Anda di halaman 1dari 6

GHAFFAAR ARI SATRYA

21060111083017

OHMMETER TIPE SERI DAN SHUNT

TUJUAN
1. Membuktikan Hukum Ohm dalam suatu percobaan
2. Mengetahui prinsip dan cara kerja Ohmmeter tipe seri maupun tipe shunt

ALAT DAN BAHAN
1. PSA
2. Multimeter
3. Unit Percobaan
4. Jumper

DASAR TEORI
Ohmmeter seri sesungguhnya mengandung sebuah gerak darsonval yang
dihubungkan seri dengan sebuah tahanan dan baterai ke sepasang terminal untuk
hubungan ke tahanan yang tidak diketahui, dengan syarat bahwa masalah kalibrasi
diperhitungkan sebuah elemen Ohmmeter satu rangkuman seri. Di mana diketahui bahwa :
R
1
= Tahanan pembatas arus
R
2
= Tahanan pengatur nol
E = Baterai didalam alat ukur
Rm= Tahanan yang tidak diketahui
Ohmmeter seri merupakan desain yang popular yang digunakan secara luas untuk
pemakaian umum, dia memiliki beberapa kekurangan. Diantaranya yang penting adalah
tegangan baterai yang berkurang secara perlahan lahan karena waktu dan umur,
akibatnya arus skala penuh berkurang dan alat ukur tidak membaca 0 sewaktu A dan B
dihubung singkatkan. Tahanan shunt variable R
2
pengembalian jarum jam ke skala penuh
dapat dilaksanakan dengan penyetelan R
1
tetapi ini akan mengubah kalibrasi sepanjang
skala. Pengaturan melalui R2 adalah cara yang paling baik, sebab tahanan paralel R
2
dan
R
3
selalu lebih kecil dibandingkan dengan R1 dan berarti perubahan R
2
yang diperlukan
untuk penyetelan ini tidak mengubah kalibrasi begitu banyak.
Besaran yang menyenangkan dalam perencanaan sebuah Ohmmeter seri adalah nilai
Rs yang membuat deffleksi setengah skala. Pada posisi ini, tahanan pada terminal A dan
terminal B di definisikan sebagai tahanan pada posisi setengah skala Rb. Dengan
mengetahui arus skala penuh Idp dan tahanan dalam gerakan Rm, tegangan baterai dan
nilai Rh yang diinginkan, rangkaian dapat dianalisis, yakni nilai R
1
dan R
2
dapat diperoleh
. Jika Rb menyatakan arus Idp, tahan yang diketahui harus sama dengan tahanan dalam
total Ohmmeter.




Kemudian tahanan total yang dihadirkan ke baterai adalah 2 Rh, dan arus baterai yang
diperlukan untuk memberikan defleksi setengah skala adalah :


Untuk menghasilkan defleksi setengah skala penuh arus baterai harus didobel, dan berarti :


Arus shunt yang melalui R
2
adalah


Tegangan pada jarak shunt(Esh) sama dengan tegangan pada jarak gerakan dan Esh = Em
atau I
2
R
2
= Idp Rm dan





GAMBAR RANGKAIAN
a. Ohmmeter Tipe Seri






Rh = R
1
+ (R
2
Rm /R
2
+ Rm)
Ih = E /Rh
It = 2 Ih = E / Rh
I
2
=It - Idp
R
2
= (IdpRm )/ I
2

R
1
= Rh (R
2
Rm / R
2
+Rm)
R
1
= Rh (IdpRm Rh / E)




CARA KERJA :
1. Terminal A dan B dihubungkan, sehingga arus dapat mengalir ke dalam rangkaian
tersebut.
2. Pada tahanan Rx atur sesuai kebutuhan.
3. Gerak dasar ohmmeter seri 50 , memerlukan arus skala penuh sebesar 5 Ma.
Tegangan baterai / Input dari PSA 10 Volt.
4. Tanda skala yang diinginkan untuk defleksi setengah skala adalah 1000 .
5. Berapa besar R
1
dan R
2

6. Berapa besar R
2
saat tegangan / input diturunkan menjadi 4 volt.


b. Ohmmeter Tipe Shunt


CARA KERJA :
1. Terminal A dan B dihubungkan, sehingga arus dapat mengalir ke dalam rangkaian
tersebt.
2. Pada tahanan Rx atur pada posisi 5 k .
3. Pasang PSA pada tegangan 6 Volt, ukurlah arus pada masing-masing tahanan
dalam rangkaian, agar nilainya tetap 10 Ma.
4. Berapa besar tahanan shunt (Rsh)
5. Berapa nilai tahanan R
1
?
6. Berapa niai Rsh dan R
1
saat tegangan turun menjadi 3 Volt ?




DATA HASIL PERCOBAAN
a. Ohmmeter Tipe Seri
Vin R1 R2 RX I
10 V
275 160 1,5 K 5 mA
5 V
5 K 1 1 K 5 mA


b. Ohmmeter Tipe Shunt
Vin R1 RX I
10 V
950 5 K 10 mA
3 V
250 5 K 10 mA

ANALISA DATA

a. Ohmmeter tipe seri
Vin = 10 V
R1 = 275
(

) (


)
(

)(


)
(

)(


)
(

)(


)







Rm = 1596,3
Rm = 1139,7
Vin = 5 V
R1 = 5 K
(

) (


)
(

)(


)

(


)

(


)






Rm = 65
Rm = 45

b. Ohmmeter tipe shunt
Vin = 10 V
R1 = 950


(

) (


)
(

)(


)
(

)(


)





Rm = 142241
Rm = 102759

Vin = 3 V
R1 = 250

(

) (


)
(

)(


)
(

)(


)





Rm = 128200
Rm = 116800

VIII.KESIMPULAN
a. Pada Ohmmeter tipe seri, posisi nol berada disebelah kanan
b. Pada Ohmmeter tipe shunt, posisi nolberada disebelah kiri
c. Tahanan dalam pada ohmmeter tipe shunt lebih besar dari pada tahanan dalam
pada ohmmeter tipe seri
d. Pada Ohmmeter tipe shunt memiliki tahanan dalam yang hampir sama