Anda di halaman 1dari 11

CONTOH MAKALAH MEMBACA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu
yang ditulis. Membaca melibatkan pengenalan simbol yang menyusun sebuah
bahasa. Membaca dan mendengar adalah 2 cara paling umum untuk
mendapatkan informasi. Informasi yang didapat dari membaca dapat termasuk
hiburan, khususnya saat membaca cerita fiksi atau humor.
Sebagian besar kegiatan membaca sebagian besar dilakukan dari kertas.
Batu atau kapur di sebuah papan tulis bisa juga dibaca. Membaca dapat menjadi
sesuatu yang dilakukan sendiri maupun dibaca keras-keras. Hal ini dapat
menguntungkan pendengar lain, yang juga bisa membangun konsentrasi kita
sendiri.
Membaca merupakan kegiatan menerima akan tetapi, untuk mendapatkan
pemahaman yang baik dan menyeluruh, kita tidak melakukannya dengan
berpasrah diri. Untuk memperoleh itu, kita secara aktif bekerja mengolah teks
bacaan menjadi bahan yang bermakna. Bagaimana kita bisa memperoleh makna
yang terkandung jika hanya diam, sementara teks bacaan adalah benda mati ?
jadi, kitalah yang sebenarnya aktif.
Bahkan bukan hanya pemahaman yang di tuntut dalam membaca,
melainkan juga penggolahan bahan bacaan secara kritis dan kreatif. Membaca
bukan hanya proses mengingat, melainkan juga proses kerja mental yang
melibatkan Aspek-Aspek berpikir kritis dan kreatif seperti yang telah di
singgung di atas tadi. Atau lebih berarti bila ia mampu menerapkanya dalam
kehidupan secara nyata.
Tak bisa di pungkiri saat ini bahwa pengajaran membaca itu telah berakhir
bila seseorang dapat memvokalkan simbol-simbol tulis. Jangan heran bila ada
seorang murid SMA masih terbiasa membaca buku pelajarannya dengan suara
keras, Tak bisa di salahkan mereka itu. Sebab, selama itu pula tak ada yang
mengoreksi
Membaca sangat berpengaruh basar pada kehidupan sehari-hari, itulah
makanya seseorang yang pengetahuannya luas dan Aktual selalu membaca ,
mambaca, dan membaca terus.
B. Rumusan Masalah
Adapun masalah yang ada dalam makalah ini sebagai berikut :
1. Apa yang di maksud dengan membaca dan membaca cepat.
2. Bagaimana manfaat-manfaat membaca dan membaca cepat.
3. Apa tujuan membaca dan membaca cepat.
4. Apa saja hambatan-hampatan dalam membaca dan membaca cepat dan cara
memngatasinnya.
C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan di dalam makalah ini diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Untuk bahan UTS (ujian tengah semester) mata kuliah membaca lanjut yang
dibimbing oleh Ibu Patrisia Cuesdeyani, S.Pd
2. Untuk mengetahui lebih dalam tentang masalah-masalah yang ada dalam
membaca dan membaca lanjut maupun cara mengatasinnya.
3. Agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita tentang membaca.
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN
1. Membaca
Definisi membaca menurut para ahli :
1. Tampubolon (1993) menjelaskan pada hakekatnya membaca adalah kegiatan
fisik dan mental untuk menemukan makna dari tulisan, maupun dalam kegiatan
itu terjadi proses pengenalan huruf-huruf
2. Smith (ginting, 2005) bahewa membaca merupakan suatu proses membangun
pemahaman dari teks yang tertulis.
3. Burn, Roy dan ross (1984) merupakan proses penerimaan simbol oleh
sensori, kemudian mengintererpretasikan simbol, atau kata yang di lihat atau
mempersepsikan, mengenali hubungan antara kata-kata yang di tulis oleh
penulis.
4. Tarigan (1985) adalah suatu proses yang dilakukan serta di pergunakan oleh
pembaca untuk memperoleh pesan, suatu metode yang dipergunakan untuk
berkomunikasi dengan diri sendiri dan kadang-kadang orang lain, yaitu
mengomunikasikan makna yang terkandung atau tersirat pada lambang-
lambang tertulis.
5. Bonomo (tarigan, 1985) adalah memetik serta memahami arti makna yang
terkandung di dalam bahan tulis
6. Davies (sugiarto,2001) adalah suatu proses mental atau proses kognetif yang
didalamnya seorang pembaca di harapkan bisa mengikuti dan merespon
terhadap pesan si penulis.
7. Cole (1963) menjelaskan bahwa membaca juga dapat menimbulkan rasa
aman dan merelasikan diri dalam kehidupan pribadi seperti hubungan yang
lebih baik dengan keluarga dan kelompok, perubahan sikap, ide-ide baru serta
semakin menghargai berbagai aktifitas dalam kehidupan.

Berbagai definisi tentang membaca telah dipaparkan di atas, dan dapat
disimpulkan bahwa membaca adalah kegiatan fisik atau mental, yang menuntut
seseorang untuk menginterpretasikan simbol-simbol tulisan dengan aktif dan
kritis sebagai pola komunikasi dengan diri sendiri agar pembaca dapat
menemukan makna tulisan dan memperoleh informasi sebagai proses tranmisi
pemikiran untuk
mengembangkan intelektualitas dan pembelajaran sepanjang hayat (life-long
learning).

2. Manfaat membaca
BETAPA pun besarnya manfaat dari membaca buku, jika masyarakatnya
kurang memiliki kesadaran tentang pentingnya membaca buku, terciptanya
suatu peradaban yang lebih baik menjadi suatu keniscayaan. Disamping faktor
lain yang menjadi penyebab kurangnya minat baca, di antaranya budaya
menonton lebih mendominasi dari pada budaya baca, mahalnya harga kertas
yang berimbas harga-harga buku menjadi mahal, dan kurangnya sosialisasi dari
pemerintah tentang pentingnya membaca buku.
Berdasarkan hasil survei lembaga internasional yang bergerak dalam bidang
pendidikan, United Nation Education Society and Cultural Organization
(UNESCO), minat baca penduduk Indonesia jauh di bawah negara-negara
Asia. Indonesia tampaknya harus banyak belajar dari negara-negara maju yang
memiliki tradisi membaca cukup tinggi.
Jepang, Amerika, Jerman, dan negara maju lainnya yang masyarakatnya
punya tradisi membaca buku, begitu pesat peradabannya. Masyarakat negara
tersebut sudah menjadikan buku sebagai sahabat yang menemani mereka
kemana pun mereka pergi, ketika antre membeli karcis, menunggu kereta, di
dalam bus, mereka manfaatkan waktu dengan kegiatan produktif yakni
membaca buku. Di Indonesia kebiasaan ini belum tampak.
Menumbuhkan kebiasaan membaca harus dimulai dari keluarga. Orang tua
berperan penting dalam menumbuhkan kegemaran membaca buku anak-
anaknya. Untuk menjadikan anak memiliki kegemaran membaca, memang tidak
semudah membalikkan telapak tangan. Pepatah Inggris mengatakan we first
make our habits, then our habits make us. Sebuah watak akan muncul, bila kita
membentuk kebiasaan terlebih dahulu. Artinya, bila orang tua ingin anaknya
mempunyai kegemaran membaca buku, maka membaca buku perlu dibiasakan
sejak kecil.

Disamping perlunya keteladanan dari orang tua sendiri.Saat ini, biaya
pendidikan kian membumbung. Hanya kalangan tertentu saja yang dapat
menikmati pendidikan formal sampai jenjang perguruan tinggi. Bagi mereka
yang belum beruntung dari aspek ekonomi, sehingga tidak sempat mengenyam
pendidikan tinggi, mestinya tidak berkecil hati. Membaca buku menjadi
alternatif untuk bisa menjadi terpelajar layaknya orang yang mengikuti
pendidikan formal. Di bawah ini yang merupakan salah satu manfaat membaca
sebagai berikut :
1. Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan.
2. Ketika sibuk membaca, seseorang terhalang masuk ke dalam kebodohan.
3. Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan
dengan orang-orang malas dan tidak mau bekerja.
4. Dengan sering membaca, orang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan
dalam bertutur kata.
5. Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara
berpikir.
6. Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan
pemahaman.
7. Dengan membaca, orang mengambil manfaat dari pengalaman orang lain:
kearifan orang bijaksana dan pemahaman para sarjana.
8. Dengan sering membaca, orang mengembangkan kemampuannya; baik untuk
mendapat dan memproses ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari
berbagai disiplin ilmu dan aplikasinya dalam hidup.
9. Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pemikirannya dari
keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia-sia.
10. Dengan sering membaca, orang bisa menguasai banyak kata dan
mempelajari berbagai tipe dan model kalimat; lebih lanjut lagi ia bisa
meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami
apa yang tertulis diantara baris demi baris (memahami apa yang tersirat).
Setelah kita mengetahui manfaat membaca selanjutnya kita
harus mengetahui tujuan membaca itu apa, karena bagaimana kita membaca
tidak mengetahui tujuan membaca itu seperti apa.

3. Tujuan membaca
Dengan berinisiatif untuk mengadakan perpustakaan / koleksi buku bacaan
di rumah, apa berarti kita telah / ingin menjadi seorang kutu buku? Satu hal
yang perlu kita sadari di sini bahwa membaca itu bukan tujuan. Membaca
adalah salah satu bekal atau jalan untuk mencapai tujuan.
Tujuannya adalah agar kita terbiasa dengan pola hidup yang
mengedepankan kapasitas intelektual, nalar yang sehat, mandiri dalam
mengambil keputusan, berwawasan luas, dan kaya referensi dalam
mengatasi persoalan.
Jadi, mau kita menjadi kutu buku atau tidak, sejauh praktek hidupnya nanti
itu menjadi lebih baik, berarti kita sudah pada track yang tepat. Tapi kalau
membaca hanya untuk membaca, ini sama seperti sindiran Kitab Suci yang
mengatakan bagai keledai mengangkut buku di kepalanya. Buku itu tak
mencerahkan dia, melainkan malah membebani hidupnya.
Supaya kita tercerahkan hidup dari bacaan, yang perlu kita perhatikan
adalah memilih materi bacaan. Kata Jim Rohn, membaca itu sangat penting,
tetapi yang lebih sangat penting lagi adalah memilih bacaan yang pas. Biasanya,
bacaan yang tidak sesuai dengan keadaan kita hanya berguna dipakai untuk
bercakap-cakap atau kurang ngefek pada perbaikan praktek hidup.
Karena itu, koleksi buku yang kita persiapkan di rumah pun perlu kita
sesuaikan dengan kebutuhan perkembangan kita atau anak kita. Yang ideal,
koleksi buku itu perlu ada bacaan umum (pengetahuan umum) dan bacaan
khusus yang sesuai dengan minat, bakat, hobi, atau kebutuhannya, misalnya
cerita pahlawan yang membangkitkan, dan lain-lain.
Hambatan Membaca & Cara Mengatasinya
A. Rendahnya Motivasi
Sering kali saat membaca, kita tidak memiliki motivasi yang kuat atas bahan
bacaan. Motivasi yang kurang ini secara mental akan membuat kita membaca
dengan lambat dan otak tidak dirangsang untuk bekerja dan memahami apa
yang kita baca.
Kunci untuk mengatasi hambatan ini adalah : selalu tanyakan pada diri kita
sendiri AMBAK (Apa Manfaatnya Bagiku?) saat membaca satu bacaan.
Pakailah 5W1H untuk mematok target kapan bahan bacaan itu akan
diselesaikan.
B. Sulit berkonsentrasi
Ketika kita tidak berkonsentrasi, informasi yang diterima oleh mata yang
diteruskan ke otak tidak mendapat perhatian yang cukup sehingga kita
kehilangan pemahaman atas bahan bacaan dan harus mengulangnya berkali-
kali. Pengulangan ini disebut sebagairegresi.
Kunci untuk mengatasi hambatan ini adalah mencari suasana yang
menyenangkan dan nyaman saat membaca, yang jauh dari kebisingan dan
mempunyai cahaya penerangan yang cukup. Agar bisa menyerap informasi
dengan maksimal, posisi alfa (posisi duduk tegak, rileks, dengan kedua telapan
kaki menyentuh lantai) saat membaca sangat dianjurkan.
C. Kebiasaan Buruk dalam Membaca
1. Vokalisasi ( Membaca dengan bersuara)
Yakni mengucapkan kata demi kata secara lengkap, bisa dengan bersuara
lantang, ataupun dengan suara samar/tidak jelas (menggumam).
Untuk mengetahui apakah kita mengucapkan kata-kata atau tidak, letakkan
tangan di leher ketika membaca. Bila getaran terasa di jakun, itu berarti kita
membaca dengan bersuara.
Tips Mengatasinya :
Lakukan gerakan seperti meniup (bibir bersiul) pada saat membaca, dan
letakkan tangan di leher.
2. Gerakan Bibir
Menggerakkan bibir pada saat membaca, walaupun tanpa bersuara, juga akan
membuat kecepatan baca menjadi melambat 4 kali dibandingkan jika membaca
dengan diam/tanpa bersuara.
Tips Mengatasinya :
Rapatkan bibir kuat-kuat. Tekanlah lidah ke langit-langit atas.
Mengunyah permen karet
Bibir dalam posisi bersiul, tapi tanpa suara.
3. Gerakan Kepala
Saat masa kanak-kanak, jangkauan penglihatan kita tidak memungkinkan
menguasai penampang bacaan (dari kiri hingga kanan). Karena itulah kita
menggerakkan kepala dari kiri dan kanan untuk membaca baris-baris bacaan
secara lengkap. Saat dewasa, jangkauan penglihatan kita telah mampu
menguasai penampang tersebut secara optimal, sehingga seharusnya mata saja
yang bergerak.
Namun demikian, karena kebiasaan masa kecil, kita masih sering menggerak-
gerakkan kepala dengan menggesernya.
Tips Mengatasinya :
- Letakkan telunjuk jari ke pipi dan sandarkan siku tangan ke meja selama
membaca. Apabila terasa tangan terdesak oleh gerakan kepala, itu berarti Anda
masih menggerakkan kepala dalam membaca. Usahakanlah untuk
menghentikannya.
- Tangan memegang dagu, seperti memegang jenggot. Bila kepala Anda
bergerak, terasa dagu Anda juga bergeser. Usahakanlah untuk menghentikan
gerakan itu.
- Letakkan ujung Jari di hidung. Bila kepala anda bergerak, anda akan
menyadarinya. Berusahalah untuk menghentikannya.
4. Menunjuk Dengan Jari
Kebiasaan ini timbul karena saat masih belajar membaca, kita selalu
menunjuk kata demi kata dengan jari, agar tak ada kata yang terlewati.
Kebiasaan ini sering dipertahankan hingga dewasa, padahal sangat menghambat
kecepatan baca, Karena gerakan tangan lebih lambat dari pada gerakan mata.
Tips Mengatasinya :
- memasukkan tangan ke saku ketika membaca
- Memegang buku selama membaca.


5. Regresi
Dalam membaca, mata bergerak dari kiri ke kanan untuk menangkap kata-
kata yang terletak berikutnya. Namun sering mata bergerak kembali ke
belakang untuk membaca ulang suatu kata atau beberapa kata sebelumnya.
Kebiasaan inilah yang disebut dengan regresi. Hal ini kebanyakan dilakukan
karena merasa kurang yakin dalam memahami kata atau kalimat sebelumnya.
Tips Mengatasinya :
- Menanamkan kepercayaan diri pada saat membaca. Jangan terpaku pada
detail.
- Bila anda merasa ada yang terlewati, biarkan saja.
- Berkonsentrasilah dalam membaca, jangan sampai melamun.
6. Subvokalisasi
Yakni melafalkan kata-kata dalam batin/pikiran. Kebiasaan ini juga
menghambat karena konsentrasi akan lebih terfokus pada bagaimana
melafalkan dengan benar, dan bukannya memahami ide yang terkandung
dalam kata-kata tersebut.
Tips Mengatasinya :
- Memperlebar jangkauan pandangan mata (fiksasi), sehingga mata dapat
menangkap beberapa kata sekaligus. Dengan cara ini, otak akan menyerap
informasi berdasarkan ide garis besarnya yang terdiri dari gabungan kata, dan
tak terpaku pada pelafalannya.
B. Pengertian membaca cepat
Apakah Anda tahu, apa yang dimaksud dengan membaca cepat dan efektif?
Ya, membaca cepat dan efektif bukan berarti asal membaca cepat saja, sehingga
begitu selesai membaca tak ada yang diingat dan dipahami. Dua hal pokok yang
harus Anda camkan dalam membaca cepat adalah tingkat kecepatan dan
persentase pemahaman bacaan yang tinggi.

Anda dikatakan sebagai pembaca cepat yang baik bila mampu mengatur
irama kecepatan membaca sesuai dengan tujuan, kebutuhan, dan keadaan bahan
yang dibaca, serta dapat menjawab sekurang-kurangnya 60 persen dari bahan
yang Anda baca. Untuk tingkat pemula, kecepatan membaca Anda diharapkan
dapat mencapai 120-150 kpm (kata per menit). Kecepatan tersebut diupayakan
terus meningkat seiring dengan latihan membaca cepat yang Anda
lakukan. Kecepatan membaca yang Anda lakukan
pasti tidak monoton/konstan. Artinya, pada saat membaca bagian yang tidak
Anda perlukan kecepatan harus terus melaju, tetapi pada bagian yang Anda
butuhkan kecepatan membaca dikurangi.

Kecepatan membaca harus diimbangi dengan pemahaman terhadap bacaan
tersebut. Anda sebagai pembaca yang efektif dan kritis harus mampu
menemukan bagianpenting dari bahan bacaan tersebut secara cepat. Dan
sebaliknya, Anda harus membiarkan, bahkan melewati bagian yang kurang
penting bila memang tidak diperlukan.

Pada umumnya, setiap baris dalam bacaan terdiri dari 8 12 kata yang
terdiri atas satuan frasa dan klausa. Bila Anda membaca dan mengartikannya
kata demi kata pada setiap baris. Maka diperlukan waktu baca yang lama. Selain
itu, pemahaman Anda terhadap bacaan pun akan terganggu karena tidak
memperhatikan makna kata dalam konteks kalimat.
Bila demikian yang Anda lakukan, maka Anda termasuk pembaca yang
buruk.Bila Anda pembaca yang efektif maka Anda hanya akan melihat satuan-
satuan pikiran pada setiap baris dalam bacaan, yaitu yang berupa frasa, klausa,
atau kata-kata kunci. Karena bagian yang dilihat dari setiap baris bacaan hanya
sedikit maka perpindahan gerak mata akan cepat, dan akhirnya Anda pun dapat
membaca lebih cepat.
Sebelum Anda sampai pada pelatihan membaca cepat, hal utama yang perlu
Anda ingat lagi adalah teknik membaca cepat yang benar (Ingat modul
membaca cepat).1
Berkaitan dengan membaca cepat, ada beberapa manfaat dan tujuan yang Anda
peroleh.

1. Mengenali topik bacaan. Jika Anda pergi ke toko buku atau perpustakaan.
Anda ingin mengetahui apa yang dibahas dalam buku yang Anda pilih. Untuk
keperluan tersebut, Anda melakukan membaca cepat beberapa menit (browsing)
untuk melihat bahan yang dibaca. Sekedar untuk mengetahui isi bacaan. Hal ini
juga dapat dilakukan ketika akan memilih artikel di majalah dan surat
kabar(kliping).

2. Mengetahui pendapat orang (opini). Di sini Anda sudah mengetahui topic
yang dibahas, selanjutnya Anda ingin mengetahui pendapat penulis itu terhadap
masalah yang dibahas. Untuk itu, Anda tinggal membaca tulisan yang ada di
tajuk surat kabar tersebut. Anda cukup membaca paragraf pertama atau akhir
yang biasanya memuat kesimpulan yang dibuat oleh penulisnya (redaksi).

3. Mendapatkan bagian penting yang diperluan. Anda perlu melihat semua
bahan bacaan itu untuk melihat ide yang bagus, tetapi tidak perlu membaca
setiap kata, kalimat, bahkan alinea secara lengkap.

4. Mengetahui organisasi penulisan. Dengan teknik membaca cepat maka
dapat segera mengetahui urutan ide pokok dan cara semua materi disusun dalam
kesatuan pikiran, serta mencari hubungan antarbagian dalam bacaan itu.

5. Melakukan penyegaran atas apa yang pernah dibaca. Misalnya dalam
mempersiapkan ujian atau sebelum menyampaikan ceramah.

2. Manfaat membaca cepat sebagai berikut.
1. Untuk mencari informasi yang kita perlukan dari sebuah bacaan secara cepat
danefektif.
2. Dalam waktu yang singkat dapat menelusuri bahan halaman buku atau
bacaan.
3. Tidak banyak waktu yang terbuang karena tidak perlu memperhatikan atau
membaca bagian yang tidak kita perlukan.

Dalam modul membaca cepat, Anda tentu masih ingat beberapa gangguan
yang dapat menghambat kecepatan membaca. Cobalah Anda ceritakan
gangguan- gangguan tersebut dan bagaimana cara mengatasinya.

3. Tujuan membaca cepat
Albert dalam Harras (1997) mengemukakan tujuan utama
dalam membaca cepat.

1. Memperoleh kesan umum dari suatu buku, artikel, atau
tulisan singkat.
2. Menemukan hal tertentu dari suatu bahan bacaan.
3. Menemukan/menempatkan bahan yang diperlukan dalam perpustakaan.

4. Hambatan-hambatan dalam membaca cepat dan cara mengatasinya.

Kebiasaan-kebiasaan ini menjadi penghambat karena kecepatan membaca,
melakukan gerakan, dan bersuara tidaklah sama. Melakukan suatu gerakan
maupun bersuara pada waktu membaca membutuhkan waktu yang lebih banyak
daripada membaca tulisan. Demikian pula dengan membaca dalam hati. Dengan
membaca dalam hati, kita cenderung memerhatikan pelafalan, bukan makna
yang terkandung dalam bacaan tersebut.
Untuk mengatasi masalah-masalah ini, usahakan untuk mencegah bibir, jari-
jari tangan, dan kepala untuk bergerak pada saat membaca. Cara pencegahannya
bisa dengan mengatupkan bibir, memasukkan tangan ke dalam saku atau
memegangi kepala pada waktu membaca. Sedangkan untuk menghindari supaya
tidak bersuara pada waktu membaca adalah dengan merasakan getaran suara di
leher. Dengan meletakkan tangan di leher, akan diketahui apakah kita bersuara
atau tidak. Membaca dalam hati memang tidak bisa dicegah, tetapi usahakan
supaya tidak memerhatikan pelafalannya.
Selain masalah-masalah yang tersebut di atas, ada beberapa masalah lain yang
berkaitan dengan materi bacaan yang kita baca, misalnya:
1. kepadatan dan beragamnya informasi yang disajikan oleh bacaan, misalnya
seperti yang terdapat pada koran dan majalah;
2. bentuk kalimat yang formal, kaku, dan bahasa yang susah dipahami serta
berbelit-belit, misalnya seperti dalam korespondensi, perundang-undangan;
3. baik buruknya tulisan, jika ditulis tangan;
4. format, susunan kalimat yang tidak baik dan jumlah halaman yang banyak,
misalnya seperti dalam laporan-laporan;
5. faktor teknis, jika dalam e-mail dan teleteks;
6. terlalu panjang dan detail, misalnya dalam perincian dan laporan keuangan
yang sebagian besar berupa angka.
Meskipun ada banyak masalah yang bisa menjadi penghambat dalam belajar
membaca cepat, tidak berarti tidak ada jalan keluarnya. Berikut ini ada beberapa
langkah yang bisa digunakan untuk membantu mengatasi masalah-masalah
dalam membaca cepat.
1. Miliki kosakata yang luas
Jika saat ini Anda masih memiliki kosakata yang terbatas, ada cara-cara yang
bisa ditempuh untuk mengatasinya, yaitu dengan menyiapkan catatan kata-kata
baru yang belum Anda ketahui. Setelah itu, carilah artinya di dalam kamus.
Perbendaharaan kata yang banyak sangat membantu dalam memahami suatu
bacaan.
2. Sikap tubuh
Membaca cepat memang memerlukan konsentrasi yang tinggi. Tidak jarang
pembaca justru berada dalam posisi tegang. Kondisi yang seperti ini justru
menjadi penghambat. Untuk itu, ambilah posisi santai saat membaca.
3. Membaca sepintas lalu
Dengan membaca sepintas lalu, Anda bisa mengantisipasi hal-hal yang mungkin
akan terjadi.
4. Konsentrasi
Konsentrasi yang penuh menghindarkan Anda dari melamun atau pikiran yang
melayang-layang. Kesulitan dalam berkonsentrasi menunjukkan kecepatan
membaca yang rendah. Untuk itu, usahakan agar selalu berkonsentrasi ketika
membaca cepat.
5. Retensi/mengingat kembali informasi dari bacaaan
Mengingat kembali informasi yang baru saja Anda baca bisa dilakukan dengan
beberapa cara, misalnya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan, diskusi,
maupun menulis kembali informasi yang sudah diterima.
6. Tujuan dari membaca itu sendiri
Dengan menentukan tujuan dari membaca, Anda akan mengetahui apakah
bacaan tersebut sesuai dengan kebutuhan Anda atau seperti yang Anda
inginkan.
7. Motivasi
Motivasi yang jelas dalam membaca akan memengaruhi tingkat pemahaman
bacaan. Jika Anda sudah memiliki motivasi yang jelas dalam membaca suatu
bacaan, Anda akan lebih mudah menyerap informasi dalam bacaan
tersebut. Untuk itu, tumbuhkanlah motivasi dalam membaca.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa membaca cepat sangat efektif
dilakukan. Dengan membaca cepat kita bisa mengetahui seluruh isi buku tanpa
harus menghabiskan waktu berjam-jam atau bahkan berhari-hari untuk bisa
membaca seluruh isi buku. Kendala dalam membaca cepat sangat mungkin
terjadi sehingga kita memerlukan waktu dan latihan-latihan supaya kita bisa
menguasai teknik membaca cepat. Selain itu konsentrasi, motivasi dan tujuan
membaca sangat mendukung untuk bisa mahir dalam membaca cepat.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Ada pun pengertian membaca sebagai berikut, Membaca adalah merupakan
aktivitas yang kompleks yang melibatkan berbagai faktor yang datangnya dari
dalam diri pembaca dan faktor luar. Dalam pengertian awam, membaca
membaca adalah proses produksi yang menghasilkan pengetahuan, pengalaman,
dan sikap-sikap yang baru.
Dalam membaca banyak mengalami kebiasaan-kebiasaan buruk seperti :
Vokalisasi, Sup Vokalisasi, Gerakan bibir, Gerakan kepala dan regresi atau
pengulangan kata. Dan memberikan solusinya untuk mengatasi masalah
tersebut.
Selain membaca, teknik yang dapat digunakan adalah teknik membaca
cepat. Membaca cepat adalah membaca yang mengutamakan kecepatan denan
tidak mengabaikan pemahamanya. Biasanya kecepatan itu dikaitkan dengan
tujuan membaca, keperluan, dan bahan bacaan. Dalam membaca cepat terdapat
hambatan-hambatan dan cara mengatasinya.

B. Saran
Membaca sangat penting bagi kita, karena dengan membaca kita bisa
memperoleh manfaat yang salah satunya dapat menambah pengetahuan kita.
Untuk itu mari kita membaca, mambaca dan terus mambaca.