Anda di halaman 1dari 6

Bedah Ortognatik (Orthognathic

Surgery)
Bedah Ortognatik (Koreksi Rahang): Prof. Coen Pramono D, Drg., SU.,
Sp.BM(K)
Dalam terjemahan bebas kata ortognatik berasal dari 2 kata orto yang berarti
meluruskan dan gnatik atau gnatos yang berarti rahang. Jadi bedah ortognatik
berarti tindakan bedah yang dilakukan dengan tujuan untuk meluruskan atau
membentuk rahang sehingga diperoleh bentuk rahang yang selaras atau normal.
Contoh: pada kasus pasien dengan rahang yang nyakil dapat dilakukan
pembedahan sehingga rahang dapat lebih kecil. Koreksi rahang melalui tindakan
bedah atau bedah ortognatik di lakukan oleh seorang Spesialis Bedah Mulut dan
Maksilofasial untuk melakukan koreksi atau perbaikan pada kelainan kecil atau
besar pada tulang skeletal rahang yang menyebabkan terjadinya malaoklusi,
dengan keuntungan akan memperbaiki fungsi kunyah, fungsi bicara dan bernafas.
Tindakan bedah ortognatik selain dapat memperbaiki problem fungsional, juga
akan dapat merubah penampilan wajah secara dramatis menjadi lebih baik atau
menjadi lebih cantik dan akan berpengaruh positif pada banyak sisi kehidupan dan
penampilan seseorang.

Indikasi tindakan bedah ortognatik, adalah:
1. Kesulitan mengunyah atau menggigit dan kesulitan menelan.
2. Kelainan sendi rahang (TM-Joint): sakit pada sendi rahang (TM-joint
pain), menyebabkan sakit kepala oleh karena problem sendi dan tidak
tepatnyya posisi gigitan rahang atas dan bawah (oklusi).
3. Gigitan terbuka (open bite): tedapat celah antara gigi-gigi rahang atas dan
bawah pada saat menggigit
4. Ketidak- seimbangan tampilan wajah dari tampilan depan atau samping.
5. Cidera wajah (facial injury) atau defek lahir
6. Dagu kecil
7. Dagu panjang sehingga rahang bawah terletak lebih maju dibandingkan
rahang rahang atas (seperti cakil).
8. Protusi rahang seperti pada ad. 7, yang menyebabkan untuk menutup bibir
diperlukan penegangan otot bibir.
9. Bernafas melalui mulut kronis sehingga menyebabkan mulut menjadi
kering, akibatnya akan dapat menyebabkan meningkatnya kejadian karies
gigi dan kelainan jaringan penyangga gigi (periodontal).
10. Sleep apnea (breathing problems during sleeping, termasuk
snoring=mendengkur)

Siapa yang memerlukan Bedah Ortognatik ?
1. Seseorang dengan kelainan tulang rahang (skeletal) sehingga
menyebabkan gangguan oklusi atau gigitan yang tidak dapat dilakukan
perawatan secara ortodontik.
2. Melalaui tindakan bedah ortognatik akan dapat diperoleh hasil perbaikan
bentuk rahang, ketidakselarasan hubungan anatara rahang atas dan rahang
bawah, perbaikan pada malaoklusi yang merupakan penyebab terjadinya
kesalahan gigitan antara gigi rahang atas dan bawah.
3. Pada beberapa kasus dimana terjadi perbedaan kecepatan pertumbuhan
antara rahang atas dan rahang bawah sehingga bentuk dan besar rahang
atas dan rahang bawah tidak seimbang.
4. Ketidak seimbangan bentuk rahang oleh karena cacat lahir (birth defect).

Kapan diperlukan tindakan Bedah Ortognatik?
Seorang Dokter Gigi, Spesialis Ortodontik dan Spesialis Bedah Mulut dan
Maksilofasial umumnya dapat segera menentukan apakah seseorang memerlukan
koreksi rahang melalui tindakan bedah ortognatik atau hanya memerlukan
perawatan ortodontik saja. Seorang Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial akan
dapat menentukan teknik perawatan bedah ortognatik yang bagaimana yang akan
dipilih dalam melakukan perawatan terhadap seseorang sesuai kasusnya.
Harus difahami bahwa suatu tindakan bedah ortognatik diperlukan kerja sama
dengan seorang Spesialis Ortodontik karena diperlukan perawatan ortodontik
sebelum dan sesudah tindakan bedah ortognatik dan perawatan setelah dan
sebelum bedah ortognatik akan dapat memerlukan waktu beberapa tahun.
Pengertian ini diperlukan agar terbangun komitmen dan pengertian dari pasien
dan keluarganya yang memahami bahwa diperlukan waktu beberapa tahun untuk
menyelesaikan seluruh perawatan.
Melalui bedah ortognatik dapat dilakukan perbaikan pada letak atau posisi rahang
atas, bawah dan dagu. Apabaila Anda telah memperoleh informasi yang jelas
tentang problem rahang yang sedang dialami, maka bila anda memerlukan
informasi seorang spesialis bedah mulut dan seorang spesialis bedah mulut dan
maksilofasial akan dapat bekerja dalam satu tim untuk dapat memberikan secara
jelas prosesur perawatan secara terperinci mengenai perawatan terbaik untuk
persoalan rahang yang sedang anda jalani.

Siapakah yang akan terlibat dalam tindakan Bedah Ortognatik?
Sebelum dilakukan tindakan bedah ortognatik, hampir selalu diperlukan
perawatan ortodontik pra-bedah ortognatik yang dimaksudkan untuk
memposisikan gigi-gigi yang terletak tidak teratur di atas tulang alveolar rahang
pada posisinya yang baru menjadi teratur. Setelah selesai dilakukan perawatan
ortodontik pra-bedah mungkin anda akan melihat bahwa gigitan anatara rahang
atas dan bawah menjadi terlihat lebih jelek. Hal ini disebabkan karena gigi-gigi
yang sebelumnya terletak kurang baik di atas lengkungkung gigi menjadi terletak
lebih teratur di atas lengkung rahang. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh
posis gigi-gigi, agar pada saat dilakukan pembedahanrahang dan selanjutnya
anatara rahang atas dan bawah diposisikan pada posisinya yang benar dapat
diperoleh gigitan rahang atas dan bawah yang baik atau normal.
Pada saat perawatan ortodontik pra-bedah ortodontik mendekati selesai, maka
diperlukan pemeriksaan seksama yang lengkap, meliputi pemeriksaan keadaan
gigi-gigi di posisinya yang baru, foto x-ray, mencetak rahang guna memperoleh
cetakan rahang dan gigi-gigi yang baru, foto wajah yang akan dipergunakan
sebagai panduan dalam melakukan pembedahan.
Tindakan bedah ortognatik dilakukan di rumah sakit di bawah bius umum.
Tindakan bedah ortodontik memerlukan waktu operasi antara 3 sampai 5 jam
tergantung kesulitan kasus per kasus.
Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial akan memposisikan rahang melalui
operasi tergantung kebutuhan spesifik setiap individu, yaitu tergantung dari hasil
analisa letak rahang atas dan rahang bawah terhadap tulang tengkorak secara
umum. Artinya terdapat perhitungan-perhitungan khusus yang dilakukan melalui
foto x-ray kepala dan hasil studi pada model gibs yang dibuat melalui cetakan
rahang. Pada keadaan tertentu diperlukan pengembilan atau penambahan tulang
rahang dalam upaya untuk melakukan pembentukan rahang agar terlihat simetris.
Untuk melakukan fiksasi tulang rahang pada posisinya yang baru dipakai plat dan
sekrup, kawat steinless dan ligature karet.
Insisi atau irisan dibuat di dalam rongga mulut agar tidak terlihat, adanya bekas
irisan dikulit luar namun ada kalanya diperlukan irisan kecil pada kulit dengan
sangat mempertimbangkan faktor estetik dan kecantikan.
Setelah pembedahan antara rahang atas dan rahang bawah untuk sementara akan
diikat sehingga mulut penderita untuk sementara tidak dapat dibuka. Sehinnga
untuk makan dan minum pasien hanya dapat makan makanan jenis cair dan
minum yang diberikan melalui selang yang dimasukkan melalui hidung menuju
lambung untuk waktu lebih kurang lebih 1 minggu untuk menunggu luka di dalam
mulut sembuh. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya infeksi karena
makanan yang masuk ke dalam luka. Bagi penderita dengan kebiasaan merokok
diharuskan berhenti merokok untuk sementara dan mengurangi aktifitas fisik
berlebihan.
Rasa sakit setelah tindakan bedah ortognatik dapat diatasi dengan pemberian obat-
obatan penghilang sakit. Semua penderita yang telah menjalani operasi tidak ada
yang mengeluh sakit setelah operasi karena pemberian obat penghilang sakit
yang baik. Secara umum pasien dapat kembali menjalani aktifitas rutinnya 2
minggu atau 3 minggu setelah pembedahan tergantung dari keadaan masing-
masing pasien. Secara teoritis proses penyembuhan awal terjadi pada 6 minggu
pasca pembedahan dan kesebuhan sempurna akan memakan waktu antara 9
sampai 12 bulan pasca pembedahan.

Keuntungan Bedah Ortognatik
Melalui tindakan bedah ortognatik akan dapat diperoleh pergerakan tulang
skeletal yang tidak mungkin dilakukan melalui perawatan ortodontik. Tulang
rahang beserta gigi-gigi akan dapat diubah posisinya sehingga dapat diperoleh
posisi rahang sesuai dengan letak yang dikehendaki. Oleh karena rahang dapat
terletak baik sesuai dengan norma ukuran normal, gig-gigi juga akan dapat
terletak normal. Gigi-gigi yang sudah terletak benar akan terletak stabil, fungsi
gigitan optimal dan diperoleh letak rahang atas dan bawah yang seimbang
terhadap tulang tengkorak sehingga akan dapat diperoleh bentuk wajah yang
indah. Beberapa pasien mengemukakan bahwa tampilan wajahnya menjadi lebih
baik, fungsi bicara dan fungsi kunyah juga dirasakan sangat berubah menjadi
baik. Melalui tindakan bedah ortognatik dapat diperoleh suatu perubahan tampilan
wajah secara dramatisdan dapat berpengaruh positif pada banyak sisi kehidupan
seseoang.

Persiapan Bedah Ortognatik
Pasien yang akan menjalani pembedahan ortognatik memerlukan beberapa
persiapan atau tahapan perawatan penting:
1. Perawatan bedah ortognatik selalu dilakukan dengan kolaborasi antara
seorang ortodontis dan seorang spesialis bedah mulut dan maksilofasial.
Ortodontis akan melakukan perawatan pra dan pasca ortodontik, yaitu
melakukan koreksi pada gigi-gigi agar terletak baik pada lengkung rahang,
sedangkan Spesialis Bedah MUlut dan Maksilofasial akan melakukan
koreksi pada tulang rahangnya.Diperlukan perawatan ortodontik prabedah,
dengan maksud untuk meratakan gigi sehingga terletak baik di lengkung
gigi. Jadi, seorang Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial akan
melakukan perawatan bedah untuk memperbaiki bentuk rahang, tidak
meratakan letak gigi-gigi di atas rahang.
2. Diperlukan pengambilan gigi-gigi geraham ke-3 yang tertanam, oleh
karena pada daerah gigi tertanam tersebut merupakan daerah yang akan
dilalui untuk melakukan pemotongan rahang, baik di rahang atas maupun
bawah. Tindakan operasi pengambilan gigi gerahan ini sebaiknya
dilakukan antara 4-6 bulan sebelum operasi bedah ortognatik agar tulang
bekas operasi gigi tertanam telah megalami penulangan sempurna.

Ilustrasi capaian perbaikan posisi tulang rahang melalui bedah ortognatik:
1. pada kasus gigitan terbuka: diperlukan perbaikan pada posisi rahang atas
seringkali diperlukan operasi simultan rahang atas dan bawah bersamaan
untuk memperoleh posisi rahang atas dan bawah ideal;
2. dan kasus lain untuk bentuk rahang bawah kecil sehingga tindakan bedah
untk memajukan rahang bawah ke arah depan sehingga dapat diperoleh
gigitian ideal:

Gambar 1 & 2:

Anda mungkin juga menyukai