Anda di halaman 1dari 5

DEMAM TIFOID

Tifus abdominalis (demam tifoid, enteric fever) ialah penyait infesi aut yan! biasanyamen!enai
saluran cerna den!an !e"ala demam lebih dari # hari, !an!!uan pada salurancerna, dan !an!!uan
esadaran$ Demam tifoid dan paratifoid merupaan penyait infesiaut usus halus$ Demam paratifoid
menun"uan manifestasi yan! sama den!an tifoid,namun biasanya lebih rin!an$Demam tifoid
disebaban oleh bateri !ram ne!ative%almonella tyhypi yan! secara umum pan"an!nya mencapai &$' (
)$' *m berbentu batan!
dapat ber!era bebas, non(encapsulated, aerob atau anaerop faultatif$ +ntu menimbulanpenyait,
dibutuhan "umlah tertentu % thypi yan! masu e dalam saluran cerna$ %ebelumsampai e usus halus,
uman ini harus mele,ati asam lambun!$ %e!ala hal yan!menyebaban penurunan asam lambun! (proses
penuaan, obat(obatan untu menurunanasam lambun! seperti antasid, anti -(& reseptor, dan proton
pump inhibitor),mempermudah uman ini masu sampai e usus halus, aibatnya mesi uman
yan!masu "umlanya hanya sediit, yan! bersan!utan aan "atuh sait$%etelah sampai di usushalus,
uman ini aan menempel di elen"ar !etah benin! di dindin! usus ba!ian dalam(pla .eyer)$ /alu
uman menembus dindin! usus ba!ian dalam dan menyebar e elen"ar!etah benin! usus lainnya sampai
e hati dan limpa$ 0atu yan! dibutuhan se"a umanmasu sampai timbul !e"ala (masa inubasi)
seitar #(12 hari$ %etelah itu uman %$thypi$aan masu e dalam darah (bateriemia) dan dapat
menyebar e berba!ai or!antubuh$ Tempat bersaran!nya uman ini selain hati dan limpa adalah andun!
empedu,sumsum tulan! dan ada "u!a yan! tetap menetap di pla .eyer$%etelah uman masu e dalam
saluran cerna, aan ada masa tanpa !e"ala (masa inubasi)seitar #(12 hari$ .ada saat bateriemia, aan
timbul demam$ %uhu tubuh a,alnya aannai perlahan dan lebih tin!!i setiap malamnya dari malam
sebelumnya$

3ompliasi
3ompliasi demam tifoid dapat diba!i dalam4
O 3ompliasi intestinal 4 .erdarahan usus, .erforasi usus, Ileus paraliti
O 3ompliasi estraintestinal
3ompliasi ardiovasuler 4 e!a!alan sirulasi perifer (ren"atan, sepsis),mioarditis, trombosis
dan tromboflebitis
3ompliasi darah 4 anemia hemoliti, trombositopeni dan atau oa!ulasiintravasuler diseminata,
dan sindrom uremia hemoliti
3ompliasi paru 4 pneumonia, empiema dan pleuritis$
3ompliasi hepar dan andun! empedu 4 hepatitis dan olelitiasis,
3ompliasi !in"al 4 !lomerulonefritis, pielonefritis dan perinefritis,
3ompliasi tulan! 4 osteomielitis, periostitis, spondilitis dan artritis,
3ompliasi neuropsiiatri 4 delirium, menin!ismus, menin!itis,polineuritis perifer, sindrom
5uillain(6arre, psiosis dan sindrom atatonia

.enan!anan
Mediamentosa untu demam tifoid4
1$Antibioti, untu membunuh uman
&$Antipireti, untu men!uran!i rasa tida nyaman yan! timbul aibat demam
7$%teroid, hanya untu demam tifoid yan! berat, yaitu ensefalopati tifoid yan!ditandai den!an penurunan
esadaran, oma,syo$
%edan!an pelasanana yan! non media mentosa adalah
1$Tirah barin! (bed rest)
&$Asupan cairan yan! cuup untu mence!ah dehidrasi arena demam
7$Maan maanan yan! ber!i8i, rendah lema dan luna a!ar tida memberataner"a usus$
2$9a!a hi!iene dan ebersihan diri maupun oran! yan! mera,at untu men!hindaripenularan
)$Monitorin! eadaan linis dan ,aspadai tanda(tanda perburuan atau ompliasi(anonym$ &'':)
.enatalasananaan
.en!obatan terhadap demam tifoid merupaan !abun!an antara pemberian antibioti yan! sesuai,
pera,atan penun"an! termasu pemantauan, mana"emen cairan,serta pen!enalan dini dan tata lasana
terhadap adanya ompliasi (perdarahan usus, perforasi dan !an!!uan hemodinami)$
.en!obatan aan berhasil den!an bai bila pene!aan dia!nosis dilauan den!an tepat$ Demam lebih
dari # hari disertai !e"ala !astointestinal, pada ana usia di atas ) tahun, tanpa !e"ala penyerta lain, dapat
dicuri!ai menderita demam tifoid$
.emilihan antibioti sebelum dibutian adanya infesi %amonella dapat dilauan secara empiris den!an
memenuhi riteria beriut (1) spetrum sempit, (&) penetrasi e "arin!an cuup, (7) cara pemberian
mudah untu ana, (2) tida mudah resisten, ()) efe sampin! minimal, dan (;) adanya buti efiasi
linis$
%aat redanya demam (time of fever defervescence) merupaan parameter eberhasilan pen!obatan, dan
saat tersebut menentuan efetifitas antibioti$ 6ila suhu turun, berarti membai, sedan! bila menetap
mun!in ada infesi lain, ompliasi, atau uman penyebab adalah MD<%T (multidru! resistant %$typhi)
=onfarmaolo!is4 tirah barin!,maanan luna rendah serat
Farmaolo!is4
%imtomatis
Antimroba4
( .ilihan utama4 loramfeniol 2 > )'' m! sampai den!an # hari bebas demam$
Alternative lain4
( Tiamfeniol 2 > )'' m! (ompliasi hematolo!i lebih rendah dibandin!an loramfeniol)
( 3otrimosa8ol & > & tablet selama & min!!u
( Ampisilin dan amosisilin )'(1)' m!?!66 selama & min!!u
( %efalosporin !enerasi III @ yan! terbuti efetif adalah setriason 7(2 !ram dalam destrosa 1'' cc
selama A "am per(infus seali sehari, selama 7() hari$ Dapat pula diberian sefotasim &(7 > 1 !ram,
sefopera8on & > 1 !ramo
( Fluorouinolon (demam pada umumnya lisis pada hari III atau men"elan! hari IB)4
( =orflosasin & > 2'' m!?hari selama 12 hari
( %iproflosasin & > )'' m!?hari selama ; hari
( Oflosasin & > 2'' m!?hari selama # hari
( .eflosasin 2'' m!?hari selama # hari
( Flerosasin 2'' m!?hari selama # hari
3asus tosi tifoid ( demam tofoid disertai !an!!uan esadaran den!an atau tanpa elainan neurolo!is
lainnya dan hasil pemerisaan cairan ota masih dalam batas normal) lan!sun! diberian ombinasi
loramfeniol 2 > )'' m! den!an apisilin 2 > 1 !ram dan desametason 7 > ) m!$
3ombinasi antibiotia hanya diindiasian pada tosi tifoid, peritonitis atau perforasi, ren"atan septic$
%teroid hanya diindiasian pada tosi tifoid atau demam tifoid yan! men!alami ren"atan septic den!an
dosis 7 >) m!
3asus tifoid arier4
Tanpa olelitiasis Cpilihan re"imen terapi selama 7 bulan4
( Ampisilin 1'' m!?!66?hari D probenesid 7' m!?!66?hari
( Amosisilin 1'' m!?!66?hari D probenesid 7' m!?!66?hari
( 3ontrimosa8ol & > & tablet ?hari
Den!an olelitiasis Colesistetomi D re!imen tersebut di atas selama &E hari atau olesistetomi D
salah satu re"imen beriut4
( %iproflosasin & > #)' m!?hari
( =orflosasin & > 2'' m!?hari
Den!an infesi %chistosoma haematobium pada tratus urinarius eradiasi
%chistosoma haematobium4
( .ra8iuantel 2' m! ?!66 dosis tun!!al , atau
( Metrifonat #,)(1' m!?!66 bila perlu diberian 7 dosis, interval & min!!u setelah eradiasi berhasil,
diberian re"imen terapi untu tifoid arier seperti diatas
.erhatian4 pada ehamilan 3ontrimosa8ol dan fluorouinolon tida boleh di!unaan$ 3loramfeniol
tida dian"uran pada trimester III$ Tiamfeniol tida dian"uran pada trimester I$ obat yan! dian"uran
!olon!an beta latam4 ampisilin, amosisilin, sefalosporin !enerasi III (setriason)
.en!!unaan antibioti yan! dian"uran selama ini adalah seba!ai beriut 4
1$ /ini pertama
a$ 3loramfeniol, masih merupaan pilihan pertama dalam urutan antibioti, diberian den!an
dosis )'(1'' m!?!66?hari secara intravena dalam 2 dosis selama 1'(12 hari$ 6anya penelitian
membutian bah,a obat ini masih cuup sensitif untu %almonella typhi namun perhatian
husus harus diberian pada asus den!an leuopenia (tida dian"uran pada leuosit F&'''?ul)G
b$ Ampisilin den!an dosis 1)'(&'' m!?!66?hari diberian peroral?iv selama 12 hari, atau
c$ 3otrimosa8ol den!an dosis 1' m!?!66?hari trimetoprim, diba!i & dosis, selama 12 hari$
&$ /ini e dua, diberian pada asus(asus demam tifoid yan! disebaban %$typhi yan! resisten terhadap
berba!ai obat (MD<Hmultidru! resistance), yan! terdiri atas 4
a$ %eftriason den!an dosis )'(E' m!?!66?hari, dosis tun!!al selama 1' hari $ .enyembuhan
sampai :'I "u!a dilaporan pada pen!obatan 7() hari$
b$ %efisim den!an dosis 1'(1& m!?!66?hari peroral, diba!i dalam & dosis selama 12 hari,
adalah alternatif pen!!anti seftriason yan! cuup handal$
c$ Floroinolon dilaporan lebih superior daripada derivat sefalosporin diatas, den!an an!a
penyembuhan mendeati 1''I dalam esembuhan inis dan bateriolo!is, di sampin!
emudahan pemberian secara oral$ =amun pemberian obat ini masih ontroversial dalam
pemberian untu ana men!in!at adanya pen!aruh buru terhadap pertumbuhan artila!o$
%iproflosasin, 1' m!?!66?hari dalam & dosis, sudah dipaai untu pen!obatan$ Demam
biasanya turun dalam ) hari$ /ama pemberian obat dian"uran &(1' hari$ .en!!unaan obat(obat
ini dian"uran pada asus demam tifoid den!an MD<$
d$ Asitromisin den!an pemberian )(# hari "u!a telah dicoba dalam beberapa penelitian den!an
hasil bai, berupa penurunan demam sebelum hari e 2$ A8treonam "u!a diu"i pada beberapa
asus demam tifoid pada ana den!an hasil bai, namun tida dian"uran seba!ai pen!obatan lini
pertama$
.en!obatan suportif aan san!at san!at menentuan eberhasilan pen!obatan demam tifoid den!an
antibioti$ .emberian cairan dan alori yan! adeuat san!at pentin!$ .enderita demam tifoid serin!
menderita demam tin!!i, anoresia dan diare, sehin!!a eseimban!an cairan san!at pentin! diperhatian$
.emberian antipireti masih ontroversial, di satu piha demam diperluan untu efetifitas respons imun
dan pemantauan eberhasilan pen!obatan, namun di piha lain etautan aan ter"adinya e"an! dan
enyamanan ana ter!an!!u, serin! membutuhan pemberian antipireti$ Dian"uran pemberian
antipireti bila suhu di atas 7E,)JK$
Terapi dieteti pada ana den!an demam tifoid tida seetat penderita de,asa$ Maanan bebas serat dan
mudah dicerna dapat diberian$ %etelah demam turun, dapat diberian maanan lebih padat den!an alori
yan! adeuat$
.en!obatan terhadap demam tifoid den!an antibioti memerluan acuan data adanya an!a e"adian
demam tifoid yan! bersifat MD<$ .emberian ortiosteroid "u!a dian"uran pada demam tifoid berat,
misalnya bila ditemuan status esadaran delir, stupor, oma, ataupun syo$ Desametason diberian
den!an dosis a,al 7 m!?b66, diiuti den!an 1 m!?!66 setiap ; "am selama & hari$
.ence!ahan terhadap demam tifoid dilauan den!an memperbaii sanitasi lin!un!an dan perilau
sehari(hari, serta imunisasi secara atif den!an vasin terhadap demam tifoid$ 6eberapa "enis vasin telah
beredar di Indonesia saat ini$
.ence!ahan
%ecara umum, untu memperecil emun!inan tercemar %$typhi, maa setiap individu harus
memperhatian ualitas maanan dan minuman yan! merea onsumsi$%almonella typhi di dalam air
aan mati apabila dipanasi setin!!i )#JK untu beberapa menit atau den!an proses iodinasi?lorinasi$
+ntu maanan, pemanasan sampai suhu )#JK beberapa menit dan secara merata "u!a dapat mematian
uman %almonella typhi$ .enurunan endemisitas suatu ne!ara?daerah ter!antun! pada bai burunya
pen!adaan sarana air dan pen!aturan pembuan!an sampah serta tin!at esadaran individu terhadap
hi!iene pribadi$ Imunisasi atif dapat membantu menean an!a e"adian demam tifoid$
( Men"a!a ebersihan diri dan lin!un!an
( Maanan dan minuman dimasa den!an bai
( 9an!an sua "a"an sembaran!an$
Basin Demam Tifoid
%aat searan! dienal ti!a macam vasin untu penyait demam tifoid, yaitu yan! berisi uman yan!
dimatian, uman hidup dan omponen Bi dari %almonella typhi$ Basin yan! berisi uman %almonella
typhi hidup yan! dilemahan (Ty(&1a) diberian peroral ti!a ali den!an interval pemberian selan!
sehari, memberi daya perlindun!an ; tahun$ Basin ini diberian pada ana berumur diatas & tahun$
Basin yan! berisi omponen Bi dari %almonella typhi diberian secara suntian intramusular
memberian perlindun!an ;'(#'I selama 7 tahun$
MA/A<IA
Malaria adalah infesi parasit yan! disebaban oleh plasmodium yan! menyeran! eritrositdan ditandai
den!an ditemuannya bentu asesual di dalam darah$ Infesi malaria dapat memberian !e"ala berupa
demam, men!i!il, anemia, maupun hepatosplenome!ali$ Dapat berlan!sun aut maupun roni$
Etiolo!i
.enyebab malaria adalah plasmodium dari family plasmodidae$ .lasmodium men!alami pembiaan
asesual di hati dan eritrosit$ Bector malaria adalah nyamu Anopheles betina$ .lasmodium yan! ada di
Indonsia adalah .lasmodium viva> (malaria tertiana), plasmodium falciparum( malaria tropica),
plasmodium ovale (malaria ovale), dan plasmodium malariae (malaria uartana)$ Lan! palin! memberi
ompliasi adalah plasmodium falcifarum (-ari"anto,.aul =$)
Transmisi dan epidemioo!i
Infesi plasmodium pada manusia mulai bila nyamu men!!i!it manusia dan melepasnya sporo8oit e
dalam pembuluh darah$ Dalam ,atu uran! dari 2) menit aan menu"u hatidan seba!ian mati di darah$
Dalam hati dimulai peremban!an asesual$ Maa aannterbentu si8on hati yan!apabila pecah aan
men!eluaran mero8oid e dalam darah$ .$ovale dan.$malariae seba!ian parasit didalam hati aan
membentu hipno8oid yan! bertahan bertahun(tahun$ %etelah berada dalam eritrosit .arasit tumbuh dan
memaan hemo!lobin dan memetabolismenya men"adi pi!men hemo8oin$ Eritrosit yan! berparasit aan
men"adi lebih elastic dan lebih lon"on!$ .ada .$falcifarum dindin! eritrosit membentu ton"olan(nob)
yan! fun!sinya menempel pada endotel (adherens) dan rossettin!$(-ari"anto,.aul =$)
3ompliasi
.enderita dibedaan atas malaria rin!an (tanpa ompliasi) dan malaria berat (den!anompliasi)$
3riteria malaria den!an ompliasi menurut 0-O 1::' aun <ampen!an
MMalaria ota (!an!!uan esadaran)
MMalaria den!an e"an! berulan!
MMalaria den!an hiperpiresia (t a>iler G 2',)NK)
MMalaria den!an 5E Dehidrasi
MMalaria den!an perdarahan?DIK
MMalaria den!an anemia berat (-b F E !I)
MMalaria den!an iterus
MMalaria den!an !a!al !in"al
M 6lac ,ater fever ?hemo!lobinuri (%is,anto, /ina et Made %idia$1::#)
5e"ala 3linis
Manifestasi linis malaria ter!antun! pada imunitas penderita$ 6erat rin!annya infesidipen!aruhi oleh
"enis plasmodium, daerah asal infesi, umur, du!aan onstitusi !enetic,eadaan esehatan, nutrisi, dsb$
3eluhan prodromal dapat ter"adi sebelum ter"adi demam,berupa@ elesuan, malaise, sait epala, sait
belaan!,merasa nyeri di pun!!un!,nyeri sendi dan tulan!, demam rin!an, anoresia, perut tida ena,
diare rin!an$Malaria mempunyai arateristi demam periodic, anemi, dan splenome!ali$ 5e"ala
lasi adalah trias malaria4
M.eriode din!in4 men!!i!il$
M.eriode panas4 mua penderita men"adi merah,nadi cepat, panas badan tin!!ibererin!at,
M.eriode bererin!at4 penderita bererin!at banya dan panas badannya turun$
.enan!anan
%ecara !lobal 0-O menetapan obat malaria tanpa ompliasi den!an memaai obatAKT$ 5olon!an
artemisin dipilih seba!ai obat utama raena efetif men!atasi plasmodiumyan resisten terhadap
pen!obatan$ Dibeberapa daerah di Indonesia pen!obatan den!an obat standar masih dilauan
den!anpen!a,asan terhadap respon pn!obatan$(-ari"anto,.aul =$)