Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN KASUS INDIVIDU

HIPERTENSI

KULIAH KERJA NYATA
PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS GADJAH MADA
TAHUN 2013



SUB UNIT : 2 (Dusun Sremo Lor)
UNIT : 6 (Desa Hargowilis)
KECAMATAN : Kokap
KABUPATEN : Kulon Progo
PROVINSI : Daerah Istimewa Yogyakarta













Disusun oleh:

Nama Mahasiswa : Karina Puspita Sari
Nomor Mahasiswa : 07/250491/KU/12170






BIDANG PENGELOLAAN KKN-PPM PEMBERDAYAAN UMKM
DAN PELAYANAN MASYARAKAT
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
KODE : KKN PPM UGM 16

BAB I
DESKRIPSI KASUS


I. IDENTITAS PASIEN
Nama Ny. Tukijah
Jenis Kelamin Perempuan
Usia 63 tahun
Pekerjaan Petani
Alamat Sremo Lor, Hargowilis
Tanggal Periksa 7 Maret 2013


II. HASIL PEMERIKSAAN DI PUSKESMAS
a. Anamnesis (Autoanamnesis)
Keluhan Utama
Sering pegal-pegal di telapak tangan dan kaki

Riwayat Penyakit Sekarang
Sejak 3 hari sebelum periksa ke Puskesmas, pasien mengeluhkan pegal-pegal dan
kesemutan di telapak tangan dan kaki. Keluhan ini sudah sering berulang dengan
.

Riwayat Penyakit Keluarga
Keluhan serupa sebelumnya: pasien mengatakan pernah mengalami sakit kepala
serupa sebelumnya
Pasien mengatakan tekanan darahnya pernah tinggi saat diperiksa sekitar 1 tahun
yang lalu, pasien diberikan obat oleh dokter, pernah diminum, tapi tidak pernah
kontrol
Pasien pernah cek kadar kolesterol beberapa bulan yang lalu dan dikatakan
kolesterolnya tinggi sekitar 250 (pasien lupa persisnya berapa). Diberikan obat
oleh dokter, tetapi tidak pernah kontrol lagi
Riwayat penyakit diabetes dan asam urat disangkal
Riwayat alergi disangkal pasien

Riwayat Penyakit Keluarga
Pasien mengatakan ayah dan ibu memiliki penyakit darah tinggi
Pasien mengatakan ayahnya memiliki kolesterol tinggi

b. Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum
Kesadaran compos mentis, tidak tampak kesakitan, kesan gizi berlebih

Vital Sign
Tekanan darah: 140/90 mmHg
Nadi: 80 x/menit
Laju pernafasan: 18 x/menit
Suhu: afebris

Kepala dan Leher
Mata: conjunctiva anemis (-), sclera ikterik (-)
Mulut: tak ditemukan kelainan
Leher: lnn ttb

Thorax Paru
Inspeksi: konfigurasi dada normal, tampak pergerakan simetris, ketinggalan
gerak (-)
Palpasi: ketinggalan gerak (-), fremitus taktil normal pada thorax dextra et
sinistra
Perkusi: sonor di seluruh lapang kedua paru
Auskultasi: vesicular, tanpa suara tambahan

Thorax Jantung
Inspeksi: ictus cordis tidak tampak
Palpasi: ictus cordis teraba di SIC V linea axillaris anterior
Perkusi: batas jantung normal
Auskultasi: suara jantung 1 dan 2 murni, regular, bising (-)

Abdomen
Inspeksi: dinding perut lebih tinggi dari dinding dada
Auskultasi: bising usus terdengar normal
Perkusi: timpani di seluruh lapang perut
Palpasi: nyeri (-), hepar dan lien tidak terdapat pembesaran, nyeri ketok
costovertebra (-)

Ekstremitas
Motoris: tidak didapatkan kelainan
Sensoris: tidak didapatkan kelainan
Edema (-)

Status Integumentum
Warna kulit merata seluruh tubuh, tidak didapatkan UKK

c. Diagnosis
Hipertensi stage I

d. Manajemen
Farmakologis
Captopril tab. 1x12.5 mg
Vitamin B1 tab. 1x50 mg

Non-Farmakologis
Edukasi gaya hidup sehat, termasuk pengaturan diet dan melakukan aktivitas
fisik dengan benar
Edukasi untuk kontrol rutin

e. Prognosis
Dubia ad bonam
BAB III
HOME VI SI T

Tanggal Homevisit 7 Maret 2013
Anggota Keluarga 4 orang, terdiri dari ayah (pasien), ibu, dan kedua
anak
Kecacatan/Gangguan
Activities of daily living
(ADL)
Tidak didapatkan
Gangguan Keseimbangan Tidak didapatkan
Gangguan Sensoris Tidak didapatkan
Penggunaan Alat Bantu Tidak
Nutrisi
Makanan Nasi, sayur, tahu, tempe, telur, daging ayam, daging
sapi, daging kambing
Variasi dan kualitas
makanan
Bahan makanan yang tersedia adalah beras, bawang,
sayuran segar, tahu, tempe. Tidak terdapat kulkas
status nutrisi Overweight
konsumsi alkohol Tidak
Lingkungan Rumah
lingkungan sekitar Terdapat rumah warga lain dan kandang hewan (sapi)
yang terletak lumayan jauh dari rumah
eksterior rumah Rumah terdiri dari 2 lantai, belum sepenuhnya
terbangun, sebagian besar rumah belum dicat
temboknya walaupun telah tersemen seluruhnya,
seluruh lantai rumah telah dilapisi keramik, atap
rumah terdiri dari genting dan plafon dengan gypsum,
rumah memiliki 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi di
dalam rumah
interior rumah Kepadatan rumah dinilai cukup, rumah cukup luas
untuk 4 orang anggota keluarga. Kebersihan,
kenyamanan, dan privasi rumah cukup. Pasien
memiliki sapi yang dipelihara di kandang yang jauh
dari rumah. Terdapat banyak Koran, majalah, dan
aneka buku di rumah. Terdapat LCD TV di ruang
keluarga. Pernak-pernik rumah dapat dikatakan
cukup. Interior rumah dapat dikatakan lengkap,
terdapat sofa, tempat tidur orang tua, tempat tidur
anak, LCD TV, interior kamar mandi dengan WC
jongkok leher angsa, interior dapur lengkap dengan
kompor gas
Orang Lain
dukungan social Baik
semangat hidup Baik
sumber penghasilan Ayah (pasien) bekerja sebagai PNS
sikap pasien Kooperatif
Medikasi
obat resep Tidak ada
obat non-resep Tidak ada
suplemen diet Tidak ada
obat tertata rapi Tidak ada obat
kepatuhan minum obat Kurang
Pemeriksaan (Berdasarkan
Anamnesis)

tinggi badan 168 cm
berat badan 80 kg
tekanan darah 140/90 mmHg
glukosa Belum pernah cek
kondisi fisik secara umum Cukup baik
Keselamatan dan Kesehatan
Spiritual

kamar mandi Ada kamar mandi dalam rumah, menggunakan WC
jongkok dengan leher angsa
dapur Dapur cukup bersih, lantai keramik, ventilasi dan
pencahayaan cukup, menggunakan kompor gas, tidak
memiliki kulkas
lantai Lantai rumah berlapis keramik
pencahayaan Cukup
listrik Ada
tangga Ada
perabotan Cukup lengkap
sumber air PDAM
AC/kipas angin Ada kipas angin
Kesehatan spiritual Baik, ayah dan ibu solat 5 waktu dan sering ikut
pengajian, anak sulung (4 tahun) sudah diajari solat 5
waktu dan ikut pengajian di TPA setiap Senin dan
Jumat
Pelayanan kesehatan di
rumah
Tidak ada

Dokumentasi:
















BAB IV
PEMBAHASAN



I. Definisi
Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik (TDS) berada di 140
mmHg atau lebih atau tekanan darah diastolic (TDD) berada di 90 mmHg atau lebih.

II. Epidemiologi
Hipertensi merupakan worldwide epidemic dan data NHANES pada tahun 2003-
2006 menunjukkan bahwa 33.6% dari dewasa usia 20 tahun ke atas di US menderita
hipertensi. Pada survey di berbagai negara juga menyatakan bahwa 50% dari penduduk
usia 60 tahun ke atas menderita hipertensi. Hingga usia 45 tahun, laki-laki lebih
cenderung menderita hipertensi dibandingkan wanita dan setelah usia 45 tahun laki-laki
dan wanita memiliki kecenderungan yang sama ntuk menderita hipertensi. Wanita
dengan riwayat konsumsi kontrasepsi oral dan obesitas memiliki peluang 60% untuk
menderita hipertensi.

III. Etiologi
Hipertensi dapat bersifat primer yang merupakan hasil dari pengaruh genetic dan
lingkungan ataupun dapat juga bersifat sekunder yang memiliki berbagai etiologi yang
mendasari, seperti penyakit ginjal dan vascular. Kelainan endokrin juga dapat
menyebabkan hipertensi, seperti penggunaan kontrasepsi oral. Beberapa factor seperti
obesitas, diabetes, dan kelainan jantung juga dapat merupakan etiologi hipertensi.

IV. Klasifikasi
Hipertensi memiliki beberapa klasifikasi, di antaranya:
a. Berdasarkan pengukuran tekanan darah (JNC 7)
Kategori Tekanan Darah (mmHg)
Normal TDS <120 dan TDD <80
Prehipertensi TDS 120-139 atau TDD 80-89
Hipertensi Stage I TDS 140-159 atau TDD 90-99
Hipertensi Stage II TDS >160 atau TDD >100
Krisis Hipertensi TDS>180 atau TDD >120

b. Berdasarkan etiologinya
i. Hipertensi primer, dapat disebabkan oleh factor genetic ataupun
lingkungan
ii. Hipertensi sekunder, memiliki underlying factor seperti gangguan ginjal,
vascular, ataupun endokrin

V. Diagnosis
Hipertensi didiagnosis secara klinis melalui pengukuran tekanan darah dengan
yang dilakukan dengan alat yang telah dikalibrasi, tehnik yang benar, serta dilakukan
oleh tenaga kesehatan yang kompeten. Jika seseorang pertama kali terdiagnosis
hipertensi, maka tekanan darahnya harus diukur lagi untuk memastikan diagnosis, kalau
memungkinkan dilakukan dengan tenaga kesehatan lain dengan selisih 2-3 menit dari
pengukuran pertama.

VI. Manajemen
Manajemen lini pertama hipertensi adalah lifestyle modification yang meliputi
penurunan berat badan (bagi pasien obesitas), pembatasan konsumsi alcohol,
pengaturan diet termasuk membatasi intake natrium dan cukup mengkonsumsi kalium,
kalsium, dan magnesium. Pasien juga disarankan untuk berhenti merokok dan
melakukan aktivitas aerobic minimal 30 menit setiap harinya.
Jika tekanan darah tidak dapat terkontrol dengan lifestyle modification, maka dapat
dilakukan pemberian terapi farmakologis seperti thiazide diuretic, angiotensin-
converting enzme (ACE) inhibitor, angiotensin receptor blocker, calcium channel
blocker, beta-blocker, dan sebagainya yang tentu saja harus memperhatikan indikasi
penggunaan obat anti hipertensi, seperti staging hipertensi (tingkat tekanan darah) dan
apakah pasien memiliki penyakit penyerta.

VII. Komplikasi
Komplikasi dari penyakit hipertensi dapat berupa gangguan sistemik lain seperti
gangguan jantung, stroke, dll

VIII. Prognosis
Hipertensi yang tidak diterapi dengan baik dapat meningkatkan mortalitas dan
morbiditas. Hipertensi juga sering merupakan asosiasi dari penyakit arterosklerosis,
penyakit jantung iskemik, dan stroke yang tentunya memiliki morbiditas dan mortalitas
yang tinggi. Krisis hipertensi, baik itu yang merupakan hipertensi urgency ataupun
emergency memiliki morbiditas dan mortalitas yang relative tinggi terkait dengan
gangguan organ yang bersifat terminal.

IX. Pencegahan
Pencegahan hipertensi dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat yang
termasuk mengontrol berat badan ideal, meningkatkan aktivitas fisik, mengkonsumsi
diet sehat dan seimbang, dll.



DAFTAR PUSTAKA

Chobanian AV, Bakris GL, Black HR, Cushman WC, Green LA, Izzo JL Jr, et al.
Seventh report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation,
and Treatment of High Blood Pressure. Hypertension. Dec 2003; 42(6)1206-52.

Harrison DG, Guzik TJ, Lob HE, et al. Inflammation, immunity, and hypertension.
Hypertension. Feb 2011, 57(2): 132-40.

Institute for Clinical Systems Improvement (ICSI). Hypertension diagnosis and
treatment. Bloomington, Minn: Institute for Clinical Systems Improvement (ICSI);
2010.

The World Health Report 2002- Reducing Risks, Promoting Healthy Life. Geneva,
Switzerland: World Health Organization; 2002.