Anda di halaman 1dari 7

Makalah Hubungan Antara Partisipasi Anggaran Terhadap Senjangan

Anggaran Dengan Ketidakpastian Lingkungan



BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
Di era yang semakin maju ini perkembangan dunia bisnis semakin pesat dan menunjukkan
kemampuannya didalam mengelola suatu perencanaan yang optimal sehingga mencapai hasil
yang optimal pula. Komponen utama dari perencanaan adalah anggaran, yaitu rencana keuangan
untuk masa depan. Karena system anggaran ini memberikan beberapa kelebihan untuk suatu
organisasi diantaranya adalah memaksa para manajer untuk melakukan perencanaan,
menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk memperbaiki pembuatan keputusan,
menyediakan standar untuk evaluasi kinerja, serta memperbaiki komunikasi dan koordinasi.
Dalam kaitannya dengan anggaran pertisipatif memungkinkan para manajer tingkat bawah
untuk turut serta dalam pembuatan anggaran. Anggaran ini menuntut adanya rasa tanggung
jawab pada manajer tingkat bawah dan mendorong kreativitas. Namun beberapa manajer
mungkin cenderung untuk mempersiapkan anggran terlalu tinggi atau terlalu ketat atau biasa
disebut senjangan anggaran yang dapat menurunkan tingkat kinerja
Beberapa peneliti mengidentifikasi bahwa senjangan anggaran dapat disebabkan oleh
pandangan terhadap lingkungan. Duncan (1972) mendefinisikan lingkungan sebagai totalitas
faktor sosial dan fisik yang berpengaruh terhadap perilaku pembuat keputusan dalam organisasi.
Govindarajan (1986) menyatakan bahwa hubungan antara partisipasi anggaran dan senjangan
anggaran adalah positif dalam kondisi ketidakpastian lingkungan yang tinggi. Di dalam
lingkungan relatif stabil (ketidakpastian rendah), individu dapat memprediksi keadaan di masa
yang akan datang sehingga langkah-langkah yang akan dilakukannya dapat membantu organisasi
menyusun rencana dengan lebih akurat.

1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Bagaimanakah pengertian anggaran, manfaat, serta proses dalam penyusunan anggaran?
1.2.2 Apakah pengertian partisipasi anggaran serta senjangan anggaran itu?
1.2.3 Bagaimanakah pengaruh partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran?
1.2.4 Bagaimanakah hubungan antara partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran dengan
ketidakpastian lingkungan?

1.3 Tujuan Pembahasan
1.3.1 Mengetahui pengertian anggaran, manfaat, serta proses dalam penyusunan anggaran
1.3.2 Mengetahui pengertian partisipasi anggaran serta senjangan anggaran
1.3.3 Mengetahui dan menjelaskan pengaruh partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran
1.3.4 Mengetahui hubungan antara partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran dengan
ketidakpastian lingkungan

1.4 Manfaat Pembahasan
Menjelaskan pengaruh partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran dengan ketidakpastian
lingkungan


BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Pengertian Anggaran, manfaat, serta proses dalam penyusunan anggaran
2.1.1 Pengertian Anggaran
Anggaran merupakan rencana keuangan untuk masa depan dimana merupakan komponen
utama dari perencanaan. Perencanaan sendiri adalah pandangan kedepan untuk melihat tindakan
apa yang seharusnya dilakukan agar dapat mewujudkan tujuan-tujuan tertentu. Menurut
Supriyono (2001:62) anggaran adalah suatu rencana terinci yang dinyatakan secara formal
dalam ukuran kuantitatif, biasanya dalam satuan uang, untuk menunjukkan perolehan dan
penggunaan sumber-sumber suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun.
Anggaran disusun oleh manajemen untuk jangka waktu satu tahun bertujuan untuk membawa
perusahaan ke kondisi tertentu yang diinginkan dengan sumber daya tertentu yang
diperhitungkan.

2..1.2 Manfaat Anggaran
1. Memaksa para manajer untuk melakukan perencanaan
Anggaran memaksa manajer untuk mengembangkan arah umum bagi organisasi,
mengantisipasi masalah dan mengembangkan kebijakan untuk masa depan
2. Menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk memperbaiki pembuatan keputusan
Bila suatu perusahaan telah mengetahui perkiraan pendapatan, biaya perlengkapan, biaya
lab, utilitas, gaji, dan hal lainnya maka dengan otomatis perusahaan tersebut akan melakukan
keputusan yang bisa mencegah timbulnya masalah dan menghasilkan status keuangan yang lebih
baik.
3. Menyediakan standar untuk evaluasi kinerja
Anggaran memberikan standar yang dapat mengendalikan penggunaan berbagai sumber daya
perusahaan dan memotivasi karyawan
4. Memperbaiki komunikasi dan koordinasi
Anggaran secara formal mengomunikasikan rencana organisasi pada tiap karyawan. Jadi
semua karyawan dapat menyadari peranan dan pencapaian tujuan-tujuan tersebut.


2.1.3 Proses Penyusunan Anggaran
Penyusunan anggaran merupakan proses pembuatan rencana kerja untuk jangka waktu
satu tahun, yang dinyatakan dalam satuan moneter dan satuan kuantitatif yang lain (Mulyadi,
2001:488). Proses penyusunan anggaran manajer pusat pertanggungjawaban berperan serta
dalam menyusun usulan anggaran serta mengadakan negosiasi dengan manajer diatasnya yang
memberikan peran kepadanya.
Proses penyusunan penganggaran dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu metoda top down
(metoda dari atas ke bawah), bottom up (metoda dari bawah ke atas), dan partisipasi. Proses
penyusunan penganggaran top-down manajer puncak menyusun anggaran untuk organisasi
secara keseluruhan, termasuk untuk level bawah (Blocher,2000:384). Menurut Shim (2000:4)
proses penganggaran bottom-up dimulai dari tingkat dasar atau tingkat operasional
(departemental). Sasaran dari tingkat operasional ini harus konsisten dengan keseluruhan
sasaran korporasi. Proses penyusunan penganggaran yang efektif, biasanya merupakan
kombinasi dari pendekatan penganggaran top-down dengan pendekatan bottom-up. Anggaran
partisipatif ialah anggaran yang menyelaraskan tujuan perusahaan dengan tujuan para
karyawannya, serta mempunyai peluang sukses yang lebih untuk keberhasilan operasi.
Proses penganggaran biasanya meliputi pembentukan komite anggaran; menentukan
periode anggaran; spesifikasi pedoman anggaran; penyusunan usulan anggaran awal/dasar
(initial budget); negosiasi anggaran, review, dan persetujuan, dan revisi anggaran
(Blocher,2000:356).


2.2 pengertian partisipasi anggaran serta senjangan anggaran
2.2.1 Pengertian Partisipasi anggaran
Menurut Kennis (1979) partisipasi adalah sebagai tingkat keikutsertaan manajer dalam
menyusun anggaran dan pengaruh anggaran tersebut terhadap pusat pertanggungjawaban
manajer yang bersangkutan.
Oleh karena manajer tingkat bawah yang membuat anggaran, tujuan anggaran tampaknya
akan lebih menjadi tujuan pribadi para manajer, yang menghasilkan kesesuaian tujuan yang lebih
besar. Peningkatan tanggung jawab dan tantangan yang inhern dalam proses tersebut
memberikan insentif non-uang yang mengarah pada tingkat kinerja yang lebih tinggi.
Anggaran yang akan digunakan sebagaimana mestinya akan menjadi alat pembantu yang
positif dalam menetapkan standar prestasi kerja, dalam mendorong tercapainya sasaran, dalam
mengukur hasil, dan dalam mengarahkan perhatian pada bidang yang memerlukan penyelidikan

2.2.2 Pengertian senjangan anggaran
Senjangan anggaran (budgetary slack) adalah perbedaan jumlah anggaran yang diajukan
oleh bawahan dengan jumlah estimasi yang terbaik dari organisasi ( Anthony dan
Govindradjan,2001).
Hansen dan Mowen(1997) mengungkapkan didalam anggaran partisipatif dapat pula timbul
permasalahan, antara lain:
1). Atasan atau bawahan akan menetapkan standar anggaran yang terlalu tinggi ataupun terlalu
rendah,
2). Bawahan akan membuat budgetary slack dengan cara mengalokasikan sumber dari yang
dibutuhkan, dan
3). Terdapat partisipasi semu.
Masalah yang sering muncul dari adanya keterlibatan manajer tingkat bawah/menengah
dalam menyusun anggaran (partisipasi anggaran) adalah penciptaan senjangan aggaran. Para
peneliti akuntansi menemukan bahwa senjangan anggaran dipengaruhi oleh beberapa faktor
termasuk diantaranya partisipasi bawahan dalam penyusunan anggaran (Yuwono,1999). Schiff
dan Lewin (1970) menyatakan bahwa bawahan menciptakan senjangan anggaran karena
dipengaruhi oleh keinginan dan kepentingan pribadi sehingga akan memudahkan pencapaian
target anggaran, terutama jika penilaian prestasi manajer ditentukan berdasarkan pencapaian
anggaran.
.

2.3 Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Senjangan Anggaran
Siegel dan Marconi (1989) menyatakan bahwa partisipasi bawahan dalam penyusunan
anggaran mempunyai hubungan yang positif dengan pencapaian tujuan organisasi. Maksudnya
adalah semakin tinggi partisipasi, semakin tinggi pula kesenjangan anggaran yang dihasilkan.
Penelitian yang dilakukan oleh Lowe dan Shaw dalam Yuwono (1998), Lukka (1988) dan
Young (1985) telah menguji secara empiris bahwa senjangan anggaran terjadi karena bawahan
memberi informasi yang bias kepada atasan dengan cara melaporkan biaya yang lebih besar atau
melaporkan pendapatan yang lebih rendah. Sedangkan penelitian menurut Camman (1976),
Dunk (1993), Merchant (1985) dan Onsi (1973) menyatakan bahwa dengan adanya partisipasi
bawahan dalam proses penyusunan anggaran justru akan mengurangi kecenderungan untuk
menciptakan senjangan anggaran.
.

2.4 Hubungan Antara Partisipasi Anggaran Terhadap Senjangan Anggaran Dengan
Ketidakpastian Lingkungan
Menurut Darlis (2000) ketidakpastian lingkungan merupakan kondisi lingkungan yang
tidak pasti yang akan membuat individu untuk melakukan senjangan anggaran. Hal ini
disebabkan, individu tersebut tidak memiliki informasi yang cukup untuk memprediksi masa
depan secara tepat. Suatu organisasi hidup di tengah-tengah lingkungannya sehingga organisasi
tersebut harus berinteraksi dengan lingkungannya.
Ketidakpastian lingkungan merupakan salah satu faktor yang sering menyebabkan
organisasi melakukan penyesuaian terhadap kondisi organisasi dengan lingkungan. Individu
akan mengalami ketidakpastian lingkungan yang tinggi jika merasa lingkungan tidak dapat
diprediksi dan tidak dapat memahami bagaimana komponen lingkungan akan berubah (Miliken,
1978).
Kemampuan memprediksi keadaan di masa datang pada kondisi ketidakpastian lingkungan
yang rendah dapat juga terjadi pada individu yang berpartisipasi dalam penyusunan anggaran.
Kemampuan menganalisis informasi tersebut akan dapat mendukung atasan dalam penyusunan
anggaran jika bawahan bersedia memberikan infromasinya kepada atasannya. Namun dapat juga
terjadi sebaliknya, bawahan tidak memberikan informasi tersebut kepada atasannya karena ada
pertimbangan kepentingan pribadinya. Dalam kondisi tersebut, bawahan dapat melakukan
senjangan anggaran.
Menurut Simon (1962) bagi atasan kemudahan untuk memperoleh informasi bukan berarti
memudahkannya menyusun perencanaan yang akurat. Atasan tetap akan kesulitan memahami
semua informasi yang masuk apalagi dalam hal yang menyangkut bidang yang kondisi teknisnya
hanya dapat dipahami oleh bawahan yang membidanginya. Sebaliknya, penelitian oleh Gul dan
Chia dalam Ikhsan (2007) menunjukkan bahwa kinerja akan meningkat pada ketidakpastian
lingkungann yang tinggi, karena manajer akan berusaha mencari innformasi yang cukup untuk
kepentingan perusahaan.



BAB III
KESIMPULAN


Partisipasi anggaran berpengaruh terhadap senjangan anggaran. Pengaruh partisipasi
anggaran terhadap senjangan anggaran menunjukkan pengaruh positif yang berarti semakin
tinggi partisipasi, maka akan semakin tinggi juga senjangan anggaran. Namun apabila partisipasi
tersebut dilaksanakan dengan kriteria yang baik maka kesenjangan anggaran dapat dikendalikan.
Dalam kaitannya dengan ketidakpastian lingkungan, ketidakpastian lingkungan tidak
berpengaruh dalam memoderasi hubungan antara partisipasi anggaran dan senjagan anggaran
karena didalam memoderasi hubungan antara partisipasi anggaran dan senjangan anggaran hal
yang paling dominan adalah kejujuran dari tiap manajer tersebut.











spek Keperilakuan dalam Penganggaran : Budgetary Slack - Ada dua aspek penting dalam
penganggaran yaitu mengenai organizational slack dan yang kedua adalah budgetary slack.
Aspek keperilakuan dalam penganggaran dapat dibedakan atas unit analisis yang ada. Satu
sebagai unit organisasi dan yang lainya adalah sebagai unit individual. Slack atau senjangan
adalah kecendrungan dari organisasi atau individu untuk tidak mengoptimalkan sumber daya
yang tersedia dan kecendrungan untuk tidak melakukan efisiensi. Organizational slack secara
mendasar mengacu pada kapasitas yang tidak digunakan, sedangkan budgetary slack adalah
proses penganggaran yang ditemukan adanya distorsi secara sengaja dengan menurunkan
pendapatan yang dianggarkan dan meningkatkan biaya yang dianggarkan. Saat ini saya akan
membahas tentang Budgetary Slack.

Anggaran merupakan bagian paling penting dalam perusahaan atau organisasi sektor publik.
umum sudah mengetahui bahwa anggaran adalah alat pengendalian. Penting dan urgenya fungsi
anggaran sebagai perencanaan dan pengendalian perusahaan menjadikan penganggaran sebagai
area penting bagi keberhasilan perusahaan. Anggaran diharapkan menjadi rerangka kerja untuk
menentukan prestasi dan kinerja karyawan. Anggaran seperti tujuan itu sendiri, dengan kata lain
anggaran sebagai alat mengimplementasikan tujuan tersebut. Lebih luas lagi, anggaran dapat
mencerminkan kesuksesan karyawan pada tugas yang diberikan kepadanya. Oleh karena itu,
anggaran dapat menjadi suatu pertimbangan, melalui perbandingan antara prestasi yang
sebenarnya atau yang telah ditetapkan dalam anggaran.
Slack anggaran adalah perbedaan antara anggaran yang dinyatakan dan estimasi anggaran
terbaik yang secara jujur dapat diprediksinya. Manajer menciptakan slack dengan
mengestimasikan pendapatan lebih rendah dan biaya lebih tinggi. Yang tahu slack atau tidak
adalah pembuat anggaran.
Aspek Keperilakuan dalam Penganggaran : Budgetary Slack
Aspek keperilakuan dari penganggaran mengacu pada perilaku manusia yang muncul dalam
proses penyusunan anggaran pada perilaku manusia yang didorong ketika manusia mencoba untk
hidup dengan anggaran. Hal tersebut mengacu pada kegelisahan ( job insecurity ) karena
mengetahui bahwa batas pengeluaran tidak akan dinaikan tahun ini atau dengan kata lain
anggaran mengandung unsur ketetatan, ketakan untuk mengatakan kepada staf anda bahwa tidak
akan ada kenaikan bonus tahun ini, dan rasa curiga yang bisa berkembang ketika kepala
depertemen lain menerima kenaikan anggaran terbesar secara spektakuler pada tahun- thaun
belakangan ini. Hal lain yang terjadi adalah tiba- tiba ada pengeluaran yang krusial dan urgen,
tetapi tidak ada dalam mata anggaran, maka itu akan membuat kesulitan bagi pelaksanaan
anggaran. Alasan Manajer melakukan Kesenjangan Anggaran atau Budgetary Slack sebagai
berikut :
1. Pencapaian Target. Tuntutan kerja yang mengharuskan karyawan mencapai target membuat
karyawan ingin terlihat kinerja mereka terlihat baik sehingga kinerja mereka terlihata baik.
2. Kesenjangan anggaran biasanya digunakan untuk mengantisipasi ketidakpastian prediksi masa
depan.
Demikianlah pembahasan tentang Budgetary Slack. Semoga bisa memberi informasi tentang
kesnejangan anggaran yang biasa terjadi dan dilakukan oleh manajer perusahaan. Semoga
bermanfaat.