Anda di halaman 1dari 10

BAB II

ASUHAN KEPERAWATAN
GAGAL GINJAL AKUT (GGA)
A. Pengkajian
I. Identitas :
Nama :
Umur : Semua usia
Jenis Kelamin : Pria dan Wanita
Pendidikan :
Pekerjaan :
Alamat :
II. Keluhan Utama
* Hiperkalemia
* Hipotensi
* Sesak nafas
* Kelemahan
* Oliuria!anuria
* Anoreksia
* Kejan"kejan
III. #i$a%at Pen%akit Sekaran
Oliuria!anuria
Hipotensi
Kelemahan
Penurunan kesadaran
I&. #i$a%at Pen%akit 'ahulu
#i$a%at pen%akit (atu injal
Penunaan o(at dalam janka $aktu lama
#i$a%at pen%akit lomerulorefritis
#i$a%at pen%akit aal jantun
&. #i$a%at Pen%akit Keluara
#i$a%at keluara ada pen%akit injal
)
&I. 'asar data penkajian
Akti*itas
+ejala : Keletihan, malaise, kelemahan
-anda : Kelelahan otot, kehilanan
Sirkulasi
-anda : Hipotensi!hipertensi
'isritmia jantun
Nadi lemah, hipotensi ortastik .hipo*olemia/
0dema jarinan umum .aren periorr(ital, mata kaki, sa1rum/
Pu1at, ke1enderunan perdarahan.
0liminasi
+ejala : Peru(ahan pola (erkemih (iasan%a : peninkatan frekuensi,
poliuria .keaalan dini/, atau penurunan frekuensi!oliuria .fase
akhir/. 'isuria, retensi, a(domen kem(un, diare atau konstipasi.
-anda : Peru(ahan $arna urine, 1ontoh : kunin pekat, merah, 1oklat
(era$an.
Oliuria .(iasan%a )2"2) hari/, poliuria .2"3 4!hari/
5akanan ! 1airan
+ejala : peninkatan 66 .edema/, penurunan 66 .dehidrasi/
5ual, muntah, anoreksia, n%eri ulu hati. Penunaan diuretik.
-anda : Peru(ahan turor kulit ! kelem(a(an edema .umum (aian (a$ah/
Neurosensi
+ejala : Sakit kepala, penlihstsn ks(ur, keram otot ! kejan, sindrom 7kaki
elisah7
-anda : +anuan status mental .penurunan lapan perhatian, ke
tidakmampuan (erkonsentrasi, hilan memori, ka1au/
N%eri ! Ken%amanan
+ejala : N%eri (adan, sakit kepala.
-anda : Prilaku (erhati"hati ! distraksi, elisah.
Pernapasan
+ejala : Napas pendek.
2
-anda : 'ispenea, takipenea, peninkatan frekuensi, kedalaman .kusmaul/,
nafas amoria, (atuk produktif denan sputum kental merah muda
.edema paru/.
Keamanan
+ejala : Adan%a reaksi transfusi.
-anda : 'emam .sepsis, dehidrasi/ petekie, area kulit ekimosis pruritus,
kulit kerin.
&. Pemeriksaan 'ianostik
* Urine
&olume : Kuran dari 899 ml! jam
Warna : Kotor, sedimen, ke1oklatan menunjukkan adan%a darah,
H(, hiolo(in, porfirin.
6erat jenis : kuran dari ),929
PH : 4e(ih (esar dari : ditemukan pada ISK.
Osmolalitas : kuran dari ;<9 ! k.
Natrium : 6iasan%a menurun tetapi dapat le(ih dari 89 m0=! 4
6ikar(onat : 5eninkat (ila ada asidosis meta(olik.
Protein : Proteinuris derajat tini.
* 'arah
H( : 5enurun pada adan%a anemia
S'5 : Serin menurun menikuti peninkatan
kerapuhan.
Ph : Asidosis meta(olik .kuran dari :,2/
6UN!Kretinin : meninkat
Kalium : 5eninkat
Natrium : 6iasan%a meninkat, tetapi dapat (er*ariasi
Ph, kalsium dan (ikar(onat: 5enurun.
* >- s1an : 5endeteksi adan%a!luasn%a pen%akit.
* 5#I : 5em(erikan informasi tentan adan%a jarinan
lunak.
;
* 0K+ : 5enunjukkan ketidakseim(anan elektrolit dan
asam (asa.
* Ultrasoun +injal : 5enentukan ukuran injal dan han%a massa kista,
o(struksi pada saluran perkemihan atas.
* Arterioram +injal : 5enkaji sirkulasi injal dan menidentifikasi
ekstra*askularitas dan massa.
B. Diagnosa Kepea!a"an
). Kele(ihan *olume 1airan (erhu(unan denan mekanisme reulatori .aal injal/
denan retensi air.
2. #esiko tini terjadin%a penurunan 1urah jantun (erhu(unan denan kele(ihan
1airan, perpindahan 1airan, ketidakseim(nan elektrolit, efek uremik pada otot
jantun atau oksienasi.
;. Nutrisi kuran dari ke(utuhan tu(uh (erhu(unan denan kata(olisme protein,
peninkatan ke(utuhan meta(olik, anoreksia.
8. kelelahan (erhu(unan denan penurunan produksi eneri meta(olik, peninkatan
ke(utuhan eneri.
<. resiko tini terjadin%a infeksi (erhu(unan denan depresi pertahanan imunoloi,
prosedur in*asif ! alat .1ontoh kateter urine/, peru(ahan pemasukan diet !
malnutrisi.
3. Peru(ahan eliminasi urine (erhu(unan denan penurunana produksi urine.
:. Kuran penetahuan tentan kondisi, pronosis, dan ke(utuhan peno(atan
(erhu(unan denan terpajan, salah interpretasi informasi, tidak menenal sum(er
informasi.

#. In"e$ensi
'ianosa ) :
Kele(ihan *olume 1airan (erhu(unan denan mekanisme reulatori .aal injal/
denan retensi air.
-ujuan :
). 5enidentifikasi tindakan untuk men1eah ! menurunkan resiko infeksi.
2. 5eninkatkan pen%em(uhan.
8
-indakan ! Inter*ensi #asional
A$asi den%ut jantun, -'
>atatan pemasukan dan peneluaran akurat.
Kaji kulit, $ajah, area untuk edema. e*aluasi
derajat edema.
Auskultasi paru dan (un%i jantun.
Kaji tinkat kesadaran, selidiki peru(ahan mental,
adan%a elisah.
Kola(orasi
Per(aiki pen%e(a( %an dapat kem(ali karena
++A, 1ontoh: memper(aiki perfusi injal,
maksimalkan 1urah jantun, menhilankan
o(struksi melalui pem(edahan.
6erikan o(at sesuai indikasi seperti diuretik.
>ontoh: furosamid .lasi?/, manital .os
mitral/.
-akikardia dan hipertensi dapat terjadi karena
keaalan injal untuk meneluarkan urine.
Pem(atasan 1airan (erle(ihan selama
meno(ati hipotensi!hipo*olemia atau
peru(ahan fase oliuria aal injal ! atau
peru(ahan pada sistem renin aniotensi.
Perlu untuk menentukan funsi injal,
ke(utuhan penantian 1airan, penurunan
resiko kele(ihan 1airan
0dema terjadi terutama pada jarinan %an
terantun pada tu(uh, 1ontoh: tanan, kaki,
area lum(asakral.
Kele(ihan 1airan dapat menim(ulkan edema
paru dan +JK di(uktikan oleeh terjadin%a
(un%i nafas tam(ahan, (un%i jantun ekstra.
'apat menunjukkan perpindahan 1airan,
akumulasi toksin, asidosi, ketidakseim(anan
elektrolit, atau terjadin%a hipoksia.
5ampu menem(alikan ke funsi normal dari
disfunsi injal atau mem(atasi efek residu.
'i(erikan dini pada fasse oliuria pada ++A
pada upa%a menu(ah kefase non"oliuria,
untuk mele(arkan lumen tu(ular dari de(ris,
menurunkan hiperkalemia, dan meninkatkan
*olume urine adekuat.
'ianosa 2 :
<
#esiko tini terjadin%a penurunan 1urah jantun (erhu(unan denan kele(ihan
1airan, perpindahan 1airan, ketidakseim(nan elektrolit, efek uremik pada otot jantun
atau oksienasi
-ujuan : 5empertahankan 1urah jantun di(uktikan oleh -' dan den%ut
jantun ! irama dalam (atas normal pasien, nadi perifer kuat, sama
denan $aktu penisian kapiler.
-indakan ! Inter*ensi #asional
5andiri.
A$asi -' dan frekuensi jantun.
O(ser*asi 0K+ ! telematri untuk peru(ahan
irama.
Kaji $arna kulit, mem(ran mukosa, dan dasar
kuku, perhatikan $aktu penisian kapiler.
Perhatikan terjadin%a lam(at, hipotensi,
kemerahan, mual!muntah, dan penurunan tinkat
kesadaran.
Selidiki keram karena otot, ke(as!keseemutan
pada jari, denan kejan otot, hiperfleusia.
Kola(orasi
4atihan otot sesuai indikasi
Kele(ihan *olume 1airan, disertai denan
hipertensi . serin terjadi pada aal injal/ dan
efek uremiia, meninkatkan kerja jantun, dan
dapat menim(ulkan aal jantun pada ++A,
aal jantun (iasan%a terjadi.
Peru(ahan pada funsi elektromekanis dapat
terjadi (ukti pada respon terhadap (erlanjutn%a
aal injal ! akumulasi toksin dan
ketidakseim(anan elektrolit.
Pu1at makin menunjukkan *asokontriksi atau
anemia. Sianosis makin (erhu(unan denan
konesti paru dan! atau aal jantun.
Penunan o(at .1ontoh:antasida/menandun
manesium dapat menaki(atkan
hipermanemia, potensial disfunsi
neuromus1ular dan resiko henti nafas! jantun.
Neuromus1ular indikator hipokalemia, %an
dapat jua mempenaruhi kontraktilitas dan
funsi jantun.
Kalsium likonat serin rendah tetapi (iasan%a
tidak mermerlukan prno(atan khusus pada
++A.
'ianosa ; :
3
Nutrisi kuran dari ke(utuhan tu(uh (erhu(unan denan kata(olisme protein,
peninkatan ke(utuhan meta(olik, anoreksia.
-ujuan : 5empertahankan ! meninkatkan (erat (adan.
-indakan ! Inter*ensi #asional
5andiri.
Kaji ! >atat pemasukan diet.
6erikan makan sedikit dan serin.
-im(an (erat (adan setiap hari.
6erikan tindakan ken%amanan .misaln%a pijatan
kompres dinin/ dan dukunan psikolois
.misaln%a : doronan ke(eradaan/.
Kola(orasi
A$asi pemeriksaan la(oratoriumm, 6UN,
al(umin serum, transfersin, natrium, dan
kalsium.
Konsul denan ahli i@i ! tim pendukun
nutrisi.
6atasi kalium, natrium dan pemasukan fosfat
sesuai indikasi.
6erikan o(at sesuai indikasi:
antiemetik.proklorpera@in, trimeto(en@amid/.
5em(antu dalam menidentifikasi defisiensi
dan ke(utuhan diet.
5eminimalkan anoreksia dan muall
sehu(unan denan status uremik !
menurunn%a peristaltik.
Pasien puasa ! kata(olik akan se1ara normal
hilan 9,2"9,< k !hari. Peru(ahan kele(ihan 9,<
k dapat menunjukkan perpindahan
keseim(anan 1airan.
Indikator ke(utuhan nutrisi, pem(atasan dan
ke(utuhan ! efektifitas terapi.
5enentukan aklori indi*idudan ke(utuhan
nutrisi dalam pem(atasan dan menidentifikasi
ruute palin efektif dan produkn%a. >ontoh:
tam(ahan oral, makanan selan.
Pem(atasan elektrolit ini diperlukan untuk
men1eah kerusakan injal le(ih lanjut.
Khususn%a (ila dial%sis tidak menjadi (aian
peno(atan dan ! atau selama fase
pen%em(uhan ++A.
'i(eerikan untuk menhilankan mual !
muntah dan dapat meninkatkan pemasukan
oral.
'ianosa 8 :
:
Kelelahan (erhu(unan denan penurunan produksi eneri meta(olik, peninkatan
ke(utuhan eneri.
-ujuan : 'apat (erpartisipasi pada aktifitas %an dininkan.
-indakan ! Inter*ensi #asional
5andiri.
0*aluasi laporan kelelahan, kesulitan
men%elesaikan tuas. Perhatikan kemampuan
tidur atau istirahhat denan tepat.
Kaji kkemampuan untuk (erpartisipasi pada
akti*itas %an diininkan atau di(utuhkan.
#en1ana episode istirahat adekuat.
6erikan (antuan dalam keiatan sehari"hari dan
am(ulasi.
-inkatkan tinkat partisipasi sesuai toleransi
pasien.
Kola(orasi
A$asi kadar elektrolit termasuk kalsium,
manesium, dan kalium.
5enentukan derajat .(erlanjutn%a atau
per(aikan/ dan efek ketidak mampuan.
5enidentifikasi ke(utuhan indifidual dan
mem(antu pemilihan inter*ensi.
5en1eah kelelahan (erle(ihan dan men%impan
eneri untuk pen%em(uhan. #eenerasi
jarinan.
5enu(ah eneri, memunkinkan (erlanjutn%a
aktifitas %an di(utuhkan ! normal, mem(erikan
kemampuan kepada pasien.
5eninkatkan rasa mem(aik ! meninkatkan
kesehatan, dan mem(atasi frustasi.
Ketidakseim(anan dapat menanu funsi
neuromuskular %an memerlukan peninkatan
penunaan eneri untuk men%elesaikan tuas
dan potensial perasaan.
'ianosa < :
#esiko tini terjadin%a infeksi (erhu(unan denan depresi pertahanan
imunoloi, prosedur in*asif ! alat .1ontoh kateter urine/, peru(ahan pemasukan diet !
malnutrisi.
-ujuan : -idak menalami tanda! ejala infeksi
-indakan ! Inter*ensi #asional
5andiri
-inkatkan 1u1i tanan %an (aik pada pasien 5enurunkan resiko kontaminasi silan.
A
dan staf.
Hindari prosedur in*asif, instrumen, dan
manipulasi kateter menetap, kapanpun munkin,
unakan teknik aseptik (ila mera$at !
memanipulasi I& ! area in*asif.
6erikan pera$ata kateter urine dan tinkatkan
pera$atan parienal. Pertahankan sistem drainase
urine tertutup dan lepaskan kateter tak menetap
seseera munkin.
A$asi --&
Kola(orasi
* A$asi pemeriksaan la(oratorim. >onton%a: S'P
dan deferensial.
* Am(il spesimen untuk kultur dan sensi*itas dan
(erikan anti(iotik.
5em(atasi introduksi (akteri kedalam tu(uh.
'eteksi dini ! peno(atan terjadin%a infeksi
dapat men1eah sepsis.
5enurunkan kolonisasi (akteri resiko ISK
asenden.
'emam denan peninkatan S'P dapat
menindikasikan infeksi umum, leukositosis
umum terlihat pada ++A dan dapat
menunjukkan inflamasi ! 1edera pada injal,
perpindahan diferensial kekiri menunjukkan
infeksi.
5enskipun peninkatan S'P dapat
menindikasikan infeksi umum, leukositosis
umum terlihat pada ++A dan dapat
menunjukkan inflamasi ! 1idera padaa injal,
perpindahan diferensial ke kiri menunjukkan
innfeksi.
5emastikan infeksi dan identifikasi oranisme
khusus, mem(antu pemilihan peno(atan
infeksi palin efektif.
B
)9