Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM PROPERTI MATERIAL

MODUL 4
PEMERIKSAAN BERAT ISI DAN RONGGA UDARA DALAM
AGREGAT KASAR



KELOMPOK 7
Ferry Wijaya (1006674156)
Ledi Khalidannisa (1006659722)
Maulana Ichsan Gituri (1006659735)
Nirmala (1006771232)
Pra Gogo Hutagol (1006674345)
Rahman Raeyani Kalele (1006659760)

Waktu Praktikum : 23 Oktober 2011
Asisten Praktikum : Mohammad Iqbal
Tanggal Disetujui :
Nilai :
Paraf :
LABORATORIUM STRUKTUR DAN MATERIAL
DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK
2011
I. Tujuan Praktikum
Pemeriksaan ini dimaksud untuk menentukan berat isi dan rongga udara
dalam agregat kasar. Berat isi adalah perbandingan berat dengan isi.

II. Peralatan
1. Timbangan dengan ketelitian 0,1% berat contoh.
2. Talam kapasitas cukup besar untuk mengeringkan contoh agregat.
3. Tongkat pemadat dengan ujung bulat sebaiknya terbuat dari baja tahan
karat.
4. Wadah Baja yang cukup kaku berbentuk silinder dengan alat
pemegang, berkapasitas 9,3 liter.

III. Benda Uji
- 25 kg agregat yang tertahan saringan no 4.

IV. Prosedur Percobaan
- Berat Isi Lepas
1. Menimbang dan mencatat berat wadah (w1).
2. Memasukan benda uji dengan hati-hati agar tidak terjadi pemisahan
butir-butir dari ketinggian maksimum 5 cm diatas wadah dengan
menggunakan sendok atau sekop sampai penuh.
3. Meratakan permukaan benda uji.
4. Menimbang dan mencatat berat wadah serta berat benda uji (w2).
5. Menghitung berat benda uji (w3 = w2 - w1).

- Berat Isi Agregat Dengan Cara Penusukan
1. Menimbang dan mencatat berat wadah (w1).
2. Mengisi wadah dengan benda uji dalam tiga lapis yang sama tebal.
Setiap lapis dipadatkan dengan tongkat pemadat sebanyak 25 kali
tusukan secara merata.
3. Meratakan permukaan benda uji.
4. Menimbang dan mencatat berat wadah serta berat benda uji (w2).
5. Menghitung berat benda uji (w3 = w2 - w1).

- Berat Isi Agregat Dengan Cara Penggoyangan
1. Menimbang dan mencatat berat wadah (w1).
2. Mengisi wadah dengan benda uji dalam tiga lapis yang sama tebal
3. Memadatkan setiap lapisan dengan menggoyang-goyangkan wadah
seperti berikut :
a. Meletakkan wadah ditempat yang kokoh dan datar,
mengangkat salah satu sisinya kira-kira setinggi 5 cm
kemudian dilepas.
b. Mengulangi hal ini pada sisi yang berlawanan sebanyak 25
kali untuk setiap sisi.
4. Meratakan permukaan benda uji.
5. Menimbang dan mencatat berat wadah serta berat benda uji (w2).
6. Menghitung berat benda uji (w3 = w2 - w1).

V. Pengolahan Data
Berat Isi Lepas
Berat wadah (w1) 5089 gram
Berat wadah dan air 14361 gram
Berat wadah dan agregat kasar (w2) 18400 gram
Berat Isi Padat Dengan Cara Penusukan
Berat wadah dan agregat kasar (w2) 19800 gram
Berat Isi Padat Dengan Cara Penggoyangan
Berat wadah dan agregat kasar (w2) 19500 gram

Berat Isi Lepas
w3 = w2 w1 = 13311 gram = 13,311 kg
V = (14361 -5089 ) 1 gram/cm
3
= 9272 cm
3
= 9,272 liter
A = 2,696 kg/ltr
W = 1 kg/ltr







( )
( )


( )
( )

Berat Isi Padat Dengan Cara Penusukan
w3 = w2 w1 = 14711 gram = 14,711 kg
V = (14361 -5089 ) 1 gram/cm
3
= 9272 cm
3
= 9,272 liter
A =kg/ltr
W = 1 kg/ltr







( )
( )


( )
( )

Berat Isi Padat Dengan Cara Penggoyangan
w3 = w2 w1 = 14411 gram = 14,411 kg
V = (14361 -5089 ) 1 gram/cm
3
= 9272 cm
3
= 9,272 liter
A =kg/ltr
W = 1 kg/ltr







( )
( )


( )
( )









VI. Analisa
a. Analisi Percobaan

Dalam percobaan ini, praktikan diharapkan mengetahui berat isi dan
rongga udara dalam agregat kasar. Percobaan diawali dengan menyaring
agregat dengan saringan no 4 dan mengambil agregat yang tertahan saringan.
Hal ini dilakukan karena saringan no 4 merupakan batasan antara agregat
kasar dan agregat halus. Setelah disaring dan didapatkan 25 kg agregat kasar,
agregat dimasukkan ke dalam oven agar kandungan air yang masih ada di
agregat menguap.

Setelah agregat kering, langkah awal yang dilakukan yaitu mencatat
massa wadah yang digunakan (w1) dan mencatat juga massa wadah yang terisi
air. Kemudian untuk percobaan berat isi lepas, agregat kasar yang ada
dimasukkan ke dalam wadah hingga penuh kemudian permukaan benda uji
diratakan. Setelah permukaan benda uji diratakan, wadah yang berisi agregat
kasar ditimbang dan dicatat hasilnya.

Untuk percobaan berat isi padat dengan cara penusukan, langkah awal
yang dilakukan yaitu dengan mengisi wadah hingga 1/3 volume wadahnya.
Kemudian dipadatkan dengan tongkat pemadat sebanyak 25 kali. Setelah 25
kali penusukkan wadah diisi kembali dengan agregat kasar hingga 2/3 volume
wadahnya dan ditusuk kembali sebanyak 25 kali. Kemudian wadah diisi
sampai penuh dan ditusuk kembali sebanyak 25 kali. Setelah itu, tambahkan
agregat kasar ke dalam wadah hingga wadah kembali penuh dan ratakan
permukaan benda uji. Setelah permukaan benda uji diratakan, wadah yang
berisi agregat kasar ditimbang dan dicatat hasilnya.

Untuk percobaan berat isi padat dengan cara penggoyangan, dilakukan
juga langkah yang sama seperti dengan cara penusukan. Akan tetapi untuk
percobaan ini wadah yang berisi agregat kasar digoyangkan dengan cara
mengangkat wadah kira-kira setinggi 5 cm kemudian dilepaskan. Selanjutnya
ulangi juga untuk sisi lain wadah dan masing-masing sisi digoyangkan
sebanyak 25 kali.

b. Analisi Hasil

Dalam percobaan ini diperoleh massa wadah kosong (w1), massa
wadah dengan agregat (w2), dan massa wadah berisi air yang akan digunakan
untuk mengetahui volume wadah. Kemudian dari data yang ada dapat dicari
massa agregat kasar yang digunakan (w3) dengan rumus :

Setelah nilai w3 dan volume wadah didapatkan akan dicari nilai dari
berat isi agregat dan rongga udara dengan menggunakan rumus :



( )
( )

Dengan :
V = Isi wadah ( liter )
A = Bulk Specific Gravity Agregat ( Kg/liter )
B = Berat isi agregat kasar ( Kg/liter )
W = Berat isi Air ( Kg/liter )

c. Analisa Kesalahan

Kesalahan yang mungkin terjadi dalam praktikum kali ini antara lain :
- Kesalahan Sistematik
Kesalahan ini disebabkan karena alat yang digunakan untuk praktikum
seperti timbangan tidak terkalibrasi dengan baik sehingga
mempengaruhi hasil praktikum yang didapatkan.
- Kesalahan Praktikan
Kesalahan ini terjadi murni dari kesalahan praktikan antara lain seperti
dalam pembacaan skala timbangan terjadi paralaks yang dimana posisi
mata praktikan tidak tegak lurus dengan skala timbangan. Akan tetapi
kesalahan ini dapat diminimalisir dengan menggunakan timbangan
digital. Kemudian kesalahan yang terjadi yaitu dalam percobaan berat
isi padat dengan cara penusukan. Permukaan agregat yannng ditusuk
tidak merata sehingga ada beberapa sisi yang tidak tertusuk.

VII. Kesimpulan
- Dalam berat isi lepas didapatkan
o Berat isi agregat =
o Rongga udara = 46,75%
- Dalam berat isi padat dengan cara penusukan
o Berat isi agregat =
o Rongga Udara = 41,15%
- Dalam percobaan berat isi padat dengan cara penggoyangan
didapatkan
o Berat isi agregat =
o Rongga Udara = 42,35%
- Dalam praktikum berat isi padat baik dengan cara penusukan dan
penggoyangan memiliki berat isi yang lebih besar dari percobaan berat
isi lepas dan persentase rongga udara yang lebih kecil.

VIII. Referensi
- Buku Pedoman Praktikum Pemeriksaan Bahan Beton dan Mutu Beton
FT UI









IX. Lampiran