Anda di halaman 1dari 26

OLEH :

ROSDI ANA
NI M : 09. 1 . 1 5. 2. 1 96
Gambaran sindrom
klimakterium pada wanita
lanjut usia di puskesmas
mataram tahun 2012
Bab I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
1) Menopause sering diartikan sebagai titik awal
menurunnya fungsi seorang wanita. Kehidupan
sebelum, selama dan setelah menopause inilah yang
sering disebut sebagai masa senja dalam usia
kehidupan wanita atau klimakterium. Sedangkan
keluhan-keluhan yang terjadi pada masa ini disebut
sebagai sindrom klimakterium (Hanifa W, 2003).

2) Data laporan PWS KIA DiKes Kota Mataram, wilayah
Puskesmas Mataram merupakan wilayah dengan
cakupan yang paling banyak pada tahun 2011 dengan
jumlah lansia 754.



Lanjutan bab i
B.RUMUSAN MASALAH
Bagaimana Gambaran Sindrom Klimakterium Pada
Wanita Lanjut Usia di Puskesmas Mataram tahun
2012 ?

TUJUAN PENELITIAN
Tujuan Umum
Mengetahui Gambaran Sindrom Klimakterium Pada
Wanita Lanjut Usia di Puskesmas Mataram tahun
2012.
Tujuan Khusus
Mengidentifikasi gejala Sindrom Klimaterium pada
Wanita Lanjut Usia dengan gangguan Neorovegetatif.
Mengidentifikasi gejala Sindrom Klimakterium pada
Wanita Lanjut Usia dengan gangguan Fisikis.
Mengidentifikasi gejala Sindrom Klimakterium pada
Wanita Lanjut Usia dengan gangguan Somatic.
Mengidentifikasi gejala Sindrom Klimakterium pada
Wanita Lanjut Usia dengan gangguan Haid.

Manfaat penelitian
1. Bagi Institusi Pendidikan D3 Kebidanan
Sebagai bahan acuan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan
2. Bagi profesi
sebagai bahan pertimbangan & masukan u/
meningkatkan kualitas pelayanan
3. Bagi Institusi Pelayanan Kesehatan
Dapat meningkatkan mutu pelayanan khususnya bagi wanita
pramenopause sehingga dapat mengetahui secara dini sindrom
klimakterium yang akan terjadi pada wanita, sehingga wanita lebih
siap dalam menghadapi masa menopause yang dialaminya.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
SINDROM KLIMAKTERIUM
Definisi
Sindrom merupakan gambaran dari berbagai karakter dan gejala
yang akan terjada pada saat klimakterium (Notoatmodjo, 2002).
Klimakterium adalah masa yang bermula dari akhir tahap
reproduksi, berakhir pada awal senium dan terjadi pada wanita
berumur 40-65 tahun (Hanifa Widjaksono, 2003)

Beberapa gejala sindrom klimakterium menurunnya kadar
estrogen dan meningkatnay pengeluaran gonadotropin,
mengakibatkan gangguan keseimbangan hormonal yang dapat
berupa gangguan sebagai berikut :
1. Gangguan Neurovegetatif
2. Gangguan Psikis
3. Gangguan Somatik
4. Gangguan Haid







Kerangka konsep
Adapun kerangka konsepnya yaitu :






Keterangan :
: diteliti
----------- : tidak diteliti
Sumber (Hanifa, 2003)
Penurunan hormon
estrogen dan
peningkatan
pengeluaran
gonadotropin
Sindrom klimakterium :
-Gangguan
neorovegetatif
-Gangguan Somatik
-Gangguan Psikis
-Gangguan Haid
Perubahan yang
terjadi :
-Perubahan Fisik
-Perubahan Psikis
Faktor-faktor yang
mempengaruhi :
-Faktor sosial budaya, ekonomi
-Faktor Lingkungan
-Faktor Psikologis

BAB III
METODE PENELITIAN
A. Tempat dan waktu
penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Mataram dilaksanakan pada
Tanggal 27 Agustus -10 September tahun 2012.
B. Jenis Penelitian
Rancangan penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan
studi pendekatan cros sectional survey, yaitu variabel sebab akibat yang
terjadi pada obyek penelitian diukur dan dikumpulkan pada waktu yang
bersamaan.
C . Variabel penelitian
adapun variabelnya adalah Sindrom Klimakterium apa saja yang terjadi
pada wanita lanjut usia di Puskesmas Mataram.

D. Populasi dan Sampel
Populasi yaitu sebanyak 754 wanita lansia
Sampel yaitu 88 wanita lansia

F. Kriteria Sampel
Kriteria Inklusi
Semua ibu dengan sindrom klimakterium berusia 40 65
tahun.
Ibu yang bersedia menjadi responden.
Ibu yang tidak mengalami gangguan jiwa.
Ibu yang bisa baca tulis.
Kriteria Eksklusi
Semua ibu berusia kurang dari 40 tahun yang tidak
mengalami sindrom klimakterium



G. Tehnik pengumpulan data
Dalam penelitian ini peneliti melakukan
penyebaran kuisioner, kemudian dilakukan
wawancara (interview)
H. Pengolahan atau analisis data
- editing
- Koding
- Tabulating
I. Etika Penelitian
- lembar persetujuan
- anonimity
- confidentiality

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
Puskesmas Mataram berada dalam wilayah Pusat
Kota Mataram yang merupakan jantung Kota Propensi
NTB.
Kota Mataram secara geografis dibagi menjadi 6 bagian
wilayah kecamatan yaitu :
1. Wilayah Kecamatan Sandubaya .
2. Wilayah Kecamatan Cakranegara
3. Wilayah Kecamatan Mataram .
4. Wilayah Kecamatan Selaparang
5. Wilayah Kecamatan Sekarbela
6. Wilayah Kecamatan Ampenan
4.1.2 Data Umum Responden
Tabel 4.1 Distribusi frekuensi tentang karakteristik responden
sesuai dengan usia di Puskesmas Mataram Tahun 2012.

No Umur Frekuensi %
1 45-50 tahun 29 33.0
2 51-60 tahun 40 45.5
3 > 60 tahun 19 21.6
Total 88 100,0
Umur
Pendidikan
Table 4.2 Distribusi frekuensi tentang karakteristik
responden sesuai dengan tingkat pendidikan di Puskesmas
Mataram Tahun 2012.

No Pendidikan Frekuensi %
1 Tidak Sekolah 22 25.0
2 SD 22 25.0
3 SMP 5 5.7
4 SMA 22 25.0
5 Perguruan Tinggi/S1 17 19.3
Total 88 100,0
Pekerjaan
Table 4.3 Distribusi frekuensi tentang karakteristik responden
sesuai dengan pekerjaan di Puskesmas Mataram Tahun 2012.

No Pekerjaan Frekuensi %
1 IRT 50 56.8
2 Dagang 6 6.8
3 Swasta 5 5.7
4 Kader 7 8.0
5 Guru 9 10.2
6 PNS 11 12.5
Total 88 100,0
4.1.2 Data Khusus
4.1.2.1 Gangguan Neurovegetatif
Tabel 4.5 Distribusi frekuensi menurut gangguan neurovegetatif pada
ibu di Puskesmas Mataram Tahun 2012.

No
Neorovegetatif Frekuensi %
1 Sehat 35 39.8
2 Kurang Sehat 48 54.5
3 Tidak Sehat 5 5.7
Total 88 100,0
4.1.2.2 Gangguan Psikis
Tabel 4.6 Distribusi frekuensi menurut gangguan psikis
pada ibu di Puskesmas Mataram Tahun 2012.

No
Psikis Frekuensi %
1 Sehat 31 35.2
2 Kurang Sehat 52 59.1
3 Tidak Sehat 5 5.7
Total 88 100,0
4.1.2.3 Gangguan Somatik
Tabel 4.7 Distribusi frekuensi menurut gangguan somatik pada ibu di
Puskesmas Mataram Tahun 2012.

No Somatik Frekuensi
%
1 Sehat 12 13.6
2 Kurang Sehat 61 69.3
3 Tidak Sehat 15 17.0
Total 88 100,0
4.1.2.4 Gangguan Haid
Tabel 4.8 Distribusi frekuensi menurut gangguan haid pada ibu di
Puskesmas Mataram Tahun 2012.

No Gangguan Haid Frekuensi
%
1 Sehat 31 35.2
2 Kurang Sehat 49 55.7
3 Tidak Sehat 8 9.1
Total 88 100,0
PEMBAHASAN
Gangguan Neurovegetatif
Dari hasil penelitian tentang gambaran sindrom klimakterium pada wanita
lanjut usia di puskesmas Mataram tahun 2012 diketahui bahwa dari 88
responden sebagian besar wanita yang berumur 45-60 tahun dengan
gangguan neurovetatif dalam kategori kurang sehat sebanyak 48
responden (54,5%), dimana gejala-gejala awal menopause berupa, rasa
panas terutama pada bagian atas (hot flushes) sebanyak 16 responden,
berkeringat banyak terutama pada malam hari sebanyak 23 responden,
tinitus (telinga berdenging) sebanyak 8 responden, rasa kedinginan
termasuk pada kaki dan tangan sebanyak 27 responden, dan susah
bernafas sebanyak 14 responden.
Gejala neurovegetatif sering timbul pada malam hari menyebabkan yang
bersangkutan sulit tidur. Pada keadaan cuaca yang dingin, gejolak panas
terjadi lebih jarang dan singkat dibandingkan jika cuaca panas. Dalam
keadaan stres, hal ini akan lebih sering timbul. Gejolak panas bisa terjadi
beberapa detik atau menit, tetapi ada juga yang berlangsung sampai 1 jam.
Dari banyaknya responden dengan kategori kurang sehat disebabkan oleh
sebagian besar pernah mengalami gangguan seperti rasa kedinginan
termasuk pada kaki dan tangan, yang disebabkan oleh temperatur tubuh
yang mencapai atau kurang dari 35 derajat (0) C dan keadaan ini disebut
sebagai hipotermia, sedangkan temperatur tubuh yang normal pada lansia
berkisar antara 36,5 sampai 37,2 C, hal ini juga dapat disebabkan oleh
faktor lingkungan sosial budaya dan ekonomi.
Gangguan Psikis
Dari tabel 4.6 tentang gangguan psikis diketahui bahwa sebagian besar wanita
yang berumur 45-60 tahun dalam kategori kurang sehat sebanyak 52
responden (59,1%), dimana gejala awal menopause berupa insomnia
(gangguan susah tidur) yang dialami oleh 19 responden, gangguan cepat
lelah dialami oleh 28 responden, tidak dapat menahan air seni ketika batuk
atau bersin dialami oleh 12 responden, semangat berkurang dialami oleh 29
responden, mudah tersinggung dan depresi yang dialami oleh 14 responden
Dengan bertambahnya usia, vitalitas tubuh juga berkurang. Akibatnya sedikit
aktivitas atau kegiatan seringkali membuat cepat lelah. Bertambahnya usia
menyebabkan beberapa organ tidak melakukan proses perbaikan diri lagi
selain itu semakin tua aktivitas gerak yang dilakukan juga tidak sekuat dulu
(Dini, 2002).
Gangguan somatik
Dari tabel 4.7 tentang gangguan somatik diketahui bahwa sebagian besar
wanita yang berumur 45-60 tahun dalam kategori kurang sehat sebanyak 61
responden (69,3%) dengan gejala awal menopause berupa penambahan
berat badan yang dialami oleh 60 responden, nyeri tulang dan sendi yang
dialami oleh 26 responden, perubahan kulit yang dialami oleh 65 responden,
sakit kepala dialami oleh 31 responden, dan gangguan pada tangan/kaki
terasa nyeri dan kesukaran bernafas yang dialami oleh 22 responden.
Dengan banyaknya responden dengan gangguan somatik dalam kategori
kurang sehat, hal ini disebabkan responden pernah mengalami gangguan
seperti perubahan kulit yaitu proses penuaan kulit (semakin bertambahnya
usia kulit pun akan menjadi keriput).
Gangguan Haid
Dari tabel 4.8 tentang gangguan haid diketahui bahwa sebagian besar
wanita yang berumur 45-60 tahun dengan kategori kurang sehat sebanyak
49 responden (55,7%) dengan mengalami gejala awal menopause berupa
oligomenorea (siklus haid yang panjang) yang dialami oleh 24 responden,
polimenorea (siklus haid yang pendek) dialami oleh 10 responden,
hipomenorea (darah haid sedikit) dialami oleh 31 responden, hipermenorea
(darah haid yang banyak) dialami oleh 31 responden, dan metroragia
(perdarahan yang tidak teratur) yang dialami oleh 15 responden.
Banyaknya responden dengan gangguan haid dengan kategori kurang
sehat yang disebabkan oleh rata-rata dengan responden pernah
mengalami gangguan seperti hipomenorea (darah haid sedikit) dan
hipermenorea (darah haid yang banyak).
BAB V
PENUTUP
KESIMPULAN

1. Gangguan neurovegetatif sebagian besar dengan kategori kurang sehat,
hal ini disebabkan oleh banyaknya keringat berlebih, rasa kedinginan dan
susah bernafas pada umur 40-65 tahun.
2. Gangguan psikis sebagian besar dalam kategori kurang sehat yang
disebabkan oleh gelaja awal mudah tersinggung, semangat berkurang,
dan susah tidur serta disebabkan keseimbangan neurotrasmiter.
3. Gangguan somatik dapat dikategorikan kurang sehat, yang disebabkan
oleh berupa penambahan berat badan, nyeri tulang, perubahan kulit dan
kesukaran bernafas.
4. Gangguan haid dikategorikan kurang sehat yang disebabkan oleh siklus
haid yang panjang dan perdarahan yang tidak teratur.
SARAN
Bagi D3 Kebidanan
Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan
acuan dalam mengembangkan ilmu kebidanan bagi
mahasiswi jurusan kebidanan dan berguana sebagai
acuan penulisan selanjutnya.
Bagi Ikatan Bidan Indonesia
Perlu adanya peningkatan penyuluhan dari petugas
kesehatan bagi wanita dalam menghadapi
menopausenya.





Bagi puskesmas mataram
Has i l penel i t i an i ni di harapkan dapat di gunakan s ebagai
bahan acuan at au pr os edur t et ap unt uk penyul uhan t ent ang
s i ndrom kl i makt eri um pada wani t a l anj ut us i a di pus kes mas ,
s ehi ngga dapat meni ngkat kan mut u pel ayanan khus us nya pada
kes ehat an reproduks i wani t a
Bagi peneliti lain
Has i l penel i t i an i ni dapat di j adi kan l i t erat ur s ekal i gus s ebagai
s umber pus t aka s ehi ngga t ert ari k unt uk mel akukan penel i t i an
l ebi h l anj ut dan mengembangkan penel i t i an s ec ara ef ekt i f ,
ef i s i en dan berkes i nambungan.
Lanjutan
KEEP UR SPIRIT, .
.
THANKS 4 UR ATTENTION