Anda di halaman 1dari 11

Teknologi WiMax dan Implementasinya di Indonesia

Posted on January 10, 2011by saktya


Apabila kita cermati keadaan internet pada saat ini maka kita akan dapatkan 3 cara
umum untuk mengakses internet.
Broadband access Akses dengan menggunakan jaringan broadband dengan
kecepatan bandwidth yang lumayan tinggi, pada saat ini pelanggan individual di
Indonesia akrab dengan teknologi ADSL yang merupakan salah satu bentuk
broadband akses. Di linkungan bisnis, business IT Solution, seringkali dipergunakan
sambungan T1 atau T3 untuk kebutuhan bandwidth yang lebih besar.
WiFi access WiFi atau wireless fidelity merupakan suatu bentuk akses yang
seringkali ditemukan di caf-caf, restaurant, atau tempat lainnya yang lebih bersifat
tertutup dan terlokalisir. Dengan Wifi berbagai perangkat komunikasi mampu
mengakses jaringan tanpa mempergunakan kabel, namun permasalahan utamanya
adalah jangkuannya yang rendah maximum hanya menjangkau 100 meter.
Dial-up access. Ini adalah metode yang sudah mulai ditinggalkan, dimana user
mengakses jaringan dengan melakukan dial-up kepada jaringan tersebut dahulu.
Teknologi ini murah karena memanfaatkan infrastruktur telepon namun bandwidth
yang sangat rendah dan tidak mendukung perkembangan kebutuhan informasi saat
ini menyebabkan metode akses ini ditinggalkan.
Permasalahan utama yang ada pada metode akses diatas adalah broadband access
termasuk teknologi yang mahal dan tidak menjangkau semua area, sedangkan untuk
WiFi hotspotnya terlalu kecil tidak mampu memenuhi kebutuhan banyak user.
Berdasarkan permasalahan tersebut maka muncullah suatu kebutuhan terhadap
teknologi baru yang mampu memberikan:
Layanan broadband yang berkecepatan tinggi
Tanpa Kabel bukannya dengan kabel, sehingga menjadi lebih murah jika
dibandingkan dengan DSL atau kabel dan memiliki jangkuan yang lebih luas.
Wilayah coverage yang luas seperti wilayah cakupan telepon seluler bukannya
hotspot WiFi yang sempit.
WiMax atau singkatan dari Worldwide Interoperability for Microwave
Accessmerupakan teknologi yang mampu menjawab semua masalah tersebut.WiMax
memiliki kemampuan untuk melakukan broadband internet acess seperti yang sudah
dilakukan jaringan telepon seluler.Seperti halnya banyak orang yang telah
meninggalkan telepon kabel dan beralih ke seluler telepon, begitu juga WiMax dapat
menggantikan kabel dan layanan DSL, menyediakan internet akses yang bersifat umum
dengan bisa diakses dimanapun anda pergi. WiMax juga senyaman WiFI, dengan hanya
menghidupkan perangkat anda, anda akan langsung terhubung dengan antenna WiMax
yang terdekat.
Saat ini pada jaringan selular juga telah dikembangkan untuk dapat mengalirkan data
seperti GPRS (General Packet Radio Services), EDGE (Enhanced Data for Global
Evolution), WCDMA (Wireless Code Division Multiple Access) dan HSDPA (High Speed
Downlink Packet Access). Namun WiMax menawarkan tingkat transfer data yang lebih
besar .Berikut ini merupakan tabel perkembangan teknologi Wireless.
Pengertian WiMax
WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah sebuah tanda
sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan sesuai dengan standar IEEE
802.16. WiMAX merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar
dalam jarak jauh.WiMAX merupakan teknologi broadband yang memiliki kecepatan
akses yang tinggi dan jangkauan yang luas.WiMAX merupakan evolusi dari teknologi
BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik.Disamping kecepatan data yang
tinggi mampu diberikan, WiMAX juga membawa isu open standar.Dalam arti
komunikasi perangkat WiMAX diantara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat
dilakukan (tidak proprietary).Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps),
WiMAX layak diaplikasikan untuklast mile broadband connections, backhaul, dan high
speed enterprise.
Yang membedakan WiMAX dengan Wi-Fi adalah standar teknis yang bergabung di
dalamnya. Jika WiFi menggabungkan standar IEEE 802.11 dengan ETSI (European
Telecommunications Standards Intitute) HiperLAN sebagai standar teknis yang cocok
untuk keperluan WLAN, sedangkan WiMAX merupakan penggabungan antara standar
IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN.
Bagaimana cara kerja WiMax
Standard an Frekuensi WiMax
Standar yang digunakan WiMAX mengacu pada standar IEEE 802.16. Varian dari
standar 802.16 ini ialah : 802.16, 802.16a, 802.16d dan 802.16e. Varian standar 802.16
yang diadopsi WiMAX untuk penggunaan komunikasi tetap atau Fixed Wireless Access
(FWA) adalah 802.16d atau 802.16-2004 yang telah direvisi pada tahun 2004.
Selanjutnya, varian yang digunakan untuk komunikasi bergerak (mobile) ialah 802.16e.
Standar 802.16d diperuntukan bagi layanan
yang bersifat fixed maupun nomadic. Sistem ini menggunakan OFDM dan mendukung
untuk kondisi lingkungan LOS dan NLOS. Perangkat 802.16d biasanya beroperasi pada
band frekuensi 3.5 GHz dan 5.8 GHz. Profile dari standar 802.16 d tersebut dapat
dilihat pada tabel berikut:
Standar WiMAX 802.16e mendukung untuk
aplikasi portable dan mobile sehingga dikondisikan
mampu handoff dan roaming.Sistem ini menggunakan teknik SOFDMA, teknik
modulasi multi-carrier yang menggunakan sub-channelisasi. 802.16e juga bisa
dimanfaatkan untuk meng-cover pelanggan yang bersifat fixed (tetap). 802.16e
memanfaatkan band frekuensi 2.3 GHz dan 2.5 GHz.
Topologi WiMax
Topologi jaringan WiMAX dapat dibagi menjadi 2 kategori besar yaitu Point to
Multipoint (PMP) dan Point to Point (P2P) serta dapat dikembangkan dalam bentuk
mesh.Topologi PMP biasanya digunakan untuk melayani akses langsung ke
pelanggan.Dalam topologi ini BS WiMAX digunakan meng-handle beberapa SS.
Kemampuan dari jumlah subscriber tergantung dari tipe QoS yang ditawarkan oleh
operator. Bila tiap SS mendapatkan bandwidth yang cukup besar maka dapat


disimpulkan bahwa kapasitas jumlah user juga akan semakin berkurang dan sebaliknya
bila bandwidth yang dialokasikan semakin sedikit maka kapasitasnya akan semakin
besar. Topologi P2P dapat digunakan untuk backhaul maupun dapat juga digunakan
untuk komunikasi antara BS WiMAX dengan single SS. Dalam implementasi di
lapangan, topologi PMP ini lebih banyak digunakan karena lebih efisien dibandingkan
dengan P2P. Dengan kedua topologi di atas, WiMAX dapat dimanfaatkan untuk
memenuhi berbagai topologi seperti mesh maupun gabungan atas integrasi antara point
to point dan point to multipoint.
Pada dasarnya WiMax beroperasi seperti halnya WiFi tetapi dengan kecepatan lebih
tinggi, jangkauan yang lebih luas dan untuk jumlah user yang lebih banyak.WiMax
dapat menghilangkan black out area di daerah pinggiran dan pedalaman yang tidak
memiliki broadband internet access karena perusahaan telekomunikasi belum berhasil
memasang kabel untuk menghubungkan daerah ini dengan jaringannya.
Sistem WiMax terdiri atas 2 bagian:
1. WiMax Tower, memiliki konsep yang sama dengan tower telpon seluler.
Sebuah tower WiMax memiliki coverage yang sangat luas, yaitu sekitar 8 km
2

2. WiMax receiver perangkat receiver atau antena dapat berupa sebuah
kotak kecil atau PCMCIA card, atau bisa juga build-in dalam laptop seperti WiFi access
saat ini.
Menara WiMax dapat terhubung secara langsung ke Internet dengan mempergunakan
koneksi kabel berkecepatan tinggi (contohnya, sambungan T3).Selain itu juga dapat
terhubung ke menara WiMax lainnya dengan mempergunakan line-of-sight backhaul,
sebuah sambungan microwave. Hubungan dengan menara kedua ini, yang sering
disebut sebagai backhaul, bersama dengan coverage dari menara individual yang
mencapai 8 km
2
, membuat WiMax bisa menjangkau daerah-daerah yang tidak mampu
dicapai oleh jaringan kabel.

WiMax memiliki 2 jenis layanan wireless:
1. Non-Line-Of-Sight, jenis layanan seperti WiFI, dimana sebuah antenna
kecil pada perangkat terhubung ke menara. Dalam layanan ini, WiMax
mempergunakanlower frequency range 2 GHz sampai 11 GHz (sama dengan
WiFi). Transmisi dengan gelombang berfrekuensi rendah ini tidak mudah diganggu
oleh hambatan fisik, lebih mudah membelok bila mendapati sebuah hambatan.
2. Line-Of-Sight, dimana sebuah menara WiMax terhubung langsung ke
menara lainnya. Koneksi line-of-sight lebih kuat dan stabil, sehingga koneksi ini mampu
mengirimkan banyak data dengan tingkat error yang rendah.Tranmisi line-of-sight
mempergunakan frekuensi yang lebih tinggi, dengan kemampuan sampai pada 66GHz.
Pada frekuensi yang lebih tinggi terdapat interferensi yang lebih rendah dan bandwidth
yang lebih besar.
Tahap akhir dari skala area network adalah global area network(GAN). Proposal untuk
GAN adalah IEEE 802.20. GAN yang sebenarnya bekerja sangat mirip dengan
jaringan telpon seluler masa kini, dengan user yang mampu berkeliling suatu Negara
dan tetap memiliki akses ke jaringan pada setiap saat.Jaringan ini mampu untuk
memiliki bandwidth yang cukup untuk menyediakan layanan internet yang sebanding
dengan layanan kabel modem, tetapi bisa diakses secara mobil oleh perangkat yang
senantiasa online seperti laptop ataupun smartphone.
Keunggulan WiMax
Wimax beroperasi di dalam prinsip prinsip umum yang sama seperti WiFi yaitu
mengirim data dari satu komputer ke komputer yang lain melalui gelombang radio.
Sebuah komputer (deskop ataupun laptop) yang di lengkapi dengan WiMAX akan

menerima data dari stasiun pemancar WiMAX, mungkin menggunakan data yang
terenkripsi untuk mencegah pengguna yang tidak sah mencuri hak akses.
Koneksi WiFi yang tercepat dapat mengirimkan lebih dari 54 megabit per detik dalam
kondisi yang optimal.WiMAX seharusnya dapat menangani di atas 70 megabit per
detik.Walaupun 70 megabit tersebut terbagi antara puluhan perusahaan atau beberapa
ratus pengguna rumahan. WiMax akan menyediakan kecepatan minimum yang paling
tidak setara dengan kecepatan kabel modem di setiap pengguna
Perbedaan terbesar bukan pada kecepatan, tetapi pada jarak.WiMAX melampaui WiFi
dengan ukuran mil.jarak WiFi kira kira 100 kaki (30m). WiMAX akan menutupi radius
30 mil (50km) dengan menggunakan akses wireless. Jarak yang meningkat dikarenakan
frekuensi yang digunakan dan kekuatan pemancar. Tentu saja dalam jarak tertentu,
medan dan cuaca dan gedung-gedung yang besar dapat mengurangi jarakk maksimal di
beberapa kondisi, tetapi kekuatan potensialnya adalah untuk meng-kover jangkuan
yang luas.
Spesifikasi IEEE 802.16
Jarak 30-mil (50-km) radius dari stasiun pusat
Kecepatan - 70 megabits per detik
Line-of-sight tidak diperlukan di antara pengguna dan stasiun pusat
Gelombang Frekuensi 2 sampai 11 GHz dan 10 sampai 66 GHz (licensed and
unlicensed bands)
Mendefinisikan keduanya, MAC dan lapisan PHY dan juga memungkinkan berbagai
spesifikasi lapisan PHY
Hal yang harus diperhatikan dalam implementasi wiMax
Untuk mendapatkan sistem komunikasi yang baik, yang perlu dilakukan adalah
melakukan perhitungan link (link budget) dari sistem tersebut. Dalam perhitungan link
ada beberapa parameter yang perlu diperhatikan diantaranya : Perhitungan loss
(redamanredaman), perhitungan EIRP (Equivalent Isotropic Radiated Power),
Perhitungan RSL (Received Signal Level), perhitungan fade margin dan kualitas
transmisi. Propagasi radio adalah aspek yang relatif penting pada jaringan wireless.
Banyak faktor yang akan mempengaruhi propagasi radio seperti dinding, furniture,
pintu / jendela dan bahkan kehadiran manusia. Dalam kaitannya dengan propagasi
multipath, variasi penghalang, mobilitas user dan perubahan jarak, maka karakteristik
propagasi akan berubah pula. Mekanisme perambatan gelombang dalam ruangan
dipengaruhi oleh penghalang, refleksi dan difraksi. Akibat adanya pemantulan dari
berbagai benda, gelombang sinyal akan menempuh jalur yang berbeda. Interaksi antara
gelombang ini dan variasi jarak akan menyebabkan perubahan redaman dan level daya
sinyal pada penerima.
Penerapan WiMax di Indonesia
Di Indonesia kendali untuk pengembangan WiMax sangat tergantung pada pemerintah. Salah satu yang
sangat krusial adalah masalah frekuensi. Karena roadmap yang disepakati dalam WiMAX forum WiMax
akan mempergunakan tiga frekuensi, demi menjamin bandwidth yang besar, frekuensinya yang
dipergunakan berkisar dari 2 GHz sampai 11 GHz.
Di luar negeri 5,8 GHz itu unlicensed, di sini nggak jelas, tetapi katanya sih sudah mulai crowded juga,
yang gelap-gelap.
Sedang yang 3,5 GHz itu extended band dipakai oleh PSN, beberapa TV
kemudian yang 2,5 GHz sekarang ini dipakai oleh Indovision.
Yang 2,4 GHz itu dunia rimba, artinya siapa saja boleh pakai. Dulu unlicensed, sekarang dipajak oleh
pemerintah Rp. 2,75 juta satu tahun per satu titik. Kalau 2,4 GHz yang digunakan untuk Wi-Fi itu kan
range-nya pendek, paling sekitar 45 sampai 100 meter. Kalau 2,4 GHz yang dipakai para ISP, baik
licensed maupun unlicenced, itu jaraknya cukup jauh, namun karena itu sudah kayak musim layangan
yang benangnya kusut ke sana kemari.
Kendala yang dihadapi adalah ramainya traffik pada frekuensi strategis tersebut, seperti contoh frekuensi
5,8 GHz yang dipakai oleh jaringan komunikasi,
4,5 GHz yang dipergunakan oleh PSN dan juga beberapa stasiun TV.
Sedangkan untuk frekuensi 2,5 GHz dipergunakan oleh satu stasiun televise kabel berbayar. Untuk
frekuensi 2,4 GHz dipergunakan oleh berbagai perusahaan telekomunikasi dan terdapat beban pajak Rp.
2,75 juta satu tahun per satu titik. Melihat keadaan penggunaan frekuensi strategis yang tidak tersusun
dengan rapi pemerintah perlu melakukan peninjauan kembali terhadap kebijaksanaannya.Memberikan
frekeunsi berpita tinggi untuk kepentingan strategis komunikasi dan memberikan setiap layanan sesuai
dengan kuantitas data yang diperlukan.
Ada beberapa tantangan lain untuk implementasi WiMAX di Indonesia, seperti yang sudah diuraikan
yang terpenting adalah pengaturan ulang frekuensi kerja untuk BWA, termasuk untuk WiMAX. Lalu
standarisasi penggunaan perangkat dan pengaturan interoperability dengan memperhatikan trend glogal.
Juga peluang yang sangat besar untuk berbagai jenis aplikasi (multimedia) yang memerlukan
infrastruktur high speed access dengan harga semakin murah. Tantangan lain adalah meningkatkan
peluang kompetisi pada sector telekomunikasi, terutama karena implementasinya cukup mudah serta
membuka peluang local content.
Pada saat ini di Indonesia, izin prinsip penyelenggaraan jaringan WiMAX di frekuensi 2,3 GHz diberikan
melalui proses lelang yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi
Depkominfo yang hasilnya diumumkan pada 16 Juli 2009. Hasil lelangnya adalah:
Zona Wilayah Pemenang Nilai (Rp)
1
Sumatera
Utara IT First Media 7.201.000.000
2
Sumatera
Bagian
Tengah PT Berca Hardaya Perkasa 5.125.000.000
3
Sumatera
Bagian
Selatan PT Berca Hardaya Perkasa 5.125.000.000
4
Jabodetabek
dan Banten PT First Media 121.201.000.000
5 Jawa Barat
PT Comtronic System dan PT
Adiwarta Perdana (konsorsium) 25.218.000.000
6
Jawa
Tengah PT Telkom 18.654.000.000
7 Jawa Timur
PT Comtronic System dan PT
Adiwarta Perdana (konsorsium) 31.518.000.000
8
Bali dan
NTB PT Berca Hardaya Perkasa 5.100.000.000
9 Papua PT Telkom 775.000.000
10
Maluku dan
Maluku
Utara PT Telkom 533.000.000
11
Sulawesi
Selatan PT Berca Hardaya Perkasa 5.299.000.000
12
Sulawesi
Bagian
Utara PT Telkom 1.177.000.000
13
Kalimantan
Barat PT Berca Hardaya Perkasa 6.991.000.000
14
Kalimantan
Bagian
Timur PT Berca Hardaya Perkasa 3.490.000.000
15 Riau PT Berca Hardaya Perkasa 4.000.000.000


















Cara Kerja WiMax
copyright @:ilmukomputer.org


Cara Kerja Wimax
Secara umum,Wimax terdiri dari dua bagian yaitu base station Wimax dan Wimax receiver atau disebut
juga customer premise equipment (CPE).
Wimax Base Station
Base station Wimax terdiri dari elektronik indoor dan tower Wimax,Umumnya satu base-station
menjangkau radius 6 mile (secara teori dapat menjangkau hingga radius 50 km atau 30 mile,tapi
prakteknya baru terbatas sekitar 10 km atau 6 mile.Dalam area layanan tersebut dimanapun dapat
mengakses internet secara wireless.Base station Wimax menggunakan MAC layer(didefinisikan dalam
standart),sebuah interface umum yang membuat jaringan interoperable dan dapat mengalokasikan
bandwitch uplink dan downlink ke pelanggan berdasarkan kebutuhan pada satuan waktu tertentu.Setiap
base station menjangkau daerah yang dinamakan cell,maksimal radius dari cell secara teori adalah 50
km(tergantung band frekuensi yang dipilih),namun pengembangan yang umum adalah radius 3-10
km.Seperti jaringan mobile seluler,antenna pada base-station dapat omnidirectional(cell yang
circular),atau directional(linear)atau sektoral.
Wimax receiver
Wimax receiver dapat terdiri dari antenna yang terpisah(bagian yang terpisah antara receiver electronic
dan antenna)atau dapat berupa box sendiri atau PCMCIA card dalam laptop.Akses ke base-station Wimax
hamper sama dengan mengakses acces point dalam jaringan Wi-Fi.Namun masih tingginya biaya instalasi
CPE menjadi kendala karena mmerlukan tenaga ahli dalam instalasi CPE untuk system BWA.
Backhaul
Backhaul lebih ke koneksi dari acces point ke provider dan koneksi dari provider ke jaringan inti.Wimax
telah menggunakan teknologi frekuensi tinggi.Pengoptimalan Wimax terlertak pada jenis
transmitter(beam antenna)dan lokasi penggunaannya(dinding,gedung tinggi).Selain itu pemancar
transmitter HF dilakkan dengan sitem Beam Shaping.Jadi mulai standar 802.16a,semua antenna pada
sebuah base station dapat saling terhubung untuk menyesuaikan beam characteristic terhadap jangkauan
dan bandwitch.Teknologu Transmisinya pun tergolong baru.Modulasi nya sinyal carrier dilakukan secara
parallel melalui modulasi Orthogonal Frequency Division Multiplexing(OFDM).






sumber:ilmukomputer.org
oleh:Angga Hardik Putra
Nrp :0972222