Anda di halaman 1dari 28

HORMON

OLEH KELOMPOK 3
PENGERTIAN
Hormon adalah senyawa yang secara
normal dikeluarkan oleh kelanjar endokrin
atau jaringan tubuh dan dilepaskan ke
peredaran darah, menuju jaringan sasaran,
berinteraksi secara selektif dengan reseptor
khas atau senyawa tertentu dan
menunjukkan efek biologis.
FUNGSI HORMON
Mengontrol/ mengkoordinasikan aktivitas
berbagai organ tubuh, dengan cara :
1. Mengubah reaksi kimia dalam sel
2. Mengubah permiabilitas membran
sel terhadap bahan spesifik.
PENGGGOLONGAN HORMON
SECARA KIMIAWI HORMON DIBAGI MENJADI 3
KELAS :
HORMON STEROID
TESTOSTERON,ESTROGEN,PROGESTERON
CORTISOL
HORMON PEPTIDA
INSULIN, PROLAKTIN
HORMON DERIVAT ASAM AMINO
NOREPINEPHRIN, EPINEPHRIN &
THYROKSIN
PENGGOLONGAN HORMON STEROID
Hormon adrenokortikoid / kortikosteroid
Merupakan hormon steroid yang disintesis
dari kolesterol dan diproduksi oleh kelenjar
adrenalis bagian korteks.
Hormon Kelamin
Merupakan turunan steroid, molekulnya
bersifat planar dan tidak lentur
HORMON ADRENOKORTIKOID
Sesuai fungsi utamanya dibagi menjadi 2
golongan:
Glukokortikoid, yg berfungsi mengendalikan
produksi glukogen dari protein (mis: kortison)
Mineralkortikoid, yg berfungsi mengendalikan
ekskresi Na,K,dan air oleh ginjal ( mis:
Aldosteron)

Atas dasar sifat retensi terhadap garam ,
dikelompokkan:
Mineralkortikoid ( retensi garam tinggi);
cont: Aldosteron, Desoksikortikosteron,
Fludrokortison
Glukokortikoid retensi garam sedang ;
cont: Kortison,Hidrokortison, Prednison,
Prednisolon.
Glukokortikoid retensi garam rendah; cont
: Deksametason, Triamsinolon,
Betametason.

HSA HORMON ADRENOKORTIKOID
a. Karakteristik struktur yang penting dari kortikosteroid
adalah ikatan rangkap C4-C5, gugus keton pada C3,
dan rantai samping 17 -ketol (-COCH2OH) karena
dapat menunjang aktivitas.
b. Mineralkortikoid pada umumnya tidak mengandung
gugus 11-OH dan 17-OH. Adanya substituen OH secara
umum menghilangkan aktivitas mineralkortikoid
c. Pada umumnya substitusi gugus F, Cl, dan Br pada
posisi 9alfa meningkatkan aktivitas mineralokortikoid
dengan urutan F>Cl>Br
d. Secara umum struktur mengandung gugus keton atau
hidroksi pada C11 dan gugus ini sangat penting untuk
interaksi obat-reseptor.
MINERALOKORTIKOID
Contoh obat :

Desoksi kortikosteron asetat (DOCA)
Fludrokortison
Aldosteron

GLUKOKORTOKOID RETENSI GARAM SEDANG
Prednisolon
Merupakan 1-dehidro analog hidrokortison
Dibuat secara mikrobiologis dari
hidrokortison
Dalam perdagangan dikenal beberapa
bentuk ester : asetat , suksinat, Na-fosfat
untuk injeksi
Preparat : tablet, salep, injeksi.

GLUKOKORTIKOID RETENSI GARAM RENDAH
Metil prednisolon
Adanya -metil pada C-6 menaikkan sifat
glukokortikoid.
Dalam perdagangan dikenal garam Na ester
suksinat

HORMON KELAMIN
Hormon kelamin dibagi 4, yaitu :
Hormon androgen
Hormon estrogen
Hormon progestin
Obat kontrasepsi

PENGGOLONGAN HORMON ANDROGEN
Berdasarkan aktivitasnya hormon androgen
dibagi 2, yaitu:
Senyawa androgenik; contoh : Tetosteron,
metiltestosteron
Senyawa anabolik; contoh : oksimetolon;
stanozolol; nandrolon; dan etilestrenol
Hormon androgen dapat meningkatkan
transkripsi atau translasi ARN khas pada
biosintesis protein
HUBUNGAN STRUKTUR DAN AKTIVITAS
a. Substitusi atom halogen menurunkan aktivitas
androgenik; kecuali substitusipada atom C4 dan
C9. Contoh : Fluoksimesteron
b. Hilangnya gugus metil pada C19 (19-
norandrogen) meningkatkan aktivitas metabolik.
Contoh : nandrolon (nortestosteron) dan
etilestrenol.
c. Adanya ikatan rangkap pada atom C5-C10
(tibolon); akan memperlemah efek androgenik;
demikian pula terhadap efek estrogenik dan
progestogenik.
HORMON ESTROGEN
Estrogen adalah hormon kelamin wanita,
diproduksi oleh ovarium, plasenta, dan korteks
adrenalis.
Berdasarkan sumbernya estrogen dibagi :
a. Estrogen steroid
Contoh: Estradiol, mestranol
b. Estrogen non steroid (estrogen sintetik)
Contoh: Benzestrol, dienestrol
c. Antiestrogen (antagonis estrogen)
Contoh: Klomifen sitrat, HMG
HUBUNGAN STRUKTUR-AKTIVITAS ESTROGEN
STEROID
a. Perluasan cincin D akan menurunkan
aktivitas estrogenik secara drastis.
b. Pemasukan gugus OH pada posisi C6;
C7 dan C11 menurunkan aktivitas
estrogenik. Dalam suasana basa kuat
(KOH); cincin D dari estron akan pecah
membentuk asam doisinolat. Menunjukkan
cincin D kurang berperan terhadap
aktivitas estrogenik
ESTROGEN NON STEROID
Merupakan senyawa yang dapat
menimbulkan efek estrogenik dan
strukturnya tidak mengandung inti steroid
HSA ESTROGENIK TURUNAN DIETILSTILBESTROL
Yang aktif sebagai estrogenik adalah bentuk
isomer trans; bentuk isomer cis aktivitasnya
rendah.
Gugus hidroksil fenol sangat penting untuk
aktivitas estrogenik; penggantian dengan gugus
lain menurunkan aktiviitas secara drastis.
Aktivitas maksimum dicapai bila R3 dan R4
adalah gugus etil; pengurangan atau
penambahan jumlah atom C menurunkan
aktivitas estrogenik.

ANTIESTROGEN
Merupakan senyawa yang digunakan sebagai
perangsang ovulasi karena mempunyai efek langsung
terhadap hipotalamus dalam meningkatkan produksi
Folicle Stimulating Hormone (FSH).
Contoh :
Klomifen sitrat (Profertil; Mestrolin)
Untuk pengobatan ketidaksuburan pada wanita
(infertilitas;) dan pengobatan oligosperma pada pria.
Human Menopausal Gonadotropin (HMG)
Adalah ekstrak yang diperoleh dari kelenjar pituitari
manusia atau dari urin wanita postmenopause. Untuk
pengobatan infertilitas pada wanita dan oligosperma
pada pria.
HORMON PROGESTIN
Merupakan hormon kelamin laki-laki. Secara alamiah
dihasilkan oleh korpus luteum dan plasenta.
Berdasarkan struktur kimianya dibagi menjadi dua kelompok;
yaitu : turunan progesteron dan turunan testosteron.
a. Turunan progesteron
1. Progestin alami dan esternya; contoh : progesteron dan
hidroksiprogesteronkaproat.
2. Turunan progesteron; contoh : klormadinon asetat;
didrogesteron; medroksiprogesteron asetat dan megestrol
asetat.
3. Turunan 19-norprogesteron; contoh : amadinon asetat dan
nomegestrol asetat.
b. Turunan testosteron
1. Turunan testosteron; contoh : dimetisteron dan etisteron
2. Turunan 19-nortestosteron; contoh : alilestrenol; etinidiol
diasetat; levonorgestrel; linestrenol; noretindron; noretinodrel;
norgestrel dan kuingestanol asetat.
HSA TURUNAN PROGESTERON
Adanya gugus metil pada posisi C6a
dapat menurunkan kecepatan reduksi
ikatan rangkap C4-5 dan gugus 3-keto
serta meningkatkan kelarutan dalam
lemak sehingga masa kerja obat menjadi
lebih panjang.
CONTOH OBAT PROGESTERON
Progesteron, digunakan untuk pengobatan
gangguan menstruasi.
Hidroksiprogesteron kaproat, digunakan
untuk pengobatan gangguan menstruasi dan
kanker uterus
Medroksiprogesteron asetat, digunakan
untuk pengobatan amenorhu sekunder,
gangguan menstruasi, endometriosis, dan
kanker uterus.
Didrogesteron, digunakan untuk mencegah
keguguran, untuk pengobatan kelainan
menstruasi, endometriosis dan
ketidaksuburan
HSA TURUNAN TESTOSTERON
Pemasukan gugus metil pada posisi 6a
dapat menghambat metabolisme dan
meningkatkan aktivitas progestin
Hilangnya gugus metil pada C19 dari
struktur testosteron (19-nortestosteron)
akan meningkatkan aktivitas progestin dan
menurunkan aktivitas androgen
Hilangnya gugus keto pada C3, misal
pada linestrenol dan alilestrenol,
meningkatkan aktivitas androgenik
CONTOH OBAT TURUNAN TESTOSTERON
Etinodiol diasetat, digunakan untuk
kontasepsi oral dikombinasi dengan
etinilestradiol.
Linestrenol, digunakan untuk pengobatan
kelainan menstruasi seperti amenorhu dan
perdarahan uterus serta uuntuk
pengobatan endometriosis dan karsinoma
endometrium
Alilestrenol, digunakan untuk
meningkatkan produksi hormon-hormon
plasenta seperti hormon estrogen dan
progesteron dan oksitokinase
OBAT KONTRASEPSI
Mekanisme kerja : Siklus menstruasi dikontrol
oleh Luteinizing Hormone (LH) dan Follicle
Stimulating Hormone (FSH) berasal dari
adenohipofisis; 2 hormon hipotalamus; FSH
Released Factor (FRF) dan gonadorelin (GnRH)
ovarium dan saluran reproduksi.
FRF dan GnRH dapat merangsang pengeluaran
LH dan FSH dari adenohipofisis; sedangkan LH
dan FSH merangsang ovarium memproduksi
H.estrogen dan progestin
BENTUK SEDIAAN OBAT KONTRASEPSI
a. Tablet kombinasi hormon progestin dan
estrogen
contoh: trinordiol dan triquilar
b. Tablet tunggal hormon progestin (pil mini)
contoh: linestrenol 0,5 mg, noretindron
0,35 mg
c. Sediaan injeksi hormon progestin
Contoh: suspensi medroksiprogesteron
asetat 150 mg
d. Sediaan implant hormon progestin
Contoh: levo-norgestrel 36 mg
e. Spermisida pada vagina
1. senyawa asam, contoh: turunan
fenol, asam borat, dan asam tartrat
2. Bakterisida, contoh: amonium
kuarterner dan fenilmerkuri nitrat
3. surfaktan, contoh: lauret, nonoksinol
dan oktoksinol

SEKIAN & TERIMA KASIH