Anda di halaman 1dari 2

Etena atau etilena adalah senyawa alkena paling sederhana yang terdiri dari empat atom

hidrogen dan dua atom karbon yang terhubungkan oleh suatu ikatan rangkap. Karena ikatan
rangkap ini, etena disebut pula hidrokarbon tak jenuh atau olefin.
Pada suhu kamar, molekul etena tidak dapat berputar pada ikatan rangkapnya sehingga semua
atom pembentuknya berada pada bidang yang sama. Sudut yang dibentuk oleh dua ikatan
karbon-hidrogen pada molekul adalah 117, sangat dekat dengan sudut 120 yang
diperkirakan berdasarkan hibridisasi ideal sp2.
Etena digunakan terutama sebagai senyawa antara pada produksi senyawa kimia lain seperti
plastik. Etena juga dibentuk secara alami oleh tumbuhan dan berperan sebagai hormon. Ia
diketahui terutama merangsang pematangan buah dan pembukaan kuncup bunga

Karbon tetraklorida, tetraklorometana atau dikenal dengan banyak nama lain (lihat di bawah),
adalah senyawa kimia dengan rumus CCl
4
. Senyawa ini banyak digunakan dalam sintesis kimia
organik. Dulunya karbon tetraklorida juga digunakan dalam pemadam api dan refrigerasi, namun
sekarang sudah ditinggalkan. Pada keadaan standar (suhu kamar dan tekanan atmosfer), CCl
4
adalah
cairan tak berwarna dengan bau yang "manis
i s".
Metana adalah hidrokarbon paling sederhana yang berbentuk gas dengan rumus kimia CH
4
.
Metana murni tidak berbau, tapi jika digunakan untuk keperluan komersial, biasanya
ditambahkan sedikit bau belerang untuk mendeteksi kebocoran yang mungkin terjadi.
Sebagai komponen utama gas alam, metana adalah sumber bahan bakar utama. Pembakaran
satu molekul metana dengan oksigen akan melepaskan satu molekul CO
2
(karbondioksida)
dan dua molekul H
2
O (air):
CH
4
+ 2O
2
CO
2
+ 2H
2
O
Metana adalah salah satu gas rumah kaca. Konsentrasi metana di atmosfer pada tahun 1998,
dinyatakan dalam fraksi mol, adalah 1.745 nmol/mol (bagian per milyar), naik dari 700
nmol/mol pada tahun 1750. Pada tahun 2008, kandungan gas metana di atmosfer sudah
meningkat kembali menjadi 1.800 nmol/mol.
[4]