Anda di halaman 1dari 20

Sejarah Singkat Perusahaan ` s

PT Perkebunan Nusantara VII ( Persero ) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara
Indonesia di sektor perkebunan . Markas berlokasi di Bandar Lampung , Provinsi Lampung .
Perusahaan ini didirikan berdasarkan Peraturan Nomor 12 Tahun Pemerintah Tahun 1996 ,
tanggal 14 Februari 1996 dan Akta oleh Harun Kamil , SH No.40 tanggal 11 Maret 1996.
Perusahaan ini didirikan sebagai penggabungan dari PT Perkebunan X ( Persero ) , PT
Perkebunan XXXI ( Persero ) , Proyek Pengembangan PT Perkebunan XI ( Persero ) di
Kabupaten Lahat , dan Proyek Pengembangan PT Perkebunan XXIII ( Persero ) di Provinsi
Bengkulu .

Sertifikat asli dari Asosiasi Notaris Harun Kamil , SH telah diubah menjadi Sertifikat Nomor 08 ,
tanggal 11 Oktober 2002 oleh Notaris Sri Rahayu Hadi Prasetyo , SH , dan selanjutnya disahkan
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
nomor C - 20863 HT.01.04 , tahun 2002 , tanggal 25 25 Oktober 2002 . Sertifikat itu kemudian
lebih lanjut diubah menjadi Sertifikat Nomor 34 , tanggal 13 Agustus 2008 oleh Notaris Nur
Muhammad Dipo Nusantara Pua Upa , SH , dan disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia , Republik Indonesia , Nomor AHU - 55963.AH.01.02 tahun 2008 , dan dengan
perubahan Undang-Undang No 11 , ayat ( 2 ) yang kemudian dimasukkan dalam Undang-
Undang No 11 14 September 2009, sebagaimana diizinkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia , Republik Indonesia , Nomor AHU - AH . 01.10-18412 22 Oktober 2009.


Penggabungan tersebut perkebunan ke PT Perkebunan Nusantara VII ( Persero ) telah
meninggalkan catatan sejarah yang unik . Sebelum penggabungan ke PT Perkebunan Nusantara
VII ( Persero ) , PT Perkebunan X ( Persero ) adalah perusahaan milik negara yang beroperasi di
agribisnis perkebunan di Lampung dan Sumatera Selatan Provinsi . PT Perkebunan X ( Persero )
berasal dari satu kawasan perkebunan kolonial Belanda yang terletak di Sumatera Selatan dan
Lampung . Melalui proses nasionalisasi , real perkebunan disusul oleh Pemerintah Republik
Indonesia pada tahun 1957 . Perusahaan ini selanjutnya terkena beberapa kebijakan
reorganizational dan restrukturisasi perusahaan pemerintah sebelum mentransformasikannya
menjadi perusahaan terbatas pada tahun 1980 .


PT Perkebunan XXXI ( Persero ) catatan sejarah dibuat mengikuti kebijakan pemerintah dalam
pengembangan industri gula di luar Pulau Jawa pada tahun 1978 . Perusahaan perkebunan ini
awalnya merupakan proyek pengembangan PT Perkebunan XXI - XXII ( Persero ) dengan
kantor pusatnya terletak di Surabaya . Pada 989 , perusahaan ini berubah menjadi badan hukum
bertuliskan nama PT Perkebunan XXXI ( Persero ) dengan kantor pusatnya terletak di
Palembang , Sumatera Selatan .


Sementara itu, Proyek Pengembangan Perkebunan XI ( Persero ) di Kabupaten Lahat , memiliki
kantor pusat di Jakarta dan Proyek Pengembangan PT Perkebunan XXIII ( Persero ) Bengkulu
dengan headquaters yang terletak di Surabaya mengambil peran sebagai Inti - Rakyat Plantation
Project sejak tahun 1980-an . Kontrol jarak ini , selain keras kondisi topografi yang diberikan


yang menyebabkan biaya eksploitasi yang tinggi , dicegah dari mencapai efisiensi manajemen
tinggi proyek yang pada gilirannya meninggalkan manajemen proyek dengan hasil yang kurang
dioptimalkan .


Saat ini , wilayah operasional Perseroan meliputi tiga provinsi yang terdiri dari 10 unit usaha di
Provinsi Lampung , 14 unit usaha di Propinsi Sumatera Selatan , dan tiga unit usaha di Provinsi
Bengkulu . Total luas konsesi Perseroan saat ini adalah 129,10 0,08 ha . Perusahaan ini awalnya
didirikan untuk mengambil peran aktif dalam melaksanakan dan mendukung Program
Pemerintah dalam pembangunan ekonomi dalam skema pembangunan nasional pada umumnya
dan di sub sektor perkebunan khususnya .


Semua ditujukan untuk melaksanakan operasi di agribisnis dan agro - industri dan manfaat dari
sumber daya Perusahaan untuk menghasilkan kualitas tinggi dan kompetitif barang / jasa untuk
mencapai dan mengejar keuntungan yang signifikan untuk meningkatkan nilai Perseroan melalui
prinsip-prinsip perusahaan terbatas yang dapat diterima .

Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perkebunan Nusantara VII adalah salah satu Badan Usaha
Milik Negara (BUMN) sektor perkebunan Indonesia. Perseroan berkantor pusat di Bandar
Lampung, provinsi Lampung, yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun
1996 tanggal 14 Februari 1996 dan Akte Notaris tanggal 11 Maret 1996. PTPN VII (Persero)
merupakan penggabungan dari PT Perkebunan X (Persero), PT Perkebunan XXXI (Persero),
Proyek Pengembangan PT Perkebunan XI (Persero) di Kabupaten Lahat dan Proyek
Pengembangan PT Perkebunan XXIII (Persero) di Propinsi Bengkulu.

Penggabungan sejumlah perkebunan ke dalam PTPN VII (Persero) memberikan catatan sejarah
tersendiri. Sebelum bergabung menjadi PTPN VII (Persero), PT Perkebunan X (Persero) adalah
sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang agribisnis perkebunan
dengan wilayah kerja di Propinsi Lampung dan Sumatera Selatan. PT Perkebunan X (Persero)
bermula dari sebuah perusahaan perkebunan milik Belanda yang terletak di Sumatera Selatan
dan Lampung. Melalui proses nasionalisasi, perkebunan tersebut diambil alih oleh Pemerintah
Republik Indonesia pada tahun 1957.

Perusahaan ini juga telah berjalan mengikuti berbagai bentuk kebijakan pemerintah di bidang
reorganisasi dan restrukturisasi perusahaan sebelum akhirnya menjadi sebuah Perseroan Terbatas
pada tahun 1980. Perjalanan sejarah PT Perkebunan XXXI (Persero) baru mulai terukir
menyusul kebijakan pemerintah dalam pengembangan industri gula di luar Jawa pada tahun
1978. Perusahaan perkebunan ini pada awalnya merupakan proyek pengembangan PT
Perkebunan XXI- XXII (Persero) yang berkantor pusat di Surabaya. Pada tahun 1989 perusahaan
ini ditetapkan menjadi badan usaha sendiri dengan nama PT Perkebunan XXXI (Persero) dengan
kantor pusat di Palembang, Sumatera Selatan. Sementara itu Proyek Pengembangan PT
Perkebunan XI (Persero) di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan yang berkantor pusat di Jakarta
dan Proyek Pengembangan PT Perkebunan XXIII (Persero) Bengkulu yang berkantor pusat di
Surabaya merupakan Proyek Perkebunan Inti Rakyat sejak tahun 1980-an.



Akte Pendirian Perusahaan oleh Notaris Harun Kamil,SH tersebut telah diubah dengan Akte
Nomor 08 tanggal 11 Oktober 2002 oleh Notaris Sri Rahayu Hadi Prasetyo, SH, dan telah
disahkan oleh Menteri Kehakiman dan HAM RI dengan Surat Nomor C-20863 HT.01.04 tahun
2002 tanggal 25 Oktober 2002. Akte pendirian tersebut diatas kemudian diubah dengan Akte
Nomor 34 tanggal 13 Agustus 2008, oleh Notaris Nur Muhammad Dipo Nusantara Pua Upa, SH,
dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Azazi Manusia Republik Indonesia Nomor
AHU-55963.AH.01.02. Tahun 2008, dan dengan adanya perubahan Pasal 11 ayat (12) yang
dituangkan dalam Akta Nomor 11 tanggal 14 September 2010,disahkan oleh Menteri Hukum
dan Hak Azazi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-55963.AH.01.02. Tahun 2008.


PENGHARGAAN
1. PTPN VII (Persero) meraih penghargaan dalam ajang Indonesia Human Capital Study (IHCS)
2011 yang dilaksanakan oleh Dunamis Human Capital dan Majalah Business Review yaitu dalam
kategori Diverse Industry sebagai The Best for Human Capital Index (HC Index) dan The Best for
Employee Net Promoter Score (IPS) pada bulan Juni 2011
2. Pada penghargaan IT Governance Award BUMN 2011 yang diadakan pada bulan November
2011, PTPN VII (Persero) meraih IT Governance Award Terbaik I dari Kementerian BUMN untuk
kategori BUMN Perkebunan, Pertanian, Kehutanan, Perikanan.
3. Pada ajang Asosiai Auditor Internal (AAI) Award 2011 yang diadakan oleh Pengurus Pusat (DPP)
Asosiasi Auditor Internal pada bulan November 2011, PTPN VII (Persero) memperoleh peringkat
I.








No Nama Penghargaan Tahun Perolehan Badan Pemberi Penghargaan
1
The Best CEO of Business
Teamwork Managenent
2010 National conference &
Award ANUGRAH
BUSINESS REVIEW
2 Peringkat 2 untuk Batik Gabovira
sebagai Mitra Binaan UKM
terbaik dari PTPN VII
2010 National conference &
Award ANUGRAH
BUSINESS REVIEW
3 Peringkat 5 untuk Non Listed
Company
2010 National conference &
Award ANUGRAH
BUSINESS REVIEW
4 Peringkat 4 untuk Human Capital 2010 National conference &
Award ANUGRAH
BUSINESS REVIEW
5 Peringkat 4 untuk Marketing
Management
2010 National conference &
Award ANUGRAH
BUSINESS REVIEW
6 Katerori The Best CEO with
People adabtability 2009
2009 National conference & Award
ANUGERAH BUSINESS
REVIEW
7 Korporasi Terbaik peringkat 13
(Non-Listed)
2009 National Conference & Award
ANUGERAH BUSINESS
REVIEW
8 Keuangan Terbaik 11 (Non-
Listed)
2009 National Conference & Award
ANUGERAH BUSINESS
REVIEW
9 Pemasaran Terbaik 18 (Non-
Listed)
2009 National Conference & Award
ANUGERAH BUSINESS
REVIEW
10 SDM Terbaik 8 (Non-Lidted) 2009 National Conference & Award
ANUGERAH BUSINESS
REVIEW
11 GCG Terbaik 17 (Non-Listed) 2009 National Conference & Award
ANUGERAH BUSINESS
REVIEW


12 Operasional Terbaik 8 (Non-
Listed)
2009 National Conference & Award
ANUGERAH BUSINESS
REVIEW
13 International Development Citra
Award
2008/2009 Asean Development
14 Penghargaan pada ajang Tea
Festival
2008 Tea Festival Bandung
15 Tjindarboemi Untuk Direksi 2008 PWI Lampung
16 Peningkatan Produktivitas
Kebun
2008 Karet Nusantara Award
17 Syariah Award 2008 Majalah Investor
18 Syariah Award 2007 Majalah Investor
19 Syariah Award 2006 Majalah Investor
20 The Big 6 of the Best
Corporation in Fostering Small
& Medium Enterprises
2005 Business Review
21 Penghargaan Peringkat "Biru" 2005 Gubernur Lampung
22 The Best CEO BUMN 2004 on
Crisis Management
2004 BUMN & CEO BUMN Award
2004
23 Penghargaan Peringkat "Biru" 2004 Gubernur Lampung
24 Asian Executive Citra Award 2003 Departemen Pariwisata
25 Penghargaan Ekspor
"Primaniyarta"
2002 Departemen Perindustrian &
Perdagangan RI


Komoditi Produk Olahan
Karet SIR 3CV, 3L, 3WF, SIR 10 DAN SIR 20
RSS I, II, III
Kelapa Sawit Minyak Sawit, Inti Sawit
Minyak Inti Sawit, Bungkil Inti Sawit
Tebu Gula dan Tetes
Teh MUTU : BOP, BOPF, PF, BT, BP, Dust
MUTU II : BP-I, BT-II, PF-II, Dust-II











MINYAK KELAPA SAWIT

PRODUKSI









VOLUME PENJUALAN
Realisasi volume penjualan minyak sawit tahun 2012 sebesar 197.736 ton, berada di bawah
RKAP tahun 2012 sebesar 64.954 ton atau 24,7% dan di banding realisasi volume penjualan
minyak sawit tahun 2011 mengalami peningkatan 3.601 ton atau 1,9%.
Volume penjualan minyak sawit di bawah RKAP terutama di sebabkan pencapaian produksi
hanya sebesar 77,4% (203.266 ton) dan belum terjual sebesar 3.255 ton (menambah stok).
Volume penjualan inti sawit di bawah RKAP tahun 2012 dikarenakan produksi IS diolah dan
yang dijual sebesar 1.000 ton di bulan Desember 2012.
Minyak inti sawit tahun 2012 sebesar 13.761 ton, berada di bawah RKAP tahun 2012 sebesar
8.028 ton atau 36,8% dan dibanding realisasi volume penjualan minyak inti sawit tahun 2011


mengalami penurunan 1.357 ton atau 9%.
Volume penjualan Bungkil Inti Sawit tahun 2012 sebesar 24.040 ton, berada di bawah RKAP
tahun 2012 sebesar 3.456 ton atau 12,6% dan dibanding realisasi volume penjualan bungkil inti
sawit tahun 2011 mengalami penurunan 362 ton atau 1,5%.



HARGA JUAL

Realisasi harga jual rata-rata minyak sawit tahun 2012 sebesar Rp6.645/kg, berada di bawah
RKAP tahun 2012 sebesar Rp705/kg atau 9,6% dan dibanding dengan realisasi harga jual
minyak sawit tahun 2011 mengalami penurunan sebesar Rp480/kg atau 6,7%. Hal ini
disebabkan:
Selain dipicu oleh cadangan yang berlebih, rendahnya harga CPO disebabkan belum
adanya solusi jurang fiskal Amerika Serikat (AS) dan perbaikan ekonomi global,
ditambah lagi dengan produksi CPO yang naik, saat cadangan CPO Indonesia dan
Malaysia, selaku produsen terbesar, masih menumpuk.
Merosotnya harga CPO merupakan imbas dari harga Minyak Sawit di New York yang
tertekan akibat stok Minyak Sawit di AS meningkat.
Kebijakan Pemerintah Prancis berupa kenaikan pajak impor Crude Palm Oil (CPO)
menjadi 300% guna menekan laju import CPO turut memberi andil pada menurunnya
harga CPO









HASIL PENJUALAN
Realisasi hasil penjualan kelapa sawit tahun 2012 sebesar Rp1.432,1 miliar, berada di bawah
RKAP tahun 2012 sebesar Rp707,5 miliar atau 33,1% dan dibanding dengan realisasi hasil
penjualan kelapa sawit tahun 2011 mengalami penurunan sebesar Rp112,3 miliar atau 7,3%. Hal
ini disebabkan:
Volume penjualan minyak sawit, inti sawit, dan minyak inti sawit/bungkil inti sawit di
bawah RKAP masing-masing sejumlah 64.954 ton senilai Rp477,4 miliar, 4.168 ton
senilai Rp12,8 miliar dan 11.350 ton atau senilai 44,4 miliar. Hal ini disebabkan
pencapaian produksi minyak sawit hanya sebesar 77,4% (203.266 ton) dan belum terjual
sebesar 3.543 ton (menambah stok).
Harga jual minyak sawit di bawah RKAP sebesar Rp705/Kg mengakibatkan nilai
penjualan di bawah RKAP sebesar Rp139,5 miliar










UNIT USAHA


DISTRIK BENGKULU

Distrik Bengkulu membawahi 3 Unit, Kebun atau Pabrik, diantaranya adalah :

1. Unit Padang Pelawi (PAWI)
- Kebun Karet Padang Pelawi
- Pabrik Karet Padang Pelawi

2. Unit Talo Pino (TAPI)
- Kebun Kelapa Sawit Talo Pino
- Pabrik Kelapa Sawit Talo Pino

3. Unit Ketahun (KETA)
- Kebun Karet Ketahun
- Pabrik Karet Ketahun

DISTRIK MUARA ENIM

Distrik Muara Enim membawahi beberapa Unit, Kebun atau Pabrik, diantaranya adalah :

1. Unit Pabrik Karet Baturaja (BAJA)

2. Unit Beringin (BERI)
- Kebun Karet Beringin
- Pabrik Karet Beringin

3. Unit Senabing (SENA)
- Kebun Karet Senabing
- Kebun Kelapa Sawit Senabing

4. Unit Pabrik Kelapa Sawit Sungai Niru (SUNI)

5. Unit Kebun Kelapa Sawit Sungai Lengi (SUTA)

6. Unit Pabrik Kelapa Sawit Sungai Lengi (SUPA)

7. Unit Pagaralam (PALA)
- Kebun Teh Pagar Alam
- Pabrik Teh Pagar Alam

DISTRIK BANYUASIN

Distrik Banyuasin membawahi beberapa Unit, Pabrik atau Kebun, diantaranya adalah :

1. Unit Musilandas (MULA)
- Kebun Karet Musilandas
- Pabrik Karet Musilandas



2. Unit Kebun Kelapa Sawit Betung Krawo (BEKA)

3. Unit Betung (BETU)
- Kebun Kelapa Sawit Betung
- Pabrik Kelapa Sawit Betung

4. Unit Kebun Kelapa Sawit Bentayan (BETA)

5. Unit Tebenan (TEBE)
- Kebun Karet Tebenan
- Pabrik Karet Tebenan

6. Unit Pabrik Kelapa Sawit Talang Sawit (TASA)



DISTRIK WAY SEKAMPUNG

Distrik Way sekampung membawahi beberapa Unit, Pabrik atau Kebun, diantaranya adalah :

1. Unit Kedaton (KEDA)
- Kebun Karet Kedaton
- Pabrik Karet Kadaton

2. Unit Kebun Karet Bergen (BEGE)

3. Unit Rejosari (RESA)
- Kebun Kelapa Sawit Rejosari
- Pabrik Kelapa Sawit Rejosari

4. Unit Way Berulu (WABE)
- Kebun Karet Way Berulu
- Pabrik Karet Way Berulu

5. Unit Kebun Karet Way Lima (WALI)

6. Unit Pabrik Karet Pematang Kiwah (PEWA)

7. Unit Kebun Karet Trikora (TRIK)
DISTRIK WAY SEPUTIH
Distrik Way Seputih membawahi beberapa Unit, Pabrik atau Kebun, diantaranya adalah :

1. Unit Tulungbuyut (TUBU)
- Kebun Karet Tulungbuyut


- Pabrik Karet Tulungbuyut

2. Unit Bekri (BEKI)
- Kebun Kelapa Sawit Bekri
- Pabrik Kelapa Sawit Bekri

3. Unit Kebun Kelapa Sawit Padangratu (PATU)

Distrik Cinta Manis (CIMA)
- Kebun Tebu Cinta Manis
- Pabrik Gula Cinta Manis

Distrik Bungamayang (BUMA)
- Kebun Tebu Bungamayang
- Pabrik Gula Bungamayang


KANTOR DIREKSI

Kantor Direksi PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) terdiri dari 13 Bagian, sbb :

1. Bagian Satuan Pengawas Intern (SPI)
2. Bagian Tanaman (TAN)
3. Bagian Teknik & Pengolahan (TNP)
4. Bagian Sumber Daya Manusia (SDM)
5. Bagian Umum dan PKBL (UKB)
6. Bagian Hukum dan Regulasi (HPR)
7. Bagian Akuntansi (AKU)
8. Bagian Keuangan (KEU)
9. Bagian Logistik (LOG)
10. Bagian Pemasaran (PSR)
11. Bagian Pengkajian dan Pengembangan (PNP)
12. Bagian Teknologi Informasi dan Sistem (TIS)
13. Bagian Sekretariat Perusahaan (SKT)

STRUKTUR ORGANISASI

Wilayah kerja PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) tersebar di tiga provinsi yang terdiri atas 5 Distrik
dengan 27 Unit Usaha. Masing-masing distrik dikepalai Manajer Distrik dan masing-masing Unit Usaha
dikepalai Manajer Unit Usaha. Secara struktural Direksi membawahi Manajer Distrik dan Manajer Unit
Usaha. Organisasi di kantor pusat terdiri atas 15 bagian yang masing-masing dikepalai seorang Kepala
Bagian.





Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan

Visi
PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) menjadi perusahaan agribisnis berbasis karet, kelapa sawit, teh
dan tebu yang tangguh serta berkarakter global.
Tangguh
Memiliki daya saing yang prima, melalui peningkatan produktivitas, mutu, skala ekonomi usaha
dan dukungan industri hilir.



Karakter global
Mempunyai karakteristik perusahaan berkelas dunia dengan proses bisnis dan kinerja
yang prima serta menghasilkan produk yang berstandar internasional.

Misi
Menjalankan usaha perkebunan karet, kelapa sawit, teh, dan tebu dengan menggunakan
teknologi budidaya dan proses pengolahan yang efektif serta ramah lingkungan
Mengembangkan usaha industri yang terintegrasi dengan bisnis inti (karet, kelapa sawit,
teh dan tebu) dengan menggunakan teknologi terbarukan.
Mengembangkan sumber daya manusia yang berbasis kompetensi.
Membangun tata kelola usaha yang efektif.
Memelihara keseimbangan kepentingan stakeholders untuk mewujudkan daya saing guna
menumbuh-kembangkan perusahaan.

Tujuan Perusahaan

Sesuai Akte Pendirian Perusahaan, tujuan Perusahaan yang akan dicapai selama lima tahun kedepan
adalah:
Melaksanakan pembangunan dan pengembangan agribisnis sektor perkebunan sesuai prinsip
perusahaan yang sehat, kuat dan tumbuh berkesinambungan dalam skala usaha yang
ekonomis.
Menjadi perusahaan yang berkemampulabaan (profitable), makmur (wealthy) dan
berkelanjutan (sustainable), sehingga dapat berperan lebih jauh dalam akselerasi
pembangunan regional dan nasional.
TATA NILAI PERUSAHAAN

PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) mempunyai tata nilai yang dikenal dengan The Spirit of
Change ProMOSI, yang merupakan singkatan dari 5 (lima) nilai dasar, yaitu : Produktivitas, Mutu,
Organisasi, Servis dan Inovasi.

The Spirit of Change ProMOSI ditetapkan menjadi tata nilai PT Perkebunan Nusantara VII (Persero)
dengan Surat Keputusan Direksi Nomor: 7.6/Kpts/477/2008 tanggal 19 Desember 2008.
Tata nilai ini merupakan landasan dalam membangun budaya perusahaan. Nilai-nilai tersebut
diharapkan dapat menjiwai setiap sikap dan perilaku insan Perseroan dalam aktivitas sehari-hari,
baik sebagai pekerja maupun sebagai pribadi.

Dalam tata nilai The Spirit of Change Promosi perlu dibentuk adanya suatu komite yang dikenal dengan
Komite Implementasi (merupakan organisasi fasilitator). Adapun sasaran tugas dibentuknya Komite
Implementasi (organisasi fasilitator) The Spirit of Change Promosi adalah sebagai berikut :
Tersosialisasinya maksud dan tujuan pencanangan the Spirit of Change ProMOSI kepada
seluruh insan Perseroan
Terinternalisasinya nilai-nilai yang terkandung dalam the Spirit of Change ProMOSI pada
seluruh insan Perseroan
Terbentuknya sistem evaluasi implementasi the Spirit of Change ProMOSI, dan
Terbangunnya kesadaran insan Perseroan untuk dapat memberikan kontribusi dan
mengoptimalkan potensinya guna pencapaian tujuan Perseroan.


Sedangkan yang menjadi tugas pokok Komite Implementasi the Spiritof ChangeProMOSI adalah :
Merumuskan panduan the Spirit of Change ProMOSI,
Melakukan sosialisasi the Spirit of Change Promosi melalui berbagai bentuk kegiatan baik
sosialisasi
secara tatap muka langsung, penggunaan jaringan teknologi informasi, dan bentuk-bentuk lain
yang memungkinkan,
Menyebarluaskan artefak-artefak peningkatan motivasi pekerja untuk menerapkan the Spirit
of Change ProMOSI dalam rangka pelaksanaan tugas,
Merumuskan sistem evaluasi implementasi the Spirit of Change ProMOSI, dan
Melaporkan kemajuan program the Spirit of Change ProMOSI kepada Direksi.

TRANSFORMASI BISNIS
Sebagai salah satu bentuk tindak lanjut dari semangat perubahan atau The Spirit of Change
ProMOSI, PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) mencanangkan Program Transformasi Bisnis
(PTB).

Program Transformasi Bisnis (PTB) merupakan suatu metodologi yang komprehensif dari Program
Revitalisasi Organisasi (Perusahaan) yang dicirikan dengan adanya Perubahan mendasar, strategik dan
menggunakan pendekatan menyeluruh.

Program Transformasi Bisnis merupakan upaya:
Peningkatan, yaitu upaya untuk menghasilkan keadaan yang lebih baik,
Pembaruan, yaitu upaya mengganti kebiasan-kebiasan dan cara-cara yang tidak efektif dengan
kebiasaan-kebiasaan dan cara-cara baru.
Terobosan, yaitu upaya untuk mencari jalan alternatif yang lebih cepat dan lebih baik dalam
mencapai tujuan organisasi.
Program Transformasi Bisnis merupakan langkah untuk membangun grafik kedua dalam siklus
kehidupan perusahaan, sehingga perusahaan dapat tetap mempertahankan eksistensinya dan
berkembang dengan lebih baik.

Rumusan Program Transformasi Bisnis (PTB)

1. Paradigma baru dengan rumusan berikut:

Sadar akan tanggung jawab terhadap kelangsungan usaha yang berkelanjutan, maka kami warga PT
Perkebunan Nusantara VII (Persero) bertekad mewujudkan paradigma baru sebagai berikut:
Kepemimpinan yang memiliki peran strategis, bersifat transformasional (visionary), profesional,
memiliki kompetensi, integritas dan komunikatif
serta berorientasi pada kepentingan jangka panjang.
Penetapan karyawan sebagai aset potensial dan merupakan human capital berhak atas penilaian
obyektif yang berbasis kompetensi (hard & soft) dan kinerja yang terukur.
Penetapan organisasi sebagai alat potensia dalam pemberdayaan (empowerment)
sumberdaya perlu ditata secara efektif sesuai dengan perkembangan bisnis dan rentang
kendali dengan mempertimbangkan keselarasan Job requirement terhadap kompetensi personil.


Pelaksanaan investasi yang terfokus kepada core business dan berorientasi jangka panjang
serta skala ekonomi usaha, yang berazaskan cost effectiveness, nilai tambah dan
sustainability (planet, people and profit)
Penggalian produksi yang diarahkan kepada optimalisasi produktivitas, mutu, cost
effectiveness dengan berazaskan pada norma teknis yang memanfaatkan teknologi tepat guna
dan memelihara sustainability.
Penetapan arah kegiatan pemasaran kepada kepuasan pelanggan (costumer focus) dengan
berazaskan pada mutu dan pelayanan prima, serta membina hubungan pelanggan
(costumerrelationship) yang efektif
Penetapan arah kegiatan pengadaan barang/jasa serta pengadaan bahan baku kepada
terwujudnya kelangsungan proses produksi yang efektif melalui ketepatan mutu, jumlah,
spesifikasi teknis, proses, waktu, harga, legal dan pelayanan purna jual yang efektif.
Penetapan informasi yang ditujukan untuk terwujudnya knowledge management,pengambilan
keputusan efektif dan membangun citra perusahaan, berazaskan pada data faktual, akurat,
tepat waktu dengan memanfaatkan sistem teknologi informasi.
Kemitraan yang merupakan sarana strategis dalam mewujudkan kelangsungan hidup dan
menumbuhkembangkan perusahaan, yang berazaskan kesetaraan, saling menguntungkan dan
berorientasi jangka panjang.
2. Rumusan keunggulan Vision (Visi), yaitu arah yang akan dicapai perusahaan.

Rumusan Visi :
PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) menjadi perusahaan agribisnis berbasis karet, kelapa
sawit, teh dan tebu yang tangguh serta berkarakter global.

Tangguh,
memiliki daya saing yang prima, melalui peningkatan produktivitas, mutu, skala ekonomi usaha dan
dukungan industri hilir.

Karakter Global,
mempunyai karakteristik perusahaan berkelas dunia dengan proses bisnis dan kinerja yang prima
serta menghasilkan produk yang berstandar internasional.

Mission (Misi), yaitu langkah-langkah yang ditempuh untuk mewujudkan visi.

Rumusan Misi :
Menjalankan usaha perkebunan karet, kelapa sawit, teh, dan tebu dengan menggunakan
teknologi budidaya dan proses pengolahan yang efektif serta ramah lingkungan
Mengembangkan usaha industri yang terintegrasi dengan bisnis inti (karet, kelapa sawit,
teh dan tebu) dengan menggunakan teknologi terbarukan.
Mengembangkan sumber daya manusia yang berbasis kompetensi.
Membangun tata kelola usaha yang efektif.
Memelihara keseimbangan kepentingan stakeholders untuk mewujudkan daya saing guna
menumbuh-kembangkan perusahaan.
Values (Tata Nilai), yaitu nilai-nilai yang disepakati bersama sebagai landasan membangun budaya
perusahaan guna mencapai Visi dan Misi Perusahaan.

Rumusan Values:
Warga PTPN VII (Persero) menjunjung tinggi dan bertekad mengembangkan nilai-nilai integritasdalam
organisasi sebagai berikut :


Produktivitas
Selalu memperlihatkan keunggulan melalui perbaikan berkelanjutan untuk memperoleh hasil
maksimal.
Mutu
Selalu bekerja keras untuk menghasilkan yang terbaik bagi semua.
Organisasi
Selalu Mengutamakan kerjasama tim untuk menghasilkan sinergi yang optimal.
Servis
Selalu memberikan pelayanan dengan rasa tanggung jawab bagi kepentingan bersama.
Inovasi
Selalu Menghargai kreativitas dan inovasi untuk menghasilkan nilai tambah.

Lima nilai integritas tersebut disingkat dengan kata PROMOSI.

Strategi Perusahaan, merupakan upaya terobosan yang dilakukan dalam melaksanakan misi.

Grand Strategy : Pertumbuhan.
Pertumbuhan ditempuh melalui:
Peningkatan produktivitas sumberdaya.
Pengembangan skala ekonomi usaha perkebunan.
Pengembangan industri yang terintegrasi.
Kebijakan
Kebijakan dalam mengimplementasikan Grand Strategy ditempuh dengan cara :
Melaksanakan konsolidasi pada seluruh sumberdaya produksi meliputi tanaman, teknik
pengolahan serta infrastruktur.
Melaksanakan Investasi fokus pada upaya peningkatan kinerja dari core business (karet,
kelapa sawit, teh dan tebu) dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang.
Memelihara keseimbangan antara pertumbuhan dan kemampulabaan.
Melaksanakan penataan ulang organisasi sesuai perkembangan usaha, dan span of control,
dalam mendukung upaya penggalian potensi produksi.
Membangun budaya kerja dengan mengembangkan tata nilai (ProMOSI) dalam organisasi.
Melaksanakan kemitraan dan aliansi strategis dalam mendukung pertumbuhan usaha.

3. Model sukses bisnis
The Business Success Model (Model Sukses Binis) merupakan kriteria sukses dari setiap proses bisnis
yang ditinjau dari 5 (lima) dimensi dan 9 (sembilan obyek strategis) yaitu :


















Dalam kriteria sukses, diuraikan urutan proses dari masing-masing proses bisnis dan sasaran
strategis (strategic target) yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu (5 tahun, dari tahun 2010 s.d.
2014) ditinjau dari dimensi dan obyek strategis seperti tersebut di atas.

4. tolok ukur keberhasilan
Key Performance Indicator (KPI) atau tolok ukur keberhasilan tahunan yang disepakati untuk jangka
waktu 5 (lima) tahun ke depan (2010 sampai dengan
2014).

5. Peta jalan gagasan strategis
Strategic Initiative Road Map (Peta Jalan Gagasan Strategis) dimulai dari pembentukan Values (Tata
Nilai) yang pada akhirnya diharapkan dapat terbangun sebuah budaya perusahaan yang
indikatornya terlihat pada adanya efisiensi, kepuasan pelanggan, pertumbuhan pendapatan dan
kompetensi.

Untuk membangun budaya perusahaan yang kuat, diperlukan lima hal yang menjadi pilar dalam
pembentukan budaya perusahaan, yaitu :
1) Costumer Relations Management (CRM) atau pengelolaan hubungan pelanggan
2) Operational Excellent (OPEX )
3) Information Technology (IT )
4) Total Quality Management (TQM)


5) Pengelolaan Sumber Daya Manusia berbasis kompetensi.

CRM antara lain meliputi analisa pasar, analisa kepuasan pelanggan serta jaringan komunikasi
dengan pelanggan yang akan menghasilkan feed back bagi manajemen produksi. Pengelolaan
hubungan pelanggan yang baik pada akhirnya akan melahirkan hubungan pelanggan yang kuat dan
pada akhirnya akan mempengaruhi cash flow management.
OPEX, IT dan TQM meliputi bussiness process reenginering, work system redesign, information
restructuring, assets restructuring, organization management, knowledge management serta assets
management yang merupakan bagian dari production management yang akan bermuara pada cash
flow management.

Sedangkan pengelolaan Sumberdaya Manusia berbasis kompetensi meliputi personal competency
assessment, competency profile design, developing training needs, people reassign, sistem karir,
manajemen kinerja dan sistem imbal jasa yang juga bermuara pada cash flow management.

Lima pilar yang dibangun di atas values yang diuraikan di atas, merupakan unsur-unsur yang
mempengaruhi pembentukan budaya perusahaan
yang kuat.

Strategic Initiative Roadmap selengkapnya dapat dilihat dalam diagram alur sebagai berikut :