Anda di halaman 1dari 6

SPESIFIKASI TEKNIK

PASAL III

: PEKERJAAN PASANGAN BATU

III-1

III.1

Pasangan-Batu

III-1

III.1.1 Lingkup

III-1

III.1.2

Batu Pasangan

III-1

III.1.3

Mortar untuk Pekerjaan Pasangan Batu

III-1

III.1.3.1

III.1.3.2

III.1.3.3

III.1.3.4

III.1.3.5

III.1.3.6

III.1.3.7

III.1.3.8

III.1.3.9

Material

III-1

Perbandingan Campuran Mortar

III-2

Pencampuran

III-2

Pengangkutan

III-2

Pasangan Batu Percobaan

III-2

Pemasangan

III-3

Pekerjaan Penyelesaian

III-3

Perawatan

III-3

Sambungan-sambungan

III-3

III.1.4 Pengukuran dan Pembayaran

III-3

III.2

Plesteran

III-4

III.2.1

Persiapan Permukaan

III-4

III.2.2

Pekerjaan Plesteran

III-4

III.2.3

Pekerjaan Penyelesaian

III-4

III.2.4

Pengukuran dan Pembayaran

III-4

III.3

Lobang-lobang Drainasi (Pipa Suling-Suling)

III-5

III.3.1 Umum

III-5

III.3.2 Material

III-5

III.3.3

Pengukuran dan Pembayaran

III-5

SPESIFIKASI TEKNIK

PASAL III

:

PEKERJAAN PASANGAN BATU

III.1

III.1.1

Pasangan-Batu

Lingkup

Pasal ini mencakup ketentuan umum maupun khusus untuk pekerjaan pasangan-batu. Ketentuan- ketentuan dalam pasal ini berlaku baik untuk pekerjaan pasangan batu yang digunakan dalam pekerjaan sesuai dengan gambar ataupun yang ditentukan dalam pasal-pasal ini atau Spesifikasi Teknik lainnya atau bilamana atas persetujuan Direksi dan Konsultan Supervisi harus dipergunakan pada pelaksanaan.

III.1.2

Batu Pasangan

Batu yang dipergunakan untuk pekerjaan pasangan harus batu yang berasal dari sungai atau batu pecah dari hasil pemecah batu yang berbentuk mendekati persegi dengan kualitas yang telah disetujui dan bebas dari lapisan dan cacat lainnya. Batu-batu yang dipergunakan harus keras, bersih, awet, tidak lapuk dan tidak mengandung bahan organik. Semua batu untuk pekerjaan pasangan batu yang ditimbun sementara di lapangan harus dijaga sedemikian rupa, sehingga dalam kondisi agak basah pada saat akan dipergunakan. Batu harus disusun sedemikian rupa untuk menghilangkan rongga-rongga besar antara batu-batu yang berdekatan. Ukuran batu untuk pekerjaan pasangan batu 150 – 200 mm. Khusus untuk dinding tipis, ukuran batu tidak boleh lebih dari 2/3 (dua per tiga) dari tebal dinding.

Batu-bulat tidak diperbolehkan sama sekali untuk pasangan batu. Semua batu minimal harus mempunyai 2 bidang permukaan yang pecah dan tidak boleh menggunakan jenis batu putih.

III.1.3

Mortar untuk Pekerjaan Pasangan Batu

III.1.3.1

Material

a. Portland Semen (PC)

Portland Cement harus diadakan oleh Kontraktor dan mendapat persetujuan dari Direksi dan Konsultan Supervisi.

b. Pasir

Pasir harus diadakan oleh Kontraktor dan mendapat persetujuan dari Direksi dan Konsultan Supervisi. Gradasi pasir yang akan digunakan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

Ayakan persegi empat US standart Sieve

Prosentase lolos thd.vol. berat

4

100

8

95-100

16

70-90

30

40 –75

50

20-40

100

5-20

200

0-10

Pasir halus harus dipergunakan untuk mortar pada pekerjaan plesteran

SPESIFIKASI TEKNIK

c.

Air harus diadakan oleh Kontraktor dan mendapat persetujuan dari Direksi dan Konsultan Supervisi.

Air

Semua material, kecuali air harus dicampur dalam kotak yang kuat dan rapat air atau dalam alat pengaduk yang disetujui oleh Direksi dan Konsultan Supervisi sampai campuran tersebut kira-kira berwarna sama dan untuk selanjutnya air ditambahkan dan pencampuran dilanjutkan.

III.1.3.2

Perbandingan Campuran Mortar

Mortar untuk pekerjaan pasangan batu harus terdiri dari satu (1) bagian Portland Cement (P.C) dan empat (4) bagian pasir.

Metode untuk mengukur material untuk mortar harus sedemikian rupa, sehingga bagian-bagian yang ditentukan dari material mortar dapat dikontrol dan dapat dijaga dengan teliti selama berlangsungnya pekerjaan. Banyaknya air yang dipergunakan setiap mortar harus sesuai dengan kebutuhan.

III.1.3.3

Pencampuran

Mortar harus dicampur minimal selama dua menit di dalam mixer mekanis tipe drum atau alat pengaduk (mixer) yang setara, dan dengan persetujuan dari Direksi dan Konsultan Supervisi. Alat pengaduk harus diputar dengan kecepatan sesuai dengan rekomendasi dari pabrik dan jumlah total material yang dicampur dalam setiap pencampuran tidak boleh melebihi kapasitas alat pengaduk yang ditetapkan oleh pabrik.

Jumlah air yang terukur harus secara berangsur-angsur dimasukkan ke dalam alat pengaduk, sebagian sebelum memasukkan material kering dan sebagian lagi segera setelah selesai memasukkan material yang sama. Seluruh isi drum harus dikeluarkan sebelum pencampuran berikutnya dimulai dan setiap waktu bagian dalam drum harus dijaga dari penumpukan material.

Drum harus secara seksama dibersihkan sebelum mengganti campuran atau pada saat pekerjaan pencampuran telah berhenti. Pengadukan dengan cara manual tidak diperbolehkan.

III.1.3.4

Pengangkutan

Perlengkapan dan peralatan yang dipergunakan untuk pengangkutan dan penempatan adukan mortar harus sedemikian sehingga kehilangan unsur-unsur bahan tidak terjadi.

Mortar harus diaduk atau dikerjakan dengan interval waktu tertentu untuk mencegah pemisahan. Mortar yang tidak ditempatkan dalam waktu tiga puluh (30) menit setelah penambahan air yang pertama kali pada adukan mortar harus dibuang. Kecuali untuk keperluan memelihara suhu pada bahan mortar, pemanasan kembali mortar tidak diperbolehkan.

III.1.3.5

Pasangan Batu Percobaan

Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan pasangan batu, Kontraktor harus membuat pasangan batu percobaan untuk pekerjaan dinding, lantai, perkuatan tebing dan lain-lain, dengan disaksikan oleh Direksi dan Konsultan Supervisi di lokasi pekerjaan seluas + 1 (satu) m 2 lengkap dengan pekerjaan siarannya. Pelaksanaan pasangan batu selanjutnya harus dilaksanakan minimal sama atau lebih baik dari pasangan batu percobaan di atas yang kualitas dan kerapiannya sudah disetujui oleh Direksi dan Konsultan Supervisi .

SPESIFIKASI TEKNIK

III.1.3.6

Pemasangan

Permukaan tanah fondasi harus diberi mortar secara merata setebal minimum 5 cm sebelum pasangan batu ditempatkan. Batu harus dibersihkan dan dibasahi dengan seksama sebelum dipasang. Pemasangan harus dengan tangan untuk memastikan setiap batu terbungkus dengan mortar pada semua permukaannya kecuali permukaan terluar yang harus terbuka dan terpasang dengan baik, kira-kira 5 sampai 10 mm dengan mortar.

Batu harus dipasang pada tempatnya sedemikian rupa, sehingga mortar dapat mengisi penuh semua sambungan/rongga. Batu harus dipukul dan diletakkan ke dasar dengan palu baja dan batu yang pecah harus diambil, dibersihkan dan dipergunakan kembali dengan mortar baru. Sambungan-sambungan batu harus secara mudah dapat diisi mortar dan harus diperkuat dengan menggeser dan menguncikan potongan batu kedalam sambungan.

Permukaan pasangan batu bagian dalam yang akan berhubungan dengan tanah harus diberi braben (mortar) untuk meratakan permukaannya. Pemasangan batu pada bagian tampak (expose) harus sedemikian sehingga bentuk dan ukuran seragam mendekati bentuk bulat. Jarak antar batu tidak boleh lebih dari 2 cm dan tidak boleh saling bersentuhan satu dengan yang lainnya.

III.1.3.7 Pekerjaan Penyelesaian

Batu harus direbahkan sehingga dimensi terpanjang sejajar dengan kemiringan permukaan tebing. Permukaan pasangan-batu harus sedemikian rupa sehingga permukaan batu-batu yang tampak berpenampilan baik dan beraturan.

III.1.3.8

Perawatan

Permukaan terbuka dari pasangan batu yang telah selesai harus dijaga tetap lembab dan dalam keadaan basah selama sedikitnya lima hari setelah pekerjaan selesai.

III.1.3.9

Sambungan-sambungan

Sambungan-sambungan tegak kecuali yang tampak pada gambar harus diatur pada setiap jarak 10 m atau lebih dan/atau atas perintah dari Direksi dan Konsultan Supervisi .

III.1.4

Pengukuran dan Pembayaran

a. Pengukuran

Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan pasangan batu harus didasarkan pada volume per meter kubik (m 3 ) yang dihitung berdasarkan gambar pelaksanaan dan atau / atas perintah Direksi dan Konsultan Supervisi .

b. Pembayaran

Pembayaran untuk pekerjaan pasangan batu harus berdasarkan harga satuan setiap meter kubik (m 3 ), yang terdapat dalam Daftar Kuantitas dan Harga dan harus dianggap sudah termasuk semua kompensasi untuk penyediaan tenaga kerja, material, perlengkapan prasarana, alat-kerja dsb. untuk menghasilkan pekerjaan yang lengkap, memenuhi syarat dan dengan teknik pelaksanaan terbaik dan sepenuhnya sesuai dengan semua ketentuan dalam Spesifikasi.

SPESIFIKASI TEKNIK

III.2

III.2.1

Plesteran

Persiapan Permukaan

Permukaan yang akan diplester harus dibersihkan, bebas dari material lepas, minyak, cat, kotoran dan bahan-bahan lain yang dapat menghalangi lekatan yang baik antara plesteran dan pasangan batu. Permukaan yang diplester dengan semen mortar dengan perbandingan campuran satu (1) bagian semen (P.C) dan tiga (3) bagian pasir, tebal 1,5 cm, harus dijaga agar terus menerus lembab selama sedikitnya dua (2) jam dan kemudian dibiarkan sampai lapisan basah pada permukaan hilang.

Plester yang rusak, menggembung harus dibongkar dan diperbaiki atas biaya Kontraktor dengan cara sedemikian sehingga pada saat pekerjaan selesai, plesteran tersebut harus halus dan berpenampilan baik.

III.2.2

Pekerjaan Plesteran

Plesteran dilaksanakan dalam dua lapisan terdiri dari lapis garuk dan lapis akhir harus diterapkan pada pekerjaan plesteran semen. Lapisan garuk harus penuh dan tebal dan harus ditempatkan dengan cukup tenaga untuk membentuk kunci yang yang baik. Lapisan garuk harus disapukan bersilang untuk mendapatkan pemasangan awal dan harus dijaga tetap basah dengan semprotan halus selama dua hari, dan kemudian dibiarkan mengering.

Lapis akhir (kedua) harus diterapkan di atas lapisan garuk setelah dipelihara selama dua hari. Segera sebelum pelaksanaan lapis akhir, lapis garuk harus dibasahi lagi dengan semprotan halus. Lapis akhir harus pertama-tama diapungkan pada permukaan dengan benar dan rata, kemudian diolah sedemikian rupa, sehingga akan memaksa partikel pasir turun kedalam plesteran sampai permukaan halus mengkilap dan bebas dari bidang kasar, bekas pemeriksaan atau noda lainnya. Lapis akhir harus dijaga tetap basah dengan semprotan halus selama sedikitnya dua hari, dan harus dijaga dari pengeringan yang terlalu cepat.

III.2.3

Pekerjaan Penyelesaian

Plesteran lapis akhir harus benar dan dikerjakan sampai permukaan rata tanpa gelombang atau noda-noda dalam bentuk apapun.

Tidak boleh terdapat permukaan kasar yang tidak beraturan dan permukaan yang menggelombang tidak boleh lebih dari 1 mm, diukur dengan mempergunakan sisi pengganti atau plat sepanjang 1 mm untuk pengujian.

III.2.4

Pengukuran dan Pembayaran

a. Pengukuran

Pengukuran untuk pembayaran plesteran akan didasarkan pada luas bidang (m 2 ) yang diperoleh dari gambar dan / atau perintah Direksi dan Konsultan Supervisi .

b. Pembayaran

Pembayaran untuk plesteran didasarkan pada harga satuan per meter-persegi (m 2 ) yang terdapat dalam Daftar Kuantitas dan Harga dan harus dianggap sudah termasuk semua kompensasi untuk penyediaan tenaga kerja, material, perlengkapan peralatan, prasarana, alat-kerja dan sebagainya untuk menghasilkan pekerjaan yang lengkap, memenuhi syarat dan dengan teknik pelaksanaan terbaik dan sepenuhnya sesuai dengan semua ketentuan dalam spesifikasi.

SPESIFIKASI TEKNIK

III.3

Lobang-lobang Drainasi (Pipa Suling-Suling)

III.3.1 Umum

Semua pipa yang digunakan untuk lubang-lubang drainasi harus dari jenis dan kwalitas terbaik. Semua material yang ditunjukkan dalam gambar, harus disediakan oleh Kontraktor dengan jenis dan kualitas terbaik dan mendapatkan persetujuan dari Direksi dan Konsultan Supervisi .

III.3.2

Material

Pipa Polyvinyl-Chloride ( P V C ) dan sambungan fitting harus memenuhi persyaratan dalam ASTM Designation D 2729.

Material tersebut harus bebas goresan, retak, gelembung dan/atau cacat lainnya.

Pipa-pipa harus dengan ketebalan sebagai berikut :

a. Pipa diameter 5 cm – tebal pipa 2,00 mm;

b. Pipa diameter 8 cm – tebal pipa 3,00 mm;

c. Pipa diameter 10 cm – tebal pipa 3,50 mm.

Lubang -lubang drainasi harus dibuat sebagaimana ditunjukkan dalam gambar atau sesuai dengan perintah dari Direksi dan Konsultan Supervisi . Pipa PVC atau lubang drainasi dengan diameter 50 mm, harus dipasang di dalam dinding penahan maupun abutment sebanyak satu buah setiap dua (2) m 2 luas dinding yang akan ditunjukkan oleh Direksi dan Konsultan Supervisi .

Pipa PVC dengan panjang secukupnya ditanam dalam bangunan dengan ujung pada sisi tanahnya ditutup ijuk dan didalamnya diisi dengan kerikil berukuran maksimal 10 mm.

III.3.3

Pengukuran dan Pembayaran

a. Pengukuran

Pengukuran untuk pembayaran lubang-lubang drainase harus didasarkan pada panjang yang diperoleh dari gambar dan atau atas perintah Direksi dan Konsultan Supervisi .

b. Pembayaran

Pembayaran untuk lubang-lubang drainasi harus berdasarkan pada harga satuan setiap meter panjang (m) yang terdapat dalam Daftar Kuantitas dan Harga dan harus dianggap sudah termasuk penutup ijuk dan isian kerikil dan semua kompensasi untuk penyediaan tenaga kerja, material, perlengkapan peralatan, prasarana, alat-kerja dan sebagainya untuk menghasilkan pekerjaan yang lengkap, memenuhi syarat dan dengan teknik pelaksanaan terbaik dan sepenuhnya sesuai dengan semua ketentuan dalam Spesifikasi.