Anda di halaman 1dari 2

1.

Ambulasi dibantu, pengobatan lebih dari sekali


2. Folley catheter/intake output di catat
3. Klien dengan pemasangan infus, persiapan pengubatan memerlukan prosedur
3) Perawatan maksimal atau total memerlukan waktu 5-6 jam/ 24 jam dengan kriteria :
1. Segalanya diberikan atau dibantu
2. Posisi di atur, observasi tanda-tanda vital tiap 2 jam
3. Makan memerlukan NGT, menggunakan terapi intravena
4. Pemakaian suction
5. Gelisah, disorientasi
4) Menurut Depkes, 2005
Menurut Depkes, model pendekatan yang dapat digunakan dalam penghitungan tenaga
keperawatan di Rumah Sakit untuk rawat inap yaitu berdasarkan klasifikasinya pasien dengan cara
penghitungan adalah
1. Tidak ketergangutngan pasien berdasarkan kasus
2. Rata-rata pasien per hari
3. Jam perawatan yang diperlukan per hari/pasien
4. Jam perawatan yang diperlukan per ruang/hari
5. Jam kerja efektif setiap perawat 7 jam per hari
Dirumuskan sebagai berikut



Untuk perhitingan tenaga tersebut perlu ditambah (faktor koreksi) yang terdiri dari :
1. Loss day (hari libur/cuti/hari besar)


Non perawat seperti contohnya membuat perincian




Jumlah jam perawatan/ruangan/hari
Jam kerja efektif/shift
1 + + X


2) Kualitas
Salah satu indikator keberhasilan RS dalam memberikan pelayanan kesehatan ditentukan oleh
pemberian asuhan keperawatan yang berkualitas. Asuhan keperawatan yang berkualitas didukung
oleh sumber daya yang berkualitas dan profesional dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
Kualitas pelayanan merupakan tipe pengawasan yang berhubungan dengan kegiatan yang
dipantau atau diatur dalam pelayanan berdasarkan kebutuhan atau pandangan konsumen. Dalam
keperawatan, tujuan kualitas pelayan adalah untuk memastikan bahwa jasa atau produk pelayanan
keperawatan yang dihasilkan sesuai dengan atau keinginan pasien (Nursalam, 2002).
Menurut Djojodobroto (2009), konsep pengembangan SDM yang disebut Human Resource
Development mempunyai 3 program yaitu :
a) Training, yaitu aktivitas dimana proses belajar diarahkan kepada pekerjaan saat ini
b) Education, yaitu aktivitas dimana proses belajar diarahkan pada pekerjaan masa mendatang
c) Development, yaitu aktivitas dimana proses belajar diarahkan untuk pekerjaan pegawai yang
bersangkutan secara langsung.
Menurut Djojobroto (2008), pelatihan, kursus dan lokakarya yang diperlukan bagi tenaga
perawat profesinal di rumah sakit adalah :
a) Etika komunikasi
b) Komunikasi dalam keperawatan
c) Etika keperawatan
d) Managemen keperawatan
e) Hospital manajemen training
f) Audit medic
g) Pencegahan penyakit nosokomial
h) Sanitasi rumah sakit
Manajemen sumber daya manusia pada hakikatnya merupakan bagian integral dari
keseluruhan manajemen rumah sakit, strategi manajemen daya manusia sebenarnya
juga merupakan bagian integral dari strategi rumah sakit dengan pemahaman bahwa
sumber daya manusia adalah aset utama rumah sakit sehingga perlu juga direncanakan
rotasi dan mutasi sumber daya manusia untuk menyesuaikan beban adan tuntutan
pelayanan di masa depan sehingga penyesuaian keahlian yang dibutuhkan melalui
pelatihan terus menerus dan berkesinambungan.

2. Material
Di dalam manajemen keperawatan sangat diperlukan adanya pengelolaan peralatan
sebagai faktor pendukung dan penunjang terlaksananya pelayanan keperawatan.
Peralatan kesehatan untuk pelayanan keperawatan merupakan semua bentuk alat
kesehatan yang dipergunakan untuk melaksanalan asuhan keperawatan dalam
menunjang kelancaran pelaksanaan sehingga diperoleh tujuan keperawatan yang
efisien dan efektif.
3.