Anda di halaman 1dari 4

Komunikasi kimiawi pada cacing tanah

Cacing tanah termasuk dalam Filum Annelida kelas Oligochaeta yang memiliki ciri-ciri tubuh
bersegmen, simetri bilateral, tubuh berongga (memiliki selom) yang berisi cairan yang membantu
pergerakan. Cacing tanah sudah memiliki saluran pencernaan yang lengkap, system peredaran darah
tertutup, dan system saraf tangga tali (Riyanto, !!"). #ermukaan tubuh cacing tanah ber$arna merah
sampai biru kehi%auan. &entuk tubuh pan%ang silindris, dengan '( bagian posteriornya sedikit memipih
kearah dorso)entral. #ermukaan bagian ba$ah ber$arna lebih pucat, umumnya ber$arna merah %ambu
dan kadang-kadang putih (*asta$i, !!().
Cacing tanah memiliki organ sensorik yang berkembang baik dan memiliki struktur sederhana. +truktur
organ tersebut terdiri dari sel tunggal atau kelompok yang khusus terdapat pada sel ektodermal.
,erdapat ( tipe organ sensorik pada cacing tanah, yaitu reseptor epidermal, reseptor buccal yang
terdapat pada rongga mulut dan reseptor cahaya (+usilo$ati dan Rahayu, !!-. /).
Reseptor epidermal dan reseptor buccal merupakan organ yang merespon stimulus kimia$i. Reseptor
epidermal terdistribusi pada bagian epidermis, terutama pada sisi lateral dan pemukaan )entral tubuh.
+edangkan reseptor buccal terletak dirongga mulut, organ ini berfungsi untuk merespon stimulus kimia
yang berasal dari makanan (*optal, dkk., dalam +usilo$ati dan Rahayu, !!-. /).
Cacing tanah menghasilkan cairan mukus yang dihasilkan oleh kelen%ar mucus epidermal. Cairan
mucus memiliki banyak fungsi, fungsi yang utama yaitu untuk men%aga kelembaban tubuh. #ertukaran
gas O dan CO pada cacing tanah ter%adi melalui difusi pada permukaan tubuhnya, kondisi
permukaan tubuh yang lembab membantu cacing tanah untuk lebih mudah mengikat oksigen dari
lingkungan dan berdifusi masuk ke dalam tubuh, sedangkan karbondioksida diikat untuk dikeluarkan
dari tubuh. +elain itu, cairan mucus %uga berfungsi untuk membantu pergerakan cacing tanah. *arena
kondisi tanah yang lembab dan licin menyebabkan cacing tanah lebih mudah untuk bergerak dan
mendeteksi keadaan sekitar, misalnya kondisi p0 lingkungan. Cairan mucus pada cacing tanah %uga
berfungsi sebagai sarana komunikasi cacing tanah, misalnya digunakan untuk menun%ukkan suatu
tempat dan berperan ketika cacing tanah mencari pasangan untuk melakukan proses reproduksi
(Riyanto, !!").
Alat komunikasi lain dari cacing tanah adalah cairan selom yang dihasilkan oleh korpuskula selom.
Cairan selom bersifat alkaline, tidak ber$arna, mengandung air, garam, dan beberapa protein (*optal,
dkk., /12! dalam +usilo$ati dan Rahayu, !!-. /). 3iduga cairan selom ini dihasilkan oleh sel
kloragogen yang berfungsi mengekskresikan produk dari cairan selom. +enya$a kimia ini berfungsi
sebagai alat komunikasi dan dapat bertahan aktif pada suatu tempat dalam $aktu yang lama. +elain itu,
sifat dari senya$a tersebut sangat spesifik dan karena setiap cacing memiliki kemoreseptor yang sangat
sensitif, maka senya$a tersebut dapat dideteksi oleh cacing tanah %enis lain dengan mudah (#rice, /1-"
dalam +usilo$ati dan Rahayu, !!-. /).
#45&A0A+A6
1. Respon cacing tanah terhadap larutan garam dapur 5% dan 10%
&erdasarkan data hasil pengamatan, pada larutan garam "7 semua spesies cacing tanah (cacing merah
dan cacing hitam) memberikan respon positif, yaitu terus mele$ati kertas tissue yang dibasahi dengan
larutan garam "7. +edangkan respon sebaliknya ter%adi pada larutan /!7, yaitu semua spesies cacing
tanah memberikan respon negati)e yang berarti bah$a ketika bagian anterior cacing tanah menyentuh
kertas tissue yang dibasahi dengan larutan garam /!7 cacing tanah langsung berbalik arah men%auhi
kertas tissue tersebut.
+timulus berupa larutan garam tersebut diterima oleh organ sensorik cacing tanah melalui reseptor
epidermal yang terletak pada sisi )entral maupun sisi lateral tubuh cacing. Reseptor epidermal tersebut
merupakan bagian dari system saraf tepi. +timulus yang diterima oleh reseptor epidermal pada cacing
tanah akan diteruskan ke seluruh bagian tubuh. 8adi, %ika ada stimulus yang mengenai bagian tertentu
dari cacing tanah, maka respon akan dilakukan oleh semua bagian tubuh.
#ada larutan garam dengan konsentrasi "7, cacing memberikan respon yang positif, yaitu terus
bergerak mele$ati stimulus. 0al ini menandakan bah$a pada konsentrasi "7 larutan garam, tidak
mempengaruhi kondisi cairan dalam tubuh cacing tanah, sehingga tidak ter%adi respon kimia$i di
dalam tubuh cacing yang dapat memicu timbulnya mekanisme homeostatis. &erbeda dengan respon
yang ter%adi pada larutan garam dengan konsentrasi /!7, cacing tanah memberikan respon negati)e
dengan cara menarik bagian anterior dan bergerak men%auhi kertas tissue yang dibasahi larutan garam
/!7. 0al ini ter%adi karena cairan di luar tubuh cacing lebih pekat dari pada cairan intrasel cacing.
+ehingga, dapat mengakibatkan cairan intrasel berdifusi keluar tubuh. Oleh karena itu, ketika reseptor
epidermal menangkap stimulus tersebut, maka langsung ter%adi respon kimia$i negati)e dari seluruh
bagian tubuh cacing. 8adi, dapat diketahui bah$a semakin tinggi konsentrasi larutan garam, maka
semakin kecil %uga kemungkinan cacing tanah untuk memberikan respon, dan hal itu berlaku untuk
semua %enis cacing (cacing merah dan cacing hitam).
&erdasarkan u%i Chi +9uare (:), pada larutan garam dengan konsentrasi "7, baik cacing tanah spesies
A maupun cacing tanah spesies & semuanya memberikan respon yang positif dan mampu mele$ati
kertas tissue yang dibasahi dengan larutan garam tersebut. +edangkan pada larutan garam konsentrasi
/!7, cacing tanah spesies A maupun spesies & memberikan respon negati)e dan tidak mampu
mele$ati kertas tissue yang dibasahi dengan larutan garam konsentrasi /!7. 0al ini membuktikan
bah$a komunikasi kimia$i cacing tanah terhadap larutan garam bergantung pada tingkat konsentrasi
dari larutan garam.
2. Respon cacing tanah terhadap cairan mucus
&erdasarkan data hasil pengamatan respon cacing terhadap cairan mucus, diketahui bah$a kedua %enis
cacing tanah (cacing merah dan cacing hitam) memberikan respon yang positif terhadap cairan mucus
cacing &.
Cairan mukus pada cacing tanah dihasilkan oleh kelen%ar mucus epidermal yang berfungsi untuk
men%aga kelembaban tubuh. #ertukaran gas O dan CO didalam tubuh cacing tanah ter%adi melalui
difusi pada permukaan tubuhnya, kondisi permukaan tubuh yang lembab membantu cacing tanah untuk
lebih mudah mengikat oksigen dari lingkungan dan berdifusi masuk ke dalam tubuh, sedangkan
karbondioksida diikat untuk dikeluarkan dari tubuh. +elain itu, cairan mucus %uga berfungsi untuk
membantu pergerakan cacing tanah. *arena kondisi tanah yang lembab dan licin menyebabkan cacing
tanah lebih mudah untuk bergerak dan mendeteksi keadaan sekitar, misalnya kondisi p0 lingkungan.
Cairan mucus pada cacing tanah %uga berfungsi sebagai sarana komunikasi cacing tanah, misalnya
digunakan untuk menun%ukkan suatu tempat dan berperan ketika cacing tanah mencari pasangan untuk
melakukan proses reproduksi.
Cairan mucus yang dikeluarkan oleh cacing tanah memiliki sifat yang spesifik. 6amun, karena setiap
cacing memiliki kemoreseptor yang sangat sensiti)e, maka senya$a yang dihasilkan oleh cacing lain
dapat dideteksi dengan mudah. +ehingga, cacing yang sama spesies maupun yang berbeda spesies
dapat mengikuti arah pergerakan yang ditandai dengan cairan mucus. Akan tetapi, pada saat cacing
tanah mencari pasangan untuk reproduksi, cairan mucus yang dikeluarkan memiliki komposisi senya$a
kimia yang lebih spesifik dan berbeda dengan komposisi cairan mucus sebagai penanda suatu tempat,
sehingga hanya cacing tanah se%enis yang akan tertarik dan mengikutinya.
&erdasarkan u%i Chi +9uare (:), membuktikan bah$a pada kedua %enis cacing tanah A maupun cacing
tanah & memberikan respon yang positif. 8adi, respon kimia$i melalui cairan mucus %uga ter%adi antar
spesies cacing tanah.
3. Respon cacing tanah terhadap cairan selom
&erdasarkan data pengamatan, cacing tanah spesies A memberikan respon yang positif terhadap cairan
selom cacing A, sedangkan cacing & memberikan respon yang negati)e terhadap cairan selom cacing
A, hanya / ekor cacing & yang memberikan respon positif.
Cairan selom dihasilkan korpuskula selom yang didistribusikan oleh sel-sel *loragogen. Cairan selom
ini bersifat alkali, tidak ber$arna mengandung air, garam dan beberapa protein. +ifat alkali yang
terdapat pada cairan selom ini berfungsi sebagai racun yang berfungsi untuk perlindungan diri cacing
tanah ketika merasa terancam. +ehingga, cairan selom dikeluarkan hanya pada saat cacing tanah
merasa terancam atau ada gangguan yang mengenai permukaan tubuh cacing, misalnya pada perlakuan
dengan ke%utan listrik. *e%utan listrik yang diberikan tersebut merupakan stimulus yang kemudian
ditangkap oleh reseptor epidermal sebagai suatu bentuk ancaman, sehingga sel *loragogen dengan
cepat mendistribusikan cairan selom untuk melindungi permukaan tubuh. *etika cairan selom
dikeluarkan dari tubuh cacing tanah, cairan ini berfungsi sebagai penanda adanya bahaya. Cairan ini
dapat bertahan aktif pada suatu tempat dalam $aktu yang lama, sehingga semua %enis cacing dapat
mendeteksi adanya bahaya dari senya$a aktif tersebut karena memiliki kemoreseptor yang sangat
sensiti)e di seluruh permukaan tubuh.
8adi, seharusnya dari percobaan dengan cairan selom ini, semua %enis cacing tanah baik cacing tanah
spesies A maupun cacing tanah spesies & memberikan respon yang negati)e terhadap cairan selom.
*emungkinan pada pengamatan yang dilakukan oleh praktikan ter%adi kesalahan, misalnya cairan
selom tidak tersebar merata pada permukaan kertas lilin, sehingga cacing mele$ati bagian yang tidak
terkena cairan tersebut dan dilihat praktikan bah$a hal tersebut merupakan bentuk cacing memberikan
respon yang positif. &isa %uga disebabkan kurangnya $aktu untuk mengistirahatkan cacing tanah
setelah diberi perlakuan, sehingga system saraf pada cacing tanah mengalami kelelahan yang berakibat
pada system saraf tidak mampu lagi memberikan atau merespon stimulus yang mengenai reseptor.
&erdasarkan u%i Chi +9uare (:), cacing tanah spesies A menun%ukkan respon yang positif, %adi tidak
ter%adi komunikasi kimia$i pada cacing tanah spesies A %ika terdapat cairan selom disekitar mereka.
+edangkan pada cacing tanah spesies &, menun%ukkan respon yang negati)e, %adi ter%adi interaksi
kimia$i terhadap cairan selom yang ada disekitarnya.
3AF,AR R;8;*A6
+usilo$ati, Rahayu +ofia 4ry. !!-. #etun%uk *egiatan #raktikum ,ingkah <aku 0e$an. 5alang.
F5=#A ;5
*asta$i, >usuf. !!(. ?oologi A)ertebrata. 5alang. F5=#A ;5
Riyanto, +ugeng. !!". Filum Annelida. (Online), (http.''$$$.@iddu.com'do$nload'(/AA2' filum
Annelida.doc.html, diakses tanggal ( Oktober !!1)