Anda di halaman 1dari 38

Dr.

Widyati, MClin Pharm, Apt


Farmasis Klinik RSAL Dr. Ramelan SURABAYA
PERAN APOTEKER DALAM TERAPI CAIRAN
TERAPI CAIRAN
Elektrolit dan Cairan adalah bagian dari terapi obat
Seringkali terlupakan dalam pengkajian resep/asesmen
pharmaceutical care
Peresepan di UK hanya diserahkan pada dokter yunior,
perawat
Farmasis tidak menguasai sehingga tidak bisa berperan
dalam pelayanan
Menghabiskan biaya belanja Farmasi di RS > 20%.

DRP UMUM PADA TERAPI CAIRAN
Pemilihan kurang tepat ditinjau dari kondisi
pasien
Resep infus tidak pernah di review
Tersedia macam dan jumlah cairan intravena
beragam dan terus meningkat sehingga
membingungkan pemilihannya
PERAN APOTEKER
Review prescription/order pengobatan
Memberikan rekomendasi pemilihan terapi
Cairan
Monitor respon klinik
Memberikan informasi obat : stabilitas,
kompatibilitas, pemilihan cairan pada
penyakit tertentu, cara pemberian.
TUJUAN TERAPI CAIRAN INTRAVENA
Resusitasi: menggantikan segera kehilangan cairan untuk
mengembalikan sirkulasi darah
Routine maintenance: memelihara kebutuhan elektrolit dan
cairan bagi pasien yang tidak bisa dapat asupan peroral
Replacement: menggantikan kehilangan dari
intravaskuler,kompartemen lain
Redistribusi: distribusi cairan tubuh yang mengumpul di satu
tempat khususnya pada sepsis, kritis, CHF,PGK
PRINSIP PERESEPAN CAIRAN IV
The physiology of fluid balance in health
Pathophysiological effects on fluid balance
Clinical approaches to assessing IV fluid
needs
The properties of available IV fluids

OSMOLALITAS
Konsentrasi zat terlarut (elektrolit, glukosa, urea,
fosfolipid, cholesterol, dan lemak) dlm 1 kg air.
Plasma osmolalitas dan tonisitas dipelihara melalui
keseimbangan intake dan ekskresi air
Perubahan tonisitas plasma dideteksi oleh
osmoreseptor di hypothalamus

KESEIMBANGAN CAIRAN
Osmolalitas diatur oleh osmoreseptor di hipotalamus
dengan mensekresi ADH, vasopresin
Regulasi Na,K diatur Ginjal
Hiponatremia ECF+volume plasma Ginjal
sekresi renin Sekresi aldosteron retensi Na
Hipokalemia reabsorbsi ion H gagal alkalosis
ekskresi Na

PATHOPHYSIOLOGICAL EFFECTS ON FLUID
BALANCE
Illness and injury alter fluid and electrolyte balance
and distribution needs in many ways due to:
Nonspecific metabolic responses to stress
(especially in the seriously ill or injured);
Changes in fluid or electrolyte handling due to
organ or system dysfunction or the effects of
drugs or other IV therapies used to treat such
problems

INDICATIONS FOR IV FLUIDS

Asupan peroral kurang
Pasien puasa
Kehilangan cairan dari GIT,UT, kulit (luka bakar)
Blood loss
Akumulasi cairan pada kompartemen ketiga

ASSESSING FLUID REQUIREMENTS
Identifikasi dehidrasi:
Haus, skin turgor, Dry mucus membranes
Increased capillary refill time,altered level of
consciousness
Temperatur , urin pekat, BUN ,Na , acidosis
Tanda dan gejala harus dievaluasi secara
keseluruhan, karena spesifisitas secara tunggal
Evaluasi fluid balance

REVIEWING IV PRESCRIPTIONS
IV prescriptions should be reviewed at the same time as all other prescribed
medicines
The type of fluid and administration rate
Whether there are any contraindications to the fluid prescribed
How the fluid is to be administered (ie, what type of pump will be used)
What drugs are also being administered
Whether fluid or drugs are to be administered through a central line or a
peripheral line
Any duplication of therapy
Whether there is any ambiguity in the prescription
ELECTROLYTE SOLUTIONS
Plasma
Isotonic
solutions
Hypotonic solutions
Normal
saline
Ringers
acetate/ lactate
KAEN 3B*
290
308 273
278
D5
290 278
* KAEN 3B : contains 50 mmol Na+, 20 mmol K+, 50 mmol
Cl-, 20 mmol lactate, 27 g dextrose per L.

RESUSCITATION

MAINTENANCE

NUTRITION
Crystalloid


1. Replace acute loss
(hemorrhage, GI loss,
3
rd
space etc)
1. Replace normal loss
(IWL + urine+ faecal)
2. Nutrition support

ELECTROLYTES
FLUID THERAPY
Colloid
CAIRAN KRISTALOID
Cairan Kristaloid (RL, NaCl 0.9%)
Cairan ini baik untuk tujuan
mengganti kehilangan volume,
terutama kehilangan cairan
interstisial.
Harganya murah, tak memberikan
reaksi anafilaktik, tetapi tidak dapat
bertahan lama di intravaskuler.
Pemberian berlebih dapat
menyebabkan edema paru dan
edema perifer.
Cairan Koloid (darah, albumin,
fresh frozen plasma, dextran,
HES, hemacel, dll)
Cairan ini baik untuk mengganti volume
intravaskuler.
Harganya mahal, dapat menyebabkan reaksi
anafilaktik dan mempunyai BM besar yang
menimbulkan tekanan onkotik.
Pemberian berlebih juga dapat menyebabkan
edema paru tetapi tidak akan menyebabkan
edema perifer.

CAIRAN KOLOID
PEMILIHAN CAIRAN PADA BERBAGAI
PENYAKIT
HYPONATREMIA
ISOTONIK HYPONATREMIA : Hyperproteinemia, hyperlipidemia
HYPOTONIK HYPONATREMIA:
Hypovolemic: Dehydration, Diarhhea, Vomiting, Diuretics, ACE
inhibitors, Mineralocorticoid deficiency.
Euvolemic: SIADH, Postoperative hyponatremia, hypothyroid,
endurance exercise.
Hypervolemic: Edematous state at CHF, CH, NS,RF
HYPERTONIC HYPONATREMIA: Hyperglicemia, Mannitol,
sorbitol, maltose
TREATMENT
Symptomatic Hyponatremia: usually seen in Na <
120meq/L, if there are CNS symptom correct Na rapidly
1-2 meq/L/h no more 25-30meq/L with NaCl 3% +
furosemide
Asymptomatic hyponatremia: water restriction, 0,9%
NaCl
Hypervolemic Hypotonic Hyponatremia: water
restriction , diuretics, 3% NaCl + furosemide, dialysis
HYPOKALEMIA
Symptoms: muscle weakness, fatigue, muscle cramps, constipation, ileus, melebarkan gelombang
T dan menekan segmen ST pada EKG.
Treatment: KCl sol + juice, KCl tablet, iv KCl in severe hypokalemia with rates of up to 40 meq/L/h
(drip)
TRAUMA KEPALA
Pasien dengan trauma kepala maupun stroke: stres
metabolik hipermetabolism/hiperkatabolisme,
hiperglikemia, respon fase akut, dan perubahan
sistem imunitas.
Volume cairan seringkali disesuaikan dengan MAP
untuk memelihara perfusi ke otak
Hindari enteral feeding menggunakan NG tube pada
fraktur basis cranii

TRAUMA KEPALA
Trauma kepala tertutup: ICP, HT sistemik
Perhatikan kadar Na
Bila Na Normal atau tinggi:KaEN 3B, D5 NS
Bila Na rendah:restriksi cairan,NS,
Perhatikan kadar Glukosa
Bila Hipoglikemi: KaEN MG3, D5 NS
Bila Hiperglikemi: KaEN 3B
TRAUMA KEPALA(LANJUTAN)
Bila Hipotensi
Hipotensi pd Trauma Kepalaiskemi
Terapi cairan perfusi jaringan
Pemilihan Cairan: RL or NS 3% (resusitasi)
sampai BP90 mmHg (systole)
Monitoring: BP, Glukosa, Na

TRAUMA SPINAL
Shock Neurogenic

Deplesi Relative Intravascular


Resusitasi: RL
GANGGUAN FUNGSI HATI
Batasi asupan Na pada CH dg ascites
Rumatan Hepatitis: asam amino (Amino leban,
Tutofusin LC)
Rumatan pada Hepatik Ensefalopati pilih BCAA
(Comafusin Hepar), D5
Terjadi peningkatan lipolisis, sehingga lipid harus
diberikan dengan hati-hati untuk mencegah
hipertrigliseridemia, yaitu tidak lebih dari 1g/kg
perhari.

GANGGUAN FUNGSI GINJAL
Pada GGK; umumnya batasi asupan K untuk hindari
hiperkalemia, pilih NS untuk maintenance
Rumatan: AA esensial untuk memenuhi kebutuhan AA namun
meminimalisasi uremia (Kidmin,EAS)
ARF secara umum tidak berhubungan dengan peningkatan
kebutuhan energi
Pemberian lipid harus dibatasi hingga 20 - 25% darienergi total.
Meski demikian lipid sangatlah pentingkarena osmolaritasnya
yang rendah, sebagai sumber energi, produksi CO2 yang rendah
dan asam lemak essensial.
PASIEN CRITICALLY ILL
Pada sakit kritis terjadi pelepasan mediator inflamasi (IL-1, IL-6,
dan TNF) dan peningkatan produksi counter regulatory
hormone. (misalnya katekolamin, kortisol,
glukagon, GH), yang dapat menyebabkan serangkaian proses
yang mempengaruhi seluruh sistem tubuh dan menimbulkan
efek yang jelas pada status metabolik dan nutrisi pasien.
Pilihan: hindari glukosa sebagai sumber kalori (sorbitol, Xylitol),
, tinggi AA untuk tingkatkan imunitas; contoh Aminofusin L-600
PASKA BEDAH
Terapi cairan paska bedah ditujukan untuk :
a. Memenuhi kebutuhan air, elektrolit dan nutrisi.
b. Mengganti kehilangan cairan pada masa paska bedah (cairan
lambung, febris).
c. Melanjutkan penggantian defisit prabedah dan selama pembedahan.
d. Koreksi gangguan keseimbangan karena terapi cairan.
Nutrisi parenteral bertujuan menyediakan nutrisi lengkap, yaitu kalori,
protein dan lemak termasuk unsur penunjang nutrisi elektrolit, vitamin
dan trace element Contoh: Aminofusin L600, Futrolit
CAIRAN SBG AKSES IV
Cairan yg kompatibel: D5, NS
Dicampur ke dalam cairan, kemudian diinfuskan selama 30-60atau 24jam (Dopamin,
Heparin). Waspada kompatibilitas, stabilitas.
Disuntikkan pada injection site dengan cairan infus yang tetap dialirkan.
Literatur: Injectable Drug by Trisel
NUTRISI PARENTERAL
Def: pemenuhan semua atau sebagian kebutuhan
nutrien secara intravena.
Indikasi Nutrisi Parenteral (Hill, 2000):
o Tidak mendapat asupan makanan oral selama > 7 hari
o Pankreatitis
o Keadaan saluran cerna yang tidak memungkinkan
o Reseksi usus
o Malnutrisi

PERIFER
Puasa 3-5hr, makan <75%
3hr, malnourished dg
alb<3mg/dl,
Via vena perifer
Komposisi: karbohidrat
10%, AA
5%,Lipid,mikronutrien
Osmolaritas: < 900 mOsm/l
Midline cath kurangi flebitis
CENTRAL
Puasa > 5hr, malnutrisi, bowel resection
Via vena central (subclavia)
Komposisi: karbohidrat,AA,Lipid,
mikronutrien
NUTRISI PARENTERAL(LANJUTAN)
NUTRISI PARENTERAL
KARBOHIDRAT : D5%,D10%,D40%,TRIOFUSIN,MANNITOL,
Sorbitol,Xylitol
PROTEIN:
Panamin G, TUTOFUSIN, INTRAFUSIN, EAS,
AMINOLEBAN,AMIPAREN
PROTEIN+KH+ELEKTROLIT: AMINOVEL 600
LIPID: Ivelip,
ELEKTROLIT: RL,NS,RD,ASERING
MONITORING TERAPI CAIRAN
Efektivitas terapi:
Kondisi Klinik: UO, Nadi , peningkatan status kesadaran
Lab: Na, BUN, Kreatinin, Hb, Albumin (terapi nutrisi AA)
ESO: sesak, oedema perifer, ascites, tanda alergi
KOMPLIKASI TERAPI CAIRAN
Gagal jantung-karena terlalu banyak cairan-oedema Paru
Abnormalitas biokimia
Alergi- khususnya pada koloid (gelatin, Starch)
Hemodilusi- Hb turun tak perlu dikoreksi
Dilutional Coagulopathy
PENUTUP
Dengan berperan dalam terapi cairan kita bisa tingkatkan kualitas outcome pasien
Dengan berperan dalam terapi cairan kita bisa tekan cost bagi pengadaan cairan di RS
sesuai kebutuhan.