Anda di halaman 1dari 8

TUGAS

KELOMPOK

KIMIA ANALIS

IDENTIFIKASI KATION GOLONGAN I
BESERTA PENEGASANNYA












Nama Kelompok :
1. (1314021) Ninis Rahayu
2. (1314045) Maya Rajindra Hafifah S.
3. (1314070) Miranti Andini
4. (1314075) Laila Dwi Arifin
5. (1314076) Chintya Ayu Putri N.


IDENTIFIKASI KATION GOLONGAN I BESERTA PENEGASANNYA

Kation golongan I : Timbal (II), Merkurium (I), dan Perak (I)
Pereaksi golongan I : Asam klorida encer (2M)
Reaksi golongan : Endapan putih timbal klorida (PbCl
2
), Merkurium (I) klorida
(Hg
2
Cl
2
), dan Perak klorida (AgCl).
Kation golongan I membentuk klorida-klorida yang tak larut, namun timbale klorida
sedikit larut dalam air, dan karena itu timbal tak pernah mengendap dengan sempurna bila
ditambahkan asam klorida encer kepada suatu cuplikan ion timbal yang tersisa itu diendapkan
secara kuantitatif dengan H
2
S dalam suasana asam bersama-sama kation golongan II Nitrat
dari kation-kation golongan I sangat mudah larut diantara sulfat-sulfat, timbale praktis tidak
larut, sedangkan perak sulfat jauh lebih banyak. Kelarutan merkurium (I) sulfat terletak
diantara kedua zat diatas.
Kation-kation golongan I diendapkan sebagai garam klorida. pemisahan kation
golongan I tersebut dari campuran sebagai garam klorida didasarkan fakta bahwa garam
klorida dari golongan I tidak larut dalam suasana asam (pH 0,5-1). kation-kation dalam
golongan I yang terdiri atas Ag
+
, Hg
+
, Pb
2+
. garam klorida dari kation golongan I adalah :
Hg
2
Cl
2
, AgCl, dan PbCl
2
.
Pemisahan masing-masing kation tersebut dilakukan berdasarkan cara sebagai berikut:
1. PbCl
2
dipisahkan dari Hg
2
Cl
2
dan AgCl berdasarkan perbedaan kelarutan kation. PbCl
2

larut dalam air panas, sedangkan HgCl
2
dan AgCl tidak dapat larut dalam air panas.
2. Hg
2
Cl
2
dan AgCl dipisahkan berdasarkan perbedaan kelarutan antara kompleks
Hg(NH
2
)Cl dan [Ag(NH
3
)
2
] yang dibentuk dengan penambahan ammonia terhadap
Hg
2
Cl
2
dan AgCl setelah PbCl
2
terpisah. kompleks Hg(NH
2
)Cl berbentuk endapan hitam
yang bercampur dengan Hg
+
, sedangkan [Ag(NH
3
)
2
] tidak berbentuk endapan.

Identifikasi terhadap ketiga kation tersebut setelah terpisah adalah sebagai berikut:
1. Pb
2+
dapat direaksikan dengan K
2
CrO
4
yang akan membentuk PbCrO
4
(endapan
kuning). Pb
2+
+ CrO4
2-
PbCrO
4
(endapan kuning)

a) Asam klorida encer (atau klorida yang larut): endapan putih dalam larutan yang
dingin dan tak terlalu encer.
Pb
2+
+ 2Cl
-
PbCl
2


Endapan larut dalam air panas, tetapi memisah lagi sebagai kristal-kristal yang
panjang seperti jarum setengah dingin.

b) Hidrogen sulfida dalam suasana netral atau asam encer: endapan hitam timbel
sulfida:
Pb
2+
+ H
2
S PbS + 2H
+
Pengendapan tidak sempurna, jika ada asam mineral kuat dengan konsentrasi
lebih dari 2M. Karena terbentuk ion hydrogen dalam reaksi di atas,campuran
sebaiknya dibufferkan dengan natrium asetat.

c) Larutan amonia: endapan putih timbel hidroksida:

Pb
2+
+ 2NH
3
+ 2H
2
O Pb(OH)
2
+ 2NH4
+

Endapan tak larut dalam reagensia berlebihan.

d) Natrium hidroksida: endapan putih timbel hidroksida:

Pb
2+
+ 2OH
-
Pb(OH)
2

Endapan larut dalam reagensia berlebihan, pada mana terbentuk ion
tetrahidoksoplumbat (II):
Pb(OH)
2
+ 2OH
-
[Pb(OH)
4
]
2-


Jadi, timbel hidroksida mempunyai sifat amfoter.

e) Asam sulfat encer: endapan putih, timbel sulfat:

Pb
2+
+ SO
4
2-
PbSO
4

Endapan ini tidak larut dalam reagensia yang berlebihan.

f) Kalium kromat dalam larutan netral, asam asetat atau amonia: endapan kuning,
timbel kromat:
Pb
2+
+ CrO
4
2-
PbCrO
4


g) Asam nitrat atau natrium hidroksida melarutkan endapan:

2PbCrO
4
+2H
+
2Pb
2+
+ Cr
2
O7
2-
+ 2H
2
O

PbCrO
4
+ 4OH
-
*Pb(OH)
4
]
2-
+ CrO
4
2-

Kedua reaksi bersifat reversibel, dengan membufferkan larutan masing-masing
dengan amonia dan asam asetat, timbel kromat mengendap lagi.

h) Kalium iodida: endapan kuning, timbel iodida.

Pb
2+
+ 2I
-
PbI
2


Endapan larut sedang-sedang saja dalam air mendidih, menghasilkan larutan
yang tak berwarna, dari mana endapan memisah lagi sebagai keping-keping
berwarna kuning keemasan setelah mendingin.

i) Natrium sulfit dalam larutan netral: endapan putih, timbel sulfit.

Pb
2+
+ SO
3
2+
PbSO
3


Endapan kuning kurang larut dibandingkan timbel sulfat, meskipun dapat
dilarutkan baik oleh asam nitrat encer maupun oleh natrium hidroksida.

j) Natrium karbonat: endapan putih, campuran timbel karbonat dan timbel
hidroksida

2Pb
2+
+ 2CO
3
2-
+ 2H
2
O Pb(OH)
2
+ PbCO
3
+ CO
2


Pada pendidihan, tak nampak perubahan.

k) Dinatrium hidrogen fosfat: endapan putih timbel fosfat.

3Pb
2+
+ 2HPO
4
2-
Pb
3
(PO
4
)
2
+ 2H
+

Reaksi ini dapat-balik; asam-asam kuat melarutkan endapan. Endapan juga larut
dalam larutan natrium hidroksida.

l) Kalium sianida (RACUN): endapan putih timbel sianida

Pb
2+
+ 2CN
-
Pb(CN)
2


Endapan ini tidak larut dalam reagensia berlebihan. Reaksi ini dapat dipakai
untuk membedakan ion timbel (II) dari merkuri (I) dan perak (I) yang bereaksi
secara berlainan.

2. Ag
+
dapat diidentifikasi dengan mereaksikannya terhadap KI, sehingga terbentuk AgI
(endapan kuning muda) atau mengasamkan filtrate yang diperoleh dari pemisahan
dengan asam nitrat encer, sehingga kompleks [Ag(NH3)2] terurai kembali dan
dihasilkan endapan putih AgCl. [Ag(NH
3
)
2
] + KI AgI (endapan kuning muda) +
2NH
3

a) Asam klorida encer atau klorida-klorida yang larut: endapan putih dalam larutan
dingin dan tak terlalu encer:
Ag
+
+

Cl
-
AgCl
Dengan asam klorida pekat,tak terjadi pengendapan. Setelah cairan
didekantansi dari atas endapan,ia akan melarut dalam asam klorida pekat, pada
masa kompleks dikloroargentat terbentuk:
AgCl

+ Cl
-
*AgCl
2
]
-

b) Hidrogen sulfida atau gas atau larutan air jenuh dalam suasana netral atau asam:
endapan perak sulfida
2Ag
+
+ H
2
S Ag
2
S + 2H
+
Asam nitrat pekat panas menguraikan perak sulfida, dan belerang tertinggal
dalam bentuk endapan putih.

c) Larutan amonia : endapan coklat perak oksida

2Ag
+
+ 2NH
3
+ H
2
O Ag
2
O + 2NH
4
+

Reaksi mencapai kesetimbangan, dan karenanya pengendapan tidak sempurna
pada tingkat manapun.

d) Natrium hidroksida : endapan coklat perak oksida:

2Ag
+
+ 2OH
-


Ag
2
O + H
2
O
Suspensi endapan yang telah dicuci dengan baik, menunjukkan reaksi yang
sedikit bersifat basa, disebabkan oleh kesetimbangan hidrolisis. Endapan tak
larut dalam reagensia berlebihan. Endapan terlarut dalam larutan ammonia dan
asam nitrat.

e) Kalium iodida: endapan kuning perak iodide
Ag
+
+ I
-
AgI
Endapan taklarut dalam ammonia encer atau pekat, tetapi mudah larut dalam
kalium sianida (RACUN) dan dalam Natrium tiosulfat.

f) Kalium kromat dalam larutan netral: endapan merah perak kromat

2Ag
+
+ CrO
4
2-
Ag
2
CrO
4
Endapan larut dalam asam nitrat encer dan dalam larutan ammonia.
g) Kalium Sianida (RACUN) bila ditambahkan tetes demi tetes pada larutan netral
perak nitrat : endapan putih perak sianida:
Ag
+
+ CN
-
AgCN
Bila kalium sianida ditambahkan dengan berlebihan, endapan hilang karena
terbentuk ion-ion disianoargentat:
AgCN + CN
-
[Ag(CN)
2
]
-
h) Natrium Karbonat: endapan putih kekuningan, perak karbonat :
2Ag
+
+

Ag
2
CO
3

Bila dipanaskan, endapan terurai dan terbentuk endapan coklat perak oksida.
Asam nitrat dan larutan ammonia melarutkan endapan.
i) Dinatrium hydrogen fosfat dalam larutan netral: endapan kuning perak fosfat :

3Ag
+
+

Ag
3
PO
4
+ H
+

Asam nitrat dan larutan ammonia melarutkan endapan.

j) Hidrazina sulfat (jenuh) : bila ditambahkan kepada larutan dari ion
diaminaargentat, terbentuk logam perak yang berupa serbuk halus, sedang gas
nitrogen dilepaskan:

4[Ag(NH
3
)
2
]
+
+H
2
N NH
2
.H
2
SO
4
4Ag + N
2
+ 6

+ 2NH
3
+


Jika bejana dimana reaksi dijalankan adalah bersih, perak akan melekat pada
dinding - dinding kaca itu membentuk cermin yang menarik.

3. Hg(I) dapat diidentifikasi dari warna endapan yang terjadi pada pemisahannya dengan
Ag
+
, adanya Hg
2
2+
ditandai dengan adanya endapan berwarna hitam.
Hg
2
Cl
2
+ 2NH
3
[Hg(NH
2
)Cl + Hg] (endapan hitam) + NH
4
+
+ Cl
-
a) Asam klorida encer atau klorida-klorida yang larut: endapan putih merkurium(I)
klorida(kalomel)

+ 2Cl
-
Hg
2
Cl
2

Endapan tak larut dalam asam encer.
Larutan ammonia mengubah endapan menjadi campuran merkurium(II)
amidoklorida dan logam merkurium, yang kedua-duanya merupakan endapan
yang tak larut.
b) Hidrogen sulfida dalam suasana netral atau asam encer: endapan hitam,
yangmerupakan campuran dari merkurium(II) sulfide dan logam merkurium.

+ H
2
S Hg + HgS +2H
+

Berhubung hasil kali kelarutan merkurium(II) sulfide luar biasa kecilnya, reaksi
ini sangat peka.
c) Larutan ammonia: endapan hitam yang merupakan campuran logam merkurium
dan merkurium(II) amidonitrat basa, (yang sendirinya merupakan endapan putih)

+ 4NH
3
+ H
2
O

+ 2Hg + 3


Reaksi ini dapat dipakai untuk membedakan antara ion merkurium (I) dan ion
merkurium (II) .

d) Kalium kromat dalam larutan panas: endapan kristalin merah merkurium(I)
kromat

Hg
2
2+
+ CrO
4
2-
Hg
2
CrO
4
Jika di uji dalam keadaan dingin, terbentuk endapan amorf coklat dengan
komposisi yang tak tentu. Jika dipanaskan, endapan menjadi Kristal
merkurium(I) kromat yang merah.

e) Kalium Iodida, ditambahkan perlahan-lahan dalam larutan dingin: endapan hijau
merkurium(I) iodida

Hg
2
2+
+ 2I
-
Hg
2
I
2


Jika ditambahkan reagensia berlebihan terjadi reaksi disproporsionasi, dan
terbentuk ion tetraiodomerkurat(II) yang larut dan merkurium hitam yang
berbutir halus.
f) Natrium hidroksida: endapan hitam merkurium (I) oksida

+2OH
-
Hg
2
O + H
2
O
Endapan tak larut dalam reagensia berlebihan, tetapi mudah larut dalam asam
nitrat encer.
g) Natrium karbonat dalam larutan dingin: endapan kuning dalam merkurium(I)
karbonat:

Hg
2
CO
3

Endapan berubah menjadi abu-abu kehitaman ketika mana merkurium(II) oksida
dan merkurium.
h) Dinatrium hidrogen fosfat: endapan putih merkurium(I) hydrogen fosfat:

Hg
2
HPO
4

i) Kalium sianida (RACUN) menghasilkan larutan merkurium (II) sianida dan
endapan merkurium:

Hg + Hg(CN)
2
Merkurium(II) sianida, meski larut, tetapi praktis tak berdisosiasi.
j) Timah(II) klorida mereduksi ion merkurim(I) menjadi logam merkurium yang
berupa endapan hitam ke abu-abuan:

+Sn
2+
2Hg + Sn
4+
Ion merkurium(II) juga bereaksi serupa.
k) Kalium nitrit mereduksi logam merkurium dari larutan ion merkurium(I) dalam
keadan dingin, dalam bentuk endapan hitam keabuan :

+ H
2
O 2Hg +

+ 2H
+
Pada kondisi-kondisi yang serupa, ion merkurium(II) tak bereaksi.
l) Lemabaran tembaga atau mata uang tembaga yang menkilap. Jika setetes
merkurium (I) nitrat ditaruh diatas permukaan tembaga yang mengkilap,
terbentuk endapan logam merkurium:
Cu +

Cu
2+
+ 2Hg
m) Lembaran aluminium, jika setetes merkuirium (I) nitrat ditaruh diatas permukaan
aluminium yang bersih terbentuk aluminium amalgam dan ion-ion aluminium
melarut.
3

+ 2Al 2Al
3+
+ 6Hg


























DAFTAR PUSTAKA

Svehla, G. 1990. Vogel Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan
Semimikro, Edisi Kelima - Bagian 1. Jakarta: Penerbit PT. Kalman Media
Pusaka