Anda di halaman 1dari 19

TEKNOLOGI PEMBUATAN

BETON
TEKNOLOGI BAHAN 2

RETNO ANGGRAINI
TAHAPAN PEMBUATAN BETON
ANALISA BAHAN
MIX DESAIN
PENCAMPURAN
PENCETAKAN
PERAWATAN
MATERIAL PENYUSUN BETON
BAHAN PEMBENTUK BETON
1. AGREGAT HALUS
2. AGREGAT KASAR
3. SEMEN
4. AIR
5. ADITIV/ BAHAN TAMBAHAN

Untuk material tersebut agar dapat digunakan sabagai
bahan penyusun beton yang dapt menghasilkan kualitas
beton yang cukup bagus maka masing masing bahan
tersebut harus lolos syarat uji material yang telah
ditetapkan


AGREGAT HALUS (PASIR)
Agregat halus adalah material yang memiliki ukuran
butiran kurang dari 5mm (lolos ayakan 4,76 mm)
Dapat berupa pasir alam atau berupa pasir buatan yang
berasal dari sisa/limbah dari mesin pemecah batu
Agar agregat halus tersebut dapat menghasilkan mutu
beton sesuai yang direncanakan maka harus dilakukan
penganaalisaan
Analisa yang dilakukan
1. Analisa Ayakan (Penyebaran Butiran)
2. Berat jenis
3. Penyerapan
4. Berat Volume
5. Kadar Air

SYARAT AGREGAT HALUS
Tidak mengandung lumpur > 5%
Gradasi bisa menyebar cukup rata.(Well
graded) harus masuk pada zone gradasi
yang telah ditentukan
Modulus Kehalusan (Finess Modulus)
berkisar 2,3-3,1 (ASTM C35-37)
Analisa Ayakan
Analisa ayakan dilakukan untuk mengetahui
penyebaran ukuran butiran (gradasi) dari
agregat halus
Agregat halus dapat terdiri dari partikel dgn
ukuran butiran yang bervariasi
Agregat yang bagus adalah jenis agregat yang
distribusi ukuran butiranya (gradasi) menyebar
rata sehingga dapat membentuk ikatan yang
ckp bagus dlm mengisi pori yang muncul saat
pencampuran beton
METODE ANALISA AYAKAN
PERALATAN
Timbangan
Satu set ayakan
Mesin Pengguncang
dll
Cara
1. Menyusun ayakan dari nomer
ayakan terkecil dibawah hingga
terbesar diatas
2. Menimbang Pasir
3. Memasukkan dlm ayakan
4. Menggetarkan ayakan
5. Menimbang sisa material diatas
msg2 ayakan
6. Memploting sisa pasir pada
grafik zone ayakan
7. Menentukan fine modulus dan
zone pasir
Zone Agregat Halus
Untuk agregat Halus Jenis gradasi Pasir
yang dapat diijinkan sebagai bahan
campuran beton dibedakan menjadi 4
zoning

Diameter ayakan
% lolos
Analisa Berat Jenis
Untuk mengetahui berat jenis curah dan berat jenis jenuh
kering permukaan dari agregat yang akan digunakan .
Berat jenis curah adalah perbandingan antara agregat
kering dan berat air suling yang isinya sama dgn isi
agregat dlm keadaan jenuh pd suhu 25o
Berat jenis jenuh kering permukaan adalah perbandingan
antara berat agregat kering permukaan jenuh dan berat
air suling
Berat jenis semu adalah perbandingan antaraberat
agregat kering dgn air suling.
Analisa Penyerapan Air Agregat
Halus
Untuk mengetahui kadar penyerapan air dari
agregat halus
Merupakan perbandingan antara berat air yang
dapat diserap pori terhadap berat agregat
kering (%)
Untuk agregat yang memiliki pori yang tinggi
maka kadar penyerapanya cukup besar dan ini
dapat menurunkan mutu beton
Berat Volume
Untuk mengetahui nilai berat isi dari agregat
Berat isi pasir adalah perbandingan antara
berat pasir dengan volume ukur
Nilai berat isi agregat dipengaruhi oleh gradasi
butiran agregat
Bila bentuk butiran agregat bulat, maka
gesekan antara butiran kecil dan nilai berat
volume menjadi besar. Begitu sebaliknya.
Kadar Air
Untuk mengetahui prosentase kadar air
yang dikandung agregat
Kandungan Air agregat :
1. Kandungan air serapan
kandungan air yg diserap pori
2. Kandungan air permukaan
kandungan air yang menempel di
permukaan
AGREGAT KASAR (KERIKIL)
Agregat halus adalah material yang memiliki
ukuran butiran lebih dari 5mm (tertahan
ayakan 4,76 mm)
Analisa yang dilakukan
1. Analisa Ayakan
2. Berat Jenis
3. berat Volume
4. Penyerapan
5. Kadar Air
Berguna untuk proses mix desain
SYARAT AGREGAT KASAR
Tidak mengandung lumpur > 1%
Gradasi bisa menyebar cukup rata.(Well
graded) harus masuk pada zone gradasi
yang telah ditentukan
Modulus Kehalusan (Finness Modulus)
berkisar 7,49-9,55 (ASTM C35-37)
Analisa Ayakan Agregat Kasar
Metode penganalisaan Agregat Kasar
sama dengan penganalisaan agregat
halus.
Perbedaan adalah pada dimensi ayakan,
yaitu > 4,76 mm. Dan berat material
sampel lebih besar dari pasir (10 kg)
Sistem Zoning untuk agregat kasar
terdiri dari 3 zoning
SEMEN
Semen memiliki berbagai macam jenis
Pemilihan tipe semen bisa disesuaikan dgn
kebutuhan
Type semen :
T.1. keperluan umum
T.2 tahan terhadap sulfat
T.3 kecepatan mengeras tinggi
T.4 tahan terhadap sulfat sangat tinggi
AIR
Air yang dapat digunakan dalam pembuatan
campuran beton adalah jenis air kerja yang
tidak boleh mengandung bahan yang
membahayakan seperti SO4 dll
Dimana ada pengujian yang dilakukan
terhadap kualitas air. Utk mengetahui
berapakah kandungan senyawa yang ada di
dlm air.
Biasa digunakan air PDAM yang sdh teruji
kandungan zat2 yg berbahaya
BAHAN TAMBAHAN
Bahan tambahan (aditiv) adalah bahan
yang ditambahkan untuk mencapai
tujuan tertentu dalam pembuatan beton
Tujuan tertentu : Mengeras sangat
cepat, mengeras lambat, meningkatkan
workability, dll
Tipe bahan aditiv terdiri dari 6jenis.
(A,B,C,D,E,F)
TUGAS