Anda di halaman 1dari 9

Mikroorganisme

Mikroorganismeadalah organisme hidup yang berukuran sangat kecil dan hanya dapat
diamati dengan menggunakan mikroskop. Mikroorganisme disebut juga organisme
mikroskopik. Mikroorgnasime ada yang terusun atas satu sel (uniseluler) dan ada yang
tersusun atas beberapa sel (multiseluler). Walaupun mikroorganisme uniseluler hanya
tersusun atas satu sel, namun mikroorgansime tersebut menunjukan semua karakteristik organ
hidup yaitu bermetaboliisme, bereproduksi, berdiferensisasi, melakukan komunikasi,
melakukan pergerakan. Ilmu yang mempelajari mikroorganisme disebut mikrobiologi
Peranan Positif Bakteri Di Bidang Pertanian

No Nama Bakteri Peran
1. Bakteri Rhizobium
Leguminosarum
Mencukupi kebuthan
nitrogen
2. Bakteri Pasteuria Penetrans Pengembalian nematoda
pada lada
3. Bacillus thurigiensis (BT Menyerang Hama
4. Bauveria Bassiana Membunuh Hama
5. Metharizum Anisopliae Menyerang Hama
6. Trichoderma sp Mengendalikan Penyakit
Tanaman
7. Azospirillum sp dan Azotobacter
sp
Penambat N Simbiotik
8. Endomikoriza Melarutkan fosfat
Peranan Mikroorganisme Bidang Kesehatan
Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan, bakteri juga dapat memberikan manfaat
dibidang kesehatan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan
mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak
digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. Beberapa bakteri yang menghasilkan
antibiotik adalah:
Streptomyces griseus, menghasilkan antibiotik streptomycin
Streptomyces aureofaciens, menghasilkan antibiotik tetracycline
Streptomyces venezuelae, menghasilkan antibiotik chloramphenicol
Penicillium, menghasilkan antibiotik penisilin
Bacillus polymyxa, menghasilkan antibiotik polymixin.
Peranan Mikroorganisme Bidang Pangan
Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini
telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. Bahan pangan yang telah
difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama, juga dapat
meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut.
Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan:

No.
Nama produk atau
makanan
Bahan
baku
Bakteri yang berperan
1. Yoghurt susu
Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus
thermophilus
2. Mentega susu Streptococcus lactis
3. Terasi ikan Lactobacillus sp.
4. Asinan buah-buahan
buah-
buahan
Lactobacillus sp.
5. Sosis daging Pediococcus cerevisiae
6. Kefir susu
Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus
lactis

Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan Kelompok
bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian
menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun. Clostridium botulinum,
menghasilkan racun botulinin, seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa
tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. Beberapa contoh bakteri perusak makanan:
Burkholderia gladioli (sin. Pseudomonas cocovenenans), menghasilkan asam
bongkrek, terdapat pada tempe bongkrek
Leuconostoc mesenteroides, penyebab pelendiran makanan, penurunan pH, dan
pembentukkan gas.



Mikroorganisme Pengubah dan Penghasil Makanan dan Minuman
Proses fermentasi dari suatu organisme dapat mengubah suatu makanan dan minuman.
Ingatlah kembali pelajaran Metabolisme, proses fermentasi merupakan perubahan
enzimatik secara anaerob dari suatu senyawa organik dan menjadi produk organik yang
lebih sederhana. Mengapa mikroorganisme dijadikan sebagai sumber makanan? Hal
tersebut disebabkan mikroorganisme dapat tumbuh menjadi dua kali lipat dan juga massa
mikroba minimal mengandung 40% protein dan memiliki kandungan vitamin dan mineral
yang tinggi. Beberapa jenis mikroorganisme dalam produk makanan dan minuman adalah
sebagai berikut:
1. Pembuatan Tape
Tape merupakan makanan hasil fermentasi yang mengandung alkohol. Makanan ini
dibuat dari beras ketan ataupun singkong dengan jamur Endomycopsis fibuligera,
Rhizopus oryzae, ataupun Saccharomyces cereviceae sebagai ragi. Ragi tersebut tersusun
oleh tepung beras, air tebu, bawang merah dan putih, kayu manis. Sebelum membuat tape
perlu diperhatikan untuk menghasilkan kualitas yang bagus, warnanya menarik, rasanya
manis dan strukturnya lembut dengan menggunakan cara antara lain:
a) bahan dasar singkong atau beras ketan memiliki kualitas baik;
b) memperhitungkan macam dan banyak ragi yang digunakan
c) memilih cara pemasakan bahan dasar (ditanak atau direbus);
d) memilih cara menyimpan tape (dengan plastik atau daun);
e) memperhatikan keadaan lingkungan pada saat menyimpannya.
Adakalanya pembuatan tape ketan dilanjutkan yang akhirnya akan menghasilan brem,
baik untuk diminum atau untuk kue.




2. Pembuatan Tempe
Tempe adalah makanan yang populer di negara kita. Meskipun merupakan makanan
yang sederhana, tetapi tempe mempunyai atau mengandung sumber protein nabati
yang cukup tinggi. Tempe terbuat dari kedelai dengan bantuan jamur Rhizopus sp.
Jamur ini akan mengubah protein kompleks kacang kedelai yang sukar dicerna
menjadi protein sederhana yang mudah dicerna karena adanya perubahan-perubahan
kimia pada protein, lemak, dan karbohidrat. Selama proses fermentasi kedelai menjadi
tempe, akan dihasilkan antibiotika yang akan mencegah penyakit perut seperti diare.
3. Pembuatan Oncom
Pernahkan Anda makan oncom? Oncom merupakan makanan yang dikenal di
kawasan Jawa Barat. Oncom terbuat dari ampas tahu, yaitu ampas kedelai dengan
bantuan jamur Neurospora sitophila. Jamur ini dapat menghasilkan zat warna merah
atau oranye yang merupakan pewarna alami. Neurospora dapat mengeluarkan enzim
amilase, lipase protease yang aktif selama proses fermentasi. Selain itu, juga dapat
menguraikan bahan-bahan dinding sel ampas kacang kedelai, singkong, atau kelapa.
Fermentasi ini juga menyebabkan terbentuknya sedikit alkohol dan berbagai ester
yang beraroma sedap.
4. Pembuatan Kecap
Kecap terbuat dari kacang kedelai berwarna hitam. Untuk mempercepat fermentasi
biasanya dicampurkan sumber karbohidrat atau energi yang berbentuk tepung beras
atau nasi, sedangkan warna larutan kecap yang terjadi, tergantung pada waktu.
Perendaman kedelai dilakukan dalam larutan garam, maka pembuatan kecap
dinamakan fermentasi garam. Fermentasi pada proses pembuatan kecap dengan
menggunakan jamur Aspergillus wentii dan Rhizopus sp. Coba Anda perhatikan
beberapa kecap di pasaran, ada yang kental, ada pula yang encer. Kecap yang kental
karena banyak ditambahkan gula merah, gula aren, atau gula kelapa, sedangkan kecap
yang encer dikarenakan mengandung lebih banyak garam. Ada juga kecap ikan, kecap
udang, dan sebagainya. Itu bisa dilakukan karena selama proses pembuatan ada
penambahan sari ikan ataupun sari udang ke dalamnya.
5. Pembuatan Asinan Sayur
Asinan sayuran merupakan sayuran yang diawetkan dengan jalan fermentasi asam.
Bakteri yang digunakan adalah Lactobacillus sp., Streptococcus sp., dan Pediococcus.
Mikroorganisme tersebut mengubah zat gula yang terdapat dalam sayuran menjadi
asam laktat. Asam laktat yang terbentuk dapat membatasi pertumbuhan
mikroorganisme lain dan memberikan rasa khas pada sayuran yang difermentasi atau
sering dikenal dengan nama acar.
Bagaimana cara membuat asinan sayuran? Untuk mengetahuinya lakukan percobaan
berikut ini:
Tujuan : Membuat asinan sayuran
Alat dan Bahan :
1) Kubis segar
2) Pisau
3) Stoples atau wadah yang bersih
4) Garam dan air
Cara Kerja :
1) Sediakan kubis segar sekitar 1-2 kg, rajang/iris-iris menjadi kecil dan tempatkan
ke dalam tempat bersih yang ditutup misalnya stoples.
2) Tambahkan air bersih secukupnya ke dalam stoples, sampai menggenangi
permukaan kubis.
3) Tambahkan garam dapur 2,5%, aduk hingga rata.
4) Bagian atas tempat ditutup dengan lembaran plastik yang diikat hingga tidak ada
lubang untuk udara luar memasukinya.
5) Setelah 3 5 hari, ukurlah nilai derajat keasaman dengan menggunakan kertas
pH. Jika sudah asam berarti proses tersebut sudah selesai dan siap digunakan. Dapat
juga ditambahkan bumbu sesuai dengan selera.
Catatan :
Jika derajat keasamannya sudah sesuai, berarti prosesnya berjalan dengan baik dan
di dalam tempat didapatkan banyak asam organik, khususnya asam laktat yang dapat
dipergunakan untuk pengawetan bahan makanan, sayuran, atau buah-buahan.
Cobalah Anda membuat asinan dengan menggunakan buah misalnya mentimun!
6. Pembuatan Roti
Jika Anda makan roti atau donat, pernahkah Anda berpikir bila pembuatan roti atau
donat itu sebenarnya juga melalui proses fermentasi? Proses fermentasi ini dibantu
dengan bantuan yeast atau khamir yaitu sejenis jamur. Jika Anda mempunyai
kesempatan memperhatikan pembuatan roti atau donat, maka adonan tepung akan
mengembang. Mengapa bisa mengembang?
Yeast yang ditambahkan pada adonan tepung akan menjadikan proses fermentasi,
yaitu akan menghasilkan gas karbon dioksida dan alkohol. Gas karbon dioksida
tersebut dapat berguna untuk mengembangkan roti, sedangkan alkohol dibiarkan
menguap. Selanjutnya, akan terlihat jika adonan tersebut dioven akan tampak lebih
mengembang dan ukurannya membesar, hal ini dikarenakan gas akan mengembang
jika temperatur tinggi. Hasilnya seperti yang Anda lihat roti akan berwarna
kekuningan dan lembut, tetapi jika tidak beruntung roti akan keras dan padat (bantat),
coba Anda pikirkan!


7. Pembuatan Keju
Pada umumnya keju disukai banyak orang. Keju dibuat dari air susu yang diasamkan
dengan memasukkan bakteri, yaitu Lactobacillus bulgarius dan Streptococcus
thermophillus. Untuk mengubah gula susu (laktosa) menjadi asam susu (asam laktat)
susu dipanaskan terlebih dahulu pada suhu tertentu dengan maksud untuk membunuh
bakteri yang berbahaya agar berhasil dalam proses pembuatannya. Selanjutnya,
ditambahkan campuran enzim yang mengandung renin untuk menggumpalkan susu
sehingga terbentuk lapisan, yaitu berupa cairan susu yang harus dibuang, sedangkan
bagian yang padat diperas dan dipadatkan. Enzim tersebut akan menambah aroma dan
rasa, juga akan mencerna protein dan lemak menjadi asam amino.
Pada umumnya keju dapat dikelompokkan menurut kepadatannya yang dihasilkan
dalam proses pemasakan. Keju menjadi keras apabila kelembabannya kecil dan
pemampatannya besar. Jika masa inkubasinya semakin lama, maka keasamannya
makin tinggi sehingga cita rasanya makin tajam. Misalnya, keju romano, parmesan
sebagai keju sangat keras, keju cheddar, swiss sebagai keju keras yang berperan
Propioniobacterium sp., keju roqueorforti yang berperan Pennicilium reguerforti
sebagai keju setengah lunak, keju camemberti sebagai keju lunak yang berperan
Pennicilium camemberti.
8. Pembuatan Yoghurt
Yoghurt merupakan minuman yang terbuat dari air susu. Apabila dibandingkan
dengan susu biasa, yoghurt dapat memberikan efek pengobatan terhadap lambung dan
usus yang terluka. Selain itu, yoghurt dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah
sehingga mencegah penyumbatan di pembuluh darah.
Dalam proses pembuatannya, air susu dipanaskan terlebih dahulu agar tidak
terkontaminasi bakteri yang lain. Setelah dingin, ke dalam air susu dimasukkan
bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus termophillus. Susu dibiarkan
selama 4-6 jam pada suhu 38oC 44o C atau selama 12 jam pada suhu 32oC. Pada
masa inkubasi akan dihasilkan asam laktat, asam inilah yang membuat yoghurt berasa
asam, dapat juga ditambahkan dengan buah, kacang, atau rasa lain yang diinginkan.
Yoghurt mengandung jutaan bakteri menguntungkan sehingga sanggup menekan
bakteri yang merugikan dalam saluran pencernaan, yoghurt juga lebih mudah dicerna
dibandingkan susu biasa.
9. Minuman Beralkohol
Coba Anda sebutkan minuman yang beralkohol! Anggur dan bir merupakan sebagian
dari contohnya. Mikroorganisme yang digunakan adalah khamir dari genus
Saccharomyces. Minuman yang sangat terkenal yaitu anggur sebenarnya adalah buah
anggur yang sudah mengandung gula sehingga dapat digunakan secara langsung oleh
ragi selama proses fermentasi. Pada proses pembuatan minuman ini sudah tidak
diperlukan tambahan gula lagi, apabila ingin menambah cita rasa dapat ditambahkan
buah-buahan dan gula secukupnya.
Bakteri yang digunakan adalah bakteri yang bersifat asam laktat karena buah anggur
mengandung asam malat yang tinggi. Bakteri tersebut akan mengubah asam malat
menjadi asam laktat yang lemah dan proses ini disebut fermentasi malolaktat sehingga
hasil minumannya memiliki rasa yang lebih baik dan sedikit asam.
Bir sebenarnya merupakan produk yang berasal dari tepung biji padi-padian yang
difermentasi oleh ragi. Hanya ragi tersebut tidak bisa menggunakan tepung itu secara
langsung. Cara pembuatannya, yaitu biji padi-padian dibiarkan untuk berkecambah
terlebih dahulu, kemudian dikeringkan lalu digiling, hasilnya disebut dengan malt
yang berupa glukosa dan maltosa, dan proses perubahan tersebut dinamakan dengan
malting. Selanjutnya baru difermentasi oleh ragi menjadi etanol dan karbondioksida.

TUGAS IPA BIOLOGI
MIKROORGANISME


NAMA : NOVI PRATIWI
NO : 18
KELAS : IX F