Anda di halaman 1dari 8

Seorang laki-laki usia 37 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan batuk berdahak

sejak 3 hari yang lalu. Keluhan batuk dirasakan sejak 3 bulan yang lalu, sekitar 1 bulan yang lalu
batuk dirasa makin parah. Batuk berdahak. Biasanya pasien minum obat dari warung setiap kali
batuk kemudian sembuh, namun kali ini batuknya tidak sembuh-sembuh. Batuk terus kambuh
kambuhan. Pasien merasa mudah lelah. Riwayat demam dibenarkan, terdapat riwayat penurunan
berat badan dan keringat pada malam hari. Riwayat hipertensi, DM, ASMA, dan alergi disangkal.
Riwayat keluhan serupa dikeluarga disangkal. Penderita memiliki riwayat merokok sejak 15 tahun
yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum pasien cukup, kesadaran compos
mentis, dan tanda vital dalam batas normal. Pada pemeriksaan thorak terdengar ronkhi basah
kasar, ronkhi basah halus. Suara dasar vesikuler menurun pada pemeriksaan penunjang foto
rontgen didapat kesan tuberkulosis paru.

Diagnosa:
Tuberkulosis Paru
I. Resep
R/ Rifampicin tab 450 mg no LX
S 1dd tab I
R/Isoniasid tab 300 mg No. LX
S 1dd tab I
R/ Pirazinamid tab 500mg No CLXX
S 1dd tab I
R/ Etambutol tab 250 mg No. CLXX
S 1dd tab I

Pro : Tn X (37 thn)

Aktor:
1. Pasien : adi
2. Keluarga pasien : faisal
3. Apoteker : fuad
4. Dokter : heru
5. Asisten apoteker : toro








Scane I
Pasien : Pagi dok....
Dokter : Pagi dengan bapak Adi..?
Pasien : iya dok...
Dokter : ada yang bisa saya bantu dok, ada keluhan apa??
Pasien : Begini Dok, saya batuk berdahak sejak 3 hari yang lalu namun biasanya setelah minum
obat diwarung batuk saya sembuh Dok, dan untuk beberapa hari ini tidak sembuh-
sembuh Dok Ngga tau kenapa..Bagaimana ya dok??
Dokter : Mari pak sini saya periksa dulu ya??...(Diagnosa TBC namun belum yakin)..bapak sering
batuk tidak? Sudah berapa lama kira- kira pak??
KP : bapak saya sudah batuk batuk terus selama 3 bulan terakhir dok.. biasanya Cuma
minum obat batuk biasa yg di beli di warung, kadang sembuh kadang tidak, tapi satu
bulan terakhir batuknya makin parah dan sering kambuh.
Dokter : Ohhh,, ya sudah pak sudah selesai saya periksa..(Sambil membangunkan Pasien)
emmm..selain batuk apa lagi yang dirasakan pak??
Pasien : yang saya rasakan gini dok setiap malam saya berkeringat dan juga BB saya turun??
Dokter : melihat gejala yang bapak rasakan dan hasil pemeriksaan diagnosa awal saya, bapak
menderita TB paru.
KP : TB Paru??? Subhanallah, parah tidak dok?
Dokter : iya, bapak adek menderita TB paru, namun masih belum pasti, untuk memastikannya
lebih baik periksa rotgen dan tes lab dulu,, ini surat rujukan buat uji labnya, silakan ke
ruang rotgen sebelah..
Pasien : Baik dok.
Setelah beberapa menit pasien datang dan membawa hasil rongten yang diminta dokter tadi.
Pasien : Pagi dok, ini tadi hasil rongten dan tes Labnyaa.
Dokter : Baik pak,(memeriksa hasil rotgen dan tes lab) dari hasil Rongten paru-paru dan hasil lab
ternyata bapak positif menderita TB Paru.
KP : astaghfirullah,, jadi bapak saya positif sakit TB paru dok??
Dokter : iya, dari hasil rongten dan uji lab. Bapak adek positif TB. Namun masih belum terlalu
parah dan bisa disembuhkan..
KP : ko bapak saya bisa kena TB kenapa ya dok?
Dokter : jadi gini Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan
oleh infeksi bakteri yang menyerang paru-paru, bisa karena tertular oleh
orang yang TB maupun infeksi laen.. bisa juga diperparah oleh rokok.. bapak
merokok??
Pasien : iya dok saya perokok sudah 15 tahun...
KP : nah.. tuh pak, makanya jangan rokok terus mending uangnya buat saya
saja dari pada buat beli rokok hehehe (bercanda ke bapaknya)
Dokter : heheh.. bener apa kata anak bapak, lebih baik merokoknya dikurangin pak...
(menyerahkan resep) Ini pak saya tuliskan resep obatnya untuk mengobati TB
bapak, ini terdiri dari 4 jenis obat yang diminum 1 kali sehari, obat ini untuk jangka
waktu 2 bulan, agar bisa sembuh bapak harus rutin meminum obat ini. dan setelah
2 bulan lagi bapak kontrol ya buat monitoring... resepnya silahkan ditebus di apotek
sebelah pak...
Pasien : Baik Dok, terimkasih.
Dokter : Ya pak sama-sama lekas sembuh ya pak..

Scene 2
Pasien dan KP datang ke apotek untuk menebus obat....
AA : selamat sore pak? Ada yg bisa saya bantu....
Pasien : iya mas, saya mau menebus resep dari dokter X (pasien memberikan resep kepada AA)
AA : sebentar ya pak... (masuk ke dalam, menemui apoteker)

Di ruang apoteker..................
AA : pagi pak,,,
Apoteker : ya pagi mas, ada apa?
AA : ini ada pasien mau menebus resep, sepertinya pasien menderita TB
Apoteker : coba mas saya lihat resepnya (melakukan skrining resep, iya benar ini resep untuk
pasien TB...
Apoteker dan AA keluar menemui pasien
Apoteker : Tn X......???
Pasien : iya pak, ada apa?
Apoteker : selamat pagi pak, dengan tn X?
Pasien : iya pak, saya
Apoteker : perkenalkan saya apoteker di apotek sini, ini resep untuk bapak?
Pasien : iya pak, ini resep buat saya, tadi saya periksa ke dokter X,
Apoteker : owh, jadi gini pak, ini obat untuk jangka waktu dua bulan, mau diambil semua atau
separuh dulu?
Pasien : diambil setengahnya aja dulu apa ya pak,
Apoteker : owh,,, ya boleh pak, tapi nanti kalo mau habis bapak harus segera menebus resep
ini di sini,......
Pasien : iya baik pak..
Apoteker : (memanggil AA), mas toro tolong ambilkan obat yang ada di resep ini setengah
resep dan jangan lupa buatkan copy resepnya...
AA : baik pak
Apoteker : Oh iya Bapak, maaf apakah Bapak ada waktu sebentar untuk konseling? Untuk
menjelaskan mengenai sakit Bapak dan obat-obat Bapak, supaya pengobatan Bapak jadi lebih
optimal.. bagaimana Bapak?
Pasien : iya boleh pak,

Beberapa menit kemudian di ruang konseling.....
Apoteker : silakan duduk pak n dek...
Pasien dan KP : terimakasih pak..
Apoteker : maaf sebelumnya bisa bapak ceritakan gejala yg bapak rasain selama ini apa ya
pak??
Pasien : saya batuk batuk terus selama 3 hari ini pak, udah hampir 3 bulan belakangan ini
saya batuk batuk, dan 1 bulan terakhir batuknya sering kambuh dan krasa makin parah...
Apoteker : batuk berdahak atau kering pak? Adakah gejala lain yang dirasakan?
Pasien : berdahak pak, gejala lain yang dirasa??? Ehhhhmmmm... oya saya sering
berkeringat di malam hari padahal saya tidak beraktivitas apapun, dan selama 3 bulan terakhir
kata orng2 di rumah keliatan tambah kurus...
Apoteker : ooohhh... sebelumnya udah diobatin pak?
Pasien : biasanya saya nyuruh anak saya buat beli obat batuk di warung pak... iya kan de?
KP : iya pak saya biasa membelikan obat batuk buat bapak saya, masalahnya beliau
sering sekali kambuh batuknya...
Apoteker : biasanya beli obat apa ya mas?
KP : lupa dok, gonta ganti si....
Apoteker : owhh... jadi setelah minum obat2an itu yang dirasain bagaimana pak?
Pasien : kadang sembuh pak, tapi 1 bulan terakhir saya krasa malah tambah parah
batuknya jadi saya tadi ke dokter dan di beri resep itu....
Apoteker : Oh iya Bapak, sebelumnya dokter bilang apa ya Pak tentang penyakit Bapak atau
tentang obat yang diresepkan?
Pasien : tadi dokter bilang saya terkena penyakit TB pak, dan dokter Cuma menyampaikan
kalo minum obat harus rutin dan teratur karena pengobatan cukup lama...
Apoteker : iya benar pak, ini obat memang buat mengatasi penyakit TB dan cukup lama
proses pengobatannya. Sebelumnya bapak sudah tau belum TB itu penyakit seperti apa?

AA masuk ke ruang konseling untuk menyerahkan resep
AA : ini pak obat dan copy resepnya....
Apoteker : iya terimakasih mas...

Apoteker : bagaimana pak tadi??
Pasien : setau saya penyakit TB itu turunan dan kutukan soalnya batuknya keluar darah
pak... di kampung saya mitosnya seperti itu.... dan orng orng jaga jarak sama pasien TB..
Apoteker : hehehe... bukan bapak,,, TB itu penyakit menular langsung yang disesbabkan
infeksi bakteri yang menyerang paru-paru.... jadi mitos itu sebenarnya kurang tepat...
Pasien : ohh jadi bukan penyakit keturunan dan kutukan ya pak?? Berarti bisa menular ke
anak saya donk pak??? waduuuhhhhhhh
Apoteker : bahwa kuman TB dapat menyebar ke udara waktupenderita bersin atau
batuk. Orang disekeliling penderita dapat tertular karena menghirup udara yang
mengandung kuman TB. Oleh karena itu, penderita harus menutup mulut bila batuk atau
bersin dan jangan membuang dahak disembarang tempat. Jelaskan pula bila ada anggota
keluarga yang menunjukkan gejala TB (batuk, berat badan menurun, kelesuan, demam,
berkeringat malam hari, nyeri dada, sesak nafas, hilang nafsu makan, batuk dengan
dahak campur darah), sebaiknya segera memeriksakan diri ke unit pelayanan kesehatan

KP : itu pak di dengerin, jadi bapak bisa menjaga ibu adek n mamas biar ga tertular,
kami sekeluarga tetep suport ko pak,,, ga ninggalin n ngejauhin bapak...
Apoteker : tidak usah khawatir bapak, selama proses pengobatan bapak patuh meminum
obat dan berperilaku hidup bersih insyaallah penyakit bapak bisa sembuh dan keluarga bapak
tidak tertular TB
Pasien : terimakasih ya pak
Apoteker : jadi ini obatnya pak,,, ini ada 4 macam obat (menunjukan satu persatu obatnya)
(menunjukan isoniazid, rifampisin, pirazinamid, etambutol) ini obatnya
diminum satu kali sehari ya pak dan kalo bisa di jam yang sama (semisal jam
8 pagi). Kalau di resep kan untuk 2 bulan, dan bapak ngambil setengahnya
jadi ini obat untuk satu bulan dulu...kunci pengobatan ini yaitukepatuhan
bapak minum obat...
Pasien : lama ya mas,, 1 bulan minum obat trz, kalo lupa gmn pak?
Apoteker : jika jarak waktu antara ingat harus minum lebih dekat dengan jadwal
seharusnya , maka segera minum obat, namun jika jarak waktu ingat minum
obat lebih dekat dengan jawal berikutnya, maka minum obat seseuai jadwal
berikutnya.
Akibat tidak minum obat. apabila obat tidak diminum secara
teratur,misalnya pengobatan akan gagal atau obat yang ada tidak akan
mampu lagi mengobati penderita. Jika terjadi demikian, maka diperlukan
obat yang lebih mahal dan belum tentu tersedia di tempat pengambilan obat
biasanya.
Pasien : saya masih bingung pak,
Apoteker : jadi begini pak Misalnya jika minum obat pada jam 8 pagi, tetapi ingat pada
jam 18 sore, sedangkan jam minum berikutnya adalah jam 8 pagi
berikutnya, maka segera sesudah jam 18 minum obat yang seharusnya
diminum hari tersebut. Sebaliknya, jika ingat mau minum obat baru pada
jam 22 malam, maka minum obat berikutnya adalah jam 8 besok pagi.
Pasien : owh jadi begitu ya pak, insyaallah saya sesuai jadwal
Apoteker : iya sebainya emang sesuai jadwal pak, adek juga batu ingetin bapaknya ya agar ga
lupa minum obat....
KP : siap pak!!!
Apoteker : Simpan OAT ditempat yang mudah dilihat agar tidak lupa menelan sebagai
contoh di dekat meja makan atau tempat tidur namun jangan disimpan
ditempat yang lembab dan panas seperti dapur, dekat kamar mandi atau
jendela yang terkena cahaya matahari langsung agar OAT tidak rusak,
sebab OAT tidak tahanterhadap lembab dan panas serta jauhkan OAT dari
jangkauan anak anak.
Pasien : kalo obat yang rusak itu seperti apa pak?
Apoteker : tanda-tanda OAT yang rusak (tablet berubah warna, lembab, pecah,
lapisan alumunium penutup tablet bocor; Serbuk dalam bungkus lembab,
berubah warna, lengket.
Pasien : owh... jadi disimpan di tempat yang mudah terlihat dan tidak lembab ya pak





Apoteker :




























Apoteker : sudah cukup jelas bapak,, ada yang mau di sampaikan?? Kalo tidak bisa kah bapak
merieview point@ penting yang saya sampaikan tadi??
Pasien : (pasien merievew yg dijelaskan apoteker)
Apoteker : ya terima kasih pak sudah menjelaskan kembali. Jadi intinya pengobatan TBC itu
bergantung pada kepatuhan pasien meminum obat dan perlu peran serta orang terdekat untuk
mensukseskan terapi. Dan jangan lupa ya pak, kalo obat sudah hampir habis sebaiknya secepatnya
menebus obatnya lagi
Pasien : terimakasih pak
Apoteker : iya sama-sama pak, semoga lekas sembuh ya pak