Anda di halaman 1dari 8

Nilai Patriotisme Melawan Penjajah

1.1. Pengertian
Patriotisme adalah sikap yang berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi
bangsa dan negara. Patriotisme berasal dari kata patriot dan isme yang berarti sifat
kepahlawanan atau jiwa pahlawan, atau heroism dan patriotism dalam bahasa Inggris.
Pengorbanan ini dapat berupa pengorbanan harta benda maupun jiwa raga.
1.. !akikat
Proklamasi dan re"olusi kemerdekaan pada hakikatnya merupakan manifestasi dan
kemampuan rakyat Indonesia. Manifestasi dan kemampuan rakyat Indonesia khususnya
angkatan #$%, telah membangkitkan kekuatan dan daya &ipta yang mampu menempatkan
bangsa Indonesia sejajar dengan bangsa'bangsa lainnya di dunia.
(iwa semangat #$% merupakan sumber kehidupan bagi perjuangan bangsa Indonesia
yang berisi kekuatan batin dalam merebut kemerdekaan, menegakkan kedaulatan rakyat,
serta mengisi dan mempertahankannya. )dapun hal'hal yang terkandung dalam jiwa
semangat #$% adalah sebagai berikut.
a. Pro Patria dan Primus Patiralis, artinya men&intai tanah air dan mendahulukan
kepentingan tanah air.
b. (iwa solidaritas dan kesetiakawanan dari semua lapisan masyarakat terhadap
perjuangan kemerdekaan.
&. (iwa toleransi atau tenggang rasa antaragama, antarsuku, antargolongan, dan
antarbangsa.
d. (iwa tanpa pamrih dan bertanggung jawab.
e. (iwa ksatria dan kebesaran jiwa yang tidak mengandung balas dendam.
1.*. Nilai
+elain itu, jiwa dan nilai'nilai semangat #$% dapat pula diuraikan dalam nilai'nilai
dasar dan nilai'nilai operasional. Nilai'nilai dasar meliputi semua nilai yang terdapat
dalam setiap sila dari Pan&asila dan semua nilai yang terdapat dalam proklamasi
kemerdekaan. )dapun nilai'nilai operasional adalah nilai'nilai yang lahir dan
berkembang dalam perjuangan bangsa Indonesia. Nilai'nilai operasional merupakan
landasan yang kokoh dan daya dorong mental spiritual yang kuat dalam setiap tahap
perjuangan bangsa.
Nilai'nilai operasional tersebut, antara lain,
a. -etakwaan terhadap .uhan /ang Maha 0sa1
b. (iwa dan semangat merdeka1
&. Nasionalisme1
d. Patriotism1
e. 2asa harga diri sebagai bangsa yang merdeka1
f. Pantang mundur dan tidak kenal menyerah1
g. Persatuan dan kesatuan1
h. )nti penjajah dan penjajahan1
i. Per&aya kepada hari depan yang gemilang dari bangsanya1
j. Idealism kejuangan yang tinggi1
k. 3erani, rala, dan ikhlas, berkorban untuk tanah air, bangsa dan Negara1
l. -epahlawanan1
m. +epi ing pamrih rame ing gawe1
n. -esetiakawanan, senasib, sepenanggungan, dan kebersamaan1
o. 4isiplin yang tinggi1
p. 5let dan tabah menghadapi segala ma&am an&aman, tantangan, hambatan, dan
gangguan.
1.$. 6ahirnya Nasionalisme
+ebagai ideologi modern, nasionalisme mun&ul sekitar tahun 1778 dan mulai
dominant di 0ropa pada tahun 19*:. 2e"olusi Peran&is pada akhir abad ke'19 sangat
besar pengaruhnya berkembangnya gagasan nasionalisme tersebut. +emenjak itu
beberapa kerajaan feudal mengalami proses integrasi menjadi ;negara kebangsaan#
atau nation state yang wilayahnya menjadi lebih luas dan hidup dalam system
pemerintahan yang sama. +ejak itu di negara'negara 0ropa dan )merika bermun&ulan
pula gerakan'gerakan kebangsaan, dan segera menjalar ke )sia. !al ini disebabkan
ampuhnya nasionalisme sebagai ideology yang dapat mempersatukan banyak orang di
negeri'negeri jajahan dalam menentang kolonialisme.
!ans -ohn, seorang ahli ethnografi atau anthropologi budaya abad ke'18 dari
(erman mengatakan bahwa apa yang disebut bangsa ialah himpunan komunitas yang
memiliki persamaan bahasa, ras, agama dan peradaban. Mereka hidup dalam sebuah
wilayah dan mempunyai yang sama. +uatu bangsa tumbuh dan berkembang, menurut
!ans -ohn, karena adanya unsur'unsur dan akar'akar sejarah yang membentuknya. .eori
yang didasarkan pada persamaan ras dan etnik dan unsur'unsur lain yang bersifat
primordial agaknya kurang mendapat tempat, walaupun ada beberapa yang
melaksanakannya seperti (epang dan Israel.
.eori lain dikemukakan oleh 0rnest 2enan, seorang filosof Peran&is akhir abad ke'
18. .eorinya mendapat penerimaan luas dan didasarkan atas e"olusi masyarakat 0ropa
dalam sejarahnya hingga pertengahan abad ke'18, masa berkembang luasnya faham
nasionalisme di 0ropa. 0"olusi yang dimaksud ialah timbul tenggelamnya bangsa'bangsa
di benua itu sejak <aman pra'+ejarah hingga <aman modern. 5nsur'unsur yang
membentuk suatu bangsa atau negara bangsa ialah, =1> (iwa atau asas kerohanian yang
sama, berupa pandangan hidup dan system nilai1 => Memiliki solidaritas besar, misalnya
disebabkan persamaan nasib dalam sejarah1 =*> Mun&ulnya suatu bangsa merupakan hasil
4ario sejarah1 =$> -arena merupakan hasil suatu sejarag apa yang disebut bangsa itu
sebenarnya tidaklah abadi atau kekal1 =%> ?ilayah dan ras bukanlah suatu peyebab
timbulnya bangsa. ?ilayah hanya memberi ruang untuk menjalankan kehidupan,
sedangkan jiwa bangsa dibentuk oleh pemikiran, system keper&ayaan, kebudayaan dan
agama. -arena itu ia menyebut bangsa sebagai ;suatu asas kerohanian yang sama#.
2enan juga mengemukakan beberapa faktor penting terbentuknya jiwa atau
semangat suatu bangsa, =1> -ejayaan dan kemuliaan di masa lampau1 => +uatu keinginan
hidup bersama baik pada masa sekarang maupun pada masa yang akan datang1 =*>
Penderitaan bersama atau rasa senasib sepenanggungan sehingga menimbulkan solidaritas
besar untuk bangkit1 =$> Penderitaan besar yang dialami bersama dalam sejarah
melahirkan pula apa yang disebut ;Le capital social =modal sosial> . Ini berguna bagi
pembentukan dan pembinaan faham kebangsaan. .etapi apa yang terjadi di masa lalu
tidaklah sepenting apa yang diharapkan di masa depan1 =%> -arena yang penting ialah apa
yang dihasratkan di masa depan maka terbentuknya suatu bangsa yang kuat memerlukan
persetujuan bersama pada waktu sekarang, beru@a musyawarah untuk men&apai
kesepakatan bersama1 =A> )danya keinginan untuk hidup bersama1 =7> (ika demikian
halnya, maka harus bersedia pula untuk memberikan pengorbanan. -esediaan berkorban
ini penting dikembangkan agar semangat kebangsaan tetap kuat1 =9> Pemilihan umum
merupakan syarat mutlak yang menentukan kehidupan suatu bangsa. )pa yang
dikemukakan 2enan ini terkait dengan tuntutan akan demokrasi dan keadilain.
4i antara teori'teori yang telah disebutkan itu, yang sangat berpengaruh pada pemikiran
tokoh'tokoh gerakan kebangsaan Indonesia termasuk +ukarno dan !atta ialah teori 0rnest
2enan.
1.%. Nasionalisme Indonesia
?alaupun persatuan Indonesia telah bertunas lama dalam sejarah bangsa Indonesia,
akan tetapi semangat kebangsaan atau nasionalisme dalam arti yang sebenarnya seperti
kita pahami sekarang ini, se&ara resminya baru lahir pada permulaan abad ke':. Ia lahir
terutama sebagai reaksi atau perlawanan terhadap kolonialisme dan karenanya merupakan
kelanjutan dari gerakan'gerakan perlawanan terhadap kolonial BCD dan 3elanda, yang
terutama digerakkan oleh raja'raja dan pemimpin'pemimpin agama Islam. !ubungan erat
gerakan perlawanan kaum Muslimin dan nasionalisme ini telah diuraikan oleh banyak
pakar, misalnya oleh E. !. (ansen dalam bukunya Militant Islam =1878>. Namun sebelum
menguraikan hubungan ini akan kita lihat dulu unsure'unsur kolonialisme yang
menimbulkan semangat perlawanan terhadapnya.
-olonialisme modern, sebagaimana diterapkan BCD dan 3elanda di Indonesia
mengandung setidak'tidaknya tiga unsure penting,
Pertama. Politik dominasi oleh pemerintahan asing dan hegemoni pemerintahan
asing tersebut terhadap berbagai aspek kehidupan bangsa Indonesia. -arena itu
nasinalisme Indonesia di bidang politik bertujuan menghilangkan dominasi politik negara
asing dengan membentuk pemerintahan berkedaulatan rakyat yang dipimpin badan
permusyawaratan dan permufakatan dalam perwakilan.
Kedua. 0ksploitasi ekonomi. +etiap pemerintahan kolonial berusaha mengeksplotasi
sumber alam negeri yang dijajahnya untuk kemakmuran dirinya, bukan untuk
kemakmuran negeri jajahan. 2akyat juga diperas dan dipaksa bekerja untuk kepentingan
ekonomi kolonial, misalnya seperti terlihat system tanam paksa =culturstelsel> yang
diterapkan pemerintah !india 3elanda di (awa pada awal abad ke'18 dan menimbulkan
perlawanan seperti Perang 4iponegoro. 6arena itu nasionalisme Indonesia hadir untuk
menghentikan eksploitasi ekonomi asing dengan berdikari.
Ketiga. Penetrasi budaya. -olonialisme juga se&ara sistematis menghapuskan
jatidiri suatu bangsa dengan menghan&urkan kebudayaan dan budaya bangsa yang
dijajahnya, termasuk agama yang dianutnya. Daranya dengan melakukan penetrasi
budaya, terutama melalui system pendidikan. -arena itu di bidang kebudayaan
nasionalisme Indonesia bertujuan menghidupkan kembali kepribadian bangsa yang harus
diselaraskan dengan perubahan <aman. Ia tidak menolak pengaruh kebudayaan luar, tetapi
menyesuaikannya dengan pandangan hidup, sistem nilai dan gambaran dunia
=worldview, Weltanschauung) bangsa Indonesia.
-etiga aspek tersebut tidak dapat dipisahkan dalam dari semangat yang mendadasi
Pan&asila. 4an dapat dirujuk kepada pidato 3ung -arno =7 Mei 18%*> di 5ni"ersitas
Indonesia, yang intinya ialah,Pertama, nasionalisme Indonesia bukan nasionalisme
sempit =chauvinism> tetapi nasionalisme yang men&erminkan perikemanusiaan
=humanisme, internasionalisme>1 Kedua, kemerdekaan Indonesia tidak hanya bertujuan
untuk menjadikan negara yang berdaulat se&ara politik dan ekonomi, tetapi juga
mengembangkan kepribadian sendiri atau kebudayaan yang berpijak pada sistem nilai
dan pandangan hidup bangsa Indonesia sendiri yang ;bhinneka tunggal
!arus ditambahkan di sini bahwa disebabkan oleh sejarahnya itu maka komponen
yang membentuk gerakan kebangsaan di Indonesia juga berbeda dengan komponen
nasionalisme 0ropa dan )merika. -omponen yang membentuk masyarakat Indonesia
ialah Islam, kemajemukan etnik dan budaya bangsa Indonesia dan faham'faham atau
ideologi 3arat yang mempengaruhi perkembangnya pada abad ke': seperti humanisme,
sosialisme, dan marhaenisme.
)hli sejarah terkemuka +artono -artodirdjo mengemukakan bahwa yang disebut
nation dalam konteks nasionalisme Indonesia ialah suatu konsep yang dialamatkan
pada suatu suatu komunitas sebagai kesatuan kehidupan bersama, yang men&akup
berbagai unsur yang berbeda dalam aspek etnis, kelas atau golongan sosial, sistem
keper&ayaan, kebudayaan, bahasa dan lain'lain sebagainya. -esemuanya terintegrasikan
dalam perkembangan sejarah sebagao kesatuan sistem politik berdasarkan solidaritas
yang ditopang oleh kemauan politik bersama =dalam Nasionalisme, 6ampau dan -ini
+eminar .entang Nasionalisme 189* di /ogyakarta>.
Pengertian yang diberikan +artono -artodirdjo didasarkan pada perkembangan
sejarah bangsa Indonesia dan realitas sosial budayanya, serta berdasarkan berbagai
pernyataan politik pemimpin Indonesia sebelum kemerdekaan, seperti manifesto
Perhimpunan Indonesia dan +umpah Pemuda 189. 5nsur'unsur nasionalisme Indonesia
men&akup hal'hal seperti berikut,
1. -esatuan =unity> yang mentransformasikan hal'hal yang bhinneka menjadi seragam
sebagai konsekwensi dari proses integrasi. .etapi persatuan dan kesatuan tidak boleh
disamakan dengan penyeragaman dan keseragaman.
. -ebebasan =liberty) yang merupakan kenis&ayaan bagi negeri'negeri
yang terjajah agar bebas dari dominasi asing se&ara politik dan eksploitasi ekonomi serta
terbebas pula dari kebijakan yang menyebabkan han&urnya kebudayaan yang
berkepribadian.
*. -esamaan =euality> yang merupakan bagian implisit dari masyarakat
demokratis dan merupakan sesuatu yang berlawanan dengan politik kolonial yang
diskriminatif dan otoriter.
$. -epribadian =identity> yang lenyap disebabkan ditiadakan
dimarginalkan se&ara sistematis oleh pemerintah kolonial 3elanda.
%. Pen&apaian'pen&apaian dalam sejarah yang memberikan inspirasi dan
kebanggaan bagi suatu bangsa sehingga bangkit semangatnya untuk berjuang
menegakkan kembali harga diri dan martabatnya di tengah bangsa
-onsepnya itu didasarkan atas pengamatannya terhadap sejarah Indonsia
khususnya sejak masa penjajahan. Ia jelas sekali menerima beberapa pandangan yang
dikemukakan oleh 0rnest 2enan.
Notonagoro, seorang ahli falsafah dan hukum terkmuka dari 5ni"ersitas Eajah Mada,
mengemukakan bahwa nasionalisme dalam konteks Pan&asila bersifat majemuk tunggal
=bhinneka tunggal ika>. 5nsur'unsur yang membentuk nasionalisme Indonesia adalah
sebagai berikut,
1. -esatuan +ejarah, yaitu kesatuan yang dibentuk dalam perjalanan
sejasrahnya yang panjang sejak <aman +riwijaya, Majapahit dan mun&ulnya kerajaan'
kerajaan Islam hingga akhirnya mun&ul penjajahan BCD dan 3elanda. +e&ara terbuka
nasionalisme mula pertama di&etuskan dalam +umpah Pemuda 9 Cktober 18$% dan
men&apai pun&aknya pada Proklamasi -emerdekaan 2I pada 17 )gustus 18$%.
. -esatuan Nasib. 3angsa Indonesia terbentuk karena memiliki
persamaan nasib, yaitu penderitaan selama masa penjajahan dan perjuangan merebut
kemerdekaan se&ara terpisah dan bersama'sama, sehingga berkat rahmat .uhan /ang
Maha 0sa dapat memproklmasikan kemerdekaan menjelang berakhirnya masa
pendudukan tentara (epang.
*. -esatuan -ebudayaan. ?alaupun bangsa Indonesia memiliki
keragaman kebudayaan dan menganut agama yang berbeda, namun keseluruhannya itu
merupakan satu kebudayaan yang serumpun dan mempunyai kaitan dengan agama'agama
besar yang dianut bangsa Indonesia, khususnya !indu dan Islam.
$. -esatuan ?ilayah. 3angsa ini hidup dan men&ari penghidupan di
wilayah yang sama yaitu tumpah darah Indonesia.
%. -esatuan )sas -erohanian. 3angsa ini memiliki kesamaan &ia'&ita,
pandangan hidup dan falsafah kenegaraan yang berakar dalam pandangan hidup
masyarakat Indonesia sendiri di masa lalu maupun pada masa kini.
4alam kaitannya dengan bentuk pemerintahan atau negara, +oepomo dan
Mohamad /amin mengemukakan agar bangsa Indonesia menganut paham integralistik,
dalam arti bahwa negara yang didiami bangsa Indonesia merupakan suatu kesatuan
integral dari unsur'unsur yang menyusunnya. Paham integralistik mengandaikan bahwa
negara harus mengatasi semua golongan. Notonagoro di lain hal mengusulkan agar
N-2I menjadi negara yang berasaskan kekeluargaan, tetapi diartikan keliru oleh +uharto
dan re<imnya selama lebih *: tahun. +ampai sekarang tampaknya kita masih gamang
akan memilih paham yang mana untuk menentukan masa depan negara kita. -ita juga
belum tahu bagaimana menempat kebudayaan penduduk Nusantara yang bineka itu, yang
multi'etnik, multi'budaya dan multi'agama, dalam rangka negara persatuan.