Anda di halaman 1dari 9

KRISIS HIPERTENSI

1. PENDAHULUAN
Hipertensi adalah tekanan darah yang sama atau melebihi 140 mmHg sistolik dan
atau sama atau melebihi !0 mmHg diastoli" pada seseorang yang tidak sedang makan obat
antihipertensi. Hipertensi biasanya merupakan peningkatan kronis dari tekanan darah yang
lebih dari 140#!0 mmHg etiologinya !0 $ !% & tidak diketahui 'Hipertensi essensial( .
)alaupun Hipertensi merupakan penyakit yang la*im ga+at darurat pada Hipertensi
,arang ter,adi ini akibat dari perbaikan dalam terapi obat yang telah dipertahankan dalam
tekenan tertentu 'maintenan"e drug therapy(. Pengobatan ga+at darurat men,adi penting
bila tekanan arterial sistemik yang menetap tinggi merusak target organ (end organ(
misalnya en"e-alopati beban ,antung berlebihan (cardiac overload( atau memperburuk
masalah yang mendasarinya. .aktor resiko kardio/askular antara lain merokok obesitas
'012 3 40( inakti/itas -isik dislipidemia diabetes mellitus mikroalbuminuria usia 'laki
3%% tahun perempuan 35% tahun( ri+ayat keluarga dengan penyakit kardio/askular.
Pemeriksaan penun,ang yang membantu yaitu urinalisis tes pungsi gin,al gula darah
elektrolit pro-il lipid -oto toraks E67 dan berdasarkan penyakit penyerta.
Pada kelompok umur de+asa termasuk yang lebih dari 80 tahun semakin tinggi
tekanan darah sistolik dan diastoli" maka semakin besar resiko terkena stroke dan gagal
,antung kongesti-. 9ekanan darah sistolik men,adi prediksi angka kesakitan yang lebih baik
dibandingkan dengan tekanan darah diastoli". 0eberapa klasi-ikasi penggolongan
hipertensi dapat digunakan untuk menangani penderita.
Pen"egahan primer hipertensi dapat dilakukan dengan inter/ensi pola hidup pada
populasi umum dan populasi khusus 'populasi yang mempunyai resiko tinggi(. 2nter/ensi
e-ekti- untuk pen"egahan primer termasuk mengurangi konsumsi natrium dan al"ohol
menurunkan berat badan serta olahraga teratur.
:. D2A7N;<2< DAN 6LA<2.26A<2
Diagnosis tekanan darah tinggi berdasarkan hasil pengukuran tekanan sistolik
adalah suara -ase 1 dan tekanan diastoli" adalah suara -ase % 'Nicolai Sergeyevich
Korotkoff(. Pengukuran dilakukan pada lengan atas dengan menggunakan "u-- yang
meliputi 'melingkari( minimal =0 & lengan atas 'di pertengahan antara a"romium dan
4. KRISIS HIPERTENSI Halaman 1 dari 9 halaman
pro"e"us ole"ranon tepi ba+ah "u-- paling sedikit 1 in"i di atas -ossa ante"ubiti( pada
pasien dengan posisi duduk dan telah beristirahat paling sedikit % menit
6lasi-ikasi tekanan darah tinggi berdasarkan hasil rata>rata pengukuran tekanan
darah yang dilakukan minimal : kali tiap kun,ungan oleh indi/idu yang sama dengan
selang +aktu 40 detik setelah pengukuran pertama 'dapat lengan yang sama ataupun yang
sebelahnya pada kun,ungan pertama harus pada ke dua lengan( pada : kun,ungan atau
lebih.
Peningkatan tekanan darah sistolik disebabkan oleh peningkatan stroke volume
atau penurunan compliance dari aorta. Peningkatan tekanan darah diastolik disebabkan
oleh peningkatan peripheral resistance, antara lain /asokontriksi dan kerusakan tunika
intima.
6LA<2.26A<2 H2PE?9EN<2 @NA B22
6LA<2.26A<2 <2<9;L26 'mmHg( D2A<9;L26 'mmHg(
Prehipertensi 1:0 $ 14! =0 $ =!
Hipertensi
<tadium 1 140 $ 1%! !0 $ !!
<tadium : 3150 100 $ 10!
4. DE.2N2<2 6?2<2< H2PE?9EN<2
De-inisi 6risis Hipertensi se"ara umum adalah ter,adinya peningkatan tekanan
darah diastolik '9DD( 31:0 mmHg. 9ermasuk dalam kategori ini adalah pasien yang
menderita hipertensi emergensi hipertensi urgensi atau hipertensi berat.
2stilah CkrisisD seolah>olah menggambarkan diperlukannya suatu tindakan yang
segera harus dilakukan padahal untuk dua kategori terakhir 'hipertensi urgensi dan
hipertensi berat( menurunkan tekanan darah '9D( dengan "epat merupakan kontra indikasi
sehingga ada yang mengusulkan agar terminology krisis tersebut ditin,au kembali.
6elainan yang ter,adi pada hipertensi emergensi se"ara keseluruhan berhubungan
dengan 9DD 31:0 mmHg +alaupun demikian tidak semua pasien yang dating dengan
hipertensi berat merupakan hipertensi emergensi. Penting bagi seorang dokter untuk dapat
mengenal perbedaan antara hipertensi emergensi dan hipertensi berat sehingga penurunan
tekanan darah yang terlalu "epat bahkan sampai men"apai 9D normal terutama bila tidak
disertai kerusakan organ target '6;9( yang akut malahan akan berakibat -atal. Perlu
dipahami pula pada pasien yang menderita hipertensi kronis tidak terkontrol dalam ,angka
lama akan ,uga menderita 6;9 yang kronis. Pasien hipertensi yang sebelumnya tidak
4. KRISIS HIPERTENSI Halaman 2 dari 9 halaman
pernah diobati atau pengelolaannya tidak baik "enderung untuk mengalami kenaikan 9D
yang mendadak men,adi tinggi. Pasien>pasien dengan hipertensi sekunder ,uga merupakan
pasien>pasien yang memiliki resiko lebih tinggi untuk ter,adi peningkatan 9D yang
mendadak apabila dibandingkan dengan pasien>pasien hipertensi esensial.
Hipertensi emergensi adalah ter,adinya hipertensi dengan 9DD 31:0 mmHg yang
disertai 6;9 yang akut 'system sara- pusat ,antung atau gin,al(. Pada keadaan ini
diperlukan penurunan 9D dalam hitungan menit sampai ,am menggunakan obat>obat
parenteral dan memerlukan pemgelolaan di 2AU.
Hipertensi urgensi adalah ter,adinya hipertensi dengan 9DD 31:0mmHg tapa
disertai 6;9 akut. Airi khas hipertensi urgensi adalah adanya hipertensi yang berat dapat
disertai atau tanpa disertai keluhan>keluhan sakit kepala hebat rasa "emas atau sesak na-as.
Pada pemeriksaan -isik tidak menggambarkan adanya an"aman 6;9. Pada keadaan ini
diperlukan penurunan 9D dalam +aktu :4>4= ,am menggunakan obat oral dan tidak
memerlukan pera+atan intensi-. De-inisi ini masih men,adi masalah oleh karena pada
keadaan ini tidak ter,adi 6;9 yang akut dan masih dipertanyakan apakah penurunan
tekanan darah memang harus dilakukan dalam :4>4= ,am. 6ata urgensi sebenarnya hanya
pemikiran dokter semata untuk menurunkan 9D segera dan bukan merupakan keluhan
yang sebenarnya ter,adi pada pasien.
Hipertensi berat dide-inisikan sebagai 9D sistolik 31=0mmHg dan 9D
Diastlik3110mmHg. <eperti pada hipertensi urgensi kun"inya adalah tidak terdapat 6;9
yang akut dan memerlukan penurunan 9D se"ara bertahap menggunakan terapi kombinasi
obat anti hipertensi oral dalam ,angka +aktu tertentu. Pasien>pasien dalam kategori ini
harus die/aluasi dengan baik terhadap kemungkinan adanya kelainan ,antung gin,al atau
penyebab hipertensi lainnya.
Hipertensi maligna adalah terminologi yang tua dan tidak dipergunakan lagi.
6eadaan ini menghubungkan kenaikan 9D dengan retinopati 6eith>)agener>0arker
stadium 2B 'papiledema perdarahan retina dan eksudasi retina(. 2stilah diatas biasa
dipergunakan untuk menggambarkan hipertensi emergensi dengan kelainan sistem sara-
pusat.
Hipertensi akselerasi adalah keadaan yang menghubungkan kenaikan 9D dengan
retinopati 6eit>)agener>0arker stadium 222 'perdarahan retina eksudasi retina dan
papiledema(.
6lasi-ikasi retinopati 6eith>)agener>0arker tidak menggambarkan se"ara akurat dari
beratnya kenaikan 9D sehingga terminologi tersebut sudah ,arang dipergunakan lagi.
4. KRISIS HIPERTENSI Halaman 3 dari 9 halaman

4. PA9;.2<2;L;72 H2PE?9EN<2 E1E?7EN<2
Pato-isiologi ter,adinya krisis hipertensi tidaklah begitu ,elas namun demikian ada
dua peran penting yang men,elaskan pato-isiologi tersebut yaitu E
1. Peran langsung dari peningkatan 9D
:. Peran mediator endokrin dan parakrin
4.1 Peran peningkatan 9ekanan Darah
Akibat dari peningkatan mendadak 9D yang berat maka akan ter,adi gangguan
autoregulasi disertai peningkatan mendadak resistensi /askuler sistemik yang
menimbulkan 6;9 dengan sangat "epat. 7angguan terhadap sistem autoregulasi se"ara
terus>menerus akan memperburuk keadaan pasien selan,utnya. Pada keadaan tersebut
ter,adi keadaan kerusakan endo/askuler 'endothelium pembuluh darah( yang terus>
menerus disertai nekrosis -ibrinoid di arteriolus. 6eadaan tersebut merupakan suatu siklus
'/i"ious "ir"le( dimana akan ter,adi iskemia pengendapan platelet dan pelepasan beberapa
/asoakti-. 9rigernya tidak diketahui dan ber/ariasi tergantung dari proses hipertensi yang
mendasarinya.
0ila stress peningkatan tiba>tiba 9D ini berlangsung terus>menerus maka sel
endothelial pembuluh darah menganggapnya suatu an"aman dan selan,utnya melakukan
/asokontriksi diikuti dengan hipertropi pembuluh darah. Usaha ini dilakukan agar tidak
ter,adi pen,alaran kenaikan 9D ditingkat sel yang akan menganggu hemostasis sel. Akibat
dari kontraksi otot polos yang lama akhirnya akan menyebabkan dis-ungsi endotelial
pembuluh darah disertai berkurangnya pelepasan nitri" oFide 'N;(. <elan,utnya dis-ungsi
endotelial akan ditriger oleh peradangan dan melepaskan *at>*at in-lamasi lainnya seperti
sitokin endhotelial adhesion mole"ule dan endhoteli>1.
1ekanisme ditingkat sel ini akan meningkatkan permeabilitas dari sel endotelial
menghambat -ibrinolisis dan mengakti-kan sistem koagulasi. <istem koagulasi yang
terakti-asi ini bersama>sama dengan adhesi platelet dan agregasi akan mengendapkan
materi -ibrinoid pada lumen pembuluh darah yang sudah ke"il dan sempit sehingga makin
meningkatkan 9D. <iklus ini berlangsung terus dan menyebabkan kerusakan endotelial
pembuluh darah yang makin parah dan meluas.
4.: Peranan 1ediator Endokrin dan Parakrin
<istem renin>Angiotensin>Aldosteron '?AA( memegang peran penting dalam
pato-isiologi ter,adinya krisis hipertensi. Peningkatan renin dalam darah akan
4. KRISIS HIPERTENSI Halaman 4 dari 9 halaman
meningkatkan /asokonstriktor kuat angiotensin 22 dan akan pula meningkatkan hormon
aldosteron yang berperan dalam meretensi air dan garam sehingga /olume intra/askuler
akan meningkat pula. 6eadaan tersebut diatas bersamaan pula dengan ter,adinya
peningkatan resistensi peri-er pembuluh darah yang akan meningkatkan 9D. Apabila 9D
meningkat terus maka akan ter,adi natriuresis sehingga seolah>olah ter,adi hipo/olemia dan
akan merangsang renin kembali untuk membentuk /asokonstriktor angiotensin 22 sehingga
ter,adi iskemia pembuluh darah dan menimbulkan hipertensi berat atau krisis hipertensi.

%. D2A7N;<2< 6?2<2< H2PE?9EN<2
<ebenarnya tidak terdapat tekanan darah yang tertentu merupakan krisis hipertensi
namun merupakan kombinasi pemburukan "epat pada satu atau lebih organ /ital 'susunan
sara- pusat kardio/askuler gin,al( disertai peningkatan tekanan darah yang tidak sesuai.
Perburukan "epat artinya ,ika tidak diberikan terapi se"ara e-ekti- dalam +aktu tertentu
terdapat kemungkinan ter,adinya kega+atdaruratan. Hipertensi ini memerlukan penurunan
tekanan darah segera meskipun tidak perlu men,adi normal untuk membatasi atau
men"egah ter,adinya kerusakan organ sasaran.
Krisis hipertensi adalah keadaan hipertensi yang memerlukan penurunan tekanan
darah segera karena akan mempengaruhi keadaan pasien selan,utnya. 9ingginya tekanan
darah ber/ariasi yang terpenting adalah "epat naiknya tekanan darah. 6risis hipertensi
dibagi men,adi dua ,enis yaitu hipertensi urgensi dan hipertensi emergensi.
Hipertensi emergency situasi di mana diperlukan penurunan tekanan darah yang
segera dengan obat antihipertensi parenteral karena adanya kerusakan organ target akut
atau progresi-. 6erusakan yang dapat ter,adi antara lain E
1. Neurologik G En"ephalopati Hipertensi stroke hemoragik 'intraserebral atau
subdural( atau iskemik papil edema.
:. 6ardio/askuler G Unstable angina in-ark miokardium akut gagal ,antung dengan
edema peru diseksi aorta.
4. ?enal G Proteinuria hamaturia gagal gin,al akut krisis gin,al s"leroderma.
4. 1ikroangiopati G anemia hemolitik.
%. Preeklampsia dam eklampsia.
?i+ayat penyakit ditu,ukan pada system neurologist dan kardio/askular medikasi
dan penggunaan obat. 6eluhan neurologi mungkin dramatik tetapi sering kali berupa
ge,ala yang tidak spesi-ik seperti nyeri kepala malaise dan perseps2 yang samar>samar
4. KRISIS HIPERTENSI Halaman 5 dari 9 halaman
tentang kemampuan mental dan merupakan satu>satunya tanda dekompensasi <<P akut.
?i+ayat penyakit <<P atau serebro/askular sebelumnya harus di"ari karena komplikasi
terapetik lebih sering ter,adi pada pasien dengan ri+ayat penyakit tersebut.
Hipertensi Urgency, situasi di mana terdapat peningkatan tekanan darah yang
bermakna 'ada yang menyebut tekanan darah sistolik 3 ::0 mmHg atau tekanan darah
diastolik 3 1:% mmHg( tanpa adanya ge,ala berat atau kerusakan target organ progresi- dan
tekanan darah perlu diturunkan dalam beberapa ,am.
Diagnosis, Prinsip>prinsip penegakan diagnosis Hipertensi emergency dan
Hipertensi Urgency tidak berbeda dengan penyakit lainnya G
1. Amamnesis G ?i+ayat hipertensi dan terapinya kepatuhan minum obat tekanan
darah rata>rata ri+ayat pemakaian obat>obat simpatomimetik dan steroid kelainan
hormonal ri+ayat penyakit kronik lain ge,ala>ge,ala serebral ,antung dan
gangguan penglihatan.
:. Pemeriksaan .isik G
a. Pengukuran tekanan darah pada kedua lengan perabaan denyut nadi peri-er
'raba nadi radialis kedua lengan dan kemungkinan adanya selisih dengan
nadi -emoral radial-femoral pulse leg (
b. 1ata G Lihat adanya papil edema pendarahan dan eksudat penyempitan
yang hebat arteriol.
". @antung G Palpasi adanya pergeseran apeks dengarkan adanya bunyi ,antung
<4 dan <4 serta adanya murmur.
d. Paru G perhatikan adanya ronki basal yang mengindikasikan AH..
e. <tatus neurologik G pendekatan pada status mental dan perhatikan adanya
de-isit neurologik -okal. Periksa tingkat kesadarannya dan re-leks -isiologis
dan patologis.
4. Pemeriksaan Penun,ang E
Pemeriksaan dilakukan dengan memperhatikan penyakit dasarnya penyakit
penyerta dan kerusakan target organ. Hang sering dilakukan antara lain G
pemeriksaan elektrolit 0UN glukosa darah kreatinin urinalisis. hitung ,enis
komponen darah dan <AD9. Pemeriksaan lainnya antara lain -oto rontgen toraks
E67 dan A9 <"an.
5. PENA9ALA6<ANAAN 6?2<2< H2PE?9EN<2
4. KRISIS HIPERTENSI Halaman 6 dari 9 halaman
Dalam penatalaksaan kega+atan hipertensi dua hal penting perlu dipertimbangkan
yaitu berapa "epat dan berapa rendah tekanan darah harus diturunkan. Penurunan tekanan
darah sampai normal pada umumnya tidak diperlukan bahkan pada keadaan tertentu bukan
merupakan tu,uan pengobatan.
9u,uan pengobatan Hipertensi emergency adalah memperke"il kerusakan organ
target akibat tingginya tekanan darah dan menghindari pengaruh buruk akibat pengobatan.
0erdasarkan prinsip ini maka obat antihipertensi pilihan adalah yang beker,a "epat e-ek
penurunan tekanan darah dapat dikontrol dan dengan sedikit e-ek samping. 9u,uan
pengobatan menurunkan tekanan arteri rata>rata '1A0P( sebanyak :% & atau men"apai
tekanan darah diastolik 100 $ 110 mmHg dalam +aktu beberapa menit sampai satu atau
dua ,am. 6emudian tekanan darah diturunkan men,adi 150#100 mmHg dalam : sampai 5
,am. 9ekanan darah diukur setiap 1% sampai 40 menit. Penurunan tekanan darah yang
terlalu "epat dapat menyebabkan iskemia renal "erebral dan miokardium. Pada stroke
penurunan tekanan darah hanya boleh :0 & dan khusus pada stroke iskemik penurunan
tekanan darah se"ara bertahap bila tekanan darah 3 ::0#140 mmHg.
9u,uan pengobatan Hipertensi Urgency adalah penurunan tekanan darah sama
seperti Hipertensi emergency hanya dalam +aktu :4 sampai 4= ,am.
<etelah target ter"apai harus diikuti program terapi Hipertensi ,angka pan,ang.
Antihipertensi yang dipilih dapat per oral atau parenteral sesuai -asilitas yang tersedia.
;0A9 $ ;0A9 PADA H2PE?9EN<2 E1E?7EN<2 DAN U?7EN<2
N; NA1A ;0A9
AA?A
6E?@A
D;<2<
;N<E9 ;.
AA92;N
DU?A<2 ;.
AA92;N
E.E6
<A1P2N7
PE?HA92AN
6HU<U<
1
Natrium
Nitroprusid
Basodilator
0:% $ 10
Ig#kg#menit se"ara
drip 2B 'maks. 10
menit(
<egera 4 $ % menit
1ual muntah
tremor
berkeringat
hipotensi
Hati>hati dg
9926 atau
a*otemia
:
Labetalol
hidroklorida
J dan K
0lo"ker
:0 $ 40 mg tiap 10
menit
2B bolus sampai
400 mg
0% $ :0 mg menit
in-us
% $ 10
menit
4 $ 5
,am
6eluhan 72
bronkospasme
hipotensi
bradikardia
blo"k ,antung
6e"uali gagal
,antung
4 Nikardipin
hidroklorida
Aal"ium
"hannel
0lo"ker
% mg#,am
dinaikan
1$ :% mg#,am
setiap 1% menit
1 $%
menit
4 $ 5
,am
9akikardia sakit
kepala -lushing
-lebitis lokal
Dapat presipitasi
iskemia miokard
4. KRISIS HIPERTENSI Halaman 7 dari 9 halaman
sampai 1% mg#,am
2B
4
.enoldopam
mesilat
Dopamin
reseptor
agonist
01 $ 15
Ig#kg#menit
2B
4 $ %
menit
L 10 menit
9akikardia
hipotensi
peningkatan
tekanan
intraokuler
Hati>hati dg
glaukoma
% Nitrogliserin Basodilator
0:% $ %
Ig#6g#menit
2B
: $ %
menit
4 $ %
menit
1ual muntah
sakit kepala
methe>
moglobinuria
2ndikasi khusus
pada iskemia
miokard
N; NA1A ;0A9
AA?A
6E?@A
D;<2<
;N<E9 ;.
AA92;N
DU?A<2 ;.
AA92;N
E.E6
<A1P2N7
PE?HA92AN
6HU<U<
5 Enalaprilat
AAE
2nhibitor
1:% $ % mg setiap
5 ,am
2B
1%
menit
5
,am
?espon
ber/ariasi
2ndikasi khusus
pada gagal
/entrikel kiri
hindari 21A
8
Hidrala*in
hidroklorida
Basodilator
10 $ :0 mg 2B
10 $ %0 mg 21
10 $ :0 menit
:0 $ 40 menit
: $ 5
,am
9akikardia sakit
kepala -lushing
muntah angina
yang memberat
2ndikasi khusus
pada eklampsia
= Dia*oksid Basodilator
%0 $ 1%0 mg 2B
bolus dapat
diulang setiap % $
1% menitG atau 1% $
40 mg#menit in-us
sampai maksimum
500 mg
1 $ :
menit
4 $ :4
,am
9akikardia
-lushing mual
nyeri dada
Pada AAD dan
diseksi aorta
!
Esmolol
hidroklorida
K 0lo"ker
%00 Ig#kg bolus
dalam 1 menit
dilan,utkan :% $
:00
Ig #kg # menit
in-us
1 $ :
menit
10 > 40 menit
6eluhan 72
bradikardia
hipotensi
2ndikasi khusus
pasa diseksi
aorta dan
perioperati-
10 .urosemid Diuretik 10 $ =0 mg
2B bolus
1%
menit
4
,am
Hipokalemia
hipotensi
11 9rimetaphan
7anglio"i"
0lo"ker
0% $ % mg # menit
1 $ 4
menit
10 menit
Hipotensi ileus
retensio urine
respiratory arrest
2ndikasi khusus
pasa diseksi
aorta
N; NA1A ;0A9
AA?A
6E?@A
D;<2<
;N<E9 ;.
AA92;N
DU?A<2 ;.
AA92;N
E.E6
<A1P2N7
PE?HA92AN
6HU<U<
1: Ni-edipine
Aal"ium
"hannel
0lo"ker
Dia+ali 10 mg
dapat diulang
setelah 40 menit
' oral (
1%
menit
: $ 5
,am
Hipotensi
takikardia sakit
kepala angina
miokardial
in-ark stroke
?espone tidak
dapat diprediksi
4. KRISIS HIPERTENSI Halaman 8 dari 9 halaman
14 Alonidine
Aentral
simpatolitik
Dia+ali 01 $ 0:
mg lalu 01 mg
setiap ,am sampai
0= mg ' oral (
40 > 50
menit
5 $ = ,am sedasi E-ek rebound
14 Aaptopril
AAE
2nhibitor
1:% $ :% mg
' ;ral (
1% > 40 menit
4 > 5
,am
Hipotensi
DA.9A? PU<9A6A
1. HarrisonMs Prin"iples o- 2nternal 1edi"ine 15
th
Edition page 1454 $ 14=0.
:. HarrisonMs 1anual o- 1edi"ine 15
th
Edition page 515 $ 5:1
4. Aurrent 1edi"al Diagnosis N 9reament 44
th
Edition :00% page 4:5 $4:=.
4. De7o+inMs Dignosti" EFamination =
th
Edition :004 page =1 $ =5.
%. 0uku <aku 6linis Editor 1ar" < <abatine Halaman 4% >4!.
5. A;1E9 Aourse ;n 1edi"al Emergen"ies and 9reatment Halaman 4:>4%.
01-02-2006 22:58:10
4. KRISIS HIPERTENSI Halaman 9 dari 9 halaman