Anda di halaman 1dari 7

Ada beberapa teknik dalam metode goresan, yakni:

Teknik Gores T
Teknik Gores Kuadran
teknik Gores Sinambung

Teknik Gores Radian

a. Goresan T
Metode ini digunakan untuk membuat biakan murni dengan tehnik T. Dimana tehnik ini
dibentuk seperti huruf T.
b. Goresan Kuadran (Streak quadrant)
Tehnik ini sama dengan metode T, hanya saja lempengan agar dibagi menjadi 4.
Pada goresan T dan kuadran diatas merupakan cara yang digunakan untuk mendapatkan
koloni yang benar-benar terpisah dari koloni yang lain, sehingga mempermudah proses
isolasi. Ose steril yang telah disiapkan diletakkan pada sumber isolat , kemudian
menggoreskan ose tersebut pada cawan petri berisi media steril. Goresan dapat dilakukan 3-4
kali membentuk garis horisontal disatu cawan. Ose disterilkan lagi dengan api bunsen.
Setelah kering, ose tersebut digunakan untuk menggores goresan sebelumnya pada sisi cawan
ke dua. Langkah ini dilanjutkan hingga keempat sisi cawan tergores.Dimana setiap ujung
goresan harus saling berhubungan satu dengan yang lain. Bakteri tang ditanam akan tumbuh
di sepanjang jalur goresan tersebut. Jika dalam media agar biakan tumbuh bakteri diluar garis
goresan tersebut maka dapat diasumsikan terjadi kontaminasi bakter.

a. Goresan T
- Lempengan dibagi menjadi 3 bagian dengan huruf T pada bagian luar dasar cawan petri.
- Inokulasikan daerah 1 sebanyak mungkin dengan gerakan sinambung.
- Panaskan ose dan biarkan dingin kembali.
- Gores ulang daerah 1 sebanyak 3-4 kali dan teruskan goresan ke daerah 2.
- Pijarkan kembali ose dan dinginkan kembali.
- Prosedur di atas diulangi untuk daerah 3.
b. Goresan Kuadran, teknik ini sama dengan goresan T, hanya lempengan agar dibagi menjadi 4.
c. Goresan Radian
- Goresan dimulai dari bagian pinggir lempengan.
- Pijarkan sengkelit dan dinginkan kembali.
- Putar lempengan agar 90
o
dan buat goresan terputus di atas goresan sebelumnya.
- Pijarkan ose.
d. Goresan sinambung
- Ambil satu mata ose suspensi dan goreskan setengah permukaan lempengan agar.
- Jangan pijarkan ose, putar lempengan 180
o
, gunakan sisi mata ose yang sama dan gores pada sisa permukaan lempengan
agar.

Teknik Membuat Biakan Murni

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Isolasi bakteri merupakan suatu cara untuk memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu
dari lingkungan sehingga diperoleh kultur atau biakan murni. ada beberapa cara umum yang
dapat dilakukan dengan cara goresan(steak plate), cara taburan atau tuang(pour plate), serta
mikromanipulator(the micromanipulator methods). (lim,2001). Secar alami, bakteri di alam
ditemukan dalam populasi campuran. Hanya dalam keadaan tertentu saja populasi ini ditemukan
dalam keadan tertentu saja populasiini ditemukan dalam keadaan murni . Untuk dapat
mempelajari sifat biakan, morfologi, dan sifat faalinya, maka organisme yang akan diteliti harus
dapat dipisahkan. Ini berarti bahwa haruys ada biakan murni yang hanya mengandung satu jenis
bakteri saja.
Untuk memperoleh biakan murni dapat dilakukan pengenceran dengan menggunakan bahan
cair atau padat. Pada mulanya digunakan gelatin sebagai bahan pemadat. Teknik untuk
memperoleh biakan murni ada 3 cara, yaitu: teknik penggoresan agar, teknik agar tuang, teknik
agar sebar.
1.2 Tujuan
Untuk memperoleh biakan murni bakteri

BAB II
DASAR TEORI
persyaratan utama bagi isolasi dan kultuvasi fage adalah harus adanya kondisi optimumuntuk
pertumbuhan organisme inangnya. Sumber bakteriofag yang paling baik dan paling utama
adalah habitat inangnya. Sebagai contoh fage coli yang dijumpai di dalam pencernaan dapat
diisolosi dari limbah atu pupuk kandang. Hal ini dilakukan dengan sentifugasi atau filtrasi bahan
sumbrnya dan penambahan kloroform untuk membunuh sel-sel bajterinya.( adams, 2000)
Ads not by this site
Ada beberapa cara yang digunakan untuk bakteri, fungi, dan khamir dengan metode garis,
metode tuang, metode sebar, metode penuangan, serta micromanipulator. Dua diantaranya
yang paling sering banyak digunakan adalah teknik cawan tuang dan cawan gores. Kedua
metode ini didasarkan pada prinsip yang sama yaitu mengencerkan organisme sedemikian rupa
sehingga individu species dapat dipisahkan (plezar, 2006)
Mikroorganisme dibiakan di laboratorium yang terdiri dari bahan nutrient. Biasanya pemilihan
medium yang dipakai bargantung pada banyak faktor seperti apa jenis mikroorganisme yang
akan ditumbuhkan. Perbenihan untuk pertumbuhan bakteri agar dapat tetap dipertahankan harus
mengandung sema zat makanan yang diperlukan oleh mikroorganisme tersebut. Faktor lain
seperti pH, suhu, dan pendimginan harus dikendalikan dengan baik. (Buckle, 2007)
Selain untuk tujuan diatas medium juga memiliki fungsi lain seperti tempat untuk mengisolasi,
seleksi, evaluasi dan differensiasi biakan yang didapatkan. Agar tiap-tiap medium memiliki
karakteristik yang sesuai dengan tujuan sehingga seringkali digunakan beberapa jenis zat
tertentu yang mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangbiakan
mikroba(Suriawiria, 2005)
Beberapa Indikasi pembiakan bakteri pada laboratorium mikrobiologi meliputi
1. Pengasingan (Isolasi) mikroba pada biakan bakteri.
2. Menunjukkan sifat khas mikroba
3. Untuk menentukan jenis mikroba yang diisolasi dengan cara-cara tertentu
4. Untuk mendapatkan bahan bakteri yang cukup untuk membuat antigen dan percobaan
serologi lainya
5. Menentukan kepekan kuman trhadap antibiotik
6. Menghitung jmlah kuman
7. Mempertahankan biakan mikroba (Anonymous, 2010)
Pengembangbiakan Dalam Cawan Petri Ada Beberapa Metode, yaitu:
1. metode Cawan gores(Steak Plate)
Prinsip metode ini yaitu mendapatkan koloni yang benar-benar terpisah dari koloni yang
lain, sehingga mempermudah proses isolasi. Cara ini dilakukan dengan membagi 3-4
cawan petri. Ose steril yang telah disiapkan diletakkan pada sumber isolat, kemudian
menggoreskan ose tersebut pada cawam petri berisi media steril. Goresan dapat
dilakukan 3-4 kali membentuk garis horisontal disatu cawan. Ose disterilkan lagi dengan
api bunsen setelah kering ose tersebut digunakan untuk menggores goreskan
sebelumnya pada sisi cawan kedua. Langkah ini dilanjutkan hingga keempat sisi cawan
tergores.
2. Metode Cawan Sebar (Spred Palte)
Teknik spread palte (lempeng sebar) adalah suatu teknik didalam menumbuhkan
mikroorganisme didalam media agar dengan cara menuangkan stok kultur bakteri atau
menghapuskanya diatas media agar yang telah memadat. Sedangkan pour plate kultur
dicampurkan ketika media masih cair (belum memadat). Kelebihan teknik ini adalah
mikroorganisme yang tumbuh dapat trsebar merata pad abagian permukaan media agar.
3. Teknik Dilusi (Pengenceran)
Tujuan dari teknik ini adalah melarutkan atau melepaskan mikroba dari substratnya
kedalam air, sehingga lebih mudah penanganannya. Sampel yang telah diambil
kemudian disuspensikan dalam akuades steril. Teknil dilusi sangat penting dalam analisa
mikrobiologi. Karena hampir semua metode penelitian dari penghitungan jumlah sel
mikroba menggunakan teknik ini, seperti: TPC ( Total Plate Counter)
Ada beberapa tahap yang harus dilakukan sebelum melakukan teknik penanaman
bakteri (inokulasi), yaitu:
a. Menyiapkan Ruangan
Ruang tempat penanaman bakteri harus bersih dan keadaannya harus steril agar tidak
terjadi kesalahan dalam pengamatan atau percobaan
b. Pemindahan Dengan Pipet
Cara ini dilakukan dalam penyelidikan air minum atau untuk penyelidikan diambil 1 ml.
Contoh yang akan diencerkan oleh air sebanyak 99ml murni
3.Pemindahan Dengan Kawat Inokulasi
Ujung kawat ini sebaiknya dari platina atau nikel. Dalam melakukan penanaman bakteri
kawat ini terlebih dahulu dipijarkan sedangkan sisinya tungakai cukup dilewatkan nyala
api saja setelah dingin kembali kawat tersebut disentuhkan lagi dalam nyala api ( Plezar,
2006)
Beberapa Metode Dlam Teknik Inokulasi
1. Biakan Agar Cawan
Kultur mikroba dibiakkan dengan cara menginokulasi pada agar cawan, dimana
penyebaran kultur dilakukan dengan goresan diatas agar. Ada beberapa cara untuk
menggoreskan kultur pada agar cawan yaitu: goresan lagsung, goresan kuadran, dan
goresan radian.
2. Biakan Agar Tuang
Digunakan untuk mengencerkan atau mengisolasi yang terdapat pada contoh. Setelah
inkubasi pada suhu dan waktu tertentu, koloni akan tumbuh pada permukaan dan bagian
bawah agar.
3. Biakan Agar Miring dan Agar Tegak Dapat dilakukan dengan cara menggoreskan
secaa zig-zag pada permukaan agar miring menggunakan jarum ose yang bagian
atasnya dilengkungkan. Car ini juga dilakukan pada agar tegak untuk meminimalisir
pertumbuhan mikroba dalam keadaan kekurangan oksigen. Usah mencegah masuknya
mikroorganisme yang tidak diinginkN dan untuk menanam suatu spesies terdapat
baberapa cara, yaitu: Penanaman dengan penggoresan Penanaman lapangan Biakan
agar tabung (Rusdimin, 2003)
BAB IV
PEMBAHASN
Pada praktikum yang telah dilakukan pada medium lempeng ditemukan
baakteriStaphylococcus aereus Staphylococcus aereus adalah bakteri garm negative
aerob obligat, berkapsul, mempunyai flagell polar sehingga bakteri ini bersifat motil,
berukuran sekitar 0.5-1mm. bakteri ini menghasilkan spora yang tidak dapat
menfermentasikan karbohidrat. Pada uji biokimia bakteri ini menghasilkan hasil
negative pada uji. Bakteri ini secara luas dapat ditemukan di alam, contohnya
ditanah, air, tanaman, dan hewan. P. aeruginosa memproduksi adalah pathogen
oportunistik. Bakteri ini merupakan penyebab utama infwksi pneumonia nosokomial.
Meskipun begitu, bakteri itu dapat berkolonisasi pada manusia normal tanpa
menyebabkan penyakit. (Jurnal Framesti,2010)
Ketika bakteri ini ditumbuhkan pada media yang sesuai, bakteri ini akan
menghasilkan pigmen nonfluoresan berwarna kebiruan, piosianin. Staphylococcus
aereuspada cawan petri. Pada penanaman inokulasi bakteri ini, ditunjukkan dengan
adanya penampakan bakteri di atas permukaan media, ini menunjukkan bahwa bakteri
ini bersifat aerob, bakteri ini menuju keatas untuk mendapartkan oksigen lebih
banyak, warna agar tetap putih tapi ada bintik biru dan terdapat lender berbentuk zig-
zag (Anonymous, 2010)
Pada medium miring, tidak dapat di identifikasikasi jenis bakterinyya, karena
medium miring mengalami kerusakan pada penggoresannya karena terlalu dalam saat
menggores sehingga mengenai medium agarnya.
KESIMPULAN
Isolasi bakteri merupakan suatu car mudah untuk memisahkan atau memindahkan
mikroba tertentu dari lingkungan sehingga diperoleh kultur murni atau biakan murni.
pada praktikum teknik biakan murni didapatkan bakteri staphylococcus aereus.
Staphylococcus aereus adalah bakteri gram negative aerob obligat, berkapsul,
berbentuk basil, bidang pandangnya mikroskopis berukuran sekitar 0,5-1mm
Staphyylococcus secara umum dapat ditemukan di alam seperti tanah, air, tanaman,
dan hewan
Termasuk gram negative, Karen dapat mempertahankan warna ungu
Pada media lempeng warna agar tetap putih mengkilap, tapi ada bintik biru dan
terdapat lender berbentuk zig-zag
Medium miring mengalami kerusakan karena penggoresan yang terlalu dalam
sehingga mengenai agarnya sehingga tidak dapat diidentifikassi.
DAFTAR PUSTAKA
Adam,M. 2000. Mikro Biologi Dasar. Jakarta : Erlangga
Buckle.2007 Mikrobiologi Terapan. Universitas Gajah Mada: Yogyakarta
Framesti.2010. Dasar-Dasae Mikrobiologi. Jakarta: Jantaran
Plezar.2006. Dasar-Dasar-Mikrobiologi. Jakarta : UI Press
Rusdimin.2003. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. Jakarta: Pt Gramedia
Suriawiria. 2005. Pengantar Mikrobiologi. Jogjakarta: UGM Press
Anonymous.2010. http:// www.scrib.com./ doc/403051141 Jenis-Jenis Pemindahan
Mikroba (Diakses tanggal 25 Nopember 2010)
Anonymous. 2007.http://www.scrib.com/doc/ 15546953 Morfologi Koloni Bakteri
(diakses tanggal 25 Nopember 2010)

Anda mungkin juga menyukai