Anda di halaman 1dari 10

1

Teknik Mesin Universitas Jenderal Achmad Yani


A. KALIBRASI ALAT UKUR
1) Filosifi kalibrasi
Setiap instrumen ukur harus dianggap tidak cukup baik sampai terbukti
melalui kalibrasi dan atau pengujian bahwa instrumen ukur tersebut memang baik.
2) Definisi Kalibrasi
Menurut ISO/IEC Guide 17025:2005 dan Vocabulary of International
Metrology (VIM) adalah serangkaian kegiatan yang membentuk hubungan antara
nilai yang ditunjukkan oleh instrumen ukur atau sistem pengukuran, atau nilai
yang diwakili oleh bahan ukur, dengan nilai-nilai yang sudah diketahui yang
berkaitan dari besaran yang diukur dalam kondisi tertentu.
Dengan kata lain:
Kalibrasi adalah kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional
nilai penunjukkan alat ukur dan bahan ukur dengan cara membandingkan terhadap
standar ukur yang mampu telusur (traceable) ke standar nasional maupun
internasional untuk satuan ukuran dan/atau internasional dan bahan-bahan acuan
tersertifikasi.
3) Tujuan Kalibrasi
a. Mencapai ketertelusuran pengukuran. Hasil pengukuran dapat
dikaitkan/ditelusur sampai ke standar yang lebih tinggi/teliti (standar primer
nasional dan / internasional), melalui rangkaian perbandingan yang tak
terputus.
b. Menentukan deviasi (penyimpangan) kebenaran nilai konvensional
penunjukan suatu instrument ukur.
c. Menjamin hasil-hsil pengukuran sesuai dengan standar Nasional maupun
Internasional.



2
Teknik Mesin Universitas Jenderal Achmad Yani
4) Manfaat Kalibrasi
a. Menjaga kondisi instrumen ukur dan bahan ukur agar tetap sesuai dengan
spesefikasinya
b. Untuk mendukung sistem mutu yang diterapkan di berbagai industri pada
peralatan laboratorium dan produksi yang dimiliki.
c. Bisa mengetahui perbedaan (penyimpangan) antara harga benar dengan harga
yang ditunjukkan oleh alat ukur.
5) Prinsip Dasar Kalibrasi
a. Obyek Ukur (Unit Under Test)
b. Standar Ukur(Alat standar kalibrasi, Prosedur/Metrode standar (Mengacu ke
standar kalibrasi internasional atau prosedur yg dikembangkan sendiri oleh
laboratorium yg sudah teruji (diverifikasi))
c. Operator / Teknisi ( Dipersyaratkan operator/teknisi yg mempunyai
kemampuan teknis kalibrasi (bersertifikat))
d. Lingkungan yg dikondisikan (Suhu dan kelembaban selalu dikontrol,
Gangguan faktor lingkungan luar selalu diminimalkan & sumber
ketidakpastian pengukuran)
6) Hasil Kalibrasi antara lain:
a. Nilai Obyek Ukur
b. Nilai Koreksi/Penyimpangan
c. Nilai Ketidakpastian Pengukuran(Besarnya kesalahan yang mungkin terjadi
dalam pengukuran, dievaluasi setelah ada hasil pekerjaan yang diukur &
analisis ketidakpastian yang benar dengan memperhitungkan semua sumber
ketidakpastian yang ada di dalam metode perbandingan yang digunakan serta
besarnya kesalahan yang mungkin terjadi dalam pengukuran)
d. Sifat metrologi lain seperti faktor kalibrasi, kurva kalibrasi.




3
Teknik Mesin Universitas Jenderal Achmad Yani
7) Persyaratan Kalibrasi
a. Standar acuan yang mampu telusur ke standar Nasional / Internasional
b. Metoda kalibrasi yang diakui secara Nasional / Internasional
c. Personil kalibrasi yang terlatih, yang dibuktikan dengan sertifikasi dari
laboratorium yang terakreditasi
d. Ruangan / tempat kalibrasi yang terkondisi, seperti suhu, kelembaban, tekanan
udara, aliran udara, dan kedap getaran
e. Alat yang dikalibrasi dalam keadaan berfungsi baik / tidak rusak
8) Kalibrasi diperlukan untuk:
a. Perangkat baru
b. Suatu perangkat setiap waktu tertentu
c. Suatu perangkat setiap waktu penggunaan tertentu (jam operasi)
d. Ketika suatu perangkat mengalami tumbukan atau getaran yang berpotensi
mengubah kalibrasi
e. Ketika hasil pengamatan dipertanyakan
Kalibrasi, pada umumnya, merupakan proses untuk menyesuaikan
keluaran atau indikasi dari suatu perangkat pengukuran agar sesuai dengan
besaran dari standar yang digunakan dalam akurasi tertentu. Contohnya,
termometer dapat dikalibrasi sehingga kesalahan indikasi atau koreksi dapat
ditentukan dan disesuaikan (melalui konstanta kalibrasi), sehingga termometer
tersebut menunjukan temperatur yang sebenarnya dalam celcius pada titik-titik
tertentu di skala.
Di beberapa negara, termasuk Indonesia, memiliki lembaga metrologi
nasional (National metrology institute). Di Indonesia terdapat Pusat Penelitian
Kalibrasi Instrumentasi dan Metrologi (Puslit KIM LIPI) yang memiliki standar
pengukuran tertinggi (dalam SI dan satuan-satuan turunannya) yang akan
digunakan sebagai acuan bagi perangkat yang dikalibrasi. Puslit KIM LIPI juga
mendukung infrastuktur metrologi di suatu negara (dan, seringkali, negara lain)

4
Teknik Mesin Universitas Jenderal Achmad Yani
dengan membangun rantai pengukuran dari standar tingkat tinggi/internasional
dengan perangkat yang digunakan.
Hasil kalibrasi harus disertai pernyataan "traceable uncertainity" untuk
menentukan tingkat kepercayaan yang di evaluasi dengan seksama dengan
analisis ketidakpastian.

B. DIAL GAUGE
DIAL GAUGE atau ada yang menyebutnya dial indicator adalah alat ukur
yang dipergunakan untuk memeriksa penyimpangan yang sangat kecil dari bidang
datar, bidang silinder atau permukaan bulat dan kesejajaran. Konstruksi sebuah alat
dial indikator seperti terlihat pada gambar di atas, terdiri atas jam ukur (dial gauge)
yang di lengkapi dengan alat penopang seperti blok alas magnet, batang penyangga,
penjepit, dan baut penjepit
1. Kegunaan Dial Gauge :
a. Mengukur kerataan permukaan bidang datar
b. Mengukur kerataan permukaan serta kebulatan sebuah poros
c. Mengukur kerataan permukaan dinding Cylinder
2. Jenis-jenis Dial Gauge :
a. Dial gauge dengan nilai skala 0,01 mm
jenis ini dapat digunakan untuk mengukur dengan batas ukuran sampai
dengan 10 mm
b. Dial gauge dengan nulai skala 0,01 mm
jenis ini mempunyai batas ukur sampai dengan 1 mm
c. Dial gauge dengan nilai skala 0,0005 mm
jenis ini mempunyai batas ukur sampai 0,025 mm


5
Teknik Mesin Universitas Jenderal Achmad Yani









3. Bagian bagian dial gauge :
1. Jarum panjang
2. Jarum pendek
3. Tanda batas toleransi
4. Bidang sentuh denganbenda kerja
4. Fungsi dari masing masing bagian :
a. Jarum panjangJarum panjang ini akan langsung bergerak apabila bagian
bidang sentuh tertekan oleh benda kerja. Adapun nilai pergerakan dari
jarumpanjang tersebut tergantung dari beberapa nilai dari skala dial gauge
tersebut.Misal : dial gauge skala 0,01 mm, apabila jarum panjang menunjuk
angka 10 berarti 0,01 x 10 = 0,1 mm
Skala untuk jarum panjang ini dapat berputar kekiri atau kekanan, yang
artinya posisi angka nol tidak selalu berada diatas tergantung pada posisi
mana yang kita kehendaki pada saat proses pengukuran benda kerja.

6
Teknik Mesin Universitas Jenderal Achmad Yani
b. Jarum pendekjarum pendek akan bergerak satu step/ruas, apabila jarum
panjang bergerak dari angka nol sampai dengan angka nol lagi (satu
putaran).misal : nilai pergerakan satu ruas dari jarum pendek adalah 0,01 mm
x 100 = 1 mm (apabila nilai skala 0,01 mm)
Jadi, jika jaru pendek berputar sampai satu putaran berarti 1 x 10 = 10 mm.
c. Batas toleransiBatas toleransi pada alat ini ada dua dan dapat digeser kekiri
dan kekanan sesuai dengan yang kita kehendaki untuk melihat batas
pergerakan jarum panjang kekiri atau kekanan, pada saat proses pengukuran
benda kerja.
d. Bidang sentuh dengan benda kerjaBagian ini akan bergerak naik atau turun
apabila bersentuhan dengan permukaan benda kerja saat benda kerja bergerak
terhadap bidang sentuh tersebut.
Jarum panjang akan bergerak kearah kanan apabila bidang sentuh bergerak kearah
atas.
Jarum panjang akan bergerak kekiri apabila bidang sentuh bergerak ke bawah.









7
Teknik Mesin Universitas Jenderal Achmad Yani

C. BLOCK GAUGE
Blok ukur disebut juga gauge blok yaitu penampang empat persegi panjang
atau lingkaran, sepasang permukaan paralel dengan pengukuran akurat dari ukuran
aparatus mengukur. Karakteristik utama dari blok gauge:
a. Bentuknya sederhana
b. Stabilitas,
c. Ketahanan aus
d. Mudah digunakan
1. Bahan Block Gauge
Blok ukur terbuat dari baja karbon tinggi, baja paduan, atau karbida
logam, baja perkakas, baja krom, dan baja tahan karat. Adapun jenis baja
yang di pilih yaitu baja yang telah mengalami proses perlakuan panas ( heat
tretment )
2. Aplikasi dan Penggunaan Block Gauge
Blok ukur digunakan sebagai pembanding pengukur yang teliti untuk
mengukur perkakas, pengukur, die dan sebagai standar laboratorium induk untuk
mengukur ukuran selama produksi. Ketelitian berlaku hanya pada suhu 20C.






8
Teknik Mesin Universitas Jenderal Achmad Yani

3. Kelas- Kelas Block Ukur









4. Susunan Block Gauge


9
Teknik Mesin Universitas Jenderal Achmad Yani

5. Cara Penggunaan Block Gauge
a. Ambil beberapa blok ukur dengan ukuran yang di ke hendaki letakan di atas
lap yang bersih.
b. Bersihkan perselin yang menutupinya dengan bensin pembersihdan letakkan
blok ukur pada alas yang bersih dan muka ukurterletak di samping
c. Satukan blok ukur dengan cara letakan salah satu blok ukur dengan cara
menyilang ( 90 ) terhadap blok ukur lainya.
d. Susun blok ukur secara berurutan sehingga di capai ukuran yang di
kehendaki . Blok ukur yang tipis di letakkan di tengah
e. Setelah blok ukur di susun letakkan blok ukur sebentar agar temperaturnya
turun karena temperatur tangan dapat meningkatkan tempeteratur blok ukur
dan biarkan hingga temparatur kamar ukur.
f. Sewaktu pengukuran muka ukur ke dua ujung susunan blok ukur harus di
jaga hati-hati , hindarkan gsekan yang berlebihan
g. Setelah di gunakan pisahkan susunan blok ukur dengan cara menggeserkan
satu persatu.
h. Simpan kembali blok ukur dan blok ukur di bersihkan agar tetap terawat dan
ukuran tetap standart.








10
Teknik Mesin Universitas Jenderal Achmad Yani

Daftar Pustaka
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Kalibrasi
2. http://kelasteknik.blogspot.com/2011/01/alat-ukur-teknik-dial-
gauge.html
3. http://nunkiman.wordpress.com/2012/06/06/dial-gauge-jarum-ukur/
4. http://xlusi.com/etik/gauge-block-adalah-aalat
5. https://www.academia.edu/5400045/Blok_Ukur_dan_Blok_Sudut

Anda mungkin juga menyukai