alarm kebakaran - Jangan dimatikan'. Suplai baterai siap sedia harus dapat mernbuat
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
79
sistemnya beroperasi normal secara penuh untuk setidaknya 24 jam dan, di akhir waktu
tersebut, dapat membunyikan alarm untuk setidaknya 30 menit.
Rangkaian alarm kebakaran adalah rangkaian kategori 3 dan oleh karenanya kabel yang
membentuk bagian dari sebuah instalasi alarm kebakaran harus secara fisik dipisahkan dari
rangkaian yang lain dan dari satu sarna lain kecuali bila dikabelkan memakai kabel MI
(Peraturan IEE 528-01).
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
80
BAB VI
GAMBAR ELEKTRONIKA
Tujuan Pembelajaran :
Setelah mempelajari kegiatan belajar pada bab enam ini, mahasiswa diharapkan dapat
membaca simbol-simbol dalam gambar elektronika. Selain itu mahasiswa dapat menggambar
menggunakan simbol-simbol standar.
6.1. Gambar
Dalam ilmu listrik dan elektronika, kita tidak mungkin menggambar komponen dan
hubungannya seperti pada bentuk benda kenyataan, seperti ditunjukkan pada gambar
berikut ini:
Gambar 6.1. Gambar Nyata dan Gambar Skema
Oleh karena itu dibuatlah simbol-simbol untuk bentuk benda-benda listrik dan
elektronika.
Masalahnya adalah simbol-simbol ini .tidaklah sama bentuknya diseluruh dunia,
sehingga kita akan menemui bentuk simbol komponen yang berbeda untuk komponen
yang sama, tergantung dari negara asal pembuat komponen.
Untuk memperbaiki keadaan ini, maka International Electrotechnical Comission (IEC)
telah berusaha menyeragamkan simbol-simbol, sehingga mulai banyak dipakai oleh banyak
negara dan termasuk akan kita gunakan dalam gambar-gambar selanjutnya dalam buku ini.
Mereka membaginya dalam dua kelompok simbol-simbol:
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
81
a. Simbol untuk huruf.
b. Simbol untuk komponen/gambar.
6.2. Simbol Huruf
Sejak 1908, International Electronical Comission ( IEC) telah berusaha
menyeragamkan simbol huruf untuk satuan dan besaran finis. Berikut ini adalah sebagian
dari simbol-simbol yang banyak dan Bering kali digunakan.
Gambar 6.2. Simbol Besar Satuan
6.3. Simbol Elektronika
Pada bagian ini akan menunjukkan beberapa simbol-simbol yang banyak digunakan
dalam gambar-gambar elektronika. Dapat kita ketahui banyak tentang ukuran dan
perbandingan dari setiap simbol.
Namun ukuran-ukuran yang diberikan nantinya hanya sebagai pemandu agar tidak
terjadi kesalahan yang menyolok untuk ukuran tiap-tiap komponennya, sehingga bukan
sebagai ketentuan ukuran yang mutlak, namun masih sesuai dengan standar internasional.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
82
Tabel 6.1. Satuan Internasional ( SI ) Untuk Kelistrikan
Ukuran-ukuran ini boleh berubah asalkan masih pada batas-batas toleransi
perbandingan antara benda dengan simbol masih tetap sama.
Sebagai contoh, simbol komponen dioda berikut ini (halaman). Simbol dengan tanda
standar digambar sesuai IEC, dan hampir semua juru gambar memakai mal simbol
(sablon) untuk menggambar simbol-simbol elektronika agar terhindar dari kesalahan
bentuk dan perbandingan ukurannya.
Selain itu mal gambar (sablon) dapat membantu mempercepat pekerjaannya,
dibandingkan apabila hanya mempergunakan peralatan gambar (penggaris T, segi tiga,
jangka) untuk membuat simbol.
Ada bermacam-macam mal simbol elektronika yang ada dipasaran, untuk
menggunakan mal simbol, tempatkan mal simbol yang ingin ands gambar pada
tempatnya, pegang pensil setegak lurus mungkin, bust simbol dengan mengikuti Tabel 6.1.
Satuan Internasional ( Sl ) Untuk Kelistrikan.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
83
Gambar 6.3. Spesifikasi Gambar Transistor
Bila pensil tidak dapat masuk ke mal, maka runcingkan pensil menjadi lebih kecil
sehingga bisa masuk.
Beberapa mal dibuat sedemikian rupa sehingga tidak mungkin menggambar simbol
dengan satu kali penempatan, dalam hal ini simbol harus digambar bagian demi bagian
menggunakan lubang-lubang yang ada di mal, sehingga simbol yang didapat akan jelas dan
bersih bila digambar dengan gerakan yang halus, dan bentuknya akan rata dan sama
ketebalannya.
Untuk lebih lengkapnya gambar komponen-komponen elektronika dan simbol-
simbolnya dapat dilihat pada bagian lampiran-lampiran.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
84
Gambar 6.4. Gambar Resistor
Gambar 6.5. Gambar Kondensator
6.4. Gambar Piktorial
Gambar ini adalah gambar yang menunjukkan bentuk benda-benda
sesungguhnya dari semua komponen-komponen yang digunakan dalam suatu rangkaian
alat elektronika, seluruh komponen berusaha digambarkan dalam bentuk aslinya,
seluruh sambungan kaki komponen, juga digambarkan dalam kondisi yang sebenarnya,
walaupun akan terlihat sangat tidak teratur.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
85
Gambar piktorial digunakan oleh para penggemar bidang elektronika untuk mendesain
benda elektronik yang baru dirancang, baru dibuat atau dirakit, lalu telah diuji
kebenarannya sesuai kegunaan yang diinginkan, dan untuk menghindari kerusakan
rancangan, maka rakitan benda yang telah diuji kebenarannya ini segera dibuatkan
gambar skema.
Gambar 6.6. Gambar Piktorial Adaptor Sederhana
Ketika kita merancang, menguji atau merakit alat elektronika, terlebih dahulu
akan dibuat secara sambungan piktorial agar mudah dalam penambahan komponen dan
pengubahan komponen, dengan kata lain cara piktorial akan memberikan kita kesempatan
yang sangat leluasa dalam menambah, pengurangan dan pengubahan rangkaian,
sehingga akan tercapai suatu rangkaian elektronika yang sesuai dengan spesifikasi alat
atau keinginan pembuat
Gambar 6.7. Gambar Piktorial Sirine Sederhana
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
86
Berbeda jika suatu rancangan rangkaian elektronika kita buat diatas Papan Rangkaian
Tercetak (PRT) , akan mempersulit kita saat harus mengubah, menambah dan mengurangi
komponen, karena kita telah terikat dengan bentuk sirkut diatas papan PRT tersebut.
Cara piktorial akan sangat menarik bagi seorang perancang yang dapat dengan bebas
berkreasi dengan rangkaian-rangkaian baru yang kita buat sendiri, sehingga akan melahirkan
benda-benda rancangan baru dengan cara kerja yang baru pula dalam bidang elektronika.
6.5. Gambar Skema
Gambar skema adalah gambar yang menunjukkan secara grafts komponen spa yang
digunakan, dan hubungannya untuk mendapatkan rangkaian yang diinginkan dibuat pada
saat gambar piktorial telah diuji kebenarannya dan telah sesuai dengan cara kerja alat yang
diinginkan, pengubahan gambar piktorial ke gambar skema dengan mengikuti kaidah
atau aturan yang telah ditentukan oleh ISO, yang mengatur tentang keseragaman gambar
komponen elektronika di seluruh dunia.
Dalam mengubah gambar piktorial (gambar asli bentuk komponen) harus mengikuti
gambar komponen yang telah ditetapkan dalam katalog ISO, yang telah diikuti hampir oleh
seluruh perusahaan pembuat komponen di dunia, sehingga gambar komponen pada gambar
skema rangkaian, akan dapat dibaca oleh seluruh pemakai gambar elektronika secara
internasional.
Gambar 6.8. Gambar Skema Adaptor Sederhana
Pada pembuatan gambar skema selain harus menggunakan bentuk komponen yang telah
standar ISO, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1.Garis gambar tebal, tipis atau putus putus.
2.Jenis komponen atau singkatannya.
3.Nilai komponen.
4.Nama komponen atau singkatannya.
5.Catatan (bila ada).
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
87
Gambar 6.9. Gambar Skema Sirine Sederhana
Cara meletakkan komponen pada saat membuat gambar skema, ada beberapa
cara yang bisa dilakukan untuk :
1. Kesalahan pembacaan.
2. Memudahkan penyambungan kaki komponen.
3. Memperindah pemandangan rangkaian.
4. Memudahkan pengelompokan sesuai kerja komponen.
5. Mempercepat saat pemasangan dan perbaikan komponen
Gambar 6.10. Cara Mempersiapkan Gambar Skema
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
88
Cara berikut ini merupakan beberapa alternatif mengatasi masalah yang sering timbul
diatas, ruang gambar yang ada dibagi menjadi empat kwadran ruang) dan ikutilah beberapa
langkah berikut ini:
1. Meletakkan komponen secara berkelompok sesuai kerjanya.
2. Meletakkan komponen yang mempunyai paling banyak kaki di daerah tengah
ruangan gambar.
3. Meletakkan komponen yang mempunyai sedikit kaki di daerah pinggir ruang
gambar.
4. Nilai dan kode nama komponen ditulis sesingkat mungkin dan sang berdekatan
dengan komponen yang diberi nama.
5. Gunakan label ditempat atau ruang lain untuk menjelaskan nama lengkap dan
nilai komponen yang digunakan.
6.6. Gambar PRT/ PCB (Papan Rangkaian Tercetak)
Papan ini dibuat agar seluruh komponen yang diperlukan dalam membuat alat
elektronik, dapat dirangkai dengan baik dan tidak mudah berubah tempat nya. Seluruh jalur
sambungan (sirkuit) dibuat sesuai dengan ukuran tegangan dan arus yang melaluinya, agar
tercapai ukuran yang tepat (optimal) antara bentuk PRT dengan besar arus yang akan
melalui sirkuitnya.
Yang juga perlu diperhatikan adalah ukuran dari. PRT, hendaknya disesuai kan dengan
ukuran dari komponen-komponen yang akan dipasang.
Pertimbangan yang harus diperhatikan adalah ukuran PRT agar sekecil mungkin dengan
mengoptimalkan antara ukuran sirkuit-sirkut dan ukuran komponen-komponen yang akan
dipasang pada PRT.
6.7. Persiapan Gambar Sebuah PRT (Papan Rangkaian Tercetak)
Ada beberapa hal yang harus kita persiapkan dalam pembuatan PRT (Papan Rangkaian
Tercetak) misalnya gambar skema yang telah benar keadaannya dan telah pula diubah ke
gambar sirkuit PRT, juga ada beberapa kelengkapan lain misalnya:
1. Spidol anti air ( waterproof ).
2. Sablon komponen elektronika.
3. Mistar garis.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
89
4. FeC12 yang dilarutkan dengan air.
5. Pengaduk kayu atau bambu.
6. Wadah atau cawan dari bahan plastik atau keramik.
7. Alkohol 90 % sebagai pembersih.
8. Artwork pits dan titik.
9. Lembaran PRT (tembaga atau timah (Pb Al)).
10. Vernis atau lilin untuk pelapis permukaan.
11. Pena tinta permanen, untuk menggambar komponen.
12. Bor.diameter 1 mm.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
90
Gambar 6.12. Sebuah PRT
Setelah siap, cairkan FeC12 dan masukkan PRT lembaran yang telah diberi gambar
skema yang siap tersebut, proses pelarutan harus dilakukan dengan sangat hati-hati
karena kesalahan mengakibatkan kegagalan dalam banyak hal misalnya,
1.Terkelupasnya permukaan sirkuit.
2.Tidak ratanya sirkuit (bergerigi dan tidak lurus).
3.Terputusnya sirkuit.
4.Terlalu kecilnya sirkuit dan tidak sesuai dengan gambar yang diinginkan.
Setelah dilarutkan dan telah tercapai keadaan yang diinginkan, maka papan tersebut
harus segera dicuci dengan air tawar bersih, sehingga proses pelarutan segera terhenti.
Kemudian papan dibersihkan dengan kain kering dan siap untuk diberi gambar sesuai
gambar komponen dibaliknya, dapat dilakukan dengan menggunakan sablon atau dengan
artwork yang banyak tersedia di toko elektronik, kemudian siap untuk dibor untuk lubang
kaki setiap komponen- komponen yang digunakan.
Setelah selesai dibor, dapat dilakukan pembersihan sisa pengeboran dengan
menggunakan amplas halus, agar permukaan sirkuit dapat merata dan tidak
tajam, setelah bersih dan halus dapat dilakukan langkah selanjutnya yaitu pelapisan
permukaan sirkuit dengan misalnya vernis, lapisan ini berguna agar logam sirkuit tidak
mudah mengalami korosi, hubung singkat dan mungkin penem-
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
91
Gambar 6.13. Membuat Gambar Skema ke PRT (Contoh pada Transistor)
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
92
Gambar 6.15. Pedoman Membuat jalur Hantaran
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
93
Susunan yang diperbolehkan
Gambar 6.16. Cara Menyusun Komponen
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
94
Soal Latihan:
Dari gambar piktorial yang tersedia berikut ini, gambarlah menjadi gambar:
1. Gambar Skema.
2. Gambar PRT pads posisi upper clan bottom layer.
1. Gambar I : Adaptor
2. Gambar II : Radio
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
95
4. Gambar IV: Mikrofon Amplifier
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
96
5. Gambar V : FM Transmitter
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
97
7. Gambar VII : IC Amplifier
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
98
BAB VII
Menggambar Berbantuan Komputer
Tujuan Pembelajaran :
Setelah mempelajari kegiatan belajar pada bab tujuh ini, mahasiswa diharapkan dapat
menggambar simbol-simbol dalam gambar instalasi listrik dan rangkaian elektronika dengan
bantuan komputer. Selain itu mahasiswa dapat menggambar menggunakan simbol-simbol
standar.
7.1. Pendahuluan
Kelebihan dalam menggambar berbantuan komputer dibandingkan secara
manual adalah: menggambar dengan komputer tidak perlu berulang-ulang mengganti
lembar kerja
jika terjadi kesalahan, hasil lebih presisi, membuat ulang suatu gambar dengan
memberikan perubahan tidak perlu membuatnya dari awal cukup membuka file yang
telah ada lalu melakukan perubahan yang diinginkan dan disimpan dengan nama yang baru
dan berbagai kelebihan lainya.
Macam-macam perangkat lunak (software) untuk desain gambar antara lain: Autocad,
EWB, Protel, Orcad, Visio dan lainya. Adapun peralatan bantu unuk menghasilkan
gambar antara lain printer, plotter dan satu unit komputer.
7.2. Penggunaan Visio Technical.
Salah satu program yang sering dipakai untuk menggambar bidang kerja dengan
mudah dan sederhana dengan hasil yang baik adalah program Visio Technical yang
didalamnya telah terdapat berbagai Stancil (bentuk gambar jadi) seperti gambar komponen
elektronika, flowchart, gambar-gambar peralatan, gambar kot ak, segi ti ga dan lai n-
lain. Sehingga ji ka membutuhkan gambar tertentu dan ada Stancilnya dalam program
Visio Technical, kita tinggal mempergunakan.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
99
7.2.1. Bagian-bagian Visio Technical
Bagian-bagian dari tampilan program Visio Technical dapat dibagi menjadi 5
bagian. Adapun tampilan dari program visio technical secara umum dapat dilihat pada
gambar 7.1
Gambar 7.1. Tampilan Visio Technical
Keterangan :
(1) Bagian Menu utama berisikan menu-menu yang secara umum sama
fungsinya yaitu memiliki sub-sub menu yang digunakan dalam program.
(2) Bagian Toolbar berisi tool-tool yang digunakan untuk berbagai
keperluan dalam menggambar seperti membuat tulisan, membuat garis,
memutar gambar dan lainya. Bagian Stancil, bagian ini memiliki berbagai
gambar templete yang dapat langsung kita gunakan atau kita edit kembali
ukurannya maupun keterangan gambar tersebut.
(3) Bagian Halaman desain bagian ini digunakan sebagai bidang kerja kita
dalam membuat gambar.
(4) Jumlah halaman pada bagian ini kita dapat menambahkan halaman baru jika
halaman yang digukanan tidak dapat menampung jumlah gambar yang kita buat.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
100
Contoh aplikasi
Adapun contoh-cont oh gambar yang dapat dibuat menggunakan program Visio
Technical seperti pada gambar 7.2
Gambar 7.2 Contoh hasil gambar menggunakan Visio Technical.
10 %
25 %
40 %
25 %
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
101
Memulai menggambar
Untuk dapat memulai menggambar, pastikan program Visio Technical telah terinstall di
komputer yang akan digunakan untuk menggambar. Kemudian ikutilah petunjuk
menggambar yang telah dibuat.
Petunjuk menggambar
1. Kita akan mengambar rangkaian elektronika seperti berikut :
Gambar 7.3. Rangkaian Elektronika
2. Buat halaman desain baru dengan memilih menu [file] [new] [New Drawing]
3. Kemudian kita akan mengambil contoh Stancil dengan cara :
[klik tanda ] [Electrical Engineering] [Analog and Digital Logic]
Maka akan muncul Stancil seperti gambar berikut:
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
102
Gambar 7.4. Isi Stancil Analog and Digital Logic
4. Pilih gambar-gambar yang akan diambil dengan cara men-drag (menarik) gambar
tersebut kedalam halaman desain.
5. Untuk membuat gelombang sinus (pada gambar input Vi dan Vo) pada Stancil objek pilih
Signal waveforms kemudian pada kotak dialog custom properties pilih Sine Wave. Lalu
OK.
Gambar 7.5. Membuat gambar sinyal sinus.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
103
6. Atur posisi gambar dengan menggunakan tool untuk memulih gambar, atur ukuran
dari obyek yang akan digunakan dengan cara pilih obyek dengan tool kemudian
seret (drag) gambar membesar/mengecilkan gambar. Seperti terlihat pada gambar berikut:
Gambar 7.6. Memperbesar/mengecilkan gambar.
7. Ambil komponen Resistor, Capasitor dan simbol Ground dengan cara klik tanda
[Electrical Engineering] [Fundamental Items]
Maka akan muncul Stancil seperti gambar berikut:
Gambar 7.7. Isi Stancil Fundamental Items
8. Pilih simbol-simbol yang dibutuhkan, untuk dapat melakukan rotasi gambar dari simbol
tersebur, pilih gambar yang akan diotasi/putar kemudian pilih menu [Shape] pilih [rotate left
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
PENYUSUN : Ir. Bambang Winardi 104
untuk putar ke kiri, rotate right untuk putar ke kanan, flip vertical untuk gambar
berbalik dari atas ke bawah, flip horizontal untuk gambar berbalik dari kiri ke
kanan] kemudian atur ukuran gambar.
9. Ambil komponen Transistor dan Diode dengan cara klik tanda [Electrical
Engineering] [Semiconductors and Electron Tubes] Maka akan muncul Stancil seperti
gambar berikut:
Gambar 7.8. Isi Stancil Semiconductors and Electron Tubes
Kemudian atur ukuran dan tata letak dari komponen yang ada.
10. Setelah ukuran gambar diatur, gunakan tool untuk membuat garis atau
menghubungkan antar gambar.
11. Pilih tool untuk memberikan keterangan dan atur ukuran huruf dan jenis huruf
yang akan digunakan.
12. Agar gambar lebih presisi, dalam mempermudah pengaturan sambungan garis atau
gambar yang lain, pilih untuk memperbesar/memperkecil tampilan
halaman desain gambar.
13. Pilih [ ] untuk mengatur tebal garis yang dibuat.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
104
14. Untuk memberikan warna pada komponen pilih komponen yang akan diberi
warna/efek, pilih pilih warna/efek dari objek yang akan dibuat.
15. Pilih semua gambar atau sebagian gambar yang akan digoup bertujuan agar gambar
menjadi kesatuan dengan cara pilih gambar yang akan di un-group pilih menu [Shape]
[Grouping] [Group] dan unutuk mengembalikan agar gambar tidak di group
pilih gambar yang akan di un-group pilih menu [Shape] [Grouping] [Ungroup]
16. Untuk dapat memindahkan gambar yang kita buat ke dalam/disisipkan kedalam
dokumen microsoft word, lakukan grouping terlebih dahulu terhadap semua gambar
yang akan kita ambil, setelah itu pilih [edit] [copy] kemudian dalam dokumen
microsoft word tinggal di-paste.
17. Pembutan gambar telah selesai, lakukan berbagai kreasi yang diinginkan, segala macam
bentuk yang boleh dilakukan terhadap gambar yang dibuat, klik kanan gambar
yang akan di-edit kemudian akan muncul berbagai pilihan untuk mengedit
gambar tersebut. Seperti terlihat pada Tabel 7.1
18. Jika gambar komponen yang dibutuhkan tidak ada, kita dapat membuat gambar tersebut,
kemudian gambar yang dibuat di Group setelah itu kita masukan gambar tersebut
menjadi templete dengan cara tarik komponen yang kita buat ke dalam Stancil dan
beri nama gambar Stancil tersebut, kita tinggal menggunakan gambar tersebut jika
dibutuhkan.
19. Fungsi-fungsi dari perintah untuk mengatur gambar dapat dilihat pada tabel berikut:
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
105
Table 7.1. Perintah pengaturan gambar.
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
- 106 -
Berisi berbagai perintah untuk
mengatur tata letak gambar,
grouping, berbagai macam
rotasi gambar.
7.3. Rangkuman
Macam-macam perangkat lunak (software) untuk desain gambar antara lain:
Autocad, EWB, Protel, Orcad, Visio dan lainya.
Kelebihan dalam menggambar berbantuan komputer dibandingkan cecara manual
adalah: menggambar dengan komputer tidak perlu berulang-ulang mengganti lembar
kerja jika terjadi kesalahan dan hasil lebih presisi. Microsoft Visio Technical adalah salah
satu jenis program yang mudah digunakan dalam membuat gambar dengan berbagai
fasilitas seperti Stancil gambar yang telah ada didalam nya.
7.4. Tugas
1. Buatlah gambar rangkaian elektronika dengan kreatifitas anda masing-masing
2. Gambarlah seperti gambar berikut dan gambarlah tampak bawah dari gambar
PCB berikut menggunakan Visio Technical!
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
- 107 -
7.5. Tes Formatif
1. Software apa saja yang dapat diaplikasikan untuk menggambar teknik elektro ?
2. Sebutkan peralatan yang dibutuhkan untuk mendesain gambar teknik
berbantuan komputer
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
- 108 -
DAFTAR PUSTAKA
Anwir B .S., 1952, Pengetahuan Dasar TentangTeknik Listrik, Jakarta.
A. Rida Ismu W. Supartono, 1979, I nstalasi cahayadan TenagaI , Dirjen Dikdasmen
Depdikbud, Jakarta.
Darsono dan Agus Panidjo, 1979, Petunjuk Praktek Listrik I , Dirjen Dikdasmen
Depdikbud, Jakarta.
D. Erwin, 1980, Rancangan Listrik Untuk STM dan MahasiswaTeknik, Bandung.
F. Suryatmo, 1998, Teknik Listrik I nstalasi Penerangan, Bineka Cipta, Jakarta.
John, M. Echols dan Hasan Shadili, 1987, An English I ndonesian Dictionary,
Gramedia, Jakarta.
Krebet Hidayat, Sumarlan D.S, dan R. Sumarton, 1980, Lembaran Kerja I nstalasi
dan Reparasi Listrik, Dirjen Dikdasmen Depdikbud, Jakarta.
Kusnandar, A., 2000, Pemasangan Dasar I nstalasi Listrik, Armico, Bandung
P. Van Harten, dan E. Setiawan, 1991, I nstalasi Listrik Arus Kuat I , Binacipta,
Bandung.
R. Surasno Sosrodirjo, 1980, Alat-Alat Ukur Listrik, Technipres, Jakarta
Tia Setiawan dan Harun, 1980, Keselamatan Kerja dan Tata Laksana Bengkel,
Dirjen Dikdasmen Depdikbud, Jakarta.
Panitia Revisi PUIL-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, 2001, Peraturan Umum
I nstalasi Listrik I ndonesia1987, LIPI, Jakarta.
Badan Standarisasi Nasional (BSN), 2000, Persyaratan UmumI nstalasi Listrik 2000
(PUI L 2000), Standar Nasional Indonesia (SNI), Yayasan PUIL, Jakarta.
Forcev, B.M, 1983, Material for Electrical Engineering, Khana Publisher, New
Delhi
Firth, C.B., and Lowe, J.F., 1979, Electrical Drawing, Mc Graw-Hill Company (UK)
Limited
Luzadder, W. J, 1983, Menggambar Teknik, (edisi kedelapan), Erlangga, Jakarta
G.Takeshi Sato, N Sugiarto H, Menggambar Mesin menurut Standar ISO , Jakarta :
PT. Pradnya Paramita, 1999.
Ir. Paulus Andrianto, Menggambar Teknik , Surabaya, F.T.Kelautan ITS, 1999
BAHANAJ AR MK MENGGAMBAR TEKNI K ELEKTRO- TEKNI K ELEKTRO, FT- UNDI P
- 109 -
Diding Suhardi, 2002, Menggambar Teknik Elektro Malang : UMM Malang