Anda di halaman 1dari 36

Arah Kebijakan Dana Alokasi Khusus

(DAK) Tahun 2014 dan 2015


Oleh:
Wariki Sutikno

Denpasar, 10 Juni 2014
Outline
1. RKP 2015;
2. Kebijakan Transfer ke Daerah;
3. Arah Kebijakan DAK TA 2014;
4. Arah Kebijakan DAK TA 2015;
5. Rekomendasi.

Tema RKP 2015
"Melanjutkan Reformasi bagi Percepatan Pembangunan Ekonomi yang
Berkeadilan".
Pelayanan Publik
Kepastian Hukum
Pembangunan Institusi dan governance
Mendorong pertumbuhan
Ketahanan ekonomi
Memperluas kesempatan kerja
Mengurangi kemiskinan
Pemerataan pembangunan
Mengurangi Kesenjangan

REFORMASI

MENINGKATKAN
KESEJAHTERAAN
RAKYAT

PERCEPATAN
PEMBANGUNAN


BERKEADILAN

Sasaran RKP 2015
Sasaran pembangunan yang akan kita capai pada akhir tahun 2015 sebagai
berikut:
1) Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 6,3 persen.
2) Inflasi diharapkan dapat terkendali pada kisaran 4,5 1 persen.
3) Tingkat kemiskinan 9 10 persen
4) Tingkat Pengangguran 5,7 - 5,9 persen
DIJABARKAN KE DALAM 25 ISU STRATEGIS
Masing-masing dengan Sasaran dan Arah Kebijakan
Berdasarkan pelaksanaan pencapaian dan sebagai keberlanjutan dari
RPJMN-2
Kesesuaian dengan tema RPJMN-3 (2015-2019): memantapkan
pembangunan secara menyeluruh di berbagai bidang dengan
menekankan pencapaian daya saing kompetitif perekonomian
berlandaskan keunggulan SDA dan SDM berkualitas, serta
kemampuan IPTEK yang terus meningkat.
Tema RKP 2015
MELANJUTKAN REFORMASI PEMBANGUNAN BAGI PERCEPATAN
PEMBANGUNAN EKONOMI YANG BERKEADILAN
DIJABARKAN KE DALAM 25 ISU STRATEGIS
Masing-Masing dengan Sasaran dan Arah Kebijakan
ISU STRATEGIS PEMBANGUNAN TAHUN 2015
BIDANG POLHUKAM
BIDANG PEREKONOMIAN
6
BIDANG KESRA
1. Konsolidasi Demokrasi
2. Reformasi Birokrasi dan
Peningkatan Kapasitas
Kelembagaan Publik
3. Pencegahan dan Pemberantasan
Korupsi
4. Percepatan Pembangunan MEF
dengan Pemberdayaan Industri
Pertahanan
5. Peningkatan Ketertiban dan
Keamanan Dalam Negeri

6. Perkuatan Ketahanan Pangan
7. Peningkatan Ketahanan Energi
8. Peningkatan Ketahanan Air
9. Percepatan Pembangunan Kelautan
10. Peningkatan Keekonomian Keanekaragaman
Hayati dan Kualitas Lingkungan Hidup
11. Transformasi Sektor Industri dalam Arti Luas
12. Peningkatan Daya Saing Tenaga Kerja
13. Peningkatan Daya Saing UMKM dan Koperasi
14. Peningkatan Kapasitas IPTEK
15. Peningkatan Efisiensi Sistem Logistik dan
Distribusi
16. Penguatan Konektivitas Nasional
a) Keseimbangan Pembangunan Antar
Wilayah
b) Pendorong Pertumbuhan Ekonomi
c) Pembangunan Transportasi Massal
Perkotaan
17. Peningkatan Ketersediaan Infrastruktur
Pelayanan Dasar
a) Peningkatan Rasio Elektrifikasi Nasional
b) Peningkatan Akses Air Minum dan Sanitasi
c) Penataan Perumahan/Permukiman
18. Reformasi Keuangan Negara


19. Reformasi Pembangunan
Kesehatan
a) Sistem Jaminan Sosial
Nasional (Demand and
Supply)
b) Penurunan Angka Kematian
Ibu dan Bayi
20. Pengendalian Jumlah
Penduduk
21. Reformasi Pembangunan
Pendidikan
22. Sinergi Percepatan
Penanggulangan Kemiskinan
23. Pembangunan Daerah
Tertinggal dan Perbatasan
24. Pengelolaan Risiko Bencana
25. Sinergi Pembangunan
Perdesaan

TEMA RKP 2015:
MELANJUTKAN REFORMASI PEMBANGUNAN BAGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN EKONOMI YANG
BERKEADILAN
KEBIJAKAN TRANSFER KE
DAERAH
UU No.33 Tahun 2004:
Dana Alokasi Khusus (DAK) adalah dana yang bersumber dari APBN yang dialokasikan
kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang
merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional

PP No.55 Tahun 2005
Pasal 51 ayat (1):
1) DAK dialokasikan kepada daerah tertentu untuk mendanai kegiatan khusus yang
merupakan bagian dari program yang menjadi prioritas nasional sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 50 ayat (2) yang menjadi urusan daerah.
2) Daerah Tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah daerah yang dapat
memperoleh alokasi DAK berdasarkan kriteria umum, kriteria khusus, dan kriteria teknis.
Pasal 52 ayat (1) dan (2):
(1) Program yang menjadi prioritas nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (2)
dan Pasal 51 ayat (1) dimuat dalam Rencana Kerja Pemerintah tahun anggaran
bersangkutan
(2) Menteri teknis mengusulkan kegiatan khusus yang akan didanai dari DAK dan
ditetapkan setelah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, dan
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, sesuai dengan Rencana Kerja
Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

DAK dalam UU No. 33 tahun 2004 dan
PP No. 55 tahun 2005
Komposisi Belanja Negara
Tahun 2010-2014
(Triliun Rupiah)
Catatan:
Belanja Negara telah terdistribusi ke 1/3 untuk belanja KL, 1/3 untuk Belanja Non KL (subsidi & pembayaran
Bunga hutang) dan 1/3 untuk Transfer ke Daerah.
Perkembangan Dana Alokasi Khusus (DAK)
Tahun 2004-2014
2.84
4.01
11.57
17.09
21.20
24.82
21.13
25.23
26.12
31.70
33.00
-
5.00
10.00
15.00
20.00
25.00
30.00
35.00
40.00
45.00
50.00
2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
Perkembangan Alokasi DAK rata-rata naik sebesar
34.28% periode 2004-2014
Dalam Trilyun Rupiah
Sumber: Kementerian Keuangan, diolah, 2014
Historis DAK Tahun 2003 -2014
Perkembangan Jumlah Daerah
Penerima DAK Tahun 2004-2014
0 2 0 0
24
28
32 32 32 32 33
283
305
348 348
363
386
396 397 398 396
405
71 72
86 86 88
91 90 91 90 90 90
354
379
434 434
475
505
518 520 520 518
528
0
100
200
300
400
500
600
2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
Provinsi Penerima DAK Kabupaten Penerima DAK Kota Penerima DAK Total Penerima DAK
Perkembangan Penerima DAK naik dari 354 daerah di tahun 2004 menjadi 528 daerah
(Prov/Kab/Kota) di tahun 2014.
Sumber: Kementerian Keuangan, diolah, 2014
ARAH KEBIJAKAN DAK TAHUN
2014
DAK dalam RKP Tahun 2014
Arah Kebijakan Secara Umum DAK dan Lingkup
Kegiatan (Menu) per-bidang DAK 2014 dimuat dalam
Perpres No. 39 Tahun 2013 tentang Rencana Kerja
Pemerintah (RKP) Tahun 2014;
Yakni dalam Buku I Bab VI (Pembiayaan
Pembangunan) Bagian Dana Perimbangan;
RKP Tahun 2014 akan menjadi dasar penyusunan
RAPBN 2014;
Pengalokasian DAK TA 2014 memperhatikan daerah-
daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan pasca konflik
Arah Kebijakan Umum DAK Tahun 2014
1. Membantu daerah dalam penyediaan sarana dan prasarana fisik pelayanan
dasar masyarakat untuk mendorong pencapaian Standar Pelayanan Minimal
(SPM);
2. Membantu daerah dalam membiayai kegiatan tertentu dalam rangka
pencapaian sasaran prioritas nasional;
3. Menyempurnakan penyusunan kebijakan DAK yang berbasis hasil (output)
sesuai dengan RPJMN;
4. Meningkatkan koordinasi penyusunan Petunjuk Teknis (Juknis) agar lebih
tepat sasaran dan tepat waktu;
5. Meningkatkan sinkronisasi dan sinergitas pelaksanaan DAK baik di pusat
maupun di daerah;
6. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan DAK
melalui koordinasi perencanaan dan pengelolaan DAK di berbagai tingkatan
pemerintahan (mulai dari Musrenbangda);
7. Mendukung upaya percepatan pelaksanaan kegiatan di daerah dalam
rangka mewujudkan output dan outcome yang diharapkan;
8. Menggunakan kinerja pelaporan pelaksanaan DAK dari daerah sebagai
salah satu pertimbangan dalam pengalokasian DAK;
9. Meningkatkan koordinasi dan kualitas pemantauan dan evaluasi
pelaksanaan DAK.

Prioritas Nasional Bidang DAK tahun 2014
Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola 1. Prasarana Pemerintahan Daerah
Pendidikan 2. Pendidikan
Kesehatan 3. Kesehatan
4. Keluarga Berencana
Infrastruktur 5. Infrastruktur Air Minum
6. Infrastruktur Sanitasi
7. Infrastruktur Irigasi
8. Infrastruktur Jalan
9. Keselamatan Transportasi Darat
10. Perumahan dan Permukiman
11. Transportasi Perdesaan
Energi 12. Energi Perdesaan
Ketahanan Pangan 13. Pertanian
14. Kelautan dan Perikanan
Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana 15. Kehutanan
16. Lingkungan Hidup
Iklim Investasi dan Iklim Usaha 17. Sarana dan Prasarana Perdagangan
Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar dan Pasca
Konflik
18. Sarana dan Prasarana Daerah Perbatasan
19. Sarana dan Prasarana Daerah Tertinggal
19 Bidang DAK Tahun 2014
Pagu DAK 2014 dalam APBN 2014
Total Pagu DAK:
Rp 33 Trilyun
DAK (reguler)
Affirmative Policy DAK
Daerah Tertinggal
DAK bidang
Infrastruktur Jalan
DAK bidang
Infrastruktur Irigasi
DAK bidang
Infrastruktur Air
Minum
DAK bidang
Infrastruktur Sanitasi
Arah Kebijakan DAK
Transportasi Perdesaan 2014
1.Meningkatkan pelayanan mobilitas penduduk dan
sumberdaya lainnya yang dapat mendukung terjadinya
pertumbuhan ekonomi daerah, dan diharapkan dapat
menghilangkan keterisolasian dan memberi stimulan ke arah
perkembangan di semua bidang kehidupan sosial dan ekonomi;
2.Pengembangan sarana dan prasarana wilayah yang memiliki
nilai strategis dan diprioritaskan pada wilayah pusat-pusat
pertumbuhan kawasan yang memiliki sektor basis potensial
seperti KSCT, KAPET, KSPN dan KPI yang meliputi sektor
pertanian, perikanan, pariwisata, industri, dan perdagangan;
3.Untuk keberlanjutan atas pemanfaatan kegiatan,
pemerintah daerah melalui dinas terkait harus menyatakan
komitmennya untuk membiayai operasional dan
pemeliharaan dari lingkup kegiatan yang ada, sesuai masa
umur ekonomis.
Lingkup Kegiatan DAK
Transportasi Perdesaan 2014
1. Jalan Poros Wilayah: Pembangunan dan
peningkatan jalan poros atau jalan antar wilayah
yang menghubungkan pusat produksi dengan
sentra pemasaran di pusat-pusat pertumbuhan
seperti wilayah KSCT, KSPN dan KPI; dan
2. Angkutan Wilayah: Pengadaan sarana angkutan
penumpang dan barang yang sesuai dengan
karakteristik dan kebutuhan daerah, seperti mini
bus, pick up, dump truck, kapal kayu/kapal mesin
tempel/fiberglass dan bus potong.
ARAH KEBIJAKAN DAK TAHUN
2015
Perpres No.43 Tahun 2014
tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2015
Pada 16 Mei 2014
telah ditetapkan
Perpres No.43
Tahun 2014
tentang Rencana
Kerja Pemerintah
(RKP)
Tahun 2015

DAK dalam RKP Tahun 2015
Arah Kebijakan Secara Umum DAK dan
Lingkup Kegiatan (Menu) per-bidang DAK
2015 dimuat dalam Perpres No. 43 Tahun
2014 tentang Rencana Kerja Pemerintah
(RKP) Tahun 2015;
Yakni dalam Buku I Bab VI (Pembiayaan
Pembangunan) Bagian Kebijakan Transfer ke
Daerah.
Kebijakan Transfer ke Daerah

































Dana Transfer
ke Daerah
Dana
Perimbangan
Dana Otonomi
Khusus
Dana Bagi Hasil
Dana Alokasi Umum
Dana Alokasi Khusus
Pajak
SDA
Dana Transfer
Lainnya
Dana Keistimewaan D.I. Yogyakarta
Tunjangan Profesi Guru PNSD
Tambahan Penghasilan Guru PNSD
Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
Dana Insentif Daerah
Dana Proyek Pemerintah Daerah dan
Desentralisasi
Dana Darurat
Dana Otonomi Khusus
(Otsus) Provinsi Papua
dan Papua Barat
Dana Otonomi Khusus
(Otsus) Provinsi Aceh
Arah Kebijakan Umum DAK dalam
RKP Tahun 2015
Kebijakan bidang DAK ditentukan berdasarkan kebutuhan
pada dukungan terhadap pencapaian prioritas nasional
Difokuskan pada kebutuhan sarana dan prasarana
pelayanan dasar masyarakat (khususnya sesuai SPM);
Lebih memperhatikan pengalokasian DAK kepada daerah-
daerah tertinggal, perbatasan, terluar, terpencil, pesisir dan
kepulauan,bersinergi dengan dana-dana kementerian dan
lembaga;
Pada tahun 2015, dilakukan restrukturisasi bidang DAK
sehingga lebih fokus dan berdampak signifikan
Poin Penting Kebijakan DAK Tahun 2015
1. Dilakukan penyederhanaan bidang DAK
menjadi 14 bidang agar lebih fokus dan tepat
sasaran;
2. Pada tahun 2014, telah diinisiasi pembahasan
DAK dalam Pra-Musrenbangnas (melalui sistem
e-Musrenbang) sehingga perencanaan bisa
bersifat top-down dan bottom-up;
3. Kebijakan afirmatif terhadap DaerahTertinggal
dan Perbatasan akan dilanjutkan;
4. Penyempurnaan kebijakan perencanaan,
pelaporan, pemantauan dan evaluasi.
TAMPILAN APLIKASI
e-MUSRENBANG RKP 2015
14 Bidang DAK Tahun 2015

No. Bidang DAK Tahun 2015
Bidang DAK Pelayanan Dasar
1. DAK Bidang Pendidikan
2. DAK Bidang Kesehatan
3. DAK Bidang Infrastruktur Irigasi
4. DAK Bidang Infrastruktur Sanitasi dan Air Minum
5. DAK Bidang Transportasi
6. DAK Bidang Energi Perdesaan
Bidang Non Pelayanan Dasar
7. DAK Bidang Kelautan dan Perikanan
8. DAK Bidang Pertanian
9. DAK Bidang Prasarana Pemerintahan Daerah
10. DAK Bidang Lingkungan Hidup
11. DAK Bidang Kehutanan
12 DAK Bidang Keluarga Berencana
13. DAK Bidang Sarana Perdagangan
14. DAK Bidang Perumahan dan Permukiman
Penjelasan 14 Bidang DAK 2015
Dari 19 Bidang DAK Tahun 2014, disederhanakan
menjadi 14 bidang pada tahun 2015 dikarenakan:
1. DAK bidang Infrastruktur Jalan, Transportasi
Perdesaan, Keselamatan Transportasi Jalan
disederhanakan menjadi 1 bidang DAK
Transportasi;
2. DAK bidang Sanitasi dan bidang Air Minum
disederhanakan menjadi DAK bidang Sanitasi dan
Air Minum;
3. Kegiatan DAK bidang Sarana Prasarana Daerah
Tertinggal dan DAK bidang Kawasan Perbatasan
akan diakomodasi dalam bidang DAK yang relevan.
Arah Kebijakan Umum DAK Tahun 2015 (1/3)
Aspek Perencanaan
1. Mendukung pencapaian prioritas nasional dalam RKP, serta program-program prioritas
nasional yang bersifat lintas sektor/kewilayahan;
2. Memperkuat peran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam perencanaan DAK;
3. Meningkatkan koordinasi dalam perencanaan DAK antara Pemerintah dan Pemerintah
Daerah, serta dalam Pemerintah Daerah sendiri sehingga terwujud sinkronisasi dan
sinergitas;
4. Program dan kegiatan DAK yang diatur dalam petunjuk teknis masing-masing bidang
DAK perlu mengakomodir kebutuhan sarana dan prasarana daerah tertinggal,
perbatasan, terluar, terpencil, pesisir dan kepulauan;
5. Membantu daerah-daerah yang memiliki kemampuan keuangan relatif rendah dalam
membiayai pelayanan publik untuk mendorong pencapaian standar pelayanan minimal
(SPM), melalui penyediaan sarana dan prasarana fisik pelayanan dasar masyarakat, serta
meningkatkan efektivitas belanja daerah;
6. Memantapkan perencanaan DAK dengan mendorong pendekatan berbasis hasil
(output/outcome) sesuai dengan RPJMN, sesuai kerangka pengeluaran jangka menengah
(medium term expenditure framework) dan penganggaran berbasis kinerja (performance based
budgeting);
7. Mendorong pelaksanaan DAK yang mendukung keberpihakan pada aspek kesetaraan dan
keadilan gender;
8. Meningkatkan koordinasi penyusunan Petunjuk Teknis (Juknis) sehingga lebih tepat
sasaran dan tepat waktu;
9. Menghindari duplikasi kegiatan antar bidang DAK

Arah Kebijakan Umum DAK Tahun 2015 (2/3)
Aspek Penganggaran
1. Meningkatkan kesesuaian alokasi dengan kebutuhan daerah,
serta sesuai dengan siklus dan mekanisme perencanaan
pembangunan daerah;
2. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan
DAK melalui koordinasi perencanaan dan pengelolaan DAK di
berbagai tingkatan pemerintahan;

Aspek Pengalokasian
1. Meningkatkan akurasi data-data teknis dan menajamkan
indikator pengalokasian DAK;
2. Pengalokasian DAK lebih memprioritaskan daerah-daerah dengan
kemampuan fiskal rendah;
3. Memprioritaskan daerah tertinggal, daerah perbatasan dengan
negara lain, daerah pesisir dan kepulauan sebagai kriteria khusus
dalam pengalokasian DAK.


Arah Kebijakan Umum DAK Tahun 2015 (3/3)
Aspek Pelaksanaan
1. Mempercepat pelaksanaan sosialisasi petunjuk teknis masing-masing
bidang DAK;
2. Meningkatkan komunikasi khususnya antara pusat dan daerah dalam
rangka mengantisipasi dan menemukan jalan keluar dari kemungkinan
permasalahan yang timbul;
3. Khusus untuk DAK Transportasi, petunjuk teknis (Juknis) akan
dikeluarkan oleh K/L yang sesuai dengan sub-bidang yang ada. Pada
tingkat nasional dan daerah, perlu dibentuk Sekretariat Bersama;

Aspek Pemantauan dan Evaluasi
1. Meningkatkan koordinasi dan kualitas pemantauan dan evaluasi, baik di
tingkat pusat maupun daerah;
2. Mendorong mekanisme pelaporan dan evaluasi DAK berbasis elektronik
(web based system) yang terintegrasi;
3. Menerapkan kebijakan disinsentif kepada daerah yang tidak melaporkan
pelaksanaan kegiatan DAK di daerahnya, serta menggunakan kinerja
pelaporan sebagai salah satu pertimbangan dalam pengalokasian DAK.


Penjelasan DAK Transportasi 2015
1. Mendukung pembangunan daerah dalam rangka mendanai kegiatan
transportasi (melalui pemeliharaan berkala, peningkatan dan pembangunan
jalan provinsi, jalan kabupaten/kota, dan jalan non status (jalan poros
wilayah, akses daerah tertinggal dan perbatasan) beserta fasilitas
perlengkapan keselamatan, serta pengembangan angkutan perairan, untuk
mempertahankan dan meningkatkan pelayanan transportasi dalam
mendukung konektivitas nasional dan pengembangan ekonomi wilayah;
2. Meningkatkan kualitas pelayanan transportasi (termasuk keselamatan bagi
pengguna transportasi jalan provinsi dan kabupaten/kota dalam rangka
menurunkan tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas secara bertahap sebesar
20% pada akhir tahun 2020).
3. Mendukung pengembangan wilayah yang memiliki nilai strategis dan
diprioritaskan pada daerah tertinggal, terpencil, perbatasan dan pulau
terluar serta pusat-pusat pertumbuhan seperti Kawasan Strategis Nasional
(KSN), Pusat Kegiatan Nasional (PKN), Kawasan Strategis Pariwisata Nasional
(KSPN), Kawasan Perhatian Investasi (KPI) MP3EI, dan pusat-pusat
pertumbuhan lainnya seperti Kawasan Strategis Cepat Tumbuh (KSCT).

Rancangan Ruang Lingkup Kegiatan
DAK Bidang Transportasi 2015
1. Pengadaan/pembangunan sarana dan prasarana transportasi
termasuk sarana/prasarana jalan, angkutan perairan yang
sesuai dengan karakteristik wilayah untuk mendukung
konektivitas nasional, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi
di daerah.
2. Pemeliharaan berkala, peningkatan kapasitas, dan
pembangunan jalan dan jembatan beserta fasilitas keselamatan
jalan, meliputi: rambu, marka jalan, cermin tikungan, pagar
pengaman jalan, pada:
Jalan Provinsi yang merupakan akses penghubung ke jalan
nasional atau strategis nasional;
Jalan Kabupaten/Kota yang merupakan akses penghubung ke jalan
provinsi atau strategis provinsi serta akses ke jalan nasional atau strategis
nasional
Jalan non status (di provinsi, kabupaten/kota, poros wilayah) yang
menghubungkan kawasan strategis pusat pertumbuhan ekonomi nasional
dan wilayah (KSN, PKN, Kapet, KSCT, KSPN dan KPI) serta untuk
meningkatkan akses-akses ke daerah tertinggal, terpencil, pulau terluar,
dan lokasi prioritas perbatasan.

Rancangan Ruang Lingkup Kegiatan
DAK Bidang Transportasi 2015

Lingkup
Kegiatan
Sub Bidang Jalan
Sub Bidang Keselamatan
Transportasi Darat
Sub Bidang Transportasi
Perdesaan
Sub Bidang Daerah
Tertinggal
Sub Bidang Kawasan
Perbatasan
Jalan Provinsi
Jalan Kabupaten/Kota
Jalan Non Status (Poros Wilayah
Prov, Kab/Kota) mendukung KSCT
Sarana Transportasi
Sarana/prasarana transportasi mendukung
pengembangan ekonomi lokal;
Jalan non status menghubungkan sentra
produksi dengan pusat pelayanan distribusi
dan membuka keterisolasian wilayah
Jalan non status menghubungkan kecamatan
perbatasan prioritas dengan pusat
Sarana/Prasarana Transportasi di wilayah
pesisir dan sungai (kecamatan perbatasan)
Fasilitas Keselamatan (rambu,
marka, cermin tikungan, dll)
Rekomendasi Bagi Pemerintah Daerah
1. Tingkatkan koordinasi perencanaan, terutama
dengan dimulainya pembahasan DAK dalam Pra-
Musrenbangnas (sistem e-Musrenbang) di Tahun
2014 dan rancangan kebijakan DAK Transportasi
2015;
2. Pro-aktif: Juknis, data teknis, pelaporan, monev, dan
Kebijakan DAK Transportasi 2015;
3. Tingkatkan akurasi dan ketepatan waktu data
teknis;
4. Pelaksanaan yang transparan, akuntabel, serta taat
regulasi;
5. Kepatuhan pelaporan (teknis dan keuangan);
6. Sinergi kegiatan dengan sumber pembiayaan
lainnya (APBD) ;
TERIMA KASIH