Anda di halaman 1dari 16

6

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
1. Halitosis
a. Gambaran Umum Halitosis
Halitosis merupakan bau nafas yang dikeluarkan pada rongga
mulut dan memiliki bau tidak sedap. Halitosis yang terjadi dapat
mengganggu kehidupan sehari-hari. Kondisi ini disebabkan oleh
banyak hal diantaranya karena kebersihan mulut yang kurang baik,
gingivitis, ulser pada mulut, dan serostomia. eseorang dapat
dikategorikan mengalami halitosis bila memiliki kadar H
!
" 1,#
ng$1%ml& 'H
(
H " %,# ng$1% ml dan )'H
(
*
!
" %,! ng$1% ml
)opapornamorn dkk., !%%6& +ijayanti dkk., !%1%*.
Halitosis dikelompokan menjadi genuine halitosis, pseudo
halitosis dan halitofobia. Genuine halitosis merupakan kondisi
halitosis yang dapat diverifikasi se,ara objektif dan bersifat
sementara, seperti nafas pada pagi hari. -seudo halitosis merupakan
kondisi dimana penderita berpikir halitosis namun tidak ada bukti
objektif mengalami halitosis. Halitofobia merupakan kondisi pasien
tetap per,aya mengalami halitosis meskipun tidak ada bukti menderita
halitosis ),ully dan Greenman, !%%.*.
/
b. 0tiologi Halitosis
Gunardi dan +imardhani )!%%1* menjelaskan bah2a terdapat
faktor penyebab terjadinya halitosis yaitu faktor intraoral dan
ekstraoral. 3aktor intraoral terdiri dari bakteri aerob dan anaerob
sedangkan faktor ekstraoral berasal dari kondisi sistemik penderita.
4akteri yang mengakibatkan halitosis antara lain Prevotella
intermedia, Prevotella nigrescens dan Treptonema denticola. 4akteri
ini berhubungan dengan kadar hydrogen sulfide. 4ekteri
Porphyromonas gingivalis, Prevotella intermedia, dan Tanerella
forsythesis jenis bakteri ini berhubungan dengan kadar methyl
mercaptan.
3aktor ekstra oral penyebab terjadinya halitosis adalah kondisi
sinusitis kronik, faringitis, laryngitis, dan penyakit sistemik seperti
diabetes mellitus, gastrointestinal, gagal organ hepar. -enggunaan
obat juga mempengaruhi terjadinya halitosis. -enggunaan obat
tersebut seperti kloral hidrat, isobrid dinitrat, dimetil sulfoksida dan
bahan sitotoksik )Gunardi dan +imardhani, !%%1*. -eningkatan
kondisi halitosis dapat dipengaruhi oleh penurunan fisiologis aliran
saliva, kurangnya pembersihan oral se,ara fisiologis seperti gerakan
otot 2ajah dan oral yang dapat merangsang ekskresi saliva, kebersihan
mulut yang kurang terjaga dan kondisi kelaparan. Kegiatan makan
dapat mengurangi kondisi halitosis ),ully dan Greenman, !%%.*.
.
5ikroorganisme dapat menimbulkan halitosis dengan
menghasilkan efek metabolisme berupa Volatil Sulfur Compounds
)6'*. 6' yang terdiri dari methyl mercaptan )'H
(
H*, hydrogen
sulfide )H
!
*, dan dimethylsulfida ) )'H
(
*
!
*, serta poliamin dan asam
lemak rantai pendek. Komponen gas ini terdapat pada ,elah gingiva,
saliva, permukaan lidah dan daerah rongga mulut lainnya )Kini dkk.,
!%1!& +ijayanti dkk., !%1%*.
,. -atofisiologi
Halitosis disebabkan oleh aktivitas bakteri pada debris makanan
dan sel-sel epitel rongga mulut. 4akteri tersebut memproduksi
Volatile Sulfur Compounds )6'*. Umumnya Volatile Sulfur
Compounds )6'* yang diproduksi, terdiri dari hydrogen sulfide
)H
!
* memiliki bau seperti telur busuk, dimethylsulfide ) )'H
(
*
!
*
seperti bau kubis busuk, dan methyl mercaptan )'H
(
H* seperti bau
kotoran. Methyl mercaptan diper,aya sebagai komponen halitosis
yang paling banyak )7ngole dan henoy, !%1%*.
8sam amino yang mengandung sulfur )cysteine* diuraikan oleh
bakteri anaerob. 4akteri anerob tersebut melepaskan 6'. 9at non-
sulfur seperti diamine :cadaverine )bau cadaver* dan putrescine )bau
daging busuk*;, aseton dan asetaldehida juga berkontribusi terhadap
halitosis yang berasal dari rongga mulut. 9at yang memproduksi bau
potensial lainnya meliputi indole )digunakan dalam jumlah ke,il pada
parfum, namun jumlah besar dapat menghasilkan bau ofensif*, skatole
1
)bau kotoran*, asam karboksilat rantai pendek seperti butirat dan asam
valerik )bau keringat kaki* dan amonia. 8ktivitas bakteri meningkat
pada pH /.! dan dihambat pada pH 6,# )7ngole dan henoy, !%1%*.
d. 5anifestasi Klinis Halitosis
4eberapa tanda halitosisi adalah bau tidak sedap yang keluar
dari rongga mulut. Hingga saat ini halitosis merupakan salah satu
masalah yang terdapat pada rongga mulut )+ijayanti dkk., !%1%*.
e. -enatalaksanaan Halitosis
-enatalaksanaan halitosis dapat dilakukan dengan menjaga dan
melakukan kontrol kebersihan rongga mulut. Halitosis lokal dapat
dilakukan pera2atan dengan pembersihan se,ara mekanis dan
kimia2i. -roses mekanis yang dilakukan adalah menyikat gigi dan
lidah, sedangkan proses kimia2i dengan obat kumur dan pasta gigi.
-enyikatan gigi dan lidah pada umumnya kurang berpengaruh dalam
mengurangi halitosis, namun prosedur tersebut dibutuhkan untuk
menjaga kebersihan mulut. Hal tersebut dapat men,egah kondisi
periodontitis yang umumnya berdampak halitosis )Kini dkk., !%1!*.
-rosedur kimia2i terhadap halitosis seperti obat kumur dan pasta gigi
,ukup efektif mengurangi halitosis. 7bat kumur seperti klorheksidin
diglukonat menunjukan hasil yang baik pada halitosis )Gunardi dan
+imardhani, !%%1*.
1%
Keefektifitasan berkumur dalam mengurangi halitosis adalah<
1*4erkumur dengan menggunakan air. -enggunaan ,ara ini hanya
efektif selama 1# menit&
!*5inyak esensial, memiliki efek antibakteri sementara namun
terukur dapat mengurangi halitosis&
(*Zinc chloride dapat mengurangi tingkatan 6'. =on >ioni,
menghambat 6's selama 1% jam dan mengurangi halitosis
sebesar /1?&
@*Klorheksidin adalah agen antibakteri dan efektif mela2an bakteri
gram negatif dan gram positif, namun memiliki efek rasa yang
pahit )Kini dkk., !%1!*.
f. -arameter Halitosis
4eberapa teknik untuk mengevaluasi halitosis telah banyak
dikembangkan dan dilakukan per,obaan. Aeknik-teknik tersebut antara
lain penggunaan alat seperti erome !"# $ % H&S 'naly(er )'ri(ona
)nstrument, Aempe, 89, 8merika erikat* dan Halimeter ))nterscan Corp,
'hats2orth, '8, U8* serta penggunaan metode analisis seperti
kromatografi gas dan metode organoleptik yang menggunakan hidung
manusia berdasarkan sistem indera pen,iuman )4aharvand dkk., !%%.*.
4eberapa teknik untuk mengukur halitosis antara lain<
1* Gas Chromatography atau Kromatografi Gas
Kromatografi gas merupakan teknik yang digunakan untuk
menilai napas halitosis. Kromatografi gas dengan flame photometry
11
digunakan untuk mengukur Volatile Sulfur Compounds )6'* yang
terdapat pada rongga mulut )'H
(
H, H
!
, dan )'H(*
!
*. 9at->at lain
yang berhubungan dengan halitosis seperti cadaverine, putrescine
dan skatole juga dapat dideteksi. -erangkat portabel kromatografi gas
seperti *ral Chroma
A5
merupakan alat yang dapat digunakan untuk
mengukur tiga kandungan gas dalam Volatile Sulfur Compounds
)6'*, yaitu H
!
)hydrogen sulfide*, 'H
(
H )methyl mercaptan*,
dan )'H
(
*
!
)dimethylsulfide*. -engukuran kadar gas tersebut
memiliki standar nilai minimal seseorang dikategorikan memiliki
halitosis )7ngole dan henoy, !%1%& =ndradi dkk, !%1(*.
Kromatografi gas memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai
berikut menurut 7ngole dan henoy )!%1%*<
a* Kelebihan dari kromatografi gas, yaitu<
)1* Bapat mengidentifikasi komponen-komponen dari sampel
gas&
)!* istem dapat mendeteksi gas dalam jumlah menit bahkan
ketika pasien telah menggunakan agen untuk menghambat
halitosis.
b* Kekurangan dari kromatografi gas, yaitu<
)1* Aeknik memerlukan keahlian peneliti yang terlatih&
)!* 5esin dan peralatan mahal serta bukan berbentuk portabel.
1!
!* Halimeter
4aharvand dkk. )!%%.* menjelaskan bah2a halimeter
merupakan salah satu alat untuk mendiagnosis halitosis yang
menggunakan sensor elektrokimia untuk mendeteksi adanya Volatile
Sulfur Compounds )6'* di udara. Aeknik pengukuran
menggunakan sulfide monitor )halimeter* tes yaitu pasien diminta
untuk menutup mulut selama tiga menit sebelum pengukuran sambil
tetap bernapas melalui hidung. -asien yang sudah menutup mulut
selama tiga menit, kemudian sebuah sedotan plastik sekali pakai
dipasang pada mouthpiece dari halimeter dan dimasukkan ke dalam
mulut pasien dan pasien diminta untuk bernapas sebentar melalui
sedotan selama (% detik.
-rosedur ini diulang tiga kali berturut-turut pada setiap pasien
dan pada setiap pengukuran nilai kadar Volatile Sulfur Compounds
)6'* akan ter,atat oleh halimeter. Cangkah selanjutnya adalah
menghitung nilai rata-rata dari tiga pen,atatan dan nilai akhir untuk
setiap pasien ter,atat sebagai parts per +illion )ppb* sulfida.
4erdasarkan produsen halimeter, pengukuran terbagi menjadi tiga
kategori yaitu normal ).%-16% ppb*, ,eak )16%-!#% ppb* atau
malodour dari jarak dekat, dan strong )" !#% ppb* malodour dari
jarak yang lebih jauh )4aharvand dkk., !%%.*.
1(
(* 48D8
Aes 48D8 merupakan salah satu metode pengukuran halitosis
se,ara tidak langsung. Aes ini bertujuan untuk menilai kultur bakteri
halitosis pada rongga mulut, smears, dan en>im. 5etode ini akan
membantu dalam identifikasi kation organisme yang menghasilkan
malodor. Aes 48D8 )-$+en(oyl$./$arginine naphthylamide*
dilakukan untuk menilai aktivitas proteolitik bakteri anaerob. Aes ini
menjadi pengukuran ,epat untuk mengevaluasi senya2a malodor
yang non-sulfur )7ngole dan henoy, !%1%*.
@* 7rganoleptik
7rganoleptik merupakan salah satu ,ara mendeteksi bau mulut
dengan ,ara yang sederhana. -enilaian menggunakan indra
pen,iuman berdasarkan persepsi subyektif tanpa menggunakan
instrumen analisis. -enggunaan metode organoleptik guna
mendapatkan seberapa kuat kondisi halitosis. 0valuasi organoleptik
digunakan pada skala %-#. kor % menandakan tidak terdeteksi
halitosis sedangkan skor # memiliki kondisi halitosis yang terparah
)Cee, !%%1*.
!. 5ikroflora yang berhubungan dengan Halitosis
5ikroflora yang dapat menyebabkan timbulnya halitosis meliputi
0uso+acterium nucleatum, Prevotella intermedia, dan Tannerella
forsythensis. 4akteri lainnya yang telah diketahui terlibat dalam produksi
Volatile Sulfur Compounds )6's* men,akup Prophyromonas gingivalis,
1@
Porphyromonas endodontalis, Treponema denticola yang merupakan,
'ggregati+acter actinomycetemcomitans )sebelumnya dikenal sebagai
'ctino+acillus actinomycetemcomitans*, 'topo+ium parvulum,
Campylo+acter rectus, .esulfovi+rio species, 1ikenella corrodens,
1u+acterium sulci, 0uso+acterium spesies dan Peptostreptococcus
micros. =solat 2le+siella dan 1ntero+acter dilaporkan menimbulkan bau
busuk se,ara in vitro yang menyerupai halitosis dalam pemakaian gigi
tiruan. 4akteri anaerob proteolitik gram negatif ini terletak di daerah yang
relatif tetap pada rongga mulut, seperti poket periodontal, bagian posterior
dorsal permukaan lidah, dan regio interdental )7ngole dan henoy, !%1%*.
(. Volatile Sulfur Compounds )6'*
a. Befinisi
Volatile Sulfur Compound merupakan kumpulan gas yang
mengandung sulfur dan dikeluarkan melalui udara pernapasan. Gas ini
merupakan hasil metabilosme aktivitas bakteri dan menimbulkan bau
yang tidak sedap )+ijayanti dkk., !%1%*.
b. Komponen
1* Hydrogen Sulfide )H
!
*
H! merupakan gas dengan karakteristik bau seperti telur
busuk. e,ara alami gas ini terdapat pada mata air dengan
belerang, gunung berapi, dan gas alam lainnya. 4akteri
mengeluarkan H
!
selama dekomposisi sulfur. 9at ini memiliki
rumus molekul H
!
dan berat molekul sebesar (%,%.. Gas ini tidak
1#
ber2arna dan memiliki sifat ra,un bila dihirup dalam 2aktu yang
lama. Umumnya satu gram gas H
!
dapat larut dalam 1./ ml air
pada 1%
%
'. gas ini dapat larut kedalam al,ohol dan eter )umardjo,
!%%1*.
!* Methyl mercaptan )'H
(
H*
Gas metil merkaptan memiliki karakteristik bau menusuk
seperti kubis yang membusuk. 5erkaptan dapat disebut sebagai
alkohol dengan oksigen gugus hidroksinya diganti dengan atom
belerang )umardjo, !%%1*.
(* .imethylsulfide )'H
(
*
!

Gas dimetil sulfida memiliki karakteristik bau yang manis


yang tidak menyenangkan. Gas ini memiliki nama alkil E alkil
sulfida atau diakil sulfida atau dialkil tioeter )umardjo, !%%1*.
,. 5ikroorganisme dapat menimbulkan halitosis dengan menghasilkan
efek metabolisme berupa Volatil Sulfur Compounds )6'*. 6'
merupakan suatu kumpulan gas yang mengandung sulfur dan
dikeluarkan melalui udara pernapasan )+ijayanti dkk., !%1%*. 6'
yang terdiri dari methyl mercaptan )'H
(
H*, hydrogen sulfide )H
!
*,
dan dimethylsulfida )'H
(
*
!
*, serta poliamin dan asam lemak rantai
pendek. Komponen gas ini terdapat pada ,elah gingiva, saliva,
permukaan lidah dan daerah rongga mulut lainnya )Kini dkk., !%1!*.
16
@. 8pel )Pyrus malus*
a. Aaksonomi 8pel )Pyrus malus*
Aanaman apel dapat memiliki taksonomi sebagai berikut.
1* Bivisio < Spermatophyta
!* ub Bivisio < 'ngiospermae
(* Klas < .icotyledone
@* 7rdo < 3osales
#* 3amily < 3osaceae
6* Genus < Malus
/* pesies < Malus sylvesteris 5ill
b. Kandungan enya2a 3itokimia 8pel )Pyrus malus*
amudin )!%%1 dalam 8shari, 111#* mengungkapkan bah2a
tanaman apel mengandung air, karbohidrat terutama berupa fruktosa,
kalium, kalsium, besi, fosfor, vitamin 8, 41, 4!, 46 dan vitamin ',
-rotein, kalori dan lemak. Kandungan fitokimia pada apel yang
memiliki sifat antioksidan adalah golongan flavonoid, senya2a
fenolik, turunan asam sinamat, kumarin, tokoferol dan beberapa asam
organik polifungsional )usanto dan etyohadi, !%11*.
8pel memiliki kandungan senya2a fenolik yang tinggi. -olifenol
merupakan hasil metabolik sekunder dari tanaman. -olifenol terbagi
menjadi dua kelompok besar yaitu flavonoid dan asam fenolat.
enya2a flavonoid merupakan senya2a polifenol dengan 1# atom
karbon yang terdiri dari dua ,in,in ben>ene. 'in,in ini dihubungkan
1/
menjadi satu dengan rantai linier yang terdiri dari tiga atom karbon
)atrohamidjojo, 1116*.
Gambar !.1 truktur senya2a flavonoid
umber< atrohamidjojo )1116*.
-olifenol ini memiliki sifat antibakteri dan banyak terdapat pada
kulit apel. Karakteristik lain dari polifenol adalah aktivitas antibakteri,
anti-inflamasi, antioksidan dan antivirus. ifat antibakteri polifenol
dapat mempengaruhi perilaku bakteri pathogen. enya2a fenolik
diantaranya ,atehin, pro,yanidin dan asam klorogenat. Konsentrasi
polifenol tinggi pada apel segar, hal ini dibuktikan terdapat
pengurangan kadar flavonoid pada jus apel )luis dkk., !%%#&
3ratianni dkk., !%%/*.
'ontoh polifenol adalah flavonoid dengan pemanjangan sisi rantai
asam dan penambahan '!. enya2a polifenol ini memiliki kerangka
karbon 1# yang dikenal sebagai '6-'(-'6. -enelitian mengenai
ekstrak apel Granny mith memiliki kandungan fenolik tinggi dan
sifat antibakterinya memberikan efek terhadap mikroorganisme.
4eberapa mikroorganisme tersebut adalah 0s,heri,hia ,oli 8A''
!#1!!, 0s,heri,hia 'oli (#!1., taphylo,o,,us aureus 8A'' !1!1(,
-seudomonas aeruginosa 8A'' !/.#( )8lberto dkk., !%%6&
3erra>>ano dkk., !%11*.
1.
,. 5anfaat Kandungan 4uah 8pel
Fulianti dkk. )!%%/* menjelaskan bah2a buah apel memiliki
kandungan yang sangat bermanfaat, diantaranya adalah<
1* 0lavonoid
8pel merupakan buah kaya serat flavonoid dan fitokimia.
4erdasarkan data institut kanker Dasional 8merika erikat, apel
adalah buah yang paling banyak mengandung flavonoid.
0lavonoid dapat menjaga tubuh dari polusi lingkungan dan
radikal bebas.
!* 9at fitokimia
9at ini dapat berfungsi sebagai antioksidan penghan,ur
kolesterol jahat )/o, .ensity /ipoprotein* dan meningkatkan
kolesterol baik atau High .ensity /ipoprotein4 4eberapa >at
fotokimia tersebut adalah asam elagat yang diketahui sebagai
obat antikanker, glutation sebagai antikanker yang menangkal
efek ra,un logam berat.
(* Pektin, 5oron, dan Tanin
Pektin merupakan serat larut yang terkandung dalam buah.
Pektin berkhasiat menurunkan kolesterol. 5oron pada apel
berperan langsung membantu 2anita mempertahankan kadar
estrogen. 8pel mangandung tanin dengan konsentrasi tinggi.
4erdasarkan ournal 'merican .ental 'ssosiation pada tahun
11
111. menyatakan tanin dapat men,egah kerusakan gigi dan
penyakit gusi yang disebabkan tumpukan plak.
@* Polifenol
Polifenol terdapat hampir diseluruh tanaman, buah apel, teh
dan 2ine. Konsentrasi yang tinggi terletak pada daun dan bagian
luar tanaman. Khasiat polifenol adalah antibakteri, antioksidan,
dan pembasmi karsinogen )Go>aline, !%%6*.
!%
B. Kerangka Teori
Gambar !.! Kerangka Aeori -engaru Konsumsi 4uah 8pel )Pyrus Malus* Aerhadap Kadar
Volatile Sulfur Compounds -ada Gongga 5ulut aat -uasa 5enggunakan 8nalisisi
Kromatrografi Gas
Halitosis
0tiologi -engukuran
Halitosis
0kstra 7ral =ntra 7ral
4akteri <
Prevotella
intermedia
'H(H
Aehnik
Kromatografi
Gas
istemik<
B5, gastrointestinal
-enatalaksanaan
5ekanik
Self
cleansing
4uah 8pel 8lami Kimia
-olifenol
)antibakteri*
)'H(*! H!
Volatile Sulfur
Compounds )6'*
5enurunkan
kadar 6'
!1