Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN

ENDOSCOPY





NAMA MAHASISWA :
Latif nur kusnawan




PROGRAM STUDI DIII TEHNIK ELEKTROMEDIK
UNIVERSITAS MUHAMADIYAH
YOGYAKARTA


ENDOSCOPY
Endoskop adalah alat yang digunakan dalam pemeriksaan endoskopi. Alat ini
berbentuk pipa kecil panjang yang dapat dimasukkan ke dalam tubuh, misalnya ke
lambung, ke dalam sendi, atau ke rongga tubuh lainnya. Di dalam pipa tersebut terdapat
dua buah serat optik. Satu untuk menghasilkan cahaya agar bagian tubuh di depan ujung
endoskop terlihat jelas, sedangkan serat lainnya berfungsi sebagai penghantar gambar
yang ditangkap oleh kamera. Di samping kedua serat optik tersebut, terdapat satu buah
bagian lagi yang bisa digunakan sebagai saluran untuk pemberian obat dan untuk
memasukkan atau mengisap cairan. Selain itu, bagian tersebut juga dapat dipasangi alat-
alat medis seperti gunting kecil, sikat kecil, dll.

Gambar : Penggunaan Endoskopi

Endoskop biasanya digunakan bersama layar monitor sehingga gambaran organ
yang diperiksa tidak hanya dilihat sendiri oleh operator, tetapi juga oleh orang lain di
sekitarnya. Endoskopi juga sangat berperan dalam menentukan penyebab pendarahan
saluran cerna yang sulit ditentukan berdasarkan pemeriksaan radiologis. Beberapa lesi
(terlihat putih atau pucat) yang tak terlihat pada pemeriksaan radiologis dapat diketahui
dengan pemeriksaan endoskopi.
Beberapa jenis gangguan yang dapat dilihat dengan endoskopi antara lain : abses,
sirosis biliaris, perdarahan, bronkhitis, kanker, kista, batu empedu, tumor, polip, tukak,
dan lain-lain.

Gambar : Penggunaan endoskopi

Manfaat Endoskopi:
1. Mengetahui bagaimana keadaan bagian dalam saluran cerna (apakah ada luka,
daging tumbuh, kelainan bentuk saluran cerna, dll)
2. Dapat digunakan untuk mengambil contoh jaringan bagian dalam (biopsy) guna
pemeriksaan.
Endoskopi tidak hanya berfungsi sebagai alat periksa tetapi juga untuk melakukan
tindakan medis seperti pengangkatan polip, penjahitan, dan lain-lain. Selain itu, endoskopi
juga dapat digunakan untuk mengambil sampel jaringan jika dicurigai jaringan tersebut
terkena kanker atau gangguan lainnya.

1. Jenis-jenis Endoskopi
Berdasarkan fungsinya endoskopi terbagi dua yakni :
a. Endoskopi diagnostic
Diagnostik berperan dalam menentukan penyebab pendarahan dan lokasi lesi yang
terjadi.
b. Endoskopi terapeutik
Endoskopi terapeutik berperan untuk menghentikan pendarahan yang terjadi.

Endoskopi pada saluran cerna dibagi menjadi dua bagian besar, yakni :
a. Endoskopi Saluran Cerna Atas (Esofagoduodenoskopi)
1) Indikasi endoskopi diagnostic saluran cerna atas meliputi :
Kasus yang tidak sembuh dengan terapi intensif, kondisi perdarahan
saluran cerna atas, adanya obstruksi saluran cerna, adanya kecurigaan
kea rah keganasan,serta menetukan jenis keganasandengan biopsy atau
penyikatan (untuk sitologi). Pemeriksaan ini dilakukan apabila hasil
rontegen tidak jelas, mencurigakan, untuk penelitian serta sebagai
follow up setelah terapi medis atau pembedahan (lewis,2000).
2) Kontraindikasi endoskopi saluran certa atas dapat bersifat absolute :
Pada pasien yang tidak kooperatif, pasien yang mengalami serangan
status asmatikus, kondisi infark miokard akut, dekompensasi jantung
dan dalam kondisi syok. Sementara itu, kontraindikasi relative utama
pada pasien yang mengalami hipertermi, faringitis, kelainan tulang
servikotorakal, sesak nafas yang ringan,infeksi akut seperti pneumonia,
peritonitis, tumor mediastinum dan aneurisma aorta (Black,1995).
3) Keuntungan endoskopi saluran cerna atas untuk diagnostic adalah :
a) Lesi kecil seperti erosi atau polip kecil dapat diatasi
b) Dapat membedakan antara jaringan atau tukak aktif
c) Dapat membedakan tukak yang ganas dari tukak yang tidak ganas.
d) Dapat melakukan pewarnaan, misalnya dengan biru metilen untuk
mempermudah mendiagnosis keganasan.
e) Dapat melakukan biopsy untuk menentukan keganasan dan
mengetahui jenis keganasan.
f) Dapat melakukan penyikatan (brushing) untuk pemeriksaan sitologi
g) Dapat menentukan lokasi perdarahan.

b. Saluran Cerna Bawah (Kolonoskopi).
1) Indikasi
Pemeriksaan endoskopi gastrointestinal bawah diindikasikan pada pasien
dengan kasus yang tidak sembuh dengan terapi intensif dan pasien dengan
foto rontgen menunjukan adanyapenyempitan, gambaran yang tidak jelas.
Pasien dengan hematokesia yang disebabkan oleh hemoroid juga menjadi
indikasi pada pemeriksaandiagnostik ini. Untuk menentukan jenis radang
kolon atau sebagai follow up setelah operasi misalnya pada karsinoma
kolorektal atau setelah terapi medis misanya pada colitis ulserosa dan
sebagainya atau setelah polipektomi membutuhkan pemeriksaan diagnostic
secara endoskopi.
2) Kontraindikasi
Kontraindikasi endoskopi saluran cerna bawah secara absolute adalah
pasien dengan kehamilan semester ketiga dan kondisi akut pada abdomen.
Kontraindikasi yang bersifat relative pada kondisi dialtasi akut pada colitis
ulserosa (penyakit Crohn), diverticulitis akut, adnya penyakit
kardiovaskuler atau aneurisma aorta abdominal.
3) Keuntungan endoskopi saluran cerna bawah untuk diagnostic adalah
sebagai berikut :
a) Dapat menentukan adanya radang kolorektal dan jenis radang.
b) Dapat melakukan biopsy untuk menyokong diagnosis radang dan
tukak kolorektal misalnya adanya amuba dan sebagainya
c) Dapat menentukan keganasan kolorektal disertai biopsy.
d) Dapat menentukan lokasi perdarahan

2. Prosedur Medis yang Menggunakan Endoskopi
Nama dari macam-macam endoskopi tergantung jenis dan organ yang diperiksa.
a. Thorakoskopi, pemeriksaan pleura, rongga pleura, mediastinum dan
perikardium (bagian-bagian paru-paru dan jantung).
b. Proktoskopi (sigmoidoskopi dan proktosigmoidoskopi), untuk memeriksa
rektum dan kolon sigmoid.
c. Laringoskopi, untuk memeriksa laring (salah satu bagian saluran napas).
d. Laparoskopi, untuk melihat lambung, hati, dan organ-organ lain di dalam
rongga perut.
e. Gastroskopi, untuk melihat dinding dalam esofagus, lambung, dan usus halus.
f. Sistoskopi, untuk melihat saluran kencing, kandung kencing dan prostat.
g. Kolposkopi, untuk memeriksa vagina dan mulut rahim.
h. Kolonoskopi, untuk memeriksa usus besar.
i. Bronkhoskopi, untuk melihat trachea dan cabang-cabang bronkhus (bagian dari
saluran napas)
j. Arthroskopi, untuk melihat sendi.


A. USG ABDOMEN
Ultrasonografi adalah tekhnik diagnostik noninfasif dimana gelombang bunyi
dimasukkan melalui struktur tubuh internal dan dipantulkan kembali yang menghasilkan
citra organ dan struktur abdomen pada oskiloskop. Prosedur ini secara umum digunakan
untuk mengetahui ukuran dan konfigurasi struktur abdomen.
Keuntungan utama dari ultrasonografi adalah prosedur ini tidak memerlukan
radiasi pengionisasi. Tidak terdapat efek samping yang dilaporkan dan prosedur relatif
tidak mahal. Satu kerugiannya adalah teknik ini tidak dapat digunakan untuk memeriksa
struktur yang ada dibalik jaringan tulang yang mencegah pasase gelombang suara ke
struktur yang lebih dalam. Gas di dalam abdomen atau udara dalam paru juga bermasalah
karena USG tidak ditransmisikan dengan baik melalui gas, udara, atau cairan.

B. CT SCAN ABDOMEN
Pemindaian Computed Tomography (CT) merupakan suatu teknik diagnostik
dengan menggunakan sinar sempit dari sinar-x untuk memindai gastrointestinal dalam
lapisan yang berurutan. Bayangan yang dihasilkan memeberi gambaran melintang dari
organ GI dengan membedakan bandingan perbedaan jaringan padat pada tulang dengan
organ atau struktur abdominal terobservasi lebih langsung.
Indikasi pemeriksaan CT pada saluran pencernaan adalah untuk menilai kelayakan
pembedahan dengan membuat staging pada berbagai tumor esofagus,lambung, dan kolon,
serta menilai inflitrasi kejaringan sekitar dan deposit sekunder, melokalisasi abses dan
komplikasi pascaoperasi, serta membuat prosedur biopsi dan drainase.
Pemindaian CT dilakukan non-invasif, tidak nyeri dan memiliki derajat sensivitas
untuk mendeteksi lesi pada sistem GI. Kemudian versi-versi yang baru berkenbang dan
semakin banyaknya orang-orang yang berpengalaman banyak mengiterprestasi hasil
pemindahan CT sehingga jumlah penyakit dan cedera padat didiagnosa meninggat, serta
kebutuhan prosedur diagnostik invasif berkurang. Perawat perlu secara ringkas
mengetahui persiapan dan cara pemeriksaan yang berguna sebagai bahan penyuluhan atau
pembelajaran kepada pasien agar lebih kooperatif pada saat pemeriksaan.
Penting diberikan penjelasan pada pasien bahwa prosedur ini tidak menimbulkan
nyeri agar menurunkan kecemasan sebelum pemeriksaan. Bila pemberian barium
dilakukan tindakan ini harus dijadwalkan setelah pemindaian CT agar tidak memengaruhi
pencritaan.

Implikasi Keperawatan
Pada setiap pemeriksaan, perlu diberikan penjelasan tentang proses pelaksanaan
pemeriksaan CT scan agar pasien lebih kooperative. Pasien juga perlu mendapat
dukungan psikologis agar kecemasan sebelum pemeriksaan dapat berkurang. Penjelasan
yang perlu diberikan perawat meliputi hal-hal berikut ini:
1. Intruksikan pasien untuk berbaring telentang di atas meja yang dikelilingi
mesin, tetapi jangan menyentuh daerah yang akan discan.
2. Pasien juga sedapat mungkin harus berada pada posisi tidak bergerak
(mungkin dibutuhkan sedatif).
3. Jelaskan pada pasien bahwa scan tidak akan memberikan hasil dengan kualitas
terbaik jika pasien bergerak selama pemeriksaan atau bila sorotan x-ray
dialihkan oleh benda logam di dalam atau di sekitar pasien.






















DAFTAR PUSTAKA

Arakawa, Tatsuo.2006. Learning Skill Gastrointestinal Endoskopi Rhird Edition.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia.2000. Pedoman Perawat Endoskopi. Jakarta :
Depkes RI
http://www.medicinenet.com/endoscopy/article.htm
http://www.medistra.com/index.php?option=com_content&view=article&id=159&Itemid=67
Priyanta, Agus & Sri Lestari. 2008. Endoskopi Gastrointestinal. Jakarta : Salemba Medika