Anda di halaman 1dari 41

Gelombang dan Optika

KD.6.3 Melakukan kajian ilmiah untuk mengenali gejala dan ciri-ciri


gelombang secara umum serta penerapannya
STANDAR KOMPETENSI
6. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dan optika
dalam menyelesaikan masalah
Memformulasikan masalah perambatan gelombang melalui suatu medium
Memformulasikan karakteristik gelombang transversal dan longitudinal
beserta contohnya
Memformulasikan gejala superposisi gelombang
Memformulasikan gejala pemantulan gelombang
Memformulasikan gejala interferensi gelombang
Mengaplikasikan superposisi, pantulan dan interferensi gelombang dalam
kehidupan sehari-hari
Memformulasikan gejala dispersi gelombang
Mengaplikasikan gejala dispersi gelombang
Memformulasikan gejala difraksi gelombang
Memformulasikan gejala polarisasi gelombang
Menjelaskan proses-proses yang dapat menyebabkan polarisasi gelombang
Memformulasikan efek Doppler pada gelombang
KD6.4 : Melakukan kajian ilmiah untuk mengenali gejala dan ciri-ciri gelombang
elektro-magnetik serta penerapannya
Menjelaskan aplikasi efek Doppler seperti pada RADAR
Memformulasikan peristiwa interferensi cahaya pada celah ganda
Mengukur panjang gelombang masing-masing komponen cahaya natrium dengan
menggunakan difraksi cahaya oleh kisi difraksi
Menjelaskan peristiwa fisika yang dapat menyebabkan peristiwa polarisasi cahaya

KD6.5 :Melakukan kajian ilmiah untuk mengenali gejala dan ciri-ciri gelombang
bunyi serta penerapannya dalam teknologi
Memformulasikan sifat-sifat dasar gelombang bunyi
Merancang percobaan untuk mengukur cepat rambar gelombang bunyi
Mengklasifikasikan gelombang bunyi berdasarkan frekuensinya
Memformulasikan tinggi nada bunyi pada beberapa alat penghasil bunyi
Memformulasikan gejala pelayangan bunyi
Mengaplikasikan peristiwa interferensi dan resonansi bunyi pada kehidupan
sehari-hari
Membuat ulasan penerapan efek Doppler untuk gelombang bunyi misalnya
pada SONAR
Membuat ulasan penerapangelombang bunyi pada pengujian tak merusak
(NDT-non destructive testing)
Memformulasikan intensitas dan taraf intensitas bunyi
GELOMBANG
Gelombang adalah energi yang
menjalar melalui medium
GELOMBANG MEKANIK
v
Muatan yang bergerak periodik
menghasilkan perubahan medan
magnet(B) dan medan listrik (E) yang
menjalar kesegala arah berupa
gelombang. Gelombang ini merambat
tanpa memerlukan medium
GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK
Memformulasikan masalah perambatan gelombang melalui suatu medium
ENERGI YANG BERGERAK
SEDANGKAN MEDIUMNYA TIDAK
Memformulasikan karakteristik gelombang transversal
dan longitudinal beserta contohnya
GELOMBANG adalah
getaran yang menjalar
Y = A sin 2p /T ( t x/v ) Y = A sin 2p /T ( t + x/v )
T
R
A
N
S
V
E
R
S
A
L

L
O
G
I
T
U
D
E
N
A
L

Memformulasikan karakteristik
Gelombang Tranversal, yaitu gelombang yang arah
getar dan arah rambatnya saling tegak lurus
Memformulasikan karakteristik
Gelombang Longitudinal, yaitu gelombang yang arah
getar dan arah rambatnya berimpit.
Eksperimen 1
1. KECEPATAN GELOMBANG (V)
2. SIMPANGAN GELOMBANG ( Y )
3. PANJANG GELOMBANG ( l )
4. FREKWENSI GELOMBANG ( f )
5. SUDUT FASE (q)
6. FASE GELOMBANG
f = frekuensi (hz)
T = periode gelombang (s)
= panjang gelombang (m)
v = cepat rambat gelombang (m/s)
y
P
= simpangan titik P ( m )
y
Q
= simpangan titik Q ( m )
P
Q
y
P
y
Q

O
C
B
y = 2 Sin 2p{
t
-
x
}
T
Y = A sin 2p /T ( t x/v )

V = = . f
T

V = = . f
T

V = = . f
T
T.v =
SUDUT FASE (q) = 2p /T ( t x/v )
FASE GELOMBANG = ( t/T x/v )
Fase gelombang merupakan bilangan
pecahan diperoleh dari hasil perhitungan
rumus di atas. Misal jika hasil 4,5 maka
fase gelombang 0,5
FASE DAN SUDUT FASE GELOMBANG
BILANGAN
PECAHAN
Berapa =
Amplitudo =
1 m
1 m
Berapa =
Amplitudo =
0,5 m
0,3 m
Berapa =
Amplitudo =
0,4 m
0,1 m
Berapa =
Amplitudo =
1 m
1 m
Jumlah gelombang =
Jumlah gelombang = 1
Jumlah gelombang = 1
Jumlah gelombang = 4
simpul
simpul simpul
simpul simpul
simpul simpul
simpul
Jumlah gelombang =
Jumlah simpul =
Jumlah perut/lembah =
1
3
1/1
Jumlah gelombang =
Jumlah simpul =
Jumlah perut/lembah =
2
5
2/2
Jumlah gelombang =
Jumlah simpul =
Jumlah perut/lembah =
1,5
4
2/1
Jumlah gelombang =
Jumlah simpul =
Jumlah perut/lembah =
2,5
6
3/2
Memformulasikan gejala superposisi gelombang
GELOMBANG BERDIRI (STASIONER)

Gelombang diam terjadi karena interferensi dua gelombang yang frekuensi, panjang
gelombang, amplitudo, laju sama arah berlawanan Hal ini dapat diperoleh, misalnya
karena pantulan gelombang.
Pantulan pada ujung bebas Pantulan pada ujung tetap
Gelombang stasioner
Memformulasikan masalah perambatan gelombang melalui suatu medium
Memformulasikan masalah perambatan gelombang melalui suatu medium