Anda di halaman 1dari 1

CHOLESTEROL GRANULOMA

- Cholesterol granuloma adalah lesi yang sering ditemukan pada penyakit telinga tengah yang kronik,
biasanya berwarna kuning.
- Pembentukan cholesterol granuloma adalah hasil reaksi benda asing dengan kristal kolesterol dalam
jaringan.
- Terjadinya granuloma ini bisa disebabkan oleh perdarahan, dengan faktor utama yaitu adanya eksudat
dan darah yang berada pada kavum yang tertutup. Kurangnya drainase menyebabkan degradasi
komponen darah, yang berlanjut pada produksi hemosiderin dan kristal kolesterol. Di sisi lain, kolesterol
ini akan mengalami degenerasi lemak. Meskipun kolesterol ini diperkirakan berasal dari serum, sel darah
merah, atau jaringan yang terdegenerasi, belum ada kepastian dari mana sumber yang pasti.
- Makroskopik : Berupa nodul kekuningan dalam kavum tympani dan mastoid.
- Mikroskopik: terdapat kristal-kristal kolesterol dalam celah-celah kosong, dikelilingi sel datia benda
asing dan sel radang kronik. Sel datia benda asing terbentuk oleh banyak inti sel. Biasanya juga terdapat
hemosiderofag sel2 makrofag yang memakan debris-debris pembuluh darah yang pecah.
Kristal kolesterol yang terbentuk berisi lipid berupa kolesterol bebas, bukan kolesterol ester.

Granuloma adalah lesi makrofag epitheloid berupa nodul kecil yang merupakan reaksi peradangan local
pada suatu jaringan tubuh. Granuloma kanal merupakan reaksi peradangan local pada telinga.
Granuloma dapat timbul akibat manifestasi dari OMSK (Otitis Media Supuratif Kronis). OMSK (Otitis
Media Supuratif Kronis) atau Otitis Media Perforata (OMP) adalah reaksi kronis di telinga tengah dengan
perforasi membrane timpani dan secret yang keluar dari telinga tengah terus menerus atau hilang
timbul. Sekret mungkin encer atau kental, bening atau berupa nanah.
Granuloma juga dapat terjadi akibat adanya benda asing di dalam telinga yang dapat menimbulkan
reaksi inflamasi. Tanda adanya reaksi benda asing adalah fagositosis. Di awali dengan pengenalan
antigen dari luar tubul oleh sel imunogenik untuk mengeluarkan benda asing tersebut dengan
fagositosis. Jika objek terlalu besar, fagositosis membentuk sel raksasa benda asing untuk mengelilingi
dan mengisolasi benda asing. Jika objek mikroskopis perlindungan dengan sel raksasa gagal dan reaksi
radang menjadi persisten membentuk granuloma benda asing.
Penatalaksanaan pada granuloma kanal meliputi terapi medikamentosa dengan kortikosteroid topical,
antibiotic oral atau kombinasi keduanya dapat menghentikan pembesaran granuloma yang
berhubungan dengan otitis media kronik. Obat tetes telinga (dapat melunakan granuloma selama 2
sampai 3 minggu). Terapi lainnya yaitu dengan cara pembedahangranulomektomi (dengan specimen
jaringan yang adekuat dapat digunakan untuk diagnosis histology untuk menemukan rencana terapi).