Anda di halaman 1dari 6

Pembimbing:

dr. Sri Primawati Indraswari, Sp.KK, MM



Penyusun:
Mohd Hamdi bin Mohd Ibrahim
030.06.313

Klasifikasi
Ridley dan
Jopling
Madrid
WHO
Tujuan Klasifikasi
Menentukan rejimen pengobatan,
prognosis dan komplikasi.
Perencanaan operasional, spt
menemukan pasien
2
yang menularkan
& memiliki nilai epidemiologi yang
tinggi sebagai target utama
pengobatan.
Identifikasi pasien yang
kemungkinan besar akan menderita
cacat.
Wisnu IM, Hadilukito G. Pencegahan cacat kusta. Dalam: Daili ESS, Menaldi SL,
Ismiarto SP, Nilasari H, editors. Kusta. Edisi ke-2. Jakarta: FKUI, 2000: 83-92.

TT (tuberkuloid polar)
TT (tuberkuloid polar)
BT (borderline tuberkuloid)
BB (mid borderline)
BL (borderline lepromatous)
Li (lepromatous indefinite)
LL (lepromatous polar)
spektrum
klinis
& daya
kekebalan
tubuh
terhadap
M.leprae
(banyak di
penelitian)
Ridley DS, Jopling WH. Classification of leprosy according to immunity. A
five-group system. Int. J. Lepr. Other Mycobact. Dis. 34(3), 255273 (1966).
Tuberkuloid
Borderline Lepromatosa
manifestasi
klinis,
pemeriksaan
bakteriologis,
pemeriksaan
histopatologi,
sesuai
rekomendasi
dari
International
Leprosy
Association di
Madrid tahun
1953.[4]
Daftar pustaka

1. Buku pedoman nasional pengendalian penyakit kusta. Departemen Kesehatan RI
Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, 2007: 37-46.
2. Ross WF, Halim PW. Penyakit kusta untuk petugas kesehatan. Jakarta: PT Gramedia,
1989: 3-13.
4. Wisnu IM, Hadilukito G. Pencegahan cacat kusta. Dalam: Daili ESS, Menaldi SL,
Ismiarto SP, Nilasari H, editors. Kusta. Edisi ke-2. Jakarta: FKUI, 2000: 83-92.
5. Brandsma JW, Brakel WHV. WHO disability grading: operational definitions. Lepr
Rev 2003; 74: 366-73.
6. Weekly epidemiological record. World Health Organization 2011; 86: 389-400.

Anda mungkin juga menyukai