Anda di halaman 1dari 20

Attention-Deficit Hyperactivity

Disorder (ADHD)
atau
Gangguan Pemusatan Perhatian
dengan Hiperaktivitas (GPPH)

dr. Amor P. Ginting, SpA
RSK Mojowarno-Jombang

(ADHD)
Sejarah Istilah ADHD
1800s: Minimal Brain Damage
1900s: Minimal Brain Dysfunction (MBD)
1960s: Hyperkinesia
1980: Attention-Deficit Disorder (ADD)
Dengan atau Tanpa Hyperaktivitas
1987: Attention Deficit Hyperactivity Disorder
1994 kini: ADHD
Tipe sulit konsentrasi
Tipe hiperaktif - impulsif
Tipe kombinasi
Namun deficit (kekurangan) tidak akurat. Kata
inconsistency (tidak konsekwen) lebih tetap.

(ADHD)
Gangguan yang sering Comorbid dengan ADHD
1. Gangguan Kesulitan Belajar / Learning Disorders:
Dyslexia, Dysgraphia
2. Gangguan Cemas / Anxiety (25%): Serangan Panik,
Gangguan Obsesif-Kompulsif.
3. Depresi Klinis: lebih sering pada tipe inattentive
4. Gangguan Oposisi Melawan /Oppositional Defiant
Disorder (ODD): 35% ADHD, keras kepala
cepat marah, berkelahi, tidak taat & melawan bila
diperintah.

(ADHD)
Banyak Akibat dari ADHD
1. Negatif
Dituduh gila, malas atau bodoh (crazy, lazy,
stupid)
Sering lupa & menunda tugas
Mudah kena depresi klinis
Percaya diri sangat rendah
Sulit ikut peraturan/undang
Banyak kesulitan di sekolah
Sering ganti pekerjaan & dipecat
Mudah kecanduan /adiksi

(ADHD)
2. Positip
Kreatif & inovatif
Fleksibel
Banyak energi & produktif
Rela mengambil resiko
Intuitif terhadap hati orang lain
Sensitif & mau menolong
Peramah & Setia pada teman
Bekerja keras menyenangkan,orang lain yang
disukai

(ADHD)
(ADHD)
Diagnosa ADHD: DSM-IV
Kriteria tambahan:
1. Gejala tersebut terjadi sebelum usia 7 tahun
2. Gejala-gejala tersebut terjadi pada lebih dari
satu situasi (di rumah, sekolah, tempat bermain)
3. Gejala-gejala tersebut secara klinis nyata
menimbulkan kendala dalam kegiatan sosial, akademik,
dan tugas-tugas lainnya
4. Gejala-gejala tersebut tidak diakibatkan oleh
gangguan yang lain: perkembangan pervasif (autisme),
skizoprenia, gangguan psikosa atau gangguan jiwa yang
lain

(ADHD)
Kesulitan dengan Diagnosa ADHD
1. Kriteria diagnosa subjektif & perilaku tersebut tidak
jarang tampil pada anak biasa walaupun tidak seberat.
2. Evaluasi dari pihak yang berbeda tidak selalu sama.
Observasi gejala biasanya dilapor guru atau orang tua.
3. Diagnosa lebih akurat dengan observasi dari lebih dari
satu/dua orang diperhatikan: guru, orang tua, dokter.
4. Gejala pada anak perempuan biasanya lebih halus:
kearah sulit berkonsentrasi & lebih jarang
Impulsif / hiperaktif.
(ADHD)
ADHD dan Otak
1. Reaksi dari Sistem Syaraf pada umumnya
pengaliran darah berkurang di bagian kortex
prefrontal & di jalan yg menyambung sistem
limbik (caudate nucleus & striatum)
2. PET Scan (Positron Emission Tomography)
menunjukkan metabolisme glukosa berkurang
diseluruh otak.

(ADHD)
Scan MRI otak pada banyak pasien ADH:
Lobus Frontal Anterior Kanan lebih kecil
mengindikasi perkembangan yang tidak normal
pada bagian frontal & striatial.
Bagian splenium dari Corpus Calosum lebih kecil
menindikasi komunikasi dan proses informasi
diantara 2 hemisphere otak berkurang.
Nukleus Caudate lebih kecil.

(ADHD)
Penyebab ADHD?
Theori Penyebab Hiperaktivi /ADHD yang Gagal
karena dibukti tidak benar melalui reset ilmiah
Trauma/hipoksia pada otak pada waktu lahir
Gula (kebanyakan jajan manis, permen, cola)
Pewarna/pemanis buatan pada makanan
Ibu yang dingin / tidak peduli pada anaknya
(Refrigerator Mom)
Suasana keluarga yang kacau/dysfunctional
Vaksin-vaksin

(ADHD)
Faktor Genetik di ADHD
1. Reset dengan kembar identik dan nonidentik
menunjukkan faktor turunan 0,80.
2. Kalau satu orang tua berADHD resiko anaknya
juga berADHD ialah 57%.
3. Reseptor Dopamin (DRD4, repeater gene)
lebih seringditemukan pada pasien ADHD.
(ADHD)
Penatalaksanaan untuk ADHD
Konseling pada pasien dan keluarganya
Perubahan perilaku
Stimulan / Perangsang
Antidepresan Trisiklik
Bupropion
Clonidine

(ADHD)
Natalaksana Perubahan Perilakuan
Konsep-konsep Dasar
Mengatur lingkungan di rumah dan sekolah agar rutin,
konsequen/konsistan & mengurangi gangguan
Memberi pesan dan perintah yang singkat & jelas
Menadakan sistem ganjaran yang konsequen, jelas &
sesuai. Hindari memalukan / kata-kata penghinaan.
Mendorong mengembangkan bakat, hobi atau olahraga
yang disukainya.
Memberi pujian & umpan balik yg positif lebih banyak
kalau perilaku atau hasilnya sesuai dengan harapan.

(ADHD)
Bagaimana Cara Menanggulangi Anak ADHD?
Memiliki Pandangan yang Benar
Tingkah laku ADHD bukan kesalahan sengaja anak. ADHD
disebabkan oleh kegagalan pemusatan perhatian dan
pengendalian diri akibat dari hambatan fungsi otak
Hasil pengobatan akan lebih baik apabila orang tua & guru
dapat bersikap tenang dan memahami keadaan ini
Anak ADHD membutuhkan bantuan lebih banyak untuk
dapat tetap tenang & mampu memusatkan perhatian di
rumah & di sekolah
Sebagian besar anak ADHD mampu menyesuaikan diri
dengan lebih baik & berhasil, asal diarahkan dengan tepat.
(ADHD)
Bagaimana Cara Menanggulangi Anak ADHD
Mengarahkan Tingkah Laku Anak
Guru / orang tua memberikan umpan balik positif atau penghargaan
ketika anak mampu memusatkan perhatian dengan baik
Hindari pemberian hukuman secara berlebihan dan emosional. Disiplin
harus diberkan seefektif mungkin & konsekwen, bukan kadang-kadang
Membantu anak untuk berkonsentrasi lebih baik (misal : Tidak diberikan
tugas terlalu banyak. Anak dihindarkan dari suasana yang dapat mengalihkan
perhatiannya. Contoh: TV, internet, video games dll)
Aktivitas fisik dan olah raga dapat membantu untuk menyalurkan energi
yang berlebihan
Guru dan orang tua perlu bekerja sama dalam mengarahkan tingkah
laku anak tersebut

(ADHD)
Methylphenidate / Ritalin
Bekerja sebagai agonis dopamin di sinaps syaraf
Merangsan daerah frontal & striatal di otak
Dosis (5-20 mg) harus disesuaikan pada masing-
masing pasien

(ADHD)
Efek Methylphenidate pada ADHD
Meningkat suasana hati (anti-depresan)
Meningkat pengaliran darah di otak &
meningkat sensitiviti SSP.
Meningkat produktivitas
Memperbaiki hubungan sosial
Meningkat nadi & tekanan darah
Potensi disalahgunakan oleh pasien ADHD
relatif rendah.

(ADHD)
Hasil & Prognosa ADHD
ADHD biasanya berlanjutan pada usia dewasa,
tetapi gejala hiperaktif terkadang kurang jelas
karena pasien belajar tahan dan
menanggulangi (coping) gangguan.
Kalau ADHD berlanjutan pada usia dewasa,
konseling dan tatalaksana diperlu agar
menghindari kesulitan.
Banyak dewasa ADHD juga menderita kelainan
mental lain: (Depresi, Gangguan Oposisi Melawan
(ODD), Gangguan
Belajar (LD), Gangguan Perilaku (Conduct
Disorder)
(ADHD)
Terima Kasih