Anda di halaman 1dari 10

Cara Kerja Obat:

Simvastatin merupakan obat yang menurunkan kadar kolesterol (hipolipidemik) dan merupakan hasil
sintesis dari hasil permentasi Aspergillus terreus. Secara in vitro simvastatin akan dihidrolisis menjadi
metabolit aktif.
Mekanisme kerja dari metabolit aktif tersebut dengan cara menghambat kerja 3-hidroksi-3-metilglutaril
koenzim A reduktase (HMG Co-A reduktase), di mana enzim ini mengkatalisis perubahan HMG Co-A
menjadi asam mevalonat yang merupakan langkah awal dari sintesis kolesterol.
Apakah sebenarnya kolesterol itu? Apa bedanya dengan lemak, kaitannya dengan jantung
koroner, kegemukan, minyak goreng jenuh/tak jenuh, dll yang sering kita dengar? Mungkin tidak
semua orang memahami apa yang dimaksud dengan kolesterol.

Apa itu kolesterol ?
Kolesterol adalah zat lilin yang dihasilkan oleh hati dan dapat ditemukan pada di dalam seluruh
sel tubuh. Zat ini juga tersedia dalam diet melalui makanan yang berasal dari hewan seperti
daging, unggas, ikan dan makanan yang mengandung susu. Tubuh akan menggunakan kolesterol
untuk membentuk membran sel, beberapa jenis hormon dan jaringan-jaringan tubuh lain yang
dibutuhkan.

Hiperlipidemia terjadi akibat jumlah lipid utama dalam darah (kolesterol atau trigliserida)
berlebih, karena gangguan metabolisme atau kelainan transportasi lipid yang dapat juga
merupakan kelainan genetik (primer familial) dari penyakit lain (seperti diabetes, gangguan
tiroid, pennyakit hati, atau ginjal).

Apa penyebabnya ?
Kolesterol dan lemak lainnya tidak dapat larut dalam darah sehingga harus dibawa ke seluruh
tubuh oleh protein khusus yang disebut lipoprotein. LDL (low density lipoprotein) adalah protein
pembawa kolesterol yang mayoritas ada dalam darah dan sering disebut dengan kolesterol
jahatkarena bila kadarnya tinggi menunjukkan banyaknya kolesterol dalam darah.

Sedangkan HDL (high density lipoprotein) adalah protein yang bertugas mengantarkan
kolesterol dari jaringan tubuh dan darah untuk disimpan di hati sehingga sering disebut
kolesterol baikkarena kadarnya yang tinggi akan mengurangi jumlah kolesterol dalam darah.

LDL berlebih dalam sirkulasi darah lama kelamaan akan tertimbun dan membentuk plak yang
menutup dinding pembuluh darah serta menghambat aliran darah. Bila hal ini terjadi pada arteri
jantung akan terjadi penyakit jantung koroner dan bila terjadi pada pembuluh darah di otak dapat
terjadi Stroke.

Kadar kolesterol normal dalam darah :
total kolesterol < 200 mg/dl,
LDL < 100 mg/dl,
HDL > 40 mg/dl.
(sebelum pemeriksaan penderita harus puasa selama 12-16 jam).

Faktor resiko
Diabetes, hipertensi, hiperkolesterolemia familial (kolesterol akibat riwayat genetis/turunan),
riwayat keluarga yang memiliki penyakit jantung bawaan, perokok, pria usia 45 tahun ke atas,
wanita usia 55 tahun ke atas atau yang sudah menopause.

Gejala klinis
Sebagian besar hiperlipidemia tidak memberikan gejala dan tanda klinis, namun terdapat gejala
yang nyata yang disebut xantoma yaitu penumpukan jaringan lemak dibawah kulit yang sering
dijumpai antara lain dilipatan kelopak mata. Bila kadar kolesterol tidak terkontrol lama kelamaan
akan menumpuk, menjadi aterosklerosis dan penyakit jantung koroner.

Pengobatan
Selain harus mengkonsumsi obat-obatan yang menurunkan kadar kolesterol, penderita juga harus
menerapkan diet berikut :
- Konsumsi karbohidrat kompleks ditingkatkan
- Penggunaan asam oleat dan linoleat
- Peningkatan konsumsi buah, sayur dan serat,
- Mengurangi garam dan pengendalian berat badan
- Bila penderita gemuk diberikan diet rendah kalori dan gerak badan sehingga mencapai berat
badan normal.

Pencegahan
Gaya hidup aktif seperti : berlari perlahan (20 menit), berenang (16 menit), berjalan cepat (30
menit), bersepeda (20 menit), menggunakan tangga, berolahraga mengikuti video atau berdansa
(20 menit).
Kebiasaan makan baik: kandungan protein rendah harus mengambil bagian seperempat porsi
makan misalnya ikan, kambing, ayam, bistik tanpa lemak. Karbohidrat kompleks seprti nasi atau
bakmi seperempat porsi dan setengah porsi sisanya haruslah sayur-sayuran seperti bayam, kol,
brokoli, daun bawang, buncis atau sayuran yang berbentuk daun-daunan yang berwarna hijau
atau kuning.

Daftar Pustaka
Kapita selekta kedokteran edisi III, media aesculapius, Jakarta, 2000

SIMVASTATIN
Oct8
SIMVASTATIN
1. Uraian informasi singkat

simvastatin
Simvastatin adalah kelompok obat yang disebut HMG CoA (hydroxymethylglutaryl-CoA)
reductase inhibitors, atau merupakan senyawa antilipemik. Simvastatin menurunkan kadar
kolesterol jahat dalam darah (low-density lipoprotein atau LDL) dan triglyceride di dalam
darah dan meningkatkan kadar kolesterol baik (high-density lipoprotein atau HDL).
Simvastatin digunakan untuk menurunkan kolesterol dan triglyceride (sejenis lemak) di dalam
darah. Simvastatin digunakan untuk menurunkan risiko stroke, serangan jantung, dan komplikasi
jantung lain pada mereka dengan diabetes, sakit jantung koroner, atau faktor risiko lainnya.
Pada kasus yang langka, simvastatin dapat menyebabkan kondisi yang menghasilkan kerusakan
otot jaringan tulang, menyebabkan gagal ginjal. Jika sedang mengkonsumsi obat ini hindari
makan makanan yang tinggi lemak atau kolesterol. Simvastatin tidak akan efektif untuk
menurunkan kolesterol jika pola makan tidak dijaga. Hindari minuman alkohol. Obat ini dapat
meningkatkan kadar triglyceride dan dapat meningkatkan risiko kerusakan hati.
Ada banyak obat yang dapat meningkatkan risiko masalah medis serius jika penggunaanya
bersamaan dengan simvastatin. Simvastatin merupakan sebagian dari program pengobatan
lengkap yang juga termasuk pola makan, olahraga, dan kontrol berat badan.
2. Rumus kimia dan struktur
Nama IUPAC : (1S,3R,7S,8S,8aR)-8-{2-[(2R,4R)-4-hydroxy-6-oxotetrahydro-2H-
pyran-2-yl]ethyl}-3,7-dimethyl-1,2,3,7,8,8a-hexahydronaphthalen-1-yl 2,2-dimethylbutanoate.
Rumus kimia : C
25
H
38
O
5

Rumus struktur :

rumus struktur

rumus struktur 3D
Golongan / kelas terapi : Obat Kardiovaskuler
3. Kegunaan
1. Terapi dengan lipid-altering agents dapat dipertimbangkan penggunaannya pada
individu yang mengalami peningkatan resiko artherosclerosis vaskuler yang
disebabkan oleh hiperkolesterolemia.
2. Terapi dengan lipid-altering agents merupakan penunjang pada diet ketat, bila respon
terhadap diet dan pengobatan non-farmakologi tunggal lainnya tidak memadai.
3. Penyakit jantung koroner.
4. Pada penderita dengan penyakit jantung koroner dan hiperkolesterolemia, simvastatin
diindikasikan untuk :
Mengurangi resiko mortalitas total dengan mengurangi kematian akibat penyakit jantung
koroner.
Mengurangi resiko infark miokardial non fatal.
Mengurangi resiko pada pasien yang menjalani prosedur revaskularisasi miokardial.
1. Hiperkolesterolemia.
Menurunkan kadar kolesterol total dan LDL pada penderita hiperkolesterolemia primer
(Tipe IIa dan IIb).
Rekomendasi umum :
Sebelum memulai terapi dengan simvastatin, agar disingkirkan terlebih dahulu penyebab
sekunder dari hiperkolesterolemia (seperti diabetes melitus yang tidak terkontrol, hipotiroid,
sindrom nefrotik, disproteinemia, penyakit hati obstruktif, terapi dengan obat lain, alkoholism),
dan lakukan pengukuran profil kolesterol total, kolesterol HDL dan trigliserida (TG).
1. Hipersensitif terhadap simvastatin atau komponen obat.
2. Penyakit hati aktif atau peningkatan transaminase serum yang menetap yang tidak jelas
penyebabnya.
3. Wanita hamil dan menyusui.
4. Dosis
Pasien harus melakukan diet pengurangan kolesterol sebelum dan selama pengobatan dengan
simvastatin.
Dosis awal yang dianjurkan 5-10 mg sehari sebagai dosis tunggal pada malam hari. Dosis
awal untuk pasien dengan hiperkolesterolemia ringan sampai sedang 5 mg sehari.
Pengaturan dosis dilakukan dengan interval tidak kurang dari 4 minggu sampai
maksimum 40 mg sehari sebagai dosis tunggal malam hari. Lakukan pengukuran kadar
lipid dengan interval tidak kurang dari 4 minggu dan dosis disesuaikan dengan respon
penderita.
Pasien yang diobati dengan immunosupresan bersama HMG Co-A reduktase inhibitor,
agar diberikan dosis simvastatin terendah yang dianjurkan.
Bila kadar kolesterol LDL turun dibawah 75 mg/dl (1,94 mmol/l) atau kadar total
kolesterol plasma turun dibawah 140 mg/dl (3,6 mmol/l) maka perlu dipertimbangkan
pengurangan dosis simvastatin.
Penderita gangguan fungsi ginjal : tidak diperlukan penyesuaian dosis, karena simvastatin
tidak diekskresikan melalui ginjal secara bermakna. Walaupun demikian, hati-hati
pemberian pada insufisiensi ginjal parah, dosis awal 5 mg sehari dan harus dipantau
ketat.
Terapi bersama obat lain : simvastatin efektif diberikan dalam bentuk tunggal atau
bersamaan dengan bile-acid sequestrants.
5. mekanisme aksi
Simvastatin adalah turunan metilasi dari lovastatin yang bekerja secara kompetitif menghambat
3-hydroxy-3-methylglutaryl-coenzyme A (HMG-CoA) reduktase, enzim yang sangay berperan
dalam katalisasi biosntesis colesterol.
Farmakodinamik :
Simvastatin analog 3-Hidroksi-3-metilglutarat, suatu precursor kolesterol dan merupakan obat
yang menurunkan kadar kolesterol (hipolipidemik). Simvastatin merupakan hasil sintesa dari
hasil fermentasi Aspergillus terreus. Secara invivo simvastatin akan dihidrolisa menjadi
metabolit aktif. Mekanisme kerja dari metabolit aktif tersebut adalah dengan cara menghambat
kerja 3-Hidroksi-3-metilglutaril koenzim A reduktase (HMG Co-A reduktase), dimana enzim ini
mengkatalisa perubahan HMG Co-A menjadi asam mevalonat yang merupakan langkah awal
dari sintesa kolesterol.
Penghambat HMG Co-A reduktase menghambat sintesis kolesterol di hati dan hal ini akan
menurunkan kadar LDL plasma. Menurunnya kadar kolesterol akan menimbulkan perubahan-
perubahan yang berkaitan dengan potensial obat ini.
Kolesterol menekan transkripsi tiga jenis gen yang mengatur sintesis HMG Co-A sintase, HMG
Co-A reduktase dan reseptor LDL. Menurunnya sintesis kolesterol oleh penghambat HMG Co-A
reduktase akan menghilangkan hambatan ekspresi tiga jenis gen tersebut di atas, sehingga
aktivitas sintesis kolesterol meningkat secara kompensatoir. Hal ini menyebabkan penurunan
sintesis kolesterol oleh penghambat HMG Co-A reduktase tidak besar. Rupa-rupanya obat ini
melangsungkan efeknya dalam menurunkan kolesterol dengan cara meningkatkan jumlah
reseptor LDL, sehingga katabolisme kolesterol terjadi semakin banyak. Dengan demikian maka
obat ini dapat menurunkan kadar kolesterol (LDL). Oleh karena itu pula obat ini tidak efektif
untuk penderita hiperkolesterolemia familial homozigot, karena jumlah reseptor LDL pada
penderita ini sedikit sekali.

farmakodinamik
Farmakokinetik:
Karena ekstraksi first-pass, kerja utama obat-obat ini pada hati yang dihidrolisis menjadi asam.
Ekskresi terjadi terutama melalui empedu dan feses tetapi pengeluaran melalui urin juga terjadi.
Waktu paruh berkisar antara 1,5-2 jam.
6. Efek samping
1. Abdominal pain, konstipasi, flatulens, astenia, sakit kepala, miopati, rabdomiolisis. Pada kasus
tertentu terjadi angioneurotik edema.
2. Efek samping lain yang pernah dilaporkan pada golongan obat ini :
Neurologi : disfungsi saraf cranial tertentu, tremor, pusing, vertigo, hilang ingatan,
parestesia, neuropati perifer, kelumpuhan saraf periferal.
Reaksi hipersensitif : anafilaksis, angioedema, trombositopenia, leukopenia, anemia
hemolitik.
Gastrointestinal : anoreksia, muntah.
Kulit : alopecia, pruritus.
Reproduksi : ginekomastia, kehilangan libido, disfungsi ereksi.
Mata : mempercepat katarak, optalmoplegia.
7.Interaksi
Dengan Obat Lain :
Efek Cytochrome P450: substrat CYP3A4 (mayor); menghambat CYP2C8/9 (lemah), 2D6
(lemah)
Meningkatkan efek/toksisitas : resiko myopathy/rhabdomyolyis dapat meningkat dengan
pemberian bersama senyawa penurun lipid yang dapat menyebabkan rhabdomyolysis
(gemfibrozil, turunan asam fibrat atau niasin pada dosis = 1 g/ hari),atau selama penggunaan
bersama inhibitor CYP3A4 kuat .
Inhibitor CYP3A4 dapat meningkatkan efek/kadar simvastatin;contoh inhibitor
meliputi:antifungi golongan azol,klaritromisin,diklofenak,doksisiklin,
eritromisin,imatinib,isoniazid,nefazodon,nicardipin,propofol,inhibitor protease,kuinidin,
telitromisin dan verapamil.Dalam jumlah besar ( > 1 quart/hari, 1 quart = 0,9463 L), jus
grapefruit dapat meningkatkan serum konsentrasi simvastatin, meningkatkan risiko
rhabdomyolysis. Pada umumnya penggunaan bersama dengan inhibitor CYP3A4 tidak
direkomendasikan; produsen merekomendasikan pembatasan dosis simvastatin hingga 20
mg/hari jika digunakan dengan amiodaron atau verapamil, dan 10 mg/hari jika digunakan dengan
siklosporin,gemfibrozil atau turunan asam fibrat.
Efek antikoagulan warfarin dapat ditingkatkan oleh simvastatin. Efek penurun kolesterol aditif
bila digunakan bersama dengan golongan sekuestran asam empedu (kolestipol atau
kolestiramin). Menurunkan efek: Jika digunakan dalam 1 jam sebelum atau hingga 2 jam
sesudah kolestiramin, penurunan absorpsi simvastatin dapat terjadi.
- Dengan Makanan :
Hindari penggunaan etanol yang berlebihan (potensial mengakibatkan efek hepatik) Konsentrasi
serum simvastatin dapat ditingkatkan jika digunakan dengan jus grapefruit ; hindari penggunaan
bersama dengan jus dalam jumlah besar ( > 1 quart/hari, 1 quart = 0,9463 L) St. Johns wort
dapat menurunkan efek simvastatin.

DAFTAR PUSTAKA

Dinas Kesehatan Tasikmalaya. 2011. Simvastatin.
http://dinkes.tasikmalayakota.go.id/index.php/informasi-obat/371-simvastatin.html . Diakses
pada hari Kamis, 20 September 2012 pukul 7.40 WIB

Kompas . 2010. Simvastatin. http://health.kompas.com/direktori/detail_obat/211/Simvastatin.
Diakses pada hari Kamis, 20 September 2012 pukul 7.46 WIB

PT Hexpharm Jaya Laboratories. 2010. Simvastatin.
http://www.hexpharmjaya.com/page/simvastatin.aspx . Diakses pada hari Kamis, 20 September
2012 pukul 3.54 WIB

Syuhada Evita. 2012. Simvastatin. http://syuhadaevita.blogspot.com/2012/04/simvastatin.html .
Diakses pada hari Kamis, 20 September 2012 pukul 7.45 WIB

Wikipedia. 2012. Simvastatin . http://en.wikipedia.org/wiki/Simvastatin . Diakses pada hari
Kamis, 20 September 2012 pukul 3.56 WIB



Absorpsi
Simvastatin merupakan obat yang menurunkan kadar kolesterol (hipolipidemik) dan
merupakan hasil sintesis dari hasil permentasi Aspergillus terreus. Secara in vitro
simvastatin akan dihidrolisis menjadi metabolit aktif. Simvastatin adalah senyawa
antilipermic derivat asam mevinat yang mempunyai mekanisme kerja menghambat 3-
hidroksi-3-metil-glutaril-koenzim A (HMG-CoA) reduktase yang mempunyai fungsi
sebagai katalis dalam pembentukan kolesterol. HMG-CoA reduktase bertanggung
jawab terhadap perubahan HMG-CoA menjadi asam mevalonat.

Penghambatan terhadap HMG-CoA reduktase menyebabkan penurunan sintesa
kolesterol dan meningkatkan jumlah reseptor Low Density Lipoprotein (LDL) yang
terdapat dalam membran sel hati dan jaringan ekstrahepatik, sehingga menyebabkan
banyak LDL yang hilang dalam plasma.

Penggunaan obat ini dengan oral, satu kali sehari pada sore hari, dengan atau tanpa
makan. Pada kondisi medis tertentu (contohnya hiperkolesterolemia) membutuhkan
dosis yang lebih banyak.

Simvastatin cenderung mengurangi jumlah trigliserida dan meningkatkan High Density
Lipoprotein (HDL) kolesterol.

B. Penggunaan
Dosis diberikan berdasarkan keadaan kesehatan, respon terhadap terapi, dan
penggunaan obat interaksi lain. Beberapa obat dari daftar interaksi obat dibawah dapat
meningktkan resiko luka otot ketika digunakan dengan Simvastatin.

Obat ini digunakan rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Harap diingat agar
meminum obat ini diusahakan pada waktu yang sama setiap harinya. Simvastatin
mungkin memerlukan lebih dari 4 minggu untuk memberikan hasil yang maksimal.

C. Kadar Efek
Penderita harus melakukan diet pengurangan kolesterol baku sebelum dan selama
memulai pengobatan dengan simvastatin dan harus melanjutkan diet selama
pengobatan dengan simvastatin.

Dosis awal 10 mg/hari sebagai dosis tunggal malam hari. Dosis awal untuk pasien
dengan hiperkolesterolemia ringan sampai sedang 5 mg/hari.

Pengaturan dosis dilakukan dengan interval tidak kurang dari 4 minggu sampai
maksimal 40 mg/hari (diberikan malam hari).

Lakukan pengukuran kadar lipid dengan interval tidak kurang dari 4 minggu dan dosis
disesuaikan dengan respon penderita. Pada pasien yang diobati dengan obat-obat
imunosupresan bersama HMG-CoA reduktase inhibitor, dosis simvastatin yang
dianjurkan adalah terendah.
Bila kadar kolesterol LDL < 75 mg/dl (1,94 mmol/l) atau kadar total kolesterol plasma <
140 mg/dl (3,6 mmol/l) maka perlu dipertimbangkan pengurangan dosis simvastatin.

D. Metabolisme Simvastatin

Metabolisme Simvastatin adalah berikatan kuat (kurang lebih 95%) dengan protein
plasma manusia. Hasil studi yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa ketika
radiolabeled Simvastatin telah diatur, radioaktivitas derivat Simvastatin menyeberang
berikatan dengan penghalang darah.

Aktivitas metabolisme dair Simvastatin yang ada dalam plasma darah manusia adalah
-hydroxyacid dari Simvastatin dan derivat 6'-hydroxy, 6'-hydroxymethyl, and 6'-
exomethylene. Puncak konsentrasi plasma dari kedua aktivitas tersebut dan total dari
inhibitor tercapai dalam 1,3 sampai 2,4 jam pasca pemberian obat. Sedangkan range
dari pemberian terapeutik yang direkomendasikan adalah antara 5 sampai 80 mg/hari,
yang tidak mempunyai kesamaan yang substansial dari kesamaan pada inhibitor AUC
pada sirkulasi keseluruhan dengan peningkatan dosis hingga mencapai 120 mg. Relatif
pada keadaan berpuasa, keadaan inhibitor plasma terpengaruh ketika pengaturan
Simvastatin yang seketika sebelum Asosiasi Kesehatan Amerika merekomendaasikan
makanan rendah lemak.

E. Interaksi Obat
1. Bila simvastatin dikombinasikan dengan siklosporin, eritromisin, gemfibrozil dan
niacin dapat menyebabkan peningkatan resiko terjadi myopathy dan rhabdomyolisis.
2. Bila simvastatin dikombinasikan dengan warfarin akan meningkatkan aktivitas
warfarin sebagai antikoagulan.
3. Pemberian simvastatin bersamaan waktu dengan digoksin dapat menyebabkan
aktivitas jantung akan meningkat.
4. Pemakaian bersama dengan imunosupresan, itrakonazol, gemfibrosil, niasin dan
eritromisin dapat menyebabkan peningkatan pada gangguan otot rangka (rabdomiolisis
dan miopati).
5. Dengan anti kuogulan kumarin dapat memperpanjang waktu protrombin. - See
more at: http://www.banjaristi.web.id/2010/04/blog-post.html#sthash.NmIEjS44.dpuf