Anda di halaman 1dari 26

Nanokomposit All-Cellulose dari

Ampas Tebu sebagai Bahan Baku


Kemasan Ramah Lingkungan
Oleh:
Indah Nushiah NIM. 081113037
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Plastik kemasan murah, tahan lama, dan mudah
didapatkan.
Di industri kemasan, sebagian besar bahan yang digunakan
merupakan bahan yang tidak bersifat biodegradable sehingga
merusak lingkungan.
Wirjosentono, B. Dkk (1999) memanfaatkan serbuk tandan
kosong sawit sebagai poliblen poliolefin yang cukup baik dan
kuat untuk film kemasan yang mampu terdegradable
Firdaus F. dkk (2006) Plastik dari pati singkong
biodegradable, awet, serta tahan lama
Nurjanna S (2007) menambahkan serat tandan kosong
sawit sebagai bahan pengisi matriks polietena meningkatkan
nilai kekuatan tarik bahan komposit dan ramah lingkungan
1.1 Latar Belakang
Sangat dimungkinkan mencari alternatif
bahan baku pembuatan biokomposit dari
serat alami lainnya sebagai bahan kemasan
plastik yang murah, tidak merusak kesehatan,
berkualitas unggul dan ramah lingkungan
Ampas tebu serat alami yang belum
dimanfaatkan secara optimal

1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah ampas tebu bisa digunakan sebagai
bahan komposit?
2. Bagaimana karakteristik bahan komposit
dengan ampas serat tebu sebagai kemasan?

1.3 Batasan Masalah
bahan baku komposit dari serat tebu berupa
selulosa yang dibuat dengan teknologi nano.
1.4 Tujuan Penelitian
1. Mengetahui apakah ampas tebu bisa
digunakan sebagai bahan komposit untuk
kemasan
2. Mengetahui karakteristik bahan komposit
dengan ampas tebu sebagai kemasan.

1.5 Manfaat Penelitian
Dapat memberikan informasi ilmiah tentang
bionanokomposit dari ampas tebu sebagai
bahan untuk kemasan yang ramah lingkungan
dan memiliki sifat unggul.
2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Komposit
Definisi suatu sistem bahan yang tersusun dari
pencampuran atau penggabungan dua atau lebih
makrokonstitutein yang berbeda dalam bentuk dan atau
komposisi material dan tidak larut satu sama lain
(Wirjosentono, B. 1996).
Bahan Komposit:
1. Komposit Serat
tediri dari serat-serat yang diikat oleh matrik yang saling
berhubungan.
keunggulan: kuat, tangguh, dan lebih tahan terhadap
panas pada saat didalam matrik.
2. Komposit Partikel
keunggulan: tahan terhadap aus, tidak mudah retak dan
mempunyai daya pengikat dengan matrik yang baik.
bahan komposit lebih lemah dibanding komposit serat



1. Continuous Fiber Composite
mempunyai susunan serat panjang dan lurus, antar lapisan sulit
dipisahkan
2. Woven Fiber Composite
susunan serat memanjang tidak begitu lurus sehingga kekuatan
dan kekakuan lemah
3. Discontinuous Fiber Composite
memiliki serat yang pendek
Tipe Komposit Serat
Faktor yang mempengaruhi performa komposit:

1
panjang serat
2
bentuk / diameter serat
3
faktor matrik
4
letak serat
5
Ikatan Fiber-Matrik
2.2 Ampas Tebu
Bagasse (ampas tebu) merupakan limbah
berserat yang diperoleh dari hasil samping
proses penggilingan tanaman tebu.
Serat bagasse sebagian besar terdiri dari
selulosa, hemiselulosa dan lignin dan tidak
dapat larut dalam air.
2.3 Polimer
Polimer dipilih sebagai bahan alternatif bahan
kemasan karena polimer memiliki sifat sifat:
1. Memiliki kemampuan cetak yang baik
2. Ringan dan kuat
3. Banyak diantara polimer yang bersifat
isolator yang baik
4. Tahan terhadap air dan zat kimia
5. Beberapa bahan tahan abrasi atau
mempunyai koefisien gesek yang kecil


3. Metode Penelitian
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Waktu : Januari 2015 - Juni 2015
Tempat : Laboratorium Material Departemen
Fisika, Laboratorium Kimia Fakultas Sains dan
Teknologi, Universitas Airlangga dan LIPI

3.2 Bahan dan Alat Penelitian

Bahan Penelitian: asetat, amonium klorida,
amonia, selulosa dari limbah ampas tebu dan
aquades.
Alat Penelitian : termometer, magnetic stirrer,
water bath, stopwatch, buret, gelas ukur 200 mL
dan beaker glass 500 mL untuk proses ekstraksi
selulosa dari limbah ampas tebu. Peralatan untuk
pembuatan komposit adalah sentrifuge,
termometer, kuvet, ekstrukder. Scanning elektron
mikroskopi (SEM), FT-IR sebagai alat uji
karakteristik komposit.



1. Persiapan alat dan bahan
2. Pembuatan pelarut untuk menentukan kadar air dan
selulosa ampas tebu
3. Pembuatan sampel: ekstraksi selulosa dari ampas tebu
selulosa dibuat menjadi berukuran nanometer dengan
menggunakan Ball Mill nanoselulosa ditambah
pelarut dicetak
4. Uji karakterisasi sampel
a. Uji sifat mekanik: uji kekuatan tarik, elongasi.
b. Uji FT-IR
c. Uji SEM
d. Uji toksisitas sampel




3.3 Tahap Penelitian

3.4 Rancangan Penelitian
jenis penelitian: eksperimental laboratorium
yang menggunakan rancangan acak lengkap.
Perlakuan, media, dan lingkungan harus
homogen.
3.5 Variabel Penelitian
1. Variabel Bebas
konsentrasi pelarut dan konsentrasi selulosa.
2. Variabel Terikat
kuat tarik, elongasi, struktur kristal, tingkat
toksisitas.
3. Variabel Kontrol
jenis pelarut, waktu milling, lamanya waktu
pencampuran pelarut dengan selulosa.
3.6 Pengumpulan Data
Tabel Ompong Data Pengamatan Dari
Berbagai Perlakuan

Perlakuan
ke-
Karakteristik Komposit
Strukturmi
kro (SEM)
Derajat
kristalinitas
Kekuatan
tarik
Elongasi
Daya serap
air
1
2
3
4
5
6
3.7 Analisis Data
Analisa data yang akan digunakan adalah analisis ANOVA. Analisis
ANOVA ini digunakan untuk membedakan perlakuan percobaan
dengan uji F hitung, dengan membandingkan Fhitung dengan
Ftabel, yaitu F tabel 5% dan 1%. Pengambilan kesimpulannya adalah
jika Fhitung > Ftabel 0,05 = berbeda nyata, Fhitung > Ftabel 0,01 =
berbeda sangat nyata, dan Fhitung < Ftabel 0,05 = tidak berbeda
nyata. Apabila Fhitung nyata atau sangat nyata, maka dilanjutkan
uji lanjut dengan menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada
tingkat kepercayaan 95%.

3.8 Alir Penelitian

3.9 Jadwal Penelitian
Kegiatan
Januari Februari Maret April Mei Juni
Persiapan alat
dan bahan
ekstraksi
selulosa
milling selulosa
pembuatan
komposit
pencetakan
edible film
uji karakterisasi
dan toksisitas
pengumpulan
dan analisis
data
Rancangan Biaya Penelitian
No. Keterangan Harga (Rp)
1. Sewa laboratorium 500.000
2. Sewa alat laboratorium 500.000
3. Uji scanning elektron mikroskopi
(SEM)
1.500.000
4. Uji FT-IR 450.000
5. Uji toksisitas 500.000
6. Uji karakteristik mekanik dan fisik 1.000.000
7.
NaOH 10 ml
300.000
8.
Akuades
100.000
9.
Asetat
200.000
10.
Amonium
300.000
Total 4.350.000
Terimakasih...