Anda di halaman 1dari 11

Prosedur Penggunaan

Dalam uraian tentang prosedur pengoperasian generator audio akan dijelaskan cara
menghubungkan Generator dengan Osiloskop, antara lain :
1. Siapkan signal audio generaror di atas meja yang dekat dengan stopkontak jaringan
PLN.
2. Pasangkan udio Generator pada stop kontak tersebut.
3. Nyalakan signal dengan menghidupkan tombol po!er.
4. Setelah itu siapkan osiloskope.
5. "ubungkan keluaran signal dengan osiloskope pada bagian keluaran beban #$$ Ohm.
tau bisa juga dengan menggunakan kabel daya biasa, dengan cara menghubungkan
kabel daya yang telah terhubung pada terminal keluaran utama generator tersebut
dengan penjepit buaya pada osiloskop yang telah terhubung pada input osiloskop.
Nyalakan osiloskope dan tunggu sampai keluar bentuk pola gelombang keluarannya.
6. tur bentuk tayangan gelombang dengan mengeset osiloskope pada posisi yang mudah
diamati.
7. Putar pengatur %rekuensi signal sambil memperhatikan bentuk gelombang. pakah
terjadi perubahan. &ika ya berarti signal sudah dapat bekerja dengan baik.
Judul : Penggunaan Audio Frequency Generator (AFG)
A. TUJUAN :
a. 'ampu mengidenti%ikasi %ungsi beberapa tombol kontrol pada panel udio
(re)uency Generator *(G+ dengan benar.
b. 'ampu memahami beberapa penggunaan dari udio (re)uency Generator
*(G+.
c. 'ampu mempersiapkan dan menggunakan udio (re)uency Generator *(G+
dalam pengukuran dengan benar.
B. ALAT DAN BAHAN
,. -.O , buah
/. (G , buah
0. 1oltmeter elektronik , buah
2. .angkaian penguat , buah
3. Probe -.O model P- /, , buah
#. Dummy load, ,# Ohm, ,3 4att , buah
5. 6ertas semi logarithmic , buah
C. LANGAH !"JA
#$ Pengu%uran %ara%teristi% in&ut'out&ut &enguat
1. Dalam pengukuran karakteristik input7output penguat ini dilakuka dengan cara sebagai
berikut :
2. Siapkan rangkaian percobaan seperti pada gambar /.0
3. tur %rekuensi (G pada nilai ,.$$$"8, dengan bentuk gelombang sinus.
4. 9egangan input , 1rms.
5. Naikkan tegangan input mulai dari nol sehingga sampai muncul tegangan pada dummy
load ,# Ohm yang terpasang pada output penguat.
6. :uatlah kur;a hubungan antara tegangan output terhadap kenaikan
7. tegangan inputnya.
8. "itunglah nilai penguatan tegangan *;+, dimana ; < /$ log *=out>=in+.
($ Pengu%uran )re%uensi res&ons
Dalam pengukuran %rekuensi respons penguat ini dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1. Lakukan setting7up -.O dengan benar.
2. Lakukan kalibrasi tegangan dengan benar.
3. Siapkan (G dengan bentuk signal sinus, %rekuensi , 6"8. tur tegangan
output (G sehingga tegangan yang dihasilkan pada output penguat
4. # 1p7p pada layar -.O.
5. tur %rekuensi (G dari /$ "8 sampai /$$ 6"8 dengan menjaga tegangan
output (G tetap stabil.
6. Dengan mengamati tegangan output penguat, yang tegangan inputnya
di;ariasikan dari langkah */.d+, isikan data percobaan pada 9abel
D. TAB!L HA*+L P!NGA,ATAN
9abel Pengamatan %rekuensi respons penguat.
(rekuensi
*"8+
1output
*1olt+
;
*d:+
f
L
f
H
3$
1 | P a g e
#$
5$
?$
@$
,$$
,.$$$
/.$$$
0.$$$
2.$$$
3.$$$
#.$$$
5.$$$
?.$$$
@.$$$
,$.$$$
Judul : ,!N!NTUAN G!L-,BANG "ANGA+AN
A. Tu.uan Pra%ti%u/
1. 'ahasis!a dapat menampilkan gelombang pada osiloskop
2. 'ahasis!a dapat menggunakan audio generator pada rangkaian P-: yang
telah ditentukan.
3. 'ahasis!a dapat menghitung gelombang rangkaian P-: yang ditampilkan
oleh audio generator.
B. Landasan Teori
osiloskop digunakan untuk melihat bentuk sinyal yang sedang diamati. Dengan
osiloskop maka kita dapat mengetahui berapa %rekuensi, periode dan tegangan dari sinyal.
Dengan sedikit penyetelan kita juga bisa mengetahui beda %asa antara sinyal masukan dan
sinyal keluaran.
Dua bagian utama pada osiloskop yitu display dan panel kontrol. Display menyerupai
tampilan layar tele;isi hanya saja tidak ber!arna !arni dan ber%ungsi sebagai tempat sinyal
uji ditampilkan. Pada layar ini terdapat garis7garis melintang secara ;ertikal dan hori8ontal
yang membentuk kotak7kotak dan disebut di;. rah hori8ontal me!akili sumbu !aktu dan
garis ;ertikal me!akili sumbu tegangan. Panel kontrol berisi tombol7tombol yang bisa
digunakan untuk menyesuaikan tampilan di layar.
:eberapa tombol pengatur yang penting :
1. Antensitas B mengatur intensitas cahaya pada layar. Sebaiknya dijaga agar tombol
intensitas ini tidak pada kedudukan maksimum
2. (ocus : mengatur ketajaman gambar yang terjadi pada layar
3. "ori8ontal dan ;ertikal : mengatur kedudukan gambar dalam arah hori8ontal dan
;ertikal
4. 1ol>di; *atau ;olts>cm+, ada / tombol yang konsentris. 9ombol ditempatkan pada
kedudukan maksimum ke kanan *searah dengan jarum jam+ menyatakan osiloskop
dalam keadaan terkalibrasi untuk pengukuran. 6edudukan tombol di luar menyatakan
besar tegangan yang tergambar pada layar perkotak *per cm+ dalam arah ;ertikal
5. 9imeCdi; *atau time>cm+, ada tombol yang konsentris. 9ombol di tengah pada
kedudukan maksimum ke kanan *!earah dengan jarum jam+ menyatakan osiloskop
dalam terkalibrasi untuk pengukuran. 6edudukan tombol diluar menyatakan %actor
keadaan pengali untuk !aktu dari gambar pada layar dalam arah hori8ontal
6. Sinkronisasi : mengatur supaya pada layar diperoleh gambar yang tidak bergerak
7. Slope : mengatur saat trigger dilakukan, yaiu pada !aktu sinyal naik *D+ atau pada !aku
sinyal turun *7+
8. 6opling : menunjukkan hubungan dengan sinyal searah atau bolak7balik
9. .igger E=FtG atau EAntG :
10. =Ft : trigger dikendalikan oleh rangkaian di luar osiloskop. Pada kedudukan ini %ungsi
tombol EsinkronisasiG, EslopeG dan EkoplingG
Persia&an Perco0aan :
Langkah a!al pemakaian yaitu pengkalibrasian. Hang pertama kali harus muncul di layar
adalah garis lurus mendatar jika tidak ada sinyal masukan. Hang perlu disetel adalah %okus,
intensitas, kemiringan, F position, dan y position. Dengan menggunakan tegangan re%erensi yang
terdapat di osiloskop maka kita bisa melakukan pengkalibrasian sederhana. da dua tegangan
re%erensi yang bisa dijadikan acuan yaitu tegangan persegi / 1pp dan $./ 1pp dengan %rekuensi ,
6"8. Setelah probe dikalibrasi maka dengan menempelkan probe pada terminal tegangan acuan
2 | P a g e
maka akan muncul tegangan persegi pada layar. &ika yang dijadikan acuan adalah tegangan / 1pp
maka pada posisi , ;olt>di; * satu kotak ;ertikal me!akili tegangan , ;olt+ harus terdapat nilai
tegangan dari puncak ke puncak sebanyak dua kotak dan untuk time>di; , ms>di; * satu kotak
hori8ontal me!akili !aktu , ms + harus terdapat satu gelombang untuk satu kotak. &ika masih
belum tepat maka perlu disetel dengan potensio yang terdapat di tengah7tengah knob pengganti
1olt>di; dan time>di;. tau kalau pada gambar osiloskop diatas berupa potensio dengan label
I;arI.
C. Alat dan 0a1an
1. oscilloscope
2. Po!er Suply
3. udio Generator
4. .angkaian P-: yang telah ditentukan
5. 'ultitester
D. Prosedur &ra%ti%u/
1. Siapkan peralatan yang akan digunakan.
2. Siapkan rangkaian P-: yang akan diukur.
3. -alibrasi osciloscope.
4. tur %re)uensi yang akan diukur pada udio Generator.
5. tur 1olt>di; untuk menentukan mplitudo dan 9ime>di; untuk menentukan
%re)uensi.
6. "itunglah mplitudo, Perioda, (re)uensi, 1m, 1rms, dstnya sesuai dengan
gelombang yang ditampakkan pada osciloscope.
7. "ubungkan po!er suply ke rangkaian P-: lalu hubungkan lagi ke
osciloscope.
8. Lihatlah gelombang yang ditampilkan dan hitunglah mplitudo, Perioda,
(re)uensi, 1m, 1rms.
9. 6emudian hubungkan audio generator ke rangkaian P-: lalu hubungkan
lagi ke osciloscope.
10. Lihatlah gelombang yang ditampilkan dan hitunglah mplitudo, Perioda,
(re)uensi, 1m, 1rms seperti sebelumnya.
11. -atatlah hasil pengukuran tersebut.
E. Hasil &engu%uran
(in 1out keterangan
,$ "8 < , 1p 7 p
,$$ "8 < , 1p 7 p
,$$$ "8 < , 1p 7 p
Judul : ,!N!NTUAN B!DA FA*A G!L-,BANG
A. TUJUAN
1. 'empelajari cara kerja generator sinyal
2. 'engukur beda %asa gelombang
B. LANDA*AN T!-"+
*inyal Generator
udio generator merupakan suatu alat yang menghasilkan sinyal>gelombang sinus *ada
juga gelombang segi empat, gelombang segi tiga+ dimana %rekuensi serta amplitudnya dapat
diubah7ubah. Pada umumnya dalam melakukan praktikum .angkaian =lektronika
*.angkaian listrik+, audio generator ini dipakai bersama7sama dengan osiloskop, beberapa
tombol>saklar pengatur yang biasanya terdapat pada generator ini adalah:
- Sakalar daya : mengatur terhubung atau tidaknya generator tersebut pada sumber daya
listrik *on7o%% s!ich+
- .ange : merupakan %aktor pengali untuk %rekuensi yang ditunjukkan
- (rekuensi : menunjukkan angka tertentu yang bila dikalikan dengan ErangeG akan
menyatakan harga %rekuensi kerja yang diinginkan
- Le;el : mengatur amplitudo tegangan output yang bila dikehendaki *biasanya ada /
tombol yang mengatur secara EkasarG dan EhalusG.
C. ALAT DAN -,P-N!N 2ANG D+P!"LUAN
1. Osiloskop
3 | P a g e
2. Sumber daya searah
3. udio generator
4. 6it praktikum
5. 'ultimeter
D. Lang%a1 er.a :
1. tur audio generator pada %rekuensi , k"8 gelombang sinus, dengan tegangan
sebesar / ;olt peak to peak
2. "ubungkan audio generator sinyal ini dengan input rangkaian penggeser %asa pada
kit Listrik 'agnet *rangkaian .-+
3. Jkur beda %asa antar sinyal input dan output rangkaian penggeser %asa dengan
menggunakan osiloscop Edual traceG
4. mati untuk beberapa kedudukan potensio . *tanyakan pada asisten+
Judul: TABUNG "!*-NAN*+
A. Tu.uan :
'enentukan cepat rambat bunyi di udara
B. Landasan Dasar
Peristi!a resonansi merupakan peristi!a bergetarnya suatu sistem %isis dengan
nilai %rekuensi tertentu akibat dipengaruhi oleh sistem %isis lain *sumber+ yang bergetar
dengan %rekuensi tertentu pula dimana nilai kedua %rekuensi ini adalah sama. Peristi!a ini
dapat kita amati dengan menggunakan kolom udara. 6olom udara dapat dibuat dengan
menggunakan tabung yang sebagian diisi air, sehingga kita dapat mengatur panjang kolom
udara dengan menaik7turunkan pemukaan air pada tabung. Sistem %isis sumber adalah audio
generator yang dapat menghasilkan gelombang bunyi dengan nilai %rekuensi ber;ariasi,
sedangkan sistem %isis yang ikut bergetar adalah molekul7molekul udara yang berada dalam
kolom. Gelombang bunyi yang terbentuk dalam kolom udara memiliki nilai panjang
gelombang tertentu yang memenuhi hubungan , dimana :
K < panjang gelombang bunyi
v < cepat rambat bunyi di *kolom+ udara
f < %rekuensi gelombang bunyi < %rekuensi
&ika kita mengetahui nilai %rekuensi sumber, maka pada saat resonansi tersebut kita
dapat menentukan nilai cepat rambat bunyi di udara. udara yang bergetar karena ;ariasi
tekanan. Gelombang yang terbentuk dalam kolom udara merupakan gelombang bunyi
berdiri. Peristi!a resonansi terjadi saat %rekuensi sumber nilainya sama dengan %rekuensi
gelombang bunyi pada kolom udara yang dicirikan dengan terdengarnya bunyi yang paling
nyaring *amplitudo maksimum+.
&ika kita mengetahui nilai %rekuensi sumber, maka pada saat resonansi tersebut kita dapat
menentukan nilai cepat rambat bunyi di udara.
Peristi!a resonansi yang dapat terjadi le!at alat yang ditunjukkan oleh gambar ,
bisa lebih dari satu kali. "al ini dapat dilakukan dengan cara mengubah ketinggian kolom
udara dengan cara menurunkan permukaan air dalam tabung seperti ditunjukkan pada
gambar /. Syarat terjadinya resonansi untuk sistem ini adalah

dimana L < panjang tabung , dan n < ,, 0, 3, L
"al yang perlu diperhatikan adalah kita tidak dapat menentukan secara pasti letak perut
simpangan yang terjadi pada gelombang bunyi dalam tabung, sehingga kita perkenalkan
%aktor koreksi ujung tabung L. &ika resonansi pertama terjadi pada panjang tabung L, maka:
dan jika resonansi kedua terjadi pada panjang tabung L/ maka
4 | P a g e
9abung juga akan beresonansi pada panjang L yang lain sesuai dengan rumusan 0./ dengan
nilai n ganjil.
C. Alat dan Ba1an:
1. Statip dengan tinggi ,$$ cm dan diameter ,.? cm , buah
2. -apit buaya *logam+ / buah
3. 9abung kaca resonansi berskala, panjang ?$7,$$ cm, diameter 072 cm , buah
4. -orong penampung air *1olume ,,3 liter+ , buah
5. Selang plastik *lentur+, panjang / m, diameter / cm , buah
6. Speaker , buah
7. udio generator
8. ir secukupnya
D. LANGAH !"JA
Rangkailah alat-alat eksperimen seperti pada gambar 3.1.
#$ ,enentu%an &an.ang gelo/0ang 0unyi dengan )re%uensi teta&
a. 9entukan nilai %rekuensi sumber getar yang akan diberikan pada tabung dengan
menggunakan audio generator, bila anda ragu diskusikan dengan asisten>dosen.
b. Nyalakan audio generator, atur panjang kolom udara dengan cara menaik7turunkan corong
air secara perlahan sampai tabung resonansi merespon getaran audio generator sehingga
terdengar bunyi yang paling nyaring. Jkur ketinggian kolom udara dalam tabung L,
c. 9urunkan posisi permukaan air untuk mendapatkan bunyi paling nyaring kedua,catat
posisinya sebagai L/.
d. Jlangi langkah a hingga c sebanyak ,$ kali untuk nilai %rekuensi sumber getar *audio
generator+ yang sama.
($ ,enentu%an &an.ang gelo/0ang 0unyi dengan )re%uensi yang 0er0eda'0eda
a. 9entukan nilai %rekuensi sumber getar yang akan diberikan pada tabung dengan
menggunakan audio generator, bila anda ragu diskusikan dengan asisten>dosen.
b. Nyalakan audio generator, atur panjang kolom udara dengan cara menaik7turunkan corong
air secara perlahan sampai tabung resonansi merespon getaran audio generator sehingga
terdengar bunyi yang paling nyaring. Jkur ketinggian kolom udara dalam tabung L,
c. 9urunkan posisi permukaan air untuk mendapatkan bunyi paling nyaring kedua, catat
posisinya sebagai L/.
d. Jlangi langkah a hingga c sebanyak ,$ kali untuk nilai %rekuensi sumber getar
*audio generator+ yang berlainan.
1. 9ulis data yang anda peroleh dalam tabel pengamatan.
F$ Hasil Penga/atan :
1) Percobaan ,, %rekuensi yang konstan yaitu 5$$"8
No. *l, M $,$3+ m *l/ M $,$3+ m
No
.
*l, M $,$3+m *l/ M $,$3+m
2) Percobaan /, %rekuensi yang berubah7ubah
No. (*"8+ L, *cm+ l/*cm+
Judul: "!*-NAN*+ -L-, UDA"A
A. Tu.uan :
5 | P a g e
b. 'enjelaskan pengertian resonansi
c. 'enentukan hubungan antara cepat rambat gelombang dengan panjang kolom udara
pada peristi!a resonansi
A. lat dan bahan
a. Sumber tegangan -
b. 1ibrator
c. Da!ai
d. :eban
e. 'eteran
f. Neraca
g. udio (re)uency Generator *(G+
h. mpli%ier
i. 9abung kaca berskala
j. 9ermometer
k. Speaker
l. ir
B. Dasar teori
Gelombang mekanik adalah gelombang yang dalam perambatannta memerlukan
medium perambatan, sedang gelombang electromagnetik dapat merambat !alaupun
tidak ada medium *ruang hampa+.
:esaran %isis yang merupakan karakteristik dari peristi!a gelombang adalah
panjang gelombang * +.
"ubungan antara cepat rambat gelombang *;+, %rekuensi *%+ dan panjang
gelombang * + dinyatakan oleh persamaan :
f v =
*,+
pabila suatu gelombang datang mengenai batas medium, maka ada kemungkinan
gelombang tersebut dipantulkan. Gelombang pantulan mempunyai arah rambat yang
berla!anan dengan gelombang datang, tetapi %rekuensinya sama. Perpaduan antara
gelombang datang dengan gelombang pantul pada medium yang sama akan diperoleh
gelombang stasioner *gelombang diam > gelombang berdiri+.
Gelombang stasioner dapat terjadi pada medium udara *gelombang bunyi+ maupun
pada medium da!ai > tali *gelombang tali+. Salah satu karakteristikdari gelombang
stasioner adalah terjadinya simpul dan perut.
Pada kegiatan kali ini akan dipelajari mengenai Gelombang stasioner pada medium
da!ai dan gelombang stasioner di udara *pada kolom udara+
.esonansi terjadi bila %rekuensi sumber bunyi sama dengan %rekuensi dari
kolom udara pada tabung resonansi. "ubungan antara panjang kolom udara dengan
panjang gtelombang bunyi dapat dinyatakan oleh persamaan :

k
4
) 1 n 2 ( L
n
+ =

*0+
C. Lang%a1 Perco0aan
1. Susunlah alat seperti gambar. Periksakan rangkaian nda pada pembimbing>asisten
sebelum dihubungkan dengan sumber tegangan.
2. 9urunkalah kolom udara pada tabung resonansi serendah mungkin, ukur dan
catatlah suhu udara dalam tabung. Setelah nda ukur suhunya, aturlah kembali agar
permukaan air berada pada ujung tabung.
3. Letakkan speaker pada mulut tabung resonansi
4. "idupkan mpli%ier dan (G
5. turlah %rekuensi (G sehingga pada speker terdengar bunyi. -atatlah
%rekuensinya.
6 | P a g e
6. 9urunkanlah permukaan air secara perlahan7lahan sehingga terdengar bunyi
nyaring yang pertama kali *resonansi pertama+. Jkurlah panjang kolom udara pada
saat itu dan catatlah.
7. 9urunkanlah kembali permukaan air pada tabung resonansi sehingga terjadi
resonansi yang kedua dan ketiga. Lakukanlah pengukuran panjang kolom udara
untuk setiap kali terjadi resonansi dan catatlah.
8. Lakukan langkah 3 sampai 5 untuk %rekuensi yang lain.
D. Ta0el Hasil Penga/atan
No$ Fre%uensi (H3) L# (n 4 #) L( (n 4 () L5 (n 4 5)
,
/
0
Judul : P engetesan s&ea%er dan rang%aian i/&edansi
A. TUJUAN :
1. 'enyusun alat dan bahan praktikum dengan benar.
2. 'enunjukkan alur pikir rangkaian.
3. 'enunjukkan kinerja rangkaian seri .L-.
4. 'enggambarkan lengkung resonansi rangkaian seri .L-.
5. 'enghitung %rekuensi resonansi rangkaian seri .L-
E. LANDA*AN T-!"+
.angkaian Seri .L- merupakan sebuah rangkaian yang terdiri dari resistor, induktor
dan juga kapasitor yang disusun secara seri atau juga paralel di dalam satu rangkaian.
.angkaian .L- seri ini disimbolkan untuk rangkaian aliran listrik ketahanan, induktansi,
dan juga kapasitansi yang tentu saja disusun secara seri. .angkaian .L- memang bisa
digabung secara seri dan paralel atau juga dikombinasikan keduanya.
Gambar ,. .angkaian Seri .L-
.L- yang disusun seri ini dihantarkan oleh arus listrik - atau searah dimana setiap
kompnen akan menerima besaran tegangan yang sama. rus - tersebut pada simbol simbol
., L dan juga - akan mendapatkan hambatan pada komponen tersebut. Dalam hambatan
tersebut akan dihasilkan Ampedansi dengan simbol N. Dan Ampedansi atau N tersebut
merupakan proses penggabungan dari simbol ., L dan -.
9iga buah elemen penting di dalam rangkaian .L- ini bisa dikombinasikan sesuai dengan
kebutuhan output daya yang diinginkan. :aik resistor, induktor dan kapasitor ini bisa
dimasukkan ke dalam rangkaian seri atau paralel yang tentu saja disesuaikan dengan
kebutuhan tersebut. 9idak jarang rangkaian .-L ini bisa juga menggabungkan baik Seri atau
paralel yang biasa terdapat di beberapa rangkaian listrik seperi lampu L=D. palagi kedua
jenis dan tipe rangkaian ini sangat mudah untuk dianalisa dan dihitung besarannya.Jntuk
menghitung Ampedansi .angkaian digunakan rumus :
Sementara untuk mengukur tegangan e%ekti% rangkaian digunakan rumus:
Sedangkan untuk mengukur sudut %ase pada rangkaian digunakan rumus:
F. ALAT DAN BAHAN
,. udio Generator
/. -atu Daya
0. 'ultimeter *;oltmeter -+
2. -.O
3. Protoboard
#. .esistor //$
5. Anduktor /,3 'h
?. 6apasitor $,, O
. LANGAH'LANGAH P!"6-BAAN
1. Siapkan Protoboard
2. Susun diatasnya resistor, induktor, dan kapasitor secara seri sesuai gambar berikut ini
P
3. Nyalakan udio Generator.
4. "ubungkan udio Generator dengan chanel , -.O *untuk mengetahui gelombang
input+ dan rangkaian seri .L- *sebagai 1input+.
5. "ubungkan ;oltmeter - dengan rangkaian secara paralel.
7 | P a g e
6. "ubungkan chanel / -.O dengan rangkaian seri .L- untuk mengetahui bentuk
gelombang .
7. Jbah7ubahlah %rekuensi audio generator, catat nilainya
8. -atat nilai tegangan yang terukur oleh -.O setiap kali penambahan nilai
9. %rekuensi.
10. "itung nilai %rekuensi resonansinya
!. HA*+L P!NGA,ATAN
N
o$
F(H
3)
7a0(8ol
t)
9(rads:s
)
Lo
g
9
Judul: Fre%uensi "esonansi "ang%aian *eri "L6
A. Tu.uan Pe/0ela.aran
'elalui percobaan ini, mahasis!a diharapkan mampu :
1. 'enghitung %rekuensi resonansi rangkaian seri .L-.
2. 'enggambarkan gra%ik lengkung resonansi rangkaian seri .L-.
B. Alat dan Ba1an
,. udio Generator
/. -atu Daya
0. 'ultimeter *;oltmeter -+
2. -athode .ay oscilloscope *-.O+
3. Protoboard
#. .esistor //$ Q
5. Anduktor /,3 m"
?. 6apasitor $,, O(
C. Prosedur Perco0aan
, Siapkan Protoboard
/ Susun diatasnya resistor, induktor, dan kapasitor secara seri sesuai gambar berikut ini
0. "idupkan udio Generator.
2. "ubungkan udio Generator dengan chanel , -.O *untuk mengetahui gelombang input+ dan
rangkaian seri .L- *sebagai 1input+.
3. "ubungkan ;oltmeter - dengan rangkaian secara paralel.
#. "ubungkan channel / -.O dengan rangkaian seri .L- untuk mengetahui bentuk gelombang .
5. Jbah7ubahlah %rekuensi audio generator, catat nilainya.
?. -atat nilai tegangan yang terukur oleh -.O setiap kali penambahan nilai %rekuensi.
D. Ta0el Penga/atan
No f (H3) 7a0 (7olt) ; (rad:s) Log ;
,
/
0
2
Judul : P!"6-BAAN ,!LD!
A. Tu.uan:
'engetahui panjang gelombang stasioner.
'engetahui hubungan antara cepat rambat gelombang *;+ dengan gaya
tegangan tali *(+.
'enganalisis %aktor R %aktor yang mempengaruhi kecepatan gelombang pada
tali.
'embandingkan hasil kecepatan gelombang secara teori dan secara hukum
'elde.
B. Dasar Teori
onse& Fisis
8 | P a g e
Getaran yang terjadi pada suatu benda disebabkan oleh adanya gangguan
yang diberikan pada benda tersebut. Getaran bandul dan getaran benda pada pegas,
gangguan tersebut disebabkan oleh adanya gaya luar (menggerakan bandul atau
benda pada pegas). Sebenarnya terdapat banyak contoh getaran yang dapat kita
jumpai dalam kehidupan sehari7hari.
a. Garputala bergetar ketika kita memberikan gangguan dengan cara memukul
garputala tersebut.
b. 6endaraan akan bergetar ketika mesinnya dinyalakan, dalam hal ini kendaraan
tersebut diberi gangguan.
c. Suara yang kita ucapkan tidak akan terdengar apabila pita suara kita tidak
bergetar.
d. Seindah apapun alunan musik, jika loudspeaker yang ber%ungsi sebagai sumber
bunyi dan gendang telinga kita sebagai penerima tidak bergetar, maka dapat
dipastikan kita tidak akan pernah mendengar musik tersebut.
e. 6etika kita melempar batu ke dalam genangan air yang tenang, gangguan yang
kita berikan menyebabkan partikel air bergetar alias berosilasi terhadap titik
setimbangnya. Perambatan getaran pada air menyebabkan adanya gelombang
pada genangan air tadi.
f. &ika kita menggetarkan ujung tali yang terentang maka gelombang akan
merambat sepanjang tali tersebut. Gelombang tali dan gelombang air adalah dua
contoh umum gelombang yang dengan mudah kita saksikan dalam kehidupan
sehari7hari.
Gelombang adalah getaran yang merambat. Di dalam perambatannya
tidakdiikuti oleh berpindahnya partikel7partikel perantaranya. Pada hakekatnya
gelombangmerupakan rambatan energi *energi getaran+.Periode gelombang *9+ adalah
!aktu yang diperlukan oleh gelombang untukmenempuh satu panjang gelombang
penuh. Panjang gelombang *K+ adalah jarak yangditempuh dalam !aktu satu periode.
(rekuensi gelombang adalah banyaknyagelombang yang terjadi tiap satuan !aktu.
-epat rambat gelombang *;+ adalah jarakyang ditempuh gelombang tiap satuan
!aktu.&adi dapat dirumuskan bah!a:
1 < K %, di mana:
; < laju rambat gelombang Sm>sT
K < panjang gelombang SmT
% < %rekuensi S"8T
Hu%u/ ,elde
:ila seutas tali dengan tegangan tertentu digetarkan secara terus menerus
maka akan terlihat suatu bentuk gelombang yang arah getarnya tegak lurus dengan arah
rambat gelombang. Gelombang ini dinamakan gelombang trans;ersal. &ika kedua
ujungnya tertutup, gelombang pada tali itu akan terpantul7pantul dan dapat
menghasilkan gelombang stasioner yang tampak berupa simpul dan perut gelombang.
'elde merumuskan bah!a :
v=

Dimana :
; < cepat rambat gelombang *m>s+
( < gaya ketegangan tali *N+
O < rapat massa linier tali *massa tali>panjang tali+ *kg>m+
C. Alat dan Ba1an
a. Sumber getaran - //$ 1olt, %rekuensi 3$ "ert8
b. 9ali
c. :eban
d. Sumber getaran *audio Generator+
e. Pembangkit Getaran
f. 6atrol tetap
g. Neraca
h. &embatan mistar
D. ,etodologi Perco0aan
'engetahui panjang gelombang stasioner. Dan hubungan antara cepat rambat
gelombang dengan tegangan tali.
a. Jkur Panjang massa tali
b. Gunakan beban dengan berat ,$$ gram
c. .angkailah alat seperti pada gambar
9 | P a g e
d. tur %rekuensi yang dipakai pada audio generator
e. Nyalakan udio generator
f. mati yang terjadi pada tali, lihat apakah terbentuk gelombang stasioner
pada tali
g. -atat panjang tali dan gelombang yang terbentuk pada tali
h. Jlangi langkah %7g dengan megubah massa beban. -atat hasilnya pada table
pengamatan
E. Data dan Hasil Perco0aan
9able. Data hasil percobaan untuk mendapatkan hubungan antara cepat rambat
gelombang dengan tegangan tali.
:uatlah gra%ik hubungan antara tegangan tali *(+ dengan kuadrat kecepatan *;
/
+
No. 'assa
beban
*kg+
/
9egangan
9ali *N+
F
&arak
simpul
ke
simpul
*m+
<
Panjang
gelombang
*m+

(rekuensi
*"8+
)
-epat
rambat
*m>s+
8
7
(
,.
/.
0.
2.
3.
Judul: ,!N!NTUAN T+T+ *+,PUL = P!"UT DAN PANJANG G!L-,BANG
PADA TAL+
A. Tu.uan
'enentukan simpul , perut dan panjang gelombang pada tali
B. Landasan Teori
Gelombang adalah getaran yang merambat. Di dalam perambatannya tidak diikuti oleh
berpindahnya partikel7partikel perantaranya.
Gelombang trans;ersal adalah gelombang yang arah perambatannya tegak lurus dengan arah
getaran partikelnya. -ontoh gelombang trans;ersal adalah gelombang pada tali. Gelombang
stasioner biasa juga disebut gelombang tegak, gelombang berdiri atau gelombang diam, adalah
gelombang yang terbentuk dari perpaduan atau inter%erensi dua buah gelombang yang mempunyai
amplitudo dan %rekuensi yang sama, tapi arah rambatnya berla!anan. mplitudo pada gelombang
stasioner tidak konstan, besarnya amplitudo pada setiap titik sepanjang gelombang tidak sama. Pada
simpul amplitudo nol, dan pada perut gelombang amplitudo maksimum. Periode gelombang *9+
adalah !aktu yang diperlukan oleh gelombang untuk menempuh satu panjang gelombang penuh.
Panjang gelombang *K+ adalah jarak yang
ditempuh dalam !aktu satu periode. (rekuensi gelombang adalah banyaknya gelombang yang
terjadi tiap satuan !aktu. -epat rambat gelombang *;+ adalah jarak yang ditempuh gelombang tiap
satuan !aktu. Secara umum, cepat rambat gelombang dapat dirumuskan sebagai berikut :
10 | P a g e
Gelombang stasioner merupakan perpaduan *superposisi+ antara dua gelombang yang
berla!anan arahnya. 6edua gelombang yang berpadu memiliki amplitude, panjang gelombang, dan
%rekuensi sama atau hamper sama. 6edua gelombang ini dapat dikatakan sebagai gelombang yang
koheren sehingga menimbulkan inter%erensi pada setiap titik yang dile!ati gelombang. Anter%erensi
pada setiap titik berpeluang untuk menghasilkan gelombang baru berbentuk gelombang stasioner
dengan karakteristik tertentu. 9itik7titik yang terjadi inter%erensi maksimum menghasilkan
gelombang dengan amplitude paling besar sehingga membentuk titik perut *anti node+. Sedangkan
titik7titik yang terjadi inter%erensi minimum menghasilkan gelombang dengan amplitudu terkecil
atau nol sehingga membentuk titik simpul *node+. Alustrasi titik simpul dan perut diperlihatkan pada
gambar berikut.
>$ Alat dan Ba1an
6abel
1ibration Generator
udio Generator
:eban
6atrol
?$ Lang%a1 er.a
a. Susunlah peralatan sebagai berikut:
b. "idupkan penggetar sehingga terbentuk gelombang stasioner seperti gambar berikut:
atrol
c. mati tali.
Pertanyaan :
1. Setelah kalian mengamati tali maka gelombang apa yang terbentuk dari percobaan
tersebut........................................................................................................................
2. Gelombang tersebut memiliki............................. dan ..............................................
d. 6emudian, ;ariasikan jarak penggetar terhadap katrol sebanyak tiga kali.
e. "itunglah panjang gelombang yang terbentuk.
No &arak simpul ke simpul *F+ F
,
/
0

11 | P a g e