Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN JOURNAL READING

Disusun untuk Memenuhi Sebagian Syarat Mengikuti


Program Pendidikan Profesi Kedokteran Di Bagian Ilmu Saraf
Rumah Sakit Umum Daerah Sragen

Disusun Oleh :
Giniani Hilsa 09711143
Dokter Pembimbing Klinik :
dr. Kamso, Sp.S


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2013
HUBUNGAN RESEPTOR DOPAMIN AUTOANTIBODI DENGAN GEJALA
CHOREA SYDENHAM

Abstrak
Latar Belakang
Chorea Sydenham merupakan neuropsikiatri akibat dari infeksi streptokokus
kelompok A berhubungan dengan autoantibodi di ganglia basalis, meskipun
autoantibodi telah diusulkan pada gangguan neuropsikiatri, sedikit bukti telah
menunjukkan autoimunitas dengan gejala klinis. Kami berhipotesis interaksi dari
reseptor dopamin autoantibodi dapat menjadi dasar gejala neuropsikiatrik pada
Chorea Sydenham.

Metode
Sera dari 22 anak dengan SC (usia 10.74.5 tahun) dan usia 22 tahun sebagai kontrol.
Gejala klinis neuropsikiatri SCdalam pengambilan sampel diukur dengan
menggunakan UFMG Sydenhams Chorea Rating Scale (USCRS). Antireseptor
dopamin D1 (D1R) dan antireseptor dopamin D2 (D2R) autoantibody diukur oleh
enzyme linked immunosorbent assay (ELISA) dan berhubungan dengan gejala klinis.
Hasil
Autoantibodi D1R dan D2R secara signifikan lebih tinggi di SC dibandingkan dengan
kontrol (n=44; masing-masing p=0.010 dan p=0.017). Kami menemukan bahwa
perbandingan (anti D2R/D1R) dari dua reseptor antibodi antidopamin berhubungan
dengan gejala neuropsikiatrik sebagaimana ditentukan oleh pengukuran USCRS
(n=18; r=0,53; p=0,024). Selain itu, titer anti-D2R berhubungan dengan
antistreptolisin titer O (n=43; r=0,49; p=0,0008).

Interpretasi
Laporan kami terkait untuk pertama kalinya, autoimunitas dengan gejala
neuropsikiatri. Hubungan yang signifikan ditemukan menggunakan rasio autoantibodi
terhadap reseptor dopamin (anti-D2R/D1R) sepenuhnya mengalami peningkatan titer
anti-D1R dan anti-D2R. Kami menyarankan bahwa autoantibodi dapat menyebabkan
ketidakseimbangan reseptor dan menginduksi sensivitas yang lebih besar agar sinyal
dopamin berpotensi menyebabkan gejala neuropsikiatrik pada SC. Temuan baru kami
menunjukkan perubahan keseimbangan dalam dopaminergik dapat memberikan
pendekatan baru dalam memahami gangguan autoimun neuropsikiatrik dengan
maksud tujuan untuk diagnosis dan pengobatan.