Anda di halaman 1dari 23

OLEH :

DENIS AFRIANSYAH
Fungsi metabolisme hati
Fungsi detoksikasi
Fungsi hemostasis,fibrinolisis dan
hemopoetik
Fungsi sekresi dan ekskresi empedu
Fungsi dalam sistem imunologi
Laence (1819), sirosis berasal dari kata
Khirros = kuning orange (orange yellow),
karena perubahan warna pada nodul-
nodul yang terbentuk.
Suatu keadaan patologis yang
menggambarkan stadium akhir fibrosis
hepatis yang berlangsung progresif yang
ditandai dengan distorsi dari arsitektur
hepar dan pembentukan nodulus
regenerative.

Berdasarkan morfologi :
1. Makronodular (besar nodul dari lebih
dari 3 mm)
2. Mixed
3. Mikronodular (besar nodul kurang dari
3 mm)

Secara fungsional
Sirosis Kompensata
Sirosis Dekompensata

Makronodular
Mikronodular
Virus hepatitis (B, C,dan D)
Alkohol
Kelainan metabolic :
Hemakhromatosis (kelebihan beban besi)
Penyakit Wilson (kelebihan beban tembaga)
Kolestasis
Sumbatan saluran vena hepatica
Sindroma Budd-Chiari
Payah jantung
Gangguan Imunitas
Toksin dan obat-obatan (misalnya : metotetrexat,
amiodaron, INH, dan lainlain)
Operasi pintas usus pada obesitas
Kriptogenik
Malnutrisi
Indian Childhood Cirrhosis
1. Sirosis Laennec
2. Sirosis Postnekrotic
3. Sirosis Biliaris
Hepatitis and Fatty Liver

Damage to the hepatic parenchyma

Activation of the stellate cell

Fibrotic response and proliferation

Replace the entire liver architecture

Blocking the portal flow of blood

Complications of cirrhosis

Pemeriksaan fisis
Laboratorium
USG
CT Scan
Biopsi hati untuk membedakan hepatitis
kronik aktif yang berat dengan sirosis hati
dini.


Hati : Membesar pada awal sirosis, bila
hati mengecil artinya prognosis kurang
baik. Konsistensi hati biasanya kenyal, tepi
tumpul dan nyeri tekan.
Splenomegali.
Ascites dan vena kolateral di perut dan
ekstra abdomen.
Manifestasi di luar perut : Spider nevi di
tubuh bagian atas, bahu, leher, dada,
pinggang, caput medusa.

SGOT dan SGPT Alkaline
phosphatase
GGT Bilirubin
Albumin Prothrombin time
Globulins Serum sodium
Thrombocytopenia Leukopenia
Neutropenia Coagulation defects

Perdarahan gastrointestinal
Hipertensi portal varises oesopagus
Perdarahan.
Koma Hepatikum
Ulkus Peptikum
Karsinoma hepatosellural
Infeksi, misalnya : peritonisis, pnemonia,
bronchopneumonia, tbc paru.
Kematian.
Simtomatis
Supportif, yaitu :
Istirahat yang cukup
Pengaturan makanan yang cukup dan seimbang;
misalnya : cukup kalori, protein 1gr/kgBB/hari
dan vitamin
Pengobatan berdasarkan etiologi
Misalnya pada sirosis hati akibat infeksi virus C
dapat dicoba dengan interferon.
Pengobatan yang spesifik dari sirosis hati akan
diberikan jika telah terjadi komplikasi seperti
Asites
Perdarahan karena pecahnya varises esofagus
Ensefalophaty hepatic
Tirah baring
Diet rendah garam
Diuretik hemat Kalium : Spironolakton
Parasentesis ; bila asites sangat besar

Istirahat dan dipuasakan
IVFD berupa garam fisiologis dan kalau perlu
transfuse.
Pemasangan Naso Gastric Tube
Pemberian obat-obatan berupa antasida,
ARH2, Antifibrinolitik, Vitamin K,
Vasopressin, Octriotide dan Somatostatin
Menghentikan perdarahan Pemasangan
Ballon Tamponade dan Tindakan Skleroterapi
/ Ligasi atau Oesophageal Transection.

Mengenali dan mengobati factor pencetus
Intervensi untuk menurunkan produksi dan
absorpsi amoniak serta toxin-toxin yang berasal
dari usus dengan jalan :
Diet rendah protein
Pemberian antibiotik (neomisin)
Pemberian lactulose/ lactikol
Obat-obat yang memodifikasi Balance
Neutronsmiter
Secara langsung (Bromocriptin, Flumazemil)
Tak langsung (Pemberian AARS)
Angka kelangsungan hidup selama satu tahun untuk pasien
dengan Child A, B, dan C berturut-turut 100, 80, dan 45 %.

Price SA, Wilson LM. Patofisiologi I. Ed 4.
Jakarta : EGC. 1995.
Sudoyo, Aru W [et.al]. Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam jilid I. Ed IV. Jakarta :
Penerbit Balai FK UI.2007.