Anda di halaman 1dari 59

LIES DINA LIASTUTI

DIREKTUR PENUNJANG BLU RSJPD HARAPAN KITA


DIREKTORAT JENDERAL BINA UPAYA KESEHATAN
KEMENTERIAN KESEHATAN R.I
Pengertian atau defnisi BLU diatur dalam Pasal 1 angka 23
UU No. 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara
Dan PP no 23 tahun 2005, yaitu :

Badan Layanan Umum adalah instansi di lingkungan
Pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada
masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual
tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan
kegiatannya didasarkan pada prinsip efsiensi dan produktivitas.
PP No. 23 Tahun 2005
Tentang PENGELOLAAN KEUANGAN BLU

Pasal 20 Ayat 1 :
Pengadaan barang/jasa oleh BLU dilakukan berdasarkan
PRINSIP EFISIENSI DAN EKONOMIS, sesuai dengan praktek bisnis yang
sehat

PENJELASAN :
BLU dapat dibebaskan sebagian atau seluruhnya dari
ketentuan yang berlaku umum bagi pengadaan
barang/jasa pemerintah bila terdapat alasan
EFEKTIVITAS DAN/ATAU EFISIENSI
PMK No. 08/PMK.02/2006
Tanggal 16 Februari 2006 Tentang
KEWENANGAN PENGADAAN BARANG/
JASA PADA BLU :
Pasal 4 Ayat (1) :
BLU dengan status BLU Secara Penuh dapat DIBERIKAN
FLEKSIBILITAS berupa pembebasan sebagian atau
seluruhnya dari ketentuan
sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 3
BILA TERDAPAT ALASAN
EFEKTIVITAS DAN/ATAU EFISIENSI
Ayat (2) : Fleksibilitas sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) diberikan
terhadap pengadaan barang/jasa yang
sumber dananya berasal dari :



Jasa layanan;
Hibah tidak terikat;
Hasil kerjasama BLU dan/atau hasil usaha lainnya.
1. SWAKELOLA :
merupakan kegiatan Pengadaan
Barang/Jasa dimana pekerjaannya
direncanakan, dikerjakan dan/atau
diawasi sendiri oleh Rumah Sakit /
Balai sebagai penanggung jawab
anggaran dan instansi pemerintah lain
pelaksana swakelola.
Pasal 5 :
Pengadaan barang/jasa sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dan (2) dilaksanakan
berdasarkan ketentuan pengadaan barang/
jasa yang DITETAPKAN OLEH PEMIMPIN BLU
dengan mengikuti prinsip-prinsip transparansi,
adil/tidak diskriminatif, akuntabilitas, dan
praktek bisnis yang sehat
8
1. UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
2. UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
3. PP No. 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa
Konstruksi
4. PP No. 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan
Layanan Umum
5. PP No. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik
Negara/Daerah
6. PP No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah yang telah beberapa kali dirubah terakhir
dengan PP No. 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua
atas Perpres No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Baran/
Jasa Pemerintah
9
SE Dirjen BUK a.n. Menteri Kesehatan
tentang Peraturan Pengadaan Barang/
Jasa di RS/Balai
Pimpinan Satker BLU di lingkungan Ditjen
BUK segera membuat Peraturan Direktur
Utama RS/Kepala Balai Tentang
Pengadaan Barang/Jasa
! APBN (RUPIAH MURNI)
! PENGHASILAN BLU
anggaran
APBN (RM)
BLU
DOKTER & PERAWAT
BERKUALITAS &
PENGALAMAN
LAB MUTAHIR DAN
HANDAL
ALKES DAN FARMASI
BERKUALITAS DAN MURAH
Fungsi RS memberikan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat memiliki sifat :

Kegawatdaruratan,
Tidak Dapat Ditunda,
Tidak Dapat Diprediksi
Berkaitan Dengan Keselamatan dan keamanan
Pasien (Patient Safety and Security)
Berjalan berkesinambungan;
Barang/jasa yang dibutuhkan harus tersedia
setiap saat dengan kualitas dan jumlah yang
memadadi
LATAR BELAKANG :
PELAKSANAAN PENGADAAN
BARANG/JASA,
dilakukan :

1. SWAKELOLA
2. PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/
JASA :
1. Pelelangan
2. Penunjukan Langsung
3. Pengadaan Langsung
4. Kontes/Sayembara
Pekerjaan yang dapat dilakukan
dengan Swakelola meliputi :
(1) pekerjaan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan/
atau memanfaatkan kemampuan teknis SDM sesuai dengan
Tupoksi Rumah Sakit /Balai ;
(3) pekerjaan yang secara rinci/detail tidak dapat dihitung/ditentukan
terlebih dahulu, sehingga apabila dilaksanakan oleh Penyedia
Barang/Jasa akan menimbulkan ketidakpastian dan resiko yang
besar;
(2) pekerjaan yang dilihat dari segi besaran, sifat, lokasi atau
pembiayaannya tidak diminati oleh Penyedia Barang/Jasa.
(4) penyelenggaraan diklat, kursus, penataran, seminar,lokakarya atau
penyuluhan;
(5) pekerjaan survei, pemrosesan data, perumusan kebijakan Rumah
Sakit / Balai , pengujian di laboratorium dan pengembangan
sistem tertentu, meliputi tetapi tidak terbatas pada penyusunan/
pengembangan peraturan perundang-undangan, pembuatan
metode uji/kalibrasi alat kesehatan dan kegiatan lainnya;
(6) pekerjaan yang mampu dikerjakan dengan cara
Swakelola ditinjau dari segi ketersediaan sumber daya
manusia, antara lain :
1. Perbaikan alat-alat kesehatan.
2. Perbaikan alat-alat Labolatorium.
3. Perbaikan alat-alat kalibrasi dan paparan radiasi.
4. Perbaikan instalasi air, listrik, dan gas medik.
5. Perbaikan instalasi/jaringan komunikasi medik.
6. Perbaikan sistem/instalasi pemadam kebakaran.
7. Perbaikan gedung.
8. Pekerjaan yang bersifat khusus untuk pengembangan
teknologi/metode kerja yang belum dapat dilaksanakan
oleh Penyedia Barang/Jasa.
Pelaksanaan
Swakelola :
Kemajuan non fisik atau perangkat lunak dicatat dan dievaluasi setiap
bulan yang disesuaikan dengan penyerapan dana;
Pembayaran upah tenaga kerja dilakukan secara berkala
berdasarkan daftar hadir pekerja atau dengan cara upah borongan;
Pengawasan pekerjaan fisik di lapangan dilakukan oleh pelaksana
yang ditunjuk oleh PPK, berdasarkan rencana yang telah ditetapkan
Pembayaran gaji tenaga ahli yang diperlukan dilakukan berdasarkan
Kontrak;
Penggunaan tenaga kerja, bahan dan/atau peralatan dicatat setiap
hari dalam laporan harian;
Kemajuan fisik dicatat setiap hari dan dievaluasi setiap minggu yang
disesuaikan dengan penyerapan dana;
Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa yang menggunakan Uang
Persediaan (UP)/Uang Muka Kerja dilakukan oleh Rumah Sakit /
Balai .. dipertanggungjawabkan secara berkala maksimal secara
bulanan;
17
Pengadaan bahan sebagaimana dimaksud di
atas dengan kriteria keadaan tertentu
dilakukan Penunjukan Langsung terhadap
Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa
Lainnya.
Pengadaan bahan, peralatan/suku cadang,
Jasa Lainnya, dan tenaga ahli yang diperlukan
dilakukan oleh ULP/Pejabat Pengadaan
2. PENUNJUKAN
LANGSUNG :
Dilakukan dengan mengundang 1(satu)Penyedia Barang/
Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang dinilaimampu
melaksanakan pekerjaan dan/atau memenuhikualifikasi
Dilakukan dengan negosiasi baik teknismaupun harga
sehingga diperoleh harga yang sesuai dengan harga pasar
yang berlaku dan secara teknis dapat
dipertanggungjawabkan
Kriteria keadaan tertentu
yang memungkinkan
dilakukan Penunjukan
Langsung :
20
a. PENANGANAN DARURAT yang tidak bisa direncanakan
sebelumnya dan waktu penyelesaian pekerjaannya
harus segera/tidak dapat ditunda untuk :
akibat bencana alam dan/atau bencana non alam dan/
atau bencana sosial;
dalam rangka pencegahan bencana;
b. Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa
Konsultansi/Jasa Lainnya untuk
mempertahankan kesinambungan pelayanan
kesehatan kepada masyarakat yang memiliki
sifat kegawatdaruratan, tidak dapat ditunda,
tidak dapat diprediksi dengan tepat karena
berkaitan secara langsung maupun tidak
langsung dengan KESELAMATAN DAN
KEAMANAN PASIEN (patient safety and Security
and Security and Security and Security), antara
lain :
1. Pengadaan alat-alat kesehatan untuk
mengganti alat - alat kesehatan yang rusak
tidak dapat dipergunakan lagi
2. Pengadaan alat-alat laboratorium untuk
mengganti alat alat laboratorium yang rusak
tidak dapat dipergunakan lagi.
3. Pengadaan Prasarana untuk mengganti yang
rusak tidak dapat dipergunakan lagi.

4. Perbaikan alat alat kesehatan.
5. Perbaikan alat alat Labolatorium.
6. Perbaikan alat-alat kalibrasi dan paparan radiasi.
7. Perbaikan instalasi air, listrik, dan gas medik.
8. Perbaikan instalasi/jaringan komunikasi medik.
9. Perbaikan gedung.
10. Perbaikan sistem/instalasi pemadam kebakaran.
SEWA PAKAI ASET SWASTA UNTUK
DIGUNAKAN SATUAN KERJA
PEMERINTAH DILAKSANAKAN
MELALUI PROSEDUR PENGADAAN
BARANG/JASA SEBAGAIMANA DIATUR
DALAM PERATURAN PRESIDEN
NOMOR 54 TAHUN 2010
3. SEWA
Pasal 4
PENGADAAN BARANG/JASA
PEMERINTAH DALAM PERATURAN
PRESIDEN INI MELIPUTI:
A. BARANG;
B. PEKERJAAN KONSTRUKSI;
C. JASA KONSULTANSI; DAN
D. JASA LAINNYA.
PENGADAAN JASA LAINNYA meliputi, namun tidak
terbatas pada:
a. jasa boga (catering service);
b.jasa layanan kebersihan (cleaning service);
c. jasa penyedia tenaga kerja;
d. jasa asuransi, perbankan dan keuangan;
e. jasa layanan kesehatan, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, kependudukan;
f. jasa penerangan, iklan/ reklame, film, pemotretan;
g. jasa percetakan dan penjilidan;
h. jasa pemeliharaan/perbaikan;
i. jasa pembersihan, pengendalian hama (pest control) dan fumigasi;
j. jasa pengepakan, pengangkutan, pengurusan dan penyampaian barang;
k. jasa penjahitan/konveksi;
l. jasa impor/ekspor;
m. jasa penulisan dan penerjemahan;
n.jasa penyewaan;
o. jasa penyelaman;
p. jasa akomodasi;
q. jasa angkutan penumpang;
r. jasa pelaksanaan transaksi instrumen keuangan;
s. jasa penyelenggaraan acara (event organizer);
t. jasa pengamanan;
u. jasa layanan internet;
v. jasa pos dan telekomunikasi;
w.jasa pengelolaan aset
PENJELASAN PASAL 4
KEWENANGAN SATKER :
1. MENYEDIAKAN GEDUNG
2. MENYEDIAKAN LISTRIK
3. MENYEDIAKAN AC
4. MENYEDIAKAN TENAGA ANALISIS HASIL
5. MENYEDIAKAN OPERATOR
KEWENANGAN INVESTOR :
1. MENYEDIAKAN ALAT
2. MENYEDIAKAN BAHAN PENUNJANG
3. PEMELIHARAAN
KEUNTUNGAN
SATKER :
1. TIDAK PERLU MENGALOKASIKAN
DANA YANG BESAR;
2. DAPAT MENGIKUTI PERKEMBANGAN
TEKNOLOGI;
3. KELANGSUNGAN PELAYANAN DAPAT
TERJAMIN.

1. Belum sepenuhnya didukung IT yg baik
2. Kemampuan tim pengadaan (pokja ULP) agar lebih profesional
3. Prosedur yg ada skrg blm dapat menjamin kecepatan pelayanan
yang cepat utk para pasien krn KHS tdk jlan spt yg diharapkan,
proses penunjukan langsung blm berjalan utk menjamin
berkseinambungannya pelayanan shg mengganggu pelayanan
pada pasien
4. Barang dengan spec yg blm sesuai mutu yg diharapkan,
terkendala dg harus yg murah dan kendala dalam pembuatan
standar dg sistem kontes atau tunjuk langsung
5. Cara pengadaan brg dg KHS dengan total harga berdasarkan total
volume blm sepenuhnya terlaksana dengan baik
6. Ketidak disiplinan distributor sehingga antisipasi dari perubahan
jumlah permintaan kadang tidak terpenuhi.
INVESTASI KITA !!

YANG HARUS KITA JAGA
DAN PELIHARA

STANDARISASI , LELANG TERBATAS/ TUNJUK LANGSUNG , KHS
31
32
ANGIOGRAPHY
STANDARISASI
LELANG
TERBATAS/
TUNJUK
LANGSUNG,
SEWA,
KSO
33
LAB
LAB
GAMMA
CAMERA
ECHO
RADIOLOGI
EP-STUDY CVC EP-STUDY
TREADMILL
STANDARISASI
LELANG
TERBATAS/
TUNJUK
LANGSUNG
KHS
34
STANDARIS,
LELANG
TERBATAS/
TUNJUK
LANGSUNG
KHS
PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA
LAINNYA DILAKUKAN DENGAN:

A. PELELANGAN YANG TERDIRI ATAS
PELELANGAN UMUM DAN
PELELANGAN SEDERHANA;
B. PENUNJUKAN LANGSUNG;
C. PENGADAAN LANGSUNG; ATAU
D. KONTES/SAYEMBARA
PERPRES
KONTES/SAYEMBARA :

1. KONTES DIGUNAKAN UNTUK :
Pengadaan Barang yang memiliki karakteristik
sebagai berikut :
a. Tidak mempunyai harga pasar;
b. Tidak dapat ditetapkan berdasarkan harga satuan;

2. SAYEMBARA DIGUNAKAN UNTUK :
Pengadaan Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi yang
memiliki karakteristik sebagai berikut :
(1) Merupakan proses dan hasil dari gagasan,
kreatifitas, inovasi, budaya dan metode
pelaksanaan tertentu.
(2) Tidak dapat ditetapkan berdasarkan harga satuan.
! !"#$% '(%(#$) *#+","-.)$/0" $%$&'( )*+& ,%-(-+.&$.&-
%/0(%-0(" %1%.2/$&0 3&- ,%-4('$&.&- -(5&( $&,6&7
! *#+,"-.)$/0 #"%$".%$, #(,1$, *%2,.$3"4".$- 5(,1(464$$,
! 78-"(,-" #"%$".%$, #(,1$, 9()(,:$,$$, ;$,1 3$"%" 7&8+&
9&-+ :&)&8" ,%-4%+&7 .%7(5&-+&-;!"#$%&'() +,(- !.+/%)
3&- 6&8&-+ .&3&5*&80&
! 70(%/8.$- #"%$".%$, #(,1$, !(9$. <2,$= >$;$ <2,$ #$,
+(,:(1$? "#$ %& '$%()
! 0&12( 344(4 3(.&($.&- 3%-+&- $*)*&- ,%,6%8(.&-
'%5&9&-&- .%'&3& '&0(%-
Pengelolaan Barang Farmasi dan alat
medis
Sebagai Aset Negara
sesuai Pengertian PP No. 6/2006
SARANA MEDIK
SARANA MEDIK
OBAT & ALKES
STANDARISASI ,
FORMULARIUM,
KHS
STANDARISASI ,
FORMULARIUM,
KHS
STANDARISASI ,
FORMULARIUM,
KHS
Genset Kapasitas : 500 KVA
Merk : DEUTZ
Tahun Pembuatan : 2002
Genset Kapasitas : 250 KVA
Merk : MERCEDEZ
Tahun Pembuatan : 1984
LOKASI : POWER HOUSE 2
POWER STABILIZER
2
3
4
AKUNTABEL : dapat dipertanggung jawabkan secara
administratif
EFISIEN : Dengan biaya sehemat mungkin, kerugian
dapat dicegah/diminimalkan
EFEKTIF : pemenuhan sesuai kebutuhan
VALUE ADDED : Pelayanan kepada pasien optimal
1
Mempunyai Electronically Drugs and Stent
History selama 6 Tahun.
Mempunyai Trend 6 tahun terakhir.
Mempunyai Electronically Data Kontrak Harga
Satuan History.
Contoh MD 2012 Lengkap.xls
Data pemakaian stent 2008-2012.xls
Daftar Obat
Kontrak
2009-2010.xls
Daftar Obat
Kontrak
2010-2011.xlsx
Daftar Obat
Kontrak
2011-2012.xls
<=>=?= @ABCD
EF
<=>=?= ?G? @ABCDH
EF
I=>=?J K@K@
LF
I=>=?J MAN=D=?
OF
I=>=?J NAP?CD
OF
Q=>@=<C ; =RGNCD
STF
=UDA< <NA?N V I=UUG?
WI&-$*&- B%'.%0X
LF
U=IG>=NG>CK@
TF
JCYCH
LF
!6.$4 5(+$%$"$, 9()-(#"$$, 0$)+$-" @'A5>BC
A$, D *12-. EFGG
!"#$% '()*+)* ,$-.)* /
0$1.)"(2
34556
!"#$% 7 8.)2
9$.)%
34:;6
!"#$%
!<=2$#
34>?6
!"#$% 9$@)A
B)*2(*+
C4?>6
!"#$% 9$@)A B)*2(*+ (7
'()*+)*
34DD6
!"#$% 9$*)*+
;4DD6
!"#$% E)2A$2A$-
D4D56
!"#$% 0$*+$1)% @)*
F)% G$@H#
34??6
!"#$% '()*+)* I$-2)% G$@H#
34>;6
!"#$% J1(1
K4C56
!"#$% J1(1
'()*+)*
34D>6
!"#$% ,$-.)* @)* 0$1.)"(2
34L>6
8MN+$*)2=-
;4LK6
9)A)*
9)#(
343?6
F$*$-H# !%#$% 7 '$+("$-
?4536
8.)2 !*2H O$<2H# (7 '()*+)*
34LK6
8.)2 E)H-)*
P*Q(%
?4?C6
8.)2 P*Q(% R!<=2H#S
D4C:6
8.)2 P*A)"$-
343C6
8.)2 P*T$#%H
K4L56
8.)2 P*T$#%H R!<=2H#S
?545D6
8.)2 U)H*V
U)H*
W)-1)%H
34;;6
8.)2 X)-#=2H#) 7
0%H#=2-=<H#)
34?56
8.)2
X)-#=2H#)
34>36
8.)2 8H*2 7 E'7 Y$2$% R!<=2H#S
34?;6
8.)2 OH-(< R!<=2H#S
34DL6
8.)2 O(<<=% R!<=2H#S
34?;6
8.)2 Y)."$2 R!<=2H#S
?L45:6
8.)2 Y)."$2 R!%#$%S
?>4?56
!"#$%$&$' )*$+ , -.%"/ 012!345
2$'6$7& 8 -96/+6/ :;<<
c
o
n
t
o
h

! Berdasarkan kontrak (KHS) yang ada, PPK
menerbitkan Surat Pesanan (SP) kepada
distributor secara rutin dan berkala berdasarkan
kebutuhan yg diusulkan Instalasi Farmasi dan
di set uj ui Di rekt orat Penunj ang dengan
menyesuaikan jumlah stock yang ada di gudang
pusat, depo farmasi dan unit kerja pelayanan,
sehingga tidak terjadi over stock maupun out of
stock
1. Kontrak Harga Satuan (KHS) Tahunan Obat dan Alat
medis habis pakai/khusus serta reagens untuk
mendapatkan obat/reagens berkualitas yang murah
terjangkau.
2. KHS Tahunan bahan penunjang (SM/SNM),a.l Gas
Medis.
3. KHS Tahunan Outsourching
4. Kontrak Tahunan Energi (Listrik, Solar, dll)
5. Bantuan Pemerintah (kementrian lain atau institusi
yang terkait ! ESDM, BUMN, Kemenkeu, kemendag,
kemenperind, dll)

! Semua pekerjaan yang sangat mendesak /tdk dpt
ditunda (yg ini sangat banyak dialami rs) kiranya
prosesnya selain dpt dilakukan swakelola, dan
penyedia jasa maupun bahan barang2 medis/non
medis habis pakai dpt tunjuk langsung (contoh
kerusakan alkes medik dlm pelayanan, perbaikan/
pemeliharaan sarana)
! KHS (Kontrak Harga Satuan) kiranya dapat digunakan
utk barang (obat, almed khusus, alat medis habis
pakai, spare parts sarana) yg selama ini menurut
Perpres tdk dapat dilakukan karena dianggap dapat
diperhitungkan jumlahnya, padahal utk RS kebutuhan
tergantung dr pola penyakit dan kondisi pasien yg
spesifik (contoh. Ring, balloon, kateter, katup,
amplatzer dll)
57

! Pengembangan standarisasi obat, almed, dll
! Penataan sistem inventory terintegrasi
! Pengembangan master data barang persediaan
! Penunjukkan langsung utk alkes
! kerja sama operasional dengan pihak ketiga untuk
mengelola barang modal secara efisien, dan lebih
menguntungkan bagi rumah sakit
! Pendampingan dalam pembuatan Pedoman
Pengadaan B/J bagi satker BLU oleh para pembina
terkait
Terima Kasih