Anda di halaman 1dari 8

I.

PENDAHULUAN
Ketersediaan unsur hara di dalam tanah untuk kebutuhan tanaman
tergantung pada tingkat kesuburan tanah yang bersangkutan atau dengan perkataan
lain kesuburan tanah adalah kemampuan tanah untuk menyediakan hara bagi tanaman
dalam jumlah yang berimbang untuk pertumbuhan dan produksi.
Pertumbuhan dan perkembangan hidupnya, tanaman membutuhkan unsur
esensial yakni unsur hara makro (C, H, O, N, P, K, Ca, Mg dan S) yang dibutuhkan
dalam jumlah yang relatif banyak dan unsur mikro (Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo, Cl) yang
dibutuhkan tanaman dalam jumlah relatif sedikit (Finck, 1981).
Kebutuhan tanaman akan unsur hara dan ketersediaan hara di dalam tanah
sangatlah penting diketahui agar diperoleh produksi sesuai dengan yang diinginkan.
Salah satu indikator kesuburan tanah adalah ketersedian unsur hara yang
berkecukupan untuk kebutuhan pertumbuhan dan produksi tanaman.
Kebutuhan unsur hara bagi setiap tanaman berbeda-beda dan apabila
ketersediaannya di dalam tanah terlalu banyak atau terlalu sedikit akan berakibat
buruk bagi pertumbuhan tanaman. Unsur hara makro merupakan unsur harayang
dibutuhkan dalam jumlah besar dan harus tersedia unuk menunjang pertumbuhan
tanaman. Sedangkan unsur hara mikro merupakan unsur hara yang dibutuhkan
tanaman dalam jumalah kecil dan apabila jumlahnya terlalu banyak maka akan
menimbulkan gejala keracunan pada tanaman.
Salah satu unsur hara mikro adalah unsur Zn atau seng, meskipun tidak
dibutuhkan dalam jumlah besar namun unsur ini sangat berperan dalam menunjang
metabolism tanaman. Oleh karena itulah diperlukan pengetahuan mengenai efek dari
kekurangan dan kelebihan unsur hara Zn bagi tanaman. Sehingga dapat menerapkan
aplikasi unsur hara Zn dengan tepat bagi tanaman.





















II. MENGENAL UNSUR Zn
Zinc merupakan salah satu unsur kimia dengan simbol Zn, nomor atom 30,
dan menempati tempat pertama pada golongan XII unsur transisi di dalam tabel
periodik unsur. Secara kimia, zinc memiliki sifat yang mirip dengan magnesium (Mg)
karena memiliki ukuran atom yang hampir sama dengan bilangan oksidasi +2. Zinc
adalah logam yang putih-kebiruan, berkilau, dan bersifat diamagnetik logam ini
cukup mudah ditempa dan liat pada 110 - 150
o
C. Zinc melebur pada 410
o
C dan
mendidih pada 906
o
C. Dibandingkan dengan logam-logam lainnya, zinc memiliki
titik lebur dan tidik didih yang relatif rendah. Dan sebenarnya pun, titik lebur zinc
merupakan yang terendah di antara semua logam-logam transisi. Produser terbesar
dari zinc adalah Australia, Canada, Peru dan Amerika. Zinc sedikit kurang padat
daripada besi dan berstruktur kristal heksagonal. Hal ini menyebabkan mutu
komersial Zn tidak berkilau. Logam ini keras dan rapuh pada kebanyakan suhu,
namun menjadi dapat ditempa antara 100 sampai dengan 150 C. Di atas 210 C,
logam ini kembali menjadi rapuh dan dapat dihancurkan menjadi bubuk dengan
memukul-mukulnya. Pada umumnya, zinc berada di alam dalam bentuk
persenyawaan sulfida yaitu zinc sulfida (ZnS). Zinc digunakan secara luas untuk
menyepuh logam-logam lain dengan listrik seperti besi untuk menghindari karatan.
Zinc Sulfida digunakan dalam membuat tombol bercahaya, sinar-X, kaca-kaca TV,
dan bola-bola lampu fluorescent.

III. SIFAT KIMIA Zn
Zinc merupakan logam yang berwarna putih kebiruan, berkilau, dan bersifat
diamagnetik. Walau demikian, kebanyakan zinc mutu komersial tidak berkilau. Zinc
sedikit kurang padat daripada besi dan berstruktur kristal heksagonal. Logam ini
keras dan rapuh pada kebanyakan suhu, namun menjadi dapat ditempa antara 100
sampai dengan 150 C. Di atas 210 C, logam ini kembali menjadi rapuh dan dapat
dihancurkan menjadi bubuk dengan memukulmukulnya. Zinc juga mampu
menghantarkan listrik, walaupun tidak seefektif tembaga dan terbakar di udara pada
suhu tinggi merah menyala dengan evolusi awan putih oksida. Unsur ini juga
menunjukkan sifat yang sangat mudah dibentuk (superplasticity). Dibandingkan
dengan logam-logam lainnya, zinc memiliki titik lebur (420 C) dan tidik didih (900
C) yang relatif rendah.
Seng secara umum memiliki keadaan oksidasi +2. Ketika senyawa dengan
keadaan oksidasi +2 terbentuk, elektron pada kelopak elektron terluar s akan terlepas,
dan ion seng yang terbentuk akan memiliki konfigurasi [Ar]3d10. Hal ini
mengijinkan pembentukan empat ikatan kovalen dengan menerima empat pasangan
elektron dan mematuhi kaidah oktet. Stereokimia senyawa yang dibentuk ini adalah
tetrahedral dan ikatan yang terbentuk dapat dikatakan sebagai sp3. Pada larutan
akuatik, kompleks oktaherdal, [Zn(H2O)6]2+, merupakan spesi yang dominan.
Penguapan seng yang dikombinasikan dengan seng klorida pada temperatur di atas
285 C mengindikasikan adanya Zn2Cl2 yang terbentuk, yakni senyawa seng yang
berkeadaan oksidasi +1. Tiada senyawa seng berkeadaan oksidasi selain +1 dan +2
yang diketahui. Perhitungan teoritis mengindikasikan bahwa senyawa seng dengan
keadaan oksidasi +4 sangatlah tidak memungkinkan terbentuk.
Kebanyakan metaloid dan non logam dapat membentuk senyawa biner
dengan zinc, terkecuali gas mulia. Oksida ZnO merupakan bubuk berwarna putih
yang hampir tidak larut dalam larutan netral. Ia bersifat amfoter dan dapat larut dalam
larutan asam dan basa kuat. Kalkogenida lainnya seperti ZnS, ZnSe, dan ZnTe
memiliki banyak aplikasinya dalam bidang elektronik dan optik. Dalam larutan basa
lemah yang mengandung ion Zn2
+
, hidroksida dari zinc Zn(OH)
2
terbentuk sebagai
endapat putih. Dalam larutan yang lebih alkalin, hidroksida ini akan terlarut dalam
bentuk [Zn(OH)4]
2-
Salah satu contoh senyawa organic paling sederhana dari zinc
adalah senyawa asetat Zn(O2CCH3)
2
.










IV. DAMPAK KELEBIHAN DAN KEKURANGAN UNSUR HARA
MIKRO BAGI TANAMAN

A. KELEBIAHN UNSUR HARA MIKRO
Kebihan unsur hara mikro Zn pada tanaman tidak menimbulkan gejala yang
signifikan. Hal ini berarti apabila terjadi kelebihan unsur hara mikro Zn tidak akan
menimbulkan gejala keracunan bagi tanaman.

B. KEKURANGAN UNSUR HARA MIKRO Zn

Kekurangan unsur hara Zn pada tanaman dapat di identifikasi sejak awal.
Gejala yang tamapak antara lain, terjadinya pemendekan ruas-ruas batang, daun
tanaman menjadi kecil dan sempit, serta gejala klorosis di antara urat daun. Pada
tanaman buah seringkali tejadi kematian tunas muda dan kemudian gugur.







V. KESIMPULAN
Kelebiahan unsur Zn bagi tanaman tidak memberikan dampak yang
mengganggu pertumbuhan dan produksi tanaman. Namun, kekurangan unsur hara Zn
pada tanaman dapat menimbulkan gejala pemendekan ruas-ruas batang, daun
tanaman menjadi kecil dan sempit, serta gejala klorosis di antara urat daun. Pada
tanaman buah seringkali tejadi kematian tunas muda dan kemudian gugur.















TUGAS TERSTRUKTUR MATA KULIAH KIMIA
HUBUNGAN UNSUR Zn DENGAN PERTUMBUHAN TANAMAN










OLEH :
RIANTO
NIM A1L010260












KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2013