Anda di halaman 1dari 40

1

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Praktikum mesin bubut adalah praktikum teknik dasar yang harus dikuasai dalam
mengerjakan produk yang dibuat dengan menggunakan mesin bubut pada dunia teknik
produksi. Pekerjaan membubut yaitu membuat kontruksi dengan menggunakan mesin
bubut. Persyaratan kualitas benda kerja terletak kepada pemahaman seseorang dalam
praktek menggunakan mesin bubut dan pelaksanaannya di tempat kerja yang meliputi
tingkat keterampilan dasar penguasaan mesin bubut, tingkat kesulitan produk yang
dibuat, tingkat kepresisian hasil karya. Praktikum ini dapat menerapkan K3 dalam
bekerja serta dapat juga menerapkan dasar-dasar pengukuran menggunakan jangka
sorong, mikrometer, serta mistar baja.

1.2 Maksud Dan Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum teknik mesin bubut ini antara lain:
1. Mahasiswa dapat mengetahui prinsip dan cara kerja mesin bubut.
2. Mahasiswa dapat mengetahui alat-alat yang digunakan dalam mesin bubut.
3. Mahasiswa dapat menggunakan alat-alat mesin bubut sesuai dengan fungsinya.
4. Mahasiswa dapat mengerti dan memahami cara pengoperasian mesin bubut.
5. Mahasiswa dapat mengetahui perawatan mesin bubut.
6. Mahasiswa dapat mengembangkan potensi dalam dirinya.
7. Mahasiswa dapat merancang (design) serta membuat benda kerja menjadi
produk yang berkualitas serta memiliki nilai jual.
8. Agar mahasiswa teknik mesin terbiasa dalam pembuatan laporan praktikum.












2



BAB II
LANDASAN TEORI


2.1 Prinsip Kerja Mesin Bubut

Gambar 2.1 Mesin bubut.

Poros spindel akan memutar benda kerja melalui piringan pembawa sehingga
memutar roda gigi pada poros spindel. Melalui roda gigi penghubung, putaran akan
disampaikan ke roda gigi poros ulir. Oleh klem berulir, putaran poros ulir tersebut diubah
menjadi gerak translasi pada eretan yang membawa pahat. Akibatnya pada benda kerja
akan terjadi sayatan yang berbentuk ulir. Mesin bubut (turning) merupakan suatu mesin
perkakas yang gerak utamanya adalah gerak putar dan berfungsi sebagai pengubah
bentuk dan ukuran benda kerja dengan jalan menyayat benda tersebut dengan
menggunakan pahat penyayat. Dimana benda kerja melakukan gerak putar sedangkan
alat perkakas / pahat melakukan gerak memanjang dan gerak melingkar di dalam
proses pengerjaan logam untuk mengerjakan dan membentuk benda-benda pekerjaan
yang silindris seperti poros-poros roda-roda puli, bahan baku roda gigi dan benda yang
berbentuk tirus, juga dapat mengerjakan membuat lubang-lubang atau dapat juga
membuat ulir. Perputaran mesin bubut berasal dari sebuah motor listrik yang dipasang di
bawah atau di samping mesin, kemudian motor tersebut dihubungkan dengan motor
utama (spindle) dengan sabuk (belt), karena bila motor berputar poros tersebut juga
3



berputar dan membawa benda kerja ikut berputar. Untuk mengontrol kecepatan gerak
putaran benda kerja, digunakan belt atau susunan roda gigi. Tenaga dari motor selain
untuk menggerakan poros utama dari kepala tetap (head stock) juga digunakan untuk
mengontrol gerak feed dari alat perkakas. Ukuran dari mesin bubut diukur dari jarak
tegak lurus dari garis senter (center) dari kepala tetap sampai alas disebut tinggi senter
yakni sebagai diameter benda kerja yang bisa dikerjakan sedangkan panjang senter
adalah jarak antara kepala tetap sampai kepala lepas (tail stock) yang merupakan jarak
terpanjang dari benda kerja yang bisa dibubut. Sehingga yang menentukan besarnya
sebuah mesin bubut adalah tinggi senter dan panjang senter.

2.2 Elemen Dasar Mesin Bubut
Benda dipegang oleh pencekam yang biasa dipasang diujung poros utama
(spindle). Dengan mengatur lengan pengatur yang terdapat pada kepala diam, putaran
poros utama (n) dapat dipilih. Harga putaran poros utama umumnya dibuat bertingkat,
dengan aturan yang telah distandarkan, misalnya 630, 710, 800, 900, 1000, 1120, 1250,
1400, 1600, 1800 dan 2000 rpm. Untuk mesin bubut dengan putaran motor variable,
ataupun dengan system transmisi variable kecepatan putaran poros utama tidak lagi
bertingkat melainkan kontinyu. Pahat dipasangkan pada kedudukan pahat (tool post)
dan kedalaman potong (a) diatur dengan menggeserkan peluncur silang melalui roda
pemutar (skala pada pemutar menunjukkan selisih harga diameter) dengan demikian
kedalaman gerak transmisi bersama-sama dengan kereta dan gerak makannya diatur
dengan lengan pengatur pada rumah roda gigi. Gerak makan (f) yang tersedia pada
mesin bubut bermacam-macam dan menurut tingkatan yang telah distandarkan,
misalnya: 0,1; 0,112; 0,125; 0,14; 0,16 mm/(r).


Gambar 2.2 Proses pembubutan



4



2.3 Jenis-jenis Mesin Bubut
A. Pembubut Kecepatan
1. Pengerjaan Kayu
2. Pemutar Logam
3. Pemolesan
B. Pembubut Mesin
1. Penggerak puli kerucut bertingkat
2. Penggerak roda gigi tangan
3. Penggerak kecepatan
C. Pembubut Bangku
D. Pembubut Ruang Perkakas
E. Pembuat Kegunaan Khusus
F. Pembubut Turet
1. Horisontal
a. Jenis ram
b. Jenis sadel
2. Vertikal
a. Stasiun tunggal
b. Stasiun banyak
3. Otomatis
G. Pembubut Otomatis
H. Mesin Ulir Otomatis
1. Spindel Tunggal
2. Spindel Banyak
I. Frais Pengebor Vertikal

2.4 Konstruksi Mesin Bubut


Gambar 2.3 Pembubut mesin tugas berat
5



Pada gambar 2.3 diperlihatkan nama-nama bagian atau komponen yang umum
dari mesin bubut. Jenis ini mempunyai kepala tetap berisi roda gigi dan mendapatkan
daya dari motor yang disambungkan dengan sabuk V. Pengendali pada kepala tetap
bisa mengatur kecepatan sampai 27 variasi kecepatan. Ekor tetap bisa disetel
sepanjang bangku untuk menampung panjang stok yang berbeda-beda. Pergerakannya
diatur dengan penyetel roda dan dilengkapi dengan ulir pengencang pada dasarnya
untuk menyetel kelurusan dan untuk pembubutan tirus. Sekrup pen gerak adalah poros
panjang berulir yang terletak agak dibawah dan sejajar dengan bangku, memanjang dari
kepala tetap sampai ekor tetap. Dihubungkan dengan roda gigi pada kepala tetap dan
putarannya bisa dibalik. Dipasang ke kereta luncur dan bisa dipasang atau dilepas dari
kereta luncur selama operasi. Ulir pengarah hanya untuk membuat ulir saja dan bisa
dilepas kalau tidak dipakai. Batang hantaran terletak dibawah ulir pengarah yang
berfungsi untuk menyalurkan daya dari kotak pengubah cepat (quick change box) untuk
menggerakkan mekanisme apron dalam arah melintang atau memanjang. Kereta luncur
terdiri dari perletakan majemuk, sadel pahat dan apron. Konstruksinya kaku karena
harus menyangga dan memandu pahat pemotong. Dilengkapi dengan dua hantaran
tangan untuk memandu pahat dalam arah menyilang. Roda tangan yang atas
mengendalikan gerakan perletakan majemuk dan roda tangan dibawah untuk
menggerakkan kereta luncur sepanjang landasan. Apron yang terletak pada kereta
luncur berisi kendali, roda gigi dan mekanisme lain untuk menghantar kereta luncur baik
dengan tangan atau dengan daya. Ukuran Mesin bubut dinyatakan dalam diameter
benda kerja yang dapat diputar, sehingga sebuah mesin bubut 400 mm mempunyai arti
mesin bisa mengerjakan benda kerja sampai diameter 400 mm. Ukuran kedua yang
diperlukan dari sebuah mesin bubut adalah panjang benda kerja. Beberapa pabrik
menyatakan dalam panjang maksimum benda kerja diantara kedua pusat mesin bubut,
sedangkan sebagaian pabrik lain menyatakan dalam panjang bangku. Ada beberapa
variasi dalam jenis mesin bubut dan variasi dalam desainnya tersebut tergantung pada
jenis produksi atau jenis benda kerja. Pembubut kecepatan (speed lathe) adalah mesin
bubut yang mempunyai konstruksi sederhana dan terdiri dari bangku, kepala tetap, ekor
tetap dan peluncur yang dapat distel untuk mendukung pahat. Digunakan untuk
pemahatan tangan dan kerja ringan maka bubut dioperasikan pada kecepatan tinggi.
Mesin jenis ini biasanya dipakai untuk membubut kayu, atau untuk membuat pusat pada
silinder logam sebelum dikerjakan lebih lanjut oleh mesin bubut mesin. Pembubut mesin,
berasal dari mesin bubut pertama / lama yang digerakkan oleh mesin setelah
sebelumnya digerakkan dengan sabuk atas (overhead belt). Yang membedakannya dari
bubut kecepatan adalah tambahan untuk pengendalian kecepatan spindel dan untuk
penyanggaan dan pengendalian hantaran pahat tetap. Kepala tetap dilengkapi dengan
puli kerucut empat tingkat yang menyediakan empat kisaran kecepatan spindel jika
6



dihubungkan ke poros motor. Sebagai tambahan mesin ini dilengkapi dengan roda gigi
belakang yang bila dihubungkan dengan puli kerucut akan memberikan tambahan
empat variasi kecepatan. Pembubut bangku adalah mesin bubut kecil yang terpasang
pada bangku kerja. Desainnya mempunyai kesamaan dengan mesin bubut kecepatan
atau mesin hanya berbeda dalam ukuran dan pemasangannya. Dibuat untuk benda
kecil dan mempunyai kapasitas ayunan maksimum sebesar 250 mm pada pelat muka.
Pembubut Ruang Perkakas adalah mesin bubut untuk pembuatan perkakas kecil, alat
ukur, dies dan komponen presisi lainnya. Mesin ini dilengkapi dengan segala
perlengkapan yang diperlukan untuk membuat pekerjaan perkakas yang teliti.

2.5 Operasi Mesin Bubut
Operasi pada mesin bubut ada beraneka ragam :
Pembubutan
Pengeboran
Pengerjaan tepi
Penguliran
Pembubutan tirus
Penggurdian
Membesarkan lubang


2.5.1 Pembubutan Silindris
Benda disangga diantara kedua pusatnya. Hal ini ditunjukkan pada gambar
2.4A.

Gambar 2.4 Operasi pembubut, A. Pahat mata tunggal dalam
operasi pembubutan, B. Memotong tepi.


7



2.5.2 Pengerjaan Tepi (Facing)
Pengerjaan tepi adalah apabila permukaan harus dipotong pada pembubut.
Benda kerja biasanya dipegang pada plat muka atau dalam pencekam seperti
gambar 2.4B. Tetapi bisa juga pengerjaan tepi dilakukan dengan benda kerja
diantara kedua pusatnya. Karena pemotongan tegak lurus terhadap sumbu
putaran maka kereta luncur harus dikunci pada bangku pembubut untuk
mencegah gerakan aksial.

2.5.3 Pembubutan Tirus
Terdapat beberapa standar ketirusan 1 dalam praktek komersial.
Penggolongan berikut yang umum digunakan :
1. Tirus Morse. Banyak digunakan untuk tangkai gurdi, leher, dan center
pembubut. Ketirusannya adalah 0,0502 mm/mm (5,02%).
2. Tirus Brown dan Sharp. Terutama digunakan dalam memfris spindel mesin
: 0,0417 mm/mm (4,166%).
3. Tirus Jarno dan Reed. Digunakan oleh beberapa pabrik pembubut dan
perlengkapan penggurdi kecil. Semua sistem mempunyai ketirusan 0,0500
mm/mm (5,000%), tetapi diameternya berbeda.
4. Pena tirus. Digunakan sebagai pengunci. Ketirusannya 0,0208 mm/mm
(2,083%).

Ketirusan luar yang teliti dapat dipotong pada sebuah pembubut dalam
beberapa cara :
1. Mesin kendali numeris yang dapat memotong kerucut sebagai hal yang
biasa.
2. Dengan perlengkapan membubut tirus. Perlengkapan yang diperlihatkan
pada gambar 2.5 dibautkan pada punggung mesin bubut dan mempunyai
batang pemandu yang dapat dikunci pada sudut atau ketirusan yang
diinginkan. Ketika kereta luncur bergerak sebuah peluncur diatas batang
pahat bergerak masuk dan keluar, sesuai dengan penguncian dari batang.
1 Ketirusan ini distandardisasi dalam satuan Inggris yaitu (0,60235 in. tiap
foot), Brown dan Sharp (1/2 in. tiap foot), Jarno dan Reed (0,6 in. tiap
foot), dan pena tirus (1/4 in. tiap foot). Konversi diberikan dalam
milimeter dan presentase, yang ekivalen karena ketirusan adalah
tanpa satuan didalam satuan SI.
3. Perletakan majemuk pada kereta luncur bubut seperti diperlihatkan pada
gambar 2.7 mempunyai dasar bulat dan dapat diputar ke sembarang sudut
yang diinginkan dari benda kerja. Pahat kemudian dihantarkan kedalam
8



benda kerja dengan tangan. Metode ini untuk ketirusan pendek.

Gambar 2.5 Pembubutan tirus dengan menggunakan perlengkapan
tirus.

Gambar 2.6 Alat dan aplikasi mesin bubut. A, Pahat Left-hand turning.
B, Pahat radius. C, Pahat Right-hand turning. D, Left-
hand facing. E, Pahat Ulir. F, Pahat right-hand facing. G,
Pahat permukaan dalam. H, Pahat ulir dalam. I, pahat ulir
luar.

4. Penguncian pusat ekor tetap yang digeser. Gambar 2.8 memperlihatkan
metode ini. Kalau ekor tetap digeser secara horisontal dari sumbu sebesar
6,4 mm untuk batang silinder sepanjang 305 mm, akan diperoleh ketirusan
0,0416 mm/mm (4,16%). Jadi ketirusan juga ditentukan oleh panjang
silinder yang dibubut.

Gambar 2.7 Membubut tirus dengan menggunakan perletakan majemuk.
9




Gambar 2.8 Membubut tirus dengan meng-offset-kan pusat ekor tetap.

2.5.4 Memotong Ulir
Biasanya pembuatan ulir dengan mesin bubut dilakukan apabila hanya
sedikit ulir yang harus dibuat atau dibuat bentuk khusus. Bentuk ulir didapatkan
dengan menggerinda pahat menjadi bentuk yang sesuai dengan menggunakan
gauge atau plat pola. Gambar 2.9 memperlihatkan sebuah pahat untuk
memotong ulir -V 60 derajat dan gage yang digunakan untuk memeriksa sudut
pahat. Gauge ini disebut gauge senter sebab juga bisa digunakan sebagai gauge
penyenter mesin bubut. Pemotong berbentuk khusus bisa juga digunakan untuk
memotong ulir.

Gambar 2.9 Metode penguncian pahat untuk pemotongan ulir pada mesin bubut.
A, Hantaran lurus. B, Hantaran pada sudut. C, menggunakan
ukuran senter untuk mengunci pahat pengulir. D, Metoda
penguncian mesin bubut untuk pemotongan ulir V. E, Piringan
pengulir.

Dalam mengunci pahat untuk ulir-V, terdapat dua metode hantaran pahat.
Pahat dapat dihantarkan lurus kedalam benda kerja, ulir terbentuk karena
serangkaian potongan ringan seperti pada gambar 2.9 A. Metode pemotongan ini
baik digunakan untuk pemotongan besi cor atau kuningan. Metode kedua adalah
dengan menghantar pahat pada suatu sudut seperti gambar 2.9.B dan 2.9.D.
Metode ini digunakan untuk membuat ulir pada bahan baja. Pahat diputar
10



sebesar 29 dan pahat dihantar ke benda kerja sehingga seluruh pemotongan
dilakukan pada sisi kiri dari pahat.

2.6 Jenis-jenis Mesin Bubut
2.6.1 Mesin Bubut Turet
Mesin bubut turet memiliki ciri khusus yang terutama disesuaikan untuk
kebutuhan mesin produksi. Keahlian pekerja disesuaikan pada mesin ini sehingga
operator yang kurang pengalaman bisa menghasilkan komponen yang sejenis.
Karakteristik utama kelompok mesin ini adalah bahwa pahat/perkakas bisa distel
untuk operasi berurutan. Walaupun tenaga skill / terlatih diperlukan untuk menyetel
perkakas dengan benar, namun setelah itu untuk mengoperasikannya bisa
dilakukan oleh tenaga tidak terlatih.

2.6.2 Mesin Bubut Turet Horisontal
Mesin ini dibuat dalam dua desain umum yaitu ram dan sadel. Mesin bubut
jenis ram (gambar 2.10) disebut demikian sesuai dengan cara turet dipasang.
Turet ditempatkan pada peluncur atau ram yang bergerak kebelakang dan kemuka
pada sebuah sadel yang diapitkan kepada bangku mesin bubut. Pengaturan ini
menghasilkan gerakan cepat dari turet dan dianjurkan untuk untuk kerja batang
atau pencekaman tugas ringan. Sadelnya tidak bergerak selama operasi. Pada
jenis sadel (gambar 2.11), yang digunakan untuk pekerjaan pencekaman,
mempunyai turet yang dipasang langsung pada sadel. Sadelnya bergerak bolak
balik bersama turet.

Gambar 2.10 Mesin bubut turet jenis ram nomor 3 dengan kendali daur
listrik.
11




Gambar 2.11 Mesin bubut turet pencekaman jenis sadel.

Karena perkakas pencekaman menggantung (overhang) dan tidak
mendukung benda kerja, maka perkakas pencekam harus sekaku mungkin. Mesin
bubut turet dikonstruksi dengan cara yang sama dengan mesin bubut biasa.

2.6.2.1 Perbedaan Antara Mesin Bubut Turet Dengan Mesin Bubut Biasa
Perbedaan utamanya adalah bahwa mesin bubut turet disesuaikan untuk
pekerjaan produksi yang banyak sedangkan mesin bubut biasa terutama
digunakan untuk berbagai pekerjaan, untuk pembubut ruang perkakas atau kerja
tunggal. Ciri-ciri mesin bubut turet yang membuatnya dipakai untuk produksi
banyak adalah :
1. Perkakas bisa disetel pada turet untuk pekerjaan berurutan.
2. Setiap stasiun dilengkapi dengan penghenti atau penggerak hantaran
sehingga masing-masing pemotongan oleh pahat adalah sama dengan
pemotongan sebelumnya.
3. Pemotongan majemuk dapat diambil dari stasiun yang sama pada saat
yang sama, misalnya pembubutan atau pemboran lubang sebanyak dua
buah atau lebih.
4. Pemotongan kombinasi dapat dibuat yaitu pahat pada peluncur menyilang
(cross slide) dapat digunakan bersamaan dengan pahat pada turet yang
lagi memotong.
5. Kekakuan pada pemegang benda kerja atau pahat harus dibuat pada
mesin untuk pekerjaan majemuk atau pemotongan kombinasi.
6. Mesin bubut turet mungkin dilengkapi dengan berbagai perlengkapan
seperti pembuatan tirus, pembuatan ulir dan pekerjaan duplikasi dan bisa
dikontrol dengan pita / kaset.

2.6.2.2 Prinsip Pahat Dan Perpahatan
Dalam produksi adalah penting bahwa pekerjaan dilakukan sesingkat
mungkin. Waktu yang dihabiskan dalam produksi adalah: waktu penyetelan,
penanganan benda kerja, penanganan mesin, dan waktu pemotongan. Waktu
12



penyetelan dapat dikurangi dengan menyiapkan semua pahat yang diperlukan
dalam kondisinya dan siap dipakai. Waktu penanganan benda kerja yaitu waktu
yang dipakai dalam memasang atau melepaskan benda kerja. Hal ini sangat
tergantung kepada piranti pemegang benda kerja. Untuk pekerjaan batang maka
waktu ini dikurangi dengan menggunakan leher stok batang. Waktu penanganan
mesin adalah waktu yang diperlukan dalam memasang masing-masing perkakas
pada tempatnya. Bisa dikurangi dengan menempatkan perkakas pada posisi dan
urutan yang benar sehingga memudahkan penggunaannya atau dengan
melakukan pemotongan kombinasi atau jamak, jika memungkinkan. Waktu
potong untuk suatu operasi dikendalikan oleh penggunaan yang benar atas
perkakas potong, kecepatan dan hantaran. Pemotongan kombinasi bisa
menghemat waktu potong (gambar 2.12A).

Gambar 2.12 A. Mengkombinasikan pemotongan pada pekerjaan batang.
B. Pemotongan banyak dari turet segi enam.

Pemotongan kombinasi menunjukkan penggunaan serentak dari pahat
peluncur dan turet. Gambar 2.13 menunjukkan penyetelan turet segi enam untuk
membuat pemotongan dalam pada adaptor ulir.

Gambar 2.13 Penyetel turet segi enam menggambarkan urutan
operasi untuk menangani pemotongan dalam yang
diperlukan pada adaptor yang ditunjukkan dalam
gambar desain.
13



Gambar 2.14 menunjukakan detail pemotongan dalam yang diperlukan
untuk memesin adaptor. Jenis-jenis operasinya adalah :

Gambar 2.14 Penyetelan untuk memesin operasi dalam pada adaptor
berulir.

1. Stok batang dimajukan terhadap penghenti stok kombinasi dan gurdi awal.dan
diapitkan ke leher. Gurdi awal dimajukan dan ujung benda kerja di gurdi /
senter.
2. Dibuat lubang pada stok dengan menggurdi sesuai dengan panjang yang
diperlukan.
3. Lubang dibor sesuai dengan diameter ulir.
4. Lubang yang digurdi diperbesar dengan peluas lubang (reamer)
5. Alur untuk celah ulir dibuat. Untuk operasi ini digunakan perkakas luncur
gerak cepat.
6. Ulirnya dibuat dengan sebuah tap yang dipegang oleh kopling tap dan
pemegang die.

2.6.3 Mesin Bubut Turet Horisontal Otomatis
Gambar 2.15 adalah mesin bubut turet otomatis yang penampilannya mirip
dengan jenis sadel standar namun operasinya otomatis. Turet segi enam
dioperasikan dengan tenaga hidrolik dan dilengkapi dengan penggeseran
melintang cepat dan penukaran otomatis kepala hantaran yang sesuai pada setiap
titik. Gerakan dari peluncur menyilang dikendalikan oleh nok yang digerakkan oleh
gerakan ke depan dari turet.
14





Gambar 2.15 Mesin bubut turet horisontal otomatis.

2.6.4 Mesin Bubut Turet Vertikal
Mesin bubut turet vertikal mirip dengan frais pengebor vertikal, tetapi
memiliki karakteristik pengaturan turet untuk memasang pahat. Mesin ini terdiri
dari pencekam atau meja berputar dalam kedudukan horisontal, dengan turet
dipasangkan diatas rel menyilang. Mesin ini dikembangkan untuk memudahkan
pemuatan, pemegangan dan pemesinan dari suku cadang berat dan diameter
besar. Pada gambar 15 memperlihatkan sebuah mesin bubut turet vertikal yang
dilengkapi dengan tiga kepala pemotong: kepala turet utama yang berputar,
kepala ram yang ditunjukkan di sebelah kiri dan kepala samping. Untuk
mengadakan pemotongan bersudut, baik ram maupun turet dapat diputar 30
derajat kekiri atau kanan dari pusat. Ram menyediakan stasiun perkakas lain pada
mesin yang bisa dioperasikan terpisah atau bersama-sama dengan yang lainnya.
Mesin bisa dilengkapi dengan pengendali yang akan menghasilkan operasi
otomatik pada setiap kepala, laju dan arah hantaran dan perubahan kecepatan
spindel.

Gambar 2.16 Mesin bubut turet vertikal.


15



2.6.5 Mesin Bubut Stasiun Jamak Vertikal Otomatis
Mesin ini didesain untuk produksi tinggi dan biasanya dilengkapi dengan lima
atau sembilan stasiun kerja dan posisi / dudukan pemuatan. Dalam beberapa
mesin disediakan dua spindel untuk setiap stasiun. Biasanya semua jenis operasi
bisa dilakukan seperti menfrais, menggurdi, mengulir, mengetap, meluaskan
lubang dan mengebor. Keuntungan mesin ini adalah bahwa operasi bisa dilakukan
secara serentak dan dengan urutan yang sesuai.

2.6.6 Mesin Bubut Otomatis
Mesin bubut yang perkakasnya secara otomatis dihantarkan kepada benda
kerja dan mundur setelah daurnya diselesaikan, dikenal sebagai mesin bubut
otomatis. Mesin bubut yang otomatis sepenuhnya dilengkapi dengan magasin
hantaran sehingga sejumlah suku cadang dapat dimesin secara berurutan dengan
hanya sedikit pengawasan dari operator. Gambar 2.18 memperlihatkan mesin
bubut otomatis jenis vertikal.

Gambar 2.17 Mesin bubut pencekam vertikal stasiun banyak
16




Gambar 2.18 Mesin bubut otomatis vertikal

2.6.7 Mesin Bubut Duplikat
Mesin bubut duplikat memproduksi kembali sejumlah suku cadang dari
bentuk induk ataupun contoh dari benda kerja. Hampir setiap mesin bubut standar
dapat dimodifikasi untuk pekerjaan penduplikasian. Reproduksinya dari sebuah
pola, baik bulat atau datar yang biasanya dipasangkan dibelakang mesin bubut.
Pola dihubungkan dengan sebuah jarum yang digerakkan oleh udara, hidrolik atau
listrik.


Gambar 2.19 Mesin bubut duplikat otomatis.



17



2.6.8. Mesin Ulir Otomatis
Ditemukan oleh Christopher N. Spencer. Ciri utama dari mesin tersebut
adalah adanya pengontrolan gerakan turet sehingga perkakas bisa diumpan ke
benda kerja pada kecepatan yang diinginkan, ditarik dan diarahkan ke kedudukan
berikutnya. Ini semuanya dilakukan dengan mekanisme nok berbentuk silinder
atau drum yang terletak dibawah turet. Ciri khas lainnya yang dikendalikan oleh
nok adalah mekanisme pemegangan benda kerja pada leher, dan melepaskannya
pada akhir siklus. Mesin pertama jenis ini hanya beroperasi untuk membuat sekrup
dan baut. Karena mesin ini hanya memproduksi komponen satu persatu dengan
sedikit perhatian dari operator maka sebab itu disebut otomatis.Mesin ulir otomatis
bisa diklasifikasikan berdasarkan turet atau jumlah spindel, tapi mesin multi
spindel tidak diklasifikasikan sebagai mesin ulir tetapi sebagai mesin spindel-
banyak otomatis. Pada gambar 2.20 memperlihatkan mesin ulir yang didesain
untuk benda kerja batang diameter kecil. Mesin ini mempunyai peluncur melintang
yang bisa membawa perkakas didepan dan dibelakang, dan turet yang terpasang
pada posisi vertikal pada peluncur gerakan longitudinal. Perkakas dipasang
disekeliling turet pada bidang vertikal segaris dengan spindel.

Gambar 2.20 Mesin ulir otomatis nomor 2.

2.6.9 Mesin Ulir Jenis Swis
Pada gambar 2.21 adalah tampak ujung mesin ulir jenis swiss yang
dikembangkan untuk pembubutan teliti dari komponen kecil. Pahat mata tunggal
digunakan pada mesin ini dan ditempatkan secara radial disekeliling bushing
karbida dimana stok dimajukan selama proses pemesinan. Pembubutan dilakukan
oleh dua mata perkakas horisontal sedangkan tiga lainnya digunakan untuk
membuat alur, memotong putus dan membuat alur.
18




Gambar 2.21 Tampak ujung dari mesin ulir jenis swis yang menunjukkan
nok ayun dan mekanisme kendali pahat.

2.6.10 Spindel Banyak Otomatis
Mesin spindel banyak otomatis adalah jenis yang paling cepat dari mesin
produksi untuk pekerjaan batang. Mesin ini otomatis sepenuhnya dan dibuat
dalam berbagai model dengan dua, empat, lima, enam atau delapan spindel.
Dalam mesin ini langkah operasi dibagi menjadi beberapa bagian sehingga satu
stasiun mengerjakan satu bagian operasi dan semua stasiun beroperasi secara
serentak sehingga memperpendek waktu pengerjaan. Konstruksi umum dari
mesin ini bisa dilihat pada gambar 22 spindel yang membawa stok batang
seluruhnya dipegang dan diputar dalam rel stok. Didepan spindel terdapat
sebuah peluncur pahat ujung untuk tempat meletakkan pahat segaris dengan
dengan masing-masing spindel mesin. Peluncur pahat tidak mengarah atau
berputar bersama pembawa spindel melainkan bergerak maju-mundur untuk
membawa ujung pahat ke dan dari persinggungan dengan batang atau stok yang
berputar.

Gambar 2.22 Mesin btang spindel banyak otomatis.




19



2.6.11 Frais Pengebor Vertikal
Pada mesin ini benda kerja berputar pada meja horisontal. Pahat pemotong
stasioner, kecuali untuk gerakan hantaran dan terpasang pada rel menyilang yang
tingginya dapat distel. Pekerjaan yang bisa dilakukan adalah pekerjaan tepi
horisontal, pembubutan vertikal dan pengeboran. Mesin ini diberi tingkatan
berdasarkan diameter mejanya yang ukurannya bervariasi dari 1 sampai 12 m.

Gambar 2.23 adalah contoh mesin frais pengebor vertikal. Kelebihan dari
mesin ini adalah bisa memegang suku cadang yang besar dan
berat, karena benda kerja dapat diletakkan di meja dengan
crane.

2.7. Bagian-bagian Utama Mesin Bubut


Gambar 2.24 Proses pembubutan

20



Bagian-bagian utama dari mesin bubut adalah:
1. Alas/Landasan (bed)
Mesin yang dimaksud dengan alas mesin adalah kerangka utama
mesin bubut, yang di atas kerangka tersebut eretan dan kepala lepas
bertumpu serta bergerak, adapun alur alas mesin (bed) berbentuk V; datar
atau rata.
2. Kepala tetap (head stock)
Dibagian sebelah kiri dari alas mesin bubut terdapat kepala tetap. Di
dalam kepala tetap, spindle utama terpasang pada bantalan, fungsinya
untuk memindahkan putaran ke benda kerja, spindle harus terpasang kuat
dan terbuat dari baja yang kuat, pada umumnya bagian dalam spindel
dibuat berlubang.
3. Kepala lepas (tail stock)
Kepala lepas dipakai sebagai penyangga benda kerja yang panjang,
mengebor dan meluaskan lubang (reamer). Kepala lepas dilengkapi
dengan kerucut morse, gunanya untuk memasang alat-alat yang akan
dipasang pada kepala lepas seperti bor, reamer, senter jalan dan lain-lain.
Kepala lepas dapat diangkat dari alas mesin (bed) dan dapat dipasang
terkunci dengan baut pengikat, roda pada kepala lepas dapat dipakai untuk
menggerakan konis, dengan konis itu selubung (sleeve) dapat terkunci,
ada kepala lepas yang selubung digerakkan dengan hidrolik atau
kompresor udara, untuk ini tekanan pada benda kerja dapat sama rata.
4. Eretan
Eretan mesin bubut digunakan untuk memegang erat perkakas bubut
dan memberikan kepadanya gerakan yang diperlukan (gerakkan ke kiri/ke
kanan dan gerakan melintang). Eretan terdiri dari sadel/pelana, eretan
melintang, eretan kombinasi, pemegang pahat, kotak apron. Eretan adalah
penopang utama dan pembawa pahat bubut, yang dapat disetel.
5. Mekanik percepatan
Poros pembuat ulir (lead screw) hanya dipakai untuk membuat ulir,
dari kepala tetap, leadscrew ini digerakkan melalui kotak roda gigi (gear
box) apabila mur setengah (half nut) yang mencekam poros itu
dihubungkan oleh tuas penghubung maka poros berulir menggerakkan
eretan dengan arah memanjang.
a = Poros kecepatan (feed shaft)
b = Poros cacing (worm)
c = Susunan roda gigi (gear rack), Z1, Z2, Z3, Z4 = roda gigi
d = Tuas penghubung (engagementlever)
21



L = posisi gerakan memanjang
O = posisi netral
P = posisi gerakan melintang

Mekanisme pengunci digunakan bila mur setengah (half nut) dihubungkan
dengan poros percepatan (feed shaft) memanjang atau melintang secara tidak
tepat, berakibat rusaknya mekanisme, rusaknya mekanisme dapat dicegah
dengan memasang alat pengaman. Poros cacing (b) menggerakkan roda gigi
cacing (c) yang satu as dengan roda gigi Z1, jika lever (d) dipasang pada posisi L
maka roda gigi Z2 akan berhubungan dengan roda gigi Z3 dan karena Z4 satu as
dengan Z3 maka Z4 akan berputar dan membawa landasan (apron) berjalan, bila
lever (d) berada di posisi P maka roda gigi Z2 akan berhubungan dengan roda gigi
pada spindle sumbu poros berulir melintang (cross feed screw) sehingga eretan
melintang akan berjalan dengan otomatis. Kotak mekanik penggerak membawa
mekanisme yang mengubah putaran dari poros percepatan menjadi gerakan
memanjang dan melintang. Putaran dari poros percepatan dapat diubah dengan
memindahkan ban mesin yang dapat disetel (drivekey) oleh sebab itu kecepatan
yang dikehendaki dapat disetel dengan mudah. Ekor tetap dari pembubut dapat
disetel sepanjang bangku (bed) dari pembubut untuk menampung panjang stok
yang berbeda. Dilengkapi dengan pusat yang dikeraskan, yang dapat digerakkan
masuk dan keluar oleh penyetel roda, dan dengan ulir pengencang di dasarnya
yang digunakan untuk menyetel penyebarisan pusatnya dan untuk pembubutan
tirus. Sekrup pengarah adalah poros panjang yang diulir dengan baik, terletak
agak di bawah dan sejajar terhadap jalur bangku, memanjang dari kepala tetap
sampai ke ekor tetap. Dihubungkan dengan roda gigi kepada kepala tetap dengan
cara sedemikian sehingga dapat diputar balik dan dipasangkan pada rakitan
kereta luncur supaya dapat dihubungkan atau dilepaskan dari kereta luncur
selama operasi pemotongan. Ulir pengarah hanya untuk memotong ulir saja dan
harus dipisahkan kalau tidak dipakai untuk mempertahankan ketepatannya. Tepat
dibawah ulir pengarah adalah batang hantaran yang mentransmisikan daya dari
kotak pengubah cepat untuk menggerakkan mekanisme apron untuk daya
hantaran melintang dan memanjang. Kalau diperlukan untuk mengubah kecepatan
ulir pengarah atau batang hantaran, dilakukan dalam kotak roda gigi pengubah
cepat yang terletak pada ujung kepala tetap dari pembubut. Untuk itu hanya perlu
menggerakkan tuas yang menjulur pda kotak roda gigi. Rakitan kereta luncur
mencakup perletakan majemuk, sadel pahat dan apron. Karena mendukung dan
memandu pahat pemotong, maka harus kaku dan dikonstruksi dengan ketepatan
tinggi. Tersedia dua hantaran tangan untuk memandu pahat pada gerakan arah
22



menyilang. Roda tangan yang atas atau engkol tangan mengendalikan gerakan
dari perletakan majemuk, dan karena perletakannya dilengkapi dengan busur
derajat penyetel putaran, maka dapat ditempatkan dalam berbagai kedudukan
sudut untuk membuat tirus pendek. Roda tangan yang ketiga digunakan untuk
menggerakkan kereta luncur di sepanjang landasan, biasanya untuk menarik
kembali ke kedudukan mula setelah ulir pengarah membawanya sepanjang
pemotongan. Bagian dari kereta luncur yang menjulur di depan dari pembubut
disebut apron, yaitu merupakan dinding ganda dicor yang berisi kendali, roda gigi
dan mekanisme lain untuk menghantar kereta luncur dan peluncur menyilang
dengan tangan atau daya. Pada permukaan apron dipasangkan berbagai roda dan
tuas kendali.
Alat-alat kelengkapan mesin bubut :
a. Drive Plate
b. Face Plate
c. Independent Chuck
d. Universal Chuck
e. Collet Drawbar
f. Collet
g. Step Collet
h. Lathe Dog
i. Turning Tool Holder
j. Boring Bar
k. Cut of Tool
l. Knurling Tool
m. Support
n. Taper Attachment

2.8. Alat Bantu Pada Mesin Bubut
Untuk menjalanan mesin bubut maka diperlukan sejumlah peralatan yang
digunakan untuk menggerakkan benda kerja. Macam-macam peralatan pada mesin
bubut yang sering digunakan adalah:
1. Pahat Bubut
Untuk setiap pengerjaan pembubutan diperlukan pahat yang tepat, misalnya
untuk pengerjaan kasar (roughing), halus (finishing) ,permukaan (facing), bor, ulir
dan lain-lain, diperlukan pahat yang khusus untuk tujuan masing-masing. Pahat-
pahat yang umum dipakai, biasanya sudah dibuat standar, antara lain:


23



a. Pengerjaan Kasar (roughing)
Dalam pengerjaan kasar, pahat-pahat harus memakan material dalam
waktu singkat, karenanya pahat harus berbentuk tegap dan mantap.
Permukaan dapat berbentuk lurus atau lengkung. Dilihat dari kedudukan
pemotongannya, pahat ini dibedakan menjadi pahat kanan dan pahat kiri.
b. Pengerjaan Halus (finishing)
Pengerjaan ini untuk menghasilkan permukaan yang rata.Untuk itu
dapat dipakai pahat lurus dengan tepi potong yang bulat atau pahat hidung
persegi. Setelah diasah, tepi potong pahat harus diolesi dengan minyak/oli
untuk menambah kerataan benda kerja yang akan dihasilkan. Permukaan
yang rata, selain merupakan penampilan yang lebih baik juga berguna untuk
mengurangi gesekan-gesekan dengan bagian yang bergerak.
c. Pengerjaan Permukaan (facing)
Untuk pengerjaan permukaan dan untuk menghilangkan sudut-sudut
yang tajam dapat dipergunakan pahat sisi. Tepi potong sekunder pahat ini
menyebabkan geram tidak dapat keluar dengan bebas, karenanya pahat ini
harus digerakkan dengan arah dari pusat kearah luar benda kerja. Pahat sisi
ini dapat dibagi dua, yaitu pahat sisi kanan dan pahat sisi kiri.
d. Pengerjaan bentuk-bentuk khusus
Untuk pengerjaan bentuk-bentuk tertentu yang sudah distandarkan,
dapat dipakai pahat dengan bentuk tepi potong yang sesuai dengan hasil
yang diinginkan misalnya pahat potong, pahat ulir, pahat bor dan lain-lain.
Macam macam pahat pengerjaan khusus :
a. Pahat potong
b. Pahat Profil Luar
c. Pahat Profil Dalam
d. Pahat Pembuat Ulir
e. Pahat Bor
2. Senter
Senter adalah alat yang terbuat dari baja yang dikeraskan dan digunakan
untuk memikul benda kerja yang akan dibubut, senter ini dipasang pada lubang
poros kepala lepas dan kepala tetap, bagian yang memikul benda kerja menyudut
60, senter yang terpasang pada kepala tetap dinamakan senter hidup karena ia
ikut berputar dengan benda kerja dan yang terpasang pada kepala lepas
dinamakan senter mati tinggal diam tidak berputar, selalu bergesek dengan benda
kerja yang berputar, jika tidak dipelihara dengan baik maka ujung senter ini akan
cepat aus dan rusak, oleh karena itu pemasangannya pada benda kerja harus
diberi minyak pelumas.
24



3. Pembawa dan pelat pembawa
Pembawa adalah alat yang berfungsi membawa benda kerja untuk ikut
berputar sewaktu membubut, alat ini terbuat dari baja tuang dan mempunyai baut
ikat, benda kerja yang akan dibubut dimasukkan bagian ujungnya pada lubang
pembawa kemudian dijepit dengan baut tadi, bentuk alat ini ada yang berujung
lurus dan ada yang berujung bengkok dan pemakaiannya tergantung dari bentuk
pelat pembawa mesin bubut.
4. Cakra Penjepit (Pelat Genggam)
Cakra penjepit /pelat genggam/cekam ada dua macam, yaitu cekam yang
mempunyai rahang 4 buah (biasanya tidak otomatis, diputar satu persatu) dan
cekam berahang 3 yang memutar sendiri secara otomatis. Alat ini berbentuk
bundar dan mempunyai rahang untuk penjepit benda kerja. Pada jenis cekam 3
rahang dapat bergerak otomatis atau memusat sendiri jika salah satu kuncinya
diputar, cekam ini khusus untuk membubut atau mejepit benda bulat atau bersegi
3; 6; 9 yang sama sisi. Cekam 4 rahang untuk menjepit benda kerja berbentuk
segi empat, tidak teratur, bulat atau penjepitan benda kerja tidak harus ditengah-
tengah, pada cekam ini terdapat garis-garis melingkar yang gunanya untuk
memudahkan atau mempercepat pengaturan letak benda kerja ditengah-tengah
sehingga titik tengahnya segaris dengan garis senter mesin.
5. Kollet atau Tang Penjepit
Untuk menjepit benda kerja yang sudah halus dan bulat (karena diameternya
kecil sehingga sulit untuk dijepit oleh cekam atau pembawa) maka digunakan kolet
(collet) atau tang penjepit dinamakan juga tanduk penambat. Bentuknya bulat
panjang, lehernya tirus dan berlubang, ujungnya berulir dan kepalanya dibelah
menjadi 3 bagian dan ukurannya bermacam-macam.
6. Penyangga tetap dan penyangga jalan.
Penyangga tetap adalah alat yang berguna untuk menyokong atau
menunjang benda kerja yang dibubut jika bagian yang dibubut itu panjang, tanpa
alat penyangga ini maka benda tersebut khususnya bagian tengahnya (antara
senter kepala lepas dan kepala tetap) akan bergetar sehingga hasilnya akan kasar
dan tidak bulat, terlebih-lebih diwaktu membubut benda kerja yang berlubang
bagian dalamnya. Penyangga jalan berfungsi sama hanya perbedaannya bahwa
penyangga jalan pemasangannya pada eretan dan ikut bergerak sepanjang
jalannya pahat pada alas mesin. Kerja penyangga jalan adalah menahan benda
kerja agar tidak melengkung dan tidak bergetar karena adanya tekanan pahat
yang menyayat.


25



7. Poros Bantu (Mandrel)
Untuk membubut bagian luar benda kerja yang pendek dan berlubang
dipergunakan poros bantu untuk menyangga agar benda tersebut dapat dikerjakan
tanpa banyak pengaturan atau penyetelan, poros Bantu ini berupa batang bulat
yang dipasang/dimasukkan ke dalam lubang benda kerja. Bentuknya tirus atau
lurus dan bagian ujungnya ada yang berulir dan ada pula yang tidak.
8. Kartel
Kartel adalah suatu alat yang gunanya untuk membuat alur-alur atau
gerigian kecil pada benda kerja, benda yang dibuat alur-alur ini dimaksudkan agar
tidak licin dan terdapat pada batang penarik atau pemutar yang dipegang oleh
tangan, alat ini terdiri dari tangkai dan sepanjang gigi, gigi tersebut terpasang pada
bagian muka tangkai dan dibuat dari baja yang dikeraskan, hasil pengkartelan ini
ada yang lurus atau serong (belah ketupat), ukuran kehalusan alurnya atau
giginya ddalam banyak alur tiap inchi, kartel beralur 14 tiap inchi adalah kartel
kasar. Kartel ini dipasang pada rumah pahat dan kedudukannya harus setinggi
senter, kerja kartel bukan menyayat seperti pada pahat bubut melainkan menekan
benda kerja sehingga bagian yang tertekan akan beralur sedangkan bagian yang
tidak tertekan akan mengembang keluar. Sebelum dikartel benda kerja harus
dibubut halus dengan ukuran 0.5 mm lebih kecil daripada ukuran seharusnya,
dimana selisih ukuran ini akan sama besarnya dengan pengembangan begian
yang dikartel itu sehingga bila benda kerja telah dikartel akan berukuran sesuai
dengan yang dikehendaki.
9. Pendingin Pahat
Cairan khusus digunakan untuk mengurangi panas dari pahat pada waktu
operasi. Gunanya adalah untuk menaikkan umur dari pahat. Pendingin yang
digunakan ada kalanya air dicampur dengan sabun ditambah sedikit soda. Ada
baiknya digunakan cairan yang dinamakan soluble oil (minyak yang larut dalam
air), yaitu campuran antara emulsol (semacam pelumas yang larut dalam air) 10
% dengan air. Juga dipakai minyak bumi dicampur dengan minyak tumbuh-
tumbuhan yang disebut sulphurized oil.
Ketentuan-ketentuan di dalam pendinginan:
a. Banyaknya zat cair yang digunakan dalam pembubutan. Misal:
10.1/mm.
b. Cairan itu harus mengenai dahulu geram yang keluar dari benda,
karena pada geram terjadi panas yang paling besar.
c. Mulai pendinginan begitu mulai membubut, jangan ditunggu dulu
karena dapat menyebabkan keretakan pada pahat.

26



2.9. Metode Perhitungan Mesin Bubut
Perlu diperhatikan arah dari proses pengerjaan bila memulai perhitungan, kenali
dahulu proses apa yang terjadi apakah facing, atau proses pemakanan ke arah spindle
atau pembuatan groove. Bila perhitungan untuk groove maka lebar dari pahat/cutting
tool adalah kedalaman pemotongan. Sedangkan proses perhitungan untuk taper dapat
didekati dengan metode trapesium, metode yang lebih baik tentunya dengan
menghitung setiap pergerakan cutting tool.
Kecepatan pemotongan dihitung dari putaran per menit terhadap diameter benda
kerjanya, sering juga disebut dengan kecepatan pada permukaan
n = putaran benda kerja (rpm)
D = Diameter benda kerja (mm)
Vc = kecepatan pemotongan (m/menit)
Kecepatan putaran benda kerja (rpm)


Gambar 2.25 Ilustrasi pembubutan

a = keadaan potong [mm]= (do- dm)/ 2 [mm]
f = gerak makan [mm/(r)]
n = putaran poros utama/benda kerja [rpm]
n : putaran spindle (rpm)
fn : pemakanan (mm)
ap: kedalaman pemotongan (mm)
Untuk pembubutan benda silinder yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Feed : Gerak kerja
b. Hantaran : kecepatan pergerakan pahat atau pisau dalam mm/putaran.
c. RPM : putaran dudukan benda kerja .
d. Kecepatan potong: tergantung material yang digunakan.
e. Dalamnya atau besaranya jarak yang akan dipotong atau dikecilkan.

27



Antara material benda kerja dan pahat yang digunakan pun harus disesuaikan
dengan memperhatikan beberapa hal dasar untuk diketahui adalah mengenal beberapa
jenis material yang umum digunakan :
1. Material Fero :
a. Baja lunak
b. Baja keras
2. Material non Fero:
a. Alumunium
b. Tembaga
c. Campuran Al dan Magnesium

Tabel 2.1 Tabel kecepatan potong logam

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal yang maksimal dalam proses
pengerjaan benda kerja ada beberapa hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan
pengoperasiannya.
a. Mencari kecepatan potong.
Disesuaikan sesuai dengan jenis material yang digunakan yaitu dengan cara:

Tabel 2.2 Rumus kecepatan potong

Keterangan;
Vc = Kecepatan potong bahan ( m/ mnt)
N = Putaran benda kerja ( rpm)
D = Dimensi benda kerja ( mm )
N = V .1000 ( rpm ). . D


b. Mencari waktu proses.
28



Rumus menghitung waktu Pengerjaan pada mesin bubut untuk benda
berbentuk lurus

Tabel 2.3 Rumus waktu proses

Keterangan :
Tc = waktu (menit)
lm = panjang benda kerja
n = kecepatan putaran mesin
fn = pemakanan
c. Membuat benda tirus atau konis harus mencari sudut kemiringannya dengan
cara :

Tabel 2.4 Rumus mencari sudut kemiringan









Gambar 2.5 Pembubutan tirus

Keterangan :
Dm1 = Diameter besar
Dm2 = diameter kecil
Lm = panjang benda kerja yang akan dibuat tirus.




29



BAB III
JURNAL PRAKTIKUM


3.1 Maksud dan Tujuan
Untuk melatih kemampuan mahasiswa teknik mesin dalam mengoperasikan
mesin bubut logam.
Agar setiap mahasiswa teknik mesin dapat mengetahui komponen dan fungsi
mesin bubut.
Agar setiap mahasiswa teknik mesin dapat mengetahui proses dan langkah-
langkah pengerjaan benda kerja dengan mesin bubut.
Agar setiap mahasiswa teknik mesin dapat mengetahui dari jenis-jenis alat dan
bahan yang digunakan dalam praktikum mesin bubut.
Agar mahasiswa terampil dalam bekerja.
Agar setiap mahasiswa teknik mesin terbiasa membuat laporan praktikum.

3.2 Alat dan Bahan
Alat :
1. Gergaji besi
2. Sigmat/ jangka sorong
3. Safety glasses
4. Air coolant
5. Pahat
6. Kuas
Bahan
1. Besi ukuran 20 x 150 mm, sebanyak 1 buah

3.3 Langkah Kerja
1. Siapkan alat dan bahan.
2. Jepit benda kerja pada cekam bubut, pastikan menjepit dengan sempurna dan
putaran benda kerja tidak oleng.
3. Pastikan kedudukan benda kerja sejajar / senter dengan kepala lepas.
4. Ukur dan tandai panjang benda kerja dengan pahat bubut.
5. Lakukan proses pembubutan, atur pemakanan benda kerja dengan pengukur
pada tuas mesin bubut, periksa diameter benda kerja dengan sigmat / jangka
sorong agar pemakanan benda kerja tidak melebihi ukuran yang di tentukan.
6. Geser pahat bubut (sesuaikan dengan ukuran pemakanan benda kerja).
30



7. Membubut muka dilakukan dari arah kanan benda kerja.
8. Siram air coolant pada benda kerja daan pahat bubut secara berkala untuk
mengurangi panas yang timbul akibat gesekan benda kerja dengan pahat.
9. Setelah ukuran benda kerja mendekati ukuran yang diinginkan, lakukan proses
pembubutan finishing.
10. Potong benda kerja dengan membalik posisi benda kerja, lakukan pemakanan
kearah dalam.
11. Bersihkan benda kerja.
12. Lepaskan benda kerja dari cekam mesin bubut.
13. Matikan listrik mesin bubut.
14. Bersihkan mesin bubut dari sisa kotoran pembubutan.

3.4 Gambar Hasil Benda Kerja Praktikum



















Gambar 3.1 Benda kerja praktikum




31



3.5 Gambar Skema Alat Kerja






Gambar 3.2 Skema prose bubut

3.6 Kesimpulan
Dari hasil praktikum yang telah dilaksanakan dapat saya simpulkan bahwa :
1. Untuk dapat membubut dengan baik, perlu latihan dalam jangka waktu yang
cukup.
2. Dalam membubut logam arah pemakanan harus menyesuaikan pahat dan
setingan arah pemakanan mesin bubut.
3. Proses pembubutan harus selalu diberi pendingin untuk mendinginkan pahat.
4. Putaran spindle bubut harus disesuaikan dengan diameter benda kerja yangakan
dibubut.























32



BAB IV
PEMBAHASAN SOAL

4.1. Soal
1. Sebutkan bagian-bagian mesin bubut ?
2. Sebutkan keuntungan dan kelemahan mesin bubut ?
3. Sebutkan jenis-jenis pahat beserta fungsinya ?
4. Sebutkan jenis jenis mesin bubut ?

4.2. Jawaban soal
4.2.1. Bagian-bagian mesin bubut


Gambar 4.1 Bagian Utama Mesin Bubut

1. Kepala tetap (head stock)
Dibagian sebelah kiri dari alas mesin bubut terdapat kepala tetap. Di dalam
kepala tetap, spindle utama terpasang pada bantalan, fungsinya untuk
memindahkan putaran ke benda kerja, spindle harus terpasang kuat dan terbuat
dari baja yang kuat, pada umumnya bagian dalam spindel dibuat berlubang.
2. Kepala lepas (tail stock)
Kepala lepas dipakai sebagai penyangga benda kerja yang panjang,
mengebor dan meluaskan lubang (reamer). Kepala lepas dilengkapi dengan
kerucut morse, gunanya untuk memasang alat-alat yang akan dipasang pada
kepala lepas seperti bor, reamer, senter jalan dan lain-lain. Kepala lepas dapat
diangkat dari alas mesin (bed) dan dapat dipasang terkunci dengan baut pengikat,
roda pada kepala lepas dapat dipakai untuk menggerakan konis, dengan konis itu
33



selubung (sleeve) dapat terkunci, ada kepala lepas yang selubung digerakkan
dengan hidrolik atau kompresor udara, untuk ini tekanan pada benda kerja dapat
sama rata.
3. Eretan
Eretan mesin bubut digunakan untuk memegang erat perkakas bubut dan
memberikan kepadanya gerakan yang diperlukan (gerakkan ke kiri/ke kanan dan
gerakan melintang).Eretan terdiri dari sadel/pelana, eretan melintang, eretan
kombinasi, pemegang pahat, kotak apron.Eretan adalah penopang utama dan
pembawa pahat bubut, yang dapat disetel.
4. Mekanik percepatan
Poros pembuat ulir (lead screw) hanya dipakai untuk membuat ulir, dari
kepala tetap, leadscrew ini digerakkan melalui kotak roda gigi (gear box) apabila
mur setengah (half nut) yang mencekam poros itu dihubungkan oleh tuas
penghubung maka poros berulir menggerakkan eretan dengan arah memanjang.
a = Poros kecepatan (feed shaft)
b = Poros cacing (worm)
c = Susunan roda gigi (gear rack), Z 1, Z 2, Z 3, Z 4 = roda gigi
d = Tuas penghubung (engagement lever)
L = posisi gerakan memanjang
O = posisi netral
P = posisi gerakan melintang
Mekanisme pengunci digunakan bila mur setengah (half nut) dihubungkan
dengan poros percepatan (feed shaft) memanjang atau melintang secara tidak
tepat berakibat rusaknya mekanisme, rusaknya mekanisme dapat dicegah dengan
memasang alat pengaman. Poros cacing (b) menggerakkan roda gigi cacing (c)
yang satu as dengan roda gigi Z 1, jika lever (d) dipasang pada posisi L maka roda
gigi Z 2 akan berhubungan dengan roda gigi Z 3 dan karena Z 4 satu as dengan Z
3 maka Z 4 akan berputar dan membawa landasan (apron) berjalan, bila lever (d)
berada di posisi P maka roda gigi Z 2 akan berhubungan dengan roda gigi pada
spindle sumbu poros berulir melintang (cross feed screw) sehingga eretan
melintang akan berjalan dengan otomatis. Kotak mekanik penggerak membawa
mekanisme yang mengubah putaran dari poros percepatan menjadi gerakan
memanjang dan melintang. Putaran dari poros percepatan dapat diubah dengan
memindahkan ban mesin yang dapat disetel (drive key) oleh sebab itu kecepatan
yang dikehendaki dapat disetel dengan mudah. Ekor tetap dari pembubut dapat
disetel sepanjang bangku (bed) dari pembubut untuk menampung panjang stok
yang berbeda.Dilengkapi dengan pusat yang dikeraskan, yang dapat digerakkan
masuk dan keluar oleh penyetel roda, dan dengan ulir pengencang di dasarnya
34



yang digunakan untuk menyetel penyebarisan pusatnya dan untuk pembubutan
tirus. Sekrup pengarah adalah poros panjang yang diulir dengan baik, terletak
agak di bawah dan sejajar terhadap jalur bangku, memanjang dari kepala tetap
sampai ke ekor tetap. Dihubungkan dengan roda gigi kepada kepala tetap dengan
cara sedemikian sehingga dapat diputar balik dan dipasangkan pada rakitan
kereta luncur supaya dapat dihubungkan atau dilepaskan dari kereta luncur
selama operasi pemotongan. Ulir pengarah hanya untuk memotong ulir saja dan
harus dipisahkan kalau tidak dipakai untuk mempertahankan ketepatannya.Tepat
dibawah ulir pengarah adalah batang hantaran yang mentransmisikan daya dari
kotak pengubah cepat untuk menggerakkan mekanisme apron untuk daya
hantaran melintang dan memanjang.Kalau diperlukan untuk mengubah kecepatan
ulir pengarah atau batang hantaran, dilakukan dalam kotak roda gigi
pengubahcepat yang terletak pada ujung kepala tetap dari pembubut.Untuk itu
hanya perlu menggerakkan tuas yang menjulur pada kotak roda gigi. Rakitan
kereta luncur mencakup perletakan majemuk, sadel pahat dan apron.Karena
mendukung dan memandu pahat pemotong, maka harus kaku dan dikonstruksi
dengan ketepatan tinggi.Tersedia dua hantaran tangan untuk memandu pahat
pada gerakan arah menyilang.Roda tangan yang atas atau engkol tangan
mengendalikan gerakan dari perletakan majemuk, dan karena perletakannya
dilengkapi dengan busur derajat penyetel putaran, maka dapat ditempatkan dalam
berbagai kedudukan sudut untuk membuat tirus pendek.Roda tangan yang ketiga
digunakan untuk menggerakkan kereta luncur di sepanjang landasan, biasanya
untuk menarik kembali ke kedudukan mula setelah ulir pengarah membawanya
sepanjang pemotongan. Bagian dari kereta luncur yang menjulur di depan dari
pembubut disebut apron, yaitu merupakan dinding ganda dicor yang berisi kendali,
roda gigi dan mekanisme lain untuk menghantar kereta luncur dan peluncur
menyilang dengan tangan atau daya. Pada permukaan apron dipasangkan
berbagai roda dan tuas kendali.
5. Chuck
Berfungsi sebagai tempat untuk memegang benda kerja.
6. Meja Mesin (Bed)
Meja mesin bubut berfungsi sebagai tempat dudukan kepala lepas, eretan,
penyangga diam (steady rest) dan merupakan tumpuan gaya pemakanan waktu
pembubutan. Bentuk alas ini bermacam-macam, ada yang datar dan ada yang
salah satu atau kedua sisinya mempunyai ketinggian tertentu.Permukaannya
halus dan rata sehingga gerakan kepala lepas dan lain-lain di atasnya lancar. Bila
alas ini kotor atau rusak akan mengakibatkan jalannya eretan tidak lancar
sehingga akan diperoleh hasil pembubutan yang tidak baik atau kurang presisi.
35



7. Saddle berfungsi sebagai tempat pisau pemotong.
8. Cross Slide berfungsi sebagai pengatur posisi pisau potong terhadap benda kerja
(mengatur nilai pemakanan).
9. Penjepit Alat Potong (Tool post) digunakan untuk menjepit pahat.
10. Apron merupakan tempat susunan roda gigi yang menggerakkan carriage.
11. Carriage merupakan meja penggerak pahat dan terletak di atas apron.
12. Compound rest digunakan untuk menopang tool post pada bermacam-macam
posisi.

4.2.2 Keuntungan dan kelemahan mesin bubut ?
Kelebihan dan kekurangan dari mesin perkakas konvensional dengan mesin
perkakas NC adalah
A. Mesin Perkakas Konvensional :
1. Kelebihan
a. Pengoperasian masih menggunakan cara-cara manual.
b. Masih dapat dikerjakan oleh para pekerja yang tak mahir komputer.
c. Sangat mudah dioperasikan, karena tidak perlu memasukkan data.
d. Modal yang ditanamkan mengalami penurunan.
e. Mesin tidak tergantung oleh perubahan suhu dan cuaca.
f. Rendah dalam efisiensi produktif.
2. Kekurangan
a. Ketelitian yang dihasilkan agak kurang akurat.
b. Tidak dapat menampilkan kalkulasi biaya produksi.
c. Waktu laju awal pada pabrik mengalami kenaikkan.
B. Mesin Perkakas NC :
1. Kelebihan
a. Produktif dapat dikurangi
b. Keakuratan pada lebih besar dan repeatabilas.
c. Menurunkan tingkat tarip sisa
d. Kebutuhan pemeriksaan adalah mengurangi
e. Ilmu ukur benda kerja lebih rumit
f. Perubahan rancang bangun dapat diperiksa dengan lebih teliti.
g. Peralatan sederhana tetap diperlukan
h. waktu laju awal pabrikasi lebih pendek
i. Dapat mengurangi komponen yang diinventarisir
j. Lebih sedikit memerlukan floorspace
k. Level keterampilan yang dibutuhan operator dikurangi

36



2. Kekurangan
a. Pengerjaan komponen dengan mesin yang mudah menjadi sulit karena
menggunakan format yang rumit.
b. Modal yang ditanamkan mengalami peningkatan.
c. Usaha pemeliharaan lebih tinggi investasi lebih tinggi berharga.
d. Pemanfaatan NC peralatan yang lebih tinggi
e. Dibutuhkan tenaga ahli yang berfungsi untuk memprogram peralatan NC.

4.2.3 Jenis-jenis Pahat Beserta Fungsinya
a. Pahat bubut muka
Pahat bubut muka memiliki sudut 55derajat dan biasanya digunakan untuk
pembubutan muka atau facing.

Gambar 4.2 Pahat bubut muka

b. Pahat bubut rata kanan
Pahat bubut rata kanan memiliki sudut 80 derajat dan memiliki sudut
bebasnya bisa anda lihat digambar di bawah ini , dan sistem pemakanannya
dari kiri ke arah kanan mendekati cekam.

Gambar 4.3 Pahat bubut rata kanan
c. Pahat bubut ulir
37



Pahat ini biasanya digunakan untuk proses penguliran dimana kalau pahat
ulir untuk metrik memiliki sudut 60 derajat.

Gambar 4.4 Pahat bubut ulir

d. Pahat bubut dalam
Pahat bubut dalam ini biasanya digunakan untuk membubut bagian dalam
lubang yang sudah di bor atau untuk memperbesar lubang, dan biasanya
bubut dalam ini memakai pahat alat bantu.

Gambar 4.5 Pahat bubut dalam

e. Pahat potong untuk bubut
Pahat ini digunakan untuk memotong benda kerja, biasanya untuk hasil akhir
dari pembubutan dan diteruskan dengan pemotongan benda kerja lihat
gambar dibawah ini bentuk pahat potong untuk bubut.

Gambar 4.6 Pahat potong
38



Jenis dan bentuk pahat bubut bermacam macam dan disesuaikan dengan
kebutuhan, dimana dalam proses pembubutan benda kerja yang berputar
dan pahat yang bergerak, nah disini diperllihatkan jenis pahat dan
penggunaannya yang sering digunakan dalam pembubutan.

Gambar 4.7 Macam pahat bubut a.pahat kiri b.pahat potong c.pahat kanan
d.pahat rata e.pahat radius f.pahat alur g.pahat ulir h.pahat muka i.pahat
kasar

4.2.4 Jenis-jenis Mesin Bubut
Jenis mesin bubut pada garis besarnya diklasifikasikan dalam empat
kelompok, yaitu :
1. Mesin bubut ringan
Mesin bubut ini dimaksudkan untuk latihan dan pekerjaan ringan.Bentuk
peralatannya kecil dan sederhana.Dipergunakan untuk mengerjakan benda-
benda kerja yang berukuran kecil. Mesin ini terbagi atas mesin bubut bangku
dan model lantai, konstruksinya merupakan gambaran mesin bubut bangku dan
model lantai, konstruksinya merupakan gambaran mesin bubut yang besar dan
berat.

Gambar 4.8 Mesin bubut ringan


39



2. Mesin bubut sedang (Medium Lathe)
Konstruksi mesin ini lebih cermat dan dilengkapi dengan penggabungan
peralatan khusus. Oleh karena itu mesin ini digunakan untuk pekerjaan yang
lebih banyak variasinya dan lebih teliti. Fungsi utama adalah untuk
menghasilkan atau memperbaiki perkakas secara produksi.

Gambar 4.9 Mesin bubut sedang

3. Mesin bubut standar (Standard Lathe)
Mesin ini dibuat lebih berat, daya kudanya lebih besar daripada yang
dikerjakan mesin bubut ringan dan mesin ini merupakan standar dalam
pembuatan mesin-mesin bubut pada umumnya.

Gambar 4.10 Mesin bubut standar
4. Mesin bubut meja panjang (Long Bed Lathe)
Mesin ini termasuk mesin bubut industri yang digunakan untuk
mengerjakan pekerjaan-pekerjaan panjang dan besar, bahan roda gigi dan
lainnya.


Gambar 4.11 Mesin bubut meja panjang
40



BAB V
KESIMPULAN


Setelah melakukan praktikum teknik mesin bubut ini mahasiswa dapat menyimpulkan
beberapa hal yaitu :
1. Ketajaman dan sudut mata pahat yang benar sangat berpengaruh pada hasil
permukaan benda kerja karena akan mengahasilkan permukaan yang kasar.
2. Pada saat melakukan pengasahan mata pahat sebaiknya dilakukan secara
perlahanlahan, agar sudut pahat yang dihasilkan sesuai dengan yang telah
ditentukan dan agar benda kerja yang dihasilkan permukaannya rata.
3. Dalam melakukan proses di mesi bubut hendaklah dalam setiap pembubutan collant
diaktifkan agar permukaan benda kerja yang dihasilkan licin dan mengkilap dan
berpengaruh juga terhadap mata pahat bubut.
4. Saat pembuatan lubang dan pembesaran lubang yang dilakukan oleh mesin bubut
terlebih dahulu benda kerja dijepit dngan kuat dan sebelum proses dilakukan benda
kerja disenter dahulu dengan senter yang terletak di kepala lepas agar lubang yang
dihasilkan lebih bagus dan lubang yang dihasilkan pada permukaan benda kerja
senter atau ditengah .